(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| # | ID DDP | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Data | Instansi Produsen Data | Definisi | Satuan | Catatan kebutuhan dukungan Data Daerah | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1801 | 06.01.031 |
|
| Persentase lulusan sekolah unggul baru dan sekolah unggul transformasi yang diterima di perguruan tinggi terbaik luar atau dalam negeri | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Persentase lulusan sekolah unggul yang diterima di perguruan tinggi terbaik luar atau dalam negeri | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1802 | 08.01.017 |
|
| Persentase madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan pendidikan keagamaan formal yang memanfaatkan komputer dan internet untuk tujuan pembelajaran | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Perbandingan jumlah madrasah dan satuan pendidikan umum bercirikan agama yang memanfaatkan komputer dan internet untuk tujuan pembelajaran dibagi dengan jumlah sekolah. madrasah dan satuan pendidikan... | persen | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1803 | 08.01.018 |
|
| Persentase madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan pendidikan keagamaan formal yang ramah anak | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Indikator ini mengukur proporsi satuan pendidikan umum bercirikan agama dan pendidikan keagamaan yang telah menerapkan prinsip dan standar Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA). SRA adalah program yang m... | persen | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1804 | 08.01.020 |
|
| Persentase madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan pendidikan keagamaan yang memenuhi SNP sarpras, termasuk penyediaan fasilitas untuk mendukung satuan pendidikan inklusif | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Perbandingan jumlah satuan pendidikan yang memenuhi SNP sapras dibagi dengan jumlah satuan pendidikan. Kriteria SNP tertuang dalam Permendikbudristek No 22 tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasar... | persen | Program: 04.01-Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah). Kegiatan: 04.01.02-Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah dan Madrasah yang Berkualitas (PHTC) Lokasi Prioritas: Nasional (38 provinsi, 512 kabupaten/kota; seluruh kab/kota di Jawa Tengah); Provinsi/Kab/Kota: 38 kab/kota di Jawa Timur; Sulawesi Utara; Sumatera Selatan; Sumatera Barat (Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kab. Sijunjung); serta seluruh provinsi (penugasan lintas daerah). Deskripsi: Mutu pembelajaran perlu didorong lewat revitalisasi sarana–prasarana sekolah dan madrasah serta pembangunan satuan pendidikan baru di daerah padat murid. Data Pokok Pendidikan 2023 menunjukkan 25,67% ruang kelas dalam kondisi rusak sedang/berat—setara 501.641 ruang kelas sekolah dan 44.038 ruang kelas madrasah dari total 1.831.172—disertai mismatch kapasitas karena jumlah siswa melampaui daya tampung. Program menargetkan pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui perbaikan/rehabilitasi ruang belajar, penambahan kapasitas, dan pemenuhan pembiayaan operasional agar proses belajar tidak terganggu dan standar layanan pendidikan meningkat merata. | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1805 | 08.01.021 |
|
| Persentase madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan pendidikan keagamaan yang menerapkan kurikulum yang kontekstual berpusat pada peserta didik serta fokus pada karakter dan kompetensi esensial | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Perbandingan jumlah madrasah dan satuan pendidikan umum bercirikan agama yang telah menerapkan kurikulum terkini dibagi dengan jumlah madrasah dan satuan pendidikan umum bercirikan agama | persen | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1806 | 06.01.032 |
|
| Persentase mahasiswa yang berkegiatan di luar program studi | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Presentase mahasiswa yang berkegiatan di luar prorgam studi dihitung dengan mengidentifikasi mahasiswa pada jenjang tertentu yang menghabiskan SKS tertentu di semester tertentu di luar program studi.... | persen | Program: 04.06-Penguatan Pendidikan Tinggi Berkualitas yang Merata dan Pengembangan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM). Kegiatan: 04.06.01-Peningkatan Relevansi dan Perluasan Akses Pendidikan Tinggi Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi Jawa Timur. Deskripsi: Akses ke pendidikan tinggi masih timpang: rasio APK PT kelompok 20% termiskin vs 20% terkaya hanya 0,33 (2023); hanya 10,15% penduduk usia ≥15 tahun yang menamatkan pendidikan tinggi; dan <40% siswa melanjutkan ke perguruan tinggi. Dari sisi relevansi, <7% lulusan PT terserap di industri prioritas; lulusan bidang STEM <40%; serta ada gap suplai–permintaan talenta pada manufaktur, energi, dan ICT. Program diarahkan untuk menaikkan partisipasi dan relevansi melalui perluasan akses (beasiswa/affirmative untuk kelompok rentan), penguatan mutu & link-and-match (magang terstruktur, kurikulum berbasis proyek/kompetensi, tracer study wajib), serta pembukaan prodi keilmuan masa depan (mis. polimer, natural sciences terapan, gim). Pilar yang didorong pada tiap PT: akses, mutu, relevansi, dan daya saing—agar lulusan lebih terserap di sektor prioritas dan mobilitas sosial meningkat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1807 | 04.02.040 |
|
| Persentase Masyarakat Sejahtera | STATISTIK | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Persentase masyarakat sejahtera didefinisikan sebagai jumlah masyarakat yang berada di atas garis kemiskinan (Bank Dunia) yakni 2.15 USD per hari atau sekitar Rp.35.190,- per hari. Meski IKN tetap men... | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1808 | 06.03.0015 |
|
| Persentase nilai impor terhadap PDRB harga berlaku | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Persentase nilai impor terhadap PDRB harga berlaku | skor | Indikator SIPD : 000611 - Persentase Kontribusi Sektor Industri Pengolahan Nonmigas Terhadap PDRB | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1809 | 02.01.034 |
|
| Persentase Nilai Tambah Sektor Industri Manufaktur Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Industri pengolahan secara luas didefinisikan sebagai “transformasi bahan fisik atau kimia menjadi produk baru” terlepas dari proses (dengan mesin atau dengan tangan), lokasi (pabrik atau rumah), atau... | persen | Indikator SIPD: 000209 - Proporsi nilai tambah sektor industri manufaktur terhadap PDB dan perkapita | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1810 | 03.01.063 |
|
