(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| # | ID DDP | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Data | Instansi Produsen Data | Definisi | Satuan | Catatan kebutuhan dukungan Data Daerah | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 551 | 04.01.048 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang mencapai target pra-eliminasi kanker leher rahim | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Kab/kota yang mencapai target pra-eliminasi kanker leher rahim: • cakupan imunisasi HPV 90% • skrining HPV dengan kenaikan 15% dibandingkan tahun sebelumnya pengobatan lesi pra kanker 90%. | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 552 | 04.01.049 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang mendeklarasikan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kabupaten/kota yang mendeklarasikan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan jumlah kabupaten atau kota yang secara resmi telah mengadopsi dan mendeklarasikan pelaksanaan lim... | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 553 | 04.01.050 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Terlaksananya kab/kota yang memiliki kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) yaitu memiliki juknis dan satgas, melakukan monitoring melalui dashboard Kemkes | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 554 | 06.01.0053 |
|
| Jumlah Kabupaten/Kota yang Menerapkan PAUD-HI (𝑎) | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Jumlah kabupaten/kota yang telah mengimplementasikan program PAUD-HI sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dalam RAN PAUD-HI. | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 555 | 03.01.015 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan Tarif/Retribusi Layanan Air Limbah Domestik | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Kabupaten/Kota yang besaran tarif/retribusi untuk jasa pelayanan air limbah domestik yang telah ditetapkan melalui peraturan | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 556 | 07.05.029 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang mengalami peningkatan skor Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH) sektor air | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Jumlah kabupaten atau kota yang menunjukkan peningkatan skor pada Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH) sektor air. IRLH sektor air menilai respons dan kinerja pemerintah daerah dalam upaya pengendali... | kab/kota | Program: 02.17-Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang. Kegiatan: 02.17.01-Peningkatan pengelolaan kualitas air sungai dan danau Lokasi Prioritas: DAS Serayu; DAS Bengawan Solo; Provinsi Banten (DAS Cisadane); Provinsi Jawa Timur; Kabupaten Asahan; klaster Sulawesi Tengah (Kab. Morowali, Morowali Utara, Poso, Sigi, Banggai, Parigi Moutong); Seluruh Provinsi (untuk RO non-infrastruktur pengendalian pencemaran air dan penguatan pengelolaan kualitas air sungai/danau); Nasional (lintas provinsi karena mencakup 15 DAS prioritas). Deskripsi: Dari 15 DAS prioritas lintas kab/kota dan provinsi, terdapat 1.673 titik pantau kualitas air: 13 tercemar berat, 90 tercemar sedang, dan 1.203 tercemar ringan. Sebanyak 12 dari 15 DAS telah melampaui alokasi beban pencemar dan membutuhkan penurunan beban antara 875,46 kg/hari hingga 303.552 kg/hari. Intervensi difokuskan pada pengurangan beban pencemar dari sumber domestik, industri, peternakan, dan pertanian; peningkatan ketersediaan data kualitas air sungai/danau; perbaikan kualitas air permukaan; penguatan sarana–prasarana pengujian; serta pengendalian pencemaran air di sektor industri untuk memulihkan mutu air pada DAS prioritas. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 557 | 07.05.030 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang mengalami peningkatan skor Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH) sektor lahan | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Pemantauan hutan dan deforestasi dilakukan pada seluruh daratan Indonesia baik di dalam kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 558 | 07.05.031 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang mengalami peningkatan skor Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH) sektor udara | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Jumlah kab/kota yang melaksanakan program pengendalian pencemaran udara | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 559 | 03.01.016 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang mengimplementasikan pemenuhan standar keandalan bangunan | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menerbitkan bukti keandalan sebuah bangunan melalui penerbitan PBG dan SLF. Berdasarkan PP Nomor 16 Tahun 2021, PBG adalah perizinan yang diberikan kepada p... | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 560 | 04.01.0056 |
|
| Jumlah Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan pengawasan dan pemberdayaan keamanan pangan sesuai dengan ketentuan | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan pengawasan dan pemberdayaan keamanan pangan sesuai dengan ketentuan dengan Kriteria sbb: 1. Melaksanakan pengawasan pre dan post market pangan 2. Melakukan pemberd... | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 561 | 04.01.051 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang merespon sinyal SKDR <24 jam minimal 80% | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah Kabupaten/kota yang melaksanakan respon verifikasi terhadap sinyal yang muncul di SKDR dalam waktu < 24 jam minimal 80%. | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 562 | 04.03.008 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang sudah melibatkan anak dalam proses perencanaan pembangunan | STATISTIK | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | Jumlah kabupaten/kota yang sudah melibatkan anak dalam proses perencanaan pembanguna adalah jumlah kab/kota yang telah melibatkan Forum Anak/Kelompok Anak untuk berperan sebagai Pelopor dan Pelapor (2... | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 563 | 07.05.0024 |
|
| Jumlah Kadar Karbon dalam lapisan gambut | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Jumlah karbon yang tersimpan dalam lapisan gambut, penting untuk penyerapan emisi gas rumah kaca | ton karbon per hektar (tc/ha) | Program: 02.17-Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang. Kegiatan: 02.17.05-Peningkatan Kualitas Ekosistem Gambut Lokasi Prioritas: Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Provinsi Kalimantan Selatan. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air, kualitas udara, kualitas air laut, dan kualitas lahan. Selain itu, program ini juga berfokus pada peningkatan ketaatan terhadap hukum lingkungan hidup dan kehutanan guna memelihara kelangsungan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 564 | 01.01.0006 |
|
