(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| # | ID DDP | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Data | Instansi Produsen Data | Definisi | Satuan | Catatan kebutuhan dukungan Data Daerah | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 501 | 09.06.0016 |
|
| Jumlah instansi pemerintah yang mendapatkan Indeks RB ≥ B (JIPRB): | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI | Jumlah instansi pemerintah yang mendapatkan Indeks Reformasi Birokrasi (RB) ≥ B adalah jumlah kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah yang memperoleh nilai minimal "B" dalam evaluasi Indeks RB, y... | Instansi | Indikator SIPD: 000315 - Persentase instansi pemerintah dengan Indeks Reformasi Birokrasi (RB) ? B | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 502 | 09.06.0017 |
|
| Jumlah instansi pemerintah yang mendapatkan skor SAKIP ≥ B (JIPS): | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI | Jumlah instansi pemerintah yang mendapatkan skor Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ≥ B adalah jumlah kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah yang memperoleh nilai minimal "... | Instansi | Indikator SIPD: 000314 - Persentase instansi pemerintah dengan skor Sistem Akuntabilias Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ? B | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 503 | 05.02.0004 |
|
| Jumlah Instansi yang Berpartisipasi | STATISTIK | BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME | Jumlah kementerian/lembaga yang secara aktif terlibat dalam program sinergisitas penanggulangan terorisme, seperti melalui pelaksanaan program deradikalisasi, kontra-radikalisasi, atau pemenuhan saran... | nilai | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 504 | 09.03.0017 |
|
| Jumlah Instansi yang Terhubung dengan JIP | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Jumlah instansi pemerintah daerah yang telah terhubung ke JIPD, baik melalui jaringan yang dibangun sendiri maupun melalui penyedia jasa layanan jaringan | unit (jumlah instansi) | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 505 | 07.05.0021 |
|
| Jumlah Instrumen Lingkungan Hidup Terintegrasi | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Jumlah instrumen lingkungan hidup lainnya (seperti Amdal, UKL-UPL, izin lingkungan) yang telah diintegrasikan ke dalam kebijakan, rencana, atau program | layanan | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 506 | 02.08.001 |
|
| Jumlah Investasi Strategis Negara Sektor Prioritas yang Mencapai Financial Close | STATISTIK | KEMENTERIAN INVESTASI DAN HILIRISASI/BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL | Jumlah Proyek Strategis Negara yang sudah berbadan hukum dan sudah membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan kategori: a. Nilai Investasi diatas Rp 50 miliar b. Kategori Proyek dengan Risiko Tinggi... | proyek | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 507 | 09.02.0006 |
|
| Jumlah iuran dana pensiun setahun | STATISTIK | KEMENTERIAN KEUANGAN | Total iuran yang dikumpulkan oleh program dana pensiun dari pekerja dan/atau pemberi kerja selama satu tahun | rupiah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 508 | 02.03.0008 |
|
| Jumlah Izin Edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Produksi Dalam Negeri (PD) | STATISTIK | BADAN PANGAN NASIONAL | Banyaknya produk Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri (PSAT-PD) yang telah mendapatkan nomor izin edar PSAT-PD dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) Provinsi. | Sertifikat | Indikator SIPD : 000598 - Persentase pangan segar asal tumbuhan yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 509 | 02.03.0009 |
|
| Jumlah Izin Edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Produksi Luar Negeri (PL) | STATISTIK | BADAN PANGAN NASIONAL | Banyaknya produk Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Luar (PSAT-PL) yang telah mendapatkan nomor izin edar PSAT PL dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) Pusat | Sertifikat | Indikator SIPD : 000598 - Persentase pangan segar asal tumbuhan yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 510 | 07.05.0022 |
|
| Jumlah Izin Pemanfaatan Tenaga Nuklir | STATISTIK | BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR | Jumlah Izin Pemanfaatan Tenaga Nuklir yang diterbitkan oleh BAPETEN | izin | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 511 | 04.01.0047 |
|
| Jumlah jenis obat (termasuk produk biologi dan vaksin) sesuai kebutuhan yang ditargetkan | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kategori atau jenis obat, termasuk produk biologi dan vaksin, yang ditetapkan sebagai target untuk diproduksi dalam negeri sesuai dengan perencanaan strategis atau kebijakan pemerintah | Jumlah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 512 | 02.02.0007 |
|
| Jumlah Jenis Produk Ber-SNI yang Diekspor | STATISTIK | BADAN STANDARDISASI NASIONAL | Jumlah jenis produk yang telah memperoleh sertifikasi SNI secara sukarela dan diekspor ke luar negeri. | unit produk | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 513 | 04.02.0004 |
|
| Jumlah K/L yang memanfaatkan data terintegrasi melalui SEPAKAT (Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu) | STATISTIK | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Jumlah K/L yang secara aktif menggunakan Data Regsosek melalui platform SEPAKAT untuk perencanaan atau pelaksanaan program/kebijakan | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 514 | 04.03.006 |
|
| Jumlah K/L/D yang memperoleh Penghargaan Parahita Ekapraya | STATISTIK | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) adalah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian PPPA sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran serta para pimpinan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Propinsi... | lembaga | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 515 | 10.04.0004 |
|
| Jumlah K/L/D yang mendapatkan Opini Pengawasan Pelayanan Publik Kualitas Tertinggi | STATISTIK | OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA | Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik merupakan salah satu upaya pencegahan maladministrasi dengan menilai kondisi penyelenggaraan pelayanan publik secara komprehensif dimana menghasilkan... | Instansi Pemerintah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 516 | 05.03.0001 |
|
| Jumlah K/L/D yang Mendapatkan Penguatan HAM (KLDP) | STATISTIK | KEMENTERIAN HAK ASASI MANUSIA | Jumlah Kementerian/Lembaga/Daerah yang telah menerima program penguatan HAM melalui diklat, penyusunan kurikulum berbasis HAM, atau pelatihan instruktur HAM. | Instansi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 517 | 09.04.0002 |
|
| Jumlah K/L/D yang Mengimplementasikan SPLP | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Jumlah instansi pemerintah pusat dan daerah yang telah mengadopsi dan menerapkan SPLP untuk integrasi layanan digital | jumlah instansi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 518 | 04.01.0048 |
|
| Jumlah Kab/Kota yang memiliki 75% Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat Desa/Kelurahan sesuai standar | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kabupaten/kota yang memiliki setidaknya 75% unit pelayanan kesehatan di desa/kelurahan yang memenuhi standar sarana prasarana, SDM, dan pelaksanaan fungsi pada periode 2025-2028 yang telah meme... | kab/kota | Indikator SIPD: 000822 - Persentase kab/kota yang memilki Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat Desa/Kelurahan sesuai standar | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 519 | 03.05.0008 |
