Data Prioritas Jangka Menengah 2025-2029

(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)

#ID DDPSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis DataInstansi Produsen DataDefinisiSatuanCatatan kebutuhan dukungan Data Daerah20252026202720282029
         
170109.06.0034
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Indeks Budaya Tertib Arsip;
Persentase Hasil Akreditasi Kearsipan sekurang-kurangnya bernilai ASTATISTIKARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIAProporsi unit kearsipan yang memperoleh nilai akreditasi A terhadap total unit kearsipan yang diakreditasipersenTidakYaYaYaYa
170202.06.0006
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase hasil kelautan dan perikanan yang memenuhi standard mutu dan keamanan pangan;
Persentase hasil kelautan dan perikanan sektor produksi pasca panen yang memenuhi standar mutu dan keamanan panganSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPersentase pelaku usaha penghasil produk hasil kelautan dan perikanan sektor pascapanen yang memenuhi standar mutu dan keamanan panganpersenTidakYaYaYaYa
170302.06.0007
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase hasil kelautan dan perikanan yang memenuhi standard mutu dan keamanan pangan;
Persentase hasil kelautan dan perikanan sektor produksi primer yang memenuhi standar mutu dan keamanan panganSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPersentase pelaku usaha penghasil produk hasil kelautan dan perikanan sektor produksi primer yang memenuhi standar mutu dan keamanan panganpersenTidakYaYaYaYa
170402.06.019
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase hasil kelautan dan perikanan yang memenuhi standard mutu dan keamanan pangan;
Persentase hasil kelautan dan perikanan yang memenuhi standard mutu dan keamanan panganSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPersentase hasil kelautan dan perikanan yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan adalah ukuran dalam menilai seberapa besar volume atau jumlah produk hasil kelautan dan perikanan (sektor primer,...persenTidakYaYaYaYa
170504.01.095
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase ibu hamil kurang energi kronis (KEK);
Persentase ibu hamil kurang energi kronis (KEK)STATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase ibu hamil dengan indeks massa tubuh (IMT) prahamil atau trimester I di bawah 18,5 kg/m2 dan/atau lingkar lengan atas < 23,5 cmpersenProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.YaYaYaYaYa
170610.04.010
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan bergizi;
Persentase ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan bergiziSTATISTIKBADAN GIZI NASIONALPersentase ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan bergizi gratis sesuai standarpersenProgram: 04.12-Pemberian Makan Gratis untuk Pemenuhan Gizi. Kegiatan: 04.12.01-Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Lokasi Prioritas: Jawa Barat Deskripsi: Program pemberian Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama 16 tahun pertama perkembangan anak, mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengembangan SDM berkualitas dengan sasaran peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (target 100%, 2029) YaYaYaYaYa
170704.01.096
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Ibu Hamil yang Mendapatkan Pelayanan Antenatal sesuai Standar;
Persentase Ibu Hamil yang Mendapatkan Pelayanan Antenatal sesuai StandarSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase ibu hamil yang mendapat pelayanan antenatal sesuai standar (12T) meliputi: 1.Timbang berat badan dan ukur tinggi badan 2.Ukur tekanan darah 3.Tentukan status gizi (ukur lingkar lengan atas/...persen"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi. Indikator SIPD: 000463 - Persentase ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan ibu hamil"YaYaYaYaYa
170804.01.097
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh balita dengan skor literasi gizi baik;
Persentase ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh balita dengan skor literasi gizi baikSTATISTIKBADAN GIZI NASIONALPersentase ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh balita dengan skor literasi gizi baik sesuai dengan standar yang berlakupersenProgram: 04.12-Pemberian Makan Gratis untuk Pemenuhan Gizi. Kegiatan: 04.12.01-Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Lokasi Prioritas: Jawa Barat Deskripsi: Program pemberian Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama 16 tahun pertama perkembangan anak, mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengembangan SDM berkualitas dengan sasaran peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (target 100%, 2029) YaYaYaYaYa
170910.04.011
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase ibu menyusui yang mendapatkan bantuan makanan bergizi;
Persentase ibu menyusui yang mendapatkan bantuan makanan bergiziSTATISTIKBADAN GIZI NASIONALproporsi ibu menyusui yang menerima bantuan pangan bergizi dari program pemerintah terhadap total jumlah ibu menyusui dalam suatu wilayah atau periode tertentu. Bantuan ini bertujuan untuk memastikan...persenProgram: 04.12-Pemberian Makan Gratis untuk Pemenuhan Gizi. Kegiatan: 04.12.01-Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Lokasi Prioritas: Jawa Barat Deskripsi: Program pemberian Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama 16 tahun pertama perkembangan anak, mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengembangan SDM berkualitas dengan sasaran peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (target 100%, 2029) YaYaYaYaYa
171002.06.0008
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase hasil kelautan dan perikanan yang memenuhi standard mutu dan keamanan pangan;
Persentase implementasi metode dan standar pengendalian serta pengawasan mutu hasil kelautan dan perikanan yang ditetapkanSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPersentase implementasi metode dan standar mutu yang dilakukan untuk memastikan bahwa produk perikanan yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkanpersenTidakYaYaYaYa
171102.01.031
    • SDGs;
  1. Persentase Industri Kecil yang Menerima Pinjaman atau Kredit;
Persentase Industri Kecil yang Menerima Pinjaman atau KreditSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKKonsep dan Definisi:Industri Kecil yang dimaksud pada indikator ini adalah industri mikro dan industri kecil.Industri Mikro adalah industri pengolahan yang mempunyai tenaga kerja antara 1 sampai denga...persenIndikator SIPD: 000213 - Proporsi industri kecil dengan pinjaman atau kreditYaYaYaYaYa
171209.03.043
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang termanfaatkan;
Persentase Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang termanfaatkanSTATISTIKBADAN INFORMASI GEOSPASIALPersentase IGT yang termanfaatkan merupakan perbandingan antara jumlah Rekomendasi Kebijakan pemanfaatan IGT dengan jumlah IGT yang sudah tersinkronisasi dan siap berbagi pakai melalui Portal Kebijaka...persenYaTidakYaYaYa
171309.06.028
    • SDGs;
  1. Persentase Instansi Pemerintah dengan Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Bernilai Minimal B;
