Data Prioritas Jangka Menengah 2025-2029

(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)

#ID DDPSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis DataInstansi Produsen DataDefinisiSatuanCatatan kebutuhan dukungan Data Daerah20252026202720282029
         
30104.03.0003
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan komprehensif;
Jumlah anak korban kekerasan yang memerlukan perlindungan khusus yang dilayani Kementerian PPPA dan lembaga layanan PPA di daerah secara keseluruhan di tahun berjalan, baik yang sudah mendapatkan layanan secara tuntas maupun yang belum tuntasSTATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKJumlah anak korban kekerasan yang memerlukan perlindungan khusus yang dilayani oleh Kementerian PPPA dan lembaga layanan PPA di daerah secara keseluruhan pada tahun berjalan, baik yang sudah mendapatk...OrangIndikator SIPD: 000631 - Persentase anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan komprehensifYaYaYaYaYa
30204.03.0004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan komprehensif;
Jumlah anak korban kekerasan yang memerlukan perlindungan khusus yang mendapatkan layanan komprehensif di tahun berjalan berdasarkan data SAPA Anak dan SIMFONI PPASTATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKJumlah anak korban kekerasan yang memerlukan perlindungan khusus dan telah mendapatkan layanan komprehensif pada tahun berjalan berdasarkan data SAPA Anak dan SIMFONI PPA.OrangIndikator SIPD: 000631 - Persentase anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan komprehensifYaYaYaYaYa
30304.03.0005
    • SDGs;
  1. Prevalensi anak usia 13-17 tahun yang pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya;
Jumlah anak laki-laki umur 13–17 tahun yang mengalami kekerasan (JALK)STATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKAnak laki-laki usia 13–17 tahun yang dalam sepanjang hidupnya pernah mengalami paling tidak satu bentuk kekerasan (seksual, fisik, atau emosional), baik secara terpisah maupun bersamaan.OrangIndikator SIPD: 000301 - Prevalensi anak usia 13-17 tahun yang pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnyaTidakTidakYaTidakTidak
30404.03.0006
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Prevalensi anak usia 13-17 tahun yang mengalami salah satu bentuk kekerasan fisik, emosional atau seksual dalam 12 bulan terakhir;
Jumlah anak laki-laki/perempuan umur 13-17 tahun yang mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan dalam 12 bulan terakhirSTATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKJumlah anak berusia 13-17 tahun yang melaporkan mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan dalam periode 12 bulan terakhirOrangTidakTidakYaTidakTidak
30504.03.0007
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Proporsi anak perempuan dari perempuan umur 15-49 tahun yang tinggal bersama dan menjalankan praktik sunat perempuan;
Jumlah anak perempuan dari perempuan usia 15-49 tahun yang tinggal bersama dan menjalankan praktik sunat perempuan menurut kriteria WHOSTATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKJumlah anak perempuan umur 0-17 tahun yang tinggal bersama ibu mereka yang berusia 15-49 tahun dan telah menjalani praktik sunat perempuan sesuai dengan definisi WHO. WHO mendefinisikan sunat perempua...OrangIndikator SIPD: 000158 - Proporsi anak perempuan dari perempuan umur 15-49 tahun yang tinggal bersama dan menjalankan praktik sunat perempuanTidakTidakYaTidakTidak
30604.01.0014
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Prevalensi remaja putri anemia;
Jumlah anak perempuan kelas 7 (SMP atau sederajat) dan kelas 10 (SMA dan sederajat) yang diskrining HbSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANTotal siswa perempuan di kelas 7 dan 10 yang menjalani pemeriksaan kadar hemoglobin sebagai bagian dari program skrining kesehatan.OrangYaYaYaYaYa
30704.01.0015
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Prevalensi remaja putri anemia;
Jumlah anak perempuan kelas 7 (SMP atau sederajat) dan kelas 10 (SMA dan sederajat) yang memiliki kadar hemoglobin <12 g/dLSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah siswa perempuan di kelas 7 dan 10 yang, setelah diskrining, ditemukan memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12 g/dL, yang menunjukkan kondisi anemia.OrangYaYaYaYaYa
30804.03.0008
    • SDGs;
  1. Prevalensi anak usia 13-17 tahun yang pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya;
Jumlah anak perempuan umur 13–17 tahun yang mengalami kekerasan (JAPK)STATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKAnak perempuan usia 13–17 tahun yang dalam sepanjang hidupnya pernah mengalami paling tidak satu bentuk kekerasan (seksual, fisik, atau emosional), baik secara terpisah maupun bersamaan.OrangIndikator SIPD: 000301 - Prevalensi anak usia 13-17 tahun yang pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnyaTidakTidakYaTidakTidak
30904.01.0016
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Cakupan imunisasi HPV;
Jumlah anak perempuan usia kelas 5 SD atau sederajat yang sudah mendapat imunisasi HPVSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah anak perempuan yang telah menerima vaksinasi HPV sesuai program imunisasi dalam periode tertentuOrangYaYaYaYaYa
31006.01.0031
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan formal dan nonformal;
Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan formalSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHJumlah anak tidak sekolah yang kembali mendapatkan layanan pendidikan melalui jalur formal, seperti sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).​OrangProgram: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.04-Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kab/kota), dengan penajaman pada seluruh kab/kota di Jawa Tengah; Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan); klaster Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang); Sulawesi Tenggara; Maluku; Jawa Barat; serta kab/kota Provinsi Sumatera Utara sesuai Kepmendikbudristek 160 (Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli). Deskripsi: Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih tinggi—4,19 juta anak usia 6–18 tahun, dengan 2,8 juta di jenjang menengah—dipicu hambatan ekonomi/kemiskinan, sosial-budaya dan persepsi negatif, keterbatasan akses layanan, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor pusat–daerah: dukungan pembiayaan dan perlindungan sosial terarah, perluasan layanan (reintegrasi ATS, beasiswa, transportasi/akomodasi), penyediaan jalur fleksibel (PKBM/Kejar Paket, RPL, kelas transisi), penguatan layanan bimbingan dan keterampilan vokasi yang link-and-match dengan dunia kerja, serta penataan data terpadu ATS untuk penjangkauan aktif. Sasaran akhirnya: menurunkan kasus putus sekolah dan ATS secara berkelanjutan dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas.YaYaYaYaYa
31106.01.011
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan formal dan nonformal;
Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan formal dan nonformalSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHBanyaknya anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan formal dan nonformalOrangProgram: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.04-Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kab/kota), dengan penajaman pada seluruh kab/kota di Jawa Tengah; Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan); klaster Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang); Sulawesi Tenggara; Maluku; Jawa Barat; serta kab/kota Provinsi Sumatera Utara sesuai Kepmendikbudristek 160 (Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli). Deskripsi: Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih tinggi—4,19 juta anak usia 6–18 tahun, dengan 2,8 juta di jenjang menengah—dipicu hambatan ekonomi/kemiskinan, sosial-budaya dan persepsi negatif, keterbatasan akses layanan, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor pusat–daerah: dukungan pembiayaan dan perlindungan sosial terarah, perluasan layanan (reintegrasi ATS, beasiswa, transportasi/akomodasi), penyediaan jalur fleksibel (PKBM/Kejar Paket, RPL, kelas transisi), penguatan layanan bimbingan dan keterampilan vokasi yang link-and-match dengan dunia kerja, serta penataan data terpadu ATS untuk penjangkauan aktif. Sasaran akhirnya: menurunkan kasus putus sekolah dan ATS secara berkelanjutan dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas.YaYaYaYaYa
31206.01.0032
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan formal dan nonformal;
Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan nonformalSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHJumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan melalui jalur nonformal, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), atau program kesetaraan (Paket...OrangProgram: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.04-Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kab/kota), dengan penajaman pada seluruh kab/kota di Jawa Tengah; Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan); klaster Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang); Sulawesi Tenggara; Maluku; Jawa Barat; serta kab/kota Provinsi Sumatera Utara sesuai Kepmendikbudristek 160 (Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli). Deskripsi: Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih tinggi—4,19 juta anak usia 6–18 tahun, dengan 2,8 juta di jenjang menengah—dipicu hambatan ekonomi/kemiskinan, sosial-budaya dan persepsi negatif, keterbatasan akses layanan, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor pusat–daerah: dukungan pembiayaan dan perlindungan sosial terarah, perluasan layanan (reintegrasi ATS, beasiswa, transportasi/akomodasi), penyediaan jalur fleksibel (PKBM/Kejar Paket, RPL, kelas transisi), penguatan layanan bimbingan dan keterampilan vokasi yang link-and-match dengan dunia kerja, serta penataan data terpadu ATS untuk penjangkauan aktif. Sasaran akhirnya: menurunkan kasus putus sekolah dan ATS secara berkelanjutan dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas.YaYaYaYaYa
31308.01.006
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah anak tidak sekolah yang mengikuti pendidikan kesetaraan pada pesantren;
Jumlah anak tidak sekolah yang mengikuti pendidikan kesetaraan pada pesantrenSTATISTIKKEMENTERIAN AGAMAIndikator ini mengukur proporsi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang berpartisipasi dalam Program Pendidikan Kesetaraan (PPK) yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren. ATS merujuk pada anak usia sekolah ya...OrangProgram: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.04-Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kab/kota), dengan penajaman pada seluruh kab/kota di Jawa Tengah; Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan); klaster Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang); Sulawesi Tenggara; Maluku; Jawa Barat; serta kab/kota Provinsi Sumatera Utara sesuai Kepmendikbudristek 160 (Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli). Deskripsi: Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih tinggi—4,19 juta anak usia 6–18 tahun, dengan 2,8 juta di jenjang menengah—dipicu hambatan ekonomi/kemiskinan, sosial-budaya dan persepsi negatif, keterbatasan akses layanan, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor pusat–daerah: dukungan pembiayaan dan perlindungan sosial terarah, perluasan layanan (reintegrasi ATS, beasiswa, transportasi/akomodasi), penyediaan jalur fleksibel (PKBM/Kejar Paket, RPL, kelas transisi), penguatan layanan bimbingan dan keterampilan vokasi yang link-and-match dengan dunia kerja, serta penataan data terpadu ATS untuk penjangkauan aktif. Sasaran akhirnya: menurunkan kasus putus sekolah dan ATS secara berkelanjutan dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas.TidakYaYaYaYa
31406.01.0033
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah anak tidak sekolah yang mengikuti pendidikan kesetaraan pada pesantren;
Jumlah anak tidak sekolah yang Mengikuti PPK di Pondok PesantrenSTATISTIKKEMENTERIAN AGAMAJumlah anak tidak sekolah yang berpartisipasi dalam Program Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren.​OrangProgram: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.04-Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kab/kota), dengan penajaman pada seluruh kab/kota di Jawa Tengah; Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan); klaster Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang); Sulawesi Tenggara; Maluku; Jawa Barat; serta kab/kota Provinsi Sumatera Utara sesuai Kepmendikbudristek 160 (Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Utara, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli). Deskripsi: Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) masih tinggi—4,19 juta anak usia 6–18 tahun, dengan 2,8 juta di jenjang menengah—dipicu hambatan ekonomi/kemiskinan, sosial-budaya dan persepsi negatif, keterbatasan akses layanan, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor pusat–daerah: dukungan pembiayaan dan perlindungan sosial terarah, perluasan layanan (reintegrasi ATS, beasiswa, transportasi/akomodasi), penyediaan jalur fleksibel (PKBM/Kejar Paket, RPL, kelas transisi), penguatan layanan bimbingan dan keterampilan vokasi yang link-and-match dengan dunia kerja, serta penataan data terpadu ATS untuk penjangkauan aktif. Sasaran akhirnya: menurunkan kasus putus sekolah dan ATS secara berkelanjutan dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas.TidakYaYaYaYa
31506.02.0002
    • SDGs;
  1. Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan pembagian kelompok umur berdasarkan International Conference of Labour Statisticians;
Jumlah anak umur 5-11 tahun yang bekerja minimal 1 jam per mingguSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKJumlah anak berusia 5–11 tahun yang bekerja setidaknya 1 jam per minggu, termasuk dalam kategori pekerja anak.OrangIndikator SIPD: 000191 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan pembagian kelompok umur berdasarkan International Conference of Labour StatisticiansYaYaYaYaYa
31603.07.0004