|
| Jumlah kabupaten tertinggal dan sangat tertinggal yang meningkat statusnya menjadi berkembang dan/atau maju | STATISTIK | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Jumlah kabupaten yang sebelumnya dikategorikan sebagai tertinggal atau sangat tertinggal dan telah mengalami peningkatan status menjadi berkembang atau maju berdasarkan kriteria tertentu | jumlah kab/kota | Ya | Ya | Tidak | Tidak | Tidak | |
| 520 | 04.01.028 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan akses sulit yang menerapkan skema/pendekatan khusus dalam pemenuhan pelayanan kesehatan berkualitas | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah Kab/Kota (populasi 291 Kab/Kota berdasarkan Kemenkes) yang memiliki wilayah dengan tingkat akses menuju fasyankes yang sulit tergolong sulit akses yaitu daerah perbatasan, kepulauan, terpencil... | kab/kota | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.02-Pembangunan RS lengkap berkualitas di kabupaten/kota dan pengembangan pelayanan kesehatan bergerak dan daerah sulit akses Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan kabupaten/kota); klaster Papua & Papua Barat: Kab. Keerom, Waropen, Supiori, Mamberamo Raya, Sarmi, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Tambrauw, Maybrat, Nduga*, Jayawijaya*, Puncak Jaya, Dogiyai, Puncak, Intan Jaya, Deiyai; Kalimantan: Prov. Kalimantan Timur, Prov. Kalimantan Selatan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Pontianak; Sumatera: Kota Pekanbaru, Kab. Nias Selatan, Kota Medan, Kab. Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kota Solok, Kota Banda Aceh, Kab. Aceh Selatan, Prov. Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Kota Bengkulu); Jawa–Bali–DIY: Prov. Jawa Timur, Prov. Bali, Prov. D.I. Yogyakarta, Kab. Sukabumi, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Cirebon; Sulawesi & Maluku–NTT: Kab. Kepulauan Selayar, Kab. Pangkajene Kepulauan, Prov. Sulawesi Tenggara (Kab. Buton Selatan, Wakatobi, Konawe), Kab. Gorontalo, Kab. Buru, Kab. Buru Selatan, Kab. Kepulauan Aru, Kab. Kep. Tanimbar, Kab. Maluku Barat Daya, Kota Tual, Kab. Sumba Barat Daya, Kab. Manggarai Timur, Kab. Sabu Raijua. Deskripsi: Program Pembangunan Rumah Sakit menargetkan pemerataan “RS Lengkap Berkualitas” di seluruh daerah dengan pemenuhan akreditasi paripurna, standar sarana–prasarana–alkes, serta ketersediaan tenaga spesialis (dasar, penunjang, dan pengembangan layanan unggulan). Intervensi mencakup peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, upgrade RS tipe D ke tipe C di lokasi prioritas, pengembangan layanan kesehatan bergerak untuk wilayah sulit akses, serta pemberdayaan masyarakat–swasta dan perbaikan kualitas pendanaan kesehatan. Tujuannya memastikan akses layanan yang merata, inklusif, dan bermutu bagi seluruh penduduk. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 521 | 04.01.0049 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan cakupan imunisasi HPV 90% | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kab/kota dengan persentase anak perempuan usia 11-12 tahun yang menerima vaksinasi HPV lengkap di wilayah tersebut. | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 522 | 04.01.0050 |
|
| Jumlah Kabupaten/Kota dengan capaian pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis pada cakupan >80% target | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kabupaten atau kota yang berhasil melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada lebih dari 80% populasi target di wilayahnya. | kab/kota | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.04-Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis Lokasi Prioritas: Cakupan nasional di seluruh provinsi, dengan penekanan pada: Provinsi Jawa Tengah; Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Tarakan); Kalimantan Timur; Sulawesi Selatan; Jawa Timur; Kalimantan Barat; Sumatera Utara; dan Bali. Deskripsi: Program berfokus pada pemeriksaan kesehatan gratis berbasis siklus hidup bagi bayi, balita, remaja, dewasa, dan lansia untuk memperluas deteksi dini serta pencegahan penyakit, meningkatkan kesadaran hidup sehat, dan mengurangi beban anggaran akibat penyakit. Pendekatan ini memperluas akses layanan, memperkuat upaya promotif–preventif, dan diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menekan biaya kesehatan jangka panjang. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 523 | 09.06.015 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Setidaknya berkategori Tuntas Madya | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Pemenuhan Indikator Daerah dengan Mutu Layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Daerah berkategori Tuntas Madya, dipenuhi melalui: 1. sudah melakukan pengisian form 4 tahapan penerapan SPM sesuai Pe... | Total | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 524 | 04.01.029 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan jenis dokter spesialis pada Rumah Sakit sesuai standar | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Total kabupaten/kota dengan seluruh RS milik Pemerintah pada wilayah tersebut memenuhi jenis dokter spesialis sesuai standar berdasarkan kategori pelayanan (non lokus, dan lokus pelayanan unggulan KJS... | kab/kota | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.03-Produksi dan pendayagunaan SDM kesehatan Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penekanan pada Wilayah Papua; serta provinsi/daerah spesifik: Maluku Utara, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan. Deskripsi: Capaian pemenuhan SDM kesehatan pada RPJMN 2020–2024 belum memenuhi target: Puskesmas dengan 9 jenis tenaga kesehatan baru 60,16% (target 83%) dan RSUD kab/kota dengan 4 spesialis dasar + 3 spesialis lainnya 72,9% (target 90%). Ketimpangan distribusi tenaga antarwilayah masih tinggi, sehingga prioritas diarahkan pada peningkatan jumlah, kualitas, dan pemerataan penempatan SDM kesehatan sesuai kebutuhan fasilitas layanan (terutama Papua), agar ketersediaan SDM berkualitas di Puskesmas dan RSUD mendukung pemerataan dan efektivitas pembangunan kesehatan. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 525 | 07.05.028 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan Kepala Keluarga yang melakukan pengelolaan sampah secara terstandar (pilar 4 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat/STBM) | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku hidup sehat di masyarakat melalui partisipasi aktif warga dalam menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan. STBM dip... | kab/kota | Program: 02.18-Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir. Kegiatan: 02.18.01-Perubahan Perilaku dan Penguatan Tata Kelola Persampahan Lokasi Prioritas: Nasional (tersebar) dengan penajaman pada: kab/kota berstatus TPA darurat; 10 wilayah metropolitan prioritas (mis. Kota Semarang; WM Surabaya); kab/kota pelapor SIPSN; kab/kota amanat Perpres 35/2018; serta lokasi dengan ekosistem pengolahan sampah/DAS prioritas. Contoh sebutan: Prov. Sulawesi Utara; Prov. Maluku; Prov. Jawa Barat; Kab. Nunukan & Kota Tarakan. Deskripsi: Produksi sampah diproyeksikan 82,2 juta ton/tahun (2045) dan kapasitas TPA nasional berpotensi penuh pada 2028. Tantangan utama: 93,2% rumah tangga belum memilah sampah; 63,7% timbulan berakhir di TPA; 47% TPA masih open dumping; tata kelola lemah (DLH di 399 kab/kota merangkap regulator–operator, BLUD persampahan sangat terbatas, alokasi APBD ~0,5–0,8%, retribusi terkumpul 40–45%, RI-SPAL hanya sedikit daerah). Reformasi persampahan menjadi “game changer” RPJPN 2025–2045 untuk menurunkan intensitas emisi GRK menuju NZE 2060 dan meningkatkan Indeks Ekonomi Hijau, dengan sasaran peningkatan IKPS Nasional melalui pemilahan di hulu, penguatan sistem informasi & regulasi, modernisasi infrastruktur layanan, serta perbaikan kelembagaan & pembiayaan. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 526 | 04.01.0051 |