| Jumlah Kader Bela Negara yang Terbentuk | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Jumlah Warga Negara Indonesia yang telah mengikuti program PKBN dan dinyatakan sebagai Kader Bela Negara. Reff: https://www.kemhan.go.id/pothan/2018/07/25/pembentukan-kader-bela-negara-bagi-suku-bang... | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 565 | 06.01.0054 |
|
| Jumlah kader pengawas pemilu yang mengikuti pendidikan pemilu partisipatif yang dilaksanakan Bawaslu RI | STATISTIK | BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM | Jumlah individu yang mengikuti program SKPP yang diadakan oleh Bawaslu di tingkat nasional. | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 566 | 09.01.011 |
|
| Jumlah kader pengawas yang diberikan pendidikan dan pelatihan pengawasan pemilu partisipatif | STATISTIK | BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM | Kader pengawas pemilu yang mengikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang dilaksanakan oleh Bawaslu RI, Bawaslu Prov, dan Bawaslu Kab/Kota | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 567 | 03.03.0011 |
|
| Jumlah Kapal yang Datang dan Pergi di Pelabuhan | STATISTIK | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Total kapal yang dihitung dalam periode tertentu. | Unit | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 568 | 05.02.0005 |
|
| Jumlah Kapasitas Patroli Keamanan Laut | STATISTIK | BADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIA | Unit/kapasitas patroli K/L untuk keamanan laut | kegiatan | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 569 | 05.02.0006 |
|
| Jumlah Kapasitas Pemantauan keamanan laut | STATISTIK | BADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIA | Jumlah unit/kapsitas stasiun sistem pemantauan | Jumlah Radar | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 570 | 03.03.0012 |
|
| Jumlah Kapasitas Penumpang per Sarana Angkutan Umum Massal Perkotaan Berbasis Rel | STATISTIK | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Jumlah maksimum penumpang yang dapat diangkut oleh satu unit sarana angkutan umum berbasis rel dalam satu perjalanan. | penumpang per sarana | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 571 | 02.01.0007 |
|
| Jumlah Kapasitas Potensial Produksi Produk Olahan Rumput Laut | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Jumlah maksimum produksi yang dapat dicapai oleh industri pengolahan rumput laut jika beroperasi pada kapasitas penuh dalam kondisi normal. | ton | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.07-Pengembangan Hilirisasi Rumput Laut Lokasi Prioritas: Jawa Tengah; Sulawesi Utara; Kabupaten Nunukan; Papua Barat Daya; Kab. Takalar; Kab. Pangkajene Kepulauan; Sulawesi Tengah; Jawa Timur; Sulawesi Tenggara (Kab. Konawe Selatan); Nusa Tenggara Timur; Kabupaten Gorontalo Utara. Deskripsi: Program menargetkan penguatan rantai nilai rumput laut untuk membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di pesisir melalui hilirisasi dan industrialisasi (karagenan, biostimulant, pakan ternak, tepung/agar-agar, nutraceutical), penguatan kelembagaan dan pembiayaan, serta peningkatan kualitas bahan baku dan budidaya ramah lingkungan. Latar belakangnya: produksi rumput laut kering turun (11 juta ton pada 2016 menjadi 9,05 juta ton pada 2021; CAGR -3,7%), sementara ekspor naik hingga USD 388,12 juta (2022; CAGR 20,01%). Dengan potensi hilirisasi ~USD 11,8 miliar dan kekuatan pada jenis Eucheuma serta Gracilaria, program diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing industri, penciptaan kerja di wilayah pesisir, dan dukungan pada blue carbon trade. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 572 | 03.01.017 |
|
| Jumlah kapasitas prasarana air baku yang dikelola | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Debit air yang dapat diolah dan atau dimanfaatkan untuk keperluan domestik, perkotaan, industri, dan lain-lain yang bersumber dari mata air, air tanah, air permukaan, air hujan, atau sumber air lainny... | meter kubik per detik | Indikator SIPD: 000069 - Kapasitas Air Baku | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 573 | 03.01.0007 |
|
| Jumlah Kapasitas Produksi Instalasi Pengolahan Air Bersih | STATISTIK | BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM (BP BATAM) | Kapasitas sistem penyediaan air minum yang terbangun melalui kegiatan Pembangunan SPAM Jaringan perpipaan serta bukan jaringan perpipaan di Batam | liter per detik | Program: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.05-Pengembangan SPAM Terintegrasi Hulu ke Hilir Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi/Kab/Kota: Papua Barat*; D.I. Yogyakarta (indikatif); Jawa Timur; Sumatera Barat; Riau (Kab. Bengkalis, Kab. Kepulauan Meranti); Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Kota Pontianak); Kalimantan Selatan; Sulawesi Tengah; Kota Makassar; Aceh (Kab. Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Besar, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Jaya). Deskripsi: Isu strategis ketahanan air mengemuka karena adanya 12,7 juta ha lahan kritis, potensi penurunan PDB hingga 7,3% pada 2045 bila ancaman air tidak tertangani, serta dampak perubahan iklim: hari hujan menurun namun intensitas makin ekstrem sehingga risiko banjir dan kekeringan meningkat. Ribuan mata air hilang dalam 10 tahun terakhir dan sekitar 40% mengalami penurunan debit (contoh: Umbulan turun dari 6.000 menjadi 2.800 L/detik). Respons yang dibutuhkan meliputi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) vegetatif, pembangunan bangunan konservasi tanah dan air, serta peningkatan tutupan hutan di DAS untuk menjamin kuantitas dan kualitas air secara berkelanjutan. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 574 | 02.01.0008 |
|
| Jumlah Kapasitas Produksi Potensial Industri Pengolahan Hasil Laut | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Jumlah maksimum produksi yang dapat dicapai oleh industri pengolahan hasil laut jika beroperasi pada kapasitas penuh dalam kondisi normal. | ton | "Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), namun tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 575 | 02.01.0009 |
|
