Data Prioritas Jangka Menengah 2025-2029

(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)

#ID DDPSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis DataInstansi Produsen DataDefinisiSatuanCatatan kebutuhan dukungan Data Daerah20252026202720282029
         
275102.01.0042
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Rasio Ekspor Produk Hilir Kelapa Sawit terhadap Bahan Baku;
Volume ekspor produk hilir kelapa sawitSTATISTIKKEMENTERIAN PERINDUSTRIANJumlah volume produk turunan II dan III kelapa sawit yang diekspor, sesuai dengan klasifikasi dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 32 Tahun 2024, kecuali produk dengan kode HS 15132110 (Crude P...tonYaYaYaYaYa
275203.01.091
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume layanan air untuk meningkatkan produktivitas irigasi;
Volume layanan air untuk meningkatkan produktivitas irigasiSTATISTIKKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMjumlah air yang disalurkan atau digunakan melalui sistem irigasi untuk mendukung dan meningkatkan hasil pertanian,miliar meter kubikYaYaYaYaYa
275307.04.023
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume penanggulangan sampah dari aktivitas masyarakat di pesisir dan laut;
Volume penanggulangan sampah dari aktivitas masyarakat di pesisir dan lautSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANTotal sampah yang dikumpulkan yang berasal dari aktivitas masyarakat di pesisir dan laut. Baseline sampah yang dikumpulkan dari aktivitas tersebut adalah sebanyak 744,60 ton pada tahun 2024.tonTidakTidakYaYaYa
275407.02.0020
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Non Revenue Water (NRW) PDAM;
Volume Produksi AirSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKjumlah total air yang diproduksi oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) selama periode tertentu.meter kubik (m³)Program: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.05-Pengembangan SPAM Terintegrasi Hulu ke Hilir Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi/Kab/Kota: Papua Barat*; D.I. Yogyakarta (indikatif); Jawa Timur; Sumatera Barat; Riau (Kab. Bengkalis, Kab. Kepulauan Meranti); Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Kota Pontianak); Kalimantan Selatan; Sulawesi Tengah; Kota Makassar; Aceh (Kab. Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Besar, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Jaya). Deskripsi: Isu strategis ketahanan air mengemuka karena adanya 12,7 juta ha lahan kritis, potensi penurunan PDB hingga 7,3% pada 2045 bila ancaman air tidak tertangani, serta dampak perubahan iklim: hari hujan menurun namun intensitas makin ekstrem sehingga risiko banjir dan kekeringan meningkat. Ribuan mata air hilang dalam 10 tahun terakhir dan sekitar 40% mengalami penurunan debit (contoh: Umbulan turun dari 6.000 menjadi 2.800 L/detik). Respons yang dibutuhkan meliputi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) vegetatif, pembangunan bangunan konservasi tanah dan air, serta peningkatan tutupan hutan di DAS untuk menjamin kuantitas dan kualitas air secara berkelanjutan.YaYaYaYaYa
275507.04.005
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume Produksi Garam;
Volume Produksi GaramSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANBanyaknya garam yang dihasilkan oleh petambak garam dan usaha garam.ton"Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), namun tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan. Indikator SIPD: 000548 - Produksi Garam"TidakYaYaYaYa
275602.06.010
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume Produksi Ikan;
Volume Produksi IkanSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANJumlah produksi perikanan tangkap dan ikan budi daya.tonIndikator SIPD: 000413 - Jumlah Total Produksi Perikanan (Tangkap dan Budidaya) dari seluruh kabupaten/kota di wilayah provinsi (sumber data: one data KKP) 000524 - Jumlah Total Produksi Perikanan (Tangkap dan Budidaya) Kabupaten/kota (sumber data : one data KKP)TidakYaYaYaYa
275702.01.0043
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Utilisasi Industri Pengolahan Garam Industri;
Volume Produksi Industri Pengolahan Garam IndustriSTATISTIKKEMENTERIAN PERINDUSTRIANJumlah garam industri yang diproduksi dalam periode tertentu (misalnya per tahun).tonProgram: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional yang terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan.YaYaYaYaYa
275802.06.011
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume Produksi Olahan Perikanan;
Volume Produksi Olahan PerikananSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANJumlah produk perikanan yang diolah melalui kegiatan usaha pengolahan hasil perikanan seperti pengalengan, pembekuan, penggaraman/pengeringan, pemindangan, pengasapan/pemanggangan, fermentasi/peragian...juta tonTidakYaYaYaYa
275902.01.067
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume Produksi Pembuatan Kapal;
Volume Produksi Pembuatan KapalSTATISTIKKEMENTERIAN PERINDUSTRIANVolume pembangunan kapal baru mengacu pada total kapasitas atau jumlah kapal yang direncanakan dan diproduksi dalam suatu periode tertentu di galangan kapal. Konsep ini mencakup berbagai aspek, mulai...ribu tonase bobot matiYaYaYaYaYa
276002.03.074
    • SDGs;
  1. Volume produksi per tenaga kerja menurut kelas usaha tani tanaman/ peternakan/ perikanan/ kehutanan;
Volume produksi per tenaga kerja menurut kelas usaha tani tanaman/ peternakan/ perikanan/ kehutananSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKIndikator ini dihitung sebagai rasio dari output per tahun dibagi jumlah hari orang kerja (HOK) dalam tahun yang sama. Varian dari penghitungan di atas adalah per musim tanam (MT). Volume produksi per...tonIndikator SIPD: 000092 - Volume produksi per tenaga kerja menurut kelas usaha tani tanaman/peternakan/ perikanan/kehutananYaYaYaYaYa
276102.06.012
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume Produksi Perikanan Budidaya;