|
| Jumlah Kabupaten/Kota dengan ketersediaan 90% dari 40 jenis obat esensial dan 7 jenis vaksin IRL | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kabupaten/kota yang memiliki ketersediaan minimal 90% dari 40 jenis obat esensial dan 7 jenis vaksin IRL sesuai standar yang ditetapkan. | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 527 | 04.01.030 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan kualitas air minum yang memenuhi syarat | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan pengawasan air minum baik secara internal maupun eksternal yang dilakukan secara rutin. Kabupaten/kota dengan kualitas air minum memenuhi syarat (E-Coli dan 4 p... | kab/kota | Program: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.05-Pengembangan SPAM Terintegrasi Hulu ke Hilir Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi/Kab/Kota: Papua Barat*; D.I. Yogyakarta (indikatif); Jawa Timur; Sumatera Barat; Riau (Kab. Bengkalis, Kab. Kepulauan Meranti); Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Kota Pontianak); Kalimantan Selatan; Sulawesi Tengah; Kota Makassar; Aceh (Kab. Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Besar, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Jaya). Deskripsi: Isu strategis ketahanan air mengemuka karena adanya 12,7 juta ha lahan kritis, potensi penurunan PDB hingga 7,3% pada 2045 bila ancaman air tidak tertangani, serta dampak perubahan iklim: hari hujan menurun namun intensitas makin ekstrem sehingga risiko banjir dan kekeringan meningkat. Ribuan mata air hilang dalam 10 tahun terakhir dan sekitar 40% mengalami penurunan debit (contoh: Umbulan turun dari 6.000 menjadi 2.800 L/detik). Respons yang dibutuhkan meliputi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) vegetatif, pembangunan bangunan konservasi tanah dan air, serta peningkatan tutupan hutan di DAS untuk menjamin kuantitas dan kualitas air secara berkelanjutan. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 528 | 04.01.031 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan kualitas udara dalam ruang yang memenuhi syarat | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Kab/kota dengan kualitas udara dalam ruang memenuhi syarat di 70% tempat fasilitas umum dan 30% pemukiman yang memenuhi syarat | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 529 | 04.01.0052 |
|
| Jumlah Kabupaten/Kota dengan Minimal 20% Puskesmas PONED yang Mampu Menjalankan Minimal 10 Sinyal Fungsi | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kabupaten/kota yang memiliki setidaknya 20% Puskesmas dengan layanan PONED dan mampu menjalankan minimal 10 dari 13 sinyal fungsi sesuai standar. | kab/kota | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 530 | 04.01.0053 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan minimal 75% Posyandu siklus hidup yang aktif (JKK_75%Aktif): | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kabupaten atau kota yang memiliki setidaknya 75% Posyandu siklus hidup berstatus aktif di wilayahnya. | Unit | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.01-Investasi pelayanan kesehatan primer Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota); fokus provinsi/daerah: Maluku Utara; Kalimantan Timur; Papua Tengah*; Nusa Tenggara Timur; Provinsi Jawa Timur (Puskesmas di 38 kab/kota hingga desa/kelurahan); Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta Kab. Indragiri Hilir. Deskripsi: Kualitas pelayanan kesehatan primer masih rendah: baru 28% Puskesmas terakreditasi paripurna, 18,5% memenuhi standar sarana–prasarana–alkes, hanya 1,17% kab/kota memiliki unit layanan desa/kelurahan sesuai standar, dan sekitar 18% kab/kota memiliki cakupan Posyandu aktif berbasis siklus hidup ≥75%. Peran kader kesehatan belum optimal, sementara Puskesmas dan jaringannya adalah garda terdepan surveilans, deteksi dini, dan pencegahan. Program memprioritaskan penguatan Puskesmas hingga tingkat desa melalui peningkatan akreditasi dan sarpras, penguatan kader dan partisipasi masyarakat, serta tata kelola layanan primer yang lebih responsif dan inklusif. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 531 | 09.07.0001 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan pengobatan lesi pra kanker 90% | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kab/kota dengan persentase perempuan dengan lesi pra-kanker yang menerima pengobatan sesuai standar di wilayah tersebut. | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 532 | 04.03.007 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan peringkat dalam Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) | STATISTIK | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | Jumlah kabupaten/kota dengan peringkat dalam Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) adalah Jumlah kabupaten/kota yang mampu memenuhi berbagai indikator Layak Anak dan mendapatkan peringkat dalam Kabupaten/Ko... | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 533 | 04.01.032 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan persentase pangan olahan siap saji memenuhi syarat (POSS) | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Kab/kota dengan 70% hasil pemeriksaan POSS pada TPP siap saji rumah tangga yang ditetapkan, memenuhi syarat (higiene dan kimia terbatas) | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 534 | 06.05.002 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) yang Terbentuk | STATISTIK | KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA | Jumlah kabupaten/kota dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) yang Terbentuk adalah jumlah kabupaten atau kota yang telah membentuk PPLP sebagai upaya pembinaan dan pengembangan ba... | kab/kota | "Program: 04.09-Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Kegiatan: 04.09.03-Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Olahraga Lokasi Prioritas: Provinsi Jawa Tengah; Provinsi Jawa Timur (SPOBNas); Provinsi Kalimantan Selatan; Kota Batam; Kota Padang; serta cakupan nasional di seluruh provinsi. Deskripsi: Capaian Indonesia di Olimpiade dan Paralimpiade masih fluktuatif dan cenderung menurun, sehingga diperlukan manajemen dan sistem pembinaan talenta olahraga yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Melalui kebijakan terobosan MTN di bidang olahraga, program ini menargetkan pembinaan olahragawan muda secara lebih terstruktur agar siap bersaing di level global, dengan orientasi pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 535 | 04.01.034 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan SDM Kesehatan Puskesmas sesuai