| Jumlah Kapasitas Produksi Potensial Kelapa dan Turunannya | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Jumlah maksimum produksi yang dapat dicapai oleh industri pengolahan kelapa jika beroperasi pada kapasitas penuh dalam kondisi normal. | ton | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.06-Pengembangan Hilirisasi Kelapa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; 30 Provinsi; Provinsi Sulawesi Utara; Sulawesi Tengah; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Riau (Kab. Indragiri Hilir); Provinsi Aceh (Kab. Simeulue, Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Besar, Kab. Pidie, Kab. Bireuen, Kab. Aceh Utara); klaster kabupaten di Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kab. Kaur, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Tengah); Kabupaten Kebumen; klaster kabupaten di Maluku Utara (Kab. Halmahera Barat, Kab. Halmahera Utara, Kab. Halmahera Selatan, Kab. Kepulauan Sula); klaster kabupaten di Kalimantan Timur (Kab. Kutai Kartanegara, Kab. Kutai Barat); Kab. Bintan; klaster kabupaten/kota di Sumatera Barat (Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kota Pariaman); Kab. Tabanan; klaster kabupaten di Sulawesi Barat (Kab. Majene, Kab. Mamuju, Kab. Polewali Mandar, Kab. Mamasa); dan Kab. Tasikmalaya. Deskripsi: Rangkuman program ini bertujuan untuk melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis kelapa, serta mendukung pengembangan kawasan perkebunan. Fokus utamanya adalah untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan utilisasi industri kelapa. Keseluruhan upaya ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri kelapa secara nasional. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 576 | 02.01.0010 |
|
| Jumlah Kapasitas Produksi Potensial Logam Dasar Besi dan Baja | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Jumlah maksimum produksi yang dapat dicapai oleh industri logam dasar jika beroperasi pada kapasitas penuh dalam kondisi normal. | ton | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 577 | 05.02.016 |
|
| Jumlah Kapasitas Pusat Pendidikan Polwan | STATISTIK | KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA | Total kapasitas yang dimiliki oleh pusat pendidikan khusus untuk Polisi Wanita (Polwan), yaitu jumlah maksimal peserta didik yang dapat ditampung dan dididik dalam satu periode pendidikan di Sekolah P... | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 578 | 05.02.017 |
|
| Jumlah Kasus Kejahatan Pembunuhan | STATISTIK | KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA | Konsep:Kasus kejahatan pembunuhan adalah kasus-kasus yang terjadi akibat kejahatan tindakan pembunuhan, yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUH... | kasus | Indikator SIPD: 000298 - Jumlah kasus kejahatan pembunuhan pada satu tahun terakhir | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 579 | 04.01.0057 |
|
| Jumlah Kasus Kusta Baru Tanpa Disabilitas (Disabilitas Tingkat 0) | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah individu yang didiagnosis kusta dalam periode tertentu dan tidak mengalami disabilitas akibat penyakit tersebut (disabilitas tingkat 0). | Orang | Program: 04.13-Pengendalian Penyakit dan Pembudayaan Hidup Sehat. Kegiatan: 04.13.02-Eliminasi Penyakit Kusta & Schistosomiasis Lokasi Prioritas: Provinsi Sulawesi Utara; Lokus kusta: Provinsi Papua Tengah, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Jawa Barat. Deskripsi: Arah kebijakan menargetkan percepatan eliminasi penyakit tropis terabaikan (NTDs)—terutama kusta dan schistosomiasis—sebagai prasyarat menuju status negara maju. Indonesia masih berada di peringkat ke-3 dunia untuk kasus kusta baru, sementara prevalensi schistosomiasis dan kasus berintensitas berat masih tinggi di beberapa lokus. Intervensi difokuskan pada pengendalian dan eliminasi melalui penemuan kasus aktif, tatalaksana komprehensif, pemutusan rantai penularan, penguatan surveilans dan kapasitas layanan primer, serta dukungan sosial untuk menurunkan stigma—demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kesehatan nasional. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 580 | 05.02.0007 |
|
| Jumlah Kasus Narkotika yang Diselesaikan: | STATISTIK | KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA | Jumlah kasus tindak pidana narkotika yang telah mencapai penyelesaian, baik melalui proses peradilan maupun alternatif penyelesaian lainnya. | jumlah kasus | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 581 | 09.04.0003 |
|
| Jumlah Kasus Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Jumlah kasus yang ditangani Dewan Pers terkait dengan pemberitaan jurnalistik (Berita yang tidak berimbang, tidaak ada konfirmasi, beropini, menghakimi, dll),perilaku wartawan (indikasi adanya dugan p... | jumlah kasus | Program: 01.02-Penguatan Komunikasi Publik dan Media. Kegiatan: 01.02.01-Penguatan Pers dan Media Massa yang Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri (BEJO'S) Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi), Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kepulauan Riau. Deskripsi: Kepercayaan publik terhadap objektivitas media menurun (LSI 2023: 66%), diperparah oleh konglomerasi kepemilikan media yang mengancam keragaman dan independensi, serta maraknya intimidasi terhadap insan pers yang tercermin pada turunnya indeks kemerdekaan pers (2023: 71,57; 2024: 69,36). Disrupsi digital menekan media konvensional: penetrasi TV turun (~86%), radio 13%, koran/majalah 8%, sementara online ~70% dan media sosial 62%; banyak media cetak tutup, pergeseran belanja iklan dominan ke media sosial (~80%) melemahkan pendapatan media arus utama. Kualitas konten juga jadi sorotan dengan 813 pengaduan (97,66% selesai), mencakup pelanggaran P3-SPS dan Kode Etik (minim verifikasi/uji informasi). Sasaran program: memulihkan kepercayaan dan kemerdekaan pers serta membangun ekosistem media yang berintegritas, bertanggung jawab, edukatif, jujur, objektif, dan sehat secara industri. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 582 | 07.03.0003 |
|
| Jumlah Kasus Pengamanan Kawasan Hutan | STATISTIK | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Jumlah insiden atau peristiwa yang terkait dengan ancaman atau gangguan terhadap kawasan hutan yang telah ditindaklanjuti oleh pihak berwenang | unit kasus | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 583 | 03.06.0003 |
|
| Jumlah kasus pertanahan masuk dari tahun 2024 s.d. tahun berjalan | STATISTIK | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL | Total kasus pertanahan yang diterima oleh Kementerian ATR/BPN untuk ditangani dalam periode dari tahun 2024 hingga tahun berjalan. | kasus | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 584 | 03.06.0004 |
|
| Jumlah kasus pertanahan selesai dari tahun 2024 s.d. tahun berjalan | STATISTIK | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL | Total kasus pertanahan yang telah diselesaikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri ATR/BPN No. 21 Tahun 2020, yaitu: - Kriteria Satu (K1): Penyelesaian bersifat final, beru... | kasus | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 585 | 04.01.0058 |
|