Volume Produksi Perikanan BudidayaSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANProduksi Perikanan Budi Daya adalah semua hasil pembudidayaan yang dipanen dari sumber perikanan alami atau dari tempat pemeliharaan, baik yang diusahakan oleh perusahaan perikanan maupun rumah tangga...tonProgram: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.09-Pengembangan Pangan Akuatik (Blue Food) Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi: Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Sumatera Selatan; Klaster kab/kota: Kota Tarakan–Kab. Bulungan–Kab. Tana Tidung; Kab. Kotawaringin Timur; Kab. Jayapura*–Kota Jayapura*–Kab. Biak Numfor*–Kab. Kepulauan Yapen*–Kab. Sarmi*; Kab. Manokwari*, Kab. Sorong* (potensial pangan), Kab. Merauke*, Kab. Nabire*–Kab. Mimika*; Kab. Pinrang–Wajo–Bone–Barru–Luwu–Luwu Timur–Takalar; Kab. Bengkalis–Indragiri Hilir–Pelalawan–Rokan Hilir–Siak–Kep. Meranti–Kota Dumai–Kuantan Singingi; Kab. Nias–Nias Barat–Kota Gunungsitoli; Kota Banda Aceh–Kab. Aceh Timur–Aceh Utara; Kota Bengkulu–Kab. Bengkulu Utara–Kepahiang–Mukomuko–Bengkulu Selatan–Rejang Lebong–Kaur–Bengkulu Tengah; Kab. Agam–Solok–Padang Pariaman–Dharmasraya–Sijunjung–Kota Solok–Kota Padang–Kota Pariaman–Lima Puluh Kota; Kab. Sambas–Sanggau–Sintang–Mempawah–Kapuas Hulu–Ketapang–Bengkayang–Landak–Melawi–Sekadau–Kayong Utara–Kubu Raya–Kota Pontianak–Kota Singkawang; Kab. Karimun–Lingga–Kota Batam; Kab. Gorontalo–Boalemo–Pohuwato–Bone Bolango–Gorontalo Utara–Kota Gorontalo; Kab. Pandeglang; Kab. Mamuju; Sulawesi Tenggara: Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kab. Buton, Muna, Bombana, Kolaka, Muna Barat. Deskripsi: Permasalahan perikanan belum mencapai target dikarenakan dominasi praktik tradisional (>95% nelayan tradisional; ±80% budidaya masih tradisional) dan rendahnya produktivitas tambak udang (~0,6 ton/ha/tahun). Hambatan utama meliputi aksesibilitas, jaminan mutu, serta kelemahan logistik–distribusi–rantai dingin, yang berdampak pada rendahnya pendapatan nelayan/pembudidaya skala kecil. Arah intervensi menekankan peningkatan penyediaan ikan untuk konsumsi dan gizi (swasembada pangan), modernisasi dan intensifikasi budidaya (khususnya udang & nila di Jateng; penguatan sentra udang/TCT/lobster–kepiting di Jatim), peningkatan nilai tambah, serta perbaikan infrastruktur rantai pasok dan kelembagaan perikanan agar produktivitas naik, mutu terjamin, dan kesejahteraan pelaku usaha meningkat. Indikator SIPD: 000550 - Produksi Perikanan Budidaya 001059 - Jumlah Produksi Perikanan BudidayaTidakYaYaYaYa
276202.06.015
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume Produksi Perikanan Tangkap;
Volume Produksi Perikanan TangkapSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANJumlah Produksi yang berasal dari perikanan tangkap pada Laut dan Perairan Umum Daratan di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.tonProgram: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.09-Pengembangan Pangan Akuatik (Blue Food) Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi: Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Sumatera Selatan; Klaster kab/kota: Kota Tarakan–Kab. Bulungan–Kab. Tana Tidung; Kab. Kotawaringin Timur; Kab. Jayapura*–Kota Jayapura*–Kab. Biak Numfor*–Kab. Kepulauan Yapen*–Kab. Sarmi*; Kab. Manokwari*, Kab. Sorong* (potensial pangan), Kab. Merauke*, Kab. Nabire*–Kab. Mimika*; Kab. Pinrang–Wajo–Bone–Barru–Luwu–Luwu Timur–Takalar; Kab. Bengkalis–Indragiri Hilir–Pelalawan–Rokan Hilir–Siak–Kep. Meranti–Kota Dumai–Kuantan Singingi; Kab. Nias–Nias Barat–Kota Gunungsitoli; Kota Banda Aceh–Kab. Aceh Timur–Aceh Utara; Kota Bengkulu–Kab. Bengkulu Utara–Kepahiang–Mukomuko–Bengkulu Selatan–Rejang Lebong–Kaur–Bengkulu Tengah; Kab. Agam–Solok–Padang Pariaman–Dharmasraya–Sijunjung–Kota Solok–Kota Padang–Kota Pariaman–Lima Puluh Kota; Kab. Sambas–Sanggau–Sintang–Mempawah–Kapuas Hulu–Ketapang–Bengkayang–Landak–Melawi–Sekadau–Kayong Utara–Kubu Raya–Kota Pontianak–Kota Singkawang; Kab. Karimun–Lingga–Kota Batam; Kab. Gorontalo–Boalemo–Pohuwato–Bone Bolango–Gorontalo Utara–Kota Gorontalo; Kab. Pandeglang; Kab. Mamuju; Sulawesi Tenggara: Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kab. Buton, Muna, Bombana, Kolaka, Muna Barat. Deskripsi: Permasalahan produksi perikanan belum mencapai target dikarenakan dominasi praktik tradisional (>95% nelayan tradisional; ±80% budidaya masih tradisional) dan rendahnya produktivitas tambak udang (~0,6 ton/ha/tahun). Hambatan utama meliputi aksesibilitas, jaminan mutu, serta kelemahan logistik–distribusi–rantai dingin, yang berdampak pada rendahnya pendapatan nelayan/pembudidaya skala kecil. Arah intervensi menekankan peningkatan penyediaan ikan untuk konsumsi dan gizi (swasembada pangan), modernisasi dan intensifikasi budidaya (khususnya udang & nila di Jateng; penguatan sentra udang/TCT/lobster–kepiting di Jatim), peningkatan nilai tambah, serta perbaikan infrastruktur rantai pasok dan kelembagaan perikanan agar produktivitas naik, mutu terjamin, dan kesejahteraan pelaku usaha meningkat. Indikator SIPD: 000549 - Produksi Perikanan Tangkap 001058 - Jumlah Produksi Perikanan TangkapTidakYaYaYaYa
276302.06.020
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume Produksi Rumput Laut;
Volume Produksi Rumput LautSTATISTIKKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANData produksi rumput merupakan penjumlahan data produksi rumput laut yang dibudidayakan maupun yang dipanen secara langsung dari alamtonProgram: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.07-Pengembangan Hilirisasi Rumput Laut Lokasi Prioritas: Jawa Tengah; Sulawesi Utara; Kabupaten Nunukan; Papua Barat Daya; Kab. Takalar; Kab. Pangkajene Kepulauan; Sulawesi Tengah; Jawa Timur; Sulawesi Tenggara (Kab. Konawe Selatan); Nusa Tenggara Timur; Kabupaten Gorontalo Utara. Deskripsi: Program menargetkan penguatan rantai nilai rumput laut untuk membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di pesisir melalui hilirisasi dan industrialisasi (karagenan, biostimulant, pakan ternak, tepung/agar-agar, nutraceutical), penguatan kelembagaan dan pembiayaan, serta peningkatan kualitas bahan baku dan budidaya ramah lingkungan. Latar belakangnya: produksi rumput laut kering turun (11 juta ton pada 2016 menjadi 9,05 juta ton pada 2021; CAGR -3,7%), sementara ekspor naik hingga USD 388,12 juta (2022; CAGR 20,01%). Dengan potensi hilirisasi ~USD 11,8 miliar dan kekuatan pada jenis Eucheuma serta Gracilaria, program diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing industri, penciptaan kerja di wilayah pesisir, dan dukungan pada blue carbon trade.TidakYaYaYaYa
276402.01.068
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Volume Reparasi Kapal;
