(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 07,05,0178 |
|
| Total Limbah Cair Industri yang dihasilkan | Total volume limbah cair industri yang dihasilkan dari kegiatan produksi (yang dilaporkan) | m³/hari | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000169 - Persentase limbah cair industri cair yang diolah secara aman. | Lingkungan Hidup | |
| 02,03,0050 |
|
| Total Luas Area Panen Jagung | Total area panen untuk Jagung | Ha | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. Indikator SIPD: 000639 - Jumlah Produksi Jagung | Pertanian | |
| 02,03,0051 |
|
| Total Luas Area Panen Padi | Total area panen untuk Padi | Ha | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. Indikator SIPD: 000640 - Jumlah Produksi Padi | Pertanian | |
| 03,01,0045 |
|
| Total Luas Kawasan Prioritas | Keseluruhan luas area yang telah ditetapkan sebagai kawasan prioritas untuk dilindungi dari potensi kerusakan akibat air. | hektar | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 03,01,0046 |
|
| Total luas permukaan cekungan lintas batas sungai dan danau dalam wilayah negara | Total luas permukaan semua cekungan lintas batas sungai dan danau yang berada dalam wilayah negara, terlepas dari ada atau tidaknya pengaturan kerja sama. | Unit | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000173 - Proporsi wilayah cekungan lintas batas dengan pengaturan kerja sama sumberdaya air yang operasional. | Pekerjaan Umum | |
| 06,01,0141 |
|
| Total Lulusan dari Program Studi Kesehatan | Keseluruhan lulusan dari program studi kesehatan | Orang | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.03-Produksi dan pendayagunaan SDM kesehatan Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penekanan pada Wilayah Papua; serta provinsi/daerah spesifik: Maluku Utara, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan. Deskripsi: Capaian pemenuhan SDM kesehatan pada RPJMN 2020–2024 belum memenuhi target: Puskesmas dengan 9 jenis tenaga kesehatan baru 60,16% (target 83%) dan RSUD kab/kota dengan 4 spesialis dasar + 3 spesialis lainnya 72,9% (target 90%). Ketimpangan distribusi tenaga antarwilayah masih tinggi, sehingga prioritas diarahkan pada peningkatan jumlah, kualitas, dan pemerataan penempatan SDM kesehatan sesuai kebutuhan fasilitas layanan (terutama Papua), agar ketersediaan SDM berkualitas di Puskesmas dan RSUD mendukung pemerataan dan efektivitas pembangunan kesehatan. | Pendidikan | |
| 02,09,0052 |
|
| Total Modal Luar Koperasi | Jumlah modal yang berasal dari pihak eksternal, seperti pinjaman atau sumber pendanaan lainnya. | Rupiah | KEMENTERIAN KOPERASI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah : Kab/Kota; Provinsi | TAHUNAN | Koperasi | ||
| 02,02,0037 |
|
| Total Nilai Ekspor Barang Indonesia | Jumlah nilai barang yang diekspor oleh Indonesia ke seluruh dunia dalam periode tertentu. | USD | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 02,02,0038 |
|
| Total nilai ekspor Dunia untuk produk industri berbasis sumber daya alam yang diolah | Total nilai ekspor global untuk produk industri berbasis sumber daya alam yang telah diolah. | dollar usd | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 02,01,0038 |
|
| Total nilai ekspor Indonesia untuk produk industri berbasis sumber daya alam yang diolah | Total nilai ekspor produk industri yang berbasis sumber daya alam yang telah diolah. | dollar usd | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Industri | ||
| 02,02,0039 |
|
| Total Nilai Ekspor ke ASEAN | Penjumlahan nilai ekspor ke semua negara anggota ASEAN | USD | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 02,02,0040 |
|
| Total Nilai Ekspor ke EFTA | Penjumlahan nilai ekspor barang Indonesia ke semua negara anggota EFTA | USD | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 02,02,0041 |
|
| Total Nilai Ekspor ke RCEP | Penjumlahan nilai ekspor ke semua negara anggota RCEP | USD | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 02,02,0042 |
|
| Total Nilai Ekspor per Provinsi | Jumlah keseluruhan nilai ekspor dari semua produk yang diekspor oleh provinsi | rupiah | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 02,02,0043 |
|
| Total nilai ekspor produk berteknologi menengah dan tinggi dunia | Total nilai ekspor global untuk produk yang termasuk dalam kategori teknologi menengah dan tinggi pada tahun tertentu. | dollar usd | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 02,02,0044 |