| Persentase Non Revenue Water (NRW) PDAM | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Non Revenue Water (NRW) merupakan angka kebocoran air yang disebabkan oleh buruknya pengelolaan administrasi dan sistem billing pelanggan dan/atau karena rusaknya jaringan perpipaan secara teknis sehi... | persen | Program: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.05-Pengembangan SPAM Terintegrasi Hulu ke Hilir Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi/Kab/Kota: Papua Barat*; D.I. Yogyakarta (indikatif); Jawa Timur; Sumatera Barat; Riau (Kab. Bengkalis, Kab. Kepulauan Meranti); Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Kota Pontianak); Kalimantan Selatan; Sulawesi Tengah; Kota Makassar; Aceh (Kab. Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Besar, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Jaya). Deskripsi: Isu strategis ketahanan air mengemuka karena adanya 12,7 juta ha lahan kritis, potensi penurunan PDB hingga 7,3% pada 2045 bila ancaman air tidak tertangani, serta dampak perubahan iklim: hari hujan menurun namun intensitas makin ekstrem sehingga risiko banjir dan kekeringan meningkat. Ribuan mata air hilang dalam 10 tahun terakhir dan sekitar 40% mengalami penurunan debit (contoh: Umbulan turun dari 6.000 menjadi 2.800 L/detik). Respons yang dibutuhkan meliputi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) vegetatif, pembangunan bangunan konservasi tanah dan air, serta peningkatan tutupan hutan di DAS untuk menjamin kuantitas dan kualitas air secara berkelanjutan. | Ya | Tidak | Ya | Ya | Ya |
| 1811 | 04.01.116 |
|
| Persentase Obat Bahan Alam yang aman dan bermutu | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Proporsi sampel obat bahan alam yang disampling berdasarkan risiko yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan dibandingkan seluruh populasi sampel obat bahan alam | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1812 | 04.01.117 |
|
| Persentase Obat yang aman dan bermutu | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Proporsi sampel obat yang memenuhi persyaratan keamanan dan mutu dibandingkan dengan keseluruhan sampel obat yang diperiksa/disampling berdasarkan analisis risiko | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1813 | 05.01.015 |
|
| Persentase orang miskin yang menerima bantuan hukum litigasi dan nonlitigasi | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | Konsep dan Definisi:Bantuan hukum adalah jasa hukum yang diberikan oleh pemberi bantuan hukum secara cuma-cuma kepada penerima bantuan hukum. Yang dimaksud orang miskin adalah orang atau kelompok oran... | persen | Indikator SIPD: 000305 - Persentase orang miskin yang menerima bantuan hukum litigasi dan nonlitigasi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1814 | 04.01.120 |
|
| Persentase pangan industri rumah tangga aman dan bermutu | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Proporsi pangan industri rumah tangga yang disampling berdasarkan risiko yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan dibandingkan seluruh populasi sampel pangan industri rumah tangga. | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1815 | 04.01.121 |
|
| Persentase pangan olahan yang aman dan bermutu | STATISTIK | BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN | Proporsi pangan olahan yang disampling berdasarkan risiko yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan dibandingkan seluruh populasi sampel pangan olahan | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1816 | 02.03.0036 |
|
| Persentase pangan segar asal tumbuhan yang memenuhi syarat keamanan pangan | STATISTIK | BADAN PANGAN NASIONAL | Bagian dari pangan segar asal tumbuhan yang memenuhi syarat keamanan pangan yang diperoleh melalui pengujian cemaran mikro biologi dan kimia | persen | Indikator SIPD : 000598 - Persentase pangan segar asal tumbuhan yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1817 | 02.03.050 |
|
| Persentase Pangan yang Terselamatkan | STATISTIK | BADAN PANGAN NASIONAL | Persentase pangan yang diselamatkan di tingkat perniagaan yang dilakukan bersama bank pangan/penggiat selamatkan pangan | persen | Program: 02.15-Ekosistem Ekonomi Sirkular. Kegiatan: 02.15.02-Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi). Provinsi/Kab/Kota: Sulawesi Utara; Kalimantan Utara (Kab. Nunukan, Kota Tarakan); Papua*; Papua Barat Daya*; Papua Pegunungan (Kab. Jayawijaya*); Sulawesi Tengah (Kab. Poso, Kab. Sigi); Jawa Barat. Kategori lokasi: sentra pertanian, sentra perikanan, daerah prioritas pariwisata (Horeka), serta SPPG & sekolah/fasilitas penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Deskripsi: Timbulan susut & sisa pangan (SSP) 2000–2019 berkisar 115–184 kg/kapita/tahun dan tanpa intervensi diproyeksi 344 kg/kapita/tahun pada 2045 (tertinggi dari hortikultura; loss sayuran hingga 62,8%). Dampaknya: kerugian ekonomi Rp213–551 triliun/tahun (~4–5% PDB), kontribusi emisi GRK rata-rata ~7,29% nasional, sementara pemulihan edible SSP berpotensi memenuhi kebutuhan energi 62–100% penduduk yang kekurangan energi. Program menargetkan pengurangan SSP dari hulu-hilir melalui peningkatan infrastruktur dan sarana di pertanian, perikanan, peternakan; digitalisasi & manajemen rantai dingin; kemitraan penyelamatan pangan; serta dukungan ke MBG—untuk memperkuat ketahanan pangan dan menurunkan emisi. | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1818 | 09.03.083 |
|
| Persentase Partisipasi Publik dalam Proses Pengambilan Kebijakan Publik | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Pengukuran indikator Persentase Partisipasi Publik dalam Proses Pengambilan Kebijakan Publik dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana badan publik memberikan ruang partisipasi publik dalam mengakses inf... | persen | Ya | Tidak | Ya | Ya | Ya | |
| 1819 | 04.01.122 |
|
| Persentase Pasien TBC yang memulai Pengobatan (Enrollment TBC) | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah semua kasus TBC yang memulai pengobatan diantara Jumlah kasus TBC ditemukan yang dilaporkan | persen | "Program: 04.13-Pengendalian Penyakit dan Pembudayaan Hidup Sehat. Kegiatan: 04.13.01-Penuntasan TBC Lokasi Prioritas: Cakupan nasional di seluruh provinsi dengan fokus pada 359 kabupaten/kota di 38 provinsi. Penekanan wilayah mencakup: Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Tarakan), Maluku Utara, Papua*, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Jawa Barat. Deskripsi: Fokus penuntasan TBC di Indonesia bebannya sangat tinggi (disebut tertinggi kedua di dunia)—melalui tiga pilar intervensi: pencegahan TBC, penemuan kasus secara masif/dini, dan pengobatan sampai tuntas. Pendekatan ini menargetkan peningkatan cakupan deteksi, memperkuat sistem layanan dan tata laksana pengobatan berkesinambungan, serta memastikan kepatuhan terapi hingga sembuh, sehingga menurunkan transmisi, angka kesakitan, dan kematian akibat TBC secara nasional maupun di provinsi prioritas." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1820 | 06.02.029 |