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Angka Kematian Balita (AKBa)/Under-Five Mortality Rate (U5MR);
Jumlah anak usia 0-4 tahun (0-59 bulan) pada pertengahan tahunSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKJumlah total anak berusia 0 hingga 59 bulan pada pertengahan tahun yang sama.?OrangIndikator SIPD: 000104 - (a) Angka Kematian Balita (AKBa); (b) Angka Kematian Bayi (AKB) per 1.000 kelahiran hidup. 000816 - Angka Kematian BalitaYaYaYaYaYa
31703.07.0005
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase anak berusia 0-4 tahun yang memiliki akta kelahiran;
Jumlah Anak Usia 0-4 Tahun yang Memiliki Akta KelahiranSTATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERIJumlah anak berusia 0-4 tahun yang telah memiliki akta kelahiran resmi yang tercatat dalam database Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Si...TotalIndikator SIPD: 000852 - Persentase anak berusia 0 - 4 tahun yang memiliki akta kelahiranYaYaYaYaYa
31806.02.0003
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU Ketenagakerjaan;
Jumlah anak usia 13-14 tahun yang bekerja lebih dari 15 jam per minggu (PAB13-14,JK15)STATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKJumlah anak berusia 13–14 tahun yang bekerja lebih dari 15 jam per minggu.OrangIndikator SIPD: 000192 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU KetenagakerjaanYaYaYaYaYa
31904.03.0009
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Proporsi anak usia 13-17 tahun yang mengalami kekerasan dan memperoleh layanan;
Jumlah anak usia 13-17 tahun yang mengalami kekerasan dan mendapat layanan dari semua bentuk kekerasan yang dialamiSTATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKJumlah anak berusia 13 hingga 17 tahun yang mengalami kekerasan (fisik, seksual, atau emosional) dan telah menerima layanan dukungan atau intervensi, seperti konseling, rehabilitasi, atau perlindungan...OrangTidakTidakYaTidakTidak
32004.03.0010
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Prevalensi anak usia 13-17 tahun korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada 12 bulan terakhir;
Jumlah anak usia 13-17 tahun yang mengalami minimal satu bentuk KDRT dalam 12 bulan terakhirSTATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKAnak berusia 13-17 tahun yang mengalami setidaknya satu dari tiga jenis kekerasan (fisik, emosional, atau seksual) dalam rumah tangga selama 12 bulan terakhirOrangTidakTidakYaTidakTidak
32104.03.0011
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Prevalensi anak usia 13-17 tahun yang mengalami kekerasan seksual kontak dalam 12 bulan terakhir;
Jumlah anak usia 13-17 tahun yang pernah mengalami kekerasan seksual kontak dalam 12 bulan terakhirSTATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKJumlah anak berusia 13-17 tahun yang melaporkan mengalami satu atau lebih bentuk kekerasan seksual kontak dalam periode 12 bulan terakhirOrangTidakTidakYaTidakTidak
32204.03.0012
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Prevalensi anak usia 13-17 tahun yang mengalami kekerasan seksual non-kontak dalam 12 bulan terakhir;
Jumlah anak usia 13-17 tahun yang pernah mengalami kekerasan seksual non kontak dalam 12 bulan terakhirSTATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKJumlah anak berusia 13-17 tahun yang melaporkan mengalami satu atau lebih bentuk kekerasan seksual non kontak dalam periode 12 bulan terakhirOrangTidakTidakYaTidakTidak
32306.02.0004
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU Ketenagakerjaan;
Jumlah anak usia 15-17 tahun yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu (PAB15-17,JK40)STATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKJumlah anak berusia 15–17 tahun yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu.OrangIndikator SIPD: 000192 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU KetenagakerjaanYaYaYaYaYa
32406.02.0005
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU Ketenagakerjaan;
Jumlah anak usia 5-12 tahun yang bekerja (PAB5-12)STATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKJumlah anak berusia antara 5 hingga 12 tahun yang terlibat dalam kegiatan kerja, baik yang bersifat ekonomi maupun non-ekonomi.OrangIndikator SIPD: 000192 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU KetenagakerjaanYaYaYaYaYa
32504.01.0017
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase anak usia 6-23 bulan mendapatkan MPASI;
Jumlah anak usia 6-23 bulan mendapatkan MP ASISTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah anak usia 6 hingga 23 bulan yang mendapatkan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) sesuai dengan standar yang ditetapkan.OrangProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.YaYaYaYaYa
32604.01.0018
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase anak usia 6-23 bulan mendapatkan MPASI;
Jumlah Anak usia 6-23 bulan yang diwawancara MP ASISTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah anak usia 6 hingga 23 bulan yang menjadi responden dalam survei atau wawancara terkait pemberian MP-ASI.OrangProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.YaYaYaYaYa
32704.03.0013
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Prevalensi anak usia 13-17 tahun yang mengalami kekerasan emosional dalam 12 bulan terakhir;
Jumlah anak usia usia 13-17 tahun yang mengalami kekerasan emosional dalam 12 bulanSTATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKJumlah anak berusia 13-17 tahun yang melaporkan mengalami satu atau lebih bentuk kekerasan emosional dalam periode 12 bulan terakhirOrangTidakTidakYaTidakTidak
32810.04.0001
    • Persesjen 15/2023;
    • Keputusan KPU 1207/2024;
  1. -
Jumlah anggota DPD RI menurut Jenis KelaminSTATISTIKDEWAN PERWAKILAN DAERAHPenggolongan seseorang secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu.OrangYaYaYaYaYa
32909.03.0008
    • Renstra DPR RI 2025-2029;
  1. -
Jumlah Anggota DPR RI Berdasarkan Alat Kelengkapan DewanSTATISTIKDEWAN PERWAKILAN RAKYATData yang mencatat total banyaknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang dikelompokkan berdasarkan Alat Kelengkapan Dewan pada periode keanggotaan tertentu.OrangTidakYaYaYaYa
33005.01.0006
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Proporsi Anggota Legislatif;
Jumlah Anggota DPR RI Laki-lakiSTATISTIKDEWAN PERWAKILAN RAKYATJumlah anggota laki-laki yang sebagai anggota DPR RI pada periode tertentu.OrangYaYaYaYaYa
33104.03.0014
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Proporsi Anggota Legislatif;
Jumlah Anggota DPR RI PerempuanSTATISTIKDEWAN PERWAKILAN RAKYATJumlah anggota perempuan yang sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada periode tertentu.OrangYaYaYaYaYa
33201.01.0002
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Kelulusan Komponen Cadangan dengan Nilai Baik;
Jumlah Anggota Komcad yang Lulus dengan Nilai BaikSTATISTIKKEMENTERIAN PERTAHANANJumlah anggota Komcad yang telah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh predikat nilai "Baik". Reff: https://www.kemhan.go.id/pothan/wp-content/uploads/2024/01/LAPORAN-KERJA-POTHAN-2022_opt.pdfOrangYaYaYaYaYa
33306.02.0006
    • RPJMN 2025-2029;
    • RPJMN 2025-2029;
