Data Prioritas Jangka Menengah 2025-2029

(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)

#ID DDPSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis DataInstansi Produsen DataDefinisiSatuanCatatan kebutuhan dukungan Data Daerah20252026202720282029
         
40109.03.0013
    • Renstra DPR RI 2025-2029;
  1. -
Jumlah dan persebaran WNI di luar negeriSTATISTIKKEMENTERIAN LUAR NEGERIData ini mencakup jumlah WNI—termasuk pekerja migran dan diaspora—yang tinggal atau bekerja di luar negeri, dibedakan menurut negara tujuan dan wilayah benuaOrangYaYaYaYaYa
40203.01.0005
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah kumulatif tampungan air yang dikelola;
Jumlah Danau yang Telah DibangunSTATISTIKKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMTotal jumlah danau alami yang dikelola untuk fungsi tampungan air dalam suatu wilayah pada periode tertentuUnitYaYaYaYaYa
40305.01.0008
    • DP 2024;
  1. Jumlah Kekayaan Intelektual (KI) per 100 Periset;
Jumlah data dan informasi KI Komunal yang memiliki nilai ekonomiSTATISTIKKEMENTERIAN HUKUMJumlah data dan informasi KI Komunal yang memiliki nilai ekonomi dari tiap Provinsi/DaerahDokumenYaYaYaYaYa
40407.05.018
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah data informasi yang terregister dan terverifikasi;
Jumlah data informasi yang terregister dan terverifikasiSTATISTIKKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPIndikator ini mengacu pada jumlah total data informasi aksi mitigasi penurunan emisi Gas Rumah Kaca yang telah berhasil didaftarkan dalam suatu sistem dan telah diverifikasi kebenarannya. Proses regis...sektorYaYaYaYaYa
40509.01.0009
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Kualitas Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan;
Jumlah Data Pemilih dalam DPTSTATISTIKKOMISI PEMILIHAN UMUMTotal jumlah pemilih yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada suatu wilayah atau periode tertentuOrangTidakTidakTidakTidakYa
40609.01.0010
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Kualitas Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan;
Jumlah Data Pemilih dalam DPT yang Memenuhi Syarat dan Sesuai dengan Data KependudukanSTATISTIKBADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMJumlah pemilih dalam DPT yang telah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai pemilih serta sesuai dengan data kependudukan yang validindividuYaYaYaYaYa
40709.01.0011
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Daftar Pemilih Berkelanjutan yang Akurat, Mutakhir, dan Komprehensif;
Jumlah Data Pemilih Hasil Pemutakhiran BerkelanjutanSTATISTIKKOMISI PEMILIHAN UMUMJumlah data pemilih yang telah diperbarui dan memenuhi tiga kriteria utama: Akurat: Data mencerminkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Mutakhir: Data terbaru yang mencerminkan kon...OrangYaYaYaYaYa
40809.01.0012
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Daftar Pemilih Berkelanjutan yang Akurat, Mutakhir, dan Komprehensif;
Jumlah Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4)STATISTIKKOMISI PEMILIHAN UMUMData penduduk yang memenuhi syarat sebagai pemilih, disediakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada KPU sebagai dasar awal pemutakhiran data pemilih.OrangTidakTidakYaTidakTidak
40903.07.0006
    • RPJPN 2025-2045;
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH);
Jumlah Data Registrasi KematianSTATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERIJumlah Catatan resmi mengenai kejadian kematian yang mencakup informasi seperti usia, penyebab, dan lokasi kematian.TotalIndikator Utama Pembangunan - 1.Usia Harapan Hidup (UHH) (tahun) Indikator SIPD: 000009 - Usia Harapan Hidup (UHH) 000921 - Umur Harapan HidupYaYaYaYaYa
41009.02.0004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Rasio Defisit APBN terhadap PDB dalam Batas Aman;
Jumlah Defisit APBNSTATISTIKKEMENTERIAN KEUANGANSelisih antara jumlah pengeluaran negara (belanja negara) dengan penerimaan negara (penerimaan perpajakan + PNBP + hibah) dalam satu tahun anggaran. Jika pengeluaran lebih besar dari penerimaan, terja...rupiahYaYaYaYaYa
41110.03.0013
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa yang memiliki 100% rumah layak huni;
Jumlah desa dengan 100% rumah layak huniSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALMerupakan jumlah desa di mana seluruh rumah tangga memiliki rumah yang memenuhi kriteria rumah layak huni. Kriteria tersebut meliputi ketahanan bangunan, kecukupan luas tempat tinggal (minimal 7,2 m²...jumlah desa"Program: 06.07-Peningkatan Kemandirian Perdesaan yang Berkelanjutan. Kegiatan: 06.07.01-Pemenuhan Layanan Dasar dan Infrastruktur Desa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi / Dilaksanakan pada 75.265 desa; Pusat (Tersebar); Provinsi Nusa Tenggara Barat (khususnya KPP berbasis Pariwisata Sembalun); Provinsi Kalimantan Tengah (mencakup Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Kalimantan Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Maluku; Provinsi Jawa Barat; serta prioritas pelaksanaan terhadap: Desa-desa dalam delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah mitra IKN, Desa-desa pada 10 Wilayah Metropolitan (WM), Desa-desa di 30 Kawasan Perdesaaan Prioritas (KPP) (termasuk KPP Kab. Raja Ampat dan KPP Kab. Ngada), dan Desa-Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal Prioritas (termasuk Kab. Mamberamo Raya, Kab. Waropen, Kab. Supiori, Kab. Tambrauw, Kab. Maybrat, seluruh Kab/Kota di Provinsi Papua Pegunungan, Kab. Boven Digoel, Kab. Mappi, Kab. Asmat, Kab. Paniai, Kab. Puncak, Kab. Puncak Jaya, Kab. Intan Jaya, Kab. Deiyai, Kab. Dogiyai, Kab. Sumba Tengah, Kab. Sumba Barat Daya, dan Kab. Sabu Raijua). Deskripsi: Pemenuhan layanan dasar dan infrastruktur perdesaan masih sangat bervariasi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Terdapat kesenjangan signifikan, misalnya (data 2024): 20,26% desa tidak memiliki akses fasilitas kesehatan, 24,38% desa mengalami sinyal telepon lemah, 42,61% desa tidak memiliki penampungan sampah, dan 5,17% desa belum menggunakan jamban. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan terhadap layanan dasar serta infrastruktur desa, khususnya agar rumah tangga perdesaan dapat memiliki akses air minum dan sanitasi aman, layanan kesehatan, dan rumah layak huni. Pemenuhan infrastruktur ini dipandang krusial karena akan berdampak signifikan terhadap perekonomian serta kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus menjadi strategi pembangunan holistik untuk memberdayakan masyarakat perdesaan, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif (mendukung PHTC-7)." YaYaYaYaYa
