(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| # | ID DDP | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Data | Instansi Produsen Data | Definisi | Satuan | Catatan kebutuhan dukungan Data Daerah | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1301 | 05.01.0058 |
|
| Jumlah Transaksi Fidusia berdasarkan provinsi | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | Merupakan total transaksi fidusia yang terjadi di setiap provinsi dalam suatu wilayah atau negara tertentu | Sertifikat | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1302 | 05.01.0059 |
|
| Jumlah Transaksi Firma berdasarkan jenis transaksi (pendaftaran, perubahan, pembubaran) | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | Banyaknya permohonan transaksi layanan Firma yang merupakan persekutuan yang menjalankan usaha secara terus menerus dan setiap sekutunya berhak bertindakatas nama persekutuan. | Dokumen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1303 | 05.01.0060 |
|
| Jumlah Transaksi Persekutuan Perdata berdasarkan jenis transaksi (pendaftaran, perubahan, pembubaran) | STATISTIK | KEMENTERIAN HUKUM | banyaknya permohonan transaksi layanan persekutuan perdata persekutuan yang menjalankan profesi secara terus menerus dan setiap sekutunya bertindak atas nama sendiri serta bertanggung jawab sendiri te... | Dokumen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1304 | 02.08.0002 |
|
| Jumlah UMKM yang Memiliki Izin Usaha (NIB) | STATISTIK | KEMENTERIAN INVESTASI DAN HILIRISASI/BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL | Jumlah UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik (OSS). NIB merupakan bentuk legalitas formal dari pelaku usaha. | unit usaha | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1305 | 03.04.0001 |
|
| Jumlah Unit 98 pada Ibu Kota Nusantara | STATISTIK | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Jumlah unit hunian yang diperuntukkan bagi ASN dengan golongan tertentu (misalnya golongan 98) | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1306 | 03.04.0002 |
|
| Jumlah Unit Hunian Vertikal yang Dibangun | STATISTIK | KEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN | Jumlah unit hunian vertikal yang selesai dibangun dalam satu tahun oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D), swasta, dan swadaya masy... | unit per tahun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1307 | 07.03.008 |
|
| Jumlah unit KSA, KPA, dan TB dengan kategori pengelolaan efektif | STATISTIK | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Indikator Jumlah unit KSA (Kawasan Suaka Alam), KPA (Kawasan Pelestarian Alam), dan TB (Taman Buru) dengan kategori pengelolaan efektif mengukur jumlah kawasan konservasi yang telah memenuhi standar e... | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1308 | 03.04.0003 |
|
| Jumlah Unit Non 98 Terbangun pada Ibu Kota Nusantara | STATISTIK | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Jumlah unit hunian yang diperuntukkan bagi ASN di luar golongan 98 | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1309 | 07.05.049 |
|
| Jumlah unit pengelola taman kehati yang difasilitasi perencanan dan pengelolaanya | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | fasilitasi perencanan dan pengelolaann unit pengelola taman kehati pada level daerah (provinsi/kab/kota) | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1310 | 03.04.007 |
|
| Jumlah Unit Rumah Baru yang Terbangun | STATISTIK | KEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN | Kegiatan pembangunan rumah baru yang layak huni yang diselenggarakan atas prakarsa dan upaya pemerintah/pemerintah daerah/masyarakat baik secara perseorangan dan/atau berkelompok. | Unit | "Program: 06.06-Percepatan Penyediaan Perumahan dan Permukiman. Kegiatan: 06.06.01-Fasilitasi Penyediaan Perumahan Terintegrasi dengan PSU Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; Seluruh Kabupaten/Kota; Provinsi Jambi; Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Kalimantan Barat; Sulawesi Tenggara; Provinsi Aceh; Kab. Brebes, Kab. Pemalang, Kab. Klaten, Kab. Sragen; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah (Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Kota Pekanbaru, Kota Dumai; Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali (Kab. Buleleng, Kab. Jembrana, Kab. Klungkung, Kab. Gianyar, Kab. Karangasem, Kab. Bangli, Kab. Tabanan, Kota Denpasar); Kab. Tangerang; seluruh kabupaten/kota di Provinsi D.I. Yogyakarta (Kab. Bantul, Kab. Sleman, Kab. Gunungkidul, Kab. Kulon Progo, Kota Yogyakarta); Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk fasilitasi penyediaan dan peningkatan kualitas rumah yang terintegrasi dengan sarana dan prasarana perumahan yang memadai. Fokus ini ditujukan untuk mengatasi tingginya jumlah rumah tidak layak huni (RTLH), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), melalui mekanisme seperti bantuan rumah swadaya. Dengan menyediakan fasilitas yang lengkap dan terhubung, program ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan hunian yang layak, nyaman, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1311 | 03.04.0004 |
|
| Jumlah Unit Rumah Tangga yang Dibangun | STATISTIK | KEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN | Jumlah unit rumah yang telah dibangun atau ditingkatkan kualitasnya agar memenuhi standar hunian layak oleh program Bantuan Stimulan perumahan Kementerian PKP | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1312 | 03.04.0005 |
|
| Jumlah Unit Rumah Tangga yang Difasilitasi Pembiayaannya | STATISTIK | KEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN | Jumlah unit rumah yang pembiayaannya difasilitasi oleh pemerintah atau lembaga keuangan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak. | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1313 | 03.04.0006 |
|
| Jumlah Unit Rumah Tangga yang Ditingkatkan Kualitasnya | STATISTIK | KEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN | Jumlah unit rumah yang telah direnovasi atau ditingkatkan kualitasnya agar memenuhi standar hunian layak oleh program Bantuan Stimulan perumahan Kementerian PKP | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1314 | 03.04.008 |
|
| Jumlah Unit Rumah yang Dilengkapi Dengan Prasarana, Sarana dan Utilitas | STATISTIK | KEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN | Bantuan pembangunan berupa penyediaan komponen prasarana, sarana, dan utilitas umum perumahan untuk meningkatkan perumahan yang layak. | Unit | "Program: 06.06-Percepatan Penyediaan Perumahan dan Permukiman. Kegiatan: 06.06.01-Fasilitasi Penyediaan Perumahan Terintegrasi dengan PSU Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; Seluruh Kabupaten/Kota; Provinsi Jambi; Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Kalimantan Barat; Sulawesi Tenggara; Provinsi Aceh; Kab. Brebes, Kab. Pemalang, Kab. Klaten, Kab. Sragen; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah (Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Kota Pekanbaru, Kota Dumai; Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali (Kab. Buleleng, Kab. Jembrana, Kab. Klungkung, Kab. Gianyar, Kab. Karangasem, Kab. Bangli, Kab. Tabanan, Kota Denpasar); Kab. Tangerang; seluruh kabupaten/kota di Provinsi D.I. Yogyakarta (Kab. Bantul, Kab. Sleman, Kab. Gunungkidul, Kab. Kulon Progo, Kota Yogyakarta); Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk fasilitasi penyediaan dan peningkatan kualitas rumah yang terintegrasi dengan sarana dan prasarana perumahan yang memadai. Fokus ini ditujukan untuk mengatasi tingginya jumlah rumah tidak layak huni (RTLH), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), melalui mekanisme seperti bantuan rumah swadaya. Dengan menyediakan fasilitas yang lengkap dan terhubung, program ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan hunian yang layak, nyaman, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1315 | 03.04.009 |
