Data Prioritas Jangka Menengah 2025-2029

(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)

#ID DDPSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis DataInstansi Produsen DataDefinisiSatuanCatatan kebutuhan dukungan Data Daerah20252026202720282029
         
165104.01.074
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Bayi Baru Lahir yang Mendapatkan Pelayanan Neonatal;
Persentase Bayi Baru Lahir yang Mendapatkan Pelayanan NeonatalSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan neonatal sesuai standar sebanyak 3 kali dengan ketentuan minimal 1x pada 6-48 jam, 1x pada hari ke 3-7 dan 1 x pada hari ke 8-28 setelah dilahirka...persen"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi. Indikator SIPD: 000465 - Persentase bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir"YaYaYaYaYa
165204.01.075
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase bayi lahir premature (<37 minggu);
Persentase bayi lahir premature (<37 minggu)STATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase bayi lahir prematur (< 37 minggu)persenProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.YaYaYaYaYa
165304.01.076
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Bayi Usia Kurang dari 6 Bulan yang Mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif;
Persentase Bayi Usia Kurang dari 6 Bulan yang Mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) EksklusifSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase bayi usia 0-5 bulan yang diberikan ASI saja tanpa diberikan makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin, dan mineralpersenProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.YaYaYaYaYa
165404.01.077
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase belanja kesehatan out of pocket masyarakat berpengeluaran 40% terbawah;
Persentase belanja kesehatan out of pocket masyarakat berpengeluaran 40% terbawahSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANProporsi belanja out of pocket masyarakat dengan pengeluran 40% terbawah dibandingkan pengeluaran kesehatan totalpersenYaYaYaYaYa
165502.03.041
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase beras fortifikasi dalam program bantuan pangan;
Persentase beras fortifikasi dalam program bantuan panganSTATISTIKBADAN PANGAN NASIONALPersentase dari tonase bantuan beras terfortifikasi terhadap tonase bantuan pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan yang diberikan dalam bentuk beraspersenProgram: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.14-Fortifikasi dan Biofortifikasi Pangan Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Pusat. Deskripsi: Hampir 50% masyarakat belum mampu membeli diet sehat; pola makan didominasi karbohidrat dan rendah pangan kaya mikronutrien. Terdapat defisiensi mikronutrien esensial—asam folat, seng, zat besi, vitamin A, B1, B2—di semua kuintil pendapatan (GAIN, 2024). Untuk itu diperlukan Fortifikasi Pangan Berskala Besar (LSFF) yang terintegrasi dengan bantuan gizi dan bantuan sosial pangan, sekaligus mendukung PHTC melalui program pemberian makan bergizi gratis. Sasaran utama: meningkatnya konsumsi bahan pangan terfortifikasi/biofortifikasi di seluruh wilayah.YaYaYaYaYa
165603.03.001
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Biaya Transportasi Logistik pada Angkutan Darat Selain Angkutan Rel terhadap PDB;
Persentase Biaya Transportasi Logistik pada Angkutan Darat Selain Angkutan Rel terhadap PDBSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALBiaya Logistik / Persentase pengeluaran dalam rangka menangani arus barang, arus informasi, dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan (warehousing), transportasi (transportatio...persenYaYaYaYaYa
165703.03.002
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Biaya Transportasi Logistik pada Angkutan Laut terhadap PDB;
Persentase Biaya Transportasi Logistik pada Angkutan Laut terhadap PDBSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALBiaya Logistik / Persentase pengeluaran dalam rangka menangani arus barang, arus informasi, dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan (warehousing), transportasi (transportatio...persenYaYaYaYaYa
165803.03.003
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Biaya Transportasi Logistik pada Angkutan Rel terhadap PDB;
Persentase Biaya Transportasi Logistik pada Angkutan Rel terhadap PDBSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALBiaya Logistik / Persentase pengeluaran dalam rangka menangani arus barang, arus informasi, dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan (warehousing), transportasi (transportatio...persenYaYaYaYaYa
165903.03.004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Biaya Transportasi Logistik pada Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan terhadap PDB;
Persentase Biaya Transportasi Logistik pada Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan terhadap PDBSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALBiaya Logistik / Persentase pengeluaran dalam rangka menangani arus barang, arus informasi, dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan (warehousing), transportasi (transportatio...persenYaYaYaYaYa
166003.03.005
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Biaya Transportasi Logistik pada Angkutan Udara terhadap PDB;
Persentase Biaya Transportasi Logistik pada Angkutan Udara terhadap PDBSTATISTIKKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALBiaya Logistik / Persentase pengeluaran dalam rangka menangani arus barang, arus informasi, dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan (warehousing), transportasi (transportatio...persenYaYaYaYaYa
166109.03.041
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase cakupan Peta Dasar Skala Besar untuk Wilayah Indonesia;
Persentase cakupan Peta Dasar Skala Besar untuk Wilayah IndonesiaSTATISTIKBADAN INFORMASI GEOSPASIALPersentase cakupan Peta Dasar Skala Besar untuk Wilayah Indonesia adalah luasan peta dasar skala besar termutakhir yang tersedia dibandingkan dengan total luasan wilayah indonesia yang harus dipetakan...persenYaTidakYaYaYa
166203.07.017
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Calon Pengantin yang Mendapatkan Bimbingan Perkawinan;
Persentase Calon Pengantin yang Mendapatkan Bimbingan PerkawinanSTATISTIKKEMENTERIAN AGAMAPresentase catin yang mendapatkan bimbingan perkawinan merujuk pada persentase dari calon pengantin (catin) yang telah menerima panduan atau bimbingan khusus mengenai perkawinan sebelum melangsungkan...persenTidakYaYaYaYa
166303.07.018
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase calon pengantin yang mendapatkan edukasi pra nikah;
Persentase calon pengantin yang mendapatkan edukasi pra nikahSTATISTIKBADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONALCalon pengantin yang teregister di Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) yang mendapatkan pendampingan edukasi, baik yang dilakukan secara perorangan maupun kelompok oleh Tim Pendamping Keluarga (...persenYaYaYaYaYa
166404.01.082
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase calon pengantin yg mendapat skrining kesehatan;