    • RPJPN 2025-2045;
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Densitas Dana Pensiun;
  2. Persentase penduduk berusaha atau bekerja sebagai buruh/karyawan;
  3. Tingkat Pengangguran Terbuka;
Jumlah angkatan kerjaSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKJumlah individu yang termasuk dalam kategori angkatan kerja, yaitu mereka yang bekerja atau aktif mencari pekerjaan, dalam suatu wilayah pada periode tertentuOrangYaYaYaYaYa
33406.02.0007
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Presentase angkatan kerja lulusan pendidikan menengah vokasi setahun terakhir yang bekerja/berwirausaha;
Jumlah angkatan kerja lulusan pendidikan menengah vokasi setahun terakhirSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKTotal lulusan pendidikan menengah vokasi dalam satu tahun terakhir yang telah memasuki angkatan kerja, termasuk yang bekerja, berwirausaha, melanjutkan pendidikan, atau sedang mencari pekerjaan.OrangYaYaYaYaYa
33506.02.0008
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Rasio Kewirausahaan Pemuda;
Jumlah Angkatan Kerja PemudaSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKPemuda berusia 16–30 tahun yang termasuk dalam angkatan kerja, yaitu mereka yang bekerja atau aktif mencari pekerjaanOrangIndikator SIPD: 001037 - Rasio Wirausaha PemudaYaYaYaYaYa
33606.02.0009
    • RPJPN 2025-2045;
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Perempuan;
Jumlah Angkatan Kerja PerempuanSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKJumlah penduduk perempuan usia 15 tahun ke atas yang bekerja, memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja, atau sedang mencari pekerjaan (pengangguran)OrangIndikator Utama Pembangunan - 16.Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan (%) Indikator SIPD: 000033 - Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja PerempuanYaYaYaYaYa
33703.03.0002
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Muatan barang angkutan laut nonkomersil;
Jumlah Angkutan Barang Perintis yang DilayaniSTATISTIKKEMENTERIAN PERHUBUNGANJumlah layanan angkutan yang diselenggarakan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terlayani atau kurang terlayani oleh angkutan barang reguler, guna mendukung distribusi barang ke wilayah tersebu...tonTidakYaYaYaYa
33803.03.051
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume Angkutan Barang Transportasi Udara pada Bandara Primer/Utama;
Jumlah Angkutan Barang Transportasi Udara pada Bandara Primer/UtamaSTATISTIKKEMENTERIAN PERHUBUNGANIndikator yang mengukur jumlah angkutan barang pada transportasi udara pada bandar udara primer / utamajuta tonTidakYaYaYaYa
33903.03.0003
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Muatan barang angkutan laut nonkomersil;
Jumlah Angkutan Peti Kemas non Komersial yang DilayaniSTATISTIKKEMENTERIAN PERHUBUNGANJumlah layanan angkutan peti kemas yang diselenggarakan untuk mendukung distribusi barang bantuan atau kebutuhan tertentu yang tidak bersifat komersialtonTidakYaYaYaYa
34003.03.0004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Layanan Nonkomersil Angkutan Udara Penumpang dan Kargo;
Jumlah Angkutan Udara Perintis PenumpangSTATISTIKKEMENTERIAN PERHUBUNGANJumlah penerbangan yang membawa penumpang pada angkutan udara perintis, yaitu kegiatan angkutan udara niaga dalam negeri yang melayani jaringan dan rute penerbangan untuk menghubungkan daerah terpenci...penerbanganTidakYaYaYaYa
34109.03.0009
    • Renstra DPR RI 2025-2029;
  1. -
Jumlah Aset TVRISTATISTIKLEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESIAtotal nilai kekayaan yang dimiliki oleh Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI), yang mencakup seluruh aset yang tercatat dalam neraca dan diakui secara akuntansi, pada periode...rupiahYaTidakYaYaYa
34209.06.0012
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Pemindahan dan/atau Penugasan ASN ke Ibu Kota Nusantara;
Jumlah ASN Es. 4/JF pada Ibu Kota NusantaraSTATISTIKKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIJumlah ASN Eselon 4 dan Jabatan Fungsional yang dipindahkan pada tahun sebelumnyaOrangTidakYaYaYaYa
34309.06.0013
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Jumlah Pemindahan dan/atau Penugasan ASN ke Ibu Kota Nusantara;
Jumlah ASN non JF/Es. 4 pada Ibu Kota NusantaraSTATISTIKKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIJumlah ASN di luar Jabatan Fungsional dan Eselon 4 yang dipindahkan pada tahun sebelumnyaOrangTidakYaYaYaYa
34409.06.0014
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase ASN dengan kompetensi digital optimal;
Jumlah ASN yang Memenuhi Standar Kompetensi DigitalSTATISTIKKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIJumlah ASN yang telah mencapai atau melampaui standar kompetensi digital berdasarkan penilaian terhadap empat pilar literasi digitalOrangTidakYaYaYaYa
34509.03.0010
    • Renstra DPR RI 2025-2029;
  1. -
Jumlah Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat Berdasarkan Bidang PermasalahanSTATISTIKDEWAN PERWAKILAN RAKYATData yang mencatat total banyaknya aspirasi atau pengaduan masyarakat yang diterima DPR RI, dikelompokkan menurut kategori atau bidang permasalahan tertentu dalam periode waktu tertentu. Data ini digu...AduanTidakYaYaYaYa
34609.03.0011
    • Renstra DPR RI 2025-2029;
  1. -
Jumlah Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat yang Masuk ke DPR RISTATISTIKDEWAN PERWAKILAN RAKYATData yang mencatat total banyaknya penyampaian aspirasi atau pengaduan yang diterima DPR RI dari masyarakat dalam periode waktu tertentu, baik melalui saluran fisik maupun digital.AduanTidakYaYaYaYa
34710.04.0002
    • Persesjen 15/2023;
    • Persesjen 6/2023;
  1. -
Jumlah Aspirasi Masyarakat dan Daerah di DPD RISTATISTIKDEWAN PERWAKILAN DAERAHBanyaknya aspirasi masyarakat yang dihimpun oleh bapak dan ibu anggota dewan dalam masa reses.aspirasiYaYaYaYaYa
34809.03.016
    • SDGs;
  1. Jumlah Badan Publik yang berkualifikasi Informatif;
Jumlah Badan Publik yang berkualifikasi InformatifSTATISTIKKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALKonsep dan Definisi:Badan publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dana...badan publikIndikator SIPD: 000326 - Jumlah Badan Publik yang berkualifikasi InformatifYaYaYaYaYa
34904.01.0019
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Balita yang Dipantau Pertumbuhan dan Perkembangannya;
Jumlah balita 12-59 bulanSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah anak berusia antara 12 hingga 59 bulan (1 hingga kurang dari 5 tahun). ​anakProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.YaYaYaYaYa
35004.01.0020
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Balita yang Dipantau Pertumbuhan dan Perkembangannya;
Jumlah balita 12-59 bulan yang dipantauSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANJumlah balita usia 12–59 bulan yang mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara rutin, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, minimal 8 kali dalam setahun. ​Perpustakaan Pusat Polt...anakProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.YaYaYaYaYa
Showing 301-350 of 2,950 items.