| Jumlah Kasus TBC yang Ditemukan dan Dilaporkan | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah semua kasus terkonfirmasi TBC yang ditemukan yang dilaporkan diantara Perkiraan jumlah semua kasus TBC (estimasi insiden) di wilayah tertentu | Orang | "Program: 04.13-Pengendalian Penyakit dan Pembudayaan Hidup Sehat. Kegiatan: 04.13.01-Penuntasan TBC Lokasi Prioritas: Cakupan nasional di seluruh provinsi dengan fokus pada 359 kabupaten/kota di 38 provinsi. Penekanan wilayah mencakup: Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Tarakan), Maluku Utara, Papua*, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Jawa Barat. Deskripsi: Fokus penuntasan TBC di Indonesia bebannya sangat tinggi (disebut tertinggi kedua di dunia)—melalui tiga pilar intervensi: pencegahan TBC, penemuan kasus secara masif/dini, dan pengobatan sampai tuntas. Pendekatan ini menargetkan peningkatan cakupan deteksi, memperkuat sistem layanan dan tata laksana pengobatan berkesinambungan, serta memastikan kepatuhan terapi hingga sembuh, sehingga menurunkan transmisi, angka kesakitan, dan kematian akibat TBC secara nasional maupun di provinsi prioritas." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 586 | 05.02.0008 |
|
| Jumlah Kasus Tindak Pidana yang Diselesaikan | STATISTIK | KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA | Kasus yang telah mencapai putusan akhir atau penyelesaian, baik melalui proses peradilan atau alternatif penyelesaian lainnya. | kasus | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 587 | 05.02.0009 |
|
| Jumlah Kasus Tindak Pidana yang Masuk | STATISTIK | KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA | Total kasus tindak pidana yang dilaporkan atau terdaftar dalam periode waktu tertentu | kasus | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 588 | 03.05.012 |
|
| Jumlah Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP) dengan status Berdaya Saing | STATISTIK | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP) adalah kawasan perdesaan yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai prioritas untuk dikembangkan dalam RPJMN 2025 - 2029 sebagai pusat-pusat pertumbuhan baru dan mengura... | kawasan | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 589 | 01.02.014 |
|
| Jumlah Keanggotaan Indonesia dalam Organisasi Internasional | STATISTIK | KEMENTERIAN LUAR NEGERI | Jumlah keanggotaan dalam organisasi internasional Keanggotaan Indonesia pada organisasi internasional bertujuan untuk meningkatkan: a) peran dan kinerja Indonesia di forum internasional; b) hubunga... | Organisasi Internasional | Indikator SIPD: 000233 - Jumlah keanggotaan dan kontribusi dalam forum dan organisasi internasional | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 590 | 10.01.001 |
|
| Jumlah Kebijakan Pemerintah Digital yang ditetapkan | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI | Jumlah kebijakan, regulasi atau peraturan yang disahkan oleh pemerintah terkait dengan pemerintah digital, yang mencakup tata kelola, arsitektur, dan evaluasi pemerintah digital. | kebijakan | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 591 | 07.05.032 |
|
| Jumlah kebijakan yang dikeluarkan untuk mendukung Nilai Ekonomi Karbon | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Jumlah Kebijakan yang Dikeluarkan untuk Mendukung Nilai Ekonomi Karbon (NEK)" berfungsi untuk mengukur komitmen suatu negara atau daerah dalam mengimplementasikan ekonomi karbon melalui instrumen kebi... | kebijakan | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 592 | 10.01.002 |
|
| Jumlah Kebijakan yang Diskriminatif | STATISTIK | KOMNAS PEREMPUAN | Menurut Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada pembedaan manusi... | kebijakan | Indikator SIPD: 000230 - Jumlah kebijakan yang diskriminatif dalam 12 bulan lalu berdasarkan pelarangan diskriminasi menurut hukum HAM Internasional | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 593 | 09.04.004 |
|
| Jumlah Kebijakan yang Mendukung Implementasi Sistem Komunikasi Publik Nasional (SKPN) | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Pengukuran ini dimaksudkan untuk melihat dukungan dari kebijakan/regulasi yang ditetapkan dalam rangka implementasi Sistem Komunikasi Publik Nasional (SKPN) | Dokumen | Tidak | Tidak | Ya | Ya | Ya | |
| 594 | 07.05.0025 |
|
| Jumlah Kebijakan yang mendukung pengelolaan sampah | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Keberadaan dan implementasi kebijakan atau peraturan daerah yang mendukung pengelolaan sampah, seperti rencana strategis daerah (Jakstrada) dan kebijakan pengurangan sampah plastik | skor penilaian kualitatif berdasarkan keberadaan dan efektivitas kebijakan | Indikator SIPD: 000676 - Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 595 | 06.02.006 |
|
| Jumlah Kebijakan yang Spesifik Mendukung Pekerjaan Hijau/Green Jobs | STATISTIK | KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN | Kebijakan yang mendukung pekerjaan hijau adalah rangkaian konsep/naskah/pedoman/kegiatan yang dilakukan oleh instansi pemerintah atau institusi terkait yang berfungsi sebagai acuan untuk mengembangkan... | Dokumen | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 596 | 09.03.0018 |
|
| Jumlah Kecamatan yang Tersambung Optical Distribution Point (ODP) (JKT) | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Jumlah kecamatan yang memiliki akses ke jaringan serat optik melalui keberadaan ODP, yang memungkinkan distribusi layanan serat optik ke pelanggan di wilayah tersebut. | kecamatan | Indikator SIPD: 000335 - Persentase kecamatan yang terjangkau infrastruktur jaringan serat optik (kumulatif). | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 597 | 09.03.0019 |
|
| Jumlah kecelakaan kerja | STATISTIK | KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN | Banyaknya kasus kecelakaan yang timbul dari atau sehubungan dengan pekerjaan, yang dihitung berdasarkan klaim yang diterima dan dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. | kasus | Jika ada kecelakaan kerja yang dilaporkan ke dinas provinsi dan korbannya bukan peserta BPJS Ketenagakerjaan. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 598 | 01.01.0007 |
|
| Jumlah Kegiatan Harwat Alutsista yang Direncanakan | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Jumlah kegiatan pemeliharaan dan perawatan alutsista yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam periode tertentu. Reff: https://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/266 | kegiatan | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 599 | 01.01.0008 |
|
| Jumlah Kegiatan Harwat Alutsista yang Terlaksana | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Jumlah kegiatan pemeliharaan dan perawatan alutsista yang telah berhasil dilaksanakan dalam periode tertentu. Reff: https://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/266 | kegiatan | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 600 | 03.02.0003 |
|
| Jumlah kegiatan kolaboratif lintas sektor dan lintas pelaku yang terlaksana di 45 kawasan transmigrasi | STATISTIK | KEMENTERIAN TRANSMIGRASI | Jumlah kegiatan yang berhasil dilaksanakan di kawasan transmigrasi melalui kerja sama berbagai pemangku kepentingan (kementerian, lembaga, pemerintah daerah, masyarakat, dan badan usaha). | kegiatan | Realisasi Kegiatan di Kawasan Transmigrasi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
Showing 551-600 of 2,950 items.