|
| Persentase Pekerja Lulusan Pendidikan Menengah dan Tinggi yang Bekerja di Bidang Keahlian Menengah dan Tinggi | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Persentase Pekerja Lulusan Pendidikan Menengah dan Tinggi yang Bekerja di Bidang Keahlian Menengah dan Tinggi adalah proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang telah menyelesaikan pendidikan menenga... | persen | Indikator Utama Pembangunan - 7.Persentase pekerja lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang bekerja di bidang keahlian menengah tinggi (%) Indikator SIPD: 000021 - Persentase Pekerja Lulusan Pendidikan Menengah dan Tinggi yang Bekerja di Bidang Keahlian Menengah Tinggi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1821 | 06.02.030 |
|
| Persentase pekerja yang mendapatkan pelayanan Kesehatan kerja | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah pekerja (baik sektor formal dan informal) yang memperoleh pelayanan kesehatan kerja mencakup pemeriksaan kesehatan/medical check up dan faktor risiko kesehatan kerja | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1822 | 05.01.0064 |
|
| Persentase pelaku residivis | STATISTIK | KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN | Residivis dalam konteks mengukur kinerja Pemasyarakatan adalah Mantan Narapidana yang mengulangi tindak pidana (perkara yang sama maupun berbeda) dalam kurun waktu 2 (dua) tahun setelah dinyatakan beb... | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1823 | 04.01.125 |
|
| Persentase Pelayanan Kesehatan yang memenuhi standar | STATISTIK | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Persentase pelayan kesehatan yang memenuhi standar dengan pelayanan yang berkualitas dan ideal dengan memenuhi kebutuhan pasien serta memenuhi pelayanan standar pelayanan minimal (SPM) Kesehatan. | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1824 | 03.01.064 |
|
| Persentase Pembangunan Gedung/Perkantoran | STATISTIK | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Persentase pembangunan gedung/ perkantoran terbangun pada setiap tahunnya di Ibu Kota Nusantara, khususnya di KIPP | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1825 | 03.04.015 |
|
| Persentase Pembangunan Hunian/Rumah Tangga yang Layak, Terjangkau, dan Berkelanjutan | STATISTIK | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Pembangunan rumah diklasifikasikan sebagai hunian layak apabila memenuhi seluruh 4 (empat) kriteria sebagai berikut: • Ketahanan bangunan (durable housing) yaitu bahan bangunan atap, dinding dan lanta... | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1826 | 05.01.017 |
|
| Persentase Pemberian Bantuan Hukum Secara Litigasi dan Non Litigasi | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | Dalam indikator ini, pengukuran dilakukan terhadap pemberian bantuan hukum dalam lingkup litigasi dan non litigasi. | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1827 | 01.01.0035 |
|
| Persentase Pemeliharaan dan Perawatan Alpalhankam yang Melibatkan Industri Pertahanan | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Proporsi kegiatan pemeliharaan dan perawatan Alpalhankam yang melibatkan industri pertahanan nasional, mencakup tingkat ringan, sedang, dan berat. Reff: https://www.kemhan.go.id/pothan/2019/08/15/ra... | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1828 | 01.01.006 |
|
| Persentase Pemenuhan Alutsista | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Persentase Kekuatan Pokok Alutsista Strategis yang Siap Operasi | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1829 | 01.01.007 |
|
| Persentase Pemenuhan Harwat Alutsista | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Mengukur sejauh mana kegiatan pemeliharaan dan perawatan (harwat) alat utama sistem persenjataan (alutsista) telah dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Alutsista mencakup setiap jenis m... | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1830 | 04.02.042 |
|
| Persentase pemenuhan infrastruktur pencarian dan pertolongan | STATISTIK | BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN | Perbandingan antara total infrastruktur pencarian dan pertolongan (sarana darat, sarana laut, sarana udara, peralatan sar, prasarana sar, peralatan komunikasi sar, dan teknologi informasi sar) yang di... | persen | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1831 | 08.01.023 |
|
| Persentase pemenuhan kebutuhan guru pendidikan agama pada satuan pendidikan | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Indikator ini mengukur proporsi kebutuhan guru pendidikan agama yang telah terpenuhi di berbagai jenjang satuan pendidikan. Pemenuhan kebutuhan ini mencakup ketersediaan guru pendidikan agama sesuai d... | persen | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1832 | 01.01.010 |
|
| Persentase Pemenuhan Kebutuhan Rumah Dinas di Lingkungan Kemhan dan TNI | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Tingkat ketersediaan rumah dinas dihadapkan dengan jumlah kebutuhan berdasarkan jumlah nyata personel di lingkungan Kemhan dan TNI. | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1833 | 10.04.015 |
|
| Persentase pemenuhan pelaksanaan penilaian mandiri, penyusunan dan penyampaian dokumen Initial Memorandum kepada Sekretariat OECD (2024-2025) | STATISTIK | KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN | Perbandingan antara dokumen Initial Memorandum (IM) yang telah diselesaikan K/L Anggota Tim Nasional OECD dan disampaikan kepada Sekretariat OECD dengan Total Jumlah Dokumen IM yang perlu disiapkan ol... | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1834 | 01.01.008 |
|
| Persentase Pemenuhan Pembangunan Kekuatan Pokok TNI | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Indikator ini mengukur sejauh mana pencapaian pembangunan Kekuatan Pokok Optimum (Optimum Essential Force/OEF) Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah terlaksana sesuai dengan perencanaan. OEF merupaka... | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1835 | 01.01.009 |
|
| Persentase Pemenuhan Peralatan dan Sarpras Penyelenggaraan Hidro Oseanografi | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Indikator ini mengukur tingkat ketersediaan peralatan dan sarana prasarana yang diperlukan untuk mendukung kegiatan hidro-oseanografi, termasuk survei, pemetaan, dan penelitian kondisi perairan. | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1836 | 09.03.062 |
|
