(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| # | ID DDP | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Data | Instansi Produsen Data | Definisi | Satuan | Catatan kebutuhan dukungan Data Daerah | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1251 | 04.01.0136 |
|
| Jumlah Total Label Produk Tembakau dan /atau Rokok Elektronik yang diawasi melalui sampling | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Jumlah label produk tembakau dan/atau rokok elektronik yang diperiksa atau diawasi melalui pengambilan sampel non- acak di lapangan. | label | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1252 | 04.01.0137 |
|
| Jumlah Total Labkesmas Tingkat 2-5 yang Direncanakan (JTLDR) | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah total Labkesmas tingkat 2 hingga 5 yang direncanakan untuk dikembangkan dan beroperasional hingga tahun 2028, termasuk yang sudah ada (eksisting) dan yang akan dibangun baru | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1253 | 09.01.0024 |
|
| Jumlah Total Laporan Pelanggaran yang Masuk atau Ditemukan | STATISTIK | BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM | Jumlah keseluruhan laporan pelanggaran pemilu yang diterima dari masyarakat atau ditemukan oleh Bawaslu selama periode tertentu. | kasus | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1254 | 08.01.0015 |
|
| jumlah total lembaga agama dan lembaga sosial keagamaan | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Jumlah Total lembaga agama dan lembaga sosial keagamaan dalam periode tertentu. | Unit | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1255 | 08.01.0016 |
|
| Jumlah Total Lembaga Dana Sosial Keagamaan | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Jumlah keseluruhan lembaga filantropi keagamaan yang beroperasi di Indonesia. | Unit | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1256 | 06.01.0124 |
|
| Jumlah total LPTK | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Total keseluruhan perguruan tinggi LPTK yang terdaftar sebagai penyelenggara pendidikan tenaga kependidikan | Perguruan Tinggi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1257 | 06.01.0125 |
|
| Jumlah Total Mahasiswa Aktif | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Total jumlah mahasiswa aktif jenjang S1 dan D4/D3/D2/D1 yang terdaftar pada periode tertentu di sebuah perguruan tinggi | Orang | Program: 04.06-Penguatan Pendidikan Tinggi Berkualitas yang Merata dan Pengembangan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM). Kegiatan: 04.06.01-Peningkatan Relevansi dan Perluasan Akses Pendidikan Tinggi Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi Jawa Timur. Deskripsi: Akses ke pendidikan tinggi masih timpang: rasio APK PT kelompok 20% termiskin vs 20% terkaya hanya 0,33 (2023); hanya 10,15% penduduk usia ≥15 tahun yang menamatkan pendidikan tinggi; dan <40% siswa melanjutkan ke perguruan tinggi. Dari sisi relevansi, <7% lulusan PT terserap di industri prioritas; lulusan bidang STEM <40%; serta ada gap suplai–permintaan talenta pada manufaktur, energi, dan ICT. Program diarahkan untuk menaikkan partisipasi dan relevansi melalui perluasan akses (beasiswa/affirmative untuk kelompok rentan), penguatan mutu & link-and-match (magang terstruktur, kurikulum berbasis proyek/kompetensi, tracer study wajib), serta pembukaan prodi keilmuan masa depan (mis. polimer, natural sciences terapan, gim). Pilar yang didorong pada tiap PT: akses, mutu, relevansi, dan daya saing—agar lulusan lebih terserap di sektor prioritas dan mobilitas sosial meningkat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1258 | 06.01.0126 |
|
| Jumlah total mahasiswa baru | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Jumlah mahasiswa baru di semua perguruan tinggi, baik yang terakreditasi maupun yang tidak terakreditasi | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1259 | 06.03.0012 |
|
| Jumlah Total Mitra Internasional yang Berbeda dalam kemitraan penelitian internasional | STATISTIK | BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL | Jumlah total institusi mitra internasional yang berbeda dalam kemitraan penelitian yang berkelanjutan | bilangan bulat (jumlah institusi) | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1260 | 02.03.0029 |
|
| Jumlah total pangan yang terselamatkan | STATISTIK | BADAN PANGAN NASIONAL | Jumlah total donasi pangan yang diterima dari donatur kepada bank pangan/penggiat selamatkan pangan sebelum proses seleksi dan pengendalian mutu. | kilogram | Program: 02.15-Ekosistem Ekonomi Sirkular. Kegiatan: 02.15.02-Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi). Provinsi/Kab/Kota: Sulawesi Utara; Kalimantan Utara (Kab. Nunukan, Kota Tarakan); Papua*; Papua Barat Daya*; Papua Pegunungan (Kab. Jayawijaya*); Sulawesi Tengah (Kab. Poso, Kab. Sigi); Jawa Barat. Kategori lokasi: sentra pertanian, sentra perikanan, daerah prioritas pariwisata (Horeka), serta SPPG & sekolah/fasilitas penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Deskripsi: Timbulan susut & sisa pangan (SSP) 2000–2019 berkisar 115–184 kg/kapita/tahun dan tanpa intervensi diproyeksi 344 kg/kapita/tahun pada 2045 (tertinggi dari hortikultura; loss sayuran hingga 62,8%). Dampaknya: kerugian ekonomi Rp213–551 triliun/tahun (~4–5% PDB), kontribusi emisi GRK rata-rata ~7,29% nasional, sementara pemulihan edible SSP berpotensi memenuhi kebutuhan energi 62–100% penduduk yang kekurangan energi. Program menargetkan pengurangan SSP dari hulu-hilir melalui peningkatan infrastruktur dan sarana di pertanian, perikanan, peternakan; digitalisasi & manajemen rantai dingin; kemitraan penyelamatan pangan; serta dukungan ke MBG—untuk memperkuat ketahanan pangan dan menurunkan emisi. | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1261 | 09.01.0025 |
|
| Jumlah Total Partai Politik Penerima Bantuan Keuangan | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Jumlah Total partai politik yang menerima bantuan keuangan dari APBN. | Total | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1262 | 09.06.0025 |
|
| Jumlah Total Pejabat yang Menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama | STATISTIK | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Jumlah keseluruhan pegawai (laki-laki dan perempuan) yang menjabat pada posisi struktural eselon I dan II di instansi pemerintahan | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1263 | 06.02.0047 |
|