Persentase calon pengantin yg mendapat skrining kesehatanSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase Calon Pengantin yang mendapat skrining kesehatan sesuai standarpersen"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi."YaYaYaYaYa
166505.03.004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Capaian Aksi RANHAM;
Persentase Capaian Aksi RANHAMSTATISTIKKEMENTERIAN HAK ASASI MANUSIARANHAM adalah dokumen yang memuat sasaran strategis yang digunakan sebagai acuan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka melaksanakan penghormatan, perlind...persenIndikator SIPD: 000906 - Persentase Capaian Aksi HAMYaYaYaYaYa
166605.01.013
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Capaian Implementasi Stranas TPPU;
Persentase Capaian Implementasi Stranas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)STATISTIKPUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGANBagian dari rencana aksi upaya pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilaksanakan oleh seluruh Anggota Komite TPPU persenYaYaYaYaYa
166701.01.0033
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase sumber Daya Nasional yang Dimanfaatkan menjadi Kekuatan Pertahanan;
Persentase Capaian Indeks Bela Negara NasionalSTATISTIKKEMENTERIAN PERTAHANANProporsi indek untuk Mengukur tingkat kesadaran, pemahaman, dan partisipasi warga negara dalam upaya bela negara. Reff: https://www.kemhan.go.id/pothan/2019/04/18/direktorat-jenderal-potensi-pertahan...persenYaYaYaYaYa
166806.01.022
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang memenuhi SPM pendidikan;
Persentase daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang memenuhi SPM pendidikanSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHPerbandingan jumlah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang telah memenuhi SPM pendidikan dibagi dengan jumlah daerah (provinsi dan kabupaten/kota). Daerah dikatakan telah memenuhi SPM pendidikan ap...persenYaYaYaYaYa
166904.02.020
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Daerah Pasca Bencana Masif yang ditangani;
Persentase Daerah Pasca Bencana Masif yang ditanganiSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAProporsi wilayah yang telah menerima intervensi atau penanganan setelah terjadinya bencana masif, dibandingkan dengan total wilayah yang terdampak oleh bencana tersebut.persenYaYaYaYaYa
167002.03.043
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase daerah rentan rawan pangan;
Persentase daerah rentan rawan panganSTATISTIKBADAN PANGAN NASIONALPersentase jumlah kabupaten/kota yang berada pada kategori prioritas 1 (sangat rentan), 2 (rentan), dan 3 (agak rentan) terhadap total kabupaten/kota yang masuk ke dalam semua kategori prioritas 1 (sa...persenIndikator SIPD: 000693 - Persentase Daerah Rentan Rawan PanganYaYaYaYaYa
167103.05.015
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Daerah Tertinggal dan Sangat Tertinggal yang Meningkat Statusnya Menjadi Daerah Berkembang dan/atau Maju;
Persentase Daerah Tertinggal dan Sangat Tertinggal yang Meningkat Statusnya Menjadi Daerah Berkembang dan/atau MajuSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALPersentase dari jumlah kabupaten dengan status daerah tertinggal dan sangat tertinggal yang sudah menjadi daerah berkembang dan/atau majupersenYaYaTidakTidakTidak
167204.03.020
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase daerah yang memiliki dan melaksanakan Rencana Aksi Kesetaraan Gender;
Persentase daerah yang memiliki dan melaksanakan Rencana Aksi Kesetaraan GenderSTATISTIKKEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKRencana aksi nasional pembangunan Kesetaraan Gender disusun untuk menjelaskan keterkaitan input, proses, keluaran, hasil, dan dampak pencapaian indikator pembangunan Kesetaraan Gender mengacu pada dok...persenYaYaYaYaYa
167304.02.022
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase daerah yang memiliki tingkat kapasitas penanggulangan bencana minimal pada kategori sedang;
Persentase daerah yang memiliki tingkat kapasitas penanggulangan bencana minimal pada kategori sedangSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANATingkat kapasitas daerah merepresentasikan tingkat ketahanan daerah pada suatu Provinsi, sehingga secara spasial dapat dianggap bahwa semua wilayah dalam 1 Provinsi memiliki kemampuan yang sama terhad...persenYaTidakTidakTidakTidak
167406.02.023
    • RPJMN 2025-2029;
    • SDGs;
  1. Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU Ketenagakerjaan;
Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU KetenagakerjaanSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKBekerja adalah kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu ja...persenIndikator SIPD: 000192 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur berdasarkan UU KetenagakerjaanYaYaYaYaYa
167506.02.024
    • SDGs;
  1. Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan pembagian kelompok umur berdasarkan International Conference of Labour Statisticians;
Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan pembagian kelompok umur berdasarkan International Conference of Labour StatisticiansSTATISTIKBADAN PUSAT STATISTIKBekerja adalah kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu ja...persen dan orangIndikator SIPD: 000191 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan pembagian kelompok umur berdasarkan International Conference of Labour StatisticiansYaYaYaYaYa
167603.05.016
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa Berketahanan Bencana Multipihak;
Persentase Desa Berketahanan Bencana MultipihakSTATISTIKBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAProporsi desa yang telah berhasil mengimplementasikan berbagai strategi dan program untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana, dibandingkan dengan total jumlah desa yang terdapat dalam suatu kawas...persenYaYaYaYaYa
167703.02.004
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa Maju dan Desa Mandiri di 45 Kawasan Transmigrasi;
Persentase Desa Maju dan Desa Mandiri di 45 Kawasan TransmigrasiSTATISTIKKEMENTERIAN TRANSMIGRASIIndikator persentase desa maju dan desa mandiri di 45 kawasan transmigrasi merupakan indikator untuk mengukur tingkat status kemajuan dan kemandirian desa di 45 kawasan transmigrasi prioritas dalam up...persenYaYaYaYaYa
167803.05.018
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa Maju dan Mandiri di 22 Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan;
Persentase Desa Maju dan Mandiri di 22 Pusat Pertumbuhan Kawasan PerbatasanSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALIndeks pengukuran terhadap tingkat kemajuan atau pembangunan desa menggunakan Persentase Desa Maju dan Mandiri di dalam delinasi Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan. Basis data pengukuran Indeks Desa...persenYaYaYaYaYa
167903.05.019
    • RPJPN 2025-2045;
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa Mandiri;
Persentase Desa MandiriSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALIndeks pengukuran terhadap tingkat kemajuan/pembangunan desa di Indonesia. Basis data pengukuran Indeks Desa berasal dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Desa yang dikelola oleh Kementerian Desa P...persenIndikator Utama Pembangunan - 23c.Persentase Desa Mandiri (%) Indikator SIPD: 000042 - Persentase Desa MandiriYaYaYaYaYa
