(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| # | ID DDP | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Data | Instansi Produsen Data | Definisi | Satuan | Catatan kebutuhan dukungan Data Daerah | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 351 | 09.03.0012 |
|
| Jumlah balita yang sudah memperoleh vaksin program nasional | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | data yang mencatat total anak usia 0–59 bulan (balita) yang telah menerima imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal program vaksinasi nasional—termasuk BCG, DPT‑HB‑Hib, polio, campak–rubela, dan vaksin t... | Balita | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 352 | 03.03.010 |
|
| Jumlah Bandar Udara (Bandara) | STATISTIK | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Bandara atau bandar udara merupakan kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang,bongkar... | bandara | Indikator SIPD: 000206 - Jumlah bandara | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 353 | 03.03.0005 |
|
| Jumlah Bandar Udara yang Dibangun | STATISTIK | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Jumlah bandara yang telah selesai dibangun dan siap untuk dioperasikan dalam periode tertentu | bandara | Indikator SIPD: 000206 - Jumlah bandara | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 354 | 03.03.0006 |
|
| Jumlah Bandar Udara yang Dioperasikan | STATISTIK | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Jumlah bandara yang aktif beroperasi dan melayani penerbangan komersial maupun non-komersial dalam periode tertentu | bandara | Indikator SIPD: 000206 - Jumlah bandara | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 355 | 03.03.011 |
|
| Jumlah Bandara Primer/Utama yang ditingkatkan Kapasitasnya | STATISTIK | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Indikator yang menyatakan jumlah bandara primer/utama yang ditingkatkan kapasitasnya | bandara | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 356 | 03.03.0007 |
|
| Jumlah Bandara yang Diaudit dan Memenuhi Tingkat Kepatuhan Berdasarkan Penilaian Risiko | STATISTIK | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Jumlah bandara yang telah menjalani audit keamanan dan memenuhi standar kepatuhan sesuai dengan penilaian risiko yang ditetapkan | bandara | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 357 | 02.03.0002 |
|
| Jumlah Bantuan Hand Sprayer | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen hand sprayer | Unit | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 358 | 02.03.0003 |
|
| Jumlah Bantuan Pompa Air | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen pompa air | Unit | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 359 | 02.03.0004 |
|
| Jumlah Bantuan Rice Transplanter | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen rice transplanter | Unit | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 360 | 02.03.0005 |
|
| Jumlah Bantuan Traktor Roda 2 | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen traktor roda 2 | Unit | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 361 | 02.03.0006 |
|
| Jumlah Bantuan Traktor Roda 4 | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen traktor roda 4 | Unit | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 362 | 02.03.0007 |
|
| Jumlah Bantuan Traktor Roda Crawler | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen traktor roda crawler | Unit | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 363 | 03.03.020 |
|
| Jumlah Barang yang Diangkut Moda Transportasi Umum | STATISTIK | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Jumlah barang yang diangkut dibagi berdasarkan moda transportasi: kereta api, pesawat, dan kapal. | ton | Indikator SIPD: 000208 - Jumlah penumpang dan barang berdasarkan moda transportasi | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 364 | 07.05.0018 |
|
| Jumlah Baseline Merkuri yang Telah Ditetapkan | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Jumlah awal penggunaan merkuri yang dijadikan acuan untuk pengurangan dan penghapusan di masa mendatang | ton | Indikator SIPD: 000254 - Persentase pengurangan dan penghapusan merkuri dari baseline 50 ton penggunaan merkuri | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 365 | 04.01.0021 |
|
| Jumlah bayi lahir < 37 minggu | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu. | Jumlah | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 366 | 04.01.0022 |
|
| Jumlah bayi lahir hidup | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah total bayi yang lahir hidup dalam periode dan wilayah yang sama. | Jumlah | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 367 | 04.01.0023 |
|
| Jumlah bayi usia 0–28 hari yang menerima pelayanan neonatal esensial lengkap sesuai standar | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Bayi yang mendapatkan minimal tiga kunjungan pelayanan kesehatan sesuai jadwal yang ditetapkan. | Jumlah | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi. Indikator SIPD: 000465 - Persentase bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir" | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 368 | 04.01.0024 |
|
| Jumlah bayi usia 0–5 bulan yang di-recall | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Total bayi dalam kelompok usia tersebut yang menjadi responden dalam survei dan ditanyakan tentang pemberian ASI dalam 24 jam terakhir | individu | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 369 | 04.01.0025 |
|
| Jumlah bayi usia 0–5 bulan yang menerima ASI eksklusif dalam 24 jam terakhir | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Bayi yang hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain dalam 24 jam terakhir | individu | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 370 | 04.01.0026 |
|
| Jumlah bayi usia 6 bulan | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Total jumlah bayi yang berusia tepat 6 bulan dalam suatu wilayah atau periode tertentu. | Orang | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 371 | 04.01.0027 |