| Jumlah total pekerja lulusan pendidikan menengah atau pendidikan tinggi (Denominator) | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Jumlah total penduduk usia 15 tahun ke atas yang telah menyelesaikan pendidikan menengah atau pendidikan tinggi dan sedang bekerja, tanpa memandang bidang keahlian. | Orang | Indikator Utama Pembangunan - 7.Persentase pekerja lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang bekerja di bidang keahlian menengah tinggi (%) Indikator SIPD: 000021 - Persentase Pekerja Lulusan Pendidikan Menengah dan Tinggi yang Bekerja di Bidang Keahlian Menengah Tinggi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1264 | 07.04.0012 |
|
| Jumlah Total Pelaku Usaha (JKPU) | STATISTIK | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Jumlah keseluruhan pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan yang terdaftar dan aktif dalam periode tertentu, mencakup subsektor penangkapan ikan, pengangkutan ikan, pembudidayaan ikan, pengolahan... | Orang | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1265 | 09.03.0046 |
|
| Jumlah total pelanggan jaringan internet akses tetap pitalebar (fixed broadband) (JFB) | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Jumlah pelanggan yang berlangganan layanan internet tetap dengan kecepatan minimal 2 Mbps, sesuai dengan definisi pitalebar dalam Peraturan Presiden No. 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pitalebar Indones... | Pelanggan | Indikator SIPD: 000334 - Persentase pelanggan terlayani jaringan internet akses tetap pitalebar (fixed broadband) terhadap total rumahTangga. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1266 | 06.04.0005 |
|
| Jumlah Total Pemuda Penyandang Disabilitas | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Total populasi individu berusia 16–30 tahun yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam wilayah dan periode tertentu | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1267 | 06.04.0006 |
|
| Jumlah Total Pemuda Usia 16–30 Tahun yang Bekerja | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Total individu berusia 16–30 tahun yang bekerja, tanpa memandang jumlah jam kerja per minggu. | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1268 | 04.01.0138 |
|
| Jumlah Total Penderita Kusta Baru pada Periode Kohort Tersebut | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah semua penderita kusta baru yang terdiagnosis dalam periode waktu tertentu (misalnya, satu tahun) | Orang | Program: 04.13-Pengendalian Penyakit dan Pembudayaan Hidup Sehat. Kegiatan: 04.13.02-Eliminasi Penyakit Kusta & Schistosomiasis Lokasi Prioritas: Provinsi Sulawesi Utara; Lokus kusta: Provinsi Papua Tengah, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Jawa Barat. Deskripsi: Arah kebijakan menargetkan percepatan eliminasi penyakit tropis terabaikan (NTDs)—terutama kusta dan schistosomiasis—sebagai prasyarat menuju status negara maju. Indonesia masih berada di peringkat ke-3 dunia untuk kasus kusta baru, sementara prevalensi schistosomiasis dan kasus berintensitas berat masih tinggi di beberapa lokus. Intervensi difokuskan pada pengendalian dan eliminasi melalui penemuan kasus aktif, tatalaksana komprehensif, pemutusan rantai penularan, penguatan surveilans dan kapasitas layanan primer, serta dukungan sosial untuk menurunkan stigma—demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kesehatan nasional. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1269 | 04.02.0014 |
|
| Jumlah Total Penduduk Penyandang Disabilitas Usia 5 Tahun ke Atas | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Jumlah seluruh individu penyandang disabilitas berusia 5 tahun ke atas | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1270 | 03.07.0029 |
|
| Jumlah total penduduk usia 16–30 tahun | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Keseluruhan penduduk Indonesia yang berusia antara 16 hingga 30 tahun, tanpa memandang status kegiatan mereka. | Orang | Indikator SIPD: 000806 - Persentase Pemuda (16-30 Tahun) Yang Sedang Tidak Sekolah, Bekerja Atau Mengikuti Pelatihan | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1271 | 04.03.0028 |
|
| Jumlah total perempuan usia 15-64 tahun | STATISTIK | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | Total perempuan berusia 15-64 tahun | Orang | Tidak | Tidak | Ya | Tidak | Tidak | |
| 1272 | 06.01.0127 |
|
| Jumlah total perguruan tinggi | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Total keseluruhan perguruan tinggi yang terdaftar di Indonesia, baik yang telah terakreditasi maupun yang belum | Perguruan Tinggi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1273 | 05.01.0052 |
|
| Jumlah Total Permohonan Bantuan Hukum Litigasi | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | Jumlah keseluruhan permohonan bantuan hukum dalam lingkup litigasi yang diterima | kasus | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1274 | 05.01.0053 |
|
| Jumlah Total Permohonan Bantuan Hukum Non Litigasi | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | Jumlah keseluruhan permohonan bantuan hukum dalam lingkup non litigasi yang diterima. | kasus | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1275 | 06.01.0128 |
|
| Jumlah Total Peserta Didik yang Mengikuti Pendidikan Kesetaraan | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Jumlah keseluruhan peserta didik yang terdaftar dan mengikuti program pendidikan kesetaraan di pesantren atau lembaga pendidikan keagamaan lainnya | Orang | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1276 | 04.01.0139 |
|
| Jumlah total petugas penjamah makanan | STATISTIK | BADAN GIZI NASIONAL | Definisi: Jumlah keseluruhan individu yang terlibat langsung dalam penanganan makanan, mulai dari persiapan, pengolahan, hingga penyajian. Satuan: Orang Instansi Penghasil: Perusahaan atau organisas... | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1277 | 02.01.0018 |
|
| Jumlah Total Produksi Kendaraan Bermotor Roda 4 di tahun yang sama | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Definisi: Jumlah total unit kendaraan roda empat yang diproduksi, termasuk kendaraan listrik dan non-listrik, dalam periode yang sama. | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1278 | 06.01.0129 |
|
| Jumlah total program studi (STEM dan Non STEM) | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Jumlah total program studi yang berstatus aktif, baik yang termasuk dalam kategori STEM maupun non-STEM | Program studi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1279 | 04.01.0140 |
|
| Jumlah Total Puskesmas | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah keseluruhan Puskesmas yang ada di wilayah tertentu | Jumlah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1280 | 04.01.0141 |