168003.05.020
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa tertinggal dan sangat tertinggal di 204 kecamatan perbatasan prioritas;
Persentase Desa tertinggal dan sangat tertinggal di 204 kecamatan perbatasan prioritasSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALIndeks pengukuran terhadap tingkat kemajuan atau pembangunan desa di Indonesia menggunakan Persentase Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal di dalam denilasi kecamatan perbatasan prioritas. Basis data...persenYaYaYaYaYa
168103.05.021
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa yang memiliki 100% rumah layak huni;
Persentase Desa yang memiliki 100% rumah layak huniSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALRumah Layak Huni adalah rumah yang memenuhi persyaratakn keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan dan kesehatan penghunipersen"Program: 06.07-Peningkatan Kemandirian Perdesaan yang Berkelanjutan. Kegiatan: 06.07.01-Pemenuhan Layanan Dasar dan Infrastruktur Desa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi / Dilaksanakan pada 75.265 desa; Pusat (Tersebar); Provinsi Nusa Tenggara Barat (khususnya KPP berbasis Pariwisata Sembalun); Provinsi Kalimantan Tengah (mencakup Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Kalimantan Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Maluku; Provinsi Jawa Barat; serta prioritas pelaksanaan terhadap: Desa-desa dalam delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah mitra IKN, Desa-desa pada 10 Wilayah Metropolitan (WM), Desa-desa di 30 Kawasan Perdesaaan Prioritas (KPP) (termasuk KPP Kab. Raja Ampat dan KPP Kab. Ngada), dan Desa-Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal Prioritas (termasuk Kab. Mamberamo Raya, Kab. Waropen, Kab. Supiori, Kab. Tambrauw, Kab. Maybrat, seluruh Kab/Kota di Provinsi Papua Pegunungan, Kab. Boven Digoel, Kab. Mappi, Kab. Asmat, Kab. Paniai, Kab. Puncak, Kab. Puncak Jaya, Kab. Intan Jaya, Kab. Deiyai, Kab. Dogiyai, Kab. Sumba Tengah, Kab. Sumba Barat Daya, dan Kab. Sabu Raijua). Deskripsi: Pemenuhan layanan dasar dan infrastruktur perdesaan masih sangat bervariasi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Terdapat kesenjangan signifikan, misalnya (data 2024): 20,26% desa tidak memiliki akses fasilitas kesehatan, 24,38% desa mengalami sinyal telepon lemah, 42,61% desa tidak memiliki penampungan sampah, dan 5,17% desa belum menggunakan jamban. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan terhadap layanan dasar serta infrastruktur desa, khususnya agar rumah tangga perdesaan dapat memiliki akses air minum dan sanitasi aman, layanan kesehatan, dan rumah layak huni. Pemenuhan infrastruktur ini dipandang krusial karena akan berdampak signifikan terhadap perekonomian serta kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus menjadi strategi pembangunan holistik untuk memberdayakan masyarakat perdesaan, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif (mendukung PHTC-7)." YaYaYaYaYa
168204.01.083
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa yang Mendapatkan Layanan Kesehatan;
Persentase Desa yang Mendapatkan Layanan KesehatanSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALFasilitas Kesehatan Skala Perdesaan yang dimaksud meliputi Puskesmas Pembantu, Poskesdes, dan Polindes. Puskesmas Pembantu merupakan jaringan pelayanan puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan se...persen"Program: 06.07-Peningkatan Kemandirian Perdesaan yang Berkelanjutan. Kegiatan: 06.07.01-Pemenuhan Layanan Dasar dan Infrastruktur Desa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi / Dilaksanakan pada 75.265 desa; Pusat (Tersebar); Provinsi Nusa Tenggara Barat (khususnya KPP berbasis Pariwisata Sembalun); Provinsi Kalimantan Tengah (mencakup Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Kalimantan Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Maluku; Provinsi Jawa Barat; serta prioritas pelaksanaan terhadap: Desa-desa dalam delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah mitra IKN, Desa-desa pada 10 Wilayah Metropolitan (WM), Desa-desa di 30 Kawasan Perdesaaan Prioritas (KPP) (termasuk KPP Kab. Raja Ampat dan KPP Kab. Ngada), dan Desa-Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal Prioritas (termasuk Kab. Mamberamo Raya, Kab. Waropen, Kab. Supiori, Kab. Tambrauw, Kab. Maybrat, seluruh Kab/Kota di Provinsi Papua Pegunungan, Kab. Boven Digoel, Kab. Mappi, Kab. Asmat, Kab. Paniai, Kab. Puncak, Kab. Puncak Jaya, Kab. Intan Jaya, Kab. Deiyai, Kab. Dogiyai, Kab. Sumba Tengah, Kab. Sumba Barat Daya, dan Kab. Sabu Raijua). Deskripsi: Pemenuhan layanan dasar dan infrastruktur perdesaan masih sangat bervariasi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Terdapat kesenjangan signifikan, misalnya (data 2024): 20,26% desa tidak memiliki akses fasilitas kesehatan, 24,38% desa mengalami sinyal telepon lemah, 42,61% desa tidak memiliki penampungan sampah, dan 5,17% desa belum menggunakan jamban. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan terhadap layanan dasar serta infrastruktur desa, khususnya agar rumah tangga perdesaan dapat memiliki akses air minum dan sanitasi aman, layanan kesehatan, dan rumah layak huni. Pemenuhan infrastruktur ini dipandang krusial karena akan berdampak signifikan terhadap perekonomian serta kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus menjadi strategi pembangunan holistik untuk memberdayakan masyarakat perdesaan, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif (mendukung PHTC-7)." YaYaYaYaYa
168309.03.042
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Desa yang menerapkan layanan berbasis digital;
Persentase Desa yang menerapkan layanan berbasis digitalSTATISTIKKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALLayanan Desa berbasis digital secara sederhana dalam indikator ini didefinisikan sebagai penggunaan website oleh Pemerintah Desa untuk penyelenggaraan administrasi, publikasi informasi dan layanan, pe...persenYaYaYaYaYa
168404.01.084
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Diabetes dalam Pengendalian;
Persentase Diabetes dalam PengendalianSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase individu dengan diabetes dengan kontrol glikemik terkendali berdasarkan target global HbA1C < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80-130 mg/dl atau gula darah 2 PP kapiler < 180 mg/dl pa...persenYaTidakTidakTidakTidak
168509.02.0028
    • Renstra LKPP 2025-2029;
  1. Nilai Kinerja Pengadaan;
Persentase Digitalisasi Proses Pelaksanaan Pengadaan Barang/JasaSTATISTIKLEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHPersentase yang menunjukkan tingkat transformasi digital dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa berdasarkan nilai realisasi belanja pengadaan yang tercatat di Sistem Pengadaan Secara Elektronik diban...persenYaYaYaYaYa
168610.04.008
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Dokumen Initial Memorandum yang selesai proses reviu dari Komite OECD (2025-2028);