Persentase Instansi Pemerintah dengan Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Bernilai Minimal BSTATISTIKKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPersentasi instansi pemerintah yang mendapatkan Indeks Reformasi Birokrasi (RB) ≥ B adalah persentasi kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah yang memperoleh nilai minimal "B" dalam evaluasi Inde...persenIndikator SIPD: 000315 - Persentase instansi pemerintah dengan Indeks Reformasi Birokrasi (RB) ? BTidakYaYaYaYa
171409.06.029
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Persentase Instansi Pemerintah dengan Skor Sistem Akuntabilias Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Bernilai Minimal B;
Persentase Instansi Pemerintah dengan Skor Sistem Akuntabilias Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Bernilai Minimal BSTATISTIKKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPersentasi instansi pemerintah yang mendapatkan skor Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ≥ B adalah persentasi kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah yang memperoleh nilai m...persenIndikator SIPD: 000314 - Persentase instansi pemerintah dengan skor Sistem Akuntabilias Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ? BTidakYaYaYaYa
171509.06.040
    • SDGs;
  1. Persentase Instansi Pemerintah yang Mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP);
Persentase Instansi Pemerintah yang Mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)STATISTIKBADAN PEMERIKSA KEUANGANKonsep dan Definisi:Opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada kri...persenIndikator SIPD: 000313 - Persentase instansi pemerintah yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)YaYaYaYaYa
171609.06.041
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Instansi Pemerintah yang Menerapkan Tata Kelola Kualitas Kebijakan yang baik;
Persentase Instansi Pemerintah yang Menerapkan Tata Kelola Kualitas Kebijakan yang baikSTATISTIKLEMBAGA ADMINISTRASI NEGARAProporsi Instansi Pemerintah (K/L/D) yang telah memenuhi standar tata kelola kebijakan berkualitas yang diukur sesuai dengan pedoman yang berlaku, dihitung dengan membandingkan jumlah instansi yang me...PersenYaYaYaYaYa
171705.02.028
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase instansi yang berpartisipasi dalam sinergisitas penanggulangan terorisme;
Persentase instansi yang berpartisipasi dalam sinergisitas penanggulangan terorismeSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISMEIndikator ini menunjukkan proporsi instansi pemerintah yang aktif berpartisipasi dalam program sinergisitas penanggulangan terorisme, yaitu kolaborasi antar kementerian/lembaga dalam melaksanakan renc...persenYaYaYaYaYa
171809.03.044
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase instansi yang terhubung dengan Jaringan Intra Pemerintah Daerah;
Persentase instansi yang terhubung dengan Jaringan Intra PemerintahSTATISTIKKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALIndikator ini mengukur proporsi instansi pemerintah yang telah terhubung dengan Jaringan Intra Pemerintah (JIP). JIP adalah jaringan interkoneksi tertutup yang menghubungkan antar jaringan intra insta...unit (jumlah instansi)YaYaYaYaYa
171903.03.009
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jalur Kereta Api yang menggunakan persinyalan elektrik;
Persentase Jalur Kereta Api yang Menggunakan Persinyalan ElektrikSTATISTIKKEMENTERIAN PERHUBUNGANJalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya y...persenTidakYaYaYaYa
172009.03.045
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Jaminan Hukum Atas Akses Informasi Publik;
Persentase Jaminan Hukum Atas Akses Informasi PublikSTATISTIKKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPengukuran indikator Persentase Jaminan Hukum Atas Akses Informasi Publik dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana terdapat peraturan atau kebijakan daerah yang menjamin kebebasan mendapatkan informasi...persenYaTidakYaYaYa
172109.03.015
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jangkauan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (free to air) per populasi;
Jangkauan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (free to air) per populasiSTATISTIKLEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESIACoverage Population yang terlayani dengan terresterial free to air adalah populasi penduduk Indonesia yang terlayani atau dapat menjangkau siaran TVRI secara gratis dengan konsep terresterial. Perhitu...persenYaTidakYaYaYa
172209.03.0056
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jangkauan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (free to air) per populasi;
Persentase jangkauan populasi wilayah layanan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (free to air) per populasiSTATISTIKLEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESIAPersentase jangkauan populasi wilayah layanan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (free to air) per populasi adalah perbandingan antara jumlah populasi wilayah...persenYaTidakYaYaYa
172309.06.042
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase K/L/D dengan Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi dengan Karakteristik berbasis Terdefinisi;
Persentase K/L/D dengan Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi dengan Karakteristik berbasis TerdefinisiSTATISTIKBADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNANMaturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi dengan karakterisitik berbasis terdefinisi mencerminkan suatu entitas (Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah) telah mampu mengelola...persenYaYaYaYaYa
172404.02.027
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase K/L/D yang Memanfaatkan Data Regsosek melalui SEPAKAT;
Persentase K/L/D yang Memanfaatkan Data Regsosek melalui SEPAKATSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPersentase Kementerian/Lembaga yang melaksanakan perencanaan berbasis bukti melalui SEPAKAT (Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu)persenYaTidakYaYaYa
172509.06.043
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase K/L/D yang mendapatkan Opini pengawasan pelayanan publik kualitas tertinggi;
Persentase K/L/D yang mendapatkan Opini pengawasan pelayanan publik kualitas tertinggiSTATISTIKOMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIAOpini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik merupakan salah satu upaya pencegahan maladministrasi dengan menilai kondisi penyelenggaraan pelayanan publik secara komprehensif dimana menghasilkan...persenYaYaYaYaYa
172609.03.046
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase K/L/D yang mengimplementasikan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP);
Persentase K/L/D yang mengimplementasikan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP)STATISTIKKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALMengukur proporsi Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah yang telah mengadopsi dan menerapkan SPLP. SPLP adalah perangkat integrasi yang memungkinkan pertukaran data, sistem aplikasi, layanan Sis...persenYaYaYaYaYa
172704.01.0154
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase kabupaten/kota dengan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis >80%;