|
| Jumlah Total Puskesmas Teregistrasi dan Operasional hingga Tahun 2028 | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah keseluruhan Puskesmas yang telah teregistrasi dan beroperasi hingga tahun 2028 | Jumlah | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.01-Investasi pelayanan kesehatan primer Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota); fokus provinsi/daerah: Maluku Utara; Kalimantan Timur; Papua Tengah*; Nusa Tenggara Timur; Provinsi Jawa Timur (Puskesmas di 38 kab/kota hingga desa/kelurahan); Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta Kab. Indragiri Hilir. Deskripsi: Kualitas pelayanan kesehatan primer masih rendah: baru 28% Puskesmas terakreditasi paripurna, 18,5% memenuhi standar sarana–prasarana–alkes, hanya 1,17% kab/kota memiliki unit layanan desa/kelurahan sesuai standar, dan sekitar 18% kab/kota memiliki cakupan Posyandu aktif berbasis siklus hidup ≥75%. Peran kader kesehatan belum optimal, sementara Puskesmas dan jaringannya adalah garda terdepan surveilans, deteksi dini, dan pencegahan. Program memprioritaskan penguatan Puskesmas hingga tingkat desa melalui peningkatan akreditasi dan sarpras, penguatan kader dan partisipasi masyarakat, serta tata kelola layanan primer yang lebih responsif dan inklusif. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1281 | 04.01.0142 |
|
| Jumlah Total Puskesmas Teregistrasi yang Beroperasi hingga Tahun 2026 | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah keseluruhan Puskesmas yang telah teregistrasi dan mulai beroperasi paling lambat pada tahun 2026 | Jumlah | Indikator SIPD: 000775 - Persentase Puskesmas Terakreditasi Paripurna 000823 - Presentasi puskesmas terakreditasi paripurna | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1282 | 04.01.0143 |
|
| Jumlah total puskesmas yang memiliki layanan UBM | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Definisi: Puskesmas yang menyediakan layanan konseling dan intervensi untuk membantu pasien berhenti merokok. | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1283 | 09.03.0047 |
|
| Jumlah total remaja (usia 15-24 tahun) | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Total populasi individu berusia 15-24 tahun | Orang | Lokasi Prioritas: Provinsi Maluku Kegiatan ini bertujuan mempercepat pengembangan ekonomi digital guna meningkatkan kontribusinya terhadap PDB. Fokus diarahkan pada transformasi digital sektor bisnis, peningkatan keberhasilan startup, serta kesiapan industri menuju Industri 4.0. Indikator SIPD: 000146 - Proporsi remaja (usia 15-24 tahun) dan dewasa (usia 15-59 tahun) denganketerampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1284 | 05.02.0016 |
|
| Jumlah Total Rencana Kegiatan Patroli Nasional | STATISTIK | BADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIA | Jumlah keseluruhan kegiatan patroli kapal yang direncanakan untuk dilaksanakan secara nasional dalam periode tertentu. | kegiatan | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1285 | 04.01.0144 |
|
| Jumlah Total Sampel Kosmetik yang Diuji (JTSK) | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Total produk kosmetik yang diambil sebagai sampel untuk diuji mutu dan keamanannya dalam periode tertentu, berdasarkan analisis risiko yang dilakukan oleh otoritas pengawas. | sampel | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1286 | 04.01.0145 |
|
| Jumlah Total Sampel Obat Bahan Alam yang Disampling | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Total keseluruhan sampel obat bahan alam yang diambil untuk pengujian mutu dan keamanan dalam periode tertentu | sampel | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1287 | 04.01.0146 |
|
| Jumlah Total Sampel Obat Diperiksa | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Total sampel obat yang diambil dan diuji dalam rangka pengawasan mutu obat berdasarkan analisis risiko. | sampel | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1288 | 04.01.0147 |
|
| Jumlah Total Sampel Pangan Industri Rumah Tangga Pangan (PIRT) Diperiksa | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Total sampel pangan Industri Rumah Tangga Pangan (PIRT) yang diambil dan diuji dalam periode tertentu berdasarkan analisis risiko. | sampel | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1289 | 04.01.0148 |
|
| Jumlah Total Sampel Pangan Olahan Diperiksa | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Jumlah Total sampel pangan olahan yang diambil dan diuji dalam rangka pengawasan mutu dan keamanan pangan berdasarkan analisis risiko | sampel | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1290 | 06.01.0130 |
|
| Jumlah Total Satuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Total jumlah lembaga pendidikan pesantren dan keagamaan yang terdaftar secara resmi pada periode tertentu. | unit (jumlah lembaga). | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1291 | 06.01.0131 |
|
| Jumlah Total SDM Iptek Pendidikan Tinggi | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Total jumlah individu yang berprofesi sebagai SDM Iptek pendidikan tinggi, mencakup dosen, peneliti, dan perekayasa, baik yang memiliki H Index tinggi maupun rendah. | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1292 | 06.01.0132 |
|
| Jumlah total SDM pendidikan tinggi yang mengikuti program pendidikan S3 | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Jumlah total SDM pendidikan tinggi yang mengikuti program pendidikan S3. | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1293 | 10.03.0017 |
|
| Jumlah Total Simpul Jaringan IG | STATISTIK | BADAN INFORMASI GEOSPASIAL | Jumlah total Simpul Jaringan IG yang ada dalam jaringan informasi geospasial nasional | unit (jumlah simpul) | Ya | Tidak | Ya | Ya | Ya | |
| 1294 | 09.03.0048 |
|
| Jumlah Total Startup yang Memulai | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Total jumlah startup yang memulai operasinya dalam periode tertentu | unit (jumlah startup) | Program: 02.14 Ekonomi Digital. Kegiatan: 02.14.00 Penguatan Faktor Pendukung Ekonomi Digital Lokasi Prioritas: Provinsi Maluku Kegiatan ini bertujuan mempercepat pengembangan ekonomi digital guna meningkatkan kontribusinya terhadap PDB. Fokus diarahkan pada transformasi digital sektor bisnis, peningkatan keberhasilan startup, serta kesiapan industri menuju Industri 4.0. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1295 | 05.01.0054 |
|
| Jumlah total tahanan | STATISTIK | KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN | Total seluruh tahanan yang berada dalam rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan pada periode tertentu | Orang | Indikator SIPD: 000307 - Proporsi tahanan yang melebihi masa penahanan terhadap seluruh jumlah tahanan. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1296 | 06.02.0048 |