standar | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Total kabupaten/kota dengan minimal 90% Puskesmas memenuhi jenis dan jumlah SDM Kesehatan sesuai standar kriteria. Kriteria Puskesmas dengan SDMK memenuhi standar : 1. Puskesmas Non-Rawat Inap:... | kab/kota | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.03-Produksi dan pendayagunaan SDM kesehatan Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penekanan pada Wilayah Papua; serta provinsi/daerah spesifik: Maluku Utara, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan. Deskripsi: Capaian pemenuhan SDM kesehatan pada RPJMN 2020–2024 belum memenuhi target: Puskesmas dengan 9 jenis tenaga kesehatan baru 60,16% (target 83%) dan RSUD kab/kota dengan 4 spesialis dasar + 3 spesialis lainnya 72,9% (target 90%). Ketimpangan distribusi tenaga antarwilayah masih tinggi, sehingga prioritas diarahkan pada peningkatan jumlah, kualitas, dan pemerataan penempatan SDM kesehatan sesuai kebutuhan fasilitas layanan (terutama Papua), agar ketersediaan SDM berkualitas di Puskesmas dan RSUD mendukung pemerataan dan efektivitas pembangunan kesehatan. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 536 | 04.01.0054 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan skrining HPV dengan kenaikan 15% dibandingkan tahun sebelumnya | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kab/kota dengan persentase peningkatan jumlah perempuan yang menjalani tes skrining HPV dibandingkan dengan tahun sebelumnya di wilayah tersebut. | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 537 | 04.01.035 |
|
| Jumlah kabupaten/kota dengan tempat pengelolaan pangan siap saji memenuhi syarat | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Kab/kota dengan 70% Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) siap saji memenuhi syarat pengelolaan pangan meliputi hasil inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) minimal 80, peningkatan kapasitas penjamah pangan,da... | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 538 | 04.01.038 |
|
| Jumlah kabupaten/kota memenuhi syarat kualitas kesehatan lingkungan | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah Kab/kota dengan kualitas air minum, kualitas udara dalam ruang, kualitas pangan yang memenuhi syarat serta merupakan kab/kota sehat | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 539 | 04.01.039 |
|
| Jumlah kabupaten/kota Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah Kab/Kota yang telah terverifikasi 100% KK Stop Buang Air Besar Sembarangan di tempat terbuka dan minimal 75% KK berperilaku minimal 3 pilar STBM lainnya | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 540 | 04.01.040 |
|
| Jumlah kabupaten/kota sehat | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Kabupaten/kota dengan capaian nilai minimal 70% untuk setiap tatanan Kabupaten Kota Sehat (KKS) | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 541 | 03.01.011 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan LLTT | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Jumlah Kab/Kot yang melaksanakan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal | kab/kota | Program: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.06-Penyediaan dan Pengawasan Sanitasi Aman, Berkelanjutan, dan Berketahanan Iklim Berbasis CWIS Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi & kabupaten/kota) dengan prioritisasi: wilayah metropolitan & ibu kota provinsi; wilayah DAS dan kawasan pesisir prioritas; serta challenging area (rawan air, pesisir, dll), sambil mempertimbangkan Readiness Criteria (RC) dan kinerja daerah. Contoh fokus yang disebut: Prov. Jawa Timur (38 kab/kota), Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jambi, Riau (Rokan Hulu/Rokan Hilir), klaster Gorontalo (Pohuwato, Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo, Gorontalo Utara, Kota Gorontalo), Kab. Tana Tidung, Kab. Luwu & Pangkajene Kepulauan, Kota Pariaman, serta Kab. Klungkung–Gianyar–Karangasem. Deskripsi: Cakupan dan pemanfaatan sanitasi aman masih rendah: hanya ±10,21% rumah tangga yang terlayani; dari 514 kab/kota baru ~60% memiliki fasilitas pengolahan air limbah domestik dengan utilisasi hanya 20–30%. Sekitar 80% konsumsi air rumah tangga menjadi air limbah berpatogen (mis. E. coli) yang berkontribusi pada 73% kasus diare; dampak berulang memicu malnutrisi dan stunting (prevalensi 2023: 21,5%) serta menaikkan beban biaya pengolahan air dan kerugian ekonomi (>2% PDB/tahun). Intervensi diarahkan untuk meningkatkan cakupan, keberfungsian, dan kualitas infrastruktur SPALD/IPLT (termasuk pendekatan CWIS), memperluas akses air minum & sanitasi aman, dan mengurangi pencemaran—guna mendukung SDG 6 serta pemenuhan hak dasar atas air dan sanitasi. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 542 | 04.01.041 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang melakukan pelayanan UBM | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Kab/kota yang menyelenggarakan skrining, konseling dalam rangka UBM di minimal 50% Puskesmas | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 543 | 07.05.0023 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang melakukan pemantauan efluen (JKE_Pemantauan) | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Jumlah kabupaten atau kota yang melaksanakan pemantauan kualitas efluen pada IPLT dan IPAL sesuai dengan peraturan yang berlaku. | industri | Program: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.06-Penyediaan dan Pengawasan Sanitasi Aman, Berkelanjutan, dan Berketahanan Iklim Berbasis CWIS Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi & kabupaten/kota) dengan prioritisasi: wilayah metropolitan & ibu kota provinsi; wilayah DAS dan kawasan pesisir prioritas; serta challenging area (rawan air, pesisir, dll), sambil mempertimbangkan Readiness Criteria (RC) dan kinerja daerah. Contoh fokus yang disebut: Prov. Jawa Timur (38 kab/kota), Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jambi, Riau (Rokan Hulu/Rokan Hilir), klaster Gorontalo (Pohuwato, Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo, Gorontalo Utara, Kota Gorontalo), Kab. Tana Tidung, Kab. Luwu & Pangkajene Kepulauan, Kota Pariaman, serta Kab. Klungkung–Gianyar–Karangasem. Deskripsi: Cakupan dan pemanfaatan sanitasi aman masih rendah: hanya ±10,21% rumah tangga yang terlayani; dari 514 kab/kota baru ~60% memiliki fasilitas pengolahan air limbah domestik dengan utilisasi hanya 20–30%. Sekitar 80% konsumsi air rumah tangga menjadi air limbah berpatogen (mis. E. coli) yang berkontribusi pada 73% kasus diare; dampak berulang memicu malnutrisi dan stunting (prevalensi 2023: 21,5%) serta menaikkan beban biaya pengolahan air dan kerugian ekonomi (>2% PDB/tahun). Intervensi diarahkan untuk meningkatkan cakupan, keberfungsian, dan kualitas infrastruktur SPALD/IPLT (termasuk pendekatan CWIS), memperluas akses air minum & sanitasi aman, dan mengurangi pencemaran—guna mendukung SDG 6 serta pemenuhan hak dasar atas air dan sanitasi. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 544 | 04.01.042 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang melakukan skrining DM > 60% | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Kab/Kota yang menyelenggarakan deteksi dini DM meliputi pengukuran BB, TB, GDS, IMT dan lingkar perut, paling kurang 80% populasi usia ≥ 15 tahun di UKBM dan FKTP. Capaian ≥ 90% populasi = 1 kab/kota. | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 545 | 04.01.0055 |
