Data Prioritas Jangka Menengah 2025-2029

(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)

#ID DDPSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis DataInstansi Produsen DataDefinisiSatuanCatatan kebutuhan dukungan Data Daerah20252026202720282029
         
60107.04.0007
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume penanggulangan sampah dari aktivitas masyarakat di pesisir dan laut;
Jumlah kegiatan partisipatif masyarakat dalam pengumpulan sampahSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANJumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam upaya pengumpulan sampah di wilayah pesisir dan lautkegiatanProgram: 02.18-Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir. Kegiatan: 02.18.02-Peningkatan Pengumpulan dan Pengolahan Sampah serta Pemrosesan Residu di TPA/LUR​ Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penajaman pada: wilayah metropolitan & kota besar (mis. WM Surabaya), Kota Tarakan & Kab. Nunukan, Prov. Sulawesi Utara, Prov. Maluku Utara*, Papua*, Papua Barat*, NTT, Jambi, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Kab. Sintang, serta klaster Kepulauan Riau (Kab. Karimun, Kab. Lingga, Kota Batam, Kab. Natuna, Kota Tanjung Pinang) dan Kab. Deli Serdang (serta Tapanuli Tengah, Nias Selatan, Batu Bara—perlu proposal). Kategori sasaran: kab/kota dengan TPA darurat/kapasitas kritis, delineasi DAS prioritas, memiliki ekosistem pengolahan (ISWM/SWMSUD), dan amanat Perpres 35/2018. Deskripsi: Reformasi pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu–hilir diarahkan untuk meminimalkan residu ke TPA/LUR (sanitary landfill) melalui optimalisasi TPS/TPS3R/TPST, pembinaan teknis pengumpulan, dan perbaikan tata kelola–pembiayaan. Urgensinya: timbulan 2023 ~68–70 juta ton/tahun; pengumpulan baru ~35%, terolah ~15%; ~65% bocor ke lingkungan; TPA diproyeksi penuh 2028; 35 TPA terbakar (2024); dan masih ada pencemaran lindi serta open dumping ~40%. Kelembagaan lemah (399 kab/kota belum pisah regulator–operator, alokasi APBD ~0,5%, retribusi 40–45%) membuat kinerja hulu–hilir rendah. Sasaran program: menurunkan residu ke TPA/LUR, meningkatkan operasi fasilitas pengolahan, serta memperkuat regulasi, pendanaan, dan monitoring agar kinerja persampahan naik dan dampak lingkungan–kesehatan turun.TidakYaYaYaYa
60209.07.004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Aspek Wawasan Kebangsaan pada Wilayah Konflik dan Rentan;
Jumlah Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Aspek Wawasan Kebangsaan pada Wilayah Konflik dan RentanSTATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERIJumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga terkait untuk memberdayakan masyarakat dalam memahami dan mengamalkan wawasan kebangsaan, khususnya di wilayah yang rawan konflik atau...TotalYaTidakYaYaYa
60301.02.0007
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Kehadiran dalam Forum-Forum Internasional terkait Keamanan Laut;
Jumlah kehadiran Bakamla RI dalam forum-forum internasional yang tercantum dalam Jaknas KKPHSTATISTIKBADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIAJumlah kehadiran Bakamla dalam forum internasional Jaknas KKPHkegiatanYaYaYaYaYa
60404.01.052
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan;
Jumlah Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan panganSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengonsumsi Pangan, dan berdasarkan analisis epidemiologi, Pangan tersebut te...kejadianYaYaYaYaYa
60505.01.0010
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kekayaan Intelektual (KI) per 100 Periset;
Jumlah Kekayaan Intelektual (KI)STATISTIKKEMENTERIAN HUKUMTotal hak kekayaan intelektual yang diperoleh, seperti paten, hak cipta, merek, desain industri, dan indikasi geografis, yang dihasilkan oleh periset (dosen, peneliti, dan perekayasa).unit kiYaTidakYaYaYa
60606.03.007
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kekayaan Intelektual (KI) per 100 Periset;
Jumlah Kekayaan Intelektual (KI) per 100 Periset;STATISTIKBADAN RISET DAN INOVASI NASIONALa. Kekayaan Intelektual (KI) adalah kreasi dan inovasi hasil olah pikir manusia (dapat berupa karya-karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni, dan sastra) yang memiliki nilai ekonomi dan dilin...OrangYaYaYaYaYa
60702.06.001
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kelembagaan Ekonomi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang terfasilitasi;
Jumlah Kelembagaan Ekonomi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang terfasilitasiSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANJumlah kelembagaan ekonomi yang terdiri dari kelompok atau organisasi nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam yang mendapatkan fasilitasi dari pemerintah atau instansi terkait. Fasilitasi ini me...lembagaTidakYaYaYaYa
60802.03.0010
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kelembagaan Ekonomi Petani yang terfasilitasi;
Jumlah Kelembagaan Ekonomi PetaniSTATISTIKKEMENTERIAN PERTANIANJumlah Kelembagaan Ekonomi Petani yang mendapatkan fasilitasi kegiatan penumbuhan dan pengembangan dari pemerintah atau instansi terkait. Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) adalah lembaga yang dibentuk...lembagaYaYaYaYaYa
60902.06.0001
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kelembagaan Ekonomi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang terfasilitasi;
Jumlah Kelembagaan Nelayan TerfasilitasiSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANJumlah kelompok atau organisasi nelayan yang menerima fasilitasi dari pemerintah atau instansi terkait. Reff: https://jdih.kkp.go.id/bahanrapat/bahanrapat_04012021191836.pdf?lembagaTidakYaYaYaYa
61002.06.0002
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kelembagaan Ekonomi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang terfasilitasi;
Jumlah Kelembagaan Pembudidaya Ikan TerfasilitasiSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANJumlah kelompok atau organisasi pembudidaya ikan yang menerima fasilitasi dari pemerintah atau instansi terkait. Reff: https://jdih.kkp.go.id/bahanrapat/bahanrapat_04012021191836.pdf?lembagaTidakYaYaYaYa
61107.04.0008
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kelembagaan Ekonomi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang terfasilitasi;
Jumlah Kelembagaan Petambak Garam TerfasilitasiSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANJumlah kelompok atau organisasi petambak garam yang menerima fasilitasi dari pemerintah atau instansi terkait. Reff: https://jdih.kkp.go.id/bahanrapat/bahanrapat_04012021191836.pdf?lembagaTidakYaYaYaYa
61207.05.033
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah kelompok masyarakat yang dibina dalam upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati;
Jumlah kelompok masyarakat yang dibina dalam upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayatiSTATISTIKKEMENTERIAN KEHUTANANJumlah kelompok masyarakat yang mendapatkan pembinaan atau pendampingan dari pemerintah atau instansi terkait dalam rangka konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati. Pembinaan ini mencakup peningka...kelompok masyarakatYaYaYaYaYa
61304.02.007
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah keluarga penerima kartu kesejahteraan yang tergraduasi sejahtera;
Jumlah keluarga penerima kartu kesejahteraan yang tergraduasi sejahteraSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPenerima bantuan sosial (PKH/Sembako/KIS/KIP) yang berhasil meningkat kesejahteraannya setelah menerima bantuan sosial. Indikator ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program bantuan sosial da...jiwa per tahunYaTidakYaYaYa
61403.07.0007
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Angka Kematian Balita (AKBa)/Under-Five Mortality Rate (U5MR);
Jumlah kematian anak usia 0-4 tahun (0-59 bulan)STATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKJumlah anak yang meninggal pada rentang usia 0 hingga 59 bulan dalam periode tertentu.?OrangIndikator SIPD: 000104 - (a) Angka Kematian Balita (AKBa); (b) Angka Kematian Bayi (AKB) per 1.000 kelahiran hidup. 000816 - Angka Kematian BalitaYaYaYaYaYa