|
| Jumlah Total Tenaga Kerja (JTK) | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Jumlah semua orang yang bekerja (tenaga kerja aktif) dari berbagai sektor ekonomi (pertanian, industri, jasa, dll). | Orang | Indikator SIPD: 000211 - Proporsi tenaga kerja pada sektor industri manufaktur | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1297 | 07.05.048 |
|
| Jumlah TPA/LUR yang dioperasikan secara sanitary landfill / tingkat pengontrolan penuh | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Metode Lahan Urug Saniter adalah metode pengurugan di areal pengurugan sampah yang disiapkan dan dioperasikan secara sistematis, dengan penyebaran dan pemadatan sampah pada area pengurugan serta penut... | Unit | Program: 02.18-Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir. Kegiatan: 02.18.02-Peningkatan Pengumpulan dan Pengolahan Sampah serta Pemrosesan Residu di TPA/LUR Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penajaman pada: wilayah metropolitan & kota besar (mis. WM Surabaya), Kota Tarakan & Kab. Nunukan, Prov. Sulawesi Utara, Prov. Maluku Utara*, Papua*, Papua Barat*, NTT, Jambi, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Kab. Sintang, serta klaster Kepulauan Riau (Kab. Karimun, Kab. Lingga, Kota Batam, Kab. Natuna, Kota Tanjung Pinang) dan Kab. Deli Serdang (serta Tapanuli Tengah, Nias Selatan, Batu Bara—perlu proposal). Kategori sasaran: kab/kota dengan TPA darurat/kapasitas kritis, delineasi DAS prioritas, memiliki ekosistem pengolahan (ISWM/SWMSUD), dan amanat Perpres 35/2018. Deskripsi: Reformasi pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu–hilir diarahkan untuk meminimalkan residu ke TPA/LUR (sanitary landfill) melalui optimalisasi TPS/TPS3R/TPST, pembinaan teknis pengumpulan, dan perbaikan tata kelola–pembiayaan. Urgensinya: timbulan 2023 ~68–70 juta ton/tahun; pengumpulan baru ~35%, terolah ~15%; ~65% bocor ke lingkungan; TPA diproyeksi penuh 2028; 35 TPA terbakar (2024); dan masih ada pencemaran lindi serta open dumping ~40%. Kelembagaan lemah (399 kab/kota belum pisah regulator–operator, alokasi APBD ~0,5%, retribusi 40–45%) membuat kinerja hulu–hilir rendah. Sasaran program: menurunkan residu ke TPA/LUR, meningkatkan operasi fasilitas pengolahan, serta memperkuat regulasi, pendanaan, dan monitoring agar kinerja persampahan naik dan dampak lingkungan–kesehatan turun. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1298 | 05.01.0055 |
|
| Jumlah Transaksi CV berdasarkan jenis transaksi (pendaftaran,perubahan,pembubaran) | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | Banyaknya permohonan transaksi layanan CV yang merupakan persekutuan yang didirikan oleh satu atau lebih sekutu komanditer dengan satu atau lebih sekutu komplementer, untuk menjalankan usaha secara te... | Dokumen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1299 | 05.01.0056 |
|
| Jumlah Transaksi Fidusia berdasarkan jenis objek | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | Merupakan jumlah keseluruhan transaksi fidusia yang dilakukan dengan mengacu pada jenis objek yang menjadi agunan atau jaminan | Sertifikat | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1300 | 05.01.0057 |
|
| Jumlah Transaksi Fidusia berdasarkan kab/kota | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | Jaminan Fidusia adalah jaminan kebendaan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud sehubungan dengan hutang-piutang antara debitur dan kreditur. Jaminan fidusia diberikan oleh debit... | Sertifikat | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
Showing 1,251-1,300 of 2,951 items.
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 02,04,001 |
|
| Jumlah Produksi Cengkeh | Banyaknya hasil dari setiap tanaman cengkeh menurut wujud produksi (hasil) yaitu bunga kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000651 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Cengkeh | Perkebunan | |
| 02,05,002 |
|
| Jumlah Produksi Daging | Banyaknya daging hasil pemotongan ternak di suatu wilayah, termasuk bagian yang dapat dimakan (edible portion), misalnya jeroan dan daging variasi, selama waktu tertentu. | Ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | 24110101 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.10-Pengembangan Pangan Hewani Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi; 37 provinsi termasuk usulan PSN, salah satunya Kalimantan Tengah); Provinsi/Kab/Kota: Kabupaten Blora (Jawa Tengah, usulan PSN); Aceh (Provinsi Aceh; Kab. Aceh Besar); Bali; Bengkulu (Provinsi & seluruh kab/kota: Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu); D.I. Yogyakarta; Jambi; Jawa Barat; Kalimantan Selatan; Kalimantan Utara; Nusa Tenggara Barat (termasuk Kab. Sumba); Riau (termasuk Kab. Bintan); Sulawesi Tengah (termasuk Kab. Poso); Sulawesi Tenggara (Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kab. Buton, Muna, Bombana, Kolaka, Muna Barat); Sulawesi Utara; Sumatera Selatan; Sumatera Utara; Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Mempawah, Kapuas Hulu, Ketapang, Bengkayang, Landak, Melawi, Sekadau, Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Kota Singkawang); Sulawesi Selatan (Kab. Maros, Gowa, Luwu Utara/Seko, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Bone, Pangkajene Kepulauan, Pinrang); Sumatera Barat (Kab. Lima Puluh Kota, Kota Padang Panjang). Deskripsi: Kebutuhan pangan hewani meningkat sementara Indonesia masih bergantung impor untuk daging ruminansia dan susu (produksi domestik baru ~48% daging sapi dan ~21% susu dari kebutuhan), meski ayam dan telur surplus. Arah kebijakan menekankan swasembada pangan hewani berkualitas untuk memperkuat gizi (PPH: pangan hewani berkontribusi 12%) dan menu Makan Bergizi Sehat (PHTC 1), melalui peningkatan populasi dan produksi sapi potong serta sapi perah—antara lain lewat pengadaan minimal 1 juta ekor indukan & bakalan pada 2025–2029—dengan target pada 2029 produksi dalam negeri mencapai 57% (daging sapi) dan 93% (susu). Pendekatan mencakup pengembangan berbasis Lumbung Pangan dan Nexus Pangan–Energi–Air (FEW Nexus), penguatan rantai pasok (pakan, reproduksi, kesehatan hewan, logistik–rantai dingin), serta peningkatan nilai tambah agar pasokan protein hewani terjangkau, berkualitas, dan ketergantungan impor menurun. Indikator SIPD: 000652 - Jumlah Produksi Daging (sapi, kerbau, domba, kambing, ayam, itik, babi) | Peternakan |
| 02,03,016 |