|
| Jumlah bayi usia 6 bulan mendapatkan ASI Eksklusif | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | jumlah bayi berusia kurang dari 6 bulan yang menerima Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif, yaitu hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain, kecuali obat dan vitamin, sejak lahir hin... | Orang | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 372 | 04.01.0028 |
|
| Jumlah Bayi yang Bertahan Hidup (Surviving Infant) | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah bayi yang lahir hidup dan masih hidup hingga usia satu tahun dalam periode yang sama | Orang | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 373 | 04.01.0029 |
|
| Jumlah Bayi yang Mendapat Imunisasi Dasar Lengkap | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah bayi usia 0–11 bulan yang telah menerima semua vaksin dasar sesuai jadwal, yaitu: 1 dosis Hepatitis B 1 dosis BCG 4 dosis Polio tetes (bOPV) 1 dosis Polio suntik (IPV) 3 dosis DPT-HB-Hib 1 dos... | Orang | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 374 | 03.01.007 |
|
| Jumlah bendungan yang direhabilitasi | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Jumlah bendungan yang dikembalikan fungsi dan manfaatnya termasuk peningkatan pola operasi dan keamanan bendungan, penggantian instrumentasi, dan dam upgrading | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 375 | 03.01.008 |
|
| Jumlah bendungan yang selesai dibangun | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Banyaknya infrastruktur bendungan yang selesai dibangun dalam periode 2025-2029 | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 376 | 03.01.0003 |
|
| Jumlah Bendungan yang Telah Dibangun | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Total jumlah bendungan yang telah dibangun dan dikelola dalam suatu wilayah pada periode tertentu | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 377 | 03.03.027 |
|
| Jumlah Bongkar Muat Pada Pelabuhan Utama Petikemas | STATISTIK | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Jumlah suatu muatan yang dimuat dan dibongkar dari dermaga, tongkang, truk ke dalam palka atau geladak kapal. Menggunakan derek dan katrol kapal maupun darat, barang dipindahkan dari dan ke atas kapal... | ribu ton | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 378 | 06.03.002 |
|
| Jumlah BRIDA/ BAPERIDA yang beroperasi optimal | STATISTIK | BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL | BRIDA/BAPPERIDA adalah lembaga perangkat daerah yang bertugas untuk melaksanakan penelitian, pengembangan, dan inovasi di tingkat daerah (definisi sesuai Perpres No.78/2021 pasal 66-68, Permendagri 07... | lembaga | Program: 04.08-Peningkatan Kontribusi Iptek dan Inovasi dalam Pembangunan Nasional. Kegiatan: 04.08.02-Peningkatan fungsi intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi, Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur) dan Provinsi Jawa Barat. Deskripsi: Indonesia memiliki potensi suplai dan pemanfaatan iptek yang sangat besar, dengan sekitar 320 ribu dosen, 8 ribu peneliti/perekayasa, dan 9 juta mahasiswa yang menghasilkan 4–5 juta penelitian per tahun. Di sisi pemanfaat, terdapat sekitar 275 juta penduduk, 38 provinsi, 416 kabupaten, 98 kota, dan 65 juta pelaku usaha yang menjadi pengguna potensial iptek. Besarnya potensi supply dan demand ini memerlukan orkestrasi nasional agar penghasil dan pemanfaat iptek dapat dipertemukan secara optimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat, pemerintah, dan industri. Penguatan fungsi intermediasi dalam pemanfaatan iptek dan inovasi (iptekin) menjadi kunci, mulai dari pengelolaan hasil riset, pemetaan kebutuhan, mempertemukan inovasi dengan pengguna, hingga komersialisasi oleh industri. Peningkatan peran intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi diharapkan mendorong akselerasi hilirisasi riset dan peningkatan anggaran IPTEKIN nasional menuju komersialisasi. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 379 | 03.01.0004 |
|
| Jumlah BUMD Air Minum (BUMD AM) yang Berkinerja Sehat (JBS) | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Indikator ini mengukur jumlah BUMD AM yang berhasil mencapai standar kinerja yang ditetapkan, menunjukkan bahwa mereka beroperasi dengan baik dalam aspek keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber d... | Unit | Ya | Tidak | Ya | Ya | Ya | |
| 380 | 09.02.0002 |
|
| Jumlah BUMD Air Minum dengan Tarif Full Cost Recovery (FCR) | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Jumlah BUMD Air Minum yang telah menetapkan tarif yang sepenuhnya menutupi biaya operasional dan investasi. | Total | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 381 | 07.05.015 |
|
| Jumlah BUMD air minum yang memiliki dokumen RPAM | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) adalah upaya pengamanan pelayanan air minum untuk menjamin kualitas air minum, mulai dari sumber hingga ke konsumen, yang dilakukan oleh berbagai pihak secara terpa... | Badan Usaha | Ya | Tidak | Ya | Ya | Ya | |
| 382 | 04.01.0030 |
|
| Jumlah Calon Pengantin yang Disaring | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah individu yang menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah sesuai standar, termasuk pemeriksaan status gizi, hemoglobin, tekanan darah, dan riwayat penyakit. | individu | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 383 | 04.02.0002 |
|
| Jumlah Calon Pengantin yang Mendapatkan Bimbingan Perkawinan | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Jumlah pasangan calon pengantin yang telah mengikuti program Bimbingan Perkawinan yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) atau instansi terkait sebelum melangsungkan pernikahan. | persen | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 384 | 04.02.0003 |
|