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 01.02.0005 |
|
| Jumlah gagasan, prakarsa, dan rekomendasi yang disampaikan | Jumlah keseluruhan gagasan, prakarsa, atau rekomendasi yang diajukan oleh Indonesia dalam kerja sama ASEAN dan multilateral dalam periode tertentu. | rekomendasi | KEMENTERIAN LUAR NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Internasional | TAHUNAN | Urusan Luar Negeri | ||
| 01.02.0006 |
|
| Jumlah gagasan, prakarsa, dan rekomendasi yang diterima | Jumlah gagasan, prakarsa, atau rekomendasi yang disampaikan oleh Indonesia dan berhasil dicatat, dicantumkan, atau disepakati dalam dokumen resmi pertemuan forum ASEAN dan multilateral | rekomendasi | KEMENTERIAN LUAR NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Internasional | TAHUNAN | Urusan Luar Negeri | ||
| 02.11.003 |
|
| Jumlah geopark yang telah direkomendasikan dan/atau ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark | Jumlah geopark yang telah direkomendasikan dan/atau ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark digunakan untuk mengukur jumlah taman bumi (geopark) di Indonesia yang telah mendapatkan rekomendasi atau... | unit | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pariwisata | |
| 06.01.0042 |
|
| Jumlah GTK Profesional (ΣGTKProfesional) | Jumlah guru dan tenaga kependidikan yang telah memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV serta memiliki sertifikat pendidik. | individu (guru dan tenaga kependidikan) | KEMENTERIAN AGAMA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0043 |
|
| Jumlah guru agama yang memiliki sertifikat pendidik | Jumlah guru agama yang telah memperoleh sertifikat pendidik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan | Orang | KEMENTERIAN AGAMA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0044 |
|
| Jumlah guru dan tenaga kependidikan | Total guru dan tenaga kependidikan yang bekerja pada satuan pendidikan formal dan nonformal. | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | 10310060 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pendidikan | |
| 06.01.0045 |
|
| Jumlah guru dan tenaga kependidikan yang memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV dan sertifikat pendidik | Definisi: Jumlah guru dan tenaga kependidikan yang memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV dan sertifikat pendidik. | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | 10310060 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pendidikan | |
| 06.01.0046 |
|
| Jumlah Guru Pendidikan Agama yang Dibutuhkan | Jumlah ideal guru pendidikan agama yang diperlukan berdasarkan analisis kebutuhan, yang mempertimbangkan jumlah siswa, jumlah kelas/rombongan belajar, dan alokasi jam pelajaran agama per minggu. | Orang | KEMENTERIAN AGAMA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota; Tingkat Pendidikan | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0047 |
|
| Jumlah Guru Pendidikan Agama yang Tersedia | Jumlah guru pendidikan agama yang saat ini ada dan aktif mengajar di satuan pendidikan tersebut. | Orang | KEMENTERIAN AGAMA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota; Tingkat Pendidikan | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0048 |
|
| Jumlah guru per jenjang pendidikan | Jumlah guru pada jenjang (i) TK, (ii) SD, (iii) SMP, (iv) SMA/SMK, dan (v) PLB | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | 10310060 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000153 - Persentase guru yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional menurut jenjang pendidikan. | Pendidikan |
| 06.01.0049 |
|
| Jumlah guru per jenjang pendidikan yang memiliki kualifikasi akademik minimal S1/D4 | Persentase guru pada jenjang (i) TK/RA/BA, (ii) SD/ sederajat, (iii) SMP/sederajat, (iv) SMA/SMK/sederajat, dan (v) PLB yang memenuhi kualifikasi akademik S1/D4 sesuai dengan standar yang ditetapkan... | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | 10310060 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000153 - Persentase guru yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional menurut jenjang pendidikan. | Pendidikan |
| 06.01.0050 |
|
| Jumlah guru per jenjang pendidikan yang memiliki sertifikat pendidik | Persentase guru pada jenjang (i) TK/RA/BA, (ii) SD/ sederajat, (iii) SMP/sederajat, (iv) SMA/SMK/sederajat, dan (v) PLB yang memenuhi kualifikasi akademik S1/D4 sesuai dengan standar yang ditetapkan... | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000153 - Persentase guru yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional menurut jenjang pendidikan. | Pendidikan | |
| 06.01.0051 |
|
| Jumlah hari kehadiran siswa/santri dalam pemberian makanan bergizi | Jumlah total hari kehadiran semua siswa dan santri selama program makan bergizi gratis berlangsung. | hari | BADAN GIZI NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Tabel | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0052 |
|
| Jumlah hari pemberian makanan bergizi yang dijadwalkan untuk seluruh siswa/santri | Jumlah total hari yang dijadwalkan untuk pemberian makanan bergizi gratis kepada seluruh siswa dan santri. | hari | BADAN GIZI NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Tabel | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 02.10.0121 |
|
| Jumlah hasil penjualan tahunan (omzet) UMKM | Pertumbuhan ini melihat tingkat perkembangan hasil penjualan tahunan Omzet Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 pada Pasal 35 yaitu Usaha Mikro mencakup Modal Usaha paling banyak... | Rupiah | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0120 |
|
| Jumlah hasil penjualan tahunan (omzet) Usaha Kecil | Pertumbuhan ini melihat tingkat perkembangan hasil penjualan tahunan Omzet Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 pada Pasal 35 yaitu Usaha Kecil mencakup Modal Usaha Rp 1-5 Miliar... | Rupiah | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0119 |
|
| Jumlah hasil penjualan tahunan (omzet) Usaha Menengah | Pertumbuhan ini melihat tingkat perkembangan hasil penjualan tahunan Omzet Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 pada Pasal 35 yaitu Usaha Menengah mencakup modal usaha Rp 5-10... | Rupiah | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0118 |
|
| Jumlah hasil penjualan tahunan (omzet) Usaha Mikro | Pertumbuhan ini melihat tingkat perkembangan hasil penjualan tahunan Omzet Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 pada Pasal 35 yaitu Usaha Mikro mencakup Modal Usaha paling banyak... | Rupiah | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 10.04.0003 |