|
| Jumlah Produksi Florikultura | Jumlah hasil komoditas florikultura menurut wujud produksi dalam setahun | tangkai, pohon, rumpun, kg | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Pertanian | ||
| 02,01,0016 |
|
| Jumlah Produksi Garam dari Perusahaan Garam | Jumlah garam industri yang dihasilkan oleh perusahaan garam industri, baik milik pemerintah maupun swasta, yang mengelola produksi garam dalam skala industri | ton | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | "Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), namun tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan. Indikator SIPD: 000548 - Produksi Garam" | Industri | |
| 07,04,0010 |
|
| Jumlah Produksi Garam Rakyat | Jumlah garam yang dihasilkan oleh petambak garam tradisional atau masyarakat yang mengelola tambak garam secara mandiri | ton | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | "Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), namun tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan. Indikator SIPD: 000548 - Produksi Garam" | Kelautan | |
| 07,04,0011 |
|
| Jumlah Produksi Garam Tambak Garam | Jumlah total garam yang dihasilkan oleh petani garam rakyat dalam periode tertentu. | ton | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | 24110262 | Terbuka | Nasional | TAHUNAN | "Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), namun tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan." | Kelautan |
| 07,03,006 |
|
| Jumlah Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (Buah-buahan, Umbi-umbian, Jagung, Sagu, Tebu, Singkong) | Total volume produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang mencakup komoditas seperti buah-buahan, umbi-umbian, jagung, sagu, tebu, dan singkong yang diperoleh dari kawasan hutan dalam periode... | ton | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi/Nasional | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. | Kehutanan | |
| 02,03,017 |
|
| Jumlah Produksi Jagung | Jumlah Produksi Jagung mengacu pada total volume jagung yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu di wilayah tertentu. Produksi jagung ini biasanya diukur dalam bentuk jagung pipilan kering dengan... | juta ton | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | BULANAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. Indikator SIPD: 000639 - Jumlah Produksi Jagung | Pertanian | |
| 02,04,002 |
|
| Jumlah Produksi Kakao | Banyaknya hasil dari setiap tanaman kakao menurut wujud produksi (hasil) yaitu biji kakao kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000647 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Kakao | Perkebunan | |
| 02,04,003 |
|
| Jumlah Produksi Karet | Banyaknya hasil dari setiap tanaman Karet menurut wujud produksi (hasil) yaitu karet kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000648 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Karet | Perkebunan | |
| 02,03,018 |
|
| Jumlah Produksi Kedelai | Banyaknya hasil tanaman kedelai menurut wujud biji kering yang dihasilkan oleh petani atau kelompok tani dalam periode tahunan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. Indikator SIPD: 000641 - Jumlah Produksi Kedelai | Pertanian | |
| 02,04,004 |
|
| Jumlah Produksi Kelapa | Banyaknya hasil dari setiap tanaman kelapa menurut wujud produksi (hasil) yaitu kopra yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | "Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.06-Pengembangan Hilirisasi Kelapa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; 30 Provinsi; Provinsi Sulawesi Utara; Sulawesi Tengah; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Riau (Kab. Indragiri Hilir); Provinsi Aceh (Kab. Simeulue, Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Besar, Kab. Pidie, Kab. Bireuen, Kab. Aceh Utara); klaster kabupaten di Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kab. Kaur, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Tengah); Kabupaten Kebumen; klaster kabupaten di Maluku Utara (Kab. Halmahera Barat, Kab. Halmahera Utara, Kab. Halmahera Selatan, Kab. Kepulauan Sula); klaster kabupaten di Kalimantan Timur (Kab. Kutai Kartanegara, Kab. Kutai Barat); Kab. Bintan; klaster kabupaten/kota di Sumatera Barat (Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kota Pariaman); Kab. Tabanan; klaster kabupaten di Sulawesi Barat (Kab. Majene, Kab. Mamuju, Kab. Polewali Mandar, Kab. Mamasa); dan Kab. Tasikmalaya. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis kelapa, serta mendukung pengembangan kawasan perkebunan. Fokus utamanya adalah untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan utilisasi industri kelapa. Keseluruhan upaya ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri kelapa secara nasional. Indikator SIPD: 000646 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Kelapa" | Perkebunan | |
| 02,04,005 |
|
| Jumlah Produksi Kelapa Sawit | Banyaknya hasil dari setiap tanaman kelapa sawit menurut wujud produksi (hasil) yaitu CPO dan PKO yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat), untuk PKO hanya data level nasional | TAHUNAN | Perkebunan | ||
| 07,02,0084 |
|
| Jumlah Produksi Kilang Minyak | Jumlah produk yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak mentah di kilang oleh badan usaha Pemegang izin usaha Pengolahan Minyak dan gas Bumi | Ton | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | ||
| 02,04,006 |
|
| Jumlah Produksi Kopi | Banyaknya hasil dari setiap tanaman kopi menurut wujud produksi (hasil) yaitu biji kopi kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000645 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Kopi | Perkebunan | |
| 02,04,007 |
|
| Jumlah Produksi Lada | Banyaknya hasil dari setiap tanaman lada menurut wujud produksi (hasil) yaitu biji lada kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000649 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Lada | Perkebunan | |
| 07,02,004 |
|