 
Id DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataDefinisiSatuanInstansi Produsen DataJenis PengajuanJenis DataStandar DataKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranCatatan kebutuhan dukungan data daerahTag Rad
    
05.01.008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Penegakan Hukum
Indeks Penegakan HukumIndeks Penegakan Hukum dalam IPH adalah indeks yang mengukur penerapan peraturan perundang-undangan dan pelaksanaan putusan hakimIndeksKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANHukum
09.06.007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)Indeks pencapaian SPM (IP) SPM adalah nilai capaian SPM yang diperoleh melalui penghitungan rata–rata persentase indeks pencapaian mutu minimal layanan dasar dikalikan bobot mutu dengan persentase...PoinKEMENTERIAN DALAM NEGERIPrioritasSTATISTIK-ProvinsiTAHUNANDalam Negeri
09.02.078
    • RPJMN 2025-2029
  1. Tingkat Penerapan Tata Kelola Pengadaan
Indeks Penerapan Tata Kelola PengadaanAngka yang mengukur penerapan tata kelola pengadaan secara nasional.-LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPerencanaan Pembangunan Nasional
01.02.012
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pengaruh dan Peran di Dunia Internasional
Indeks Pengaruh dan Peran di Dunia InternasionalIndeks Pengaruh dan Peran di Dunia Internasional adalah indeks yang mengukur pengaruh dan kepemimpinan Indonesia terhadap pengambilan kebijakan isu-isu bilateral, regional dan global serta...indeks (0–5)KEMENTERIAN LUAR NEGERIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUrusan Luar Negeri
03.07.013
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pengasuhan Anak Usia Dini
Indeks Pengasuhan Anak Usia DiniKomposit dari lima dimensi yang menggambarkan pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua kepada anak usia dini, yaitu dimensi kesehatan, kecukupan gizi, pengasuhan yang responsif, stimulasi dini serta...Tanpa SatuanBADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKependudukan
03.07.014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks pengasuhan keluarga yang memiliki remaja
Indeks pengasuhan keluarga yang memiliki remajaIndeks pengasuhan remaja adalah indeks komposit yang menggambarkan pengasuhan orangtua/keluarga kepada anaknya/anggota keluarga yang berusia remaja.Tanpa SatuanBADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKependudukan
07.05.013
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
Indeks Pengelolaan Keanekaragaman HayatiIndeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati adalah ukuran atas keseluruhan capaian aksi pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia. Pengelolaan keanekaragaman hayati adalah tindakan yang dilakukan...unitKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator Utama Pembangunan - 41.Indeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Indikator SIPD: 000679 - Indeks Pengelolaan Keanekaragaman HayatiLingkungan Hidup
07.05.0012
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
Indeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Komponen Pengurangan AncamanIndeks Pengurangan ancaman kehilangan kehati adalah salah satu dari dua komponen penyusun Indeks Pengelolaan Kehati. Indeks ini merupakan penilaian dari upaya pengayaan keanekaragaman hayati melalui...UnitKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator Utama Pembangunan - 41.Indeks Pengelolaan Keanekaragaman HayatiLingkungan Hidup
09.02.0097
    • RPJMN 2025-2029
    • UU 23/2014
  1. -
Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD)Nilai Rata-Rata Nasional Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) dengan memperhatikan dimensi penilaian: a. kesesuaian dokumen perencanaan dan penganggaran; b. pengalokasian anggaran belanja dalam...PoinKEMENTERIAN DALAM NEGERIPrioritasSTATISTIK-Nasional, provinsi, kabupaten/kotaTAHUNANKeuangan
01.02.013
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Penguatan Sistem Kelembagaan Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar Negeri
Indeks Penguatan Sistem Kelembagaan Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar NegeriIndeks Penguatan Sistem Kelembagaan Pelindungan WNI dan BHI adalah indeks yang mengukur tingkat capaian kriteria dasar kelembagaan Pelindungan WNI di luar negeri. Elemen yang diukur pada indeks ini...persenKEMENTERIAN LUAR NEGERIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUrusan Luar Negeri
03.03.008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Peningkatan SDM Transportasi
Indeks Peningkatan SDM TransportasiPemenuhan Sumber Daya Manusia dalam Bidang Transportasi yang BerkompetenpersenKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANTransportasi
01.02.023
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Penyelesaian Kasus WNI di Luar Negeri
Indeks Penyelesaian Kasus WNI di Luar NegeriMerupakan perbandingan antara kasus WNI di luar negeri yang diselesaikan dengan jumlah kasus WNI diterima Persentase penyelesaian kasus WNI di luar negeri di luar negeri, terdiri dari 2 unsur, yaitu:...persenKEMENTERIAN LUAR NEGERIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTRIWULANANUrusan Luar Negeri
07.05.0013
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup
Indeks Perilaku Ramah Lingkungan HidupIPRLH adalah indeks yang mengukur perilaku masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.nilai indeks tanpa satuanKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANLingkungan Hidup
04.03.004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Perlindungan Anak (IPA)
Indeks Perlindungan Anak (IPA)Indeks Perlindungan Anak (IPA) adalah indeks komposit yang mengukur capaian pemenuhan hak dan perlindungan anak yang disusun sesuai dengan klaster dalam Konvensi Hak Anak.;Indeks Perlindungan Khusus...-KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKPrioritasSTATISTIK33210004TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD: 000630 - Indeks Perlindungan Anak (IPA)Pemberdayaan Perempuan
04.03.005
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Perlindungan Khusus Anak (IPKA)
Indeks Perlindungan Khusus Anak (IPKA)Angka yang menggambarkan pencapaian pembangunan perlindungan yang diterima oleh anak dalam situasi dan kondisi tertentu untuk mendapatkan jaminan rasa aman terhadap ancaman yang membahayakan diri dan...-KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKPrioritasSTATISTIK33210005TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPemberdayaan Perempuan
05.01.009
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Perlindungan Saksi dan Korban
Indeks Perlindungan Saksi dan KorbanIndeks Perlindungan Saksi dan Korban (IPSK) adalah nilai capaian penyelenggaraan pelayanan perlindungan saksi dan korban tindak pidana berdasarkan sepuluh dimensi penilaian.nilaiLEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANHukum
02.01.002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Persaingan Usaha
Indeks Persaingan UsahaIndeks Persaingan Usaha merupakan indikator yang menunjukkan tingkat persaingan usaha di berbagai provinsi dan sektor ekonomi di Indonesia. Indikator persaingan usaha yang meningkat menunjukkan...Nilai IndeksKOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHAPrioritasSTATISTIK-wilayah (nasional dan provinsi) dan sektoralTAHUNANIndustri