41203.05.0004
    • RPJPN 2025-2045;
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa Mandiri;
Jumlah desa dengan status MandiriSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALJumlah desa yang memiliki status mandiri berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), yaitu desa yang memiliki ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai, s...jumlah desaIndikator Utama Pembangunan - 23c.Persentase Desa Mandiri (%) Indikator SIPD: 000042 - Persentase Desa MandiriYaYaYaYaYa
41303.02.0001
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa Maju dan Desa Mandiri di 45 Kawasan Transmigrasi;
Jumlah desa di 45 kawasan transmigrasiSTATISTIKKEMENTERIAN TRANSMIGRASITotal jumlah desa yang berada di 45 kawasan transmigrasi yang ditetapkan oleh pemerintah.desaYaYaYaYaYa
41403.02.0002
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa Maju dan Desa Mandiri di 45 Kawasan Transmigrasi;
Jumlah desa maju dan desa mandiri di 45 kawasan transmigrasiSTATISTIKKEMENTERIAN TRANSMIGRASIJumlah desa yang dikategorikan sebagai desa maju dan desa mandiri yang berada di 45 kawasan transmigrasi yang ditetapkan oleh pemerintah.desaYaYaYaYaYa
41503.05.0005
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa Maju dan Mandiri di 22 Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan;
Jumlah Desa Maju dan Mandiri di Pusat Pertumbuhan Kawasan PerbatasanSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALJumlah desa berstatus 'Maju' dan 'Mandiri' berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) di 22 Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan (PPKP)jumlah desaYaYaYaYaYa
41605.02.0003
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa Berketahanan Bencana Multipihak;
Jumlah Desa Rawan BencanaSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah total desa yang berada di kawasan rawan bencana.​desaYaYaYaYaYa
41701.01.0005
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa Berketahanan Bencana Multipihak;
Jumlah Desa Tematik Berketahanan BencanaSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah desa yang telah berhasil mengimplementasikan berbagai strategi dan program untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana.​desa/kelurahanYaYaYaYaYa
41803.05.0006
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa tertinggal dan sangat tertinggal di 204 kecamatan perbatasan prioritas;
Jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal di 204 kecamatan perbatasan prioritasSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALMerupakan jumlah desa yang dikategorikan sebagai "tertinggal" atau "sangat tertinggal" berdasarkan kriteria tertentu, yang berada di 204 kecamatan perbatasan prioritas. Kriteria desa tertinggal dan sa...jumlah desaYaYaYaYaYa
41902.11.006
    • SDGs;
  1. Jumlah lokasi yang menerapkan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development);
Jumlah Desa Wisata/ Destinasi dengan Penerapan Standar Pariwisata BerkelanjutanSTATISTIKKEMENTERIAN PARIWISATAPariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setemp...lokasi/destinasi/desaIndikator SIPD: 000265 - Jumlah lokasi penerapan sustainable tourism developmentTidakYaYaYaYa
42003.05.0007
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa yang Mendapatkan Layanan Kesehatan;
Jumlah desa yang memiliki fasilitas kesehatan skala perdesaanSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALPuskesmas Pembantu (Pustu): Jaringan pelayanan Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes): Upaya Keseha...desa"Program: 06.07-Peningkatan Kemandirian Perdesaan yang Berkelanjutan. Kegiatan: 06.07.01-Pemenuhan Layanan Dasar dan Infrastruktur Desa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi / Dilaksanakan pada 75.265 desa; Pusat (Tersebar); Provinsi Nusa Tenggara Barat (khususnya KPP berbasis Pariwisata Sembalun); Provinsi Kalimantan Tengah (mencakup Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Kalimantan Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Maluku; Provinsi Jawa Barat; serta prioritas pelaksanaan terhadap: Desa-desa dalam delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah mitra IKN, Desa-desa pada 10 Wilayah Metropolitan (WM), Desa-desa di 30 Kawasan Perdesaaan Prioritas (KPP) (termasuk KPP Kab. Raja Ampat dan KPP Kab. Ngada), dan Desa-Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal Prioritas (termasuk Kab. Mamberamo Raya, Kab. Waropen, Kab. Supiori, Kab. Tambrauw, Kab. Maybrat, seluruh Kab/Kota di Provinsi Papua Pegunungan, Kab. Boven Digoel, Kab. Mappi, Kab. Asmat, Kab. Paniai, Kab. Puncak, Kab. Puncak Jaya, Kab. Intan Jaya, Kab. Deiyai, Kab. Dogiyai, Kab. Sumba Tengah, Kab. Sumba Barat Daya, dan Kab. Sabu Raijua). Deskripsi: Pemenuhan layanan dasar dan infrastruktur perdesaan masih sangat bervariasi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Terdapat kesenjangan signifikan, misalnya (data 2024): 20,26% desa tidak memiliki akses fasilitas kesehatan, 24,38% desa mengalami sinyal telepon lemah, 42,61% desa tidak memiliki penampungan sampah, dan 5,17% desa belum menggunakan jamban. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan terhadap layanan dasar serta infrastruktur desa, khususnya agar rumah tangga perdesaan dapat memiliki akses air minum dan sanitasi aman, layanan kesehatan, dan rumah layak huni. Pemenuhan infrastruktur ini dipandang krusial karena akan berdampak signifikan terhadap perekonomian serta kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus menjadi strategi pembangunan holistik untuk memberdayakan masyarakat perdesaan, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif (mendukung PHTC-7)." YaYaYaYaYa
42103.05.007
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah desa yang menerapkan administrasi dan pengelolaan keuangan desa berbasis digital;