|
| Jumlah Kabupaten/Kota yang Memenuhi 4 dari 5 Kriteria Pengendalian KLB/Wabah | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah kabupaten/kota yang memenuhi setidaknya 4 dari 5 indikator komposit yang ditetapkan dalam pengendalian KLB/wabah. | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 546 | 03.01.012 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL/IPLT) dan berfungsi dengan baik | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Jumlah Kabupaten/Kota yang memiliki minimal 1 IPLT. IPLT yang dimaksud adalah IPLT yang berfungsi dan beroperasi untuk mengolah lumpur tinja di Pesisir Utara Jawa | kab/kota | Program: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.09-Pengembangan Terpadu Pesisir Utara Jawa Lokasi Prioritas: Kab. Brebes, Kab. Tegal, Kota Tegal, Kab. Pemalang, Kab. Pekalongan, Kota Pekalongan, Kab. Batang, Kab. Kendal, Kota Semarang, Kab. Demak, Kab. Jepara, Kab. Kudus, Kab. Pati, Kab. Rembang (Jawa Tengah); Provinsi Jawa Timur (Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Gresik, Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kab. Pasuruan, Kota Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo, Kab. Situbondo); Provinsi Jawa Barat (Kab. Bekasi, Kota Bekasi Kab. Karawang, Kab. Subang, Kab. Indramayu, Kota Cirebon, Kab. Cirebon); Kab. Serang, Kab. Tangerang (Banten); dan Jakarta Utara. Deskripsi: Peran strategis kabupaten/kota di pesisir utara Jawa (Pantura), yang berkontribusi sekitar 34% terhadap PDB Indonesia (2023) dan mencakup 5 wilayah aglomerasi utama. Meskipun vital, kawasan ini menghadapi tantangan multidimensi: defisit air baku di Pulau Jawa (5,6 miliar m³/tahun) dengan akses air minum jaringan perpipaan baru 30%. Terjadi laju penurunan tanah (land subsidence) 5-20 cm per tahun akibat ekstraksi air tanah berlebih, yang meningkatkan risiko banjir rob. Masalah lainnya meliputi 105,9 km garis pantai kritis akibat abrasi, tingginya sedimentasi di muara, serta kualitas air sungai yang buruk (hanya 14% dari 720 sampel yang memenuhi baku mutu). Sasaran utama program ini adalah meningkatkan ketahanan terhadap daya rusak air serta meningkatkan layanan air minum dan sanitasi di wilayah Pantura Jawa. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 547 | 03.01.014 |
|
| Jumlah kabupaten/kota yang memiliki kelembagaan air limbah domestik (UPTD/BLUD/BUMD) | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Jumlah Kabupaten Kota yang memiliki kelembagaan operator yang terpisah dari regulator terkait urusan air limbah domestik yang dapat berupa UPTD, BLUD, BUMD, atau diintegrasikan dalam BUMD Air Minum (k... | kab/kota | Ya | Tidak | Ya | Ya | Ya | |
| 548 | 04.01.044 |
|
| Jumlah Kabupaten/Kota yang Mencapai Eliminasi Kusta | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Kab/kota yang telah mencapai eliminasi kusta yaitu tidak ada kasus baru kusta anak selama 5 tahun dan tidak ada kasus kusta sama sekali pada dewasa selama 3 tahun. | kab/kota | Indikator SIPD: 000112 - Jumlah kabupaten/kota dengan eliminasi kusta. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 549 | 04.01.045 |
|
| Jumlah Kabupaten/Kota yang Mencapai Eliminasi Malaria | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Eliminasi malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografis tertentu, dan bukan berarti tidak ada kasus malaria impor serta sudah tidak ada vector m... | kab/kota | Indikator SIPD: 000109 - Jumlah kabupaten/ kota yang mencapai eliminasi malaria. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 550 | 04.01.046 |
|
| Jumlah Kabupaten/Kota yang Mencapai Eliminasi Rabies | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Kabupaten/Kota yang tidak ada kematian akibat Rabies pada manusia atau spesimen positif pada hewan dalam 2 (dua) tahun terakhir | kab/kota | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
Showing 501-550 of 2,950 items.
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 05.02.0003 |
|
| Jumlah Desa Rawan Bencana | Jumlah total desa yang berada di kawasan rawan bencana. | desa | BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, Kelas Rawan | TAHUNAN | Keamanan | ||
| 01.01.0005 |
|
| Jumlah Desa Tematik Berketahanan Bencana | Jumlah desa yang telah berhasil mengimplementasikan berbagai strategi dan program untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana. | desa/kelurahan | BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan | TAHUNAN | Pertahanan | ||
| 03.05.005 |
|
| Jumlah Desa Tertinggal | Menurut Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, dalam pembangunan desa meliputi pemenuhan4 aspek, yaitu: (1) kebutuhan dasar, (2) pelayanan dasar, (3) lingkungan, dan (4) kegiatan pemberdayaan... | desa | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Prioritas | STATISTIK | 32010034 | Terbuka | Klasifikasi Wilayah: Perdesaan, Perkotaan | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000222 - Jumlah desa tertinggal | Pembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal |
| 03.05.0006 |
|
| Jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal di 204 kecamatan perbatasan prioritas | Merupakan jumlah desa yang dikategorikan sebagai "tertinggal" atau "sangat tertinggal" berdasarkan kriteria tertentu, yang berada di 204 kecamatan perbatasan prioritas. Kriteria desa tertinggal dan... | jumlah desa | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal | ||
| 02.11.006 |
|
| Jumlah Desa Wisata/ Destinasi dengan Penerapan Standar Pariwisata Berkelanjutan | Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat... | lokasi/destinasi/desa | KEMENTERIAN PARIWISATA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000265 - Jumlah lokasi penerapan sustainable tourism development | Pariwisata | |
| 03.05.0007 |
|
| Jumlah desa yang memiliki fasilitas kesehatan skala perdesaan | Puskesmas Pembantu (Pustu): Jaringan pelayanan Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes): Upaya... | desa | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | "Program: 06.07-Peningkatan Kemandirian Perdesaan yang Berkelanjutan. Kegiatan: 06.07.01-Pemenuhan Layanan Dasar dan Infrastruktur Desa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi / Dilaksanakan pada 75.265 desa; Pusat (Tersebar); Provinsi Nusa Tenggara Barat (khususnya KPP berbasis Pariwisata Sembalun); Provinsi Kalimantan Tengah (mencakup Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Kalimantan Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Maluku; Provinsi Jawa Barat; serta prioritas pelaksanaan terhadap: Desa-desa dalam delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah mitra IKN, Desa-desa pada 10 Wilayah Metropolitan (WM), Desa-desa di 30 Kawasan Perdesaaan Prioritas (KPP) (termasuk KPP Kab. Raja Ampat dan KPP Kab. Ngada), dan Desa-Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal Prioritas (termasuk Kab. Mamberamo Raya, Kab. Waropen, Kab. Supiori, Kab. Tambrauw, Kab. Maybrat, seluruh Kab/Kota di Provinsi Papua Pegunungan, Kab. Boven Digoel, Kab. Mappi, Kab. Asmat, Kab. Paniai, Kab. Puncak, Kab. Puncak Jaya, Kab. Intan Jaya, Kab. Deiyai, Kab. Dogiyai, Kab. Sumba Tengah, Kab. Sumba Barat Daya, dan Kab. Sabu Raijua). Deskripsi: Pemenuhan layanan dasar dan infrastruktur perdesaan masih sangat bervariasi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Terdapat kesenjangan signifikan, misalnya (data 2024): 20,26% desa tidak memiliki akses fasilitas kesehatan, 24,38% desa mengalami sinyal telepon lemah, 42,61% desa tidak memiliki penampungan sampah, dan 5,17% desa belum menggunakan jamban. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan terhadap layanan dasar serta infrastruktur desa, khususnya agar rumah tangga perdesaan dapat memiliki akses air minum dan sanitasi aman, layanan kesehatan, dan rumah layak huni. Pemenuhan infrastruktur ini dipandang krusial karena akan berdampak signifikan terhadap perekonomian serta kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus menjadi strategi pembangunan holistik untuk memberdayakan masyarakat perdesaan, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif (mendukung PHTC-7)." | Pembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal | |
| 03.05.007 |
|
| Jumlah desa yang menerapkan administrasi dan pengelolaan keuangan desa berbasis digital | Sistem keuangan desa yang berbasis digital hingga saat ini dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri melalui platform Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Melalui platform ini, Pemerintah Desa melaporkan... | Total | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Desa | TAHUNAN | Dalam Negeri | ||
| 09.03.0014 |
|
| Jumlah desa yang menerapkan layanan digital SIDEKA-NG | Jumlah desa yang telah mengimplementasikan layanan berbasis digital, seperti penggunaan situs web resmi untuk administrasi, publikasi informasi dan layanan masyarakat | jumlah desa | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | jumlah desa berdasarkan penggunaan aplikasi Sideka-NG | TAHUNAN | Informasi | ||
| 03.05.010 |
|
| Jumlah desa yang menginisiasi kerja sama desa | Kerjasama desa adalah kesepakatan bersama antar desa dan/atau dengan pihak ketiga yang dibuat secara tertulis. Bidang yang dapat dikerjasamakan meliputi: kerjasama peningkatan daya saing perekonomian... | Total | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Desa | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000660 - Jumlah Desa yang Menginisiasi Pengembangan Kerja Sama Desa | Dalam Negeri | |
| 09.03.0015 |
|
| Jumlah Desa/Kelurahan yang Terjangkau ODP per Kecamatan | Jumlah desa atau kelurahan dalam sebuah kecamatan yang memiliki akses ke jaringan fiber optik melalui ODP | jumlah desa/kelurahan | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi Kecamatan, Kabupaten/Kota Provinsi | TAHUNAN | Informasi | ||
| 04.01.0031 |
|
| Jumlah dokter spesialis teregistrasi | Jumlah dokter spesialis yang telah teregistrasi secara resmi dan memiliki izin praktik di Indonesia | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.03-Produksi dan pendayagunaan SDM kesehatan Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penekanan pada Wilayah Papua; serta provinsi/daerah spesifik: Maluku Utara, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan. Deskripsi: Capaian pemenuhan SDM kesehatan pada RPJMN 2020–2024 belum memenuhi target: Puskesmas dengan 9 jenis tenaga kesehatan baru 60,16% (target 83%) dan RSUD kab/kota dengan 4 spesialis dasar + 3 spesialis lainnya 72,9% (target 90%). Ketimpangan distribusi tenaga antarwilayah masih tinggi, sehingga prioritas diarahkan pada peningkatan jumlah, kualitas, dan pemerataan penempatan SDM kesehatan sesuai kebutuhan fasilitas layanan (terutama Papua), agar ketersediaan SDM berkualitas di Puskesmas dan RSUD mendukung pemerataan dan efektivitas pembangunan kesehatan. | Kesehatan | |
| 01.02.0004 |
|
| Jumlah Dokumen IM yang Selesai Proses Reviu Komite OECD | Jumlah dokumen Initial Memorandum yang telah melalui proses reviu oleh Komite OECD dan menghasilkan rekomendasi bagi Pemri. | Dokumen | KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Urusan Luar Negeri | ||
| 07.04.0006 |
|
| Jumlah Dokumen Materi Teknis yang Disusun pada Tahun Tertentu | Jumlah dokumen materi teknis yang berhasil disusun dan diselesaikan dalam satu tahun terkait dengan penataan ruang laut dan zonasi pesisir. Dokumen-dokumen ini mencakup kajian teknis, perencanaan... | Jumlah Dokumen | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Kelautan | ||
| 07.05.019 |
|
| Jumlah dokumen pemantauan dan evaluasi implementasi konvensi keanekaragaman hayati dan protokol/kebijakan turunannya di Indonesia | Jumlah Dokumen Pemantauan dan Evaluasi Implementasi Konvensi Keanekaragaman Hayati dan Protokol/Kebijakan Turunannya di Indonesia merupakan cara untuk mengukur jumlah dokumen yang disusun untuk... | Dokumen | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 07.05.0019 |
|
| Jumlah Dokumen Penerapan Ekolabel (JDPE) | Total dokumen penerapan ekolabel dalam berbagai kategori produk atau jasa yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa berkelanjutan. | Dokumen | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000262 - Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah | Lingkungan Hidup | |
| 07.05.020 |
|
| Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah | Label ramah lingkungan (Ekolabel) adalah logo / label pernyataan yang menunjukkan aspek lingkungan dan merupakan salah satu perangkat dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup.Ekolabel merupakan... | Dokumen | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional; Jenis Dokumen Ekolabel | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000262 - Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah | Lingkungan Hidup | |
| 06.01.0036 |
|
| Jumlah Dosen | Jumlah tenaga pengajar di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang terdaftar secara resmi dan aktif dalam kegiatan akademik | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0037 |
|
| Jumlah Dosen Berkualifikasi S3 | Jumlah dosen yang memiliki gelar Doktor (S3) atau setara, baik dari perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri yang diakui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0038 |
|
| Jumlah Dosen Berkualifikasi S3 (STEM) | Merupakan jumlah dosen yang memiliki gelar doktor (S3) dan mengajar di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Peningkatan jumlah dosen berkualifikasi S3 di bidang STEM... | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional; Kelompok Bidang Ilmu | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0039 |
|
| Jumlah dosen dengan jabatan akademik Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar | Lektor: Jabatan akademik kedua dalam karier akademik dosen, setingkat lebih tinggi dari Asisten Ahli. Lektor Kepala: Jabatan akademik ketiga, setingkat lebih tinggi dari Lektor. Guru Besar... | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional; Jabatan Akademik | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0040 |
|
| Jumlah Dosen Terdaftar | Total jumlah dosen yang terdaftar sebagai tenaga pengajar tetap atau tidak tetap di perguruan tinggi, baik yang memiliki sertifikat dosen maupun yang belum. | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional; Ikatan Kerja | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0041 |
|
| Jumlah Dosen Terdaftar yang Memiliki Sertifikat Dosen | Jumlah dosen yang telah memenuhi persyaratan dan lulus dalam proses Sertifikasi Dosen (Serdos) serta memperoleh Sertifikat Pendidik. | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.013 |
|