| Jumlah Calon Pengantin yang Mendapatkan Edukasi Pra Nikah | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Total jumlah calon pengantin yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian Agama | persen | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 385 | 02.02.0004 |
|
| Jumlah Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang Disepakati | STATISTIK | KEMENTERIAN PERDAGANGAN | CEPA adalah perjanjian yang lebih komprehensif daripada FTA, mencakup perdagangan barang, jasa, investasi, serta aspek lain seperti fasilitasi perdagangan, kerja sama bea cukai, persaingan, dan hak ke... | kesepakatan | Indikator SIPD: 000339 - Jumlah PTA/FTA/CEPA yang disepakati | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 386 | 05.01.0007 |
|
| Jumlah CV yang sudah terdaftar berdasarkan provinsi | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | banyaknya total keseluruhan CV yang telah secara resmi terdaftar pada sistem AHU Online di setiap provinsi di Indonesia | Dokumen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 387 | 06.01.0034 |
|
| Jumlah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Total jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang ada di Indonesia. | Total | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 388 | 06.01.0035 |
|
| Jumlah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang telah memenuhi SPM pendidikan | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang mencapai nilai indeks SPM pendidikan sesuai dengan batas nilai yang ditetapkan. | jumlah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 389 | 09.01.006 |
|
| Jumlah Daerah dengan Indeks Inovasi Daerah (IID) berkategori Sangat Inovatif (Prov,Kab,Kota) | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Pemerintah Daerah yang mendapatkan predikat akhir "Sangat Inovatif" berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Kegiatan penilaian inovasi da... | Total | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 390 | 09.01.0008 |
|
| Jumlah Daerah dengan Indeks Inovasi Daerah (IID) Berkategori Sangat Inovatif, Inovatif, Kurang Inovatif, dan Tidak Dapat Dinilai (Prov,Kab,Kota) | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Jumlah pemerintah daerah yang memiliki predikat Sangat Inovatif, Inovatif, Kurang Inovatif, dan Tidak Dapat Dinilai berdasarkan Indeks Inovasi Daerah (IID). | Daerah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 391 | 09.01.008 |
|
| Jumlah daerah dengan Indeks Kualitas Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Berkategori "Sangat Baik" | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Daerah di tingkat Kabupaten/Kota yang telah memenuhi standar tertinggi dalam penyediaan layanan kependudukan dan pencatatan sipil yang mencakup berbagai aspek seperti kecepatan pelayanan, akurasi data... | Total | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 392 | 09.02.018 |
|
| Jumlah Daerah dengan Proporsi Pajak Daerah Terhadap PAD Meningkat | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, serta Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Hasil intensifikasi dan ek... | Total | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 393 | 09.02.019 |
|
| Jumlah Daerah dengan Proporsi Retribusi Daerah Terhadap PAD Meningkat | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, serta Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Hasil intensifikasi dan ek... | Total | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 394 | 01.01.0003 |
|
| Jumlah Daerah Latihan yang Siap Digunakan | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Target jumlah daerah latihan yang telah memperoleh perizinan dan telah siap digunakan. Reff: https://www.kemhan.go.id/pothan/wp-content/uploads/2020/03/Salinan-UU-Nomor-23-Tahun-2019.pdf? | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 395 | 01.01.0004 |
|
| Jumlah Daerah terdampak bencana masif yang Ditangani | STATISTIK | BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA | Jumlah wilayah administratif (provinsi, kabupaten, atau kota) yang terdampak oleh bencana masif dan telah menerima intervensi atau penanganan pascabencana. | jumlah daerah (provinsi, kabupaten, atau kota). | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 396 | 03.05.003 |
|
| Jumlah daerah tertinggal | STATISTIK | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Daerah tertinggal (atau Kabupaten tertinggal) adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional, sesuai Peraturan Presiden... | Daerah | Indikator SIPD: 000223 - Jumlah daerah tertinggal | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 397 | 09.02.0003 |
|
| Jumlah Daerah yang Melakukan Kerja Sama dengan Badan Usaha hingga Tahap Konstruksi | STATISTIK | KEMENTERIAN KEUANGAN | Jumlah pemerintah daerah yang telah menjalin kerja sama dengan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur untuk kepentingan umum, yang telah mencapai tahap konstruksi. Kerja sama ini dikenal sebagai K... | Daerah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 398 | 09.01.009 |
|
| Jumlah Daerah yang Memanfaatkan Instrumen Pendanaan Alternatif | STATISTIK | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Jumlah daerah yang memanfaatkan instrumen pembiayaan | Total | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 399 | 04.03.0015 |
|
| Jumlah daerah yang memiliki dan melaksanakan RAD-PUG | STATISTIK | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | Jumlah provinsi, kabupaten, dan kota yang telah menyusun serta mengimplementasikan Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender sesuai dengan pedoman nasional. | Daerah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 400 | 02.05.0001 |
|
| Jumlah dan jenis pemotongan dan produksi ternak (sapi, kerbau, kambing, domba, babi, kuda) di RPH dan luar RPH | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Banyaknya dan jenis pemotongan dan produksi ternak (sapi, kerbau, kambing, domba, babi, kuda) di RPH/TPH dan luar RPH/TPH yang Tercatat | ekor, ton | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
Showing 351-400 of 2,950 items.