Jumlah desa yang menerapkan administrasi dan pengelolaan keuangan desa berbasis digitalSTATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERISistem keuangan desa yang berbasis digital hingga saat ini dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri melalui platform Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Melalui platform ini, Pemerintah Desa melaporkan se...TotalYaYaYaYaYa
42209.03.0014
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa yang menerapkan layanan berbasis digital;
Jumlah desa yang menerapkan layanan digital SIDEKA-NGSTATISTIKKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALJumlah desa yang telah mengimplementasikan layanan berbasis digital, seperti penggunaan situs web resmi untuk administrasi, publikasi informasi dan layanan masyarakatjumlah desaYaYaYaYaYa
42303.05.010
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah desa yang menginisiasi kerja sama desa;
Jumlah desa yang menginisiasi kerja sama desaSTATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERIKerjasama desa adalah kesepakatan bersama antar desa dan/atau dengan pihak ketiga yang dibuat secara tertulis. Bidang yang dapat dikerjasamakan meliputi: kerjasama peningkatan daya saing perekonomian...TotalIndikator SIPD: 000660 - Jumlah Desa yang Menginisiasi Pengembangan Kerja Sama DesaYaYaYaYaYa
42409.03.0015
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jangkauan jaringan fiber optik per kecamatan;
Jumlah Desa/Kelurahan yang Terjangkau ODP per KecamatanSTATISTIKKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALJumlah desa atau kelurahan dalam sebuah kecamatan yang memiliki akses ke jaringan fiber optik melalui ODPjumlah desa/kelurahanYaYaYaYaYa
42504.01.0031
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Rasio dokter spesialis;
Jumlah dokter spesialis teregistrasiSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah dokter spesialis yang telah teregistrasi secara resmi dan memiliki izin praktik di IndonesiaOrangProgram: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.03-Produksi dan pendayagunaan SDM kesehatan Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penekanan pada Wilayah Papua; serta provinsi/daerah spesifik: Maluku Utara, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan. Deskripsi: Capaian pemenuhan SDM kesehatan pada RPJMN 2020–2024 belum memenuhi target: Puskesmas dengan 9 jenis tenaga kesehatan baru 60,16% (target 83%) dan RSUD kab/kota dengan 4 spesialis dasar + 3 spesialis lainnya 72,9% (target 90%). Ketimpangan distribusi tenaga antarwilayah masih tinggi, sehingga prioritas diarahkan pada peningkatan jumlah, kualitas, dan pemerataan penempatan SDM kesehatan sesuai kebutuhan fasilitas layanan (terutama Papua), agar ketersediaan SDM berkualitas di Puskesmas dan RSUD mendukung pemerataan dan efektivitas pembangunan kesehatan.YaYaYaYaYa
42609.02.020
    • SDGs;
  1. Jumlah Dokumen Daftar Rencana Proyek KPBU (DRK) yang diterbitkan setiap tahun;
Jumlah Dokumen Daftar Rencana Proyek KPBU (DRK) yang diterbitkan setiap tahunSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL- Merupakan dokumen perencanaan yang memuat daftar proyek infrastruktur yang direncanakan untuk dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang disusun sesuai amanat da...DokumenIndikator SIPD: 000342 - Jumlah Dokumen Daftar Rencana Proyek KPBU (DRK) yang diterbitkan setiap tahun.YaTidakYaYaYa
42709.05.0009
    • SDGs;
  1. Jumlah Dokumen Daftar Rencana Proyek KPBU (DRK) yang diterbitkan setiap tahun;
Jumlah Dokumen Daftar Rencana Proyek KPBU (DRK) yang sedang dalam proses penyiapanSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL- Merupakan dokumen perencanaan yang memuat daftar proyek infrastruktur yang direncanakan untuk dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). yang disusun sesuai amanat d...DokumenIndikator SIPD: 000342 - Jumlah Dokumen Daftar Rencana Proyek KPBU (DRK) yang diterbitkan setiap tahun.YaTidakYaYaYa
42809.05.0010
    • SDGs;
  1. Jumlah Dokumen Daftar Rencana Proyek KPBU (DRK) yang diterbitkan setiap tahun;
Jumlah Dokumen Daftar Rencana Proyek KPBU (DRK) yang siap ditawarkanSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL- Merupakan dokumen perencanaan yang memuat daftar proyek infrastruktur yang direncanakan untuk dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). yang disusun sesuai amanat d...DokumenIndikator SIPD: 000342 - Jumlah Dokumen Daftar Rencana Proyek KPBU (DRK) yang diterbitkan setiap tahun.YaTidakYaYaYa
42901.02.0004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Dokumen Initial Memorandum yang selesai proses reviu dari Komite OECD (2025-2028);
Jumlah Dokumen IM yang Selesai Proses Reviu Komite OECDSTATISTIKKEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIANJumlah dokumen Initial Memorandum yang telah melalui proses reviu oleh Komite OECD dan menghasilkan rekomendasi bagi Pemri.​DokumenTidakYaYaYaYa
43007.04.0006
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut dan Zonasi Pesisir;
Jumlah Dokumen Materi Teknis yang Disusun pada Tahun TertentuSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANJumlah dokumen materi teknis yang berhasil disusun dan diselesaikan dalam satu tahun terkait dengan penataan ruang laut dan zonasi pesisir. Dokumen-dokumen ini mencakup kajian teknis, perencanaan ruan...Jumlah DokumenTidakYaYaYaYa
43107.05.019
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah dokumen pemantauan dan evaluasi implementasi konvensi keanekaragaman hayati dan protokol/kebijakan turunannya di Indonesia;
Jumlah dokumen pemantauan dan evaluasi implementasi konvensi keanekaragaman hayati dan protokol/kebijakan turunannya di IndonesiaSTATISTIKKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPJumlah Dokumen Pemantauan dan Evaluasi Implementasi Konvensi Keanekaragaman Hayati dan Protokol/Kebijakan Turunannya di Indonesia merupakan cara untuk mengukur jumlah dokumen yang disusun untuk memant...DokumenYaYaYaYaYa
43207.05.0019
    • SDGs;
  1. Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah;