|
| Jumlah Unit Rumah yang Dilengkapi Dengan Prasarana, Sarana dan Utilitas Hunian Vertikal | STATISTIK | KEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN | Bantuan pembangunan berupa penyediaan komponen prasarana, sarana, dan utilitas umum perumahan vertikal publik untuk meningkatkan perumahan yang layak | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1316 | 03.04.010 |
|
| Jumlah Unit Rumah yang Ditingkatkan Kualitasnya | STATISTIK | KEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN | Kegiatan memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi layak huni yang diselenggarakan atas upaya pemerintah/pemerintah daerah/masyarakat baik secara perseorangan atau berkelompok, antara lain peningkata... | Unit | "Program: 06.06-Percepatan Penyediaan Perumahan dan Permukiman. Kegiatan: 06.06.01-Fasilitasi Penyediaan Perumahan Terintegrasi dengan PSU Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; Seluruh Kabupaten/Kota; Provinsi Jambi; Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Kalimantan Barat; Sulawesi Tenggara; Provinsi Aceh; Kab. Brebes, Kab. Pemalang, Kab. Klaten, Kab. Sragen; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah (Kab. Kapuas, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Katingan, Kab. Seruyan, Kab. Sukamara, Kab. Lamandau, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Murung Raya, Kab. Barito Timur, Kota Palangkaraya); Kota Pekanbaru, Kota Dumai; Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali (Kab. Buleleng, Kab. Jembrana, Kab. Klungkung, Kab. Gianyar, Kab. Karangasem, Kab. Bangli, Kab. Tabanan, Kota Denpasar); Kab. Tangerang; seluruh kabupaten/kota di Provinsi D.I. Yogyakarta (Kab. Bantul, Kab. Sleman, Kab. Gunungkidul, Kab. Kulon Progo, Kota Yogyakarta); Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk fasilitasi penyediaan dan peningkatan kualitas rumah yang terintegrasi dengan sarana dan prasarana perumahan yang memadai. Fokus ini ditujukan untuk mengatasi tingginya jumlah rumah tidak layak huni (RTLH), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), melalui mekanisme seperti bantuan rumah swadaya. Dengan menyediakan fasilitas yang lengkap dan terhubung, program ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan hunian yang layak, nyaman, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat." | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1317 | 06.01.018 |
|
| Jumlah unit sekolah unggul baru yang beroperasi | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Jumlah sekolah unggul baru yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan fasilitas, sumber daya, proses pembelajaran, serta tata kelola guna mendorong terciptanya lulusan dengan kualitas unggul dan daya... | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1318 | 03.04.0007 |
|
| Jumlah Unit Terbangun pada Ibu Kota Nusantara | STATISTIK | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Jumlah unit hunian yang telah dibangun dan siap dihuni oleh ASN di IKN | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1319 | 06.03.0013 |
|
| Jumlah Usaha E-Commerce yang Melakukan Ekspor | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Jumlah usaha e-commerce yang menggunakan platform online untuk menjual produk atau layanan ke luar negeri | unit usaha | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1320 | 07.05.050 |
|
| Jumlah usaha/kegiatan/izin pengelolaan SDA dan lingkungan yang diawasi ketaatannya | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | menunjukkan jumlah izin yang diawasi dari total izin yang diterbitkan | usaha/ kegiatan/ izin | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1321 | 02.03.027 |
|
| Jumlah varietas unggul tanaman dan hewan untuk pangan yang dilepas | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Varietas unggul adalah varietas yang dikembangkan oleh peneliti dan sudah dilepas ke masyarakat melalui penetepan Keputusan Menteri Pertanian atau pejabat yang diberi kewenangan untuk itu. Varietas un... | varietas, galur | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1322 | 02.03.0030 |
|
| Jumlah Varietas Unggul Tanaman yang Dilepas | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Total varietas tanaman pangan yang telah disahkan oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian atau pejabat berwenang lainnya. | varietas | Ya | Tidak | Ya | Ya | Ya | |
| 1323 | 02.09.0005 |
|
| Jumlah Volume Usaha Koperasi | STATISTIK | KEMENTERIAN KOPERASI | Total nilai seluruh usaha koperasi dari semua sektor (konsumsi, jasa, simpan pinjam, dan produksi), mencakup nilai penjualan, penerimaan jasa, serta pembiayaan yang dilakukan koperasi dalam satu tahun... | rupiah | Program: 03.03-Peningkatan Produktivitas UMKM dan Koperasi. Kegiatan: 03.03.01-Pengembangan Koperasi Sektor Produksi Lokasi Prioritas: Provinsi Sulawesi Utara; Provinsi Jawa Timur. Deskripsi: Kontribusi koperasi terhadap perekonomian masih rendah (VUK koperasi ≈1,07% PDB nasional pada 2021), dan didominasi koperasi simpan pinjam (≈69%), sementara sektor produksi—pertanian & perikanan (≈9%) dan industri pengolahan (≈0,6%)—masih kecil. Arah program menekankan penguatan koperasi sektor produksi melalui pengembangan usaha dan hilirisasi untuk menaikkan nilai tambah, akselerasi volume usaha, peningkatan kapasitas SDM dan kualitas tata kelola/regulasi, serta penguatan kelembagaan. Dampak yang dituju: kontribusi ekonomi dan penciptaan kerja meningkat, serta kesejahteraan anggota koperasi membaik. Indikator SIPD: 000872 - Proporsi Volume Usaha Koperasi Sektor Produksi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1324 | 02.09.0006 |
|
| Jumlah Volume Usaha Koperasi Sektor Produksi | STATISTIK | KEMENTERIAN KOPERASI | Nilai kegiatan usaha koperasi produksi yang mencakup total pendapatan dari penjualan barang/jasa produksi, penyaluran hasil produksi, atau layanan usaha produksi lainnya dalam satu tahun buku. | rupiah | Program: 03.03-Peningkatan Produktivitas UMKM dan Koperasi. Kegiatan: 03.03.01-Pengembangan Koperasi Sektor Produksi Lokasi Prioritas: Provinsi Sulawesi Utara; Provinsi Jawa Timur. Deskripsi: Kontribusi koperasi terhadap perekonomian masih rendah (VUK koperasi ≈1,07% PDB nasional pada 2021), dan didominasi koperasi simpan pinjam (≈69%), sementara sektor produksi—pertanian & perikanan (≈9%) dan industri pengolahan (≈0,6%)—masih kecil. Arah program menekankan penguatan koperasi sektor produksi melalui pengembangan usaha dan hilirisasi untuk menaikkan nilai tambah, akselerasi volume usaha, peningkatan kapasitas SDM dan kualitas tata kelola/regulasi, serta penguatan kelembagaan. Dampak yang dituju: kontribusi ekonomi dan penciptaan kerja meningkat, serta kesejahteraan anggota koperasi membaik. Indikator SIPD: 000872 - Proporsi Volume Usaha Koperasi Sektor Produksi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1325 | 01.01.0031 |