Persentase kab/kota dengan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis >80%STATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANProporsi kabupaten/kota yang melakukan pemeriksaan kesehatan gratis pada >80% populasi targetpersenProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.04-Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis Lokasi Prioritas: Cakupan nasional di seluruh provinsi, dengan penekanan pada: Provinsi Jawa Tengah; Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Tarakan); Kalimantan Timur; Sulawesi Selatan; Jawa Timur; Kalimantan Barat; Sumatera Utara; dan Bali. Deskripsi: Program berfokus pada pemeriksaan kesehatan gratis berbasis siklus hidup bagi bayi, balita, remaja, dewasa, dan lansia untuk memperluas deteksi dini serta pencegahan penyakit, meningkatkan kesadaran hidup sehat, dan mengurangi beban anggaran akibat penyakit. Pendekatan ini memperluas akses layanan, memperkuat upaya promotif–preventif, dan diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menekan biaya kesehatan jangka panjang.YaYaYaYaYa
172804.01.099
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase kabupaten/kota dengan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis >80%;
Persentase kabupaten/kota dengan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis >80%STATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANProporsi kabupaten/kota yang melakukan pemeriksaan kesehatan gratis pada >80% populasi targetpersenProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.04-Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis Lokasi Prioritas: Cakupan nasional di seluruh provinsi, dengan penekanan pada: Provinsi Jawa Tengah; Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Tarakan); Kalimantan Timur; Sulawesi Selatan; Jawa Timur; Kalimantan Barat; Sumatera Utara; dan Bali. Deskripsi: Program berfokus pada pemeriksaan kesehatan gratis berbasis siklus hidup bagi bayi, balita, remaja, dewasa, dan lansia untuk memperluas deteksi dini serta pencegahan penyakit, meningkatkan kesadaran hidup sehat, dan mengurangi beban anggaran akibat penyakit. Pendekatan ini memperluas akses layanan, memperkuat upaya promotif–preventif, dan diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menekan biaya kesehatan jangka panjang.YaYaYaYaYa
172904.01.101
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase kabupaten/kota dengan pemenuhan obat dan vaksin tepat waktu dan tepat jumlah;
Persentase kabupaten/kota dengan pemenuhan obat dan vaksin tepat waktu dan tepat jumlahSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANProporsi kab/kota yang memiliki jaminan ketersediaan untuk: 1. 90% dari 40 jenis obat esensial; dan 2. 7 jenis vaksin IRL dibandingkan jumlah seluruh kab/kotapersenYaYaYaYaYa
173004.01.102
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase kabupaten/kota dengan pengendalian kejadian luar biasa (KLB)/wabah;
Persentase kabupaten/kota dengan pengendalian kejadian luar biasa (KLB)/wabahSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase kabupaten/Kota yang melaksanakan deteksi & respon potensi KLB (Kejadian Luar Biasa)/wabah serta pengendalian faktor risiko kesehatan yang berpotensi KLB/wabah, yang memenuhi 4 dari 5 kriter...persenYaYaYaYaYa
173104.01.103
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase kabupaten/kota dengan Puskesmas PONED sesuai standar;
Persentase kabupaten/kota dengan Puskesmas PONED sesuai standarSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase kab/kota yang memiliki minimal 20% Puskesmas mampu PONED dari total Puskesmas di wilayahnya. Puskesmas mampu PONED adalah Puskesmas yang mampu menjalankan sinyal fungsi, sebagai berikut: 1....persen"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi."YaYaYaYaYa
173204.01.106
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase kabupaten/kota kualitas air minum pada sarana air minum memenuhi syarat kabupaten/kota dengan kualitas air minum yang memenuhi syarat;
Persentase kabupaten/kota kualitas air minum pada sarana air minum memenuhi syarat kabupaten/kota dengan kualitas air minum yang memenuhi syaratSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANSarana air minum diawasi /diperiksa kualitas air minumnya sesuai standar (aman) : Pengawasan eksternal yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota kepada sarana air minum yang diperiksa kualita...persenLokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi/Kab/Kota: Papua Barat*; D.I. Yogyakarta (indikatif); Jawa Timur; Sumatera Barat; Riau (Kab. Bengkalis, Kab. Kepulauan Meranti); Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Kota Pontianak); Kalimantan Selatan; Sulawesi Tengah; Kota Makassar; Aceh (Kab. Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Besar, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Jaya). Deskripsi: Isu strategis ketahanan air mengemuka karena adanya 12,7 juta ha lahan kritis, potensi penurunan PDB hingga 7,3% pada 2045 bila ancaman air tidak tertangani, serta dampak perubahan iklim: hari hujan menurun namun intensitas makin ekstrem sehingga risiko banjir dan kekeringan meningkat. Ribuan mata air hilang dalam 10 tahun terakhir dan sekitar 40% mengalami penurunan debit (contoh: Umbulan turun dari 6.000 menjadi 2.800 L/detik). Respons yang dibutuhkan meliputi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) vegetatif, pembangunan bangunan konservasi tanah dan air, serta peningkatan tutupan hutan di DAS untuk menjamin kuantitas dan kualitas air secara berkelanjutan.YaYaYaYaYa
173304.01.107
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase kabupaten/kota Pangan Aman;
Persentase kabupaten/kota Pangan AmanSTATISTIKBADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANANYang dimaksud Kabupaten/Kota Pangan Aman adalah Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan pengawasan dan pemberdayaan keamanan pangan sesuai dengan ketentuan. Kriteria Kabupaten/Kota Pangan Aman antara la...persenYaYaYaYaYa
173404.01.108
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase kabupaten/kota yang memilki Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat Desa/Kelurahan sesuai standar;
Persentase kabupaten/kota yang memilki Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat Desa/Kelurahan sesuai standarSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase Kab/Kota yang telah memiliki 75% Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat Desa/Kelurahan di wilayahnya pada periode 2025-2028 yang telah memenuhi standar dari aspek - minimal kondisi sarana prasara...persenIndikator SIPD: 000822 - Persentase kab/kota yang memilki Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat Desa/Kelurahan sesuai standarYaYaYaYaYa
173506.01.028
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase kabupaten/kota yang menerapkan PAUD-HI;
Persentase kabupaten/kota yang menerapkan PAUD-HISTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHPerbandingan jumlah kabupaten/kota yang menerapkan PAUD-HI dibagi dengan jumlah kabupaten/kota. Penerapan PAUD-HI di daerah diharapkan dapat mengacu ke dokumen RAN PAUD-HI.persenYaYaYaYaYa
173604.01.109
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase kabupaten/kotadengan minimal 75% Posyandu siklus hidup yang aktif;