|
| Total nilai ekspor produk industri berbasis SDA dunia | Total nilai ekspor global untuk produk yang termasuk dalam kategori industri berbasis sumber daya alam pada tahun tertentu | dollar usd | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 02,02,0045 |
|
| Total nilai ekspor produk penyerap tenaga kerja tinggi (berteknologi rendah) dunia | Total nilai ekspor global untuk produk yang dihasilkan oleh industri dengan intensitas tenaga kerja tinggi dan menggunakan teknologi rendah pada tahun tertentu | dollar usd | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 02,02,0046 |
|
| Total nilai ekspor produk pertanian dunia | Total nilai ekspor global untuk produk pertanian pada tahun tertentu, mencakup kategori produk yang sama seperti yang didefinisikan oleh WTO | dollar usd | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 02,08,0012 |
|
| Total Nilai Realisasi Investasi Nasional | Jumlah keseluruhan capaian nilai realisasi investasi di seluruh wilayah Indonesia baik realisasi penanaman modal asing maupun dalam negeri. | rupiah | KEMENTERIAN INVESTASI DAN HILIRISASI/BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Jawa & Luar Jawa | TAHUNAN | Investasi | ||
| 02,01,0039 |
|
| Total Nilai Tambah Industri (TNTI) | Akumulasi nilai tambah dari seluruh sub-sektor industri pengolahan, termasuk industri mikro, kecil, menengah, dan besar | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000212 - Proporsi nilai tambah industri kecil terhadap total nilai tambah sektor industri. | Industri | ||
| 03,05,0018 |
|
| Total PADes | Seluruh pendapatan yang diperoleh desa dari sumber-sumber asli desa, termasuk hasil usaha, aset, swadaya, partisipasi, gotong royong, dan lain-lain pendapatan asli desa. | rupiah | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Prioritas | STATISTIK | - | Desa | TAHUNAN | Pembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal | ||
| 03,01,0047 |
|
| Total Panjang Jalan Nasional | Jumlah keseluruhan panjang ruas jalan nasional yang terdaftar. | kilometer | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000364 - Rasio kemantapan jalan 000938 - Tingkat Kemantapan Jalan | Pekerjaan Umum | |
| 02,01,0040 |
|
| Total PDB ADHB Subsektor Fesyen dan Kriya per tahun | Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada tahun berjalan (tahun ke-t) untuk subsektor fesyen dan kriya. PDB ADHB mencerminkan nilai moneter seluruh barang dan jasa yang... | miliar rupiah | KEMENTERIAN EKONOMI KREATIF | Prioritas | STATISTIK | - | Registrasi | TAHUNAN | Industri | ||
| 02,07,0005 |
|
| Total Pendapatan (Total Revenue) BUMN | Pendapatan adalah total penghasilan yang diperoleh perusahaan dari aktivitas bisnis utamanya, seperti penjualan barang atau jasa, sebelum dikurangi biaya apapun | rupiah | BADAN PENGATURAN BADAN USAHA MILIK NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Perusahaan BUMN | TAHUNAN | Badan Usaha Milik Negara | ||
| 04,01,0170 |
|
| Total Pengeluaran Kesehatan | Meliputi semua pengeluaran yang berkaitan dengan layanan kesehatan, termasuk perawatan medis, pembelian obat, program pencegahan, dan layanan kesehatan lainnya. | juta | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 06,02,0059 |
|
| Total Penyandang Disabilitas yang Bekerja (Total PD yang bekerja) | Jumlah penyandang disabilitas berusia 15 tahun ke atas yang bekerja, yang mengalami gangguan dalam penglihatan, pendengaran, mobilitas, atau gangguan lainnya seperti gangguan emosional atau... | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 10.Persentase penyandang disabilitas bekerja di sektor formal (%), diusulkan untuk menggunakan proksi: Indikator SIPD: 000023 - Persentase Penyandang Disabilitas Bekerja di Sektor Formal | Ketenagakerjaan | |
| 04,01,0171 |
|
| Total Populasi Rumah Sakit Pemerintah yang Memiliki Izin Operasional hingga Tahun 2027 | Jumlah seluruh rumah sakit milik pemerintah yang telah memiliki izin operasional paling lambat pada tahun 2027, mencakup rumah sakit yang dikelola oleh Kementerian/Lembaga, TNI/Polri, dan pemerintah... | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000824 - Presentase rumah sakit pemerintah terakreditasi paripurna | Kesehatan | |
| 04,01,0172 |
|