| Persentase Pemenuhan Peralatan Siber | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Indikator ini mengukur sejauh mana kebutuhan peralatan dan infrastruktur keamanan siber dalam suatu organisasi atau entitas telah terpenuhi. Indikator ini mencerminkan tingkat kesiapan dan kemampuan o... | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1837 | 05.02.031 |
|
| Persentase Pemenuhan Postur Bakamla RI | STATISTIK | BADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIA | Kemajuan pembangunan terhadap Postur Bakamla 2025–2045 | persen | Tidak | Tidak | Tidak | Tidak | Ya | |
| 1838 | 05.02.032 |
|
| Persentase Pemenuhan Sarpras Profesionalisme dan Kesejahteraan | STATISTIK | BADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIA | Pemenuhan sarpras untuk mendukung profesionalisme dan kesejahteraan personel Bakamla | persen | Tidak | Tidak | Tidak | Tidak | Ya | |
| 1839 | 04.02.043 |
|
| Persentase pemerintah daerah yang mengadopsi dan menerapkan strategi penanggulangan bencana daerah yang selaras dengan rencana/strategi nasional penanggulangan bencana | STATISTIK | BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA | Dokumen strategi penanggulangan bencana (PB) tingkat daerah adalah dokumen yang berisi strategi dan/atau rencana aksi pencegahan bencana tingkat daerah untuk menanggulangi ancaman dan kerentanan serta... | persen | Indikator SIPD: 000250 - Persentase pemerintah daerah yang mengadopsi dan menerapkan strategi penanggulangan bencana daerah yang selaras dengan rencana/strategi nasional penanggulangan bencana | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1840 | 04.02.045 |
|
| Persentase Pemprov yang melibatkan lanjut usia dalam penyusunan kebijakan | STATISTIK | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | partisipasi lansia pada proses pembangunan yang mencakup perencanaan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi | persen | Indikator ini didapatkan dengan mengumpulkan data keterlibatan penyandang disabilitas dalam penyusunan kebijakan di provinsi. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1841 | 04.02.046 |
|
| Persentase Pemprov yang melibatkan Penyandang Disabilitas dalam penyusunan kebijakan | STATISTIK | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | partisipasi penyandang disabilitas dalam proses kebijakan pembangunan yang mencakup perencanaan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi | persen | Indikator ini didapatkan dengan mengumpulkan data keterlibatan lansia dalam penyusunan kebijakan di provinsi. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1842 | 06.04.004 |
|
| Persentase pemuda (16-30 tahun) yang mengikuti kegiatan organisasi dalam 3 bulan terakhir | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Persentase pemuda (16-30 tahun) yang ikut serta secara aktif di dalam oganisasi selain di tempat kerja/sekolah dalam tiga bulan terakhir terhadap seluruh pemuda | persen | Indikator SIPD: 000678 - Persentase pemuda (16-30 tahun) yang mengikuti kegiatan organisasi dalam 3 bulan terakhir | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1843 | 06.04.006 |
|
| Persentase pemuda berolahraga | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Persentase pemuda yang melakukan olahraga sedikitnya sehari dalam seminggu terakhir terhadap seluruh pemuda. | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1844 | 06.04.007 |
|
| Persentase Pemuda Mendapatkan Pelatihan Bersertifikat | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Persentase pemuda berusia 16–30 tahun yang pernah mengikuti pelatihan/kursus/training dan memperoleh sertifikat. | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1845 | 06.04.008 |
|
| Persentase pemuda pekerja tidak penuh | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Proporsi pemuda yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu terhadap seluruh populasi pemuda bekerja. | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1846 | 06.04.009 |
|
| Persentase pemuda penyandang disabilitas yang bekerja | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Proporsi pemuda penyandang disabilitas yang bekerja terhadap populasi seluruh pemuda penyandang disabilitas. | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1847 | 06.04.010 |
|
| Persentase pemuda yang memiliki ijazah SMA/sederajat atau lebih tinggi | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Persentase pemuda berusia 19–30 tahun yang menamatkan pendidikan (ijazah tertinggi) minimal jenjang SMA/sederajat (termasuk pendidikan tinggi) terhadap seluruh pemuda berusia 19–30 tahun | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1848 | 06.04.011 |
|
| Persentase pemuda yang menduduki posisi manajerial | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Proporsi pemuda yang bekerja menduduki posisi manajerial terhadap populasi pemuda bekerja. | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1849 | 06.04.012 |
|
| Persentase pemuda yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan dalam tiga bulan terakhir | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Persentase pemuda berusia 16–30 tahun yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan sekitar dalam tiga bulan terakhir terhadap seluruh pemuda berusia 16–30 tahun | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1850 | 07.05.0054 |
|
| Persentase Penanganan Sampah | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Proporsi sampah yang ditangani melalui proses pengumpulan, pemindahan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan. | persen | Program: 02.18-Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir. Kegiatan: 02.18.01-Perubahan Perilaku dan Penguatan Tata Kelola Persampahan Lokasi Prioritas: Nasional (tersebar) dengan penajaman pada: kab/kota berstatus TPA darurat; 10 wilayah metropolitan prioritas (mis. Kota Semarang; WM Surabaya); kab/kota pelapor SIPSN; kab/kota amanat Perpres 35/2018; serta lokasi dengan ekosistem pengolahan sampah/DAS prioritas. Contoh sebutan: Prov. Sulawesi Utara; Prov. Maluku; Prov. Jawa Barat; Kab. Nunukan & Kota Tarakan. Deskripsi: Produksi sampah diproyeksikan 82,2 juta ton/tahun (2045) dan kapasitas TPA nasional berpotensi penuh pada 2028. Tantangan utama: 93,2% rumah tangga belum memilah sampah; 63,7% timbulan berakhir di TPA; 47% TPA masih open dumping; tata kelola lemah (DLH di 399 kab/kota merangkap regulator–operator, BLUD persampahan sangat terbatas, alokasi APBD ~0,5–0,8%, retribusi terkumpul 40–45%, RI-SPAL hanya sedikit daerah). Reformasi persampahan menjadi “game changer” RPJPN 2025–2045 untuk menurunkan intensitas emisi GRK menuju NZE 2060 dan meningkatkan Indeks Ekonomi Hijau, dengan sasaran peningkatan IKPS Nasional melalui pemilahan di hulu, penguatan sistem informasi & regulasi, modernisasi infrastruktur layanan, serta perbaikan kelembagaan & pembiayaan. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
Showing 1,801-1,850 of 2,950 items.