61503.07.0008
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Angka Kematian Bayi (AKB)/Infant Mortality Rate (IMR);
Jumlah kematian bayi usiaSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKJumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia satu tahun dalam periode waktu tertentuOrang"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi. Indikator SIPD: 000104 - (a) Angka Kematian Balita (AKBa); (b) Angka Kematian Bayi (AKB) per 1.000 kelahiran hidup."YaYaYaYaYa
61604.01.0059
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Angka Kematian Neonatal;
Jumlah kematian bayi usia kurang dari 28 hari (JK<28hr)STATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah bayi yang meninggal dalam 28 hari pertama kehidupan pada periode tertentu.​Orang"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi."YaYaYaYaYa
61704.03.0016
    • RPJPN 2025-2045;
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Angka Kematian Ibu (AKI)/Maternal Mortality Ratio (MMR);
Jumlah kematian ibu terkait kehamilan, persalinan, dan masa nifasSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKJumlah perempuan yang meninggal akibat komplikasi selama kehamilan, persalinan, atau dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan), tidak termasuk kematian akibat kecelakaan atau insiden yang tidak te...OrangIndikator Utama Pembangunan - 2a.Angka Kematian Ibu (per 100.000 kelahiran hidup) Indikator SIPD: 000010 - Angka Kematian Ibu (AKI)YaYaYaYaYa
61804.02.0005
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase K/L yang sistem datanya terhubung dengan sistem Regsosek;
Jumlah Kementerian/Lembaga yang mendapatkan peningkatan kapasitas perencanaan berbasis bukti melalui SEPAKAT (Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu)STATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPersentase Kementerian/Lembaga yang telah mendapatkan pelatihan/bimbingan teknis mengenai perencanaan berbasis bukti melalui SEPAKATInstansiYaYaYaYaYa
61904.02.0006
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase K/L yang sistem datanya terhubung dengan sistem Regsosek;
Jumlah Pemerintah Daerah yang mendapatkan peningkatan kapasitas perencanaan berbasis bukti melalui SEPAKAT (Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu)STATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALJumlah Pemerintah Daerah yang mendapatkan peningkatan kapasitas perencanaan berbasis bukti melalui SEPAKAT (Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu)InstansiYaYaYaYaYa
62009.06.0018
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Tingkat Penerapan Tata Kelola Pengadaan;
Jumlah Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang Memiliki Sumber Daya Manusia Pengadaan Barang/Jasa yang KompetenSTATISTIKLEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHBanyaknya Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang telah memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia Pengadaan Barang/Jasa yang kompeten sesuai standar teknis pengadaan barang/jasa.Kementerian/Lembaga/Pemerintah DaerahYaYaYaYaYa
62109.06.0019
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Tingkat Penerapan Tata Kelola Pengadaan;
Jumlah Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang Memiliki Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa yang Mencapai Maturitas Minimal Level 3STATISTIKLEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHBanyaknya Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang memiliki Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa dengan tingkat kematangan (maturitas) minimal Level 3 (Proaktif).Unit Kerja Pengadaan Barang/JasaYaYaYaYaYa
62203.03.0013
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Penurunan rasio fatalitas kecelakaan jalan;
Jumlah Kendaraan Bermotor Terdaftar Uji TipeSTATISTIKKEMENTERIAN PERHUBUNGANKendaraan Bermotor yang telah memiliki Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), yaitu sertifikat sebagai bukti bahwa setiap Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan, Kereta Tempelan, yang dibuat dan/ atau d...UnitTidakYaYaYaYa
62303.03.052
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume Angkutan Penyeberangan;
Jumlah Kendaraan yang Diangkut oleh Angkutan Penyeberangan Pada Lintas Penyeberangan Komersial dan Lintas Penyeberangan PerintisSTATISTIKKEMENTERIAN PERHUBUNGANIndikator yang menunjukkan jumlah kendaraan yang diangkut oleh angkutan penyeberangan pada lintas komersial dan nonkomersial tiap tahunnya.juta kendaraanTidakYaYaYaYa
62404.03.0017
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Perempuan Kepala Desa;
Jumlah Kepala Desa Perempuan (JPDPerempuan)STATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERIJumlah individu perempuan yang menjabat sebagai kepala desa dalam suatu wilayah dan periode tertentu.OrangYaYaYaYaYa
62506.02.007
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Jumlah Kerja Sama Internasional tentang Ketenagakerjaan dan Pergerakan Tenaga Kerja Terampil;
Jumlah Kerja Sama Internasional tentang Ketenagakerjaan dan Pergerakan Tenaga Kerja TerampilSTATISTIKKEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MIJumlah Kerja Sama Internasional tentang Ketenagakerjaan dan Pergerakan Tenaga Kerja Terampil merupakan jumlah kerja sama yang dihasilkan setiap tahunnya yang terdiri dari Jumlah Kesepakatan Mutual Rec...kesepakatanYaYaYaYaYa
62606.02.008
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kerja Sama yang Melibatkan Asosiasi dan DUDIKA dalam Pengembangan Pekerjaan Hijau/Green Jobs;
Jumlah Kerja Sama yang Melibatkan Asosiasi dan DUDIKA dalam Pengembangan Pekerjaan Hijau/Green JobSTATISTIKKEMENTERIAN KETENAGAKERJAANPembentukan forum kemitraan dengan perusahaan/industri/institusi mendukung masifikasi pelatihan berbasis kompetensi, pelaksanaan pemagangan dalam dan luar negeri, dan penempatan alumni pelatihanKerja SamaTidakYaYaYaYa
62702.01.004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Kerjasama pemanfaatan iptek dan inovasi strategis dengan Industri/Badan Usaha pada bidang-bidang prioritas;
Jumlah Kerjasama pemanfaatan iptek dan inovasi dengan IndustriSTATISTIKBADAN RISET DAN INOVASI NASIONALKerjasama pemanfataan hasil riset dan inovasi adalah kegiatan kerjasama teknis antara satuan Kerja BRIN (Organisasi Riset/Pusat Riset/Deputi/Direktorat) dengan Mitra Industri/Badan Usaha pada bidang -...Kerja SamaYaYaYaYaYa
62805.01.0011
    • DP 2023;
  1. -
Jumlah keseluruhan koperasi yang didirikan di AHU dan migrasi KemenkopSTATISTIKKEMENTERIAN HUKUMBanyaknya total keseluruhan koperasi yang telah terdaftar dan tercatat secara resmi pada Sistem AHU OnlinePermohonan/DokumenYaYaYaYaYa
62906.02.0011
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Jumlah Kerja Sama Internasional tentang Ketenagakerjaan dan Pergerakan Tenaga Kerja Terampil;
Jumlah Kesepakatan dan Diplomasi Ketenagakerjaan LainnyaSTATISTIKKEMENTERIAN KETENAGAKERJAANPerjanjian dan Upaya Diplomatik Lainnya yang Berkaitan dengan Ketenagakerjaan, termasuk Pelatihan Bersama, Pertukaran Tenaga Kerja, dan Program Peningkatan KompetensiKerja SamaTidakTidakYaYaYa
63003.03.025
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Ketersediaan angkutan umum massal perkotaan berbasis jalan;
Jumlah Ketersediaan Angkutan Umum Massal Perkotaan Berbasis JalanSTATISTIKKEMENTERIAN PERHUBUNGANIndikator ini menjelaskan kapasitas layanan angkutan umum massal perkotaan berbasis jalan dalam satuan juta penumpang per hari di Wilayah Metropolitan (selain Jakarta, Semarang, Manado)juta orang per hariTidakYaYaYaYa
63101.01.0009
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Peningkatan Kemampuan Industri Pertahanan;
Jumlah Komponen Alpalhankam Dalam Negeri TerpilihSTATISTIKKEMENTERIAN PERTAHANANTotal jumlah komponen Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) yang diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Reff: https://ppid.kemh...UnitYaYaYaYaYa
63201.01.0010
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Penataan dan Pembinaan Komponen Pendukung;