Persentase kabupaten/kotadengan minimal 75% Posyandu siklus hidup yang aktifSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase Kab/Kota yang minimal 75% Posyandu siklus hidup di wilayahnya telah memiliki status aktif berdasarkan 2 kriteria yaitu - posyandu yang melakukan kegiatan hari buka minimal 8 kali dalam seta...persenProgram: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.01-Investasi pelayanan kesehatan primer Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota); fokus provinsi/daerah: Maluku Utara; Kalimantan Timur; Papua Tengah*; Nusa Tenggara Timur; Provinsi Jawa Timur (Puskesmas di 38 kab/kota hingga desa/kelurahan); Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta Kab. Indragiri Hilir. Deskripsi: Kualitas pelayanan kesehatan primer masih rendah: baru 28% Puskesmas terakreditasi paripurna, 18,5% memenuhi standar sarana–prasarana–alkes, hanya 1,17% kab/kota memiliki unit layanan desa/kelurahan sesuai standar, dan sekitar 18% kab/kota memiliki cakupan Posyandu aktif berbasis siklus hidup ≥75%. Peran kader kesehatan belum optimal, sementara Puskesmas dan jaringannya adalah garda terdepan surveilans, deteksi dini, dan pencegahan. Program memprioritaskan penguatan Puskesmas hingga tingkat desa melalui peningkatan akreditasi dan sarpras, penguatan kader dan partisipasi masyarakat, serta tata kelola layanan primer yang lebih responsif dan inklusif.YaYaYaYaYa
173701.01.004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Kader Bela Negara yang Telah Terbentuk;
Persentase Kader Bela Negara yang Telah TerbentukSTATISTIKKEMENTERIAN PERTAHANANPersentase jumlah Kader Bela Negara yang telah terbentuk dibandingkan dengan target atau kebutuhan yang ditetapkan. Kader Bela Negara adalah Warga Negara Indonesia yang telah mengikuti rangkaian progr...persenYaYaYaYaYa
173801.02.0017
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Penyelesaian Kasus WNI di Luar Negeri;
Persentase Kasus Khusus yang DiselesaikanSTATISTIKKEMENTERIAN LUAR NEGERIJumlah kasus khusus yang berhasil diselesaikan oleh Kemlu dalam periode tertentu.​ #Kasus Khusus adalah kasus WNI di luar negeri yang berdasarkan asesmen Perwakilan dan/atau Pusat dikategorikan sebag...kasusYaYaYaYaYa
173901.02.0018
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Penyelesaian Kasus WNI di Luar Negeri;
Persentase Kasus Umum yang DiselesaikanSTATISTIKKEMENTERIAN LUAR NEGERIJumlah kasus umum yang berhasil diselesaikan oleh Kemlu dalam periode tertentu.​ #Kasus Umum adalah kasus WNI di luar negeri di luar Kasus Khusus.kasusYaYaYaYaYa
174007.03.028
    • SDGs;
  1. Persentase Kawasan Hutan;
Persentase Kawasan HutanSTATISTIKKEMENTERIAN KEHUTANANHutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisa...persenIndikator SIPD: 000285 - Proporsi kawasan hutan terhadap total luas lahanYaYaYaYaYa
174103.03.0030
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Tingkat keandalan kenavigasian;
Persentase Keandalan Sarana Bantu Navigasi PelayaranSTATISTIKKEMENTERIAN PERHUBUNGANPersentase waktu di mana SBNP berfungsi sesuai standar yang ditetapkan selama periode tertentu. SBNP mencakup peralatan atau sistem yang berada di luar kapal, dirancang dan dioperasikan untuk meningka...persenTidakYaYaYaYa
174203.03.0031
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Tingkat keandalan kenavigasian;
Persentase Keandalan Telekomunikasi PelayaranSTATISTIKKEMENTERIAN PERHUBUNGANPersentase waktu di mana sistem telekomunikasi pelayaran berfungsi optimal sesuai standar yang ditetapkan selama periode tertentu. Telekomunikasi pelayaran mencakup sistem komunikasi yang mendukung ke...persenTidakYaYaYaYa
174304.02.028
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase keberhasilan evakuasi korban pencarian dan pertolongan;
Persentase keberhasilan evakuasi korban pencarian dan pertolonganSTATISTIKBADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGANPerbandingan antara total korban dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yang berhasil dievakuasi (selamat, meninggal dunia) dengan total korban dalam pelaksanaan operasi pencarian dan per...persenTidakYaYaYaYa
174401.02.016
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Keberhasilan Pencalonan Indonesia/Wakil Indonesia pada posisi strategis di organisasi internasional;
Persentase Keberhasilan Pencalonan Indonesia/Wakil Indonesia pada posisi strategis di organisasi internasionalSTATISTIKKEMENTERIAN LUAR NEGERIKepemimpinan pada forum regional dan multilateral merupakan upaya strategis Pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan nasional dengan mendorong perwakilan Indonesia/ Warga Negara Indonesia...persenYaYaYaYaYa
174501.02.017
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase keberhasilan promosi, pembentukan norma, dan kesepakatan diplomasi ekonomi terutama pada sektor prioritas;
Persentase keberhasilan promosi, pembentukan norma, dan kesepakatan diplomasi ekonomi terutama pada sektor prioritasSTATISTIKKEMENTERIAN LUAR NEGERIDiplomasi ekonomi merupakan instrumen strategis dalam hubungan internasional yang digunakan oleh negara untuk mencapai kepentingan ekonomi nasional. Peran diplomasi ekonomi semakin signifikan dalam me...persenYaYaYaYaYa
174601.02.018
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Kebijakan di Bidang Kerja Sama Pembangunan Internasional Indonesia yang telah Sesuai dengan Prioritas Nasional;
Persentase Kebijakan di Bidang Kerja Sama Pembangunan Internasional Indonesia yang telah Sesuai dengan Prioritas NasionalSTATISTIKKEMENTERIAN LUAR NEGERIprioritas nasional diartikan sejalan dengan kebijakan pemri, termasuk kebijakan politik luar negeri Indonesia dan posisi dasar, serta peraturan relevan terkait. Sebagai contoh: penetapan prioritas kaw...persenYaYaYaYaYa
174703.07.019
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Kebutuhan Keluarga Berencana (KB) yang Tidak Terpenuhi/ Unmet Need Keluarga Berencana;
Persentase Kebutuhan Keluarga Berencana (KB) yang Tidak Terpenuhi/ Unmet Need Keluarga BerencanaSTATISTIKBADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONALPersentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need KB) adalah persentase PUS yang tidak ingin mempunyai anak (lagi) atau ingin menjarangkan kelahiran berikutnya tetapi tidak menggunakan meto...persenIndikator SIPD: 000393 - Persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need)YaYaYaYaYa
174804.01.110
    • SDGs;
  1. Persentase Kebutuhan Pelayanan Kesehatan yang Tidak Terpenuhi/ Unmet Need Pelayanan Kesehatan;
Persentase Kebutuhan Pelayanan Kesehatan yang Tidak Terpenuhi/ Unmet Need Pelayanan KesehatanSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKUnmet need pelayanan kesehatan atau persentase penduduk yang memiliki keluhan kesehatan dan terganggu aktifitasnya namun tidak berobat jalan adalah perbandingan antara banyaknya penduduk yang memiliki...persenIndikator SIPD: 000127 - Unmet Need Pelayanan Kesehatan.YaYaYaYaYa
174909.03.050
    • SDGs;
  1. Persentase kecamatan yang terjangkau infrastruktur jaringan serat optik;
Persentase kecamatan yang terjangkau infrastruktur jaringan serat optikSTATISTIKKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALKonsep dan Definisi:Jaringan serat optik adalah jaringan telekomunikasi utama yang berbasis kabel serat optik yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut,...persenIndikator SIPD: 000335 - Persentase kecamatan yang terjangkau infrastruktur jaringan serat optik (kumulatif).YaYaYaYaYa
175001.02.019
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Kehadiran dalam Forum-Forum Internasional terkait Keamanan Laut;
Persentase Kehadiran dalam Forum-Forum Internasional terkait Keamanan LautSTATISTIKBADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIAPersentase keikutsertaan Bakamla dalam forum internasionalpersenYaYaYaYaYa
Showing 1,701-1,750 of 2,950 items.