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 07.03.0001 |
|
| Investasi di Hilir Sektor Kehutanan | Investasi yang diarahkan untuk kegiatan hilirisasi, seperti industri pengolahan hasil hutan, termasuk pulp dan kertas, kayu lapis, dan pellet kayu | rupiah | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.03.0002 |
|
| Investasi di Hulu Sektor Kehutanan | Investasi yang ditujukan untuk kegiatan di hulu, seperti perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH), termasuk hutan tanaman industri dan hutan alam | rupiah | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 04.03.0001 |
|
| IPM Laki-laki | merupakan indikator komposit dari kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan ekonomi yang digunakan untuk mengukur capaian pembangunan manusia untuk populasi laki-laki | Indeks | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000665 - Indeks Pembangunan Gender (IPG) | Pemberdayaan Perempuan | |
| 04.03.0002 |
|
| IPM Perempuan | merupakan indikator komposit dari kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan ekonomi yang digunakan untuk mengukur capaian pembangunan manusia untuk populasi perempuan | Indeks | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000665 - Indeks Pembangunan Gender (IPG) | Pemberdayaan Perempuan | |
| 09.07.002 |
|
| Jaminan kebebasan berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat oleh aparat negara | Kekerasan yang mengancam kebebasan dan kedaulatan warga negara untuk berkumpul, berserikat, berekspresi, dan berpendapat adalah indikator penting dalam pengukuran demokrasi. Ketiadaan kebebasan pada... | persen | KEMENTERIAN KOORDINATOR POLITIK DAN KEAMANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesekretariatan Negara | ||
| 06.03.0006 |
|
| Jangkauan jaringan 4G | Luas Wilayah Administrasi yang tercakup jaringan 4G | kilometer persegi (km²) | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi, Kabupaten, Kota | TAHUNAN | Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi | ||
| 09.03.013 |
|
| Jangkauan jaringan fiber optik per kecamatan | Rasio persentase antara jumlah desa/kelurahan yang telah terjangkau Optical Distribution Point (ODP) dibandingkan dengan total jumlah kecamat | persen | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi Kecamatan, Kabupaten/Kota Provinsi | TAHUNAN | Informasi | ||
| 02.05.0012 |
|
| Jenis dan Jumlah lalu lintas ternak dan non ternak (anjing, kucing, dll) | Jenis dan Jumlah lalu lintas ternak dan non ternak (anjing, kucing, dll) | Ekor | BADAN KARANTINA INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Peternakan | ||
| 07.05.0015 |
|
| Jmlah dokumen Penerapan Ekolabel Kategori A (DPEA) | Penerapan ekolabel pada produk dan jasa yang memenuhi standar lingkungan tertinggi, sesuai dengan regulasi dan ISO 14020. | Dokumen | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000262 - Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah | Lingkungan Hidup | |
| 07.05.0016 |
|
| Jmlah dokumen Penerapan Ekolabel Kategori B (DPEB) | Penerapan ekolabel pada produk dan jasa yang memenuhi kriteria lingkungan tingkat menengah, tetapi belum mencapai standar kategori A. | Dokumen | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000262 - Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah | Lingkungan Hidup | |
| 07.05.0017 |
|
| Jmlah dokumen Penerapan Ekolabel Kategori n (DPEn) | Penerapan ekolabel pada kategori produk lainnya yang tidak termasuk dalam kategori A dan B. | Dokumen | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000262 - Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah | Lingkungan Hidup | |
| 03.01.0001 |
|
| Jumlah (volume) air baku bersumber dari air permukaan yang dimanfaatkan untuk keperluan domestik (JABPD) | Volume total air yang diambil dari sumber air permukaan (seperti sungai, danau, dan waduk) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air domestik, termasuk air minum, memasak, mandi, mencuci, dan... | meter kubik (m³) | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai Pusat | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000171 - Proporsi pengambilan air baku bersumber dari air permukaan terhadap ketersediaannya | Pekerjaan Umum | |
| 03.01.0002 |
|
| Jumlah (volume) air baku bersumber dari air permukaan yang tersedia (JABP) | Total volume air yang tersedia di sumber air permukaan dalam suatu wilayah tertentu, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk domestik, pertanian, industri, dan lainnya | persen | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai Pusat | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000171 - Proporsi pengambilan air baku bersumber dari air permukaan terhadap ketersediaannya | Pekerjaan Umum | |
| 09.06.0115 |
|
| Jumlah Akreditasi pada Lembaga Pelatihan, Lembaga Pengakreditasi Program, dan Program Pelatihan | Total lembaga pelatihan, program pelatihan, dan lembaga pengakreditasi program yang telah dilakukan proses akreditasi dan ditetapkan status akreditasinya dalam periode pengukuran tertentu | Lembaga | LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Jenis Instansi | TAHUNAN | Aparatur Negara | ||
| 04.01.0008 |
|
| Jumlah alat Kesehatan yang ditargetkan untuk diproduksi dalam negeri | Jumlah kategori atau jenis alat kesehatan yang ditetapkan sebagai target untuk diproduksi dalam negeri sesuai dengan perencanaan strategis atau kebijakan pemerintah | Jumlah | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04.01.0009 |
|
| Jumlah Alat Kesehatan yang Memenuhi Syarat | Jumlah alat kesehatan yang telah melalui proses pengujian dan penandaan, serta dinyatakan memenuhi standar mutu, keamanan, dan kelaikan pakai sesuai dengan peraturan yang berlaku. | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 09.06.0045 |
|