Jumlah Dokumen Penerapan Ekolabel (JDPE)STATISTIKKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPTotal dokumen penerapan ekolabel dalam berbagai kategori produk atau jasa yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa berkelanjutan.DokumenIndikator SIPD: 000262 - Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa PemerintahYaYaYaYaYa
43307.05.020
    • SDGs;
  1. Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah;
Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa PemerintahSTATISTIKKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPLabel ramah lingkungan (Ekolabel) adalah logo / label pernyataan yang menunjukkan aspek lingkungan dan merupakan salah satu perangkat dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup.Ekolabel merupakan saran...DokumenIndikator SIPD: 000262 - Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa PemerintahYaYaYaYaYa
43406.01.0036
    • RPJMN 2025-2029;
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase dosen berkualifikasi S3: a. Total b. STEM c. Non STEM;
  2. Persentase Dosen yang Menduduki Jabatan Lektor/Lektor Kepala/Guru Besar;
Jumlah DosenSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIJumlah tenaga pengajar di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang terdaftar secara resmi dan aktif dalam kegiatan akademikOrangYaYaYaYaYa
43506.01.0037
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase dosen berkualifikasi S3: a. Total b. STEM c. Non STEM;
Jumlah Dosen Berkualifikasi S3STATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIJumlah dosen yang memiliki gelar Doktor (S3) atau setara, baik dari perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri yang diakui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan TeknologiOrangYaYaYaYaYa
43606.01.0038
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase dosen berkualifikasi S3: a. Total b. STEM c. Non STEM;
Jumlah Dosen Berkualifikasi S3 (STEM)STATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIMerupakan jumlah dosen yang memiliki gelar doktor (S3) dan mengajar di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Peningkatan jumlah dosen berkualifikasi S3 di bidang STEM menjad...OrangYaYaYaYaYa
43706.01.0039
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Dosen yang Menduduki Jabatan Lektor/Lektor Kepala/Guru Besar;
Jumlah dosen dengan jabatan akademik Lektor, Lektor Kepala, dan Guru BesarSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGILektor: Jabatan akademik kedua dalam karier akademik dosen, setingkat lebih tinggi dari Asisten Ahli. Lektor Kepala: Jabatan akademik ketiga, setingkat lebih tinggi dari Lektor. Guru Besar (Profesor...OrangYaYaYaYaYa
43806.01.0040
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Proporsi dosen yang memiliki sertifikat dosen;
Jumlah Dosen TerdaftarSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGITotal jumlah dosen yang terdaftar sebagai tenaga pengajar tetap atau tidak tetap di perguruan tinggi, baik yang memiliki sertifikat dosen maupun yang belum.OrangYaYaYaYaYa
43906.01.0041
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Proporsi dosen yang memiliki sertifikat dosen;
Jumlah Dosen Terdaftar yang Memiliki Sertifikat DosenSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIJumlah dosen yang telah memenuhi persyaratan dan lulus dalam proses Sertifikasi Dosen (Serdos) serta memperoleh Sertifikat Pendidik.OrangYaYaYaYaYa
44006.01.013
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah dosen yang mengikuti progam peningkatan kapasitas;
Jumlah dosen yang mengikuti progam peningkatan kapasitasSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIIndikator ini mengukur jumlah dosen di perguruan tinggi (akademik maupun vokasi) yang terlibat dalam program peningkatan kapasitas profesional yang mencakup pelatihan, sertifikasi, kursus, workshop, s...OrangYaYaYaYaYa
44102.02.0005
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Diversifikasi produk industri berbasis SDA yang diolah;
Jumlah Ekspor Berbasis SDA yang Diolah per kode HS 6 digit IndonesiaSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALTotal jumlah produk yang diekspor yang berasal dari SDA dengan kode HS 6 digit dan telah melalui proses pengolahan.​UnitYaYaYaYaYa
44203.01.009
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah embung dan tampungan air lainnya yang dibangun;
Jumlah embung dan tampungan air lainnya yang dibangunSTATISTIKKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMBanyaknya tampungan air skala kecil seperti situ dan embung yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan airUnitYaYaYaYaYa
44303.01.0006
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah kumulatif tampungan air yang dikelola;
Jumlah Embung yang Telah DibangunSTATISTIKKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMTotal jumlah embung (waduk kecil) yang telah dibangun dan dikelola dalam suatu wilayah pada periode tertentuUnitYaYaYaYaYa
44407.05.021
    • SDGs;
  1. Jumlah Emisi Gas Rumah Kaca (GRK);
Jumlah Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)STATISTIKKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPGas Rumah Kaca (GRK) adalah gas yang terkandung dalam atmosfir, baik alami maupun antropogenik, yang menyerap dan memancarkan kembali radiasi inframerah. Jumlah emisi GRK tahunan adalah jumlah emisi G...million tonnes of carbon dioxide equivalentIndikator SIPD: 000270 - Jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) per tahunYaYaYaYaYa
44502.01.0005
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada sektor industri yang menjadi prioritas dekarbonisasi;
Jumlah Emisi Tahun DasarSTATISTIKKEMENTERIAN PERINDUSTRIANJumlah total emisi GRK dari sektor industri pada tahun referensi (misalnya, 2010 atau 2020)million tonnes of carbon dioxide equivalentYaYaYaYaYa
44602.01.0006
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada sektor industri yang menjadi prioritas dekarbonisasi;
Jumlah Emisi Tahun PelaporanSTATISTIKKEMENTERIAN PERINDUSTRIANJumlah total emisi GRK dari sektor industri pada tahun pelaporanmillion tonnes of carbon dioxide equivalentYaYaYaYaYa
44707.05.0020
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase ketaatan terhadap hukum lingkungan hidup dan kehutanan;