Volume Reparasi KapalSTATISTIKKEMENTERIAN PERINDUSTRIANVolume reparasi kapal mengacu pada jumlah atau kapasitas kapal yang dapat diperbaiki dalam periode tertentu di suatu galangan kapal. Konsep ini mencakup berbagai kegiatan perbaikan, pemeliharaan, dan...ribu tonase bobot matiYaYaYaYaYa
276503.01.0049
    • RPJPN 2025-2045;
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Kapasitas Tampungan Air;
Volume Tampungan Air yang Dapat DimanfaatkanSTATISTIKKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMJumlah total air yang dapat disimpan dalam waduk, embung, atau fasilitas penampungan air lainnya yang tersedia untuk keperluan domestik, pertanian, industri, atau konservasi.meter kubik (m³)Indikator Utama Pembangunan - 43c-i. Kapasitas Tampungan Air (m3/kapita)YaYaYaYaYa
276602.09.0007
    • RPJPN 2025-2045;
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Rasio Volume Usaha Koperasi terhadap PDB;
Volume Usaha KoperasiSTATISTIKKEMENTERIAN KOPERASITotal nilai penjualan atau penerimaan barang dan jasa, serta penyaluran pinjaman dan pembiayaan yang dilakukan oleh koperasi dalam satu periode atau tahun buku tertenturupiahIndikator Utama Pembangunan - 14c.Rasio volume usaha koperasi terhadap PDRB (%)YaYaYaYaYa
276703.03.054
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Waktu tempuh pada lintas utama jaringan jalan nasional;
Waktu tempuh pada lintas utama jaringan jalan nasionalSTATISTIKKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMKecepatan rata-rata perjalanan yang dilakukan pada koridor-koridor terpilih dan dikelompokkan untuk masing-masing rute berdasarkan kondisi topografi, lebar, dan perkerasan (standar) jalan, volume lalu...jam perseratus kilometerYaYaYaYaYa
276810.03.0069
    • UU 4/2011;
    • KepKa BIG No 6.2 tahun 2024;
  1. -
Waveform DisplacementGEOSPASIALBADAN INFORMASI GEOSPASIALPerubahan posisi suatu titik atau objek dalam ruang seiring waktu, yang direpresentasikan dalam bentuk gelombang (waveform).mm/detikYaYaYaYaYa
276908.01.035
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Zakat Infaq Sadakah (ZIS)-Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL)/PDB;
Zakat Infaq Sadakah (ZIS)-Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL)/PDBSTATISTIKKEMENTERIAN AGAMAZakat Infaq Sadakah (ZIS)-Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL)/ PDB merupakan alat ukur untuk melihat besaran kontribusi peningkatan peran dana sosial keagamaan terhadap PDB.persenTidakYaYaYaYa
277005.02.0056
    • SDGs;
  1. -
Angka Kejadian Konflik SosialSTATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERIData rekapitulasi tentang jumlah peristiwa konflik pada tiap wilayah yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu tertentu yang mencakup jumlah konflik, jumlah korban tewas, jumlah korban luka-luka, da...nilai (0-100)YaYaYaYaYa
277104.01.0245
    • RPJMN 2025-2029;
    • Permen PPPA 1/2025;
  1. -
Angka Kematian Bayi menurut WilayahSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANBanyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai umur 1 tahun pada waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup pada periode waktu yang sama.JiwaYaYaYaYaYa
277204.01.0246
    • RPJPN 2025-2045;
  1. -
Cakupan penerima CKGSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase yang mendapat layanan CKG berdasarkan kelompok umurpersenYaYaYaYaYa
277309.05.0033
    • DP 2024;
  1. -
Citra Tegak Satelit Resolusi Sangat Tinggi (CTSRST)GEOSPASIALBADAN INFORMASI GEOSPASIALCitra Tegak Satelit Resolusi Sangat Tinggi (CTSRST)-YaTidakYaYaYa
277409.06.0094
    • SDGs;
  1. -
Daftar Instansi Pemerintah Republik IndonesiaSTATISTIKKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIInstansi Pemerintah adalah kementerian, lembaga, badan lain yang dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan baik di pusat maupun di daerah, atau pemerintah daerah yang fungsi dan tugasnya berka...InstansiTidakYaTidakTidakTidak
277502.02.0077
    • RKP 2025;
  1. -
Data izin NPB dan Nomor Registrasi Keamanan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup (K3L)STATISTIKKEMENTERIAN PERDAGANGANNomor Pendaftaran Barang (NPB) - Sebagai instrumen ketertelusuran mutu (syarat edar barang) - NPB wajib dicantumkan pada barang dan/atau kemasan serta dokumen pemberitahuan pabean impor barang (khusus...PerizinanYaYaYaYaYa
277609.02.0095
    • PP 12/2019;
    • Permendagri 11/2017;
  1. -
Fasilitasi Penyusunan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD ProvinsiSTATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERIData penetapan peraturan daerah pertanggungjawaban pelaksanaan APBD provinsiYaYaYaYaYa
277709.02.0096
    • UU 23/2014;
  1. -
Fasilitasi Provinsi dalam Pencapaian Realisasi Belanja OptimalSTATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERIData provinsi yang pencapaian realisasi belanjanya optimalYaYaYaYaYa
277805.01.0126
    • DP 2024;
  1. -
Financial Integrity Rating Index on Money Laundering and Terrorist Financing IndonesiaSTATISTIKPUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGANAngka yang menggambarkan tingkat integritas Pihak Pelapor terhadap efektivitas Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) dengan fokus pada aspek kinerja pelaporan APUPPT...IndeksYaTidakYaTidakYa
277909.01.0036
    • RPJMN 2025-2029;
  1. -
Hasil MCP KPK 2024-2025STATISTIKKOMISI PEMBERANTASAN KORUPSIMCP KPK adalah Monitoring Center for Prevention yang dikembangkan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk memantau dan mengevaluasi implementasi program pencegahan korupsi di berbagai sektor pem...Kategori MCP KPK dibagi menjadi tiga, yaitu: Merah: Nilai capaian di bawah 73%. Kuning: Nilai capaian antara 73% hingga 77,99%. Hijau: Nilai capaian di atas 78%YaYaYaYaYa
278003.01.0109
    • RPJMN 2025-2029;
  1. -
IKP4 - Pencapaian target jalan nasional yang BerkeselamatanSTATISTIKKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPersentase panjang jalan nasional yang memenuhi kriteria star rating 3 (%)persenYaYaYaYaYa
278109.01.0037
    • RPJMN 2025-2029;
    • UU 23/2014;
  1. -
Indeks Inovasi Daerah 2022-2025STATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERIalat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat kematangan dan kualitas pengelolaan keuangan daerah oleh pemerintah kabupaten/kota dan provinsi di IndonesiaIndeksYaYaYaYaYa
278201.01.0042
    • RPJPN 2025-2045;
    • RPJMN 2025-2029;
  1. -