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 02.02.013 |
|
| Kontribusi ekspor produk berteknologi menengah dan tinggi Indonesia terhadap total ekspor produk Indonesia | Industri berteknologi menengah dan tinggi adalah industri- industri dengan klasifikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) 2020 sebagai berikut: Kode Deskripsi 20 Industri bahan kimia... | persen | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000220 - Kontribusi ekspor produk industri berteknologi tinggi. | Perdagangan | |
| 02.02.046 |
|
| Kontribusi Ekspor Produk Industri Berteknologi Tinggi | Total ekspor suatu negara yang dihasilkan oleh industri yang menggunakan teknologi maju dan inovasi dalam proses produksi, industri berteknologi tinggi | persen | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Industri | ||
| 02.01.019 |
|
| Kontribusi Jasa Industri Terhadap PDB Nasional | Kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) yang bersumber dari sektor Jasa Industri meliputi: 1. Jasa instalasi dan commissioning peralatan industri 2. Jasa konsultasi manajemen industri 3. Jasa... | persen | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | PDB | Terbuka | Nasional | TAHUNAN | Industri | |
| 02.01.021 |
|
| Kontribusi PDB Industri Pengolahan berdasarkan PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) | Persentase nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh lapangan usaha industri pengolahan terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstran (ADHK). | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Keuangan | ||
| 02.01.020 |
|
| Kontribusi PDB Industri Pengolahan terhadap PDB Atas Dasar Harga Berlaku | Persentase nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh lapangan usaha industri pengolahan terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB). | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 11. Rasio PDRB Industri Pengolahan (%) | Industri | |
| 02.02.0081 |
|
| Kontribusi Perdagangan Besar dan Eceran Terhadap Produk Domestik Bruto Nasional | Kontribusi Perdagangan Besar dan Eceran Terhadap Produk Domestik Bruto Nasional | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TRIWULANAN | Perdagangan | ||
| 02.08.005 |
|
| Kontribusi Realisasi Investasi Luar Jawa | Nilai kontribusi investasi luar jawa merupakan persentase nilai investasi luar jawa yang terdiri Pulau Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusra, Sulawesi, Maluku, dan Papua dibandingkan nilai total... | persen | KEMENTERIAN INVESTASI DAN HILIRISASI/BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Investasi | ||
| 09.03.028 |
|
| Kontribusi sektor informasi dan komunikasi terhadap PDB | Persentase nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TRIWULANAN | Program: 02.14 Ekonomi Digital. Kegiatan: 02.14.00 Penguatan Faktor Pendukung Ekonomi Digital Lokasi Prioritas: Provinsi Maluku Kegiatan ini bertujuan mempercepat pengembangan ekonomi digital guna meningkatkan kontribusinya terhadap PDB. Fokus diarahkan pada transformasi digital sektor bisnis, peningkatan keberhasilan startup, serta kesiapan industri menuju Industri 4.0. | Informasi | |
| 09.03.029 |
|
| Kualitas Siaran Televisi yang Memenuhi Standar Berlaku | Pengukuran indikator Kualitas Siaran Televisi yang Memenuhi Standar Berlaku mencakup aspek kualitas siaran sehingga bisa menjadi bahan evaluasi bagi KPI dan lembaga penyiaran untuk memperbaiki mutu... | skala 1-5 | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 01.02-Penguatan Komunikasi Publik dan Media. Kegiatan: 01.02.01-Penguatan Pers dan Media Massa yang Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri (BEJO'S) Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi), Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kepulauan Riau. Deskripsi: Kepercayaan publik terhadap objektivitas media menurun (LSI 2023: 66%), diperparah oleh konglomerasi kepemilikan media yang mengancam keragaman dan independensi, serta maraknya intimidasi terhadap insan pers yang tercermin pada turunnya indeks kemerdekaan pers (2023: 71,57; 2024: 69,36). Disrupsi digital menekan media konvensional: penetrasi TV turun (~86%), radio 13%, koran/majalah 8%, sementara online ~70% dan media sosial 62%; banyak media cetak tutup, pergeseran belanja iklan dominan ke media sosial (~80%) melemahkan pendapatan media arus utama. Kualitas konten juga jadi sorotan dengan 813 pengaduan (97,66% selesai), mencakup pelanggaran P3-SPS dan Kode Etik (minim verifikasi/uji informasi). Sasaran program: memulihkan kepercayaan dan kemerdekaan pers serta membangun ekosistem media yang berintegritas, bertanggung jawab, edukatif, jujur, objektif, dan sehat secara industri. | Informasi | |
| 02.07.0001 |
|
| Laba Bersih (Net Profit) BUMN | Merupakan keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi semua biaya, termasuk biaya operasional, beban bunga, penyusutan, pajak, dan biaya lainnya | rupiah | BADAN PENGATURAN BADAN USAHA MILIK NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Perusahaan BUMN | TAHUNAN | Badan Usaha Milik Negara | ||
| 03.06.0012 |
|
| Lahan Baku Sawah | Lahan Baku Sawah yang selanjutnya disingkat LBS adalah lahan sawah yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agraria/ pertanahan dan tata ruang. (Permenko Nomor... | hektar | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, kabupaten/Kota | LIMA TAHUNAN | Pertanahan | ||
| 02.11.013 |
|
| Laju Pertumbuhan Kontribusi Pariwisata Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) | Laju Pertumbuhan Kontribusi Pariwisata (Tourism Direct Gross Domestic Product atau TDGDP) tahun t terhadap TDGDP tahun t-1 | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000194 - Proporsi kontribusi pariwisata terhadap PDB 000610 - Rasio PDB Pariwisata | Pariwisata | |
| 02.01.024 |
|
| Laju pertumbuhan PDB Ekonomi Kreatif | Laju Pertumbuhan PDB Ekonomi Kreatif adalah pertambahan nilai pendapatan ekonomi kreatif dalam kurun waktu satu tahun. Perhitungan menggunakan PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Ekonomi Kreatif,... | persen | KEMENTERIAN EKONOMI KREATIF | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Industri | ||
| 03.07.0030 |
|
| Laju Pertumbuhan Penduduk | Angka yang menunjukkan persentase pertambahan jumlah penduduk per tahun dalam jangka waktu tertentu | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 10110030 | Terbuka | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000239 - Rasio laju perluasan lahan terbangun terhadap laju pertumbuhan penduduk | Kependudukan |
| 09.02.026 |
|