Jumlah Komponen Pendukung yang DitargetkanSTATISTIKKEMENTERIAN PERTAHANANTotal komponen pendukung yang direncanakan untuk ditata dan dibina dalam periode tertentu sesuai dengan perencanaan strategis. Reff: https://www.kemhan.go.id/pothan/wp-content/uploads/2024/12/Kompone...UnitTidakTidakYaYaYa
63301.01.0011
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Penataan dan Pembinaan Komponen Pendukung;
Jumlah Komponen Pendukung yang Telah Ditata dan DibinaSTATISTIKKEMENTERIAN PERTAHANANTotal komponen pendukung, seperti sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sumber daya alam dan buatan, yang telah menjalani proses penataan dan pembinaan sesuai standar atau kebijakan yang be...UnitTidakTidakYaYaYa
63404.01.0060
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Cakupan Pemberian Terapi Pencegahan pada Orang Kontak Serumah;
Jumlah kontak serumah yang diberikan terapi pencegahan TBC (TPT) yang dilaporkanSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah individu yang tinggal serumah dengan penderita TBC yang telah menerima dan dilaporkan mendapatkan TPT dalam periode tertentuOrang"Program: 04.13-Pengendalian Penyakit dan Pembudayaan Hidup Sehat. Kegiatan: 04.13.01-Penuntasan TBC Lokasi Prioritas: Cakupan nasional di seluruh provinsi dengan fokus pada 359 kabupaten/kota di 38 provinsi. Penekanan wilayah mencakup: Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Tarakan), Maluku Utara, Papua*, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Jawa Barat. Deskripsi: Fokus penuntasan TBC di Indonesia bebannya sangat tinggi (disebut tertinggi kedua di dunia)—melalui tiga pilar intervensi: pencegahan TBC, penemuan kasus secara masif/dini, dan pengobatan sampai tuntas. Pendekatan ini menargetkan peningkatan cakupan deteksi, memperkuat sistem layanan dan tata laksana pengobatan berkesinambungan, serta memastikan kepatuhan terapi hingga sembuh, sehingga menurunkan transmisi, angka kesakitan, dan kematian akibat TBC secara nasional maupun di provinsi prioritas."YaYaYaYaYa
63509.04.0004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase konten komunikasi publik yang dapat memperkuat kohesivitas sosial berlandaskan nilai-nilai Pancasila;
Jumlah konten komunikasi publik yang berisi atau memiliki nilai-nilai Pancasila dalam 1 tahunSTATISTIKKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALJumlah konten komunikasi publik yang berisi atau mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan bertujuan memperkuat kohesivitas sosial.​kontenTidakYaYaYaYa
63609.03.0020
    • Renstra DPR RI 2025-2029;
  1. -
Jumlah koperasi berdasarkan Jenis Koperasi/sektor usahaSTATISTIKKEMENTERIAN KOPERASITotal unit koperasi yang terdaftar di Indonesia, dikelompokkan menurut jenis koperasi, seperti Simpan‑Pinjam, Komsumen, Produsen, Jasa dan Pemasaran. Sektor usaha: pertanian, perikanan, atau perdagan...UnitYaYaYaYaYa
63703.03.0014
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN);
Jumlah korban dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan pada kecelakaan kapal (selamat, meninggal dunia, hilang)STATISTIKBADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGANTotal korban dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan pada kecelakaan kapal (selamat, meninggal dunia, hilang) Note: data ini akan digunakan sebagai bahan penyusunan IKLN (dimensi Jumlah P...OrangTidakYaYaYaYa
63803.07.0009
    • SDGs;
  1. Jumlah Korban Bencana;
Jumlah Korban HilangSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah individu yang hilang dan tidak ditemukan setelah terjadi bencana.​OrangIndikator SIPD: 000081 - Jumlah korban meninggal, hilang, dan terkena dampak bencana per 100.000 orang.YaYaYaYaYa
63903.07.0010
    • SDGs;
  1. Jumlah Korban Bencana Hidrometeorologi;
Jumlah Korban Hilang akibat Bencana HidrometeorologiSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah individu yang hilang dan tidak ditemukan setelah terjadi bencana hidrometeorologi.​OrangIndikator SIPD: 000267 - Jumlah korban meninggal, hilang dan terkena dampak bencana hidrometeorologi per 100.000 orangYaYaYaYaYa
64003.03.0015
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase keberhasilan evakuasi korban pencarian dan pertolongan;
Jumlah Korban KeseluruhanSTATISTIKBADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGANTotal korban dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (selamat, meninggal dunia, hilang)OrangTidakYaYaYaYa
64103.07.0011
    • SDGs;
  1. Jumlah Korban Bencana;
Jumlah Korban MengungsiSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah individu yang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya untuk mencari tempat yang lebih aman akibat bencana.OrangIndikator SIPD: 000081 - Jumlah korban meninggal, hilang, dan terkena dampak bencana per 100.000 orang.YaYaYaYaYa
64203.07.0012
    • SDGs;
  1. Jumlah Korban Bencana Hidrometeorologi;
Jumlah Korban Mengungsi akibat Bencana HidrometeorologiSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah individu yang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya untuk mencari tempat yang lebih aman akibat bencana hidrometeorologi.OrangIndikator SIPD: 000267 - Jumlah korban meninggal, hilang dan terkena dampak bencana hidrometeorologi per 100.000 orangYaYaYaYaYa
64303.07.0013
    • SDGs;
  1. Jumlah Korban Bencana;
Jumlah Korban MeninggalSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah individu yang meninggal dunia akibat bencana..OrangIndikator SIPD: 000081 - Jumlah korban meninggal, hilang, dan terkena dampak bencana per 100.000 orang.YaYaYaYaYa
64403.07.0014
    • SDGs;
  1. Jumlah Korban Bencana Hidrometeorologi;
Jumlah Korban Meninggal akibat Bencana HidrometeorologiSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah individu yang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi, seperti banjir, badai, atau longsor.​OrangIndikator SIPD: 000267 - Jumlah korban meninggal, hilang dan terkena dampak bencana hidrometeorologi per 100.000 orangYaYaYaYaYa
64505.02.0010
    • SDGs;
  1. Angka Kematian yang Disebabkan Konflik;
Jumlah korban meninggal akibat konflik dalam satu tahun tertentuSTATISTIKKEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIAJumlah individu yang meninggal sebagai akibat langsung dari konflik dalam periode tertentu.​OrangIndikator SIPD: 000299 - Kematian disebabkan konflik per 100.000 pendudukYaYaYaYaYa
64604.03.0018
    • SDGs;
  1. Angka korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) per 100.000 penduduk;
Jumlah Korban Perdagangan Orang (JKPM)STATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKJumlah korban TPPO dalam 12 bulan terakhir, yang melaporkan ke Simfoni PPAOrangIndikator SIPD: 000302 - Angka korban perdagangan manusia per 100,000 penduduk menurut jenis kelamin, kelompok umur dan jenis eksploitasiYaYaYaYaYa
64703.07.0015
    • SDGs;
  1. Jumlah Korban Bencana;
Jumlah Korban TerlukaSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah individu yang mengalami luka-luka akibat bencana.​OrangIndikator SIPD: 000081 - Jumlah korban meninggal, hilang, dan terkena dampak bencana per 100.000 orang.YaYaYaYaYa
64803.07.0016
    • SDGs;
  1. Jumlah Korban Bencana Hidrometeorologi;
Jumlah Korban Terluka akibat Bencana HidrometeorologiSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah individu yang mengalami luka-luka akibat bencana hidrometeorologi.​OrangIndikator SIPD: 000267 - Jumlah korban meninggal, hilang dan terkena dampak bencana hidrometeorologi per 100.000 orangYaYaYaYaYa
64903.03.0016
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase keberhasilan evakuasi korban pencarian dan pertolongan;
Jumlah Korban yang Berhasil Ditemukan atau DievakuasiSTATISTIKBADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGANTotal korban dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yang berhasil dievakuasi (selamat, meninggal dunia)OrangTidakYaYaYaYa
65003.01.019
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah kumulatif tampungan air yang dikelola;
Jumlah kumulatif tampungan air yang dikelolaSTATISTIKKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMKumulasi dari tampungan air alami seperti danau dan tampungan air buatan lainnya seperti danau, situ, dan embungmeter kubik (m³)YaYaYaYaYa
Showing 601-650 of 2,950 items.