| Jumlah Alumni Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) | Banyaknya calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang telah mengikuti dan lulus pelatihan dasar CPNS. | Orang | LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA | Prioritas | STATISTIK | 25010007 | Terbuka | [32010026] Wilayah; [33220007] Jenis Kelamin; Jenis Instansi | TAHUNAN | Aparatur Negara | |
| 09.06.0045 |
|
| Jumlah Alumni Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I | Banyaknya pejabat pimpinan tinggi atau pegawai non-ASN yang setara dengan jabatan pimpinan tinggi yang lulus mengikuti pelatihan kepemimpinan tingkat I. | Orang | LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA | Prioritas | STATISTIK | 25010009 | Terbuka | [32010026] Wilayah; [33220007] Jenis Kelamin; [25020001] Golongan Pegawai Negeri Sipil (PNS); [10320009] Jenjang Pendidikan; Jenis Instansi | TAHUNAN | Aparatur Negara | |
| 09.06.0045 |
|
| Jumlah Alumni Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II | Banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) atau non-PNS yang telah mengikuti dan dinyatakan lulus pelatihan kepemimpinan tingkat II. | Orang | LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA | Prioritas | STATISTIK | 25010010 | Terbuka | [32010026] Wilayah; [33220007] Jenis Kelamin; [10320009] Jenjang Pendidikan; [25020001] Golongan Pegawai Negeri Sipil (PNS); Jenis Instansi | TAHUNAN | Aparatur Negara | |
| 09.06.0045 |
|
| Jumlah Alumni Pelatihan Struktural Kepemimpinan Administrator | Banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) yang telah mengikuti dan lulus pelatihan struktural kepemimpinan administrator. | Orang | LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA | Prioritas | STATISTIK | 25010012 | Terbuka | [32010026] Wilayah; [33220007] Jenis Kelamin; [25020001] Golongan Pegawai Negeri Sipil (PNS); [10320009] Jenjang Pendidikan; Jenis Instansi | TAHUNAN | Aparatur Negara | |
| 09.06.0045 |
|
| Jumlah Alumni Pelatihan Struktural Kepemimpinan Pengawas | Banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) yang telah mengikuti dan lulus pelatihan struktural kepemimpinan pengawas. | Orang | LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA | Prioritas | STATISTIK | 25010013 | Terbuka | [32010026] Wilayah; [33220007] Jenis Kelamin; [10320009] Jenjang Pendidikan; [25020001] Golongan Pegawai Negeri Sipil (PNS); Jenis Instansi | TAHUNAN | Aparatur Negara | |
| 09.06.0114 |
|
| Jumlah Alumni Pembelajaran ASN Talent Academy | Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran dalam program ASN Talent Academy dan dinyatakan lulus sesuai dengan kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh... | Orang | LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Jenis Instansi | BELUM DAPAT DITENTUKAN | Aparatur Negara | ||
| 09.06.0113 |
|
| Jumlah Alumni Pembelajaran Literasi Digital dan Artificial Intelligence | Total ASN yang telah menyelesaikan dan dinyatakan lulus dari program pembelajaran yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan di bidang literasi digital serta pemanfaatan teknologi... | Orang | LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; Jenis Instansi | TAHUNAN | Aparatur Negara | ||
| 09.06.0045 |
|
| Jumlah Alumni Pembelajaran Teknis dan Fungsional | Total Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mengikuti dan dinyatakan lulus dari program pembelajaran yang berfokus pada penguatan kompetensi teknis sesuai bidang tugas serta/atau kompetensi... | Orang | LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Jenis Instansi | TAHUNAN | Aparatur Negara | ||
| 04.01.0010 |
|
| Jumlah Anak Balita yang Mendapatkan Bantuan Makanan Bergizi | Jumlah anak usia di bawah lima tahun (balita) yang menerima bantuan makanan bergizi secara gratis sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga terkait. | Orang | BADAN GIZI NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Tabel | TAHUNAN | Program: 04.12-Pemberian Makan Gratis untuk Pemenuhan Gizi. Kegiatan: 04.12.01-Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Lokasi Prioritas: Jawa Barat Deskripsi: Program pemberian Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama 16 tahun pertama perkembangan anak, mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengembangan SDM berkualitas dengan sasaran peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (target 100%, 2029) | Kesehatan | |
| 04.01.0011 |
|
| Jumlah anak balita yang menderita kurus | Anak balita yang memiliki nilai Z-score BB/TB kurang dari -2,0 standar deviasi (SD) berdasarkan standar WHO 2005 | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. Indikator SIPD: 000089 - Prevalensi wasting (berat badan/tinggi badan) anak pada usia kurang dari 5 tahun, berdasarkan tipe. | Kesehatan | |
| 04.01.0012 |
|
| Jumlah anak balita yang menderita sangat kurus | Anak balita yang memiliki nilai Z-score BB/TB kurang dari -3,0 SD berdasarkan standar WHO 2005 | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. Indikator SIPD: 000089 - Prevalensi wasting (berat badan/tinggi badan) anak pada usia kurang dari 5 tahun, berdasarkan tipe. | Kesehatan | |
| 04.01.0013 |
|
| Jumlah anak balita yang mengalami stunting (JAB(5) P stunting) | Anak balita yang memiliki nilai Z-score TB/U kurang dari -2 standar deviasi (SD) berdasarkan standar pertumbuhan anak WHO | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 2b.Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita (%) Indikator SIPD: 000011 - Prevalensi Stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita 000817 - Prevalensi Stunting (pendek dan sangat pendek) | Kesehatan | |
| 04.03.0003 |
|
| Jumlah anak korban kekerasan yang memerlukan perlindungan khusus yang dilayani Kementerian PPPA dan lembaga layanan PPA di daerah secara keseluruhan di tahun berjalan, baik yang sudah mendapatkan layanan secara tuntas maupun yang belum tuntas | Jumlah anak korban kekerasan yang memerlukan perlindungan khusus yang dilayani oleh Kementerian PPPA dan lembaga layanan PPA di daerah secara keseluruhan pada tahun berjalan, baik yang sudah... | Orang | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000631 - Persentase anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan komprehensif | Pemberdayaan Perempuan | |