Persentase Dokumen Initial Memorandum yang selesai proses reviu dari Komite OECD (2025-2028)STATISTIKKEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIANPerbandingan antara dokumen Initial Memorandum (IM) yang telah diselesaikan proses reviu dan menghasilkan rekomendasi bagi Pemri oleh Komite OECD dengan Total Jumlah Dokumen IM yang perlu dilakukan re...persenTidakYaYaYaYa
168706.01.024
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase dosen berkualifikasi S3: a. Total b. STEM c. Non STEM;
Persentase dosen berkualifikasi S3: a. Total b. STEM c. Non STEMSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIProgram Doktor merupakan pendidikan akademik yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi melalui penelitian ilmiah secara mandiri, sehingga kontribusi do...persenYaYaYaYaYa
168806.01.025
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Dosen yang Menduduki Jabatan Lektor/Lektor Kepala/Guru Besar;
Persentase Dosen yang Menduduki Jabatan Lektor/Lektor Kepala/Guru BesarSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIJabatan akademik dosen diatur sebagai bagian dari sistem karier dan pengakuan atas kompetensi dosen dalam tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat). Jabatan...persenYaYaYaYaYa
168903.02.005
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase Dukungan Kegiatan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Masyarakat/Badan Usaha yang Dilaksanakan di 45 Kawasan Transmigrasi;
Persentase Dukungan Kegiatan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Masyarakat/Badan Usaha yang Dilaksanakan di 45 Kawasan TransmigrasiSTATISTIKKEMENTERIAN TRANSMIGRASIIndikator persentase dukungan kegiatan kementerian/lembaga/pemerintah daerah/masyarakat/badan usaha yang dilaksanakan di 45 kawasan transmigrasi merupakan indikator untuk mengukur tingkat dukungan lin...persenYaYaYaYaYa
169005.01.0063
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Tingkat Penerapan Tata Kelola Pengadaan;
Persentase Efektivitas Penyelesaian Permasalahan PengadaanSTATISTIKLEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHPersentase yang menunjukkan seberapa efektif layanan penyelesaian masalah pengadaan secara mandiri oleh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah melalui clearing house dan dukungan terhadap penegakan huk...persenYaYaYaYaYa
169109.02.0029
    • Renstra LKPP 2025-2029;
  1. Nilai Kinerja Pengadaan;
Persentase Efisiensi Paket KonsolidasiSTATISTIKLEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHPersentase selisih antara pagu anggaran awal dan harga setelah dilakukan konsolidasi pengadaan dibandingkan dengan pagu anggaran awal pengadaan barang/jasa.persenYaYaYaYaYa
169204.01.086
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk negara yang dikendalikan;
Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk negara yang dikendalikanSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase faktor resiko yang ditemukan pada orang, alat angkut, dan barang yang dilakukan tindakan pengendalian di pintu masuk negara maupun pelabuhan/bandara domestikpersenYaYaYaYaYa
169304.01.087
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase fasilihat kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang mengimplementasikan penggunaan antibiotik rasional;
Persentase fasilihat kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang mengimplementasikan penggunaan antibiotik rasionalSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang meresepkan antimikroba mengacu pada Panduan Praktik KlinispersenYaYaYaYaYa
169404.01.089
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase fasilitas kesehatan yang terintegrasi dalam sistem informasi kesehatan nasional;
Persentase fasilitas kesehatan yang terintegrasi dalam sistem informasi kesehatan nasionalSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPersentase fasilitas pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, Klinik, Labkes,TPMD/DG yang terkoneksi dengan aktif mengirimkan data dalam sistem informasi kesehatan nasional. Unit populasi: total seluruh fa...persenIndikator SIPD: 000830 - Proporsi fasyankes terintegrasi Sistem Informasi Kesehatan NasionalYaYaYaYaYa
169504.01.092
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase fasyankes melaksanakan pelayanan kesehatan penyakit akibat kerja;
Persentase fasyankes melaksanakan pelayanan kesehatan penyakit akibat kerjaSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANFasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rujukan dengan dokter atau dokter spesialis yang kompeten dalam tatalaksana Penyakit Akibat Kerja yang diperoleh melalui pendidikan formal atau pelatihan men...persenYaYaYaYaYa
169604.01.093
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase fasyankes yang melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai standar;
Persentase fasyankes yang melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai standarSTATISTIKKEMENTERIAN KESEHATANPuskesmas dan RS Pemerintah yang melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai standar mencakup: 1. Pengelolaan sediaan farmasi: memiliki SOP kecuali SOP pendistribusian 2. Pelayanan farmasi klinis: pengk...persenYaYaYaYaYa
169701.02.015
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase gagasan, prakarsa, atau rekomendasi Indonesia yang diterima dalam pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri regional dan/atau multilateral;
Persentase gagasan, prakarsa, atau rekomendasi Indonesia yang diterima dalam pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri regional dan/atau multilateralSTATISTIKKEMENTERIAN LUAR NEGERIPrakarsa adalah gagasan baru yang diusulkan oleh Indonesia dalam kerangka kerja sama ASEAN dan multilateral. Penyampaian gagasan tersebut harus dapat memberikan bobot kepada kepemimpinan Indonesia dal...persenYaYaYaYaYa
169808.01.010
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase guru agama yang memiliki sertifikat pendidik;
Persentase guru agama yang memiliki sertifikat pendidikSTATISTIKKEMENTERIAN AGAMAPerbandingan jumlah guru agama yang bersertifikat pendidik dibagi dengan jumlah guru agama (semua agama). Indikator untuk mengukur pemenuhan standar kelayakan dan kemampuan profesional.persenTidakYaYaYaYa
169908.01.011
    • RPJMN 2025-2029;
  1. Persentase guru dan tenaga kependidikan yang profesional pada madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan pendidikan keagamaan;
Persentase guru dan tenaga kependidikan yang profesional pada madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan pendidikan keagamaanSTATISTIKKEMENTERIAN AGAMAPersentase guru dan tenaga kependidikan profesional merupakan angka yang menunjukkan perbandingan jumlah guru dan tenaga kependidikan yang memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV dan sertifikat...persenTidakYaYaYaYa
170006.01.026
    • SDGs;
  1. Persentase Guru yang Memenuhi Kualifikasi Sesuai Standar Nasional;
Persentase Guru yang Memenuhi Kualifikasi Sesuai Standar NasionalSTATISTIKKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHPersentase guru pada jenjang (i) TK, (ii) SD, (iii) SMP, (iv) SMA/SMK, dan (v) PLB yang memenuhi kualifikasi akademik S1/D4 sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan....persenIndikator SIPD: 000153 - Persentase guru yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional menurut jenjang pendidikan.YaYaYaYaYa
Showing 1,651-1,700 of 2,950 items.