 
Id DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataDefinisiSatuanInstansi Produsen DataJenis PengajuanJenis DataStandar DataKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranCatatan kebutuhan dukungan data daerahTag Rad
    
02.10.0058
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah yang memiliki Standardisasi (SNI) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah usaha menengah/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah usaha menengah/Pelaku Usaha yang memiliki Standardisasi (SNI) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0057
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah yang Menerapkan Digitalisasi dan Jumlah UMKMPersentase usaha menengah yang menerapkan Digitalisasi merupakan perbandingan jumlah usaha menengah yang menggunakan atau memanfaatkan Digitalisasi dalam rantai usaha/bisnis terhadap seluruh unit...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0056
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah yang Menerapkan Teknologi Produksi dan Jumlah UMKMPersentase usaha menengah yang menerapkan Teknologi merupakan perbandingan jumlah usaha menengah yang menerapkan dari sisi menggunakan atau memanfaatkan teknologi produksi dalam rantai usaha/bisnis...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/KotaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0055
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah yang Terjalin Kemitraan dan Jumlah UMKMPersentase kemitraan usaha menengah adalah indikator penting dalam menilai seberapa sukses usaha menengah dalam menjalin hubungan dengan pihak lain, baik itu perusahaan besar, lembaga keuangan,...unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0054
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha MikroProporsi jumlah usaha mikro merupakan perbandingan jumlah unit usaha mikro terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang sama. Skala usaha mikro didasarkan pada PP No. 7 tahun 2021Unit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota per Skala UsahaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0053
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah usaha mikro berdasarkan lapangan usaha (KBLI dan/atau sektoral)Jumlah usaha mikro berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dan/atau sektoralUnit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0052
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro dengan Usaha Berbadan Hukum, Jumlah pelaku usaha yang Memiliki Catatan Pembukuan Lengkap, dan Jumlah UsahaProporsi usaha mikro dengan usaha berbadan hukum atau memiliki catatan pembukuan lengkap merupakan nilai yang menunjukkan proporsi pelaku usaha (berusaha sendiri, dibantu buruh tidak tetap/pekerja...Unit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0051
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang memiliki Sertifikasi (Halal) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah usaha mikro/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah usaha mikro/Pelaku Usaha yang memiliki Sertifikasi (Halal) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0050
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang Memiliki Sertifikasi Mutu ProdukPersentase jumlah UMKM/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah UMKM/Pelaku Usaha yang memiliki Sertifikasi Mutu Produk terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0049
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang memiliki Standardisasi (SNI) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah usaha mikro/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah usaha mikro/Pelaku Usaha yang memiliki Standardisasi (SNI) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalSEMESTERANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0048
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang Menerapkan Digitalisasi dan Jumlah UMKMPersentase usaha mikro yang menerapkan Digitalisasi merupakan perbandingan jumlah usaha mikro yang menggunakan atau memanfaatkan Digitalisasi dalam rantai usaha/bisnis terhadap seluruh unit usaha...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0047
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang Menerapkan Teknologi Produksi dan Jumlah UMKMPersentase usaha mikro yang menerapkan Teknologi merupakan perbandingan jumlah usaha mikro yang menerapkan dari sisi menggunakan atau memanfaatkan teknologi produksi dalam rantai usaha/bisnis...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/KotaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0046
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang Terjalin Kemitraan dan Jumlah UMKMPersentase kemitraan usaha mikro adalah indikator penting dalam menilai seberapa sukses usaha mikro dalam menjalin hubungan dengan pihak lain, baik itu perusahaan besar, lembaga keuangan, pemerintah,...unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0024
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan MenengahProporsi jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan perbandingan jumlah unit usaha mikro, kecil, dan menengah terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang sama. Skala usaha mikro, kecil, dan...Unit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota per Skala UsahaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0041
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat sebagai vendor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)Definisi : Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terlibat secara aktif sebagai supplier/vendor yang melakukan transaksi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rumus : Dihitung dari...Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)BADAN GIZI NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/KotaBULANANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0045
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah berdasarkan lapangan usaha (KBLI dan/atau sektoral)Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dan/atau sektoralUnit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
07.05.050
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah usaha/kegiatan/izin pengelolaan SDA dan lingkungan yang diawasi ketaatannya
Jumlah usaha/kegiatan/izin pengelolaan SDA dan lingkungan yang diawasi ketaatannyamenunjukkan jumlah izin yang diawasi dari total izin yang diterbitkanusaha/ kegiatan/ izinKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANLingkungan Hidup
02.03.027
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah varietas unggul tanaman dan hewan untuk pangan yang dilepas
Jumlah varietas unggul tanaman dan hewan untuk pangan yang dilepasVarietas unggul adalah varietas yang dikembangkan oleh peneliti dan sudah dilepas ke masyarakat melalui penetepan Keputusan Menteri Pertanian atau pejabat yang diberi kewenangan untuk itu. Varietas...varietas, galurKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPertanian
09.06.0102
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Verifikasi Laporan dan Pengaduan MasyarakatMengacu pada KUHAP Pasal 1 butir nomor 24 : Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seorang karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah...LaporanKOMISI PEMBERANTASAN KORUPSIPrioritasSTATISTIK-WilayahBULANANAparatur Negara
07.02.009
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Volume Penyaluran BBM BersubsidiJumlah Volume Penyaluran BBM Bersubsidi mengukur total jumlah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang telah disalurkan kepada masyarakat atau sektor tertentu dalam satu periode tertentu. BBM...juta kiloliterKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TAHUNANProgram: 02.11-Swasembada Energi. Kegiatan: 02.11.02-Perluasan Akses dan Jangkauan Pelayanan Energi Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Barat. Deskripsi: Indeks ketahanan energi masih 6,64, menandakan perlunya perbaikan sisi penyediaan dan permintaan. Akses masyarakat ke gas bumi masih terbatas: untuk memasak, 86,91% rumah tangga memakai gas/Elpiji, namun penetrasi jaringan gas (jargas) <5% dari total rumah tangga. Harga energi tinggi di wilayah 3T turut menahan pertumbuhan ekonomi. Arah intervensi menekankan peningkatan akses ke gas bumi, BBM, dan listrik, serta keterjangkauan layanan energi; sekaligus mendukung swasembada energi melalui implementasi pembangkit listrik energi terbarukan (khususnya di Kalimantan Barat) dan perluasan infrastruktur jargas di Jawa Timur dan wilayah lain.Energi