|
| Jumlah Wilayah Perairan Indonesia yang Telah Disurvei | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Total luas wilayah perairan Indonesia—meliputi perairan pedalaman, kepulauan, teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dan landas kontinen—yang telah diperbarui datanya melalui survei hidrografi dan... | kilometer persegi (km²) | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1326 | 03.01.0014 |
|
| Jumlah Wilayah Sungai dengan Sistem Hidrologi | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Wilayah sungai yang telah mengembangkan sistem untuk memantau parameter hidrologi seperti debit air, curah hujan, dan kualitas air. | wilayah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1327 | 03.01.0015 |
|
| Jumlah Wilayah Sungai dengan Sistem Informasi Sumber Daya Air (SISDA) | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Wilayah sungai yang telah memiliki sistem informasi untuk mengelola data dan informasi terkait sumber daya air. | wilayah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1328 | 03.01.0016 |
|
| Jumlah Wilayah Sungai dengan Sistem Peringatan Dini Banjir | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Wilayah sungai yang telah mengembangkan sistem untuk mendeteksi dan memberikan peringatan dini mengenai potensi banjir. | wilayah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1329 | 03.01.038 |
|
| Jumlah wilayah sungai kewenangan pusat dengan neraca air tidak dalam kondisi kritis/defisit | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Jumlah wilayah sungai dengan neraca air tidak dalam kondisi kritis, dengan memastikan penggunaan dan pasokan air yang berkelanjutan | wilayah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1330 | 03.01.0017 |
|
| Kapasitas air baku yang telah dimanfaatkan dari bendungan potensinya | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Jumlah air baku yang saat ini diambil dan digunakan dari bendungan untuk berbagai kebutuhan, seperti air minum, irigasi, atau industri | persen | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1331 | 03.01.039 |
|
| Kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terbangun | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Jumlah SR yang dapat dilayani oleh seluruh IPAL Skala Perkotaan, Permukiman, dan Kawasan Tertentu secara nasional. Dapat diestimasikan dari kapasitas volumen pengolahan yang dikonversi menggunakan rat... | KK | Program: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.06-Penyediaan dan Pengawasan Sanitasi Aman, Berkelanjutan, dan Berketahanan Iklim Berbasis CWIS Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi & kabupaten/kota) dengan prioritisasi: wilayah metropolitan & ibu kota provinsi; wilayah DAS dan kawasan pesisir prioritas; serta challenging area (rawan air, pesisir, dll), sambil mempertimbangkan Readiness Criteria (RC) dan kinerja daerah. Contoh fokus yang disebut: Prov. Jawa Timur (38 kab/kota), Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jambi, Riau (Rokan Hulu/Rokan Hilir), klaster Gorontalo (Pohuwato, Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo, Gorontalo Utara, Kota Gorontalo), Kab. Tana Tidung, Kab. Luwu & Pangkajene Kepulauan, Kota Pariaman, serta Kab. Klungkung–Gianyar–Karangasem. Deskripsi: Cakupan dan pemanfaatan sanitasi aman masih rendah: hanya ±10,21% rumah tangga yang terlayani; dari 514 kab/kota baru ~60% memiliki fasilitas pengolahan air limbah domestik dengan utilisasi hanya 20–30%. Sekitar 80% konsumsi air rumah tangga menjadi air limbah berpatogen (mis. E. coli) yang berkontribusi pada 73% kasus diare; dampak berulang memicu malnutrisi dan stunting (prevalensi 2023: 21,5%) serta menaikkan beban biaya pengolahan air dan kerugian ekonomi (>2% PDB/tahun). Intervensi diarahkan untuk meningkatkan cakupan, keberfungsian, dan kualitas infrastruktur SPALD/IPLT (termasuk pendekatan CWIS), memperluas akses air minum & sanitasi aman, dan mengurangi pencemaran—guna mendukung SDG 6 serta pemenuhan hak dasar atas air dan sanitasi. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1332 | 07.05.0049 |
|
| Kapasitas IPAL Terbangun | STATISTIK | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Kapasitas dari instalasi pengolahan air limbah yang telah dibangun | kubik | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1333 | 07.05.0050 |
|
| Kapasitas IPAL yang Dimanfaatkan | STATISTIK | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Kapasitas dari instalasi pengolahan air limbah yang saat ini digunakan | kubik | Ya | Tidak | Ya | Ya | Ya | |
| 1334 | 03.01.040 |
|
| Kapasitas prasarana air baku yang dibangun | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Tambahan debit air yang dapat diolah dan atau dimanfaatkan untuk keperluan domestik, perkotaan, industri, dan lain-lain yang bersumber dari mata air, air tanah, air permukaan, air hujan, atau sumber a... | meter kubik per detik | Indikator SIPD: 000574 - Kapasitas layanan prasarana air baku yang dibangun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1335 | 03.01.041 |
|
| Kapasitas prasarana air baku yang direhabilitasi | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | debit air yang dapat diolah dan atau dimanfaatkan untuk keperluan domestik, perkotaan, industri, dan lain-lain yang bersumber dari mata air, air tanah, air permukaan, air hujan, atau sumber air lainny... | meter kubik per detik | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1336 | 03.01.042 |
|
| Kapasitas prasarana pengendali lahar dan sedimen | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | kemampuan infrastruktur atau sistem yang dirancang untuk mengendalikan atau mengatur aliran lahar (material vulkanik yang panas dan cair) serta sedimen (partikel tanah, batu, atau material lain yang t... | meter kubik (m³) | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1337 | 02.01.014 |
|
| Kapasitas Produksi Industri Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan Batubara | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Kemampuan Industri Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan Batubara untuk dapat menghasilkan output atau memprodusi produk Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan Batubara dalam periode tertentu. Yang dim... | ribu ton | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1338 | 02.01.015 |
|
| Kapasitas Produksi Industri Olahan Bauksit | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Hasil produksi maksimum yang dapat dicapai perusahaan untuk memproduksi produk olahan bauksit (Smelter Grade Alumina, Ingot, Aluminium Rod, Aluminium Slab, Aluminium Plate, Aluminium Sheet/Strip, Alum... | juta ton per tahun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1339 | 02.01.016 |
|
| Kapasitas Produksi Industri Olahan Nikel | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Hasil produksi maksimum yang dapat dicapai perusahaan untuk memproduksi produk olahan nikel (NPI/FENI/Ni Matte/MHP/Ni Sulfat/Ni Cobalt, Stainless Steel Slab, Stainless HRC/CRC, Stainless Steel Billet,... | juta ton per tahun | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.01-Pengembangan Hilirisasi Nikel Lokasi Prioritas: Sulawesi Tengah Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1340 | 02.01.017 |
|