Jumlah Entitas yang Taat (JET)STATISTIKKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPJumlah entitas (misalnya, perusahaan, organisasi, atau individu) yang memenuhi semua ketentuan dan peraturan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan dalam periode tertentu.entitasYaYaYaYaYa
44804.01.0032
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar;
Jumlah estimasi penderita hipertensi usia ≥15 tahunSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANEstimasi jumlah individu usia 15 tahun ke atas yang menderita hipertensi di wilayah kerja dalam kurun waktu yang samapersenIndikator SIPD: 000470 - Persentase penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standarYaYaYaYaYa
44904.01.0033
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk negara yang dikendalikan;
Jumlah faktor risiko yang dikendalikanSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah faktor risiko penyakit yang telah ditindaklanjuti atau dikendalikan sesuai dengan prosedur kesehatan yang berlaku setelah terdeteksi.kasusYaYaYaYaYa
45004.01.0034
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk negara yang dikendalikan;
Jumlah faktor risiko yang ditemukanSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANTotal jumlah faktor risiko penyakit yang terdeteksi pada orang, alat angkut, barang, dan lingkungan selama pemeriksaan di pintu masuk negara.​kasusYaYaYaYaYa
Showing 401-450 of 2,950 items.
 
Id DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataDefinisiSatuanInstansi Produsen DataJenis PengajuanJenis DataStandar DataKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranCatatan kebutuhan dukungan data daerahTag Rad
    
04.03.0014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Proporsi Anggota Legislatif
Jumlah Anggota DPR RI PerempuanJumlah anggota perempuan yang sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada periode tertentu.OrangDEWAN PERWAKILAN RAKYATPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPemberdayaan Perempuan
01.01.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Kelulusan Komponen Cadangan dengan Nilai Baik
Jumlah Anggota Komcad yang Lulus dengan Nilai BaikJumlah anggota Komcad yang telah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh predikat nilai "Baik". Reff: https://www.kemhan.go.id/pothan/wp-content/uploads/2024/01/LAPORAN-KERJA-POTHAN-2022_opt.pdfOrangKEMENTERIAN PERTAHANANPrioritasSTATISTIK-TAHUNANPertahanan
02.09.0008
    • Renstra Kemenkop 2025-2029
  1. -
Jumlah Anggota KoperasiJumlah Anggota Koperasi adalah total anggota koperasi yang berasal dari koperasi berstatus aktif yang melaporkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara mandiri melalui Online Data System (ODS)...orangKEMENTERIAN KOPERASIPrioritasSTATISTIK-Wilayah : Kab/Kota; Provinsi, Jenis KelaminTAHUNANKoperasi
10.04.0029
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM)
Jumlah Anggota PerpustakaanMengukur jumlah anggota terdaftar di perpustakaanorangPERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIAPrioritasSTATISTIK-TAHUNANIndikator SIPD: 000410 - Indeks pembangunan literasi masyarakat 000860 - Indeks Pembangunan Literasi MasyarakatDukung Lainnya
06.02.0006
    • RPJMN 2025-2029
    • RPJMN 2025-2029
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Densitas Dana Pensiun
  2. Persentase penduduk berusaha atau bekerja sebagai buruh/karyawan
  3. Tingkat Pengangguran Terbuka
Jumlah angkatan kerjaJumlah individu yang termasuk dalam kategori angkatan kerja, yaitu mereka yang bekerja atau aktif mencari pekerjaan, dalam suatu wilayah pada periode tertentuOrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK10210015TerbukaNasionalTAHUNANKetenagakerjaan
06.02.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Presentase angkatan kerja lulusan pendidikan menengah vokasi setahun terakhir yang bekerja/berwirausaha
Jumlah angkatan kerja lulusan pendidikan menengah vokasi setahun terakhirTotal lulusan pendidikan menengah vokasi dalam satu tahun terakhir yang telah memasuki angkatan kerja, termasuk yang bekerja, berwirausaha, melanjutkan pendidikan, atau sedang mencari pekerjaan.OrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKetenagakerjaan
06.02.0008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Rasio Kewirausahaan Pemuda
Jumlah Angkatan Kerja PemudaPemuda berusia 16–30 tahun yang termasuk dalam angkatan kerja, yaitu mereka yang bekerja atau aktif mencari pekerjaanOrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 001037 - Rasio Wirausaha PemudaKetenagakerjaan
06.02.0009
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Perempuan
Jumlah Angkatan Kerja PerempuanJumlah penduduk perempuan usia 15 tahun ke atas yang bekerja, memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja, atau sedang mencari pekerjaan (pengangguran)OrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndikator Utama Pembangunan - 16.Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan (%) Indikator SIPD: 000033 - Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja PerempuanKetenagakerjaan
03.03.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Muatan barang angkutan laut nonkomersil
Jumlah Angkutan Barang Perintis yang DilayaniJumlah layanan angkutan yang diselenggarakan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terlayani atau kurang terlayani oleh angkutan barang reguler, guna mendukung distribusi barang ke wilayah...tonKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANTransportasi
03.03.051
    • RPJMN 2025-2029
  1. Volume Angkutan Barang Transportasi Udara pada Bandara Primer/Utama
Jumlah Angkutan Barang Transportasi Udara pada Bandara Primer/UtamaIndikator yang mengukur jumlah angkutan barang pada transportasi udara pada bandar udara primer / utamajuta tonKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANTransportasi
03.03.0003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Muatan barang angkutan laut nonkomersil
Jumlah Angkutan Peti Kemas non Komersial yang DilayaniJumlah layanan angkutan peti kemas yang diselenggarakan untuk mendukung distribusi barang bantuan atau kebutuhan tertentu yang tidak bersifat komersialtonKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANTransportasi
03.03.0004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Layanan Nonkomersil Angkutan Udara Penumpang dan Kargo