07.02.010
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Volume Penyaluran BBM Non Subsidi
Jumlah Volume Penyaluran BBM Non SubsidiJumlah volume BBM nonsubsidi yang disediakanjuta kiloliterKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TerbatasNasionalTAHUNANProgram: 02.11-Swasembada Energi. Kegiatan: 02.11.02-Perluasan Akses dan Jangkauan Pelayanan Energi Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Barat. Deskripsi: Indeks ketahanan energi masih 6,64, menandakan perlunya perbaikan sisi penyediaan dan permintaan. Akses masyarakat ke gas bumi masih terbatas: untuk memasak, 86,91% rumah tangga memakai gas/Elpiji, namun penetrasi jaringan gas (jargas) <5% dari total rumah tangga. Harga energi tinggi di wilayah 3T turut menahan pertumbuhan ekonomi. Arah intervensi menekankan peningkatan akses ke gas bumi, BBM, dan listrik, serta keterjangkauan layanan energi; sekaligus mendukung swasembada energi melalui implementasi pembangkit listrik energi terbarukan (khususnya di Kalimantan Barat) dan perluasan infrastruktur jargas di Jawa Timur dan wilayah lain.Energi
02.09.0005
    • RPJMN 2025-2029
  1. Proporsi Volume Usaha Koperasi Sektor Produksi terhadap Total Volume Usaha Koperasi
Jumlah Volume Usaha KoperasiTotal nilai seluruh usaha koperasi dari semua sektor (konsumsi, jasa, simpan pinjam, dan produksi), mencakup nilai penjualan, penerimaan jasa, serta pembiayaan yang dilakukan koperasi dalam satu...rupiahKEMENTERIAN KOPERASIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; SektorTAHUNANProgram: 03.03-Peningkatan Produktivitas UMKM dan Koperasi. Kegiatan: 03.03.01-Pengembangan Koperasi Sektor Produksi Lokasi Prioritas: Provinsi Sulawesi Utara; Provinsi Jawa Timur. Deskripsi: Kontribusi koperasi terhadap perekonomian masih rendah (VUK koperasi ≈1,07% PDB nasional pada 2021), dan didominasi koperasi simpan pinjam (≈69%), sementara sektor produksi—pertanian & perikanan (≈9%) dan industri pengolahan (≈0,6%)—masih kecil. Arah program menekankan penguatan koperasi sektor produksi melalui pengembangan usaha dan hilirisasi untuk menaikkan nilai tambah, akselerasi volume usaha, peningkatan kapasitas SDM dan kualitas tata kelola/regulasi, serta penguatan kelembagaan. Dampak yang dituju: kontribusi ekonomi dan penciptaan kerja meningkat, serta kesejahteraan anggota koperasi membaik. Indikator SIPD: 000872 - Proporsi Volume Usaha Koperasi Sektor ProduksiKoperasi
02.09.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Proporsi Volume Usaha Koperasi Sektor Produksi terhadap Total Volume Usaha Koperasi
Jumlah Volume Usaha Koperasi Sektor ProduksiNilai kegiatan usaha koperasi produksi yang mencakup total pendapatan dari penjualan barang/jasa produksi, penyaluran hasil produksi, atau layanan usaha produksi lainnya dalam satu tahun buku.rupiahKEMENTERIAN KOPERASIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; SektorTAHUNANProgram: 03.03-Peningkatan Produktivitas UMKM dan Koperasi. Kegiatan: 03.03.01-Pengembangan Koperasi Sektor Produksi Lokasi Prioritas: Provinsi Sulawesi Utara; Provinsi Jawa Timur. Deskripsi: Kontribusi koperasi terhadap perekonomian masih rendah (VUK koperasi ≈1,07% PDB nasional pada 2021), dan didominasi koperasi simpan pinjam (≈69%), sementara sektor produksi—pertanian & perikanan (≈9%) dan industri pengolahan (≈0,6%)—masih kecil. Arah program menekankan penguatan koperasi sektor produksi melalui pengembangan usaha dan hilirisasi untuk menaikkan nilai tambah, akselerasi volume usaha, peningkatan kapasitas SDM dan kualitas tata kelola/regulasi, serta penguatan kelembagaan. Dampak yang dituju: kontribusi ekonomi dan penciptaan kerja meningkat, serta kesejahteraan anggota koperasi membaik. Indikator SIPD: 000872 - Proporsi Volume Usaha Koperasi Sektor ProduksiKoperasi
08.02.009
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah warisan budaya Indonesia yang diusulkan sebagai warisan budaya dunia
Jumlah warisan budaya Indonesia yang diusulkan sebagai warisan budaya duniaCagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda nasional yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia dan tercantum pada daftar World Heritage dan Intangible Cultural HeritageunitKEMENTERIAN KEBUDAYAANPrioritasSTATISTIK-TAHUNANKebudayaan
08.02.010
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah adat yang dikembangkan dalam pemajuan kebudayaan
Jumlah wilayah adat yang dikembangkan dalam pemajuan kebudayaanMerupakan jumlah wilayah adat yang telah dikembangkan dalam pemajuan kebudayaan melalui pemanfaatan ruang kultural (melalui festival budaya spiritual dan festival ritus di masyarakat adat) serta...wilayahKEMENTERIAN KEBUDAYAANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKebudayaan
05.01.0155
    • DP 2023
  1. -
Jumlah wilayah kerja instansi penegak hukum yang mengimplementasikan SPPT TIBanyaknya wilayah kerja yang mengimplementasikan Sistem Pertukaran data perkara pidana secara elektronik antar lembaga penegak hukum.wilayahKEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATANPrioritasSTATISTIK10810037TerbukaWilayahTAHUNANHukum
01.01.0031
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Realisasi Rencana Luas Wilayah Perairan Indonesia (Pedalaman, Kepulauan, Teritorial, ZEE, dan Landas Kontinen) yang Diperbarui melalui Surta Hidrografi dan Oseanografi
Jumlah Wilayah Perairan Indonesia yang Telah DisurveiTotal luas wilayah perairan Indonesia—meliputi perairan pedalaman, kepulauan, teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dan landas kontinen—yang telah diperbarui datanya melalui survei hidrografi...kilometer persegi (km²)KEMENTERIAN PERTAHANANPrioritasSTATISTIK-TAHUNANPertahanan
03.01.037
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah sungai dengan pengembangan sistem informasi sumber daya air
Jumlah wilayah sungai dengan pengembangan sistem informasi sumber daya airJumlah wilayah sungai yang memiliki dan mengembangkan sistem yang dirancang untuk mendeteksi, memantau, dan memberikan peringatan dini mengenai potensi banjir, sistem hidrologi, sisdawilayahKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-TAHUNANPekerjaan Umum
03.01.0014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah sungai dengan pengembangan sistem informasi sumber daya air
Jumlah Wilayah Sungai dengan Sistem HidrologiWilayah sungai yang telah mengembangkan sistem untuk memantau parameter hidrologi seperti debit air, curah hujan, dan kualitas air.wilayahKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-wilayah NasionalTAHUNANPekerjaan Umum
03.01.0015
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah sungai dengan pengembangan sistem informasi sumber daya air
Jumlah Wilayah Sungai dengan Sistem Informasi Sumber Daya Air (SISDA)Wilayah sungai yang telah memiliki sistem informasi untuk mengelola data dan informasi terkait sumber daya air.wilayahKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah SungaiTAHUNANPekerjaan Umum
03.01.0016
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah sungai dengan pengembangan sistem informasi sumber daya air
Jumlah Wilayah Sungai dengan Sistem Peringatan Dini BanjirWilayah sungai yang telah mengembangkan sistem untuk mendeteksi dan memberikan peringatan dini mengenai potensi banjir.wilayahKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah SungaiTAHUNANPekerjaan Umum
03.01.038
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah sungai kewenangan pusat dengan neraca air tidak dalam kondisi kritis/defisit
Jumlah wilayah sungai kewenangan pusat dengan neraca air tidak dalam kondisi kritis/defisitJumlah wilayah sungai dengan neraca air tidak dalam kondisi kritis, dengan memastikan penggunaan dan pasokan air yang berkelanjutanwilayahKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Nasional, Wilayah SungaiTAHUNANPekerjaan Umum