Indeks Ketahanan NasionalSTATISTIKLEMBAGA KETAHANAN NASIONALIndeks Ketahanan Nasional (IKN) adalah suatu ukuran komposit yang digunakan untuk menilai tingkat ketahanan suatu negara terhadap berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Indeks ini mence...-- Masih terdapat kebutuhan data provinsi yang belum tersedia terlebih pada provinsi pemekaran baru - Data yang dibutuhkan kebanyakan hanya tersedia pada level provinsi tidak sampai kabupaten kotaYaYaTidakTidakTidak
278302.11.0049
    • RPJPN 2025-2045;
    • Permenparekraf 2/2024;
  1. -
Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN)STATISTIKKEMENTERIAN PARIWISATANilai yang menggambarkan kualitas pembangunan kepariwisataan bersifat lintas sektor dalam suatu wilayah pada waktu tertentu.YaYaYaTidakYa
278409.02.0097
    • RPJMN 2025-2029;
    • UU 23/2014;
  1. -
Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD)STATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERINilai Rata-Rata Nasional Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) dengan memperhatikan dimensi penilaian: a. kesesuaian dokumen perencanaan dan penganggaran; b. pengalokasian anggaran belanja dalam...PoinYaYaYaYaYa
278505.02.0057
    • DP 2024;
  1. -
Indeks Risiko Terorisme (Pelaku)STATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISMEAngka yang menggambarkan seberapa besar risiko suatu daerah menjadi penyuplai pelaku teror, sehingga ancaman suatu daerah dari terorisme dapat dimitigasi dengan baik dilihat berdasarkan potensi atau k...IndeksYaYaYaYaYa
278605.02.0058
    • DP 2024;
  1. -
Indeks Risiko Terorisme (Target)STATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISMEAngka yang menggambarkan seberapa besar risiko suatu daerah menjadi penyuplai pelaku teror, sehingga ancaman suatu daerah dari terorisme dapat dimitigasi dengan baik dilihat berdasarkan potensi atau k...IndeksYaYaYaYaYa
278709.01.0038
    • Kepmendagri 000.10.5-240/2024;
  1. -
Indeks Tata Kelola Pemerintahan Dalam NegeriSTATISTIKKEMENTERIAN DALAM NEGERIUkuran terhadap kualitas perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan, penatalaksanaan, pengawasan, dan capaian penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan indikator sebagai berikut: 1. Tingkat Kesela...PoinYaYaYaYaYa
278805.02.0059
    • DP 2024;
  1. -
Indeks Terorisme GlobalSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISMEGTI menilai dampak terorisme di 163 negara, mencakup 99,7% populasi dunia. Indeks ini memberikan skor komposit untuk menyediakan peringkat ordinal negara-negara berdasarkan dampak terorisme, dengan sk...persenYaYaYaYaYa
278903.05.0051
    • RPJMN 2025-2029;
    • Permen PPPA 1/2025;
    • Perpres 186/2024;
    • UU 7/1984;
  1. -
Jumlah Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Berdasarkan Jenis Kelamin dan Provinsi/Kabupaten/DesaSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALJumlah/Daftar Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Berdasarkan Jenis Kelamin dan Provinsi/Kabupaten/DesaOrangYaYaYaYaYa
279005.01.0127
    • DP 2024;
  1. -
Jumlah aparat penegak hukum yang mengikuti diklat pemulihan asetSTATISTIKPUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGANBanyaknya penyidik, penuntut umum, dan hakim yang mengikuti pendidikan dan pelatihan pemulihan asetOrangYaYaYaYaYa
279109.01.0039
    • RPJMN 2025-2029;
  1. -
Jumlah ASN 2023-2025STATISTIKBADAN KEPEGAWAIAN NEGARAJumlah ASNOrangYaYaYaYaYa
279202.10.0040
    • RPJMN 2025-2029;
  1. -
Jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terlibat sebagai vendor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)STATISTIKBADAN GIZI NASIONALDefinisi : Jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terlibat secara aktif sebagai penyedia/vendor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan kontrak atau kemitraan. Rumus : Dihitung dari...Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)YaYaYaYaYa
279309.03.0075
    • DP 2024;
  1. -
Jumlah daerah pelaksana kegiatan mitigasi multiancaman bencanaSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJumlah daerah pelaksana kegiatan mitigasi ancaman bencanalokasiYaYaYaYaYa
279410.04.0025
    • DP 2024;
  1. -
Jumlah data Pelaksanaan Penerimaan Delegasi ke MPR RISTATISTIKMAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYATBanyak kunjungan dari berbagai pihak yang diterima oleh MPR RI sebagai bagian dari fungsi dan tugasnyakaliYaYaYaYaYa
279510.04.0026
    • DP 2024;
  1. -
Jumlah data Pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di daerah pemilihanSTATISTIKMAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYATBanyak kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) yang dilakukan oleh anggota MPR RI di daerah pemilihankaliYaYaYaYaYa
279609.03.0076
    • DP 2024;
  1. -
Jumlah desa dalam satu provinsi yang menerima sinyal internet telepon seluler 4GSTATISTIKKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALJumlah desa yang menerima sinyal internet telepon seluler 4Gjumlah desaYaYaYaYaYa
279706.02.0118
    • RPJMN 2025-2029;
  1. -
Jumlah Fasilitasi Layanan Kepulangan dan/atau Rehabilitasi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Penempatan PemerintahSTATISTIKKEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MIJumlah Fasilitasi Layanan Kepulangan dan/atau Rehabilitasi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Penempatan Pemerintah merupakan Jumlah layanan fasilitasi kepulangan dan/atau rehabilitasi yang diberikan...layananYaYaYaYaYa
279806.02.0119
    • RPJMN 2025-2029;
  1. -
Jumlah Fasilitasi Layanan Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Berdasarkan Daerah AsalSTATISTIKKEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MIJumlah Fasilitasi Layanan Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Berdasarkan Daerah Asal merupakan jumlah fasilitasi layanan kepulangan dan/atau rehabilitasi yang diberikan kepada Pekerja Migr...layananYaYaYaYaYa
279909.03.0077
    • DP 2024;
  1. -
Jumlah frekuensi radio yang belum digunakanSTATISTIKKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALJumlah kanal frekuensi radio berdasarkan Izin Stasiun Radio dibandingkan dengan jumlah kanal pada masterplanjumlah kanalYaYaYaYaYa
280005.01.0128
    • DP 2024;
  1. -