| Kapasitas Produksi Industri Olahan Tembaga | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Hasil produksi maksimum yang dapat dicapai perusahaan untuk memproduksi produk olahan tembaga (Cu Concentrade, Cu Cathoda, Cu Slab, Cu billet, Cu Strip, Copper Tube, Cu bar & Rods, Copper Wire). | ribu ton per tahun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1341 | 02.01.018 |
|
| Kapasitas Produksi Industri Olahan Timah | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Hasil produksi maksimum yang dapat dicapai perusahaan untuk memproduksi produk olahan timah ( Timah Solder, Timah Chemical, dan Timah Powder) | ribu ton per tahun | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1342 | 02.04.013 |
|
| Kapasitas Produksi Pati Sagu | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Kemampuan produksi maksimum yang dapat dicapai untuk memproduksi pati sagu. Yang dimaksud dengan industri pati sagu adalah seluruh industri yang berada pada KBLI 10622. | ton per tahun | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1343 | 09.03.025 |
|
| Kapasitas Pusat Data Perkapita | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Besaran angka yang diperoleh dengan cara membagi kapasitas data center nasional dengan total jumlah penduduk Indonesia | watt per kapita | Program: 03.02-Peningkatan Konektivitas Digital dan Transisi Energi Listrik. Kegiatan: 03.02.02-Pengembangan dan Peningkatan Ekosistem Digital Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi Kalimantan Tengah – Kab. Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Katingan, Seruyan, Sukamara, Lamandau, Gunung Mas, Pulang Pisau, Murung Raya, Barito Timur, serta Kota Palangkaraya. Deskripsi: Penguatan ekosistem digital diarahkan untuk mendukung transformasi pemerintahan digital dan masyarakat digital. Fokusnya meliputi perluasan infrastruktur TIK, peningkatan layanan publik berbasis digital, literasi & talenta digital, serta tata kelola data dan keamanan siber—agar pelayanan kian inklusif, efisien, dan andal di seluruh Indonesia, dengan penajaman implementasi pada kabupaten/kota prioritas di Kalimantan Tengah. | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1344 | 03.01.043 |
|
| Kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Terbangun | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Kapasitas SPAM yang terbangun melalui kegiatan Pembangunan SPAM Jaringan perpipaan dari SPAM Regional, SPAM Kabupaten, SPAM Kota dan SPAM berbasis Masyarakat serta SPAM bukan jaringan perpipaan | liter per detik | Program: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.05-Pengembangan SPAM Terintegrasi Hulu ke Hilir Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi/Kab/Kota: Papua Barat*; D.I. Yogyakarta (indikatif); Jawa Timur; Sumatera Barat; Riau (Kab. Bengkalis, Kab. Kepulauan Meranti); Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Kota Pontianak); Kalimantan Selatan; Sulawesi Tengah; Kota Makassar; Aceh (Kab. Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Besar, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Jaya). Deskripsi: Isu strategis ketahanan air mengemuka karena adanya 12,7 juta ha lahan kritis, potensi penurunan PDB hingga 7,3% pada 2045 bila ancaman air tidak tertangani, serta dampak perubahan iklim: hari hujan menurun namun intensitas makin ekstrem sehingga risiko banjir dan kekeringan meningkat. Ribuan mata air hilang dalam 10 tahun terakhir dan sekitar 40% mengalami penurunan debit (contoh: Umbulan turun dari 6.000 menjadi 2.800 L/detik). Respons yang dibutuhkan meliputi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) vegetatif, pembangunan bangunan konservasi tanah dan air, serta peningkatan tutupan hutan di DAS untuk menjamin kuantitas dan kualitas air secara berkelanjutan. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1345 | 03.01.044 |
|
| Kapasitas Tampungan Air | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Volume tampungan air yang dapat dimanfaatkan (m3) seperti waduk, embung, atau tampungan air lainnya dibagi dengan jumlah penduduk (jiwa) | meter kubik per kapita | Indikator Utama Pembangunan - 43c-i. Kapasitas Tampungan Air (m3/kapita) | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1346 | 03.01.0018 |
|
| Kapasitas terpakai Idle Capacity IPLT | STATISTIK | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Volume aktual lumpur tinja yang diolah oleh IPLT dalam periode tertentu | meter kubik per hari | Program: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.06-Penyediaan dan Pengawasan Sanitasi Aman, Berkelanjutan, dan Berketahanan Iklim Berbasis CWIS Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi & kabupaten/kota) dengan prioritisasi: wilayah metropolitan & ibu kota provinsi; wilayah DAS dan kawasan pesisir prioritas; serta challenging area (rawan air, pesisir, dll), sambil mempertimbangkan Readiness Criteria (RC) dan kinerja daerah. Contoh fokus yang disebut: Prov. Jawa Timur (38 kab/kota), Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jambi, Riau (Rokan Hulu/Rokan Hilir), klaster Gorontalo (Pohuwato, Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo, Gorontalo Utara, Kota Gorontalo), Kab. Tana Tidung, Kab. Luwu & Pangkajene Kepulauan, Kota Pariaman, serta Kab. Klungkung–Gianyar–Karangasem. Deskripsi: Cakupan dan pemanfaatan sanitasi aman masih rendah: hanya ±10,21% rumah tangga yang terlayani; dari 514 kab/kota baru ~60% memiliki fasilitas pengolahan air limbah domestik dengan utilisasi hanya 20–30%. Sekitar 80% konsumsi air rumah tangga menjadi air limbah berpatogen (mis. E. coli) yang berkontribusi pada 73% kasus diare; dampak berulang memicu malnutrisi dan stunting (prevalensi 2023: 21,5%) serta menaikkan beban biaya pengolahan air dan kerugian ekonomi (>2% PDB/tahun). Intervensi diarahkan untuk meningkatkan cakupan, keberfungsian, dan kualitas infrastruktur SPALD/IPLT (termasuk pendekatan CWIS), memperluas akses air minum & sanitasi aman, dan mengurangi pencemaran—guna mendukung SDG 6 serta pemenuhan hak dasar atas air dan sanitasi. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1347 | 02.01.0019 |
|
| Kapasitas Terpasang Industri Pengolahan Garam Industri | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Kapasitas maksimal produksi yang dapat dicapai oleh fasilitas industri dalam periode yang sama. | ton | Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional yang terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 1348 | 09.03.026 |
|
| Kecepatan internet jaringan pitalebar bergerak (Mobile Broadband) | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Rata-rata waktu, latensi, dan throughput yang dibutuhkan untuk transfer data melalui jaringan mobile broadband | megabit per detik | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1349 | 09.03.027 |
|
| Kecepatan internet jaringan pitalebar tetap (Fixed Broadband) | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Rata-rata waktu, latensi, dan throughput yang dibutuhkan untuk transfer data melalui fixed mobile broadband | megabit per detik | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1350 | 05.02.024 |
|
| Kecepatan penyampaian informasi peringatan dini bencana tsunami ke publik | STATISTIK | BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA | Indikator kecepatan penyampaian informasi kejadian bencana tsunami kepada publik adalah ukuran kuantitatif yang menggambarkan seberapa cepat informasi terkait suatu kejadian bencana tsunami disampaika... | menit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
Showing 1,301-1,350 of 2,951 items.