| 04.03.0004 |
|
| Jumlah anak korban kekerasan yang memerlukan perlindungan khusus yang mendapatkan layanan komprehensif di tahun berjalan berdasarkan data SAPA Anak dan SIMFONI PPA | Jumlah anak korban kekerasan yang memerlukan perlindungan khusus dan telah mendapatkan layanan komprehensif pada tahun berjalan berdasarkan data SAPA Anak dan SIMFONI PPA. | Orang | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000631 - Persentase anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan komprehensif | Pemberdayaan Perempuan | |
| 04.01.0014 |
|
| Jumlah anak perempuan kelas 7 (SMP atau sederajat) dan kelas 10 (SMA dan sederajat) yang diskrining Hb | Total siswa perempuan di kelas 7 dan 10 yang menjalani pemeriksaan kadar hemoglobin sebagai bagian dari program skrining kesehatan. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04.01.0015 |
|
| Jumlah anak perempuan kelas 7 (SMP atau sederajat) dan kelas 10 (SMA dan sederajat) yang memiliki kadar hemoglobin | Jumlah siswa perempuan di kelas 7 dan 10 yang, setelah diskrining, ditemukan memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12 g/dL, yang menunjukkan kondisi anemia. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04.01.0016 |
|
| Jumlah anak perempuan usia kelas 5 SD atau sederajat yang sudah mendapat imunisasi HPV | Jumlah anak perempuan yang telah menerima vaksinasi HPV sesuai program imunisasi dalam periode tertentu | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 06.01.0031 |
|
| Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan formal | Jumlah anak tidak sekolah yang kembali mendapatkan layanan pendidikan melalui jalur formal, seperti sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.04-Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kab/kota), dengan penajaman pada seluruh kab/kota di Jawa Tengah; Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan); klaster Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang); Sulawesi Tenggara; Maluku; Jawa Barat; serta kab/kota Provinsi Sumatera Utara sesuai Kepmendikbudristek 160 (Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli). Deskripsi: Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih tinggi—4,19 juta anak usia 6–18 tahun, dengan 2,8 juta di jenjang menengah—dipicu hambatan ekonomi/kemiskinan, sosial-budaya dan persepsi negatif, keterbatasan akses layanan, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor pusat–daerah: dukungan pembiayaan dan perlindungan sosial terarah, perluasan layanan (reintegrasi ATS, beasiswa, transportasi/akomodasi), penyediaan jalur fleksibel (PKBM/Kejar Paket, RPL, kelas transisi), penguatan layanan bimbingan dan keterampilan vokasi yang link-and-match dengan dunia kerja, serta penataan data terpadu ATS untuk penjangkauan aktif. Sasaran akhirnya: menurunkan kasus putus sekolah dan ATS secara berkelanjutan dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas. | Pendidikan | |
| 06.01.011 |
|
| Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan formal dan nonformal | Banyaknya anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan formal dan nonformal | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.04-Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kab/kota), dengan penajaman pada seluruh kab/kota di Jawa Tengah; Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan); klaster Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang); Sulawesi Tenggara; Maluku; Jawa Barat; serta kab/kota Provinsi Sumatera Utara sesuai Kepmendikbudristek 160 (Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli). Deskripsi: Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih tinggi—4,19 juta anak usia 6–18 tahun, dengan 2,8 juta di jenjang menengah—dipicu hambatan ekonomi/kemiskinan, sosial-budaya dan persepsi negatif, keterbatasan akses layanan, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor pusat–daerah: dukungan pembiayaan dan perlindungan sosial terarah, perluasan layanan (reintegrasi ATS, beasiswa, transportasi/akomodasi), penyediaan jalur fleksibel (PKBM/Kejar Paket, RPL, kelas transisi), penguatan layanan bimbingan dan keterampilan vokasi yang link-and-match dengan dunia kerja, serta penataan data terpadu ATS untuk penjangkauan aktif. Sasaran akhirnya: menurunkan kasus putus sekolah dan ATS secara berkelanjutan dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas. | Pendidikan | |
| 06.01.0032 |
|
| Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan nonformal | Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan melalui jalur nonformal, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), atau program kesetaraan (Paket... | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.04-Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kab/kota), dengan penajaman pada seluruh kab/kota di Jawa Tengah; Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan); klaster Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang); Sulawesi Tenggara; Maluku; Jawa Barat; serta kab/kota Provinsi Sumatera Utara sesuai Kepmendikbudristek 160 (Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli). Deskripsi: Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih tinggi—4,19 juta anak usia 6–18 tahun, dengan 2,8 juta di jenjang menengah—dipicu hambatan ekonomi/kemiskinan, sosial-budaya dan persepsi negatif, keterbatasan akses layanan, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor pusat–daerah: dukungan pembiayaan dan perlindungan sosial terarah, perluasan layanan (reintegrasi ATS, beasiswa, transportasi/akomodasi), penyediaan jalur fleksibel (PKBM/Kejar Paket, RPL, kelas transisi), penguatan layanan bimbingan dan keterampilan vokasi yang link-and-match dengan dunia kerja, serta penataan data terpadu ATS untuk penjangkauan aktif. Sasaran akhirnya: menurunkan kasus putus sekolah dan ATS secara berkelanjutan dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas. | Pendidikan | |