| Jumlah Produksi Listrik Energi Terbarukan | Besaran listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik energi terbarukan | gigawattjam | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 02.11-Swasembada Energi. Kegiatan: 02.11.03-Penguatan Implementasi Transisi Energi Berkeadilan Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Kabupaten Nunukan; Provinsi Maluku (Kota Ambon*, Kab. Seram Bagian Barat*, Kab. Seram Bagian Timur*, Kab. Kepulauan Aru*); Klaster Kalimantan Barat: Kab. Sambas, Kab. Sanggau, Kab. Sintang, Kab. Kapuas Hulu, Kab. Bengkayang, Kota Pontianak. Deskripsi: Emisi GRK Indonesia meningkat tajam (1990–2015: ~320 → 937 juta ton) dan diperkirakan mencapai 1.600–1.700 juta ton CO₂ pada 2030, sementara indeks ketahanan energi masih 6,64. Penurunan produksi migas mendorong impor migas naik ~8% per tahun (5 tahun terakhir), dengan serapan energi didominasi industri (43%), transportasi (38%), rumah tangga & komersial (17%). Arah intervensi: percepatan transisi/ diversifikasi menuju energi bersih dan swasembada energi melalui peningkatan pemanfaatan EBT (listrik terbarukan, biofuel), efisiensi energi (penurunan intensitas energi final), elektrifikasi sisi permintaan, serta penerapan CCUS di industri—berorientasi pada konsolidasi emisi sektor energi hingga ~129 juta ton CO₂ pada 2060. | Energi | |
| 07,02,0083 |
|
| Jumlah Produksi LPG | Banyaknya LPG yang dihasilkan dari pengolahan minyak maupun gas baik pola hulu atau pola hilir | Ton | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Diperlukan data per provinsi | Energi | |
| 07,02,0108 |
|
| Jumlah Produksi Minyak Bumi | volume minyak bumi dari sumur yang diukur sebagai volume yang diterima di terminal akhir dan/atau yang diterima secara kontinyu di stasiun pengumpul sebelum dikirimkan ke terminal akhir melalui pipa,... | Ribu Barel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Perlu ada laporan dari daerah | Energi | |
| 02,03,019 |
|
| Jumlah Produksi Padi | Jumlah Produksi Padi adalah total volume padi yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu di suatu wilayah. Produksi padi biasanya dinyatakan dalam bentuk gabah kering giling (GKG) | juta ton | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | BULANAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. Indikator SIPD: 000640 - Jumlah Produksi Padi | Pertanian | |
| 02,04,008 |
|
| Jumlah Produksi Pala | Banyaknya hasil dari setiap tanaman pala menurut wujud produksi (hasil) yaitu biji pala kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000650 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Pala | Perkebunan | |
| 07,02,0082 |
|
| Jumlah Produksi Pembangkit Listrik non PLN | Energi listrik bruto yang dihasilkan oleh pembangkit listrik milik PLN | GWh | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | ||
| 07,02,0081 |
|
| Jumlah Produksi Pembangkit Listrik PLN | Energi listrik bruto yang dihasilkan oleh pembangkit listrik milik PLN | GWh | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Pemilik izin memberikan informasi | Energi | |
| 02,01,0017 |
|
| Jumlah Produksi Pupuk dan Pestisida di Indonesia | Jumlah produksi pupuk dan pestisida di Indonesia | ton | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Industri | ||
| 02,04,009 |
|
| Jumlah Produksi Sagu | Banyaknya hasil dari setiap tanaman sagu menurut wujud produksi (hasil) yaitu tepung sagu yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Pertanian | ||
| 02,03,021 |
|
| Jumlah Produksi Sorghum | Produksi sorghum adalah total produksi sorghum nasional dalam bentuk Biji Kering (Juta Ton). Produktivitas sorghum adalah hasil produksi sorghum (juta ton) per satuan lahan (Ha). Luas Panen sorghum... | ribu ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. | Pertanian | ||
| 02,05,003 |
|
| Jumlah Produksi Susu | Banyaknya susu yang diproduksi oleh ternak, termasuk yang diberikan kepada anak ternak, rusak, diperdagangkan, dikonsumsi, dan diberikan kepada orang lain. | Ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | 24110110 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.10-Pengembangan Pangan Hewani Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi; 37 provinsi termasuk usulan PSN, salah satunya Kalimantan Tengah); Provinsi/Kab/Kota: Kabupaten Blora (Jawa Tengah, usulan PSN); Aceh (Provinsi Aceh; Kab. Aceh Besar); Bali; Bengkulu (Provinsi & seluruh kab/kota: Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu); D.I. Yogyakarta; Jambi; Jawa Barat; Kalimantan Selatan; Kalimantan Utara; Nusa Tenggara Barat (termasuk Kab. Sumba); Riau (termasuk Kab. Bintan); Sulawesi Tengah (termasuk Kab. Poso); Sulawesi Tenggara (Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kab. Buton, Muna, Bombana, Kolaka, Muna Barat); Sulawesi Utara; Sumatera Selatan; Sumatera Utara; Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Mempawah, Kapuas Hulu, Ketapang, Bengkayang, Landak, Melawi, Sekadau, Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Kota Singkawang); Sulawesi Selatan (Kab. Maros, Gowa, Luwu Utara/Seko, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Bone, Pangkajene Kepulauan, Pinrang); Sumatera Barat (Kab. Lima Puluh Kota, Kota Padang Panjang). Deskripsi: Kebutuhan pangan hewani meningkat sementara Indonesia masih bergantung impor untuk daging ruminansia dan susu (produksi domestik baru ~48% daging sapi dan ~21% susu dari kebutuhan), meski ayam dan telur surplus. Arah kebijakan menekankan swasembada pangan hewani berkualitas untuk memperkuat gizi (PPH: pangan hewani berkontribusi 12%) dan menu Makan Bergizi Sehat (PHTC 1), melalui peningkatan populasi dan produksi sapi potong serta sapi perah—antara lain lewat pengadaan minimal 1 juta ekor indukan & bakalan pada 2025–2029—dengan target pada 2029 produksi dalam negeri mencapai 57% (daging sapi) dan 93% (susu). Pendekatan mencakup pengembangan berbasis Lumbung Pangan dan Nexus Pangan–Energi–Air (FEW Nexus), penguatan rantai pasok (pakan, reproduksi, kesehatan hewan, logistik–rantai dingin), serta peningkatan nilai tambah agar pasokan protein hewani terjangkau, berkualitas, dan ketergantungan impor menurun. Indikator SIPD: 000653 - Jumlah Produksi Susu | Peternakan |
| 02,03,022 |
|
| Jumlah Produksi Tanaman Obat | Jumlah hasil dari setiap tanaman biofarmaka (obat) menurut bentuk produksi yang diambil selama satu tahun | kilogram | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Pertanian | ||
| 02,04,010 |
|
| Jumlah Produksi Tebu | Banyaknya hasil dari setiap tanaman tebu menurut wujud produksi (hasil) yaitu gula kristal putih yang diambil hasilnya dari luas panen pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Perkebunan | ||
| 02,04,011 |
|
| Jumlah Produksi Teh | Banyaknya hasil dari setiap tanaman teh menurut wujud produksi (hasil) yaitu daun teh kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | Perkebunan | ||
| 02,05,004 |
|