| Jumlah dosen yang mengikuti progam peningkatan kapasitas | Indikator ini mengukur jumlah dosen di perguruan tinggi (akademik maupun vokasi) yang terlibat dalam program peningkatan kapasitas profesional yang mencakup pelatihan, sertifikasi, kursus, workshop,... | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional; Bentuk Pendidikan | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06.01.0311 |
|
| Jumlah dosen yang meningkat jabatan akademiknya | Jumlah dosen yang meningkat jabatan akademiknya | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 07.01.0012 |
|
| Jumlah Ekspor Batubara | Banyaknya batubara yang dijual keluar negeri | Ton | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Pemegang izin memberikan laporan | Pertambangan | |
| 02.02.0005 |
|
| Jumlah Ekspor Berbasis SDA yang Diolah per kode HS 6 digit Indonesia | Total jumlah produk yang diekspor yang berasal dari SDA dengan kode HS 6 digit dan telah melalui proses pengolahan. | Unit | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 07.02.0100 |
|
| Jumlah Ekspor Biodiesel | Banyaknya BBN berupa ester metil asam lemak yang diproses secara esterifikasi atau proses lainnya untuk bahan bakar motor diesel yang dijual ke Badan Usaha luar negeri | Ribu KL | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Badan Usaha tiap daerah melaporkan jumlah ekspor | Energi | |
| 07.02.0099 |
|
| Jumlah Ekspor LNG | Jumlah gas bumi yang telah dicairkan menjadi LNG dari pasokan domestik untuk memenuhi permintaan ekspor ke luar negeri dalam suatu periode tertentu. | Ribu MMBTU | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Diperlukan data per Provinsi | Energi | |
| 07.02.0098 |
|
| Jumlah Ekspor LPG | Banyaknya LPG yang dijual ke Badan Usaha luar negeri | Ton | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Diperlukan data per provinsi | Energi | |
| 07.02.0097 |
|
| Jumlah Ekspor Minyak Mentah | Banyaknya minyak mentah yang dijual keluar negeri dalam satuan volume | Ribu Barel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Membutuhkan konfirmasi data provinsi | Energi | |
| 07.02.0096 |
|
| Jumlah Ekspor Produk Kilang | Banyaknya produk yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak mentah di kilang oleh badan usaha Pemegang izin usaha Pengolahan Minyak dan gas Bumi yang dijual ke luar negeri | Ribu Barel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | ||
| 03.01.009 |
|
| Jumlah embung dan tampungan air lainnya yang dibangun | Banyaknya tampungan air skala kecil seperti situ dan embung yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air | Unit | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 03.01.0006 |
|
| Jumlah Embung yang Telah Dibangun | Total jumlah embung (waduk kecil) yang telah dibangun dan dikelola dalam suatu wilayah pada periode tertentu | Unit | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 07.05.021 |
|
| Jumlah Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) | Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas yang terkandung dalam atmosfir, baik alami maupun antropogenik, yang menyerap dan memancarkan kembali radiasi inframerah. Jumlah emisi GRK tahunan adalah jumlah emisi... | million tonnes of carbon dioxide equivalent | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | 31010040 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000270 - Jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) per tahun | Lingkungan Hidup |
| 02.01.0005 |
|
| Jumlah Emisi Tahun Dasar | Jumlah total emisi GRK dari sektor industri pada tahun referensi (misalnya, 2010 atau 2020) | million tonnes of carbon dioxide equivalent | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Industri | ||
| 02.01.0006 |
|
| Jumlah Emisi Tahun Pelaporan | Jumlah total emisi GRK dari sektor industri pada tahun pelaporan | million tonnes of carbon dioxide equivalent | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Industri | ||
| 07.05.0020 |
|
| Jumlah Entitas yang Taat (JET) | Jumlah entitas (misalnya, perusahaan, organisasi, atau individu) yang memenuhi semua ketentuan dan peraturan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan dalam periode tertentu. | entitas | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 04.01.0032 |
|
| Jumlah estimasi penderita hipertensi usia ≥15 tahun | Estimasi jumlah individu usia 15 tahun ke atas yang menderita hipertensi di wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama | persen | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000470 - Persentase penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | Kesehatan | |
| 04.01.0033 |
|
| Jumlah faktor risiko yang dikendalikan | Jumlah faktor risiko penyakit yang telah ditindaklanjuti atau dikendalikan sesuai dengan prosedur kesehatan yang berlaku setelah terdeteksi. | kasus | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04.01.0034 |
|
| Jumlah faktor risiko yang ditemukan | Total jumlah faktor risiko penyakit yang terdeteksi pada orang, alat angkut, barang, dan lingkungan selama pemeriksaan di pintu masuk negara. | kasus | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 07.05.022 |
|
| Jumlah fasilitas limbah radioaktif yang dikelola | Indikator ini mengacu kepada jumlah fasilitas yang melakukan kegiatan pra pengolahan limbah radioaktif terbungkus yang tidak digunakan. Prapengolahan limbah radioaktif meliputi: 1. kegiatan... | fasilitas | BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR | Prioritas | STATISTIK | - | Jumlah Fasilitas | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 06.02.0118 |
|
| Jumlah Fasilitasi Layanan Kepulangan dan/atau Rehabilitasi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Penempatan Pemerintah | Jumlah Fasilitasi Layanan Kepulangan dan/atau Rehabilitasi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Penempatan Pemerintah merupakan Jumlah layanan fasilitasi kepulangan dan/atau rehabilitasi yang... | layanan | KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Internasional | BULANAN | Ketenagakerjaan | ||
| 06.02.0119 |
|
| Jumlah Fasilitasi Layanan Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Berdasarkan Daerah Asal | Jumlah Fasilitasi Layanan Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Berdasarkan Daerah Asal merupakan jumlah fasilitasi layanan kepulangan dan/atau rehabilitasi yang diberikan kepada Pekerja... | layanan | KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI | Prioritas | STATISTIK | - | Waktu, Wilayah:Nasional | BULANAN | Ketenagakerjaan | ||
| 06.02.005 |
|
| Jumlah fasilitasi pelayanan penempatan pekerja migran Indonesia berdasarkan okupasi | Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Jumlah fasilitasi pelayanan penempatan PMI berdasarkan okupas. Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah setiap warga negara Indonesia yang akan, sedang, atau telah... | layanan | KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI | Prioritas | STATISTIK | - | Jabatan | BULANAN | Indikator SIPD: 000235 - Jumlah fasilitasi pelayanan penempatan TKLN berdasarkan okupasi | Ketenagakerjaan | |
| 04.01.0035 |
|
| Jumlah Fasyankes yang Melaksanakan Pelayanan Kesehatan Penyakit Akibat Kerja | Jumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rujukan yang memiliki dokter atau dokter spesialis dengan kompetensi dalam tatalaksana penyakit akibat kerja, diperoleh melalui pendidikan formal... | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 08.02.004 |
|