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 03,01,027 |
|
| Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang memiliki RISPAM termutakhirkan | Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum yang selanjutnya disingkat RISPAM adalah suatu rencana jangka panjang (15-20 tahun) yang merupakan bagian atau tahap awal dari perencanaan air minum jaringan... | provinsi/ kabupaten/ kota | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 06,01,016 |
|
| Jumlah Provinsi dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di atas 31% | Jumlah Provinsi dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di atas 31% adalah jumlah unit wilayah administrasi setingkat provinsi di Indonesia yang memiliki APK Pendidikan Tinggi (usia... | provinsi | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Program: 04.06-Penguatan Pendidikan Tinggi Berkualitas yang Merata dan Pengembangan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM). Kegiatan: 04.06.01-Peningkatan Relevansi dan Perluasan Akses Pendidikan Tinggi Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi Jawa Timur. Deskripsi: Akses ke pendidikan tinggi masih timpang: rasio APK PT kelompok 20% termiskin vs 20% terkaya hanya 0,33 (2023); hanya 10,15% penduduk usia ≥15 tahun yang menamatkan pendidikan tinggi; dan <40% siswa melanjutkan ke perguruan tinggi. Dari sisi relevansi, <7% lulusan PT terserap di industri prioritas; lulusan bidang STEM <40%; serta ada gap suplai–permintaan talenta pada manufaktur, energi, dan ICT. Program diarahkan untuk menaikkan partisipasi dan relevansi melalui perluasan akses (beasiswa/affirmative untuk kelompok rentan), penguatan mutu & link-and-match (magang terstruktur, kurikulum berbasis proyek/kompetensi, tracer study wajib), serta pembukaan prodi keilmuan masa depan (mis. polimer, natural sciences terapan, gim). Pilar yang didorong pada tiap PT: akses, mutu, relevansi, dan daya saing—agar lulusan lebih terserap di sektor prioritas dan mobilitas sosial meningkat. | Pendidikan | |
| 09,01,013 |
|
| Jumlah Provinsi dengan Indeks Kinerja Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat berkategori Sangat Baik | Indeks kinerja Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat adalah untuk mengukur tingkat atau standar tentang kinerja gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Dalam indeks kinerja GWPP yang menjadi objek... | Poin | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi | TAHUNAN | Dalam Negeri | ||
| 09,06,019 |
|
| Jumlah Provinsi dengan Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) berkategori Tuntas Paripurna | Pemenuhan Indikator Daerah dengan Mutu Layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Daerah berkategori tinggi, sebagai berikut dipenuhi melalui: 1. sudah melakukan pengisian form 4 tahapan permendagri... | Total | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi | TAHUNAN | Dalam Negeri | ||
| 10,03,0014 |
|
| Jumlah Provinsi dengan Kapasitas Sedang | Jumlah provinsi yang memiliki tingkat kapasitas penanggulangan bencana yang dikategorikan sebagai sedang | jumlah daerah (provinsi, kabupaten, atau kota). | BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kewilayahan | ||
| 10,03,0015 |
|
| Jumlah Provinsi dengan Kapasitas Tinggi | Jumlah provinsi yang memiliki tingkat kapasitas penanggulangan bencana yang dikategorikan sebagai tinggi. | jumlah daerah (provinsi, kabupaten, atau kota). | BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kewilayahan | ||
| 06,05,021 |
|
| Jumlah Provinsi dengan Sekolah Khusus Olahraga yang Terstandardisasi | Jumlah Provinsi dengan Sekolah Khusus Olahraga yang Terstandardisasi | Provinsi | KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | "Program: 04.09-Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Kegiatan: 04.09.03-Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Olahraga Lokasi Prioritas: Provinsi Jawa Tengah; Provinsi Jawa Timur (SPOBNas); Provinsi Kalimantan Selatan; Kota Batam; Kota Padang; serta cakupan nasional di seluruh provinsi. Deskripsi: Capaian Indonesia di Olimpiade dan Paralimpiade masih fluktuatif dan cenderung menurun, sehingga diperlukan manajemen dan sistem pembinaan talenta olahraga yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Melalui kebijakan terobosan MTN di bidang olahraga, program ini menargetkan pembinaan olahragawan muda secara lebih terstruktur agar siap bersaing di level global, dengan orientasi pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045." | Olahraga | |
| 09,01,0018 |
|
| Jumlah Provinsi di Seluruh Indonesia | Jumlah keseluruhan provinsi di Indonesia. | Total | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi | TAHUNAN | Dalam Negeri | ||
| 06,05,0003 |
|
| Jumlah provinsi yang melakukan kampanye budaya berolahraga | Definisi: Jumlah provinsi yang mengadakan kegiatan kampanye budaya berolahraga dalam lingkup olahraga masyarakat, pendidikan, dan layanan khusus, termasuk untuk disabilitas, selama periode... | Provinsi | KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Olahraga | |||
| 03,01,028 |
|
| Jumlah Provinsi yang melakukan pelaporan kinerja Air Minum di tingkat Kab/Kota | Jumlah provinsi yang menyampaikan laporan capaian akses dan kinerja air minum di Provinsi dan Kabupaten/Kota nya. Laporan disampaikan melalui surat gubernur kepada menteri dalam negeri atau melalui... | Total | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 03,01,029 |
|
| Jumlah Provinsi yang melakukan pelaporan kinerja Sanitasi (Air Limbah Domestik) di tingkat Kab/Kota | Jumlah provinsi yang menyampaikan laporan capaian akses dan kinerja sanitasi di Provinsi dan Kabupaten/Kota nya. Laporan disampaikan melalui surat gubernur kepada menteri dalam negeri atau melalui... | Total | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 04,02,0009 |
|
| Jumlah Provinsi yang Melibatkan Penyandang Disabilitas dalam Penyusunan Kebijakan | Jumlah provinsi yang secara aktif melibatkan penyandang disabilitas dalam proses penyusunan kebijakan publik. | Provinsi | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi : Provinsi | TAHUNAN | Indikator ini didapatkan dengan mengumpulkan data keterlibatan penyandang disabilitas dalam penyusunan kebijakan di provinsi. | Sosial | |
| 04,02,0010 |
|
| Jumlah Provinsi yang Melibatkan Perwakilan Lansia dalam Penyusunan Kebijakan | Jumlah provinsi yang secara aktif melibatkan perwakilan lansia dalam proses penyusunan kebijakan publik, termasuk perencanaan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan yang berdampak pada... | Provinsi | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Indikator ini didapatkan dengan mengumpulkan data keterlibatan lansia dalam penyusunan kebijakan di provinsi. | Sosial | |
| 09,02,022 |
|
| Jumlah Provinsi Yang Memenuhi Belanja Infrastruktur Pelayanan Publik | Pemenuhan Belanja Infrastruktur Pelayanan Publik merupakan salah satu pemenuhan belanja wajib sesuai Pasal 147 UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD, yaitu: Daerah wajib mengalokasikan belanja... | Total | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi | TAHUNAN | Keuangan | ||
| 06,01,0094 |
|