|
| Jumlah Himpunan Keputusan DPD RI | Banyaknya produk hukum yang berupa peraturan perundang- undangan atau produk hukum selain peraturan perundang-undangan yang meliputi namun tidak terbatas pada putusan pengadilan, yurisprudensi,... | Dokumen | DEWAN PERWAKILAN DAERAH | Prioritas | STATISTIK | 10810014 | Terbuka | [10820004] Jenis Dokumen Hukum; | TAHUNAN | Dukung Lainnya | |
| 06.03.003 |
|
| Jumlah Hub iptekin di K/L yang mengampu bidang prioritas yang dibentuk | Jumlah hub iptek dan inovasi (Iptekin) di kementerian/lembaga (K/L) yang mengampu bidang prioritas yang dibentuk adalah jumlah pusat atau platform kolaboratif yang didirikan dalam kementerian/lembaga... | lembaga | BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah: Nasional | TAHUNAN | Program: 04.08-Peningkatan Kontribusi Iptek dan Inovasi dalam Pembangunan Nasional. Kegiatan: 04.08.02-Peningkatan fungsi intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi, Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur) dan Provinsi Jawa Barat. Deskripsi: Indonesia memiliki potensi suplai dan pemanfaatan iptek yang sangat besar, dengan sekitar 320 ribu dosen, 8 ribu peneliti/perekayasa, dan 9 juta mahasiswa yang menghasilkan 4–5 juta penelitian per tahun. Di sisi pemanfaat, terdapat sekitar 275 juta penduduk, 38 provinsi, 416 kabupaten, 98 kota, dan 65 juta pelaku usaha yang menjadi pengguna potensial iptek. Besarnya potensi supply dan demand ini memerlukan orkestrasi nasional agar penghasil dan pemanfaat iptek dapat dipertemukan secara optimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat, pemerintah, dan industri. Penguatan fungsi intermediasi dalam pemanfaatan iptek dan inovasi (iptekin) menjadi kunci, mulai dari pengelolaan hasil riset, pemetaan kebutuhan, mempertemukan inovasi dengan pengguna, hingga komersialisasi oleh industri. Peningkatan peran intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi diharapkan mendorong akselerasi hilirisasi riset dan peningkatan anggaran IPTEKIN nasional menuju komersialisasi. | Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi | |
| 06.03.004 |
|
| Jumlah Hub tematik yang dikembangkan di BRIN | Hub tematik adalah suatu platform atau pusat kolaborasi yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan, sumber daya, dan pengetahuan di sekitar tema tertentu yang memiliki fokus... | lembaga | BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah: Nasional | TAHUNAN | Program: 04.08-Peningkatan Kontribusi Iptek dan Inovasi dalam Pembangunan Nasional. Kegiatan: 04.08.02-Peningkatan fungsi intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi, Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur) dan Provinsi Jawa Barat. Deskripsi: Indonesia memiliki potensi suplai dan pemanfaatan iptek yang sangat besar, dengan sekitar 320 ribu dosen, 8 ribu peneliti/perekayasa, dan 9 juta mahasiswa yang menghasilkan 4–5 juta penelitian per tahun. Di sisi pemanfaat, terdapat sekitar 275 juta penduduk, 38 provinsi, 416 kabupaten, 98 kota, dan 65 juta pelaku usaha yang menjadi pengguna potensial iptek. Besarnya potensi supply dan demand ini memerlukan orkestrasi nasional agar penghasil dan pemanfaat iptek dapat dipertemukan secara optimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat, pemerintah, dan industri. Penguatan fungsi intermediasi dalam pemanfaatan iptek dan inovasi (iptekin) menjadi kunci, mulai dari pengelolaan hasil riset, pemetaan kebutuhan, mempertemukan inovasi dengan pengguna, hingga komersialisasi oleh industri. Peningkatan peran intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi diharapkan mendorong akselerasi hilirisasi riset dan peningkatan anggaran IPTEKIN nasional menuju komersialisasi. | Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi | |
| 04.01.0037 |
|
| Jumlah ibu hamil dengan IMT pra-hamil atau trimester I di bawah 18,5 kg/m² | Indeks Massa Tubuh (IMT) | individu | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 04.01.0038 |
|
| Jumlah ibu hamil dengan LILA kurang dari 23,5 cm | lingkar lengan atas (LILA) | individu | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 04.01.0269 |
|
| Jumlah ibu hamil diukur IMT/LILA | Jumlah ibu hamil diukur IMT/LILA | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi, & Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04.01.0268 |
|
| Jumlah ibu hamil teridentifikasi KEK | Jumlah ibu hamil teridentifikasi KEK | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi, & Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04.01.0039 |
|
| Jumlah ibu hamil yang memperoleh pelayanan antenatal minimal 6 kali sesuai standar dalam satu tahun | Jumlah ibu hamil yang telah melakukan kunjungan antenatal minimal enam kali dengan distribusi kunjungan sesuai standar selama periode satu tahun. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi." | Kesehatan | |
| 04.01.0040 |
|
| Jumlah ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan bergizi gratis sesuai standar | Jumlah ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan bergizi gratis sesuai standar adalah jumlah ibu hamil yang menerima bantuan pangan bergizi dari pemerintah yang disalurkan melalui program seperti... | hari | BADAN GIZI NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Tabel | TAHUNAN | Program: 04.12-Pemberian Makan Gratis untuk Pemenuhan Gizi. Kegiatan: 04.12.01-Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Lokasi Prioritas: Jawa Barat Deskripsi: Program pemberian Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama 16 tahun pertama perkembangan anak, mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengembangan SDM berkualitas dengan sasaran peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (target 100%, 2029) | Kesehatan | |
| 04.01.0041 |
|
| Jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar | Ibu hamil yang menerima semua 12 tindakan standar selama masa kehamilan | persen | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi. Indikator SIPD: 000463 - Persentase ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan ibu hamil" | Kesehatan | |
| 04.01.0042 |
|
| Jumlah Ibu Menyusui yang Mendapatkan Bantuan Makanan Bergizi | Jumlah ibu menyusui yang menerima bantuan makanan bergizi dari program pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) | individu | BADAN GIZI NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Tabel | TAHUNAN | Program: 04.12-Pemberian Makan Gratis untuk Pemenuhan Gizi. Kegiatan: 04.12.01-Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Lokasi Prioritas: Jawa Barat Deskripsi: Program pemberian Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama 16 tahun pertama perkembangan anak, mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengembangan SDM berkualitas dengan sasaran peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (target 100%, 2029) | Kesehatan | |