 
Id DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataDefinisiSatuanInstansi Produsen DataJenis PengajuanJenis DataStandar DataKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranCatatan kebutuhan dukungan data daerahTag Rad
    
05.01.0055
    • DP 2023
  1. -
Jumlah Transaksi CV berdasarkan jenis transaksi (pendaftaran,perubahan,pembubaran)Banyaknya permohonan transaksi layanan CV yang merupakan persekutuan yang didirikan oleh satu atau lebih sekutu komanditer dengan satu atau lebih sekutu komplementer, untuk menjalankan usaha secara...DokumenKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK-pendaftaran, pencatatan pendaftaran, perubahan, pencatatan perubahan, dan pembubaranHARIANHukum
05.01.0056
    • DP 2023
  1. -
Jumlah Transaksi Fidusia berdasarkan jenis objekMerupakan jumlah keseluruhan transaksi fidusia yang dilakukan dengan mengacu pada jenis objek yang menjadi agunan atau jaminanSertifikatKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK23020080TerbukaBULANANHukum
05.01.0154
    • DP 2023
  1. -
Jumlah Transaksi Fidusia berdasarkan jenis transaksi (pendaftaran, perubahan, perbaikan, penghapusan dan layanan unduh data) per tahunMerupakan Jumlah Permohonan Pendaftaran Fidusia yang sudah menjadi SertifikatSertifikatKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK23020080Terbukapendaftaran, perubahan, perbaikan, penghapusan/royaBULANANHukum
05.01.0057
    • DP 2024
    • DP 2023
  1. -
Jumlah Transaksi Fidusia berdasarkan kab/kotaJaminan Fidusia adalah jaminan kebendaan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud sehubungan dengan hutang-piutang antara debitur dan kreditur. Jaminan fidusia diberikan oleh...SertifikatKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK23020080TerbukaProvinsi, kabupaten/kotaTAHUNANHukum
05.01.0058
    • DP 2024
    • DP 2023
  1. -
Jumlah Transaksi Fidusia berdasarkan provinsiMerupakan total transaksi fidusia yang terjadi di setiap provinsi dalam suatu wilayah atau negara tertentuSertifikatKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK23020080TerbukaprovinsiBULANANHukum
05.01.0059
    • DP 2023
  1. -
Jumlah Transaksi Firma berdasarkan jenis transaksi (pendaftaran, perubahan, pembubaran)Banyaknya permohonan transaksi layanan Firma yang merupakan persekutuan yang menjalankan usaha secara terus menerus dan setiap sekutunya berhak bertindakatas nama persekutuan.DokumenKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK-pendaftaran, pencatatan pendaftaran, perubahan, pencatatan perubahan, dan pembubaranHARIANHukum
02.09.0057
    • Renstra Kemenkop 2025-2029
  1. -
Jumlah transaksi Koperasi menggunakan E-KatalogStatistik yang menunjukkan total frekuensi transaksi pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh koperasi melalui sistem E-Katalog dalam periode waktu tertentuTransaksiLEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah : Kab/Kota; Provinsi; NasionalBULANANKoperasi
05.01.0060
    • DP 2023
  1. -
Jumlah Transaksi Persekutuan Perdata berdasarkan jenis transaksi (pendaftaran, perubahan, pembubaran)banyaknya permohonan transaksi layanan persekutuan perdata persekutuan yang menjalankan profesi secara terus menerus dan setiap sekutunya bertindak atas nama sendiri serta bertanggung jawab sendiri...DokumenKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK-pendaftaran, pencatatan pendaftaran, perubahan, pencatatan perubahan, dan pembubaranHARIANHukum
02.10.0077
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah UMKM pada Infrastruktur Publik di Lokasi Tertentu yang DitetapkanPersentase alokasi UMKM pada Infrastruktur Publik merupakan perbandingan jumlah total lokasi/luas area komersil untuk UMKM pada Infastruktur Publik terhadap jumlah total lokasi/luas area komersil...unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.08.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Proporsi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang Memiliki Izin Usaha
Jumlah UMKM yang Memiliki Izin Usaha (NIB)Jumlah UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik (OSS). NIB merupakan bentuk legalitas formal dari pelaku usaha.unit usahaKEMENTERIAN INVESTASI DAN HILIRISASI/BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANInvestasi
02.10.0076
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah UMKM yang memiliki Sertifikasi (Halal) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah UMKM/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah UMKM/Pelaku Usaha yang memiliki Sertifikasi (Halal) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0075
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah UMKM yang Memiliki Sertifikasi Mutu ProdukPersentase jumlah UMKM/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah UMKM/Pelaku Usaha yang memiliki Sertifikasi Mutu Produk terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0074
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah UMKM yang memiliki Standardisasi (SNI) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah UMKM/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah UMKM/Pelaku Usaha yang memiliki Standardisasi (SNI) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0026
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah UMKM yang Menerapkan Digitalisasi dan Jumlah UMKMPersentase UMKM yang menerapkan Digitalisasi merupakan perbandingan jumlah UMKM yang menggunakan atau memanfaatkan Digitalisasi dalam rantai usaha/bisnis terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0073
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah UMKM yang Menerapkan Teknologi Produksi dan Jumlah UMKMPersentase UMKM yang menerapkan Teknologi merupakan perbandingan jumlah UMKM yang menerapkan dari sisi menggunakan atau memanfaatkan teknologi produksi dalam rantai usaha/bisnis terhadap seluruh unit...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/KotaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0025
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah UMKM yang Terjalin Kemitraan dan Jumlah UMKMPersentase kemitraan UMKM adalah indikator penting dalam menilai seberapa sukses UMKM dalam menjalin hubungan dengan pihak lain, baik itu perusahaan besar, lembaga keuangan, pemerintah, atau sesama...unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
03.04.0001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Pemindahan dan/atau Penugasan ASN ke Ibu Kota Nusantara
Jumlah Unit 98 pada Ibu Kota NusantaraJumlah unit hunian yang diperuntukkan bagi ASN dengan golongan tertentu (misalnya golongan 98)UnitOTORITA IBUKOTA NUSANTARAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Ibu Kota NusantaraTAHUNANPerumahan
03.04.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah penyediaan unit hunian vertikal yang terpadu (milik dan sewa)
Jumlah Unit Hunian Vertikal yang DibangunJumlah unit hunian vertikal yang selesai dibangun dalam satu tahun oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D), swasta, dan swadaya...unit per tahunKEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Kabupaten/KotaTAHUNANPerumahan
07.03.008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah unit KSA, KPA, dan TB dengan kategori pengelolaan efektif
Jumlah unit KSA, KPA, dan TB dengan kategori pengelolaan efektifIndikator Jumlah unit KSA (Kawasan Suaka Alam), KPA (Kawasan Pelestarian Alam), dan TB (Taman Buru) dengan kategori pengelolaan efektif mengukur jumlah kawasan konservasi yang telah memenuhi standar...UnitKEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasSTATISTIK-Administrasi Wilayah: NasionalTAHUNANKehutanan
06.02.066
    • IUP
  1. Jumlah Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan di tingkat kab/kota/provinsi