| Jumlah provinsi yang memiliki IPG madrasah kategori baik | Jumlah provinsi yang memiliki nilai IPG di atas ambang batas tertentu yang dikategorikan sebagai "baik" | jumlah provinsi | KEMENTERIAN AGAMA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | "Program: 04.04-Penguatan Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berkualitas. Kegiatan: 04.04.02-Restrukturisasi kewenangan pengelolaan guru meliputi formasi, rekrutmen, pengangkatan dan penempatan, mobilitas, pembinaan karier profesional (e.g. pelatihan, in-service training), perlindungan hukum, dan kesejahteraan berbasis kinerja Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia; Provinsi Kalimantan Utara; Provinsi Papua; Provinsi Kalimantan Timur; 96 Desa di Sulawesi Tenggara; dan Provinsi Jawa Barat. Deskripsi: Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan menjadi prasyarat utama untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Saat ini, Indonesia masih menghadapi masalah kekurangan guru berkualitas (angka kecukupan guru SD-SMK rendah, 0,6-0,7), distribusi guru yang belum merata (terutama SMP-SMK) yang menyebabkan disparitas mutu, dan 60 ribu guru pensiun setiap tahunnya. Upaya pemenuhan kebutuhan guru dalam 3 tahun terakhir dinilai kurang optimal karena formasi yang diusulkan Pemda tidak sepenuhnya sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, dibutuhkan restrukturisasi kewenangan atau reformasi menyeluruh dalam pengelolaan guru (meliputi formasi, rekrutmen, pengangkatan, penempatan, mobilitas, pembinaan karier, perlindungan hukum, dan kesejahteraan berbasis kinerja). Hal ini bertujuan untuk memastikan kemudahan mobilitas guru antardaerah, memenuhi kebutuhan guru (termasuk penggantian guru pensiun), dan mengatasi persoalan ketidakmerataan distribusi serta disparitas mutu, sekaligus memperbaiki koordinasi pemerintah pusat dan daerah." | Pendidikan | |
| 05,02,020 |
|
| Jumlah provinsi yang memiliki kemampuan intelijen minimal | Jumlah provinsi yang memiliki kapasitas intelijen dasar dalam mengumpulkan informasi dan menjalankan operasi untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba. | Provinsi | BADAN NARKOTIKA NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 08,01,0011 |
|
| jumlah provinsi yang memiliki nilai IKUB sangat tinggi | Definisi: Jumlah provinsi yang memiliki nilai IKUB dalam rentang 80 hingga 100, yang dikategorikan sebagai tingkat kerukunan umat beragama "sangat tinggi". | Provinsi | KEMENTERIAN AGAMA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Agama | ||
| 07,05,042 |
|
| Jumlah provinsi yang mengalami peningkatan skor Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH) sektor air laut | Jumlah provinsi yang menunjukkan peningkatan skor pada Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH) khususnya di sektor air laut dibandingkan dengan periode sebelumnya. IRLH sektor air laut menilai respons... | Provinsi | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | WILAYAH ADMINISTRASI NASIONAL, PROVINSI | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 03,01,030 |
|
| Jumlah proyek pembiayaan kreatif infrastruktur air limbah domestik yang siap dikerjasamakan | Jumlah proyek SPALD yang siap untuk dikerjasamakan yang dibuktikan melalui kesepakatan melalui Perjanjian Kerja Sama | proyek | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 03,01,031 |
|
| Jumlah proyek pembiayaan kreatif infrastruktur air minum yang siap dikerjasamakan | Jumlah proyek pembiayaan kreatif infrastruktur air minum yang memasuki tahap transaksi dan penetapan kerja sama | proyek | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 09,05,005 |
|
| Jumlah proyek yang ditawarkan untuk dilaksanakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) | Jumlah proyek yang masuk dalam Daftar Rencana Proyek KPBU dengan status siap ditawarkan ditambah dengan jumlah proyek yang sedang dalam proses Prakualifikasi pada tahun berjalan. | proyek | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000343 - Jumlah proyek yang ditawarkan untuk dilaksanakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). | Perencanaan Pembangunan Nasional | |
| 02,02,007 |
|
| Jumlah PTA/FTA/CEPA yang terselesaikan | Jumlah Preferential Trade Agreement (PTA)/ Free Trade Agreement (FTA)/ Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang terselesaikan adalah jumlah Perundingan Perdagangan Internasional yang... | kesepakatan | KEMENTERIAN PERDAGANGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Sektor; Jenis Perundingan: PTA, FTA, CEPA | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000339 - Jumlah PTA/FTA/CEPA yang disepakati | Perdagangan | |
| 09,03,0034 |
|
| Jumlah PTN, PTS, PTIK yang memberikan kredensial mikro | Jumlah Perguruan Tinggi Nasional (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan Perguruan Tinggi Ikatan Dinas (PTIK) yang aktif menyelenggarakan kredensial mikro—program singkat berbasis... | Perguruan Tinggi | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Informasi | |||
| 05,02,021 |
|
| Jumlah Pusat Pendidikan Polwan | Jumlah lembaga pendidikan yang secara khusus didedikasikan untuk mendidik dan melatih Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia. Lembaga ini bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan kompetensi Polwan... | Unit | KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 06,01,0308 |
|
| Jumlah Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) yang terpetakan berdasarkan keunggulan komoditas penelitiannya | Jumlah Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) yang terpetakan berdasarkan keunggulan komoditas penelitiannya | Unit | KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Pendidikan | ||
| 04,01,0081 |
|
| Jumlah Puskesmas dan RS Pemerintah yang Melaksanakan Pelayanan Kefarmasian Sesuai Standar | Jumlah puskesmas dan RS pemerintah yang memenuhi kriteria standar pelayanan kefarmasian, yaitu memiliki SOP pengelolaan sediaan farmasi (kecuali distribusi) dan melaksanakan pelayanan farmasi klinis... | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04,01,0082 |
|
| Jumlah Puskesmas dengan kelengkapan SPA minimal 70% | Jumlah Puskesmas yang memiliki kelengkapan sarana, prasarana, dan alat kesehatan mencapai minimal 70% sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.01-Investasi pelayanan kesehatan primer Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota); fokus provinsi/daerah: Maluku Utara; Kalimantan Timur; Papua Tengah*; Nusa Tenggara Timur; Provinsi Jawa Timur (Puskesmas di 38 kab/kota hingga desa/kelurahan); Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta Kab. Indragiri Hilir. Deskripsi: Kualitas pelayanan kesehatan primer masih rendah: baru 28% Puskesmas terakreditasi paripurna, 18,5% memenuhi standar sarana–prasarana–alkes, hanya 1,17% kab/kota memiliki unit layanan desa/kelurahan sesuai standar, dan sekitar 18% kab/kota memiliki cakupan Posyandu aktif berbasis siklus hidup ≥75%. Peran kader kesehatan belum optimal, sementara Puskesmas dan jaringannya adalah garda terdepan surveilans, deteksi dini, dan pencegahan. Program memprioritaskan penguatan Puskesmas hingga tingkat desa melalui peningkatan akreditasi dan sarpras, penguatan kader dan partisipasi masyarakat, serta tata kelola layanan primer yang lebih responsif dan inklusif. | Kesehatan | |