Jumlah Angkutan Udara Perintis PenumpangJumlah penerbangan yang membawa penumpang pada angkutan udara perintis, yaitu kegiatan angkutan udara niaga dalam negeri yang melayani jaringan dan rute penerbangan untuk menghubungkan daerah...penerbanganKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIKK00141TerbukaBandar Udara; NasionalTAHUNANTransportasi
05.01.0127
    • DP 2024
  1. -
Jumlah aparat penegak hukum yang mengikuti diklat pemulihan asetBanyaknya penyidik, penuntut umum, dan hakim yang mengikuti pendidikan dan pelatihan pemulihan asetOrangPUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGANPrioritasSTATISTIK-Lembaga Penegak HukumTAHUNANHukum
02.11.0048
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Jumlah Aset RRItotal nilai aset yang dimiliki dan dikelola oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI)RpLEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIAPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANInformasi
09.01.0039
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah ASN 2023-2025Jumlah ASNOrangBADAN KEPEGAWAIAN NEGARAPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANDalam Negeri
09.06.0012
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Pemindahan dan/atau Penugasan ASN ke Ibu Kota Nusantara
Jumlah ASN Es. 4/JF pada Ibu Kota NusantaraJumlah ASN Eselon 4 dan Jabatan Fungsional yang dipindahkan pada tahun sebelumnyaOrangKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPrioritasSTATISTIK-Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANAparatur Negara
09.06.0013
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Pemindahan dan/atau Penugasan ASN ke Ibu Kota Nusantara
Jumlah ASN non JF/Es. 4 pada Ibu Kota NusantaraJumlah ASN di luar Jabatan Fungsional dan Eselon 4 yang dipindahkan pada tahun sebelumnyaOrangKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPrioritasSTATISTIK-Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANAparatur Negara
09.06.0014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase ASN dengan kompetensi digital optimal
Jumlah ASN yang Memenuhi Standar Kompetensi DigitalJumlah ASN yang telah mencapai atau melampaui standar kompetensi digital berdasarkan penilaian terhadap empat pilar literasi digitalOrangKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPrioritasSTATISTIK-Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANAparatur Negara
09.03.0010
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Jumlah Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat Berdasarkan Bidang PermasalahanData yang mencatat total banyaknya aspirasi atau pengaduan masyarakat yang diterima DPR RI, dikelompokkan menurut kategori atau bidang permasalahan tertentu dalam periode waktu tertentu. Data ini...AduanDEWAN PERWAKILAN RAKYATPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANInformasi
09.03.0011
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Jumlah Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat yang Masuk ke DPR RIData yang mencatat total banyaknya penyampaian aspirasi atau pengaduan yang diterima DPR RI dari masyarakat dalam periode waktu tertentu, baik melalui saluran fisik maupun digital.AduanDEWAN PERWAKILAN RAKYATPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANInformasi
10.04.0002
    • Persesjen 15/2023
    • Persesjen 6/2023
  1. -
Jumlah Aspirasi Masyarakat dan Daerah di DPD RIBanyaknya aspirasi masyarakat yang dihimpun oleh bapak dan ibu anggota dewan dalam masa reses.aspirasiDEWAN PERWAKILAN DAERAHPrioritasSTATISTIK-Alat Kelengkapan; Bidang TugasTRIWULANANDukung Lainnya
09.03.016
    • SDGs
  1. Jumlah Badan Publik yang berkualifikasi Informatif
Jumlah Badan Publik yang berkualifikasi InformatifKonsep dan Definisi:Badan publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh...badan publikKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK25010016TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD: 000326 - Jumlah Badan Publik yang berkualifikasi InformatifInformasi
02.10.0040
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terlibat sebagai vendor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)Definisi : Jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terlibat secara aktif sebagai penyedia/vendor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan kontrak atau kemitraan. Rumus : Dihitung dari...Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)BADAN GIZI NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/KotaBULANANUsaha Kecil Dan Menengah
04.01.0019
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Balita yang Dipantau Pertumbuhan dan Perkembangannya
Jumlah balita 12-59 bulanJumlah anak berusia antara 12 hingga 59 bulan (1 hingga kurang dari 5 tahun). ​anakKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.Kesehatan
04.01.0020
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Balita yang Dipantau Pertumbuhan dan Perkembangannya
Jumlah balita 12-59 bulan yang dipantauJumlah balita usia 12–59 bulan yang mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara rutin, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, minimal 8 kali dalam setahun. ​Perpustakaan Pusat...anakKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.Kesehatan
09.03.0012
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Jumlah balita yang sudah memperoleh vaksin program nasionaldata yang mencatat total anak usia 0–59 bulan (balita) yang telah menerima imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal program vaksinasi nasional—termasuk BCG, DPT‑HB‑Hib, polio, campak–rubela,...BalitaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/KotaTAHUNANInformasi
03.03.010
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Jumlah Bandar Udara (Bandara)
Jumlah Bandar Udara (Bandara)Bandara atau bandar udara merupakan kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun...bandaraKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK24410017TerbukaNasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000206 - Jumlah bandaraTransportasi
03.03.0005
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Jumlah Bandar Udara (Bandara)
Jumlah Bandar Udara yang DibangunJumlah bandara yang telah selesai dibangun dan siap untuk dioperasikan dalam periode tertentubandaraKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000206 - Jumlah bandaraTransportasi