Jumlah Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan di tingkat kab/kota/provinsiBanyaknya Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan di tingkat kab/kota/provinsiunitKEMENTERIAN KETENAGAKERJAANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi;TAHUNANData Ini Merupakan Indikator Utama PembangunanKetenagakerjaan
03.04.0003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Pemindahan dan/atau Penugasan ASN ke Ibu Kota Nusantara
Jumlah Unit Non 98 Terbangun pada Ibu Kota NusantaraJumlah unit hunian yang diperuntukkan bagi ASN di luar golongan 98UnitOTORITA IBUKOTA NUSANTARAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Ibu Kota NusantaraTAHUNANPerumahan
09.05.0035
    • Renstra LKPP 2025-2029
  1. -
Jumlah Unit Organisasi di Lingkungan LKPP yang Memperoleh Predikat Menuju WBK/WBBM serta Hasil Evaluasi Zona Integritas Unit Organisasi di Lingkungan LKPPJumlah unit organisasi di lingkungan LKPP yang telah diusulkan, dievaluasi, serta memperoleh penetapan predikat menuju WBK/WBBM yang dilakukan oleh Tim Penilai Nasionalunit organisasiKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPrioritasSTATISTIK-Tingkat PemerintahanTAHUNANPerencanaan Pembangunan Nasional
07.05.049
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah unit pengelola taman kehati yang difasilitasi perencanan dan pengelolaanya
Jumlah unit pengelola taman kehati yang difasilitasi perencanan dan pengelolaanyafasilitasi perencanan dan pengelolaann unit pengelola taman kehati pada level daerah (provinsi/kab/kota)UnitKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANLingkungan Hidup
03.04.007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Unit Rumah Baru yang Terbangun
Jumlah Unit Rumah Baru yang TerbangunKegiatan pembangunan rumah baru yang layak huni yang diselenggarakan atas prakarsa dan upaya pemerintah/pemerintah daerah/masyarakat baik secara perseorangan dan/atau berkelompok.UnitKEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNAN"Program: 06.06-Percepatan Penyediaan Perumahan dan Permukiman. Kegiatan: 06.06.01-Fasilitasi Penyediaan Perumahan Terintegrasi dengan PSU Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; Seluruh Kabupaten/Kota; Provinsi Jambi; Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Kalimantan Barat; Sulawesi Tenggara; Provinsi Aceh; Kab. Brebes, Kab. Pemalang, Kab. Klaten, Kab. Sragen; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah (Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Kota Pekanbaru, Kota Dumai; Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali (Kab. Buleleng, Kab. Jembrana, Kab. Klungkung, Kab. Gianyar, Kab. Karangasem, Kab. Bangli, Kab. Tabanan, Kota Denpasar); Kab. Tangerang; seluruh kabupaten/kota di Provinsi D.I. Yogyakarta (Kab. Bantul, Kab. Sleman, Kab. Gunungkidul, Kab. Kulon Progo, Kota Yogyakarta); Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk fasilitasi penyediaan dan peningkatan kualitas rumah yang terintegrasi dengan sarana dan prasarana perumahan yang memadai. Fokus ini ditujukan untuk mengatasi tingginya jumlah rumah tidak layak huni (RTLH), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), melalui mekanisme seperti bantuan rumah swadaya. Dengan menyediakan fasilitas yang lengkap dan terhubung, program ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan hunian yang layak, nyaman, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat."Perumahan
03.04.0004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Rumah Tangga Dengan Akses Hunian Layak, Terjangkau, dan Berkelanjutan yang Difasilitasi
Jumlah Unit Rumah Tangga yang DibangunJumlah unit rumah yang telah dibangun atau ditingkatkan kualitasnya agar memenuhi standar hunian layak oleh program Bantuan Stimulan perumahan Kementerian PKPUnitKEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPerumahan
03.04.0005
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Rumah Tangga Dengan Akses Hunian Layak, Terjangkau, dan Berkelanjutan yang Difasilitasi
Jumlah Unit Rumah Tangga yang Difasilitasi PembiayaannyaJumlah unit rumah yang pembiayaannya difasilitasi oleh pemerintah atau lembaga keuangan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak.UnitKEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPerumahan
03.04.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Rumah Tangga Dengan Akses Hunian Layak, Terjangkau, dan Berkelanjutan yang Difasilitasi
Jumlah Unit Rumah Tangga yang Ditingkatkan KualitasnyaJumlah unit rumah yang telah direnovasi atau ditingkatkan kualitasnya agar memenuhi standar hunian layak oleh program Bantuan Stimulan perumahan Kementerian PKPUnitKEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPerumahan
03.04.008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Unit Rumah yang Dilengkapi Dengan Prasarana, Sarana dan Utilitas
Jumlah Unit Rumah yang Dilengkapi Dengan Prasarana, Sarana dan UtilitasBantuan pembangunan berupa penyediaan komponen prasarana, sarana, dan utilitas umum perumahan untuk meningkatkan perumahan yang layak.UnitKEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNAN"Program: 06.06-Percepatan Penyediaan Perumahan dan Permukiman. Kegiatan: 06.06.01-Fasilitasi Penyediaan Perumahan Terintegrasi dengan PSU Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; Seluruh Kabupaten/Kota; Provinsi Jambi; Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Kalimantan Barat; Sulawesi Tenggara; Provinsi Aceh; Kab. Brebes, Kab. Pemalang, Kab. Klaten, Kab. Sragen; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah (Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Kota Pekanbaru, Kota Dumai; Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali (Kab. Buleleng, Kab. Jembrana, Kab. Klungkung, Kab. Gianyar, Kab. Karangasem, Kab. Bangli, Kab. Tabanan, Kota Denpasar); Kab. Tangerang; seluruh kabupaten/kota di Provinsi D.I. Yogyakarta (Kab. Bantul, Kab. Sleman, Kab. Gunungkidul, Kab. Kulon Progo, Kota Yogyakarta); Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk fasilitasi penyediaan dan peningkatan kualitas rumah yang terintegrasi dengan sarana dan prasarana perumahan yang memadai. Fokus ini ditujukan untuk mengatasi tingginya jumlah rumah tidak layak huni (RTLH), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), melalui mekanisme seperti bantuan rumah swadaya. Dengan menyediakan fasilitas yang lengkap dan terhubung, program ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan hunian yang layak, nyaman, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat."Perumahan
03.04.009
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Unit Rumah yang Dilengkapi Dengan Prasarana, Sarana dan Utilitas Hunian Vertikal
Jumlah Unit Rumah yang Dilengkapi Dengan Prasarana, Sarana dan Utilitas Hunian VertikalBantuan pembangunan berupa penyediaan komponen prasarana, sarana, dan utilitas umum perumahan vertikal publik untuk meningkatkan perumahan yang layakUnitKEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPerumahan
03.04.010
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Unit Rumah yang Ditingkatkan Kualitasnya