| Jumlah Produksi Telur Unggas | Banyaknya telur yang dihasilkan oleh unggas, termasuk yang ditetaskan, rusak, diperdagangkan, dikonsumsi, dan diberikan kepada orang lain. | Ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | 24110113 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.10-Pengembangan Pangan Hewani Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi; 37 provinsi termasuk usulan PSN, salah satunya Kalimantan Tengah); Provinsi/Kab/Kota: Kabupaten Blora (Jawa Tengah, usulan PSN); Aceh (Provinsi Aceh; Kab. Aceh Besar); Bali; Bengkulu (Provinsi & seluruh kab/kota: Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu); D.I. Yogyakarta; Jambi; Jawa Barat; Kalimantan Selatan; Kalimantan Utara; Nusa Tenggara Barat (termasuk Kab. Sumba); Riau (termasuk Kab. Bintan); Sulawesi Tengah (termasuk Kab. Poso); Sulawesi Tenggara (Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kab. Buton, Muna, Bombana, Kolaka, Muna Barat); Sulawesi Utara; Sumatera Selatan; Sumatera Utara; Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Mempawah, Kapuas Hulu, Ketapang, Bengkayang, Landak, Melawi, Sekadau, Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Kota Singkawang); Sulawesi Selatan (Kab. Maros, Gowa, Luwu Utara/Seko, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Bone, Pangkajene Kepulauan, Pinrang); Sumatera Barat (Kab. Lima Puluh Kota, Kota Padang Panjang). Deskripsi: Kebutuhan pangan hewani meningkat sementara Indonesia masih bergantung impor untuk daging ruminansia dan susu (produksi domestik baru ~48% daging sapi dan ~21% susu dari kebutuhan), meski ayam dan telur surplus. Arah kebijakan menekankan swasembada pangan hewani berkualitas untuk memperkuat gizi (PPH: pangan hewani berkontribusi 12%) dan menu Makan Bergizi Sehat (PHTC 1), melalui peningkatan populasi dan produksi sapi potong serta sapi perah—antara lain lewat pengadaan minimal 1 juta ekor indukan & bakalan pada 2025–2029—dengan target pada 2029 produksi dalam negeri mencapai 57% (daging sapi) dan 93% (susu). Pendekatan mencakup pengembangan berbasis Lumbung Pangan dan Nexus Pangan–Energi–Air (FEW Nexus), penguatan rantai pasok (pakan, reproduksi, kesehatan hewan, logistik–rantai dingin), serta peningkatan nilai tambah agar pasokan protein hewani terjangkau, berkualitas, dan ketergantungan impor menurun. Indikator SIPD: 000654 - Jumlah Produksi Telur | Peternakan |
| 07,02,005 |
|
| Jumlah Produksi Tenaga Listrik | Produksi Tenaga Listrik (GWh) adalah jumlah total energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik dalam satuan gigawatt-jam (GWh) selama periode waktu tertentu, biasanya dalam satu tahun.... | gigawattjam | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | 24210006 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Energi | |
| 02,04,0001 |
|
| Jumlah produksi ubi | Total jumlah ubi kayu yang dihasilkan dari perkebunan rakyat dalam periode tertentu | ton | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Perkebunan | |
| 02,03,023 |
|
| Jumlah Produksi Ubi Jalar | Banyaknya hasil tanaman ubi jalar yang dihasilkan oleh petani atau kelompok tani pada suatu wilayah dan periode tertentu | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. | Pertanian | ||
| 02,03,024 |
|
| Jumlah Produksi Ubi Kayu | Banyaknya hasil tanaman ubi kayu menurut wujud umbi basah yang dihasilkan oleh petani atau kelompok tani dalam periode tahunan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Pertanian | |
| 02,04,012 |
|
| Jumlah Produksi Vanili | Banyaknya hasil dari setiap tanaman vanili menurut wujud produksi (hasil) yaitu polong kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | Perkebunan | ||
| 07,05,0036 |
|
| Jumlah program Sosialisasi dan Edukasi untuk mendukung pengelolaan sampah | Upaya penyuluhan dan pendidikan kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah, termasuk program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) | jumlah program atau kegiatan sosialisasi dan tingkat partisipasi masyarakat | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | WILAYAH ADMINISTRASI NASIONAL, PROVINSI | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000676 - Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah | Lingkungan Hidup | |
| 06,01,0086 |
|
| Jumlah Program Studi Aktif | Total program studi yang berstatus aktif dan diizinkan beroperasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi | Program studi | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional; Kelompok Bidang Ilmu | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06,01,0087 |
|
| Jumlah Program Studi Bidang Non-STEM | Program studi di luar bidang STEM yang berstatus aktif di seluruh perguruan tinggi di Indonesia | Program studi | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional; Kelompok Bidang Ilmu | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06,01,0088 |
|
| Jumlah Program Studi Bidang Non-STEM yang Terakreditasi Unggul | Jumlah program studi di luar bidang STEM yang mendapatkan peringkat akreditasi "Unggul" atau yang setara dari BAN-PT atau LAM terkait | Program studi | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional; Kelompok Bidang Ilmu | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06,01,0089 |
|
| Jumlah Program Studi Bidang STEM | Jumlah program studi bidang STEM yang berstatus aktif di semua perguruan tinggi di Indonesia | Program studi | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional; Kelompok Bidang Ilmu | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06,01,0090 |
|
| Jumlah Program Studi Bidang STEM yang Terakreditasi Unggul | Jumlah program studi bidang STEM yang telah mendapatkan peringkat akreditasi "Unggul" atau yang setara dari BAN-PT atau LAM terkait | Program studi | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional; Kelompok Bidang Ilmu | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06,01,0091 |
|
| Jumlah Program Studi PPG Terdaftar | Total program studi PPG yang terdaftar dan diizinkan beroperasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi | Unit | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06,01,0092 |
|
| Jumlah Program Studi PPG Terdaftar yang Terakreditasi Unggul | Jumlah program studi PPG yang telah mendapatkan peringkat akreditasi "Unggul" dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) | Unit | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06,01,0093 |
|
| Jumlah Program Studi Terdaftar yang Terakreditasi Unggul | Jumlah program studi yang telah mendapatkan peringkat akreditasi "Unggul" atau setara dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) terkait. | Unit | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Kelompok Bidang Ilmu | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 09,05,004 |
|