03.03.0006
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Jumlah Bandar Udara (Bandara)
Jumlah Bandar Udara yang DioperasikanJumlah bandara yang aktif beroperasi dan melayani penerbangan komersial maupun non-komersial dalam periode tertentubandaraKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000206 - Jumlah bandaraTransportasi
03.03.011
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Bandara Primer/Utama yang ditingkatkan Kapasitasnya
Jumlah Bandara Primer/Utama yang ditingkatkan KapasitasnyaIndikator yang menyatakan jumlah bandara primer/utama yang ditingkatkan kapasitasnyabandaraKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANTransportasi
03.03.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Kepatuhan Keamanan Penerbangan
Jumlah Bandara yang Diaudit dan Memenuhi Tingkat Kepatuhan Berdasarkan Penilaian RisikoJumlah bandara yang telah menjalani audit keamanan dan memenuhi standar kepatuhan sesuai dengan penilaian risiko yang ditetapkanbandaraKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANTransportasi
02.03.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Produktivitas pertanian per hektar per tahun
Jumlah Bantuan Hand SprayerJumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen hand sprayerUnitKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahunPertanian
02.03.0003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Produktivitas pertanian per hektar per tahun
Jumlah Bantuan Pompa AirJumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen pompa airUnitKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahunPertanian
02.03.0004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Produktivitas pertanian per hektar per tahun
Jumlah Bantuan Rice TransplanterJumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen rice transplanterUnitKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahunPertanian
02.03.0005
    • RPJMN 2025-2029
  1. Produktivitas pertanian per hektar per tahun
Jumlah Bantuan Traktor Roda 2Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen traktor roda 2UnitKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahunPertanian
02.03.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Produktivitas pertanian per hektar per tahun
Jumlah Bantuan Traktor Roda 4Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen traktor roda 4UnitKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahunPertanian
02.03.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Produktivitas pertanian per hektar per tahun
Jumlah Bantuan Traktor Roda CrawlerJumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen traktor roda crawlerUnitKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahunPertanian
03.03.020
    • SDGs
  1. Jumlah penumpang dan barang berdasarkan moda transportasi
Jumlah Barang yang Diangkut Moda Transportasi UmumJumlah barang yang diangkut dibagi berdasarkan moda transportasi: kereta api, pesawat, dan kapal.tonKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000208 - Jumlah penumpang dan barang berdasarkan moda transportasiTransportasi
07.05.0018
    • SDGs
  1. Persentase Pengurangan dan Penghapusan Merkuri dari Baseline
Jumlah Baseline Merkuri yang Telah DitetapkanJumlah awal penggunaan merkuri yang dijadikan acuan untuk pengurangan dan penghapusan di masa mendatangtonKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000254 - Persentase pengurangan dan penghapusan merkuri dari baseline 50 ton penggunaan merkuriLingkungan Hidup
04.01.0021
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase bayi lahir premature (<37 minggu)
Jumlah bayi lahir < 37 mingguJumlah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu.OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.Kesehatan
04.01.0022
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase bayi lahir premature (<37 minggu)
Jumlah bayi lahir hidupJumlah total bayi yang lahir hidup dalam periode dan wilayah yang sama.OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.Kesehatan
04.01.0023
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Bayi Baru Lahir yang Mendapatkan Pelayanan Neonatal
Jumlah bayi usia 0–28 hari yang menerima pelayanan neonatal esensial lengkap sesuai standarBayi yang mendapatkan minimal tiga kunjungan pelayanan kesehatan sesuai jadwal yang ditetapkan.JumlahKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNAN"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi. Indikator SIPD: 000465 - Persentase bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir"Kesehatan
04.01.0024
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Bayi Usia Kurang dari 6 Bulan yang Mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif
Jumlah bayi usia 0–5 bulan yang di-recallTotal bayi dalam kelompok usia tersebut yang menjadi responden dalam survei dan ditanyakan tentang pemberian ASI dalam 24 jam terakhirindividuKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.Kesehatan
04.01.0025
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Bayi Usia Kurang dari 6 Bulan yang Mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif
Jumlah bayi usia 0–5 bulan yang menerima ASI eksklusif dalam 24 jam terakhirBayi yang hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain dalam 24 jam terakhirindividuKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.Kesehatan
04.01.0026
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Anak Berusia 6 Bulan yang Mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif
Jumlah bayi usia 6 bulanTotal jumlah bayi yang berusia tepat 6 bulan dalam suatu wilayah atau periode tertentu.OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.Kesehatan
04.01.0027
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Anak Berusia 6 Bulan yang Mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif
Jumlah bayi usia 6 bulan mendapatkan ASI Eksklusifjumlah bayi berusia kurang dari 6 bulan yang menerima Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif, yaitu hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain, kecuali obat dan vitamin, sejak lahir...OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.Kesehatan