| Laju Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) per Kapita | PDB per kapita menunjukkan peningkatan sejalan dengan perbandingan kenaikan nilai produk domestik bruto (PDB) dan jumlah penduduk. PDB per kapita diperoleh dengan cara membagi PDB atas harga dasar... | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 22010009 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000181 - Laju pertumbuhan PDB per kapita | Keuangan |
| 09.02.027 |
|
| Laju Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) per Tenaga Kerja | Laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja adalah rata- rata laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja dalam periode waktu tertentu. | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 22010010 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000183 - Laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja/Tingkat pertumbuhan PDB riil per orang bekerja per tahun | Keuangan |
| 09.02.028 |
|
| Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) | Suatu indikator ekonomi makro yang digunakan untuk melihat perubahan produktivitas berdasarkan pada perkembangan volume produksi barang ataupun jasa. Pengukurannya menggunakan data Produk Domestik... | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Keuangan | ||
| 09.02.0109 |
|
| Laporan Keuangan atas Anggaran dan Realisasi Anggaran setiap Pemerintah Daerah (Laporan Keuangan Audited) | Perbandingan antara anggaran yang direncanakan (pagu) dan realisasi belanja/penerimaan selama satu tahun anggaran | Rupiah | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Keuangan | ||
| 07.05.053 |
|
| Layanan KLHS dan instrumen lingkungan hidup yang terintegrasi dalam kebijakan, rencana dan program | Jumlah atau persentase kebijakan, rencana, dan program (KRP) pembangunan yang telah mengintegrasikan KLHS dan instrumen lingkungan hidup lainnya. KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis,... | layanan | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 09.04.0007 |
|
| Layanan Pengaduan Masyarakat Terhadap Konten Siaran TV dan Radio | Jumlah pengaduan masyarakat terhadap konten siaran TV dan Radio yang ditindaklanjuti | Jumlah Aduan yang ditindaklanjuti | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | tabel | TAHUNAN | Komunikasi | ||
| 04.01.0149 |
|
| Layanan Unggulan Data Rumah Sakit | Kumpulan data layanan unggulan Rumah Sakit | - | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Kota Batam dan Kepulauan Riau | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 09.04.0008 |
|
| Lembaga penyiaran TV dan Radio yang diawasi KPI Pusat | Lembaga penyiaran TV dan radio yang diawasi oleh KPI terdiri dari 41 lembaga penyiaran TV digital, 5 Lembaga penyiaran berlangganan, dan 15 Radio Berjaringan | lembaga | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | tabel | TAHUNAN | Komunikasi | ||
| 02.11.0013 |
|
| Lifting minyak dan gas bumi | Jumlah minyak mentah dan gas alam siap jual yang telah berhasil diproduksi dan disalurkan (dilifting) oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) kepada pembeli, baik untuk pasar domestik maupun... | Barel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | ||
| 02.09.0056 |
|
| Lokasi Koperasi Berbasis Koordinat Geografis | Sebaran Peta lokasi koperasi berdasarkan koordinat geografis berupa lintang (latitude) dan bujur (longitude) | 1 IGT | KEMENTERIAN KOPERASI | Prioritas | GEOSPASIAL | - | Nasional | TAHUNAN | Koperasi | ||
| 10.03.001 |
|
| Luas area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara dan sekitarnya yang terbangun | Area terbangun adalah area yang mulai dimanfaatkan sesuai dengan peruntukan ruangnya. Pada Kawasan Budi Daya area terbangunan adalah pembangunan bangunan gedung (seperti gedung kantor, gedung pusat... | hektar | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Prioritas | STATISTIK | - | Tabulasi | TAHUNAN | Kewilayahan | ||
| 03.01.0019 |
|
| Luas area layanan irigasi | Total luas lahan pertanian yang menerima layanan irigasi dari jaringan yang dikelola | hektar | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 02.04.0003 |
|
| Luas Areal Perkebunan Kelapa | Total luas areal yang digunakan untuk menanam komoditas kelapa | hektar | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | "Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.06-Pengembangan Hilirisasi Kelapa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; 30 Provinsi; Provinsi Sulawesi Utara; Sulawesi Tengah; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Riau (Kab. Indragiri Hilir); Provinsi Aceh (Kab. Simeulue, Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Besar, Kab. Pidie, Kab. Bireuen, Kab. Aceh Utara); klaster kabupaten di Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kab. Kaur, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Tengah); Kabupaten Kebumen; klaster kabupaten di Maluku Utara (Kab. Halmahera Barat, Kab. Halmahera Utara, Kab. Halmahera Selatan, Kab. Kepulauan Sula); klaster kabupaten di Kalimantan Timur (Kab. Kutai Kartanegara, Kab. Kutai Barat); Kab. Bintan; klaster kabupaten/kota di Sumatera Barat (Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kota Pariaman); Kab. Tabanan; klaster kabupaten di Sulawesi Barat (Kab. Majene, Kab. Mamuju, Kab. Polewali Mandar, Kab. Mamasa); dan Kab. Tasikmalaya. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis kelapa, serta mendukung pengembangan kawasan perkebunan. Fokus utamanya adalah untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan utilisasi industri kelapa. Keseluruhan upaya ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri kelapa secara nasional." | Perkebunan | |
| 07.03.012 |
|
| Luas Areal Preservasi yang dikembangkan | Indikator ini merujuk pada luas wilayah yang ditetapkan dan dikelola sebagai areal preservasi, yaitu area di luar kawasan konservasi resmi seperti Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian... | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 02.04.0004 |
|
| Luas areal tanaman sagu | Total luas areal yang digunakan untuk menanam komoditas sagu | hektar | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Perkebunan | |
| 03.01.049 |
|
| Luas Daerah Irigasi | Area sawah atau lahan pertanian yang menerima pasokan air melalui sistem irigasi yang dikelola | hektar | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | 24110049 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | |
| 07.03.0005 |
|
| Luas Kawasan Hutan | Tingkat atau kecepatan berkurangnya luas hutan dalam suatu periode waktu tertentu | - | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | 1:50.000 | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.03.0006 |
|
| Luas Kawasan Hutan Konservasi | Area hutan yang ditetapkan untuk tujuan konservasi, termasuk taman nasional, suaka margasatwa, dan kawasan lindung lainnya | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.03.013 |
|