Jumlah Laporan Hasil Analisis (HA) terkait Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT) yang disampaikan oleh PPATK kepada PenyidikSTATISTIKPUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGANBanyaknya laporan hasil analisis transaksi keuangan mencurigakan dan/atau informasi lainnya dalam rangka menemukan atau mengidentifikasi indikasi TPPU dan TPPT termasuk pihak-pihak yang terlibat serta...LaporanYaYaYaYaYa
Showing 2,751-2,800 of 2,950 items.
 
Id DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataDefinisiSatuanInstansi Produsen DataJenis PengajuanJenis DataStandar DataKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranCatatan kebutuhan dukungan data daerahTag Rad
    
07.05.0116
    • SK KaBIG 16/2023
    • UU 31/2009
  1. -
Peta Posisi Ketinggian Hilal Indonesia Skala 1:5.000.000 tingkat NasionalPeta posisi ketinggian hilal ini memuat informasi tentang posisi ketinggian hilal di Indonesia dalam satuan derajat di setiap bulan hijriahDerajatBADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKAPrioritasGEOSPASIALS075002Terbuka1:5.000.000BULANANLingkungan Hidup
10.03.0044
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Desa (Sosial-Ekonomi), minimal pada skala 1:50.000Peta yang menyajikan gambaran sosial ekonomi hasil kegiatan survei potensi desa yang disajikan pada skala 1:50.000 .petaBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasGEOSPASIAL-0.076388888888889TAHUNANKewilayahan
07.02.0009
    • Kepka BIG 115/2025
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Energi Angin skala 1:50.000Potensi pembangkitan energi angin (MW),di luasan-luasan potensial angin 4-6 m/sdan >6 m/s dengan teknologi tertentu,kemudian dijumlah total potensipembangkitannya (GW) per wilayahadministrasi....-KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasGEOSPASIAL-1:50.000TAHUNANEnergi
07.02.0010
    • Kepka BIG 115/2025
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Energi Hidro skala 1:50.000Titik Potensi Hidro dengan Sistem Run-OffRiver (RoR) dan Titik Potensi Hidroberdasarkan Lokasi Bendungan PUPR.-KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasGEOSPASIAL-1:50.000TAHUNANEnergi
07.02.0011
    • Kepka BIG 115/2025
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Energi LautMemetakan: 1. Nilai rapat daya gelombang (watt/meter) dan potensi energi (megawatt hours/meter) yang bisa dibangkitkan. Nilai rapat daya arus (watt/meter persegi) dan potensi energi (megawatt...-KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasGEOSPASIAL-WilayahBELUM DAPAT DITENTUKANEnergi
07.02.0012
    • Kepka BIG 115/2025
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Energi Sampah Kota skala 1:50.000Data total potensi perkabupaten yang diwakilin oleh satu TPA perkabupaten tersebut-KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasGEOSPASIAL-1:50.000TAHUNANEnergi
07.02.0013
    • Kepka BIG 115/2025
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Energi Surya skala 1:50.000Rata-rata intensitas radiasi surya (Watt/m2), Potensi energi surya (kWh/m2/hari), Potensi pembangkitan energi surya per wilayah administrasi (MWp).-KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasGEOSPASIAL-1:50.000TAHUNANEnergi
07.03.0048
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Hutan skala 1:250.000Layer sebaran potensi tegakan hutan (m3/Ha) dengan tipe polygon.-KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000BELUM DAPAT DITENTUKANKehutanan
03.06.0035
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Objek Redistribusi TanahInformasi geospasial mengenai objek/tanah yang bersumber dari hasil analisis fisik dan yuridis TORA dan memenuhi kriteria untuk ditindaklanjuti redistribusi tanahSkalaKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-skala menyesuaikan AOIBELUM DAPAT DITENTUKANPertanahan
03.06.0036
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Subjek Objek Konsolidasi TanahInformasi geospasial yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi, dianalisa dan disepakati oleh calon peserta dan pemangku kepentingan untuk diusulkan dan ditetapkan sebagai lokasi konsolidasi...SkalaKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-skala menyesuaikan AOIBELUM DAPAT DITENTUKANPertanahan
07.01.0002
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Sumber Daya dan Cadangan BatubaraSebaran titik lokasi keterdapatan sumberdaya dan cadangan batubara dari hasil survei Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) dan pelaku usaha-KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasGEOSPASIAL-BELUM DAPAT DITENTUKANPertambangan
07.01.0003
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Potensi Sumber Daya dan Cadangan MineralSebaran titik lokasi keterdapatan sumber daya dan cadangan mineral logam dan mineral bukan logam dari hasil survei Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) dan pelaku usaha-KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasGEOSPASIAL-BELUM DAPAT DITENTUKANPertambangan
07.03.0049
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Profil Kawasan Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dan Taman Buru (TB)Informasi Kawasan dengan ciri khas tertentu sebagai KPA dan TB-KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasGEOSPASIAL-BELUM DAPAT DITENTUKANKehutanan
09.05.0015
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Proyek Strategis Nasional (PSN) skala 1:50.000Peta tematik yang menunjukkan persebaran spasial dari Proyek Strategis Nasional (PSN): proyek dan/atau program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau Badan Usaha yang...proyekKEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIANPrioritasGEOSPASIAL-1:50.000TAHUNANPerencanaan Pembangunan Nasional
07.04.0026
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Pulau-Pulau Kecil Terluar skala 1:50.000IGT Pulau-Pulau Kecil Terluar merupakan informasi geospasial yang berisikan tentang wilayah daratan dan perairan di sekitar di Pulau-Pulau Kecil TerluarPulauKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPrioritasGEOSPASIALS032012Terbuka1:50.000LIMA TAHUNANKelautan
07.05.0121
    • DP 2024
    • UU 31/2009
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Radar Cuaca Skala 1:17.000.000Peta Radar Cuaca merepresentasikan intensitas curah hujan berdasarkan nilai reflektivitas maksimum dari produk CMAX skala nasional yang diperbarui setiap 10 menitdBZ, mm/h, mmBADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKAPrioritasGEOSPASIALS075011Terbatas1:17.000.000HARIANLingkungan Hidup
07.03.0050