04.01.0028
    • RPJMN 2025-2029
  1. Cakupan imunisasi bayi lengkap
Jumlah Bayi yang Bertahan Hidup (Surviving Infant)Jumlah bayi yang lahir hidup dan masih hidup hingga usia satu tahun dalam periode yang samaOrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNAN"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi."Kesehatan
04.01.0029
    • RPJMN 2025-2029
  1. Cakupan imunisasi bayi lengkap
Jumlah Bayi yang Mendapat Imunisasi Dasar LengkapJumlah bayi usia 0–11 bulan yang telah menerima semua vaksin dasar sesuai jadwal, yaitu:​ 1 dosis Hepatitis B 1 dosis BCG 4 dosis Polio tetes (bOPV) 1 dosis Polio suntik (IPV) 3 dosis DPT-HB-Hib...OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNAN"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi."Kesehatan
03.01.007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah bendungan yang direhabilitasi
Jumlah bendungan yang direhabilitasiJumlah bendungan yang dikembalikan fungsi dan manfaatnya termasuk peningkatan pola operasi dan keamanan bendungan, penggantian instrumentasi, dan dam upgradingUnitKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPekerjaan Umum
03.01.008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah bendungan yang selesai dibangun
Jumlah bendungan yang selesai dibangunBanyaknya infrastruktur bendungan yang selesai dibangun dalam periode 2025-2029UnitKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPekerjaan Umum
Showing 401-450 of 3,346 items.
IDId DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis PengajuanJenis DataIndikator VariabelStandar DataMitra Sektor BappenasInstansi Produsen DataUnit Kerja Produsen DataDefinisiSatuanKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranTag RadStatus Persetujuan
    
16269204.01.022
    • RPJMN 2025-2029
  1. Cakupan Skrining Kesehatan Jiwa
Cakupan Skrining Kesehatan JiwaPrioritasSTATISTIKIndikatorDirektorat Kesehatan dan Gizi MasyarakatKEMENTERIAN KESEHATANDirektorat Pelayanan Kesehatan Kelompok RentanPersentase penduduk usia ≥ 7 tahun yang mendapatkan skrining kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, faskes swasta) atau di fasilitas pelayanan diluar sektor...persen-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesehatanTERSEDIA
16269307.05.0003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Limbah
Capaian Emisi LimbahPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPDirektorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan, dan VerifikasiEmisi GRK aktual dari sektor limbah pada tahun tertentu setelah penerapan aksi mitigasi, berdasarkan hasil inventarisasimillion tonnes of carbon dioxide equivalent-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANLingkungan HidupTERSEDIA
16269404.01.0272
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Capaian Hasil Pengobatan Tuberkulosis Resistan ObatPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN KESEHATANData mengenai capaian hasil pengobatan tuberkulosis resistan obat yang memuat informasi: Jumlah pasien tuberkulosis resistan obat yang dinyatakan sembuh, Jumlah pasien tuberkulosis resistan obat...Orang, persen-Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/KotaBULANANKesehatanTERSEDIA
16269504.01.0271
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Capaian Hasil Pengobatan Tuberkulosis Sensitif ObatPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN KESEHATANData mengenai capaian hasil pengobatan Tuberkulosis (TBC) Sensitif Obat yang memuat informasi: Jumlah kasus tuberkulosis sensitif obat, Jumlah pasien tuberkulosis sensitif obat yang dinyatakan...Orang-Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/KotaBULANANKesehatanTERSEDIA
162696
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Capaian Mutu Minimal Layanan DasarNon PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERISekretariat Ditjen Bina Pembangunan DaerahIndeks untuk Mengukur kualitas layanan dasar yang diberikan kepada masyarakat, berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkanpersen-Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANDalam NegeriTERSEDIA
162697
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Capaian Penerima Layanan DasarNon PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERISekretariat Ditjen Bina Pembangunan DaerahIndeks untuk Mengukur proporsi masyarakat yang menerima layanan dasar sesuai dengan standar yang ditetapkan--Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANDalam NegeriTERSEDIA
16269807.05.0004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah (IKPS)
Capaian Pengelolaan SampahPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPDirektorat Penanganan SampahHasil yang dicapai dalam pengelolaan sampah, seperti volume sampah yang berhasil dikurangi, didaur ulang, atau ditangani dengan baiktonase sampah yang dikelola dan persentase pengurangan sampah-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANLingkungan HidupTERSEDIA
16269909.01.0058
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Capaian SPM Pelayanan PublikPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERISekretariat Direktorat Jenderal Bina Pembangunan DaerahCapaian SPM Pelayanan PublikPersen-Provinsi, Kab/KotaTAHUNANDalam NegeriTERSEDIA
16270009.01.0057
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Capaian Standar Pelayanan Minimal Pemda 2022-2025PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERISekretariat Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerahketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang wajib disediakan oleh pemerintah (pusat maupun daerah) kepada setiap warga negara secara minimal.Persen-Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANDalam NegeriTERSEDIA
16270104.01.0270
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Capaian Terapi Pencegahan TuberkulosisPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN KESEHATANData mengenai capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) yang memuat informasi: Jumlah kontak serumah yang mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada triwulan I-IV, perkiraan jumlah kontak...Orang, persen-Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/KotaBULANANKesehatanTERSEDIA
Showing 81-90 of 4,145 items.