| Luas kawasan hutan konservasi yang dipersiapkan untuk implementasi nilai ekonomi karbon | Jumlah luas kawasan yang dipersiapkan untuk implementasi nilai ekonomi karbon | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.03.014 |
|
| Luas kawasan hutan yang diamankan | Mengetahui luas kawasan hutan yang diamankan melalui jumlah kasus pengamanan kawasan hutan dan penanganan hasil hutan illegal yang ditindaklanjuti | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.04.007 |
|
| Luas Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil | Kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil meliputi kawasan konservasi perairan dan taman nasional laut. Kawasan konservasi perairan adalah kawasan perairan yang... | juta hektare | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000279 - Jumlah luas kawasan konservasi perairan Laut 001060 - Luasan Kawasan Konservasi | Kelautan | |
| 07.04.008 |
|
| Luas Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil yang Efektif Dikelola | Indikator untuk mengukur total luas kawasan konservasi yang dikelola secara berkelanjutan untuk mencapai tujuan tujuan pengelolaan kawasan konservasi | juta hektare | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Data diperoleh dari Provinsi | Kelautan | |
| 07.04.0013 |
|
| luas kawasan konservasi perairan | Total luas area perairan yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi berdasarkan keputusan resmi pemerintah. Total luas area yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi di perairan, wilayah... | hektar | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | data diperoleh dari Provinsi | Kelautan | |
| 03.01.050 |
|
| Luas kawasan yang terlindungi dari risiko daya rusak air | area atau wilayah yang telah dilindungi atau dikelola dengan cara tertentu untuk mengurangi atau menghindari kerusakan yang disebabkan oleh daya rusak air, seperti erosi, banjir, atau sedimentasi... | hektar | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Pesisir Utara Jawa | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 02.03.031 |
|
| Luas Lahan Baku Sawah yang dicetak | Lahan baku sawah yang dicetak pada tahun tersebut melalui program cetak sawah. Lahan baku sawah merupakan lahan sawah yang secara periodik ditanami padi atau diselingi tanaman lain | hektare | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.07-Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung Pangan Lainnya Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi, mencakup Provinsi Jambi, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Aceh, Provinsi NTT, Provinsi Gorontalo; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kab. Bengkulu Utara, Kab. Kaur, Kab. Seluma, Kab. Mukomuko, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu); kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kab. Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Bandung, Kab. Sumedang, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Kuningan, Kab. Majalengka, Kab. Bandung Barat, Kab. Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta klaster kabupaten spesifik termasuk Kab. Halmahera Utara, Kab. Halmahera Timur, Kab. Manokwari, Kab. Manokwari Selatan, Kab. Nduga, Kab. Jayawijaya, Kab. Bone, Kab. Wajo, Kab. Sidrap, Kab. Pinrang, Kab. Buru, Kab. Maluku Tengah, dan Kab. Maluku Tenggara. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan nasional dalam menghadapi ancaman ketidakstabilan pasokan pangan global. Latar belakang utamanya adalah terjadinya penurunan Lahan Baku Sawah (88.000 Ha), penurunan Indeks Pertanaman (4,6 poin), dan penurunan produksi beras (623.000 ton) dalam empat tahun terakhir, yang mengancam ketahanan pangan. Target program ini adalah menghasilkan tambahan produksi setara 10 juta ton beras (20 juta ton GKG) melalui tambahan luas panen 4 juta hektare. Upaya ini akan dicapai melalui pendekatan intensifikasi dan ekstensifikasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan fokus utama pada komoditas padi di tahun 2025 (selain jagung, kedelai, singkong, dll.). Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Petani (Poktan, Gapoktan, P3A, Lembaga Pertanian lainnya) serta BUMN Pangan. | Pertanian | ||
| 09.03.0049 |
|
| Luas lahan perkebunan komoditas strategis (kelapa sawit, tembakau, karet, kopi, teh, dan tebu) | Data yang mencatat luas areal yang dibudidayakan tiap komoditas di Indonesia, diukur dalam hektar, dan di-breakdown berdasarkan wilayah administratif | hektar | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi | TAHUNAN | Informasi | ||
| 02.03.0031 |
|
| Luas Lahan Sawah yang Ditetapkan sebagai LP2B (LL_LP2B) | Luas lahan pertanian pangan (utama tanaman pangan) yang telah ditetapkan secara resmi sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dalam rencana tata ruang atau dokumen kebijakan daerah | hektar | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi:Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pertanian | ||
| 02.03.032 |
|
| Luas lahan sawah yang ditingkatkan indeks pertanaman | Luas lahan sawah dengan Indeks Pertanaman (IP) kurang dari atau sama dengan 100 yang ditingkatkan menjadi IP 200 | ribu hektare | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.07-Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung Pangan Lainnya Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi, mencakup Provinsi Jambi, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Aceh, Provinsi NTT, Provinsi Gorontalo; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kab. Bengkulu Utara, Kab. Kaur, Kab. Seluma, Kab. Mukomuko, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu); kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kab. Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Bandung, Kab. Sumedang, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Kuningan, Kab. Majalengka, Kab. Bandung Barat, Kab. Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta klaster kabupaten spesifik termasuk Kab. Halmahera Utara, Kab. Halmahera Timur, Kab. Manokwari, Kab. Manokwari Selatan, Kab. Nduga, Kab. Jayawijaya, Kab. Bone, Kab. Wajo, Kab. Sidrap, Kab. Pinrang, Kab. Buru, Kab. Maluku Tengah, dan Kab. Maluku Tenggara. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan nasional dalam menghadapi ancaman ketidakstabilan pasokan pangan global. Latar belakang utamanya adalah terjadinya penurunan Lahan Baku Sawah (88.000 Ha), penurunan Indeks Pertanaman (4,6 poin), dan penurunan produksi beras (623.000 ton) dalam empat tahun terakhir, yang mengancam ketahanan pangan. Target program ini adalah menghasilkan tambahan produksi setara 10 juta ton beras (20 juta ton GKG) melalui tambahan luas panen 4 juta hektare. Upaya ini akan dicapai melalui pendekatan intensifikasi dan ekstensifikasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan fokus utama pada komoditas padi di tahun 2025 (selain jagung, kedelai, singkong, dll.). Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Petani (Poktan, Gapoktan, P3A, Lembaga Pertanian lainnya) serta BUMN Pangan. | Pertanian | ||