Jumlah Unit Rumah yang Ditingkatkan KualitasnyaKegiatan memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi layak huni yang diselenggarakan atas upaya pemerintah/pemerintah daerah/masyarakat baik secara perseorangan atau berkelompok, antara lain...UnitKEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNAN"Program: 06.06-Percepatan Penyediaan Perumahan dan Permukiman. Kegiatan: 06.06.01-Fasilitasi Penyediaan Perumahan Terintegrasi dengan PSU Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; Seluruh Kabupaten/Kota; Provinsi Jambi; Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Kalimantan Barat; Sulawesi Tenggara; Provinsi Aceh; Kab. Brebes, Kab. Pemalang, Kab. Klaten, Kab. Sragen; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah (Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Kota Pekanbaru, Kota Dumai; Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali (Kab. Buleleng, Kab. Jembrana, Kab. Klungkung, Kab. Gianyar, Kab. Karangasem, Kab. Bangli, Kab. Tabanan, Kota Denpasar); Kab. Tangerang; seluruh kabupaten/kota di Provinsi D.I. Yogyakarta (Kab. Bantul, Kab. Sleman, Kab. Gunungkidul, Kab. Kulon Progo, Kota Yogyakarta); Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk fasilitasi penyediaan dan peningkatan kualitas rumah yang terintegrasi dengan sarana dan prasarana perumahan yang memadai. Fokus ini ditujukan untuk mengatasi tingginya jumlah rumah tidak layak huni (RTLH), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), melalui mekanisme seperti bantuan rumah swadaya. Dengan menyediakan fasilitas yang lengkap dan terhubung, program ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan hunian yang layak, nyaman, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat."Perumahan
06.01.018
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah unit sekolah unggul baru yang beroperasi
Jumlah unit sekolah unggul baru yang beroperasiJumlah sekolah unggul baru yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan fasilitas, sumber daya, proses pembelajaran, serta tata kelola guna mendorong terciptanya lulusan dengan kualitas unggul dan...UnitKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPendidikan
03.04.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Pemindahan dan/atau Penugasan ASN ke Ibu Kota Nusantara
Jumlah Unit Terbangun pada Ibu Kota NusantaraJumlah unit hunian yang telah dibangun dan siap dihuni oleh ASN di IKNUnitOTORITA IBUKOTA NUSANTARAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Ibu Kota NusantaraTAHUNANPerumahan
02.02.0078
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah usaha e-commerce di Pulau KalimantanJumlah usaha e-commerce di Pulau KalimantanUnitBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-ProvinsiTAHUNANPerdagangan
02.02.0079
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah usaha e-commerce di Pulau Papua-MalukuJumlah usaha e-commerce di Pulau Papua-MalukuUnitBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-ProvinsiTAHUNANPerdagangan
02.02.0080
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah usaha e-commerce di Pulau SulawesiJumlah usaha e-commerce di Pulau SulawesiUnitBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-ProvinsiTAHUNANPerdagangan
06.03.0013
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase usaha e-commerce yang melakukan ekspor
Jumlah Usaha E-Commerce yang Melakukan EksporJumlah usaha e-commerce yang menggunakan platform online untuk menjual produk atau layanan ke luar negeriunit usahaBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIlmu Pengetahuan Dan Teknologi
02.10.0072
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha KecilProporsi jumlah usaha kecil merupakan perbandingan jumlah unit usaha kecil terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang sama. Skala usaha kecil didasarkan pada PP No. 7 tahun 2021Unit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota per Skala UsahaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0071
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah usaha kecil berdasarkan lapangan usaha (KBLI dan/atau sektoral)Jumlah usaha kecil berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dan/atau sektoralUnit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0070
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Kecil dengan Usaha Berbadan Hukum, Jumlah pelaku usaha yang Memiliki Catatan Pembukuan Lengkap, dan Jumlah UsahaProporsi usaha kecil dengan usaha berbadan hukum atau memiliki catatan pembukuan lengkap merupakan nilai yang menunjukkan proporsi pelaku usaha (berusaha sendiri, dibantu buruh tidak tetap/pekerja...Unit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0069
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Kecil yang memiliki Sertifikasi (Halal) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah usaha kecil/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah usaha kecil/Pelaku Usaha yang memiliki Sertifikasi (Halal) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0068
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Kecil yang Memiliki Sertifikasi Mutu ProdukPersentase jumlah UMKM/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah UMKM/Pelaku Usaha yang memiliki Sertifikasi Mutu Produk terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0067
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Kecil yang memiliki Standardisasi (SNI) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah usaha kecil/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah usaha kecil/Pelaku Usaha yang memiliki Standardisasi (SNI) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0066
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Kecil yang Menerapkan Digitalisasi dan Jumlah UMKMPersentase usaha kecil yang menerapkan Digitalisasi merupakan perbandingan jumlah usaha kecil yang menggunakan atau memanfaatkan Digitalisasi dalam rantai usaha/bisnis terhadap seluruh unit usaha...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0065
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Kecil yang Menerapkan Teknologi Produksi dan Jumlah UMKMPersentase usaha kecil yang menerapkan Teknologi merupakan perbandingan jumlah usaha kecil yang menerapkan dari sisi menggunakan atau memanfaatkan teknologi produksi dalam rantai usaha/bisnis...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/KotasiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0064
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Kecil yang Terjalin Kemitraan dan Jumlah UMKMPersentase kemitraan usaha kecil adalah indikator penting dalam menilai seberapa sukses usaha kecil dalam menjalin hubungan dengan pihak lain, baik itu perusahaan besar, lembaga keuangan, pemerintah,...unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0063
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha MenengahProporsi jumlah usaha menengah merupakan perbandingan jumlah unit usaha menengah terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang sama. Skala usaha dan menengah didasarkan pada PP No. 7 tahun 2021Unit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota per Skala UsahaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0062
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah usaha menengah berdasarkan lapangan usaha (KBLI dan/atau sektoral)Jumlah usaha menengah berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dan/atau sektoralUnit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0061
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah dengan Usaha Berbadan Hukum, Jumlah pelaku usaha yang Memiliki Catatan Pembukuan Lengkap, dan Jumlah UsahaProporsi usaha menengah dengan usaha berbadan hukum atau memiliki catatan pembukuan lengkap merupakan nilai yang menunjukkan proporsi pelaku usaha (berusaha sendiri, dibantu buruh tidak tetap/pekerja...Unit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0060
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah yang memiliki Sertifikasi (Halal) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah usaha menengah/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah usaha menengah/Pelaku Usaha yang memiliki Sertifikasi (Halal) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0059
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah yang Memiliki Sertifikasi Mutu ProdukPersentase jumlah UMKM/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah UMKM/Pelaku Usaha yang memiliki Sertifikasi Mutu Produk terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
Showing 1,651-1,700 of 3,346 items.