| Jumlah Program/ Kegiatan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular | Konsep dan Definisi:Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) terdiri dari Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) dan Kerja Sama Triangular (KST).Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) adalah kerja sama... | program/kegiatan | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | 25010025 | Terbuka | Wilayah: Pusat | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000338 - Jumlah program/kegiatan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular | Perencanaan Pembangunan Nasional |
| 07,05,0037 |
|
| Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan Ekosistem Rentan | Merupakan jumlah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang memiliki ekosistem rentan terhadap perubahan lingkungan, seperti deforestasi, degradasi lahan, atau bencana alam. Data ini digunakan untuk... | Jumlah | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 03,01,024 |
|
| Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang memiliki dokumen perencanaan sanitasi (RSP/SSK) yang termutakhirkan | Provinsi dan Kabupaten/Kota yang memiliki dokumen perencanaan sanitasi (RSP/SSK) yang masih berlaku dan termutakhirkan | provinsi/ kabupaten/ kota | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 03,01,025 |
|
| Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang memiliki Jakstra Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) | Kebijakan dan strategi provinsi penyelenggaraan SPAM (yang selanjutnya disebut Jakstra SPAM provinsi) adalah dokumen kebijakan penyelenggaraan SPAM provinsi yang menjadi acuan bagi penyelenggaraan... | provinsi/ kabupaten/ kota | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 03,01,026 |
|
| Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang memiliki Perda terkait Tata Kelola Air Limbah Domestik | Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang memiliki Peraturan Daerah terkait Tata Kelola Air Limbah Domestik | Provinsi | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Pekerjaan Umum |
Showing 1,251-1,300 of 3,330 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 197404 | 10,04,0031 |
|
| Indeks kepuasan masyarakat (IKM) atas Kinerja KPU adalah ukuran sejauh mana masyarakat merasa puas terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menyelenggarakan Pemilu dan Pilkada. Tingkat kepuasan masyarakat mencerminkan persepsi publik terhadap kualitas layanan dan integritas KPU sebagai penyelenggara pemilu. | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KOMISI PEMILIHAN UMUM | nilai indeks yang dihasilkan dari Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam... | angka | - | TAHUNAN | Dukung Lainnya | TERSEDIA | ||||
| 197405 |
|
| Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) terhadap Layanan Penerimaan Pengaduan Komnas HAM | Non Prioritas | STATISTIK | Variabel | KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA | Biro Dukungan Penegakan HAM | Nilai kepuasan masyarakat dan nilai persepsi anti korupsi terhadap layanan pengaduan Komnas HAM | laporan | - | Sebaran wilayah; jenis kelamin; tingkat pendidikan; umur; jenis pekerjaan; asal negara; penilaian unsur pelayanan; indeks persepsi anti korupsi | TRIWULANAN | Hak Asasi Manusia | TERSEDIA | |||
| 197406 |
|
| Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Layanan Perpustakaan Proklamator Bung Karno Tahun 2026 | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA | Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Proklamator Bung Karno | Angka yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif maupun kualitatif berdasarkan pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan... | Indeks | - | Unsur Penilaian | TRIWULANAN | Kebudayaan | TERSEDIA | |||
| 197407 | 05,01,0004 |
|
| Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Penanganan Perkara Konstitusi | Prioritas | STATISTIK | Indikator | MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA | Biro Hukum dan Administrasi Kepaniteraan | Penilaian publik terhadap pelayanan penanganan perkara Mahkamah Konstitusi melalui tahapan proses penanganan perkara yang dimulai dari penerimaan permohonan, pemeriksaan persidangan, sampai dengan... | - | - | TAHUNAN | Hukum | TERSEDIA | |||
| 197408 |
|
| Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA | Biro Umum | Besarnya indeks kepuasan masyarakat | Presentase | - | Per Unsur Pelayanan, Skor Mutu, Profil Responden, Jenis layanan yang diterima, Tindaklanjut dan Rekomendasi | SEMESTERAN | Hak Asasi Manusia | TERSEDIA | |||
| 197409 | 09,06,0001 |
|
| Indeks Kepuasan Pengguna Platform Pengadaan Nasional | Prioritas | STATISTIK | Variabel | LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH | KEDEPUTIAN BIDANG TRANSFORMASI PENGADAAN DIGITAL | Angka yang menunjukkan sejauh mana Platform Pengadaan Nasional bermanfaat bagi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, serta mencerminkan kualitas layanan platform pengadaan barang/jasa. Penilaian... | - | Nasional | TAHUNAN | Aparatur Negara | TERSEDIA | |||
| 197410 | 05,01,0005 |
|
| Indeks Kepuasan Sistem Informasi Penanganan Perkara | Prioritas | STATISTIK | Indikator | MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA | Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi | Penilaian publik terhadap proses penanganan perkara di Mahkamah Konstitusi melalui aplikasi yang telah tersedia yang diantaranya melalui sistem informasi penanganan perkara konstitusi (SIMPP). | - | - | TAHUNAN | Hukum | TERSEDIA | |||
| 197411 | 03,07,006 |
|
| Indeks Kerentanan Keluarga | Prioritas | STATISTIK | Indikator | 10110069 | BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL | Pusat Data dan Teknologi Informasi | Indeks kerentanan keluarga adalah indeks komposit yang menggambarkan keluarga memiliki kerentanan dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar, keharmonisan keluarga, dan interaksi keluarga. | Tanpa Satuan | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kependudukan | TERSEDIA | |
| 197412 | 08,01,004 |
|
| Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN AGAMA | Ditjen. BMBPSDM | Indeks yang menggambarkan sejauh mana tingkat kerukunan umat beragama. IKUB diukur melalui tiga indikator kerukunan umat beragama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama. | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Agama | TERSEDIA | ||
| 197413 |
|
| Indeks kesadaran merek pariwisata Indonesia | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PARIWISATA | Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata | Indeks pengukuran kemampuan konsumen untuk mengenali dan membedakan suatu merek melalui visual atau auditif | - | - | TAHUNAN | Pariwisata | TERSEDIA |
Showing 251-260 of 4,134 items.