02.10.0044
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Wirausaha yang Melakukan Inovasi dan Jumlah Wirausaha dengan status pekerjaan 1, 2, dan 3Persentase Wirausaha pada UMB ini mengukur jumlah UMB yang melakukan Inovasi Inovasi sendiri didefinisikan sebagai produk atau proses baru atau peningkatan produk/proses yang berbeda secara...OrangKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0043
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Wirausaha yang Mendapatkan Pembiayaan dan Jumlah Wirausaha dengan status pekerjaan 1, 2, dan 3Persentase Wirausaha yang mendapatkan pembiayaan ini upaya mempermudah, memperluas jangkauan, dan kesempatan mendapatkan akses sumber pendanaan yang disebut inklusi keuanganOrangKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0042
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Wirausaha yang terhubung dalam Ekosistem Kewirausahaan dan Jumlah Wirausaha dengan status pekerjaan 1, 2, dan 3Ekosistem bisnis mencakup lingkungan di mana pengusaha/wirausaha/orang yang berusaha dapat bertumbuh, berkembang, dan bersaing secara sehat melalui dukungan kebijakan yang baik, infrastruktur yang...OrangKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
03.01.0017
    • RPJMN 2025-2029
  1. Rasio kapasitas air baku bersumber dari bendungan terhadap potensinya
Kapasitas air baku yang telah dimanfaatkan dari bendungan potensinyaJumlah air baku yang saat ini diambil dan digunakan dari bendungan untuk berbagai kebutuhan, seperti air minum, irigasi, atau industripersenKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai PusatTAHUNANPekerjaan Umum
07.02.011
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Gardu Distribusi
Kapasitas Gardu DistribusiGardu distribusi adalah infrastruktur untuk menyalurkan tenaga listrik ke pelanggan dengan mengubah tegangan.megavolt ampereKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TerbukaNasionalTAHUNANProgram: 03.02-Peningkatan Konektivitas Digital dan Transisi Energi Listrik. Kegiatan: 03.02.04-Pembangunan Infrastruktur Jaringan Ketenagalistrikan dan Digitalisasinya Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Seluruh Wilayah Indonesia), dengan penajaman di Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Provinsi Kalimantan Barat. Deskripsi: Arah program adalah pemerataan listrik berkualitas melalui pembangunan dan penguatan jaringan transmisi–interkoneksi dalam/antar pulau (super grid), perluasan jaringan distribusi hingga perdesaan dan wilayah terisolasi, serta digitalisasi infrastruktur ketenagalistrikan. Hal ini menjawab ketidakmerataan kualitas/kuantitas pasokan dan sistem yang masih terpisah, sembari mendorong efisiensi penyediaan tenaga listrik dan integrasi energi terbarukan (khususnya di Kalimantan Barat) serta transisi listrik rendah karbon (Kalimantan Selatan). Sasaran utama: meningkatnya kapasitas dan keandalan jaringan untuk mengurangi ketimpangan wilayah dan menopang pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan.Energi
07.02.012
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Gardu Induk
Kapasitas Gardu IndukGardu induk merupakan bagian dalam pembangunan infrastruktur penyediaan tenaga listrik di Indonesia. Gardu induk adalah infrastruktur untuk mengatur aliran listrik dari pembangkit menuju konsumen...megavolt ampereKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TerbukaNasionalTAHUNANProgram: 03.02-Peningkatan Konektivitas Digital dan Transisi Energi Listrik. Kegiatan: 03.02.04-Pembangunan Infrastruktur Jaringan Ketenagalistrikan dan Digitalisasinya Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Seluruh Wilayah Indonesia), dengan penajaman di Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Provinsi Kalimantan Barat. Deskripsi: Arah program adalah pemerataan listrik berkualitas melalui pembangunan dan penguatan jaringan transmisi–interkoneksi dalam/antar pulau (super grid), perluasan jaringan distribusi hingga perdesaan dan wilayah terisolasi, serta digitalisasi infrastruktur ketenagalistrikan. Hal ini menjawab ketidakmerataan kualitas/kuantitas pasokan dan sistem yang masih terpisah, sembari mendorong efisiensi penyediaan tenaga listrik dan integrasi energi terbarukan (khususnya di Kalimantan Barat) serta transisi listrik rendah karbon (Kalimantan Selatan). Sasaran utama: meningkatnya kapasitas dan keandalan jaringan untuk mengurangi ketimpangan wilayah dan menopang pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan.Energi
03.01.039
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terbangun
Kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terbangunJumlah SR yang dapat dilayani oleh seluruh IPAL Skala Perkotaan, Permukiman, dan Kawasan Tertentu secara nasional. Dapat diestimasikan dari kapasitas volumen pengolahan yang dikonversi menggunakan...KKKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANProgram: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.06-Penyediaan dan Pengawasan Sanitasi Aman, Berkelanjutan, dan Berketahanan Iklim Berbasis CWIS Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi & kabupaten/kota) dengan prioritisasi: wilayah metropolitan & ibu kota provinsi; wilayah DAS dan kawasan pesisir prioritas; serta challenging area (rawan air, pesisir, dll), sambil mempertimbangkan Readiness Criteria (RC) dan kinerja daerah. Contoh fokus yang disebut: Prov. Jawa Timur (38 kab/kota), Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jambi, Riau (Rokan Hulu/Rokan Hilir), klaster Gorontalo (Pohuwato, Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo, Gorontalo Utara, Kota Gorontalo), Kab. Tana Tidung, Kab. Luwu & Pangkajene Kepulauan, Kota Pariaman, serta Kab. Klungkung–Gianyar–Karangasem. Deskripsi: Cakupan dan pemanfaatan sanitasi aman masih rendah: hanya ±10,21% rumah tangga yang terlayani; dari 514 kab/kota baru ~60% memiliki fasilitas pengolahan air limbah domestik dengan utilisasi hanya 20–30%. Sekitar 80% konsumsi air rumah tangga menjadi air limbah berpatogen (mis. E. coli) yang berkontribusi pada 73% kasus diare; dampak berulang memicu malnutrisi dan stunting (prevalensi 2023: 21,5%) serta menaikkan beban biaya pengolahan air dan kerugian ekonomi (>2% PDB/tahun). Intervensi diarahkan untuk meningkatkan cakupan, keberfungsian, dan kualitas infrastruktur SPALD/IPLT (termasuk pendekatan CWIS), memperluas akses air minum & sanitasi aman, dan mengurangi pencemaran—guna mendukung SDG 6 serta pemenuhan hak dasar atas air dan sanitasi.Pekerjaan Umum
07.05.0049
    • RPJMN 2025-2029
  1. Cakupan Ketersediaan Sarana Prasarana Dasar Kawasan Ibu Kota Nusantara
Kapasitas IPAL TerbangunKapasitas dari instalasi pengolahan air limbah yang telah dibangunkubikOTORITA IBUKOTA NUSANTARAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Ibu Kota NusantaraTAHUNANLingkungan Hidup
07.02.0027
    • UU 22/2001
  1. -
Kapasitas Kilang Terpasangjumlah maksimum minyak mentah (dalam barel per hari) yang bisa diolah oleh sebuah kilang minyak dalam satu hariJuta Barel Uap per HariKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANMembutuhkan data detail tiap provinsiEnergi
07.02.013
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Pembangkit Listrik
Kapasitas Pembangkit ListrikKapasitas pembangkit listrik (GW) adalah jumlah total kapasitas terpasang dari pembangkit listrik, yang diukur dalam gigawatt (GW). Kapasitas terpasang ini mencerminkan kemampuan maksimum pembangkit...gigawattKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANEnergi
07.02.0077
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas BumiBesaran daya maksimum yang dapat dihasilkan oleh pembangkit listrik panas bumi berdasarkan kemampuan terpasang dan kondisi operasi dalam suatu periode tertentu.MWKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-ProvinsiTAHUNANDiperlukan data per Provinsi dan PLTPEnergi
03.01.040
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas prasarana air baku yang dibangun