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan skala 1:250.000Peta yang menyajikan informasi rawan kebakaran hutan dan lahan1:250.000KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasGEOSPASIALS143002Terbuka1:250.000TAHUNANKehutanan
07.05.0124
    • Kepka BIG 115/2025
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rawan Limpasan skala 1:50.000Limpasan permukaan/aliran permukaan/runoff /overland flow merupakan bagian kelebihan hujan (excess rainfall) yang mengalir di permukaan lahan pada saat terjadi hujan, apabila hujan berhenti maka...-KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasGEOSPASIAL-0.076388888888889TAHUNANLingkungan Hidup
10.03.0045
    • Permenko Ekon 3/2024
  1. -
Peta RBI skala 1:250.000Peta Rupabumi Indonesia adalah peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah darat. (UU No. 4 Tahun 2011) Peta Rupabumi adalah Peta Dasar yang terdiri dari beberapa unsur, yaitu:...-BADAN INFORMASI GEOSPASIALPrioritasGEOSPASIALS083001, S083003, S083004, S083005, S083006, S083007,S083008,Terbuka1:250.000TAHUNANKewilayahan
10.03.0046
    • Permenko Ekon 3/2024
  1. -
Peta RBI skala 1:5.000Peta Rupabumi Indonesia adalah peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah darat. (UU No. 4 Tahun 2011) Peta Rupabumi adalah Peta Dasar yang terdiri dari beberapa unsur, yaitu:...-BADAN INFORMASI GEOSPASIALPrioritasGEOSPASIALS083001, S083003, S083004, S083005, S083006, S083007, S083008,Draf Spesifikasi Produk DataTerbuka1:5.000TAHUNANKewilayahan
10.03.0047
    • Permenko Ekon 3/2024
  1. -
Peta RBI skala 1:5.000 WIlayah Ibu Kota Nusantara dan Provinsi Kalimantan TimurPeta Rupabumi Indonesia adalah peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah darat. (UU No. 4 Tahun 2011) Peta Rupabumi adalah Peta Dasar yang terdiri dari beberapa unsur, yaitu:...-BADAN INFORMASI GEOSPASIALPrioritasGEOSPASIALS083001, S083003, S083004, S083005, S083006, S083007,S083008,Terbuka1:5.000TAHUNANKewilayahan
10.03.0048
    • Permenko Ekon 3/2024
  1. -
Peta RBI skala 1:50.000Peta Rupabumi Indonesia adalah peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah darat. (UU No. 4 Tahun 2011) Peta Rupabumi adalah Peta Dasar yang terdiri dari beberapa unsur, yaitu:...-BADAN INFORMASI GEOSPASIALPrioritasGEOSPASIALS083001, S083003, S083004, S083005, S083006, S083007,S083008,Terbuka1:50.000TAHUNANKewilayahan
10.03.0049
    • Permenko Ekon 3/2024
  1. -
Peta RBI skala 1:50.000 WIlayah Ibu Kota Nusantara dan Provinsi Kalimantan TimurPeta Rupabumi Indonesia adalah peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah darat. (UU No. 4 Tahun 2011) Peta Rupabumi adalah Peta Dasar yang terdiri dari beberapa unsur, yaitu:...-BADAN INFORMASI GEOSPASIALPrioritasGEOSPASIALS083001, S083003, S083004, S083005, S083006, S083007,S083008,Terbuka1:50.000TAHUNANKewilayahan
10.03.0050
    • RPJMN 2025-2029
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta RDTR Kabupaten/Kota skala 1:5.000Rencana Detail Tata Ruang yang selanjutnya disingkat RDTR adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten/kota yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten/kota.SkalaKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-1:5.000LIMA TAHUNANIdentifikasi dari Pembina Data Geospasial berdasarkan hasil sandingan matriks Renaksi IGT dan SK Walidata. Produsen data merupakan kewenangan Pemerintah Daerah, Dit Binda I & Dit Binda II merupakan instansi pembina dalam penyusunan RDTR Kabupaten/KotaKewilayahan
07.03.0051
    • Kepka BIG 115/2025
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Reforestasi skala 1:250.000Perubahan kondisi penutupan lahan dari kelas penutupan lahan kategori Non Hutan (tidak berhutan) menjadi kelas penutupan lahan kategori Hutan (berhutan)-KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000TAHUNANKehutanan
10.03.0051
    • UU 4/2011
  1. -
Peta Regangan (Strain Map)Peta yang merepresentasikan besar dan arah pergeseran titik di muka bumi berdasarkan satuan waktu yang didapatkan dari hasil pengamatan posisi titik secara telitimm/yearBADAN INFORMASI GEOSPASIALPrioritasGEOSPASIAL-rasterBELUM DAPAT DITENTUKANKewilayahan
07.05.0125
    • Kepka BIG 115/2025
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai skala 1:50.000Merupakan layer informasi sebaran penetapan lokasi penanaman dalam rangka rehabilitasi Daerah Aliran Sungai dan areal rehabilitasi DAS yang sudah berhasil dengan tipe poligon-KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasGEOSPASIAL-1:50.000TAHUNANLingkungan Hidup
07.03.0052
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) MangroveIGT RHL merupakan polygon realisasi pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan secara Vegetatif pada tahun pelaksanaan penanaman (Non-Mangrove)-KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasGEOSPASIAL-BELUM DAPAT DITENTUKANKehutanan
07.03.0053
    • Kepka BIG 115/2025
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) skala 1:25.000IGT RHL merupakan polygon realisasi pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan secara Vegetatif pada tahun pelaksanaan penanaman (Non-Mangrove)-KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasGEOSPASIAL-1:25.000TAHUNANKehutanan
07.04.0027
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil skala 1:5.000-1:250.000Informasi geospasial yang di dalamnya berisi informasi tentang area reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dan peruntukannya Sumber: Pedoman Penyusunan Informasi Geospasial Reklamasi Di...lokasiKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPrioritasGEOSPASIALS032004Terbuka1:5.000 - 1:250.000LIMA TAHUNANKelautan
10.03.0052
    • RPJMN 2025-2029
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara skala 1:5.000Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara yang selanjutnya disingkat RDTR KPN adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah negara yang terletak pada sisi dalam sepanjang...SkalaKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-1:5.000TAHUNANKewilayahan
07.03.0054
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) skala 1:250.000Merupakan peta arahan pemanfaatan ruang kawasan hutan sebagai bagian dari dokumen Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2011-2030 Revisi I. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor...-KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000BELUM DAPAT DITENTUKANKehutanan