 
Id DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataDefinisiSatuanInstansi Produsen DataJenis PengajuanJenis DataStandar DataKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranCatatan kebutuhan dukungan data daerahTag Rad
    
03.01.010
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah infrastruktur pengendali daya rusak air yang dikelola
Jumlah infrastruktur pengendali daya rusak air yang dikelolaJumlah infrastruktur pengendali daya rusak air yang dikelola merupakan jumlah fasilitas atau bangunan yang dirancang untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan lingkungan akibat daya...UnitKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANPekerjaan Umum
09.03.0016
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Jumlah Inovasi dan Paten berdasarkan Disiplin Ilmu (Kelompok Riset)Banyaknya hasil karya inovatif dan/atau hak kekayaan intelektual yang telah didaftarkan atau disahkan sebagai paten, yang dikelompokkan menurut bidang atau disiplin ilmu tempat riset dilakukan,...InovasiBADAN RISET DAN INOVASI NASIONALPrioritasSTATISTIK-InstansiTAHUNANInformasi
06.03.006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah inovasi dan teknologi terkait keanekaragaman hayati
Jumlah inovasi dan teknologi terkait keanekaragaman hayatia. Inovasi adalah hasil pemikiran, penelitian, pengembangan, pengkajian, dan/atau penerapan yang mengandung unsur kebaruan dan telah diterapkan serta memberikan kemanfaatan ekonomi dan/atau sosial....InovasiBADAN RISET DAN INOVASI NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah: NasionalTAHUNANIlmu Pengetahuan Dan Teknologi
09.01.0040
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Inovasi Tematik Asta CitaJumlah inovasi yang termasuk dalam delapan tema Asta Cita berdasarkan Indeks Inovasi Daerah (IID).InovasiKEMENTERIAN DALAM NEGERIPrioritasSTATISTIK-Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANDalam Negeri
07.02.0091
    • UU 22/2001
  1. -
Jumlah Input Kilang MinyakBanyaknya Minyak Mentah yang digunakan sebagai bahan baku proses produksi di fasilitas pengolahan badan usaha pemegang izin usaha pengolahan Minyak dan Gas BumiRibu BarelKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANEnergi
09.06.0015
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Instansi Pemerintah yang Menerapkan Tata Kelola Kualitas Kebijakan yang baik
Jumlah Instansi dengan Nilai IKK Kategori BaikJumlah instansi pemerintah yang memperoleh nilai Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) dalam kategori "Baik" berdasarkan hasil pengukuran kualitas kebijakan.​InstansiLEMBAGA ADMINISTRASI NEGARAPrioritasSTATISTIK-Nasional, Jenis Instansi (Instansi Pusat dan Instansi Daerah)TAHUNANAparatur Negara
09.02.0005
    • SDGs
  1. Persentase Instansi Pemerintah yang Mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
Jumlah instansi pemerintah yang mendapat opini WTP (JIPWTPJumlah instansi pemerintah yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) adalah jumlah kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah yang memperoleh opini audit WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan...UnitBADAN PEMERIKSA KEUANGANPrioritasSTATISTIK-Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Badan LainnyaTAHUNANIndikator SIPD: 000313 - Persentase instansi pemerintah yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)Keuangan
09.06.0016
    • SDGs
  1. Persentase Instansi Pemerintah dengan Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Bernilai Minimal B
Jumlah instansi pemerintah yang mendapatkan Indeks RB ≥ B (JIPRB):Jumlah instansi pemerintah yang mendapatkan Indeks Reformasi Birokrasi (RB) ≥ B adalah jumlah kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah yang memperoleh nilai minimal "B" dalam evaluasi Indeks...InstansiKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPrioritasSTATISTIK-Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD: 000315 - Persentase instansi pemerintah dengan Indeks Reformasi Birokrasi (RB) ? BAparatur Negara
09.06.0017
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Persentase Instansi Pemerintah dengan Skor Sistem Akuntabilias Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Bernilai Minimal B
Jumlah instansi pemerintah yang mendapatkan skor SAKIP ≥ B (JIPS):Jumlah instansi pemerintah yang mendapatkan skor Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ≥ B adalah jumlah kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah yang memperoleh nilai...InstansiKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPrioritasSTATISTIK-Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD: 000314 - Persentase instansi pemerintah dengan skor Sistem Akuntabilias Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ? BAparatur Negara
05.02.0004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase instansi yang berpartisipasi dalam sinergisitas penanggulangan terorisme
Jumlah Instansi yang BerpartisipasiJumlah kementerian/lembaga yang secara aktif terlibat dalam program sinergisitas penanggulangan terorisme, seperti melalui pelaksanaan program deradikalisasi, kontra-radikalisasi, atau pemenuhan...nilaiBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISMEPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKeamanan
05.02.0060
    • DP 2024
  1. -
Jumlah instansi yang berpartisipasi aktif dalam sinergisitas penanggulangan terorismeIndikator ini menunjukkan proporsi instansi pemerintah yang aktif berpartisipasi dalam program sinergisitas penanggulangan terorisme, yaitu kolaborasi antar kementerian/lembaga dalam melaksanakan...persenBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISMEPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANKeamanan
09.03.0017
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase instansi yang terhubung dengan Jaringan Intra Pemerintah Daerah
Jumlah Instansi yang Terhubung dengan JIPJumlah instansi pemerintah daerah yang telah terhubung ke JIPD, baik melalui jaringan yang dibangun sendiri maupun melalui penyedia jasa layanan jaringanunit (jumlah instansi)KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK-Instansi Pemerintah K/L/DTAHUNANInformasi
07.05.0021
    • RPJMN 2025-2029
  1. Layanan KLHS dan instrumen lingkungan hidup yang terintegrasi dalam kebijakan, rencana dan program
Jumlah Instrumen Lingkungan Hidup TerintegrasiJumlah instrumen lingkungan hidup lainnya (seperti Amdal, UKL-UPL, izin lingkungan) yang telah diintegrasikan ke dalam kebijakan, rencana, atau programlayananKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi NasionalTAHUNANLingkungan Hidup
02.08.001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Investasi Strategis Negara Sektor Prioritas yang Mencapai Financial Close
Jumlah Investasi Strategis Negara Sektor Prioritas yang Mencapai Financial CloseJumlah Proyek Strategis Negara yang sudah berbadan hukum dan sudah membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan kategori: a. Nilai Investasi diatas Rp 50 miliar b. Kategori Proyek dengan Risiko Tinggi...proyekKEMENTERIAN INVESTASI DAN HILIRISASI/BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANInvestasi
09.02.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Densitas Dana Pensiun
Jumlah iuran dana pensiun setahunTotal iuran yang dikumpulkan oleh program dana pensiun dari pekerja dan/atau pemberi kerja selama satu tahunrupiahKEMENTERIAN KEUANGANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANKeuangan
02.03.0008
    • Renstra Bapanas 2025-2029
  1. Indeks Keamanan Pangan Segar
Jumlah Izin Edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Produksi Dalam Negeri (PD)Banyaknya produk Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri (PSAT-PD) yang telah mendapatkan nomor izin edar PSAT-PD dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) Provinsi.SertifikatBADAN PANGAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANIndikator SIPD : 000598 - Persentase pangan segar asal tumbuhan yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan panganPertanian