| 04,01,0083 |
|
| Jumlah Puskesmas dengan Ketersediaan Obat Esensial dan Vaksin IRL Sesuai Standar | Jumlah Puskesmas yang memiliki minimal 90% dari 40 jenis obat esensial dan 7 jenis vaksin IRL sesuai kebutuhan | Jumlah | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000821 - Puskesmas dengan ketersediaan obat esensial dan Vaksi IRL (Imunisasi Rutin Lengkap) | Kesehatan | |
| 04,01,0084 |
|
| Jumlah Puskesmas di wilayah kerja KB MKJP | Definisi: Puskesmas yang memenuhi kriteria berikut: - Memiliki minimal 2 bidan kompeten dalam pelayanan KB MKJP (bersertifikat pelatihan). - Minimal 50% Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah kerja... | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04,01,0085 |
|
| Jumlah Puskesmas mampu Pelayanan KB MKJP | Definisi: Puskesmas yang memenuhi kriteria berikut: - Memiliki minimal 2 bidan kompeten dalam pelayanan KB MKJP (bersertifikat pelatihan). - Minimal 50% Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah kerja... | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04,01,0252 |
|
| Jumlah Puskesmas Rawat Inap | Jumlah sarana pelayanan kesehatan dan pengobatan masyarakat tingkat Puskesmas yang memiliki rawat inap sesuai dengan standar di level kecamatan | Puskesmas | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Kecamatan | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04,01,0086 |
|
| Jumlah Puskesmas Terakreditasi Paripurna yang Sertifikatnya Masih Berlaku | Jumlah Puskesmas yang telah memperoleh status akreditasi paripurna dari lembaga akreditasi resmi dan sertifikat akreditasinya masih berlaku dalam kurun waktu 2025-2029 | Jumlah | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000775 - Persentase Puskesmas Terakreditasi Paripurna 000823 - Presentasi puskesmas terakreditasi paripurna | Kesehatan | |
| 04,01,0088 |
|
| Jumlah puskesmas yang memberikan layanan farmakoterapi | Jumlah Puskesmas yang memberikan layanan farmakoterapi, Puskesmas yang menyediakan obat-obatan untuk membantu pasien berhenti merokok. | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04,01,0089 |
|
| Jumlah puskesmas yang memberikan layanan santun lansia sesuai standar di suatu wilayah | Definisi: Jumlah Puskesmas yang telah memenuhi kriteria sebagai Puskesmas Santun Lansia, yaitu menyediakan ruang khusus untuk pelayanan lansia, memiliki akses yang ramah lansia (seperti jalan tidak... | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04,01,0090 |
|
| Jumlah Puskesmas yang memenuhi standar jenis dan jumlah tenaga kesehatan sesuai klasifikasi wilayah dan layanan | Persentase Puskesmas teregistrasi dan laik operasional yang memenuhi standar minimal jenis dan jumlah SDMK berdasarkan lingkup pelayanan fasyankes (rawat inap dan non-rawat inap) dan klasifikasi... | persen | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000774 - Persentase Puskesmas dengan jenis tenaga medis dan tenaga kesehatan sesuai standar. 000825 - Presentase puskesmas dengan jenis dan jumlah SDM kesehatan sesuai standar | Kesehatan | |
| 04,01,0091 |
|
| Jumlah Puskesmas yang Mencapai Seluruh Target INM | Jumlah Puskesmas yang telah memenuhi semua target yang ditetapkan dalam Indikator Nasional Mutu sesuai regulasi | Jumlah | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.01-Investasi pelayanan kesehatan primer Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota); fokus provinsi/daerah: Maluku Utara; Kalimantan Timur; Papua Tengah*; Nusa Tenggara Timur; Provinsi Jawa Timur (Puskesmas di 38 kab/kota hingga desa/kelurahan); Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta Kab. Indragiri Hilir. Deskripsi: Kualitas pelayanan kesehatan primer masih rendah: baru 28% Puskesmas terakreditasi paripurna, 18,5% memenuhi standar sarana–prasarana–alkes, hanya 1,17% kab/kota memiliki unit layanan desa/kelurahan sesuai standar, dan sekitar 18% kab/kota memiliki cakupan Posyandu aktif berbasis siklus hidup ≥75%. Peran kader kesehatan belum optimal, sementara Puskesmas dan jaringannya adalah garda terdepan surveilans, deteksi dini, dan pencegahan. Program memprioritaskan penguatan Puskesmas hingga tingkat desa melalui peningkatan akreditasi dan sarpras, penguatan kader dan partisipasi masyarakat, serta tata kelola layanan primer yang lebih responsif dan inklusif. | Kesehatan | |
| 04,01,0092 |
|
| Jumlah Puskesmas yang ramah penyandang disabilitas | Jumlah Puskesmas yang telah memenuhi standar aksesibilitas dan pelayanan bagi penyandang disabilitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. | Jumlah | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.01-Investasi pelayanan kesehatan primer Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota); fokus provinsi/daerah: Maluku Utara; Kalimantan Timur; Papua Tengah*; Nusa Tenggara Timur; Provinsi Jawa Timur (Puskesmas di 38 kab/kota hingga desa/kelurahan); Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta Kab. Indragiri Hilir. Deskripsi: Kualitas pelayanan kesehatan primer masih rendah: baru 28% Puskesmas terakreditasi paripurna, 18,5% memenuhi standar sarana–prasarana–alkes, hanya 1,17% kab/kota memiliki unit layanan desa/kelurahan sesuai standar, dan sekitar 18% kab/kota memiliki cakupan Posyandu aktif berbasis siklus hidup ≥75%. Peran kader kesehatan belum optimal, sementara Puskesmas dan jaringannya adalah garda terdepan surveilans, deteksi dini, dan pencegahan. Program memprioritaskan penguatan Puskesmas hingga tingkat desa melalui peningkatan akreditasi dan sarpras, penguatan kader dan partisipasi masyarakat, serta tata kelola layanan primer yang lebih responsif dan inklusif. | Kesehatan | |
| 04,01,0093 |
|
| Jumlah Puskesmas yang telah mampu melaksanakan tatalaksana kekerasan terhadap perempuan dan anak sesuai standar | Definisi: Puskesmas yang memiliki minimal dua tenaga kesehatan terlatih dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta fasilitas dan prosedur yang sesuai dengan pedoman... | Unit | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.15-Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Tata Kelola. Kegiatan: 04.15.01-Investasi pelayanan kesehatan primer Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota); fokus provinsi/daerah: Maluku Utara; Kalimantan Timur; Papua Tengah*; Nusa Tenggara Timur; Provinsi Jawa Timur (Puskesmas di 38 kab/kota hingga desa/kelurahan); Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta Kab. Indragiri Hilir. Deskripsi: Kualitas pelayanan kesehatan primer masih rendah: baru 28% Puskesmas terakreditasi paripurna, 18,5% memenuhi standar sarana–prasarana–alkes, hanya 1,17% kab/kota memiliki unit layanan desa/kelurahan sesuai standar, dan sekitar 18% kab/kota memiliki cakupan Posyandu aktif berbasis siklus hidup ≥75%. Peran kader kesehatan belum optimal, sementara Puskesmas dan jaringannya adalah garda terdepan surveilans, deteksi dini, dan pencegahan. Program memprioritaskan penguatan Puskesmas hingga tingkat desa melalui peningkatan akreditasi dan sarpras, penguatan kader dan partisipasi masyarakat, serta tata kelola layanan primer yang lebih responsif dan inklusif. | Kesehatan | |