Kapasitas prasarana air baku yang dibangunTambahan debit air yang dapat diolah dan atau dimanfaatkan untuk keperluan domestik, perkotaan, industri, dan lain-lain yang bersumber dari mata air, air tanah, air permukaan, air hujan, atau sumber...meter kubik per detikKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai PusatTAHUNANIndikator SIPD: 000574 - Kapasitas layanan prasarana air baku yang dibangunPekerjaan Umum
03.01.041
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas prasarana air baku yang direhabilitasi
Kapasitas prasarana air baku yang direhabilitasidebit air yang dapat diolah dan atau dimanfaatkan untuk keperluan domestik, perkotaan, industri, dan lain-lain yang bersumber dari mata air, air tanah, air permukaan, air hujan, atau sumber air...meter kubik per detikKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai PusatTAHUNANPekerjaan Umum
03.01.042
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas prasarana pengendali lahar dan sedimen
Kapasitas prasarana pengendali lahar dan sedimenkemampuan infrastruktur atau sistem yang dirancang untuk mengendalikan atau mengatur aliran lahar (material vulkanik yang panas dan cair) serta sedimen (partikel tanah, batu, atau material lain yang...meter kubik (m³)KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPekerjaan Umum
07.02.0076
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Kapasitas Produksi BiofuelKemampuan maksimum fasilitas produksi biofuel untuk menghasilkan biofuel sesuai spesifikasi teknis dalam suatu periode tertentu.KLKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-ProvinsiTAHUNAN-Energi
02.01.014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Produksi Industri Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan Batubara
Kapasitas Produksi Industri Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan BatubaraKemampuan Industri Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan Batubara untuk dapat menghasilkan output atau memprodusi produk Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan Batubara dalam periode tertentu. Yang...ribu tonKEMENTERIAN PERINDUSTRIANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndustri
02.01.015
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Produksi Industri Olahan Bauksit
Kapasitas Produksi Industri Olahan BauksitHasil produksi maksimum yang dapat dicapai perusahaan untuk memproduksi produk olahan bauksit (Smelter Grade Alumina, Ingot, Aluminium Rod, Aluminium Slab, Aluminium Plate, Aluminium Sheet/Strip,...juta ton per tahunKEMENTERIAN PERINDUSTRIANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndustri
02.01.016
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Produksi Industri Olahan Nikel
Kapasitas Produksi Industri Olahan NikelHasil produksi maksimum yang dapat dicapai perusahaan untuk memproduksi produk olahan nikel (NPI/FENI/Ni Matte/MHP/Ni Sulfat/Ni Cobalt, Stainless Steel Slab, Stainless HRC/CRC, Stainless Steel...juta ton per tahunKEMENTERIAN PERINDUSTRIANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANProgram: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.01-Pengembangan Hilirisasi Nikel Lokasi Prioritas: Sulawesi Tengah Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambahIndustri
Showing 1,701-1,750 of 3,346 items.
IDId DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis PengajuanJenis DataIndikator VariabelStandar DataMitra Sektor BappenasInstansi Produsen DataUnit Kerja Produsen DataDefinisiSatuanKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranTag RadStatus Persetujuan
    
16295204.03.003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA)
Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA)PrioritasSTATISTIKIndikator33210003KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKBIRO DATA DAN INFORMASIAngka yang menggambarkan pencapaian pembangunan pemenuhan hak anak atas hak sipil dan kebebasan, hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, serta hak...-TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPemberdayaan PerempuanTERSEDIA
16295306.01.009
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pemerataan Guru
Indeks Pemerataan GuruPrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHDirektorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan GuruIndeks Pemerataan Guru (IPG) adalah indeks yang mengukur pemerataan beban kerja guru antarsekolah negeri pada satu daerah. Beban kerja guru dihitung berdasarkan Permendikbud 15/2018 tentang Pemenuhan...Tanpa Satuan-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPendidikanTERSEDIA
16295409.06.050
    • RKP 2026
  1. Indeks Pemerintah Digital
Indeks Pemerintah DigitalPrioritasSTATISTIKIndikatorDeputi Bidang Ekonomi dan Transformasi DigitalKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIDeputi Transformasi Digital PemerintahTransformasi pemerintahan yang memanfaatkan teknologi digital secara menyeluruh untuk meningkatkan kinerja, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan...Nilai-Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/KotaDUA TAHUNANIlmu Pengetahuan Dan TeknologiTERSEDIA
16295509.01.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Provinsi dengan Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) berkategori Tuntas Paripurna
Indeks Pencapaian Mutu Minimal Layanan DasarPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERIDirektorat Jenderal Bina Pembangunan DaerahMengukur rata-rata pencapaian mutu minimal layanan dasar dalam bentuk barang, jasa, dan sumber daya manusia sesuai standar teknisTotal-ProvinsiTAHUNANDalam NegeriTERSEDIA
16295609.01.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Provinsi dengan Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) berkategori Tuntas Paripurna
Indeks Pencapaian Penerima Layanan DasarPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERIDirektorat Jenderal Bina Pembangunan DaerahMengukur persentase penerima layanan dasar yang memenuhi indikator dan target yang ditetapkanTotal-ProvinsiTAHUNANDalam NegeriTERSEDIA
16295704.01.026
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)
Indeks Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)PrioritasSTATISTIKIndikatorBADAN NARKOTIKA NASIONALPusat Penelitian, Data, dan InformasiIndeks P4GN merupakan indikator pengukuran yang berbasis pada data kinerja untuk menggambarkan efektivitas intervensi program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di...skor indeks-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatanTERSEDIA
16295805.01.008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Penegakan Hukum
Indeks Penegakan HukumPrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN HUKUMPusat Pemantauan, Peninjauan, dan Pembangunan Hukum Nasional - Badan Pembinaan Hukum NasionalIndeks Penegakan Hukum dalam IPH adalah indeks yang mengukur penerapan peraturan perundang-undangan dan pelaksanaan putusan hakimIndeks-NasionalTAHUNANHukumTERSEDIA
16295909.06.007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)PrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN DALAM NEGERISekretariat Ditjen Bina Pembangunan DaerahIndeks pencapaian SPM (IP) SPM adalah nilai capaian SPM yang diperoleh melalui penghitungan rata–rata persentase indeks pencapaian mutu minimal layanan dasar dikalikan bobot mutu dengan persentase...Poin-ProvinsiTAHUNANDalam NegeriTERSEDIA
16296009.02.078
    • RPJMN 2025-2029
  1. Tingkat Penerapan Tata Kelola Pengadaan
Indeks Penerapan Tata Kelola PengadaanPrioritasSTATISTIKIndikatorLEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHBIRO PERENCANAAN DAN KEUANGANAngka yang mengukur penerapan tata kelola pengadaan secara nasional.--NasionalTAHUNANPerencanaan Pembangunan NasionalTERSEDIA
162961
    • Renstra Mendukbangga
  1. -
Indeks penerimaan Masyarakat terhadap program Bangga KencanaNon PrioritasSTATISTIKIndikatorDirektorat Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan AnakBADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONALDITPERMASmengukur sejauh mana masyarakat menerima, memahami, mendukung dan berpartisipasi (berperan serta) dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana)--Nasional ProvinsiTAHUNANKependudukanTERSEDIA
Showing 341-350 of 4,145 items.