02.03.0009
    • Renstra Bapanas 2025-2029
  1. Indeks Keamanan Pangan Segar
Jumlah Izin Edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Produksi Luar Negeri (PL)Banyaknya produk Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Luar (PSAT-PL) yang telah mendapatkan nomor izin edar PSAT PL dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) PusatSertifikatBADAN PANGAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANIndikator SIPD : 000598 - Persentase pangan segar asal tumbuhan yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan panganPertanian
07.05.0022
    • Draf Renstra BAPETEN
  1. Jumlah usaha/kegiatan/izin pengelolaan SDA dan lingkungan yang diawasi ketaatannya
Jumlah Izin Pemanfaatan Tenaga NuklirJumlah Izin Pemanfaatan Tenaga Nuklir yang diterbitkan oleh BAPETENizinBADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIRPrioritasSTATISTIK-Per PropinsiTAHUNANLingkungan Hidup
04.01.0047
    • RPJMN 2025-2029
  1. Proporsi jenis obat (termasuk vaksin dan produk biologi) yang dapat diproduksi dalam negeri
Jumlah jenis obat (termasuk produk biologi dan vaksin) sesuai kebutuhan yang ditargetkanJumlah kategori atau jenis obat, termasuk produk biologi dan vaksin, yang ditetapkan sebagai target untuk diproduksi dalam negeri sesuai dengan perencanaan strategis atau kebijakan pemerintahJumlahKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesehatan
02.02.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Produk Ekspor Indonesia yang ber-SNI
Jumlah Jenis Produk Ber-SNI yang DieksporJumlah jenis produk yang telah memperoleh sertifikasi SNI secara sukarela dan diekspor ke luar negeri.unit produkBADAN STANDARDISASI NASIONALPrioritasSTATISTIK-Jenis ProdukTAHUNANPerdagangan
04.02.0004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase K/L/D yang Memanfaatkan Data Regsosek melalui SEPAKAT
Jumlah K/L yang memanfaatkan data terintegrasi melalui SEPAKAT (Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu)Jumlah K/L yang secara aktif menggunakan Data Regsosek melalui platform SEPAKAT untuk perencanaan atau pelaksanaan program/kebijakanUnitKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANSosial
09.06.014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah K/L yang menerapkan SKKNI dalam peningkatan kapasitas pendamping pembangunan
Jumlah K/L yang menerapkan SKKNI dalam peningkatan kapasitas pendamping pembangunanJumlah Kementerian/Lembaga (K/L) yang menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam peningkatan kapasitas pendamping pembangunan adalah seberapa banyak K/L yang mengadopsi...kementerian/ lembagaKEMENTERIAN KOORDINATOR PEMBERDAYAAN MASYARAKATPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANAparatur Negara
04.03.006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah K/L/D yang memperoleh Penghargaan Parahita Ekapraya
Jumlah K/L/D yang memperoleh Penghargaan Parahita EkaprayaPenghargaan Parahita Ekapraya (PPE) adalah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian PPPA sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran serta para pimpinan Kementerian/Lembaga/Pemerintah...lembagaKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPemberdayaan Perempuan
10.04.0004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase K/L/D yang mendapatkan Opini pengawasan pelayanan publik kualitas tertinggi
Jumlah K/L/D yang mendapatkan Opini Pengawasan Pelayanan Publik Kualitas TertinggiOpini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik merupakan salah satu upaya pencegahan maladministrasi dengan menilai kondisi penyelenggaraan pelayanan publik secara komprehensif dimana menghasilkan...Instansi PemerintahOMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIAPrioritasSTATISTIK-Klasifikasi Instansi PemerintahTAHUNANDukung Lainnya
05.03.0001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase K/L/D dan Masyarakat yang mendapatkan penguatan HAM
Jumlah K/L/D yang Mendapatkan Penguatan HAM (KLDP)Jumlah Kementerian/Lembaga/Daerah yang telah menerima program penguatan HAM melalui diklat, penyusunan kurikulum berbasis HAM, atau pelatihan instruktur HAM.InstansiKEMENTERIAN HAK ASASI MANUSIAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, provinsi, kab/kotaTAHUNANHak Asasi Manusia
09.04.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase K/L/D yang mengimplementasikan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP)
Jumlah K/L/D yang Mengimplementasikan SPLPJumlah instansi pemerintah pusat dan daerah yang telah mengadopsi dan menerapkan SPLP untuk integrasi layanan digitaljumlah instansiKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaBULANANKomunikasi
04.01.0048
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase kabupaten/kota yang memilki Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat Desa/Kelurahan sesuai standar
Jumlah Kab/Kota yang memiliki 75% Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat Desa/Kelurahan sesuai standarJumlah kabupaten/kota yang memiliki setidaknya 75% unit pelayanan kesehatan di desa/kelurahan yang memenuhi standar sarana prasarana, SDM, dan pelaksanaan fungsi pada periode 2025-2028 yang telah...kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000822 - Persentase kab/kota yang memilki Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat Desa/Kelurahan sesuai standarKesehatan
09.04.0031
    • DP 2024
  1. -
Jumlah Kab/Kota yang mendapatkan pendampingan dalam penyusunan masterplan smart cityJumlah Kab/Kota yang mendapatkan pendampingan dalam penyusunan masterplan smart cityjumlah kab/kotaKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANKomunikasi
03.05.0008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Daerah Tertinggal dan Sangat Tertinggal yang Meningkat Statusnya Menjadi Daerah Berkembang dan/atau Maju
Jumlah kabupaten tertinggal dan sangat tertinggal yang meningkat statusnya menjadi berkembang dan/atau majuJumlah kabupaten yang sebelumnya dikategorikan sebagai tertinggal atau sangat tertinggal dan telah mengalami peningkatan status menjadi berkembang atau maju berdasarkan kriteria tertentujumlah kab/kotaKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal
04.01.028
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan akses sulit yang menerapkan skema/pendekatan khusus dalam pemenuhan pelayanan kesehatan berkualitas
Jumlah kabupaten/kota dengan akses sulit yang menerapkan skema/pendekatan khusus dalam pemenuhan pelayanan kesehatan berkualitasJumlah Kab/Kota (populasi 291 Kab/Kota berdasarkan Kemenkes) yang memiliki wilayah dengan tingkat akses menuju fasyankes yang sulit tergolong sulit akses yaitu daerah perbatasan, kepulauan, terpencil...kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.02-Pembangunan RS lengkap berkualitas di kabupaten/kota dan pengembangan pelayanan kesehatan bergerak dan daerah sulit akses Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan kabupaten/kota); klaster Papua & Papua Barat: Kab. Keerom, Waropen, Supiori, Mamberamo Raya, Sarmi, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Tambrauw, Maybrat, Nduga*, Jayawijaya*, Puncak Jaya, Dogiyai, Puncak, Intan Jaya, Deiyai; Kalimantan: Prov. Kalimantan Timur, Prov. Kalimantan Selatan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Pontianak; Sumatera: Kota Pekanbaru, Kab. Nias Selatan, Kota Medan, Kab. Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kota Solok, Kota Banda Aceh, Kab. Aceh Selatan, Prov. Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Kota Bengkulu); Jawa–Bali–DIY: Prov. Jawa Timur, Prov. Bali, Prov. D.I. Yogyakarta, Kab. Sukabumi, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Cirebon; Sulawesi & Maluku–NTT: Kab. Kepulauan Selayar, Kab. Pangkajene Kepulauan, Prov. Sulawesi Tenggara (Kab. Buton Selatan, Wakatobi, Konawe), Kab. Gorontalo, Kab. Buru, Kab. Buru Selatan, Kab. Kepulauan Aru, Kab. Kep. Tanimbar, Kab. Maluku Barat Daya, Kota Tual, Kab. Sumba Barat Daya, Kab. Manggarai Timur, Kab. Sabu Raijua. Deskripsi: Program Pembangunan Rumah Sakit menargetkan pemerataan “RS Lengkap Berkualitas” di seluruh daerah dengan pemenuhan akreditasi paripurna, standar sarana–prasarana–alkes, serta ketersediaan tenaga spesialis (dasar, penunjang, dan pengembangan layanan unggulan). Intervensi mencakup peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, upgrade RS tipe D ke tipe C di lokasi prioritas, pengembangan layanan kesehatan bergerak untuk wilayah sulit akses, serta pemberdayaan masyarakat–swasta dan perbaikan kualitas pendanaan kesehatan. Tujuannya memastikan akses layanan yang merata, inklusif, dan bermutu bagi seluruh penduduk.Kesehatan