| 04.01.0043 |
|
| Jumlah Ibu Nifas Sasaran | Jumlah total ibu nifas yang menjadi target pelayanan dalam periode tertentu. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi." | Kesehatan | |
| 04.01.0044 |
|
| Jumlah Ibu Nifas yang Mendapatkan Pelayanan Nifas Lengkap Sesuai Standar | Jumlah ibu nifas yang menerima semua kunjungan nifas sesuai jadwal dan standar pelayanan. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi." | Kesehatan | |
| 07.01.0017 |
|
| Jumlah Impor Batubara | Banyaknya batubara yang didatangkan atau dibeli dari negara lain di luar Indonesia | Ton | KEMENTERIAN PERDAGANGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Pertambangan | ||
| 07.02.0095 |
|
| Jumlah Impor Listrik | Jumlah listrik yang didatangkan atau dibeli dari negara lain di luar Indonesia | GWh | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | ||
| 07.02.0094 |
|
| Jumlah Impor LPG | Banyaknya produk migas yang didatangkan atau dibeli dari negara lain di luar Indonesia | Ton | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Diperlukan data per provinsi | Energi | |
| 07.02.0093 |
|
| Jumlah Impor Minyak Mentah | Banyaknya minyak mentah yang didatangkan atau dibeli dari negara lain di luar Indonesia | Ribu Barel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | ||
| 07.02.0092 |
|
| Jumlah Impor Produk Kilang | Jumlah produk yang diimpor atau dibeli dari luar negeri yang merupakan produk dari proses pengolahan minyak mentah di kilang oleh badan usaha Pemegang izin usaha Pengolahan Minyak dan gas Bumi | Ribu KL | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Memb | Energi | |
| 04.01.0045 |
|
| Jumlah individu dengan diabetes yang diperiksa kadar gula darahnya | Jumlah individu dengan diabetes yang telah menjalani pemeriksaan kadar gula darah (HbA1c, gula darah preprandial, atau gula darah 2PP) pada kunjungan klinis terakhir. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04.01.0046 |
|
| Jumlah individu dengan diabetes yang mencapai kontrol glikemik sesuai target | Jumlah individu dengan diabetes yang pada kunjungan klinis terakhir memiliki nilai HbA1c < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80–130 mg/dL atau gula darah 2 jam postprandial (2PP) kapiler < 180... | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 09.04.0001 |
|
| Jumlah Individu yang Menguasai/Memiliki Telepon Genggam (JITG) | Jumlah individu yang memiliki telepon genggam, termasuk smartphone, yang digunakan untuk komunikasi jarak jauh melalui jaringan seluler atau nirkabel. | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000165 - Proporsi individu yang menguasai/memiliki telepon genggam. | Komunikasi | |
| 07.05.023 |
|
| Jumlah industri dan atau pelabuhan yang membuang air limbah ke laut yang memenuhi baku mutu air limbah | Mengukur jumlah industri dan/atau pelabuhan yang membuang air limbah ke laut dengan kualitas yang sesuai atau lebih baik dari baku mutu air limbah yang ditetapkan oleh pemerintah. Baku mutu air... | industri/ usaha | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | WILAYAH ADMINISTRASI NASIONAL | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 02.01.003 |
|
| Jumlah industri kecil dan menengah (IKM) yang melakukan kemitraan dengan industri besar, sedang, dan sektor ekonomi lainnya | Industri Kecil dan Menengah (IKM) adalah industri mikro, kecil, dan menengah. Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang melakukan kemitraan dengan industri besar, sedang, dan sektor ekonomi lainnya... | industri | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Industri | ||
| 07.05.024 |
|
| Jumlah industri yang memenuhi baku mutu emisi udara | Mengukur jumlah industri yang emisi udaranya memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Baku mutu emisi adalah batas maksimum zat pencemar udara yang diperbolehkan dilepaskan dari... | industri | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 07.05.025 |
|
| Jumlah industri yang memenuhi kriteria pengendalian kerusakan ekosistem gambut | Jumlah industri yang memenuhi kreiteria pengendalian kerusakan ekosistem gambut | industri | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Program: 02.17-Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang. Kegiatan: 02.17.05-Peningkatan Kualitas Ekosistem Gambut Lokasi Prioritas: Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Provinsi Kalimantan Selatan. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air, kualitas udara, kualitas air laut, dan kualitas lahan. Selain itu, program ini juga berfokus pada peningkatan ketaatan terhadap hukum lingkungan hidup dan kehutanan guna memelihara kelangsungan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup. | Lingkungan Hidup | |
| 07.05.026 |
|
| Jumlah industri yang memenuhi kriteria pengendalian kerusakan lahan (KLH) | Mengukur jumlah industri, khususnya di sektor pertambangan, yang telah menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lahan untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan lahan akibat kegiatan... | industri | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi Nasional | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 07.05.027 |
|
| Jumlah industri yang memenuhi kualitas air limbah sesuai baku mutu | Baku Mutu Air Limbah adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar dan/atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam Air Limbah yang akan dibuang atau dilepas ke dalam media air dan... | industri | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Program: 02.17-Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang. Kegiatan: 02.17.01-Peningkatan pengelolaan kualitas air sungai dan danau Lokasi Prioritas: DAS Serayu; DAS Bengawan Solo; Provinsi Banten (DAS Cisadane); Provinsi Jawa Timur; Kabupaten Asahan; klaster Sulawesi Tengah (Kab. Morowali, Morowali Utara, Poso, Sigi, Banggai, Parigi Moutong); Seluruh Provinsi (untuk RO non-infrastruktur pengendalian pencemaran air dan penguatan pengelolaan kualitas air sungai/danau); Nasional (lintas provinsi karena mencakup 15 DAS prioritas). Deskripsi: Dari 15 DAS prioritas lintas kab/kota dan provinsi, terdapat 1.673 titik pantau kualitas air: 13 tercemar berat, 90 tercemar sedang, dan 1.203 tercemar ringan. Sebanyak 12 dari 15 DAS telah melampaui alokasi beban pencemar dan membutuhkan penurunan beban antara 875,46 kg/hari hingga 303.552 kg/hari. Intervensi difokuskan pada pengurangan beban pencemar dari sumber domestik, industri, peternakan, dan pertanian; peningkatan ketersediaan data kualitas air sungai/danau; perbaikan kualitas air permukaan; penguatan sarana–prasarana pengujian; serta pengendalian pencemaran air di sektor industri untuk memulihkan mutu air pada DAS prioritas. | Lingkungan Hidup | |