05.02.012
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Profesionalitas SDM Polri
Indeks Profesionalitas SDM PolriIndeks Profesinalitas SDM Polri adalah pengukuran yang ditetapkan untuk mengukur kualitas sikap, derajat pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh SDM Polri dalam melaksanakan tugas dan...1. Jenis Pangkat 2. Jenis KelaminKEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIAPrioritasSTATISTIK-Menentukan nilai kumulatif indikator komponen SDM Polri secara kuantitatifTAHUNANKeamanan
04.01.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)
Indeks Proses Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap NarkobaMengukur proses pelaksanaan program P4GN, termasuk koordinasi antar lembaga, pelatihan, dan kegiatan penyuluhanskor indeksBADAN NARKOTIKA NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatan
07.04.014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Nilai Ketahanan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Indeks Pulau-Pulau KecilMetode perhitungan nilai indeks untuk Ketahanan Wilayah Pesisir berdasarkan tiga indikator utama: Rehabilitasi Wilayah Pesisir, Pengendalian Perubahan Iklim, dan Mitigasi BencanaindeksKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANProgram: 08.03-Pembangunan Berketahanan Iklim. Kegiatan: 08.03.01-Peningkatan Ketahanan Iklim Pesisir dan Laut Lokasi Prioritas: Seluruh provinsi (nasional); Provinsi Sulawesi Utara; Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi Papua Tengah; Sulawesi Tengah; Provinsi Bali; Kab. Bintan; Kab. Kaur; Kab. Lebong; Kab. Bengkulu Utara; Pantai Utara Jawa; serta kategori kawasan: 3T, pesisir perkotaan/strategis ekonomi, dan berisiko abrasi tinggi. Deskripsi: Inisiatif berfokus pada penguatan ketahanan iklim pesisir untuk menurunkan potensi kerugian ekonomi sektor kelautan–perikanan melalui pengembangan kawasan pesisir tangguh, pembangunan sarana–prasarana pantai dan navigasi pelayaran, serta perlindungan–pemulihan ekosistem pesisir. Dorongan intervensi didasarkan pada peningkatan risiko di pesisir: kenaikan muka air laut 0,8–1,2 cm/tahun, gelombang tinggi 1,5–2,5 meter, dan kerentanan luas (311 kab/kota; 30% penduduk berisiko terdampak/perpindahan). Penerima manfaat utama adalah masyarakat pesisir dan nelayan, dengan orientasi pada keselamatan, produktivitas, dan keberlanjutan.Kelautan
06.03.001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks QS International Research Network Collaboration
Indeks QS International Research Network CollaborationIndikator International Research Network (IRN) digunakan untuk menilai tingkat keterbukaan dan keberagaman kolaborasi internasional dalam bidang penelitian pada setiap institusi pendidikan tinggi...IndeksKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPendidikan
09.06.0044
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Indeks Reformasi Birokrasi 2023-2025Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) adalah sebuah sistem penilaian yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dan kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi dalam suatu instansi pemerintah.IndeksKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPrioritasSTATISTIK-Indeks NasionalTAHUNANDalam Negeri
09.06.008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Reformasi Birokrasi Nasional
Indeks Reformasi Birokrasi NasionalReformasi Birokrasi (RB) merupakan upaya berkelanjutan yang setiap tahapannya memberikan perubahan atau perbaikan birokrasi ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan hal tersebut, reformasi birokrasi...Nilai/SkorKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPrioritasSTATISTIK-Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD: 001105 - Indeks Reformasi BirokrasiAparatur Negara
05.02.013
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Risiko Bencana
Indeks Risiko BencanaIRB dihasilkan dari suatu kajian risiko bencana. Pengkajian risiko bencana merupakan sebuah pendekatan untuk memperlihatkan potensi dampak negatif yang mungkin timbul dari suatu potensi bencana yang...IndeksOTORITA IBUKOTA NUSANTARAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Provinsi, Ibu Kota NusantaraTAHUNANIndikator Utama Pembangunan - 44.  Indeks Risiko Bencana (IRB) (untuk level provinsi) Indikator SIPD: 000071 - Indeks Risiko BencanaKeamanan
05.02.014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Risiko Terorisme
Indeks Risiko TerorismeSuatu ukuran yang digunakan untuk menilai tingkat risiko suatu negara atau wilayah terhadap ancaman terorismeIndeksBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISMEPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANKeamanan
05.02.0001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Risiko Terorisme
Indeks Risiko Terorisme Dimensi Suplai PelakuAngka yang menggambarkan seberapa besar risiko suatu daerah menjadi penyuplai pelaku teror, sehingga ancaman suatu daerah dari terorisme dapat dimitigasi dengan baik dilihat berdasarkan potensi atau...IndeksBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISMEPrioritasSTATISTIK10810060Terbatas[32010026] Wilayah;TAHUNANKeamanan
05.02.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Risiko Terorisme
Indeks Risiko Terorisme Dimensi TargetAngka yang menggambarkan seberapa besar risiko suatu daerah menjadi target serangan teror, sehingga ancaman suatu daerah dari terorisme dapat dimitigasi dengan baik.IndeksBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISMEPrioritasSTATISTIK10810061Terbatas[32010026] Wilayah;TAHUNANKeamanan
09.03.010
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Ruang Digital Kondusif
Indeks Ruang Digital KondusifIndeks Ruang Digital Kondusif (IRDK) merupakan indeks yang mengukur sejauh mana ruang digital di Indonesia mencerminkan lingkungan yang aman dan kondusif untuk seluruh lapisan masyarakat. Pengukuran...skala 1-5KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 03.02-Peningkatan Konektivitas Digital dan Transisi Energi Listrik. Kegiatan: 03.02.02-Pengembangan dan Peningkatan Ekosistem Digital Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi Kalimantan Tengah – Kab. Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Katingan, Seruyan, Sukamara, Lamandau, Gunung Mas, Pulang Pisau, Murung Raya, Barito Timur, serta Kota Palangkaraya. Deskripsi: Penguatan ekosistem digital diarahkan untuk mendukung transformasi pemerintahan digital dan masyarakat digital. Fokusnya meliputi perluasan infrastruktur TIK, peningkatan layanan publik berbasis digital, literasi & talenta digital, serta tata kelola data dan keamanan siber—agar pelayanan kian inklusif, efisien, dan andal di seluruh Indonesia, dengan penajaman implementasi pada kabupaten/kota prioritas di Kalimantan Tengah.Informasi
09.03.011
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Satu Data Indonesia
Indeks Satu Data IndonesiaPemantauan dan evaluasi penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) dilaksanakan untuk menilai ketercapaian dan memetakan capaian penyelenggaraan SDI di tingkat Pusat dan Daerah. Hasil pemantauan dan...-KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANInformasi
01.02.0003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Penguatan Sistem Kelembagaan Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar Negeri
Indeks SDM K/L/Perwaklan RI yang mendapatkan sertifikat pelatihan peningkatan kapasitas terkait pengelolaan sistem informasi Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar NegeriIndikatour untuk Mengukur partisipasi SDM lintas instansi dan Perwakilan RI dalam pelatihan pengelolaan sistem informasi. Diperoleh dengan membandingkan realisasi partisipasi terhadap target jumlah...persenKEMENTERIAN LUAR NEGERIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUrusan Luar Negeri
09.06.010
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)SPBE adalah penyelenggaraan pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada Instansi Pusat, Pemerintah Daerah, pegawai Aparatur Sipil Negara,...IndeksKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPrioritasSTATISTIK-Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator Utama Pembangunan - 25.Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Indikator SIPD: 000044 - Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis ElektronikAparatur Negara
02.03.0124
    • Renstra Bapanas 2025-2029
  1. -
Indeks Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi (SKPG)Indeks yang menunjukkan situasi kerawanan pangan dan gizi secara simultan pada 3 aspek (ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan), termasuk indeks komposit dari ketiga aspek tersebut.Tanpa satuanBADAN PANGAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiBULANANPertanian
01.01.003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Survei dan Pemetaan Hidro-Oseanografi
Indeks Survei dan Pemetaan Hidro-OseanografiLuas wilayah perairan pedalaman, perariran kepulauan dan laut teritorial Indonesia yang terpetakan dibagi dengan luas total wilayah perairan pedalaman, perariran kepulauan dan laut teritorial...persenKEMENTERIAN PERTAHANANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPertahanan
09.01.0038
    • Kepmendagri 000.10.5-240/2024
  1. -
Indeks Tata Kelola Pemerintahan Dalam NegeriUkuran terhadap kualitas perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan, penatalaksanaan, pengawasan, dan capaian penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan indikator sebagai berikut: 1. Tingkat...PoinKEMENTERIAN DALAM NEGERIPrioritasSTATISTIK-ProvinsiTAHUNANDalam Negeri
09.03.012
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN)
Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN)Indeks TDN merupakan konsep ukuran holistik yang menyajikan data dari berbagai aspek perkembangan digital, antara lain infrastruktur, pemerintah, ekonomi dan masyarakat digital. Indeks TDN pilar...nilai (0-100)KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANInformasi
09.03.0005
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN)
Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN) Pilar BisnisIndeks TDN pilar Bisnis merupakan suatu ukuran yang menggambarkan tingkat adopsi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital oleh sektor bisnis dalam mendukung transformasi digital nasionalnilai (0-100)KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANInformasi
09.03.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN)
Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN) Pilar MasyarakatIndeks TDN Pilar Masyarakat merupakan suatu ukuran yang menggambarkan kesiapan dan daya saing masyarakat dalam ekosistem digital mencakup kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan tuntutan...nilai (0-100)KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANInformasi
09.03.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN)
Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN) Pilar PemerintahIndeks TDN Pilar Pemerintah merupakan indeks yang mengukur sejauh mana pemerintah memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan...nilai (0-100)KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANInformasi
07.03.002
    • SDGs
  1. Indeks tutupan hijau pegunungan
Indeks tutupan hijau pegununganIndeks Tutup Hijau Pegunungan (Mountain Green Cover Index/MGCI) dimaksudkan untuk mengukur perubahan vegetasi hijau di area pegunungan, yaitu: kelas tutupan lahan hutan, lahan pertanian, padang...IndeksKEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasSTATISTIK31010020TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; Tingkat Kekritisan LahanTAHUNANIndikator SIPD: 000290 - Indeks tutupan hijau pegununganKehutanan
07.01.0013
    • PermenESDM 14/2022
  1. -
Index Harga Batubara (PLT)Indeks harga batubara yang digunakan sebagai acuan biaya bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang mencerminkan perubahan harga batubara untuk kebutuhan pembangkitan listrik dalam suatu...Rp/TonKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPertambangan
02.01.0094
    • PP 2/2017
  1. -
Indikasi geografisHak kekayaan intelektual berupa daftar indikasi geografis terkait industridaftarKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndustri
02.03.006
    • SDGs
  1. Indikator anomali harga pangan
Indikator anomali harga panganIndikator anomali harga pangan (IAHP) mengidentifikasi harga-harga pangan di pasar yang secara abnormal tinggi. IAHP ini memperlihatkan tingkat pertumbuhan gabungan tertimbang dari harga-harga...-BADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-Nasional dan Ibukota ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000102 - Indikator anomali harga pangan.Perdagangan
09.05.002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indonesia Blue Economy Index (IBEI)
Indonesia Blue Economy Index (IBEI)Indeks Ekonomi Biru Indonesia (IBEI - Indonesia Blue Economy Index) terdiri dari tiga pilar yang mewakili komponen utama pembangunan berkelanjutan. Pertama, Pilar Ekonomi mencerminkan kontribusi...-KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000002 - Indeks Ekonomi Biru IndonesiaPerencanaan Pembangunan Nasional
09.05.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indonesia Blue Economy Index (IBEI)
Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Pilar EkonomiPilar Ekonomi mengukur kontribusi sektor kelautan terhadap perekonomian regional melalui subpilar seperti perikanan tangkap dan budidaya, akivitas perdagangan dan transportasi maritim, industri...-KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000002 - Indeks Ekonomi Biru IndonesiaPerencanaan Pembangunan Nasional
09.05.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indonesia Blue Economy Index (IBEI)
Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Pilar LingkunganPilar Lingkungan mengukur kualitas ekosistem pesisir dan laut, upaya mitigasi dampak lingkungan, serta pemanfaatan energi terbarukan.-KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000002 - Indeks Ekonomi Biru IndonesiaPerencanaan Pembangunan Nasional
09.05.0008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indonesia Blue Economy Index (IBEI)
Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Pilar SosialPilar Sosial berfokus pada dimensi inklusivitas dengan mengukur sejauh mana sektor kelautan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang tercermin dalam subpilar kesejahteraan, akses kesehatan,...-KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000002 - Indeks Ekonomi Biru IndonesiaPerencanaan Pembangunan Nasional
02.02.004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Inflasi Harga Bergejolak
Inflasi Harga BergejolakInflasi Komponen Bergejolak adalah inflasi dari sekumpulan barang/jasa yang perkembangan harganya cenderung bergejolak diakibatkan oleh shocks (kejutan) dalam kelompok bahan makanan seperti panen,...persenBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalBULANANPerdagangan
09.04.003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Integrated Index for Postal Development (2IPD)
Integrated Index for Postal Development (2IPD)Integrated Index for Postal Development atau 2IPD adalah indeks komposit yang disusun oleh Universal Postal Union (UPU) untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang perkembangan layanan pos di...nilaiKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKomunikasi
07.05.014
    • SDGs
  1. Intensitas emisi sektor industri
Intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sektor industriIntensitas emisi GRK didapat dari perbandingan nilai emisi aktual gas rumah kaca dari sektor industri pada tahun tertentu dengan output aktivitas ekonomi (dalam hal ini produk domestik bruto) pada...ton CO2e/2010 IDR miliarKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000216 - Intensitas emisi sektor industri.Lingkungan Hidup
02.03.0001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Kesejahteraan Petani (IKP)
Intensitas Kesejahteraan PetaniIntensitas Kesejahteraan adalah rata-rata persentase indikator yang dapat diakses oleh anggota rumah tangga pertanian yang sejahtera secara multidimensi. Intensitas Kesejahteraan merupakan ukuran non...persenBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-Nasional, ProvinsiTAHUNANPertanian
Showing 301-350 of 3,346 items.
IDId DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis PengajuanJenis DataIndikator VariabelStandar DataMitra Sektor BappenasInstansi Produsen DataUnit Kerja Produsen DataDefinisiSatuanKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranTag RadStatus Persetujuan
    
16267201.02.0001
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Asia Power Index
Asia Power Index (Diplomatic Influence)PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN LUAR NEGERIBiro Perencanaan dan OrganisasiAsia Power Index merupakan indeks yang menunjukan kekuatan negara-negara khususnya di Asia dengan mengukur kemampuan negara dalam membentuk dan merespon lingkungan eksternal, baik dalam memengaruhi...persen-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUrusan Luar NegeriTERSEDIA
16267307.03.003
    • SDGs
  1. Jumlah dana hibah teregistrasi untuk pembangunan sektor Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air
Bantuan pembangunan resmi untuk konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan (Bantuan Hibah Luar Negeri Terencana untuk Sektor Kehutanan)PrioritasSTATISTIKIndikatorDirektorat Transformasi Birokrasi dan PemerintahanKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALStaf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan KemiskinanDana hibah adalah suatu pemberian baik berupa uang, barang, ataupun jasa dari satu pihak ke pihak lainnya yang bertujuan untuk memajukan atau menunjang tercapainya sasaran suatu program yang sedang...juta rupiah-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANKehutananTERSEDIA
16267407.05.0001
    • SDGs
  1. Persentase Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang Ditangani/Diolah
Banyaknya limbah B3 yang diolah dengan jenis pengolahan (a) termal; (b) stabilisasi dan solidifikasi; dan/atau (c) cara lain sesuai perkembangan teknologiPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPDirektorat Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, dan Non-Bahan Berbahaya dan BeracunJumlah limbah B3 yang ditangani menggunakan metode pengolahan tertentu, seperti termal, stabilisasi dan solidifikasi, atau metode lain sesuai perkembangan teknologiton-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANLingkungan HidupTERSEDIA
16267507.05.0002
    • SDGs
  1. Persentase Penurunan Tingkat Konsumsi Perusak Ozon
Baseline Perusak Ozon (JBPO)PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPDirektorat Mitigasi Perubahan IklimJumlah bahan perusak ozon yang telah ditetapkan sebagai dasar (baseline) konsumsi pada suatu periode tertentu, yang digunakan sebagai acuan untuk mengukur pengurangan konsumsi. Sebagai contoh, jika...ton (metrik ton)-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANLingkungan HidupTERSEDIA
16267607.05.001
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Berat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Berat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)PrioritasSTATISTIKIndikator31010116KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPDirektorat Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, dan Non Bahan Berbahaya dan BeracunBahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi dan/atau komponen lain karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau...tonTerbukaWilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANLingkungan HidupTERSEDIA
16267702.01.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Rasio penggunaan material sirkular di sektor industri
Berat/Volume Material Daur Ulang yang DigunakanPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PERINDUSTRIANPusat Industri HijauTotal berat atau volume material hasil daur ulang yang digunakan dalam proses produksipersen-NasionalTAHUNANIndustriTERSEDIA
16267802.01.0003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Rasio penggunaan material sirkular di sektor industri
Berat/Volume Total Bahan Baku yang DigunakanPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PERINDUSTRIANPusat Industri HijauTotal berat atau volume semua bahan baku yang digunakan dalam proses produksi, termasuk material primer dan sekunderpersen-NasionalTAHUNANIndustriTERSEDIA
16267907.02.0106
    • UU 22/2001
  1. -
Cadangan Gas BumiPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALDirektorat Jenderal Minyak dan Gas BumiPerkiraan volume gas alam yang ditemukan di dalam batuan reservoir dan secara komersial dapat diperoleh/diproduksikanBSCF-NasionalTAHUNANEnergiTERSEDIA
16268007.02.0112
    • UU 22/2001
  1. -
Cadangan Minyak BumiPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALDirektorat Jenderal Mineral dan Batubaraperkiraan volume minyak bumi dan/atau gas alam yang ditemukan di dalam batuan reservoir dan secara komersial dapat diperoleh/diproduksikan. Miliar Barrel-NasionalTAHUNANEnergiTERSEDIA
162681
    • Permen PPPA 9/2021
  1. -
Cakupan daerah yang membentuk satgas PPKSP setiap provinsi/kab/kotaNon PrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHDaerah yang sudah memiliki SK pembentukan dan tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan PendidikanNama Daerah-TAHUNANPemberdayaan PerempuanTERSEDIA
Showing 61-70 of 4,145 items.