04.01.0049
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota yang mencapai target pra-eliminasi kanker leher rahim
Jumlah kabupaten/kota dengan cakupan imunisasi HPV 90%Jumlah kab/kota dengan persentase anak perempuan usia 11-12 tahun yang menerima vaksinasi HPV lengkap di wilayah tersebut.​kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatan
04.01.0050
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase kabupaten/kota dengan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis >80%
Jumlah Kabupaten/Kota dengan capaian pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis pada cakupan >80% targetJumlah kabupaten atau kota yang berhasil melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada lebih dari 80% populasi target di wilayahnya.​kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.04-Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis Lokasi Prioritas: Cakupan nasional di seluruh provinsi, dengan penekanan pada: Provinsi Jawa Tengah; Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Tarakan); Kalimantan Timur; Sulawesi Selatan; Jawa Timur; Kalimantan Barat; Sumatera Utara; dan Bali. Deskripsi: Program berfokus pada pemeriksaan kesehatan gratis berbasis siklus hidup bagi bayi, balita, remaja, dewasa, dan lansia untuk memperluas deteksi dini serta pencegahan penyakit, meningkatkan kesadaran hidup sehat, dan mengurangi beban anggaran akibat penyakit. Pendekatan ini memperluas akses layanan, memperkuat upaya promotif–preventif, dan diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menekan biaya kesehatan jangka panjang.Kesehatan
09.06.015
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Setidaknya berkategori Tuntas Madya
Jumlah kabupaten/kota dengan Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Setidaknya berkategori Tuntas MadyaPemenuhan Indikator Daerah dengan Mutu Layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Daerah berkategori Tuntas Madya, dipenuhi melalui: 1. sudah melakukan pengisian form 4 tahapan penerapan SPM sesuai...TotalKEMENTERIAN DALAM NEGERIPrioritasSTATISTIK-Kabupaten/KotaTAHUNANDalam Negeri
04.01.029
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan jenis dokter spesialis pada Rumah Sakit sesuai standar
Jumlah kabupaten/kota dengan jenis dokter spesialis pada Rumah Sakit sesuai standarTotal kabupaten/kota dengan seluruh RS milik Pemerintah pada wilayah tersebut memenuhi jenis dokter spesialis sesuai standar berdasarkan kategori pelayanan (non lokus, dan lokus pelayanan unggulan...kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.03-Produksi dan pendayagunaan SDM kesehatan Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penekanan pada Wilayah Papua; serta provinsi/daerah spesifik: Maluku Utara, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan. Deskripsi: Capaian pemenuhan SDM kesehatan pada RPJMN 2020–2024 belum memenuhi target: Puskesmas dengan 9 jenis tenaga kesehatan baru 60,16% (target 83%) dan RSUD kab/kota dengan 4 spesialis dasar + 3 spesialis lainnya 72,9% (target 90%). Ketimpangan distribusi tenaga antarwilayah masih tinggi, sehingga prioritas diarahkan pada peningkatan jumlah, kualitas, dan pemerataan penempatan SDM kesehatan sesuai kebutuhan fasilitas layanan (terutama Papua), agar ketersediaan SDM berkualitas di Puskesmas dan RSUD mendukung pemerataan dan efektivitas pembangunan kesehatan.Kesehatan
07.05.028
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan Kepala Keluarga yang melakukan pengelolaan sampah secara terstandar (pilar 4 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat/STBM)
Jumlah kabupaten/kota dengan Kepala Keluarga yang melakukan pengelolaan sampah secara terstandar (pilar 4 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat/STBM)STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku hidup sehat di masyarakat melalui partisipasi aktif warga dalam menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan. STBM...kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANProgram: 02.18-Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir. Kegiatan: 02.18.01-Perubahan Perilaku dan Penguatan Tata Kelola Persampahan Lokasi Prioritas: Nasional (tersebar) dengan penajaman pada: kab/kota berstatus TPA darurat; 10 wilayah metropolitan prioritas (mis. Kota Semarang; WM Surabaya); kab/kota pelapor SIPSN; kab/kota amanat Perpres 35/2018; serta lokasi dengan ekosistem pengolahan sampah/DAS prioritas. Contoh sebutan: Prov. Sulawesi Utara; Prov. Maluku; Prov. Jawa Barat; Kab. Nunukan & Kota Tarakan. Deskripsi: Produksi sampah diproyeksikan 82,2 juta ton/tahun (2045) dan kapasitas TPA nasional berpotensi penuh pada 2028. Tantangan utama: 93,2% rumah tangga belum memilah sampah; 63,7% timbulan berakhir di TPA; 47% TPA masih open dumping; tata kelola lemah (DLH di 399 kab/kota merangkap regulator–operator, BLUD persampahan sangat terbatas, alokasi APBD ~0,5–0,8%, retribusi terkumpul 40–45%, RI-SPAL hanya sedikit daerah). Reformasi persampahan menjadi “game changer” RPJPN 2025–2045 untuk menurunkan intensitas emisi GRK menuju NZE 2060 dan meningkatkan Indeks Ekonomi Hijau, dengan sasaran peningkatan IKPS Nasional melalui pemilahan di hulu, penguatan sistem informasi & regulasi, modernisasi infrastruktur layanan, serta perbaikan kelembagaan & pembiayaan.Lingkungan Hidup
04.01.0051
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase kabupaten/kota dengan pemenuhan obat dan vaksin tepat waktu dan tepat jumlah
Jumlah Kabupaten/Kota dengan ketersediaan 90% dari 40 jenis obat esensial dan 7 jenis vaksin IRLJumlah kabupaten/kota yang memiliki ketersediaan minimal 90% dari 40 jenis obat esensial dan 7 jenis vaksin IRL sesuai standar yang ditetapkan.​kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesehatan
04.01.030
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan kualitas air minum yang memenuhi syarat
Jumlah kabupaten/kota dengan kualitas air minum yang memenuhi syaratJumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan pengawasan air minum baik secara internal maupun eksternal yang dilakukan secara rutin. Kabupaten/kota dengan kualitas air minum memenuhi syarat (E-Coli dan 4...kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANProgram: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.05-Pengembangan SPAM Terintegrasi Hulu ke Hilir Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi/Kab/Kota: Papua Barat*; D.I. Yogyakarta (indikatif); Jawa Timur; Sumatera Barat; Riau (Kab. Bengkalis, Kab. Kepulauan Meranti); Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Kota Pontianak); Kalimantan Selatan; Sulawesi Tengah; Kota Makassar; Aceh (Kab. Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Besar, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Jaya). Deskripsi: Isu strategis ketahanan air mengemuka karena adanya 12,7 juta ha lahan kritis, potensi penurunan PDB hingga 7,3% pada 2045 bila ancaman air tidak tertangani, serta dampak perubahan iklim: hari hujan menurun namun intensitas makin ekstrem sehingga risiko banjir dan kekeringan meningkat. Ribuan mata air hilang dalam 10 tahun terakhir dan sekitar 40% mengalami penurunan debit (contoh: Umbulan turun dari 6.000 menjadi 2.800 L/detik). Respons yang dibutuhkan meliputi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) vegetatif, pembangunan bangunan konservasi tanah dan air, serta peningkatan tutupan hutan di DAS untuk menjamin kuantitas dan kualitas air secara berkelanjutan.Kesehatan