| 08.01.006 |
|
| Jumlah anak tidak sekolah yang mengikuti pendidikan kesetaraan pada pesantren | Indikator ini mengukur proporsi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang berpartisipasi dalam Program Pendidikan Kesetaraan (PPK) yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren. ATS merujuk pada anak usia sekolah... | Orang | KEMENTERIAN AGAMA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.04-Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kab/kota), dengan penajaman pada seluruh kab/kota di Jawa Tengah; Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan); klaster Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang); Sulawesi Tenggara; Maluku; Jawa Barat; serta kab/kota Provinsi Sumatera Utara sesuai Kepmendikbudristek 160 (Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli). Deskripsi: Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih tinggi—4,19 juta anak usia 6–18 tahun, dengan 2,8 juta di jenjang menengah—dipicu hambatan ekonomi/kemiskinan, sosial-budaya dan persepsi negatif, keterbatasan akses layanan, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor pusat–daerah: dukungan pembiayaan dan perlindungan sosial terarah, perluasan layanan (reintegrasi ATS, beasiswa, transportasi/akomodasi), penyediaan jalur fleksibel (PKBM/Kejar Paket, RPL, kelas transisi), penguatan layanan bimbingan dan keterampilan vokasi yang link-and-match dengan dunia kerja, serta penataan data terpadu ATS untuk penjangkauan aktif. Sasaran akhirnya: menurunkan kasus putus sekolah dan ATS secara berkelanjutan dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas. | Pendidikan | |
| 06.01.0033 |
|
| Jumlah anak tidak sekolah yang Mengikuti PPK di Pondok Pesantren | Jumlah anak tidak sekolah yang berpartisipasi dalam Program Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren. | Orang | KEMENTERIAN AGAMA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.04-Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kab/kota), dengan penajaman pada seluruh kab/kota di Jawa Tengah; Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan); klaster Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang); Sulawesi Tenggara; Maluku; Jawa Barat; serta kab/kota Provinsi Sumatera Utara sesuai Kepmendikbudristek 160 (Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli). Deskripsi: Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih tinggi—4,19 juta anak usia 6–18 tahun, dengan 2,8 juta di jenjang menengah—dipicu hambatan ekonomi/kemiskinan, sosial-budaya dan persepsi negatif, keterbatasan akses layanan, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor pusat–daerah: dukungan pembiayaan dan perlindungan sosial terarah, perluasan layanan (reintegrasi ATS, beasiswa, transportasi/akomodasi), penyediaan jalur fleksibel (PKBM/Kejar Paket, RPL, kelas transisi), penguatan layanan bimbingan dan keterampilan vokasi yang link-and-match dengan dunia kerja, serta penataan data terpadu ATS untuk penjangkauan aktif. Sasaran akhirnya: menurunkan kasus putus sekolah dan ATS secara berkelanjutan dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas. | Pendidikan | |
| 06.02.0002 |
|
| Jumlah anak umur 5-11 tahun yang bekerja minimal 1 jam per minggu | Jumlah anak berusia 5–11 tahun yang bekerja setidaknya 1 jam per minggu, termasuk dalam kategori pekerja anak. | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000191 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan pembagian kelompok umur berdasarkan International Conference of Labour Statisticians | Ketenagakerjaan | |
| 03.07.0004 |
|
| Jumlah anak usia 0-4 tahun (0-59 bulan) pada pertengahan tahun | Jumlah total anak berusia 0 hingga 59 bulan pada pertengahan tahun yang sama.? | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000104 - (a) Angka Kematian Balita (AKBa); (b) Angka Kematian Bayi (AKB) per 1.000 kelahiran hidup. 000816 - Angka Kematian Balita | Kependudukan | |
| 03.07.0005 |
|
| Jumlah Anak Usia 0-4 Tahun yang Memiliki Akta Kelahiran | Jumlah anak berusia 0-4 tahun yang telah memiliki akta kelahiran resmi yang tercatat dalam database Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan... | Total | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000852 - Persentase anak berusia 0 - 4 tahun yang memiliki akta kelahiran | Kependudukan | |
| 06.02.0003 |
|
| Jumlah anak usia 13-14 tahun yang bekerja lebih dari 15 jam per minggu (PAB13-14,JK15) | Jumlah anak berusia 13–14 tahun yang bekerja lebih dari 15 jam per minggu. | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000192 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU Ketenagakerjaan | Ketenagakerjaan | |
| 06.02.0004 |
|
| Jumlah anak usia 15-17 tahun yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu (PAB15-17,JK40) | Jumlah anak berusia 15–17 tahun yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu. | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000192 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU Ketenagakerjaan | Ketenagakerjaan | |
| 06.02.0005 |
|
| Jumlah anak usia 5-12 tahun yang bekerja (PAB5-12) | Jumlah anak berusia antara 5 hingga 12 tahun yang terlibat dalam kegiatan kerja, baik yang bersifat ekonomi maupun non-ekonomi. | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000192 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU Ketenagakerjaan | Ketenagakerjaan | |
| 04.01.0017 |
|
| Jumlah anak usia 6-23 bulan mendapatkan MP ASI | Jumlah anak usia 6 hingga 23 bulan yang mendapatkan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) sesuai dengan standar yang ditetapkan. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 04.01.0018 |
|
| Jumlah Anak usia 6-23 bulan yang diwawancara MP ASI | Jumlah anak usia 6 hingga 23 bulan yang menjadi responden dalam survei atau wawancara terkait pemberian MP-ASI. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 03.05.0051 |