| 04.01.027 |
|
| Jumlah infeksi baru HIV per 1.000 penduduk tidak terinfeksi | Human Immunodeficiency Virus yang selanjutnya disingkat HIV adalah Virus yang menyebabkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Acquired Immuno Deficiency Syndrome yang selanjutnya disingkat... | kasus perseratus ribu penduduk | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000106 - Jumlah infeksi baru HIV per 1.000 penduduk tidak terinfeksi. | Kesehatan | |
| 06.02.0010 |
|
| Jumlah informasi jabatan hijau yang disusun | Informasi jabatan adalah catatan atas sekumpulan fakta atau deskripsi (data jabatan hijau) berupa tulisan yang merepresentasikan keadaan sebenarnya atau menunjukkan kondisi atau... | Dokumen | KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Ketenagakerjaan | ||
| 06.03.005 |
|
| Jumlah Infrastruktur Iptek Strategis yang Dibangun | a. Infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dibangun mengacu pada jumlah fasilitas fisik yang secara strategis dibangun dan dikembangkan (termasuk infrastruktur dan fasilitas yang... | infrastruktur | BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah: Nasional | TAHUNAN | Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi | ||
| 03.03.0009 |
|
| Jumlah Infrastruktur Pencarian dan Pertolongan sesuai Standar Minimum Kebutuhan | Total infrastruktur pencarian dan pertolongan (sarana darat, sarana laut, sarana udara, peralatan sar, prasarana sar, peralatan komunikasi sar, dan teknologi informasi sar) sesuai standar minimum... | Unit | BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Satuan Kerja | TAHUNAN | Transportasi | ||
| 03.03.0010 |
|
| Jumlah Infrastruktur Pencarian dan Pertolongan yang Dimiliki | Total infrastruktur pencarian dan pertolongan (sarana darat, sarana laut, sarana udara, peralatan sar, prasarana sar, peralatan komunikasi sar, dan teknologi informasi sar) yang dimiliki | Unit | BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Satuan Kerja | TAHUNAN | Transportasi |
Showing 551-600 of 3,346 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 162722 | 09.02.0108 |
|
| Data APBDes | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA | Data perencanaan keuangan tahunan pemerintah desa yang berisi rincian rencana pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa untuk satu tahun anggaran, berfungsi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan desa... | rupiah | - | Nasional | TAHUNAN | Keuangan | TERSEDIA | ||
| 162723 | 09.06.0118 |
|
| Data ASN meliputi Jumlah ASN, Jenis Jabatan, Pendidikan, dan Sebaran Wilayah | Prioritas | STATISTIK | Variabel | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Direktorat Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi ASN | Data agregat kepegawaian ASN pusat dan daerah | Orang | - | Nasional, Provinsi | SEMESTERAN | Aparatur Negara | TERSEDIA | ||
| 162724 | 07.02.0047 |
|
| Data bauran energi nasional | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Sekretariat Jenderal | Komposisi persentase penggunaan sumber energi dalam total konsumsi atau kapasitas energi nasional dalam satu periode tertentu. | Persen | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | TERSEDIA | ||
| 162725 | 03.05.0026 |
|
| Data Bumdes/Bumdesma | Prioritas | STATISTIK | Variabel | Direktorat Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Direktorat Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal | Data sebaran Bumdes/Bumdesma di Indonesia berdasarkan Provinsi/Kab/Kota | instansi | - | Nasional, Sektor | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | TERSEDIA | |
| 162726 | 03.07.0064 |
|
| Data Demografi Kependudukan | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL | Data Demografi Kependudukan adalah berupa jumlah penduduk jenis kelamin umur pendidikan pendapatan pekerjaan | Jumlah | - | Kota Batam dan Kepulauan Riau | TAHUNAN | Kependudukan | TERSEDIA | ||
| 162727 | 07.02.0111 |
|
| Data elektrifikasi (teraliri listrik selama 24 jam penuh) | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan | Metrik yang menunjukkan jumlah atau persentase rumah tangga, desa, atau area tertentu yang memiliki akses ke pasokan listrik kontinual tanpa pemadaman signifikan, selama 24 jam per hari dalam kurun... | persentase | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | TERSEDIA | ||
| 162728 |
|
| Data Fasyankes yang Mampu Tatalaksana | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN KESEHATAN | Data Rumah sakit dan puskesmas di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki tenaga SDM dan mampu melakukan tata laksana penanganan kasus kekerasan | puskesmas | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA | ||||
| 162729 | 02.02.0077 |
|
| Data izin NPB dan Nomor Registrasi Keamanan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup (K3L) | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN PERDAGANGAN | DIREKTORAT STANDARDISASI DAN PENGENDALIAN MUTU | Nomor Pendaftaran Barang (NPB) - Sebagai instrumen ketertelusuran mutu (syarat edar barang) - NPB wajib dicantumkan pada barang dan/atau kemasan serta dokumen pemberitahuan pabean impor barang... | Perizinan | - | BULANAN | Perdagangan | TERSEDIA | |||
| 162730 | 09.06.0117 |
|
| Data JFT Analis HAM setiap K/L/PD | Prioritas | STATISTIK | Variabel | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Direktorat Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi ASN | Jumlah JFT Analis HAM yang ada di setiap daerah | Jumlah | - | Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Aparatur Negara | TERSEDIA | ||
| 162731 | 09.06.0107 |
|
| Data Jumlah ASN Tingkat Kabupaten/Kota Berdasarkan Jabatan Fungsional | Prioritas | STATISTIK | Variabel | Direktorat Pemerintahan, Keuangan Daerah, dan Transfer ke Daerah | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Diperlukan adanya rincian data jabatan fungsional di Daerah yang dibutuhkan untuk penentuan arah kebijakan pengembangan SDM Daerah yang lebih tepat dan berkesesuaian dengan jabatan fungsional yang... | Orang | - | Kabupaten/Kota | SEMESTERAN | Aparatur Negara | TERSEDIA |
Showing 111-120 of 4,145 items.