04.01.031
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan kualitas udara dalam ruang yang memenuhi syarat
Jumlah kabupaten/kota dengan kualitas udara dalam ruang yang memenuhi syaratKab/kota dengan kualitas udara dalam ruang memenuhi syarat di 70% tempat fasilitas umum dan 30% pemukiman yang memenuhi syaratkab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesehatan
04.01.0052
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase kabupaten/kota dengan Puskesmas PONED sesuai standar
Jumlah Kabupaten/Kota dengan Minimal 20% Puskesmas PONED yang Mampu Menjalankan Minimal 10 Sinyal FungsiJumlah kabupaten/kota yang memiliki setidaknya 20% Puskesmas dengan layanan PONED dan mampu menjalankan minimal 10 dari 13 sinyal fungsi sesuai standar.kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNAN"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi."Kesehatan
04.01.0053
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase kabupaten/kotadengan minimal 75% Posyandu siklus hidup yang aktif
Jumlah kabupaten/kota dengan minimal 75% Posyandu siklus hidup yang aktif (JKK_75%Aktif):Jumlah kabupaten atau kota yang memiliki setidaknya 75% Posyandu siklus hidup berstatus aktif di wilayahnya.UnitKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.01-Investasi pelayanan kesehatan primer Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota); fokus provinsi/daerah: Maluku Utara; Kalimantan Timur; Papua Tengah*; Nusa Tenggara Timur; Provinsi Jawa Timur (Puskesmas di 38 kab/kota hingga desa/kelurahan); Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta Kab. Indragiri Hilir. Deskripsi: Kualitas pelayanan kesehatan primer masih rendah: baru 28% Puskesmas terakreditasi paripurna, 18,5% memenuhi standar sarana–prasarana–alkes, hanya 1,17% kab/kota memiliki unit layanan desa/kelurahan sesuai standar, dan sekitar 18% kab/kota memiliki cakupan Posyandu aktif berbasis siklus hidup ≥75%. Peran kader kesehatan belum optimal, sementara Puskesmas dan jaringannya adalah garda terdepan surveilans, deteksi dini, dan pencegahan. Program memprioritaskan penguatan Puskesmas hingga tingkat desa melalui peningkatan akreditasi dan sarpras, penguatan kader dan partisipasi masyarakat, serta tata kelola layanan primer yang lebih responsif dan inklusif.Kesehatan
09.07.0001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota yang mencapai target pra-eliminasi kanker leher rahim
Jumlah kabupaten/kota dengan pengobatan lesi pra kanker 90%Jumlah kab/kota dengan persentase perempuan dengan lesi pra-kanker yang menerima pengobatan sesuai standar di wilayah tersebut.​kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesekretariatan Negara
04.03.007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan peringkat dalam Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)
Jumlah kabupaten/kota dengan peringkat dalam Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)Jumlah kabupaten/kota dengan peringkat dalam Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) adalah Jumlah kabupaten/kota yang mampu memenuhi berbagai indikator Layak Anak dan mendapatkan peringkat dalam...kab/kotaKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPemberdayaan Perempuan
04.01.032
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan persentase pangan olahan siap saji memenuhi syarat (POSS)
Jumlah kabupaten/kota dengan persentase pangan olahan siap saji memenuhi syarat (POSS)Kab/kota dengan 70% hasil pemeriksaan POSS pada TPP siap saji rumah tangga yang ditetapkan, memenuhi syarat (higiene dan kimia terbatas)kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatan
06.05.002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) yang Terbentuk
Jumlah kabupaten/kota dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) yang TerbentukJumlah kabupaten/kota dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) yang Terbentuk adalah jumlah kabupaten atau kota yang telah membentuk PPLP sebagai upaya pembinaan dan pengembangan...kab/kotaKEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNAN"Program: 04.09-Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Kegiatan: 04.09.03-Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Olahraga Lokasi Prioritas: Provinsi Jawa Tengah; Provinsi Jawa Timur (SPOBNas); Provinsi Kalimantan Selatan; Kota Batam; Kota Padang; serta cakupan nasional di seluruh provinsi. Deskripsi: Capaian Indonesia di Olimpiade dan Paralimpiade masih fluktuatif dan cenderung menurun, sehingga diperlukan manajemen dan sistem pembinaan talenta olahraga yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Melalui kebijakan terobosan MTN di bidang olahraga, program ini menargetkan pembinaan olahragawan muda secara lebih terstruktur agar siap bersaing di level global, dengan orientasi pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045."Olahraga
04.01.033
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D yang ditingkatkan menjadi tipe C
Jumlah kabupaten/kota dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D yang ditingkatkan menjadi tipe CKab/Kota yang hanya memiliki 1 RS dan masih tipe D (tipe D atau D Pratama) untuk ditingkatkan RS tersebut menjadi tipe C sesuai standar yang berlaku dalam regulasi yang diterbitkan oleh Kementerian...kabupaten/ kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.02-Pembangunan RS lengkap berkualitas di kabupaten/kota dan pengembangan pelayanan kesehatan bergerak dan daerah sulit akses Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan kabupaten/kota); klaster Papua & Papua Barat: Kab. Keerom, Waropen, Supiori, Mamberamo Raya, Sarmi, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Tambrauw, Maybrat, Nduga*, Jayawijaya*, Puncak Jaya, Dogiyai, Puncak, Intan Jaya, Deiyai; Kalimantan: Prov. Kalimantan Timur, Prov. Kalimantan Selatan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Pontianak; Sumatera: Kota Pekanbaru, Kab. Nias Selatan, Kota Medan, Kab. Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kota Solok, Kota Banda Aceh, Kab. Aceh Selatan, Prov. Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Kota Bengkulu); Jawa–Bali–DIY: Prov. Jawa Timur, Prov. Bali, Prov. D.I. Yogyakarta, Kab. Sukabumi, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Cirebon; Sulawesi & Maluku–NTT: Kab. Kepulauan Selayar, Kab. Pangkajene Kepulauan, Prov. Sulawesi Tenggara (Kab. Buton Selatan, Wakatobi, Konawe), Kab. Gorontalo, Kab. Buru, Kab. Buru Selatan, Kab. Kepulauan Aru, Kab. Kep. Tanimbar, Kab. Maluku Barat Daya, Kota Tual, Kab. Sumba Barat Daya, Kab. Manggarai Timur, Kab. Sabu Raijua. Deskripsi: Program Pembangunan Rumah Sakit menargetkan pemerataan “RS Lengkap Berkualitas” di seluruh daerah dengan pemenuhan akreditasi paripurna, standar sarana–prasarana–alkes, serta ketersediaan tenaga spesialis (dasar, penunjang, dan pengembangan layanan unggulan). Intervensi mencakup peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, upgrade RS tipe D ke tipe C di lokasi prioritas, pengembangan layanan kesehatan bergerak untuk wilayah sulit akses, serta pemberdayaan masyarakat–swasta dan perbaikan kualitas pendanaan kesehatan. Tujuannya memastikan akses layanan yang merata, inklusif, dan bermutu bagi seluruh penduduk.Kesehatan
04.01.034