|
| Jumlah Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Berdasarkan Jenis Kelamin dan Provinsi/Kabupaten/Desa | Jumlah/Daftar Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Berdasarkan Jenis Kelamin dan Provinsi/Kabupaten/Desa | Orang | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional/Provinsi/Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal | ||
| 10.04.0001 |
|
| Jumlah anggota DPD RI menurut Jenis Kelamin | Penggolongan seseorang secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. | Orang | DEWAN PERWAKILAN DAERAH | Prioritas | STATISTIK | 33220007 | Terbuka | 1. Laki-laki 2. Perempuan | TAHUNAN | Dukung Lainnya | |
| 09.03.0008 |
|
| Jumlah Anggota DPR RI Berdasarkan Alat Kelengkapan Dewan | Data yang mencatat total banyaknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang dikelompokkan berdasarkan Alat Kelengkapan Dewan pada periode keanggotaan tertentu. | Orang | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Informasi | ||
| 05.01.0006 |
|
| Jumlah Anggota DPR RI Laki-laki | Jumlah anggota laki-laki yang sebagai anggota DPR RI pada periode tertentu. | Orang | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Hukum |
Showing 351-400 of 3,346 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 162682 |
|
| Cakupan daerah yang memiliki perda KTR setiap Provinsi dan kab kota | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN KESEHATAN | Direktorat Penyakit Tidak Menular | Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) : Terlaksananya kab/kota yang memiliki kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) yaitu memiliki juknis dan satgas, melakukan monitoring... | Pemerintah Daerah | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/Kota | TAHUNAN | Pemberdayaan Perempuan | TERSEDIA | |||
| 162683 | 05.02.003 |
|
| Cakupan Deteksi Dini Intelijen | Prioritas | STATISTIK | Indikator | Direktorat Pertahanan dan Keamanan | BADAN INTELIJEN NEGARA | Direktorat..... | Upaya penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan sebagai bentuk deteksi dini dan cegah dini dari segala bentuk potensi ancaman terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. | persen | - | TAHUNAN | Keamanan | TERSEDIA | ||
| 162684 | 04.01.012 |
|
| Cakupan imunisasi bayi lengkap | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN KESEHATAN | Direktorat Imunisasi | Persentase bayi (0-11 bulan) yang mendapatkan imunisasi lengkap di suatu wilayah dan dalam kurun waktu tertentu. meliputi 1 dosis hepatitis B, 1 dosis BCG, 4 dosis polio tetes (bOPV), 1 dosis polio... | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA | ||
| 162685 | 04.01.013 |
|
| Cakupan imunisasi HPV | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN KESEHATAN | Direktorat Imunisasi | Persentase anak perempuan usia kelas 5 SD atau sederajat yang sudah mendapat imunisasi HPV | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA | ||
| 162686 | 04.01.014 |
|
| Cakupan intervensi pengobatan (farmakologi, psikososial, rehabilitasi dan layanan pasca intervensi) bagi gangguan penyalahgunaan zat | Prioritas | STATISTIK | Indikator | BADAN NARKOTIKA NASIONAL | Direktorat Pascarehabilitasi | Cakupan intervensi pengobatan untuk gangguan napza didefinisikan sebagai jumlah orang yang menerima pengobatan dalam satu tahun dibagi dengan jumlah orang dengan gangguan penyalahgunaan napza pada... | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; Jenis Kelamin; Jenis Intervensi Pengobatan | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA | ||
| 162687 | 03.01.004 |
|
| Cakupan Ketersediaan Sarana Prasarana Dasar Kawasan Ibu Kota Nusantara | Prioritas | STATISTIK | Indikator | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Direktorat Sarana Prasarana Dasar | Cakupan ketersediaan sarana prasarana dasar mencakup kelengkapan fisik yang memadai dan dapat mendukung perekonomian dan perkembangan Kawasan Ibu Kota Nusantara, dalam 5 tahun mendatang difokuskan... | persen | - | Wilayah Administrasi: Ibu Kota Nusantara | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | TERSEDIA | ||
| 162688 | 04.01.015 |
|
| Cakupan Kunjungan Nifas (KF) lengkap sesuai standar | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN KESEHATAN | Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga | Persentase ibu nifas yang mendapatkan pelayanan nifas minimal 4x secara lengkap sesuai standar dengan ketentuan minimal 1x pada 6-48 jam setelah melahirkan, 1x pada hari 3-7, 1x pada hari ke 8 -28,... | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA | ||
| 162689 | 04.01.019 |
|
| Cakupan Pemberian Terapi Pencegahan pada Orang Kontak Serumah | Prioritas | STATISTIK | Indikator | Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat | KEMENTERIAN KESEHATAN | Direktorat..... | Jumlah kontak serumah yang diberikan terapi pencegahan TBC (TPT) yang dan dilaporkan diantara Perkiraan jumlah total kontak serumah yang memenuhi syarat (eligible) diberikan TPT. | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA | |
| 162690 | 04.01.020 |
|
| Cakupan penemuan kasus tuberkulosis (Notifikasi Kasus TBC) | Prioritas | STATISTIK | Indikator | 10410015 | KEMENTERIAN KESEHATAN | Direktorat Penyakit Menular | Penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) dalam konteks operasional merujuk pada proses identifikasi dan diagnosis individu yang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Secara operasional, ini... | persen | Terbuka | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA | |
| 162691 | 04.01.021 |
|
| Cakupan penerima Pemeriksaan Kesehatan Gratis | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN KESEHATAN | Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer | Proporsi jumlah penerima pemeriksaan gratis pada semua kelompok usia terhadap jumlah penduduk. | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA |
Showing 71-80 of 4,145 items.