| 07.04.0014 |
|
| Luas Lahan Tambak Garam | Total luas lahan yang digunakan untuk produksi garam oleh petani garam rakyat. | hektar | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | "Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), namun tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan." | Kelautan | |
| 02.03.0032 |
|
| Luas Layanan Irigasi di Wilayah | Luas tambahan area pertanian (baik padi maupun non-padi) yang mendapatkan layanan irigasi setelah pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah tersebut | hektar | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000930 - Persentase Luas Layanan Irigasi Multikomoditas | Pertanian | |
| 07.03.016 |
|
| Luas pemulihan ekosistem di KSA, KPA dan TB | total luas lahan dalam KSA, KPA, dan TB yang telah mengalami kegiatan pemulihan ekosistem. Pemulihan ekosistem mencakup upaya mengembalikan fungsi dan struktur ekosistem yang terganggu atau... | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 09.03.0050 |
|
| Luas Permukiman yang Dijangkau Mobile Broadband (LPMB) | Luas wilayah permukiman yang telah memiliki cakupan sinyal mobile broadband (minimal 4G) | kilometer persegi (km²) | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000221 - Proporsi penduduk yang terlayani mobile broadband. | Informasi | |
| 07.03.0007 |
|
| Luas Rekalkulasi Penutupan Lahan di Indonesia | Luas lahan yang ditutupi oleh vegetasi hutan, baik di dalam kawasan hutan yang ditetapkan oleh pemerintah maupun di luar kawasan tersebut | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000285 - Proporsi kawasan hutan terhadap total luas lahan | Kehutanan | |
| 03.01.0020 |
|
| Luas Sawah Beririgasi Fungsional | Bagian dari luas potensial yang telah dilayani dengan jaringan irigasi tersier sehingga jaringan irigasi yang sudah ada berfungsi untuk mengairi lahan sawah dalam wilayah pelayanannya | hektar | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 03.06.0047 |
|
| Luas Tanah Hak Guna Bangunan | Total luasan bidang-bidang tanah yang telah diberikan dan didaftarkan dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) | hektar | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pertanahan | ||
| 02.03.0033 |
|
| Luas tanaman (ubi) menghasilkan | Luas lahan perkebunan rakyat yang tanaman ubi kayunya telah mencapai tahap produksi dan menghasilkan panen dalam periode tertentu | Ha | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Pertanian |
Showing 1,801-1,850 of 3,346 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 162972 | 03.03.008 |
|
| Indeks Peningkatan SDM Transportasi | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan | Pemenuhan Sumber Daya Manusia dalam Bidang Transportasi yang Berkompeten | persen | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | TERSEDIA | ||
| 162973 | 01.02.023 |
|
| Indeks Penyelesaian Kasus WNI di Luar Negeri | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN LUAR NEGERI | Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia | Merupakan perbandingan antara kasus WNI di luar negeri yang diselesaikan dengan jumlah kasus WNI diterima Persentase penyelesaian kasus WNI di luar negeri di luar negeri, terdiri dari 2 unsur, yaitu:... | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TRIWULANAN | Urusan Luar Negeri | TERSEDIA | ||
| 162974 |
|
| Indeks Penyelesaian Penyidikan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Direktorat Penanganan Pelanggaran | Ukuran penyelesaian penyidikan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan | indeks | - | Nasional | TAHUNAN | Kelautan | TERSEDIA | |||
| 162975 |
|
| Indeks Perencanaan Pembangunan Nasional Kementerian pariwisata | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PARIWISATA | Biro Perencanaan dan Keuangan | Merupakan nilai yang menggambarkan kualitas perencanaan yang telah disusun Kemenpar berbasiskan dampak (outcome) dengan memastikan kebermanfaatan terhadap masyarakat dan pihak terkait, dengan... | - | - | - | TAHUNAN | Pariwisata | TERSEDIA | |||
| 162976 | 07.05.0013 |
|
| Indeks Perilaku Ramah Lingkungan Hidup | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor | IPRLH adalah indeks yang mengukur perilaku masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. | nilai indeks tanpa satuan | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | TERSEDIA | ||
| 162977 | 04.03.004 |
|
| Indeks Perlindungan Anak (IPA) | Prioritas | STATISTIK | Indikator | 33210004 | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | BIRO DATA DAN INFORMASI | Indeks Perlindungan Anak (IPA) adalah indeks komposit yang mengukur capaian pemenuhan hak dan perlindungan anak yang disusun sesuai dengan klaster dalam Konvensi Hak Anak.;Indeks Perlindungan Khusus... | - | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pemberdayaan Perempuan | TERSEDIA | |
| 162978 | 04.03.005 |
|
| Indeks Perlindungan Khusus Anak (IPKA) | Prioritas | STATISTIK | Indikator | 33210005 | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | BIRO DATA DAN INFORMASI | Angka yang menggambarkan pencapaian pembangunan perlindungan yang diterima oleh anak dalam situasi dan kondisi tertentu untuk mendapatkan jaminan rasa aman terhadap ancaman yang membahayakan diri dan... | - | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pemberdayaan Perempuan | TERSEDIA | |
| 162979 | 05.01.009 |
|
| Indeks Perlindungan Saksi dan Korban | Prioritas | STATISTIK | Indikator | LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN | Biro Umum dan Kepegawaian | Indeks Perlindungan Saksi dan Korban (IPSK) adalah nilai capaian penyelenggaraan pelayanan perlindungan saksi dan korban tindak pidana berdasarkan sepuluh dimensi penilaian. | nilai | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Hukum | TERSEDIA | ||
| 162980 | 02.01.002 |
|
| Indeks Persaingan Usaha | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA | Direktorat Ekonomi | Indeks Persaingan Usaha merupakan indikator yang menunjukkan tingkat persaingan usaha di berbagai provinsi dan sektor ekonomi di Indonesia. Indikator persaingan usaha yang meningkat menunjukkan... | Nilai Indeks | - | wilayah (nasional dan provinsi) dan sektoral | TAHUNAN | Industri | TERSEDIA | ||
| 162981 |
|
| Indeks Persepsi Korupsi Kemenimipas | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN | Sekretariat Jenderal | Data Hasil Survei Indeks Presepsi Anti Korupsi di satuan kerja | Nilai | - | Satuan Kerja | BULANAN | Kebijakan Pemerintah | TERSEDIA |
Showing 361-370 of 4,145 items.