| Total Populasi Sampel Suplemen Kesehatan | Jumlah total suplemen kesehatan yang diambil sampelnya untuk pengujian mutu dan keamanan dalam periode tertentu. | sampel | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04,01,0173 |
|
| Total Puskesmas | Jumlah keseluruhan Puskesmas yang teregistrasi dan operasional hingga tahun 2028. | unit (jumlah puskesmas). | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.01-Investasi pelayanan kesehatan primer Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota); fokus provinsi/daerah: Maluku Utara; Kalimantan Timur; Papua Tengah*; Nusa Tenggara Timur; Provinsi Jawa Timur (Puskesmas di 38 kab/kota hingga desa/kelurahan); Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta Kab. Indragiri Hilir. Deskripsi: Kualitas pelayanan kesehatan primer masih rendah: baru 28% Puskesmas terakreditasi paripurna, 18,5% memenuhi standar sarana–prasarana–alkes, hanya 1,17% kab/kota memiliki unit layanan desa/kelurahan sesuai standar, dan sekitar 18% kab/kota memiliki cakupan Posyandu aktif berbasis siklus hidup ≥75%. Peran kader kesehatan belum optimal, sementara Puskesmas dan jaringannya adalah garda terdepan surveilans, deteksi dini, dan pencegahan. Program memprioritaskan penguatan Puskesmas hingga tingkat desa melalui peningkatan akreditasi dan sarpras, penguatan kader dan partisipasi masyarakat, serta tata kelola layanan primer yang lebih responsif dan inklusif. | Kesehatan | |
| 02,08,0013 |
|
| Total Realisasi Investasi PMA Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri | Nilai realisasi investasi PMA (pelaku usaha kawasan dan tenan) yang berada di dalam KI | rupiah triliun | KEMENTERIAN INVESTASI DAN HILIRISASI/BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Program: 05.02-Pengembangan Aglomerasi Industri di KI/KEK Prioritas sebagai Pusat Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 05.02.22-Pengembangan KI Weda Bay Lokasi Prioritas: Kab. Halmahera Tengah Pengembangan KI Weda Bay difokuskan untuk memperkuat hilirisasi sumber daya mineral, khususnya nikel. Kegiatan ini mendorong penciptaan nilai tambah dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan infrastruktur dan konektivitas kawasan. | Investasi | |
| 02,08,0014 |
|
| Total Realisasi Investasi PMDN Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri | Nilai realisasi investasi PMDN (pelaku usaha kawasan dan tenan) yang berada di dalam KI | rupiah triliun | KEMENTERIAN INVESTASI DAN HILIRISASI/BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Program: 05.02-Pengembangan Aglomerasi Industri di KI/KEK Prioritas sebagai Pusat Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 05.02.22-Pengembangan KI Weda Bay Lokasi Prioritas: Kab. Halmahera Tengah Pengembangan KI Weda Bay difokuskan untuk memperkuat hilirisasi sumber daya mineral, khususnya nikel. Kegiatan ini mendorong penciptaan nilai tambah dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan infrastruktur dan konektivitas kawasan. | Investasi | |
| 04,03,0042 |
|
| Total RO/Subkegiatan | Jumlah keseluruhan Rincian Output atau Subkegiatan K/L yang tercantum dalam dokumen perencanaan dan penganggaran pada tahun tertentu. | persen | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Pemberdayaan Perempuan | ||
| 04,01,0174 |
|
| Total Rumah Sakit | Total keseluruhan RS yang beroperasi pada periode yang sama. | unit (jumlah rs) | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04,01,0175 |
|
| Total Rumah Sakit Pemerintah Daerah | Jumlah keseluruhan rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.02-Pembangunan RS lengkap berkualitas di kabupaten/kota dan pengembangan pelayanan kesehatan bergerak dan daerah sulit akses Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan kabupaten/kota); klaster Papua & Papua Barat: Kab. Keerom, Waropen, Supiori, Mamberamo Raya, Sarmi, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Tambrauw, Maybrat, Nduga*, Jayawijaya*, Puncak Jaya, Dogiyai, Puncak, Intan Jaya, Deiyai; Kalimantan: Prov. Kalimantan Timur, Prov. Kalimantan Selatan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Pontianak; Sumatera: Kota Pekanbaru, Kab. Nias Selatan, Kota Medan, Kab. Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kota Solok, Kota Banda Aceh, Kab. Aceh Selatan, Prov. Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Kota Bengkulu); Jawa–Bali–DIY: Prov. Jawa Timur, Prov. Bali, Prov. D.I. Yogyakarta, Kab. Sukabumi, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Cirebon; Sulawesi & Maluku–NTT: Kab. Kepulauan Selayar, Kab. Pangkajene Kepulauan, Prov. Sulawesi Tenggara (Kab. Buton Selatan, Wakatobi, Konawe), Kab. Gorontalo, Kab. Buru, Kab. Buru Selatan, Kab. Kepulauan Aru, Kab. Kep. Tanimbar, Kab. Maluku Barat Daya, Kota Tual, Kab. Sumba Barat Daya, Kab. Manggarai Timur, Kab. Sabu Raijua. Deskripsi: Program Pembangunan Rumah Sakit menargetkan pemerataan “RS Lengkap Berkualitas” di seluruh daerah dengan pemenuhan akreditasi paripurna, standar sarana–prasarana–alkes, serta ketersediaan tenaga spesialis (dasar, penunjang, dan pengembangan layanan unggulan). Intervensi mencakup peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, upgrade RS tipe D ke tipe C di lokasi prioritas, pengembangan layanan kesehatan bergerak untuk wilayah sulit akses, serta pemberdayaan masyarakat–swasta dan perbaikan kualitas pendanaan kesehatan. Tujuannya memastikan akses layanan yang merata, inklusif, dan bermutu bagi seluruh penduduk. | Kesehatan | |
| 04,01,0176 |
|
| Total Rumah Sakit Pemerintah yang Teregistrasi dan Laik Operasional | Jumlah keseluruhan rumah sakit milik pemerintah pusat dan daerah yang telah teregistrasi dan memenuhi syarat laik operasional sesuai dengan peraturan yang berlaku | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000826 - Presentase RS pemerintah dengan dokter spesialis sesuai standar | Kesehatan | |
| 07,05,0179 |
|
| Total sampah jenis sampah | Total timbulan sampah yang dihasilkan dalam periode tertentu, termasuk semua jenis sampah sebelum dilakukan pemilahan atau pengolahan. | ton | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 04,01,0178 |
|
| Total SDMK mendapatkan pelatihan bidang kesehatan | Proporsi SDM Kesehatan (tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga penunjang kesehatan) yang terdaftar dalam sistem informasi SDMK yang mengikuti dan menyelesaikan pelatihan, workshop, dan hands on... | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.03-Produksi dan pendayagunaan SDM kesehatan Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penekanan pada Wilayah Papua; serta provinsi/daerah spesifik: Maluku Utara, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan. Deskripsi: Capaian pemenuhan SDM kesehatan pada RPJMN 2020–2024 belum memenuhi target: Puskesmas dengan 9 jenis tenaga kesehatan baru 60,16% (target 83%) dan RSUD kab/kota dengan 4 spesialis dasar + 3 spesialis lainnya 72,9% (target 90%). Ketimpangan distribusi tenaga antarwilayah masih tinggi, sehingga prioritas diarahkan pada peningkatan jumlah, kualitas, dan pemerataan penempatan SDM kesehatan sesuai kebutuhan fasilitas layanan (terutama Papua), agar ketersediaan SDM berkualitas di Puskesmas dan RSUD mendukung pemerataan dan efektivitas pembangunan kesehatan. | Kesehatan | |
| 02,09,0051 |
|
| Total Sisa Hasil Usaha Koperasi | Hasil bersih usaha koperasi yang dihitung dari selisih antara total pendapatan dengan seluruh biaya, penyusutan, dan kewajiban lain yang dikeluarkan dalam satu tahun buku | Rupiah | KEMENTERIAN KOPERASI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah : Kab/Kota; Provinsi | TAHUNAN | Koperasi | ||
| 09,02,0048 |
|
| Total target penerimaan negara bukan pajak | Jumlah target penerimaan PNBP sebagaimana ditetapkan dalam APBN tahunan yang disahkan oleh DPR. | rupiah | KEMENTERIAN KEUANGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Program: 07.12-Optimalisasi Pendapatan Negara. Kegiatan: 07.12.02-Intensifikasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Lokasi Prioritas: Seluruh provinsi di Indonesia (mencakup seluruh wilayah nasional). Deskripsi: Sejalan dengan mandat RPJPN 2025–2045 untuk menjadikan Indonesia negara maju sebelum 2045, diperlukan ruang fiskal yang memadai, salah satunya melalui optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pembenahan tata kelola PNBP diarahkan untuk meningkatkan pendapatan tanpa menurunkan kualitas layanan publik, dengan menekankan transparansi dan akuntabilitas, mendorong kontribusi dividen BUMN, optimalisasi aset negara, serta pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sasaran akhirnya adalah terciptanya dukungan PNBP yang optimal bagi pendanaan pembangunan. | Keuangan | |
| 01,01,0041 |