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan SDM Kesehatan Puskesmas sesuai standar
Jumlah kabupaten/kota dengan SDM Kesehatan Puskesmas sesuai standarTotal kabupaten/kota dengan minimal 90% Puskesmas memenuhi jenis dan jumlah SDM Kesehatan sesuai standar kriteria. Kriteria Puskesmas dengan SDMK memenuhi standar : 1. Puskesmas Non-Rawat Inap:...kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.03-Produksi dan pendayagunaan SDM kesehatan Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penekanan pada Wilayah Papua; serta provinsi/daerah spesifik: Maluku Utara, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan. Deskripsi: Capaian pemenuhan SDM kesehatan pada RPJMN 2020–2024 belum memenuhi target: Puskesmas dengan 9 jenis tenaga kesehatan baru 60,16% (target 83%) dan RSUD kab/kota dengan 4 spesialis dasar + 3 spesialis lainnya 72,9% (target 90%). Ketimpangan distribusi tenaga antarwilayah masih tinggi, sehingga prioritas diarahkan pada peningkatan jumlah, kualitas, dan pemerataan penempatan SDM kesehatan sesuai kebutuhan fasilitas layanan (terutama Papua), agar ketersediaan SDM berkualitas di Puskesmas dan RSUD mendukung pemerataan dan efektivitas pembangunan kesehatan.Kesehatan
04.01.0054
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota yang mencapai target pra-eliminasi kanker leher rahim
Jumlah kabupaten/kota dengan skrining HPV dengan kenaikan 15% dibandingkan tahun sebelumnyaJumlah kab/kota dengan persentase peningkatan jumlah perempuan yang menjalani tes skrining HPV dibandingkan dengan tahun sebelumnya di wilayah tersebut.​kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesehatan
04.01.035
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota dengan tempat pengelolaan pangan siap saji memenuhi syarat
Jumlah kabupaten/kota dengan tempat pengelolaan pangan siap saji memenuhi syaratKab/kota dengan 70% Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) siap saji memenuhi syarat pengelolaan pangan meliputi hasil inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) minimal 80, peningkatan kapasitas penjamah...kab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesehatan
04.01.038
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota memenuhi syarat kualitas kesehatan lingkungan
Jumlah kabupaten/kota memenuhi syarat kualitas kesehatan lingkunganJumlah Kab/kota dengan kualitas air minum, kualitas udara dalam ruang, kualitas pangan yang memenuhi syarat serta merupakan kab/kota sehatkab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesehatan
04.01.039
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kabupaten/kota Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Jumlah kabupaten/kota Sanitasi Total Berbasis MasyarakatJumlah Kab/Kota yang telah terverifikasi 100% KK Stop Buang Air Besar Sembarangan di tempat terbuka dan minimal 75% KK berperilaku minimal 3 pilar STBM lainnyakab/kotaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatan
Showing 601-650 of 3,346 items.
IDId DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis PengajuanJenis DataIndikator VariabelStandar DataMitra Sektor BappenasInstansi Produsen DataUnit Kerja Produsen DataDefinisiSatuanKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranTag RadStatus Persetujuan
    
16273209.06.0116
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Data jumlah JFT Perancang Peraturan Perundang-undangan setiap daerah/instansiPrioritasSTATISTIKVariabelBADAN KEPEGAWAIAN NEGARADirektorat Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi ASNJumlah JFT Perancang Peraturan Perundang-Undangan yang ada di setiap daerah Jumlah-Nasional, ProvinsiTAHUNANAparatur NegaraTERSEDIA
162733
    • Perpres 25/2021
  1. -
Data Jumlah Kebijakan terkait Pemenuhan Hak AnakNon PrioritasSTATISTIKIndikatorDirektorat Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan AnakKEMENTERIAN DALAM NEGERIDirektorat Jenderal Bina Pembangunan DaerahPeraturan Daerah atau Kebijakan lainnya terkait Pemenuhan Hak AnakDokumen-Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPemberdayaan PerempuanTERSEDIA
162734
    • Perpres 25/2021
  1. -
Data Jumlah Perda KLA yang Telah Disusun di DaerahNon PrioritasSTATISTIKIndikatorDirektorat Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan AnakKEMENTERIAN DALAM NEGERIDirektorat Jenderal Bina Pembangunan DaerahPeraturan daerah terkait mekanisme penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak yang diinisiasi oleh pemerintah Kabupaten/KotaDokumen-Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKebijakan PemerintahTERSEDIA
16273504.01.0003
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Data Kab/Kota yang tidak memiliki Fasilitas Kesehatan sesuai standarPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN KESEHATANPusat Data dan Teknologi Informasidata yang mencatat wilayah administratif tingkat provinsi, kabupaten, atau kota yang belum memiliki minimal satu rumah sakit tipe C dan/atau Puskesmas primer lengkap sesuai standar Kemenkes, seperti...Jumlah-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/KotaTAHUNANKesehatanTERSEDIA
16273604.03.0061
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Data Kasus Kekerasan atau Kejahatan Siber terhadap AnakPrioritasSTATISTIKVariabelDirektorat Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan AnakKEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIADITTIPIDSIBER BARESKRIM / PUSIKNAS BARESKRIMData Kasus Kekerasan atau Kejahatan Siber terhadap Anak adalah kumpulan informasi yang mencerminkan bentuk, karakteristik, dan rincian kasus kekerasan atau tindak pidana yang dialami anak di...Orang-JUMLAH UNGKAP KASUS PERPOLDA, JUMLAH TSK, JUMUR TSK, JENIS KELAMIN,UMUR GOL 13-30 THN, UMUR GOL 31-60 THN DAN JENIS KELAMINTAHUNANPemberdayaan PerempuanTERSEDIA
16273705.01.0217
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Data Kasus Korupsi pada Pengadaan Barang/Jasa di Desa, BLU, BLUD, BUMN, BUMD, BHPPrioritasSTATISTIKVariabelKOMISI PEMBERANTASAN KORUPSIInformasi sebaran data kasus korupsi yang terjadi khususnya pengadaan barang/jasa di Desa, BLU, BLUD, BUMN, BUMD, BHP yang dilihat dari jumlah kasus, jumlah tersangka, kerugian, modus pelanggarankasus-NasionalTAHUNANHukumTERSEDIA
16273803.07.0003
    • Permenkominfo 6/2024
  1. -
Data Kepadatan Penduduk Tingkat Kota/Kab, Kecamatan per TahunPrioritasGEOSPASIALVariabelBADAN PUSAT STATISTIKDIREKTORAT STATISTIK KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAANBanyaknya penduduk per satuan luas wilayah tertentujiwa/kilometer persegi-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKependudukanTERSEDIA
162739
    • Renstra Kemkomdigi 2025-2029
  1. -
Data Kepuasan Pegawai terhadap Kinerja Biro KepegawaianNon PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALBiro Sumber Daya Manusia dan OrganisasiData Kepuasan Pegawai bisa diukur atau dilihat dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat yang sudah dilaksanakan pada tahun 2024. Survei ini mencakup lima jenis layanan utama: 1. Layanan kenaikan...Nilai-TAHUNANAparatur NegaraTERSEDIA
16274002.09.0001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Berkoperasi
Data Koperasi aktif di Indonesia menurut Kabupaten /KotaPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN KOPERASIAsdep Pengelolaan DataJumlah Koperasi aktif di Indonesia yang telah berbadan hukum berdasarkan tingkat Kabupaten KotaUnit-Wilayah : Desa, Kecamatan; Kab/Kota; ProvinsiTAHUNANKoperasiTERSEDIA
16274102.09.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Data Koperasi Merah PutihPrioritasGEOSPASIALVariabelKEMENTERIAN KOPERASIAsdep Pengelolaan DataData lokasi koperasi yang tergabung dalam "Koperasi Merah Putih", termasuk titik koordinat geografis tempat koperasi beroperasiUnit-Wilayah : Desa, Kecamatan; Kab/Kota; ProvinsiTAHUNANKoperasiTERSEDIA
Showing 121-130 of 4,145 items.