09.05.0016
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) skala 1:250.000Peta yang menunjukan Rencana program/proyek Kementerian/Lembaga di Indonesia berdasarkan regulasi yang mengatur tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026 yang berlaku selama satu tahun.1 IGTKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000TAHUNANPerencanaan Pembangunan Nasional
07.05.0126
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rencana Pemulihan EkosistemPeta yang memuat rencana kawasan hutan yang akan dipulihkan atau direhabilitasi untuk memulihkan fungsi dan struktur ekosistem yang terganggu-KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasGEOSPASIAL-BELUM DAPAT DITENTUKANLingkungan Hidup
10.03.0053
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional 1:25.000 - 1:50.000Kawasan Strategis Nasional yang selanjutnya disingkat KSN adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara,...SkalaKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000 - 1:50.000LIMA TAHUNANKewilayahan
10.03.0054
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan skala 1:500.000RTR Pulau/Kepulauan adalah rencana rinci dari RTRWN yang memuat tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang, rencana Struktur Ruang, rencana Pola Ruang, arahan pemanfaatan ruang, arahan...SkalaKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-1:500.000LIMA TAHUNANKewilayahan
10.03.0055
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten skala 1:50.000Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang selanjutnya disebut RTRW Kabupaten/Kota adalah rencana tata ruang yang bersifat umum dari wilayah kabupaten/kota, yang mengacu pada RTRWN, RTR...SkalaKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-1:50.000LIMA TAHUNANIdentifikasi dari Pembina Data Geospasial berdasarkan hasil sandingan matriks Renaksi IGT dan SK Walidata. Produsen data merupakan kewenangan Pemerintah Daerah, Dit Binda I & Dit Binda II merupakan instansi pembina dalam penyusunan RTRW KabupatenKewilayahan
10.03.0056
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota skala 1:25.000Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang selanjutnya disebut RTRW Kabupaten/Kota adalah rencana tata ruang yang bersifat umum dari wilayah kabupaten/kota, yang mengacu pada RTRWN, RTR...SkalaKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-1:25.000LIMA TAHUNANIdentifikasi dari Pembina Data Geospasial berdasarkan hasil sandingan matriks Renaksi IGT dan SK Walidata. Produsen data merupakan kewenangan Pemerintah Daerah. Dit Binda I & Dit Binda II merupakan instansi pembina dalam penyusunan RTRW KotaKewilayahan
10.03.0057
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
  1. -
Peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi skala 1:250.000Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi yang selanjutnya disingkat RTRWP adalah rencana tata ruang yang bersifat umum dari wilayah provinsi, yang mengacu pada RTRWN, RTR Pulau/Kepulauan, dan RTR KSN.SkalaKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000LIMA TAHUNANIdentifikasi dari Pembina Data Geospasial berdasarkan hasil sandingan matriks Renaksi IGT dan SK Walidata. Produsen data merupakan kewenangan Pemerintah Daerah, Dit Binda I & Dit Binda II merupakan instansi pembina dalam penyusunan RTRW ProvinsiKewilayahan
10.03.0058
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) skala 1:1.000.000Rencana Tata Ruang Wilayah yang selanjutnya disingkat RTRW adalah hasil perencanaan tata ruang pada wilayah yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya...SkalaKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasGEOSPASIAL-1:1.000.000LIMA TAHUNANKewilayahan
07.04.0028
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rencana Zonasi Kawasan Antarwilayah skala 1:50.000Rencana Zonasi Kawasan Antarwilayah yang selanjutnya disingkat RZ KAW adalah rencana yang disusun untuk menentukan arahan Pemanfaatan Ruang Laut di kawasan antarwilayah. Alt_Def: IGT RZKAW merupakan...lokasiKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPrioritasGEOSPASIALS032011Terbuka1:50.000LIMA TAHUNANKelautan
01.01.0038
    • Permenko Ekon 3/2024
    • SK KaBIG 16/2023
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Rinci Wilayah Pertahanan Negara skala 1:50.000Gambaran atau representasi unsur-unsur tematik yang mengindikasikan lokasi wilayah pertahanan, sesuai matra TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara yang dibuat secara rinci...koordinatKEMENTERIAN PERTAHANANPrioritasGEOSPASIALS012001Terbatas1:50.000TAHUNANPertahanan
07.05.0127
    • SK KaBIG 16/2023
    • UU 25/2004
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Risiko Bencana Banjir Bandang skala 1:250.000Risiko bencana banjir bandang adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat banjir bandang pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu. Banjir bandang adalah banjir yang terjadi secara tiba-tiba...nilai indeks risiko (nilai 0-1)BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000LIMA TAHUNANLingkungan Hidup
07.05.0128
    • SK KaBIG 16/2023
    • UU 25/2004
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Risiko Bencana Banjir skala 1:250.000Risiko bencana banjir adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat banjir pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu. Banjir dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti curah hujan yang...nilai indeks risiko (nilai 0-1)BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000LIMA TAHUNANLingkungan Hidup
07.05.0130
    • SK KaBIG 16/2023
    • UU 25/2004
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Risiko Bencana Cuaca Ekstrim skala 1:250.000Risiko bencana cuaca ekstrem adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem, seperti suhu ekstrem, hujan ekstrem, atau angin kencang. Cuaca ekstrem dapat menyebabkan berbagai dampak,...nilai indeks risiko (nilai 0-1)BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000LIMA TAHUNANLingkungan Hidup
07.05.0131
    • SK KaBIG 16/2023
    • UU 25/2004
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Risiko Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi skala 1:250.000Risiko bencana gelombang ekstrim dan abrasi adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat gelombang ekstrim dan abrasi pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu. Gelombang ekstrim dapat...nilai indeks risiko (nilai 0-1)BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000LIMA TAHUNANLingkungan Hidup