|
| Total Target Rencana Survei Wilayah Perairan | Total luas wilayah perairan Indonesia yang direncanakan untuk diperbarui datanya melalui survei hidrografi dan oseanografi dalam periode tertentu, sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia. Reff:... | kilometer persegi (km²) | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Pertahanan | |||
| 06,02,0060 |
|
| Total tenaga kerja lulusan pendidikan tinggi (Diploma 1, Diploma 2, Diploma 3, Diploma 4, dan S1) | Jumlah seluruh tenaga kerja yang memiliki pendidikan terakhir tingkat D1 hingga S1, tanpa memandang bidang keilmuannya. | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Ketenagakerjaan | ||
| 02,01,0041 |
|
| Total volume ekspor produk kelapa sawit | Jumlah total volume ekspor produk turunan I, II, dan III kelapa sawit yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 32 Tahun 2024 | ton | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Industri | ||
| 06,02,0061 |
|
| TPAK Pemuda Laki-laki | Persentase pemuda laki-laki usia 15–24 tahun yang aktif secara ekonomi, baik bekerja maupun mencari pekerjaan | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Ketenagakerjaan | ||
| 06,02,0062 |
|
| TPAK Pemuda Perempuan | Persentase pemuda perempuan usia 15–24 tahun yang aktif secara ekonomi, baik bekerja maupun mencari pekerjaan. | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Ketenagakerjaan | ||
| 04,01,199 |
|
| Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH) | Rata-rata jumlah tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada suatu tahun tertentu. | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 10410187 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 1.Usia Harapan Hidup (UHH) (tahun) Indikator SIPD: 000009 - Usia Harapan Hidup (UHH) 000921 - Umur Harapan Hidup | Kependudukan |
| 04,03,0043 |
|
| Unmet Need Pelayanan Kesehatan Bagi Anak Usia 0-17 Tahun | Unmet need pelayanan kesehatan bagi Anak Usia 0-17 Tahun atau persentase Anak Usia 0-17 Tahun yang memiliki keluhan kesehatan dan terganggu aktivitasnya namun tidak berobat jalan adalah perbandingan... | persen | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional; Provinsi; Karakteristik | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000127 - Unmet Need Pelayanan Kesehatan. | Pemberdayaan Perempuan | |
| 06,02,065 |
|
| Upah Rata-rata per Jam Kerja | Upah/gaji bersih adalah imbalan yang diterima selama sebulan oleh buruh/karyawan baik berupa uang atau barang yang dibayarkan perusahaan/ kantor/majikan. Imbalan dalam bentuk barang dinilai dengan... | rupiah per jam | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 28010006 | Terbatas | Wilayah Administrasi: Provinsi; Klasifikasi Wilayah: Perdesaan, Perkotaan; Jenis Kelamin; Umur/Usia; Tingkat Pendidikan; Status Disabilitas | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000187 - Upah rata-rata per jam pekerja | Ketenagakerjaan |
| 04,03,0044 |
|
| Upah rata-rata per jam pada anak yang bekerja usia 10-17 tahun | 1. Upah rata-rata per jam anak yang bekerja usia 10 - 17 tahun merupakan imbalan atau penghasilan rata-rata yang diperoleh anak yang bekerja usia 10 - 17 tahun per jam baik berupa uang maupun barang.... | persen | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Karakteristik | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000187 - Upah rata-rata per jam pekerja | Pemberdayaan Perempuan | |
| 02,01,061 |
|
| Utilisasi Industri Logam Dasar | Utilisasi menunjukkan tingkat produksi industri Logam Dasar (KBLI 24) terhadap kapasitas produksinya | persen | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.18-Penguatan Industri Logam Dasar, Besi dan Baja Lokasi Prioritas: Sulawesi Tengah Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah | Industri | |
| 02,01,062 |
|
| Utilisasi Industri Pengolahan Garam Industri | Garam industri adalah garam yang digunakan sebagai bahan baku maupun bahan penolong bagi industri lain. Garam industri digunakan untuk kebutuhan farmasi, kosmetik, tekstil, dan sebagainya. Garam... | persen | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan. | Industri |
Showing 3,251-3,300 of 3,330 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 197804 | 07,05,0069 |
|