IDId DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis PengajuanJenis DataIndikator VariabelStandar DataMitra Sektor BappenasInstansi Produsen DataUnit Kerja Produsen DataDefinisiSatuanKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranTag RadStatus Persetujuan
    
16294203.07.009
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga)
Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga)PrioritasSTATISTIKIndikatorBADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONALPusat Data dan Teknologi InformasiIndeks Pembangunan Keluarga (iBangga) merupakan ukuran program pembangunan keluarga yang ditunjukkan melalui dimensi ketentraman, kemandirian dan kebahagiaan keluarga serta menggambarkan peran dan...Tanpa Satuan-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota.TAHUNANKependudukanTERSEDIA
16294302.11.0049
    • RPJPN 2025-2045
    • Permenparekraf 2/2024
  1. -
Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN)PrioritasSTATISTIKVariabel24510031KEMENTERIAN PARIWISATAAsisten Deputi Perancangan Destinasi PariwisataNilai yang menggambarkan kualitas pembangunan kepariwisataan bersifat lintas sektor dalam suatu wilayah pada waktu tertentu.-Terbuka[32010026] Wilayah;DUA TAHUNANPariwisataTERSEDIA
16294403.07.010
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pembangunan Kualitas Keluarga (IPKK)
Indeks Pembangunan Kualitas Keluarga (IPKK)PrioritasSTATISTIKIndikatorDirektorat Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan AnakKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALDirektorat Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan AnakIPKK mengukur kualitas keluarga berdasarkan 3 (tiga) dimensi, yaitu kesejahteraan, ketahanan, dan partisipasi. Ketiga dimensi tersebut merupakan elemen vital yang menunjukkan fungsi keluarga serta...persen-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKependudukanTERSEDIA
16294508.02.003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM)
Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM)PrioritasSTATISTIKIndikator10310006PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIAPusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya BacaAngka yang menggambarkan tingkat usaha yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah (tingkat provinsi dan kabupaten/kota) dalam membina dan mengembangkan perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang...IndeksTerbukaWilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKebudayaanTERSEDIA
16294603.07.012
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas)
Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas)PrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALDirektorat Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan OlahragaIndeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) merupakan indikator kuantitatif yang mengukur sosial kemasyarakatan dengan memotret dimensi kohesi sosial, inklusi sosial, dan pengembangan kapasitas masyarakat...--Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Ibu Kota NusantaraTAHUNANKependudukanTERSEDIA
16294702.11.001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pembangunan Pariwisata (Travel & Tourism Development Index)
Indeks Pembangunan Pariwisata (Travel & Tourism Development Index)PrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN PARIWISATABiro Data dan Sistem InformasiPeringkat yang diperoleh Kementerian Pariwisata dalam Travel and Tourism Development Index yang diselenggarakan oleh World Economic Forum (WEF) untuk mengukur daya saing sektor pariwisata suatu...peringkat-Wilayah Administrasi: NasionalDUA TAHUNANPariwisataTERSEDIA
16294806.04.003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pembangunan Pemuda
Indeks Pembangunan PemudaPrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGAAsisten Deputi Sistem dan Strategi Pelayanan KepemudaanSuatu ukuran atau indeks komposit mengenai gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia meliputi tiga lapisan pembangunan pemuda yaitu pembangunan individu, pembangunan penghidupan dan...nilai-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/KotaTAHUNANPemudaTERSEDIA
16294907.04.003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pembangunan Pulau-Pulau Kecil
Indeks Pembangunan Pulau-Pulau KecilPrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANDirektorat Pesisir dan Pulau-Pulau KecilSuatu alat ukur atau indikator komposit yang dirancang untuk menilai dan mengevaluasi tingkat pembangunan di pulau-pulau kecil. Indeks ini mencakup berbagai dimensi pembangunan, seperti ekonomi,...Indeks-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKelautanTERSEDIA
16295009.03.007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pembangunan Statistik (IPS)
Indeks Pembangunan Statistik (IPS)PrioritasSTATISTIKIndikatorBADAN PUSAT STATISTIKBIRO PERENCANAANUkuran komposit yang menggambarkan tingkat kematangan penyelenggaraan statistik sektoral di instansi pemerintah (Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah).Indeks-Instansi Pemerintah: Nasional, Instansi Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/KotaTAHUNANDukung LainnyaTERSEDIA
16295109.03.008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pembangunan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (IPTIK)
Indeks Pembangunan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (IPTIK)PrioritasSTATISTIKIndikatorBADAN PUSAT STATISTIKDIREKTORAT STATISTIK KEUANGAN, TEKNOLOGI INFORMASI, DAN PARIWISATAIndeks pembangunan TIK merupakan Indeks komposit yang mengkombinasikan 11 indikator dan dikelompokan kedalam tiga subindeks (Akses dan infrastruktur TIK, Penggunaan TIK dan Keahlian TIK) menjadi...Poin-Nasional, ProvinsiTAHUNANPariwisataTERSEDIA
Showing 331-340 of 4,145 items.