07.05.0132
    • SK KaBIG 16/2023
    • UU 25/2004
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Risiko Bencana Gempabumi skala 1:250.000Risiko bencana gempabumi adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat gempabumi pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu. Gempabumi dapat menyebabkan berbagai dampak, seperti kerusakan...nilai indeks risiko (nilai 0-1)BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000LIMA TAHUNANLingkungan Hidup
07.05.0133
    • SK KaBIG 16/2023
    • UU 25/2004
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan skala 1:250.000Risiko bencana kebakaran hutan dan lahan adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu. Kebakaran hutan dan lahan dapat...nilai indeks risiko (nilai 0-1)BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000LIMA TAHUNANLingkungan Hidup
07.05.0134
    • SK KaBIG 16/2023
    • UU 25/2004
  1. -
Peta Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan skala 1:250.000 WIlayah Ibu Kota Nusantara dan Provinsi Kalimantan TimurRisiko bencana kebakaran hutan dan lahan adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu. Kebakaran hutan dan lahan dapat...nilai indeks risiko (nilai 0-1)BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000BELUM DAPAT DITENTUKANLingkungan Hidup
07.05.0135
    • SK KaBIG 16/2023
    • UU 25/2004
    • Kepka BIG 130/2025
  1. -
Peta Risiko Bencana Kekeringan skala 1:250.000Risiko bencana kekeringan adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat kekeringan pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu. Kekeringan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti curah hujan...nilai indeks risiko (nilai 0-1)BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAPrioritasGEOSPASIAL-1:250.000LIMA TAHUNANLingkungan Hidup
Showing 2,751-2,800 of 3,346 items.
IDId DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis PengajuanJenis DataIndikator VariabelStandar DataMitra Sektor BappenasInstansi Produsen DataUnit Kerja Produsen DataDefinisiSatuanKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranTag RadStatus Persetujuan
    
16316204.01.0020
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Balita yang Dipantau Pertumbuhan dan Perkembangannya
Jumlah balita 12-59 bulan yang dipantauPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN KESEHATANDirektorat Pelayanan Kesehatan KeluargaJumlah balita usia 12–59 bulan yang mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara rutin, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, minimal 8 kali dalam setahun. ​Perpustakaan Pusat...anak-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatanTERSEDIA
16316309.03.0012
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Jumlah balita yang sudah memperoleh vaksin program nasionalPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN KESEHATANdata yang mencatat total anak usia 0–59 bulan (balita) yang telah menerima imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal program vaksinasi nasional—termasuk BCG, DPT‑HB‑Hib, polio, campak–rubela,...Balita-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/KotaTAHUNANInformasiTERSEDIA
16316403.03.010
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Jumlah Bandar Udara (Bandara)
Jumlah Bandar Udara (Bandara)PrioritasSTATISTIKIndikator24410017KEMENTERIAN PERHUBUNGANDirektorat Bandar UdaraBandara atau bandar udara merupakan kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun...bandaraTerbukaNasionalTAHUNANTransportasiTERSEDIA
16316503.03.0005
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Jumlah Bandar Udara (Bandara)
Jumlah Bandar Udara yang DibangunPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PERHUBUNGANDirektorat Bandar UdaraJumlah bandara yang telah selesai dibangun dan siap untuk dioperasikan dalam periode tertentubandara-NasionalTAHUNANTransportasiTERSEDIA
16316603.03.0006
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Jumlah Bandar Udara (Bandara)
Jumlah Bandar Udara yang DioperasikanPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PERHUBUNGANDirektorat Bandar UdaraJumlah bandara yang aktif beroperasi dan melayani penerbangan komersial maupun non-komersial dalam periode tertentubandara-NasionalTAHUNANTransportasiTERSEDIA
16316703.03.011
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Bandara Primer/Utama yang ditingkatkan Kapasitasnya
Jumlah Bandara Primer/Utama yang ditingkatkan KapasitasnyaPrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN PERHUBUNGANDirektorat Bandar UdaraIndikator yang menyatakan jumlah bandara primer/utama yang ditingkatkan kapasitasnyabandara-NasionalTAHUNANTransportasiTERSEDIA
16316803.03.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Kepatuhan Keamanan Penerbangan
Jumlah Bandara yang Diaudit dan Memenuhi Tingkat Kepatuhan Berdasarkan Penilaian RisikoPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PERHUBUNGANDirektorat Bandar UdaraJumlah bandara yang telah menjalani audit keamanan dan memenuhi standar kepatuhan sesuai dengan penilaian risiko yang ditetapkanbandara-NasionalTAHUNANTransportasiTERSEDIA
16316902.03.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Produktivitas pertanian per hektar per tahun
Jumlah Bantuan Hand SprayerPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PERTANIANDirektorat Alat dan Mesin Pertanian PrapanenJumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen hand sprayerUnit-Kabupaten/KotaTAHUNANPertanianTERSEDIA
16317002.03.0003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Produktivitas pertanian per hektar per tahun
Jumlah Bantuan Pompa AirPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PERTANIANDirektorat Alat dan Mesin Pertanian PrapanenJumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen pompa airUnit-Kabupaten/KotaTAHUNANPertanianTERSEDIA
16317102.03.0004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Produktivitas pertanian per hektar per tahun
Jumlah Bantuan Rice TransplanterPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PERTANIANDirektorat Alat dan Mesin Pertanian PrapanenJumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen rice transplanterUnit-Kabupaten/KotaTAHUNANPertanianTERSEDIA
Showing 551-560 of 4,145 items.