| Jumlah festival dan pameran seni budaya di dalam negeri yang memiliki jangkauan dan reputasi internasional | Banyak festival dan pameran seni budaya di dalam negeri yang diselenggarakan dan didukung Kementerian/Lembaga (seperti: Kemendikbudristek dan Kemenparekraf) maupun masyarakat yang memiliki jangkauan... | kegiatan | KEMENTERIAN KEBUDAYAAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.09-Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Kegiatan: 04.09.01-Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia; Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Papua; Provinsi Kalimantan Timur; 96 Desa di Sulawesi Tenggara; dan Provinsi Jawa Barat. Deskripsi: Rangkuman permasalahan utama adalah peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi prasyarat utama untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Saat ini, Indonesia masih menghadapi masalah kekurangan guru berkualitas (angka kecukupan guru SD-SMK rendah, 0,6-0,7), distribusi guru yang belum merata (terutama SMP-SMK) yang menyebabkan disparitas mutu, dan 60 ribu guru pensiun setiap tahunnya. Upaya pemenuhan kebutuhan guru dalam 3 tahun terakhir dinilai kurang optimal karena formasi yang diusulkan Pemda tidak sepenuhnya sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, dibutuhkan restrukturisasi kewenangan atau reformasi menyeluruh dalam pengelolaan guru (meliputi formasi, rekrutmen, pengangkatan, penempatan, mobilitas, pembinaan karier, perlindungan hukum, dan kesejahteraan berbasis kinerja). Hal ini bertujuan untuk memastikan kemudahan mobilitas guru antardaerah, memenuhi kebutuhan guru (termasuk penggantian guru pensiun), dan mengatasi persoalan ketidakmerataan distribusi serta disparitas mutu, sekaligus memperbaiki koordinasi pemerintah pusat dan daerah. | Kebudayaan | |
| 05.01.0009 |
|
| Jumlah Firma yang sudah terdaftar berdasarkan provinsi | banyaknya total keseluruhan firma yang telah secara resmi terdaftar pada sistem AHU Online di setiap provinsi di Indonesia | Dokumen | KEMENTERIAN HUKUM | Prioritas | STATISTIK | 23020003 | Terbuka | provinsi | HARIAN | Hukum | |
| 04.01.0036 |
|
| Jumlah FKTP yang mengimplementasikan penggunaan antibiotik rasional | Jumlah Puskesmas yang menggunakan antibiotik rasional pada pengobatan penyakit ISPA non pneumonia dan diare non spesifik. Kriteria FKTP mengimplementasikan penggunaan antibiotik rasional adalah FKTP... | puskesmas | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 02.02.0006 |
|
| Jumlah Free Trade Agreement (FTA) yang Disepakati | FTA adalah perjanjian antara dua atau lebih negara untuk mengurangi atau menghapuskan tarif pada barang yang diperdagangkan di antara negara-negara tersebut, namun masing-masing tetap mempertahankan... | kesepakatan | KEMENTERIAN PERDAGANGAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000339 - Jumlah PTA/FTA/CEPA yang disepakati | Perdagangan | ||
| 03.03.0008 |
|
| Jumlah Frekuensi Penerbangan | Jumlah keseluruhan penerbangan yang dijadwalkan dalam periode tertentu. | penerbangan | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi |
Showing 501-550 of 3,346 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 162712 |
|
| Daftar satelit asing yang menyediakan layanan di indonesia | Non Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Direktorat Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit dan Standardisasi Infrastruktur Digital | Informasi terkait daftar satelit asing yang menyediakan layanan di wilayah indonesia | satelit | - | tabel | TAHUNAN | Informasi | TERSEDIA | |||
| 162713 |
|
| Daftar Satelit Indonesia yang telah beroperasi | Non Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Direktorat Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit dan Standardisasi Infrastruktur Digital | Informasi terkait daftar satelit Indonesia yang telah beroperasi dan memberikan layanan di wilayah Indonesia | satelit | - | tabel | TAHUNAN | Informasi | TERSEDIA | |||
| 162714 | 09.03.0002 |
|
| Daftar Tempat Penimbunan Barang Sementara | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KEUANGAN | DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI | Daftar Tempat Penimbunan Barang Sementara | - | - | Kota Batam | BELUM DAPAT DITENTUKAN | Informasi | TERSEDIA | ||
| 162715 | 09.06.0108 |
|
| Daftar Unit Kerja/Instansi yang memperoleh predikat WBK/WBBM | Prioritas | STATISTIK | Variabel | Direktorat Transformasi Birokrasi dan Pemerintahan | KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI | Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan | Unit kerja percontohan yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan Kementarian PANRB dan dinyatakan layak untuk mendapatkan predikat WBK/WBBM oleh Tim Penilai Nasional (TPN). | unit kerja/instansi | - | Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Aparatur Negara | TERSEDIA | |
| 162716 |
|
| Daftar Wilayah Indonesia Rawan Konflik Sosial | Non Prioritas | GEOSPASIAL | Variabel | Direktorat Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan Anak | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum | Provinsi/kabupaten yang memiliki potensi tinggi konflik sosial serta jenis konflik Jenis Konflik: Permasalahan yang berkaitan dengan Politik Ekonomi, Sosial & Budaya (POLEKSOSBUD), Perseteruan antar... | - | - | Nasional | TAHUNAN | Kewilayahan | TERSEDIA | ||
| 162717 |
|
| Dampak Penyelenggaraan Event Pendukungan Kemenpar Tahun 2025 | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PARIWISATA | Asisten Deputi Strategi Event | Laporan yang bertujuan untuk mengevaluasi berbagai dampak yang ditimbulkan oleh penyelenggaraan event pariwisata, baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, maupun lingkungan, mencakup analisis tentang... | - | - | Dampak Ekonomi; Dampak Sosial Budaya; Dampak Lingkungan | TAHUNAN | Pariwisata | TERSEDIA | |||
| 162718 | 04.01.0001 |
|
| Data 10 penyakit terbanyak di Rumah Sakit | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KESEHATAN | DINAS KESEHATAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU | Kumpulan Data 10 penyakit terbanyak di Rumah Sakit | Jumlah | - | Kota Batam dan Kepulauan Riau | BULANAN | Kesehatan | TERSEDIA | ||
| 162719 | 01.01.0001 |
|
| Data Alutsista milik TNI (AD, AU, AL) | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Direktorat Materiil Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan | total unit Alat Utama Sistem Senjata—meliputi kendaraan tempur, kapal, pesawat, rudal, dan dukungan teknis—yang dimiliki, dioperasikan, dan siap pakai di masing-masing matra | Unit | - | Matra TNI | TAHUNAN | Pertahanan | TERSEDIA | ||
| 162720 |
|
| Data Anak yang Memiliki KIA Usia 0-4 Tahun | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | Direktorat Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan Anak | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil | Persentase anak usia 0-4 tahun yang memiliki akta kelahiran, baik pada saat survei bisa menunjukkan akta kelahiran maupun tidak dapat menunjukkannya | Orang | - | Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pemberdayaan Perempuan | TERSEDIA | ||
| 162721 | 09.02.0001 |
|
| Data anggaran dan realisasi belanja Pemda melalui akses SIPD | Prioritas | GEOSPASIAL | Variabel | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah | Data anggaran dan realisasi belanja Pemda melalui akses SIPD | rupiah | - | Provinsi, Kabupaten/Kota | HARIAN | Keuangan | TERSEDIA |
Showing 101-110 of 4,145 items.