| Peta Daerah Penyangga skala 1:50.000 | Prioritas | GEOSPASIAL | Variabel | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Direktorat Konservasi Kawasan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem | Daerah Penyangga merupakan wilayah desa yang berada di sekitar Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dan Taman Buru (TB) | - | 1:50.000 | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | TERSEDIA | |||
| 197805 | 03,05,0005 |
|
| Jumlah Desa Maju dan Mandiri di Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Direktorat Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus | Jumlah desa berstatus 'Maju' dan 'Mandiri' berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) di 22 Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan (PPKP) | jumlah desa | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal | TERSEDIA | ||
| 197806 | 03,05,004 |
|
| Jumlah Desa Mandiri | Prioritas | STATISTIK | Indikator | 32010033 | Direktorat Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Direktorat Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan | Jumlah desa yang memiliki status mandiri berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), yaitu desa yang memiliki ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai,... | desa | Terbuka | Klasifikasi Wilayah: Perdesaan, Perkotaan | TAHUNAN | Pembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal | TERSEDIA |
| 197807 | 05,02,0003 |
|
| Jumlah Desa Rawan Bencana | Prioritas | STATISTIK | Variabel | BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA | Direktorat Kesiapsiagaan | Jumlah total desa yang berada di kawasan rawan bencana. | desa | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, Kelas Rawan | TAHUNAN | Keamanan | TERSEDIA | ||
| 197808 | 01,01,0005 |
|
| Jumlah Desa Tematik Berketahanan Bencana | Prioritas | STATISTIK | Variabel | BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA | Direktorat Kesiapsiagaan | Jumlah desa yang telah berhasil mengimplementasikan berbagai strategi dan program untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana. | desa/kelurahan | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan | TAHUNAN | Pertahanan | TERSEDIA | ||
| 197809 | 03,05,005 |
|
| Jumlah Desa Tertinggal | Prioritas | STATISTIK | Indikator | 32010034 | Direktorat Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | DIREKTORAT STATISTIK KETAHANAN SOSIAL | Menurut Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, dalam pembangunan desa meliputi pemenuhan4 aspek, yaitu: (1) kebutuhan dasar, (2) pelayanan dasar, (3) lingkungan, dan (4) kegiatan pemberdayaan... | desa | Terbuka | Klasifikasi Wilayah: Perdesaan, Perkotaan | TAHUNAN | Pembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal | TERSEDIA |
| 197810 | 03,05,0006 |
|
| Jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal di 204 kecamatan perbatasan prioritas | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Direktorat Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus | Merupakan jumlah desa yang dikategorikan sebagai "tertinggal" atau "sangat tertinggal" berdasarkan kriteria tertentu, yang berada di 204 kecamatan perbatasan prioritas. Kriteria desa tertinggal dan... | jumlah desa | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal | TERSEDIA | ||
| 197811 |
|
| Jumlah Desa Wisata | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PARIWISATA | Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata | Banyaknya Desa Wisata dalam lingkup nasional, provinsi, dan kabupaten/kota | Desa Wisata | - | TAHUNAN | Pariwisata | TERSEDIA | ||||
| 197812 | 02,11,006 |
|
| Jumlah Desa Wisata/ Destinasi dengan Penerapan Standar Pariwisata Berkelanjutan | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PARIWISATA | Asisten Deputi Perancangan Destinasi Pariwisata | Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat... | lokasi/destinasi/desa | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Pariwisata | TERSEDIA | ||
| 197813 | 03,05,0007 |
|
| Jumlah desa yang memiliki fasilitas kesehatan skala perdesaan | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL | Direktorat Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan | Puskesmas Pembantu (Pustu): Jaringan pelayanan Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes): Upaya... | desa | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal | TERSEDIA |
Showing 651-660 of 4,134 items.