| 05,01,0048 |
|
| Jumlah putusan perdata yang dimohonkan eksekusi | Jumlah permohonan eksekusi putusan perdata yang diajukan ke pengadilan dalam periode tertentu. | Perkara | MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | wilayah administrasi/pengadilan | TAHUNAN | Hukum | ||
| 05,01,0151 |
|
| Jumlah Putusan Perkara Konstitusi | Banyaknya putusan suatu perkara konstitusi yang diajukan oleh pemohon dan telah dicatat dalam buku registrasi perkara konstitusi elektronik, diperiksa dan diputuskan dalam rapat permusyawaratan... | Dokumen | MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Jenis Perkara Konstitusi; Jenis Amar Putusan | TAHUNAN | Hukum | ||
| 05,01,0152 |
|
| Jumlah Putusan Perkara Pengujian Undang-Undang | Banyaknya putusan untuk menyelesaikan suatu perkara pengujian undang-undang yang diajukan oleh pemohon dan telah dicatat dalam buku registrasi perkara konstitusi elektronik, diperiksa dan diputuskan... | Dokumen | MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Jenis Amar Putusan; Jenis Pengujian Undang-Undang; Undang-Undang yang Diuji | TAHUNAN | Hukum | ||
| 05,01,0153 |
|
| Jumlah Putusan Perkara Pengujian Undang-Undang (PUU) Bersyarat | Banyaknya putusan bersyarat suatu perkara pengujian undang-undang yang diajukan oleh pemohon dan telah dicatat dalam buku registrasi perkara konstitusi elektronik, diperiksa dan diputuskan dalam... | Dokumen | MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Jenis Putusan Pengujian Undang-Undang Bersyarat | TAHUNAN | Hukum | ||
| 05,01,0196 |
|
| Jumlah putusan perkara pidana banding yang salinan putusannya telah diterima jaksa | salinan putusan Perkara yang diajukan banding oleh terdakwa atau penuntut umum | Jumlah Perkara | KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Hukum | ||
| 05,01,0195 |
|
| Jumlah putusan perkara pidana kasasi | Salinan putusan Perkara yang salinan putusan diterima oleh jaksa | Jumlah Perkara | KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Hukum | ||
| 09,03,0035 |
|
| Jumlah Rancangan Undang-undang Berdasarkan Tahapannya (Penyusunan, Harmonisasi, Pembahasan) | Data yang mencatat total banyaknya Rancangan Undang-Undang (RUU) yang sedang berada pada masing-masing tahapan proses legislasi di DPR RI, yaitu Pembahasan, Harmonisasi, Penyusunan. | RUU | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Informasi | |||
| 09,03,0036 |
|
| Jumlah Rancangan Undang-undang Perubahan Program Legislasi Nasional Prioritas Tahunan Berdasarkan Lembaga Pengusul | Data yang menunjukkan total banyaknya Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas, dikelompokkan berdasarkan lembaga yang mengusulkan,... | RUU | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Informasi | ||
| 09,03,0037 |
|
| Jumlah Rancangan Undang-undang Perubahan Program Legislasi Nasional Prioritas Tahunan Usulan DPR RI | Data yang mencatat total banyaknya Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan yang diusulkan oleh DPR RI untuk masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas dalam periode tertentu. | RUU | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Informasi | ||
| 09,03,0038 |
|
| Jumlah Rancangan Undang-undang Program Legislasi Nasional Berdasarkan Lembaga Pengusul | Data yang menunjukan total banyaknya Rancangan Undang-undang (RUU) yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas), dikelompokan berdasarkan lembaga yang mengusulkan, seperti DPR, Presiden,... | RUU | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Informasi | ||
| 09,03,0039 |
|
| Jumlah Rancangan Undang-undang Program Legislasi Nasional Prioritas Tahunan Berdasarkan Lembaga Pengusul | Data yang menunjukkan total banyaknya Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas, dikelompokkan berdasarkan lembaga yang mengusulkan, seperti DPR... | RUU | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Informasi | ||
| 09,03,0040 |
|
| Jumlah Rancangan Undang-undang Program Legislasi Nasional Prioritas Tahunan Usulan DPR RI | Data yang mencatat total banyaknya Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diusulkan oleh DPR RI untuk masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas dalam periode tertentu. | RUU | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Informasi |
Showing 1,301-1,350 of 3,330 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 197414 | 07,04,0058 |
|
| Indeks Kesehatan Laut Indonesia (IKLI) | Prioritas | STATISTIK | Indikator | Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintah Digital | KEMENTERIAN KOORDINATOR PANGAN | Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim | Indeks Kesehatan Laut (Ocean Health Index/OHI) Indonesia adalah penilaian kondisi laut berdasarkan seberapa baik laut menyediakan manfaat dan layanan bagi manusia, dengan skor yang bervariasi... | numerik /indeks | - | tabel, grafik dan diagram | TAHUNAN | Kelautan | TERSEDIA | |
| 197415 | 02,03,003 |
|
| Indeks Kesejahteraan Petani (IKP) | Prioritas | STATISTIK | Indikator | BADAN PUSAT STATISTIK | DIREKTORAT STATISTIK PETERNAKAN, PERIKANAN, DAN KEHUTANAN | Ukuran yang menggambarkan kondisi kesejahteraan rumah tangga pertanian secara multidimensi mencakup dimensi ketahanan pangan dan gizi, pendidikan, Kesehatan, standar hidup layak, pendapatan dan... | - | Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pertanian | TERSEDIA | |||
| 197416 | 04,02,001 |
|
| Indeks kesejahteraan sosial untuk penduduk lanjut usia | Prioritas | STATISTIK | Indikator | Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial | KEMENTERIAN SOSIAL | Biro Perencanaan | Perhitungan keberfungsian sosial untuk penduduk lanjut usia, yang menilai kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan... | persen | - | Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Sosial | TERSEDIA | |
| 197417 | 04,02,002 |
|
| Indeks kesejahteraan sosial untuk penyandang disabilitas | Prioritas | STATISTIK | Indikator | Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial | KEMENTERIAN SOSIAL | Biro Perencanaan | Perhitungan keberfungsian sosial untuk penduduk penyandang disabilitas, yang menilai kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu... | persen | - | Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Sosial | TERSEDIA | |
| 197418 | 07,04,0001 |
|
| Indeks Kesiapan Prasarana Pengawasan SDKP | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Direktorat Prasarana dan Sarana Pengawasan | Nilai untuk mengukur Mengukur kesiapan prasarana pengawasan, terutama bangunan utama yang mendukung operasi pengawasan SDKP | nilai (0-100) | - | Nasional | TAHUNAN | Kelautan | TERSEDIA | ||
| 197419 | 07,04,0002 |
|
| Indeks Kesiapan Sarana Pengawasan SDKP | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Direktorat Prasarana dan Sarana Pengawasan | Nilai untuk Mengukur kesiapan sarana pengawasan, terutama kapal pengawas, dalam melaksanakan tugas pengawasan SDKP. | nilai (0-100) | - | Nasional | TAHUNAN | Kelautan | TERSEDIA | ||
| 197420 | 09,03,004 |
|
| Indeks Kesiapsiagaan dan Ketahanan Siber Nasional | Prioritas | STATISTIK | Indikator | BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA | Biro Perencanaan dan Keuangan | Indeks Kesiapsiagaan dan Ketahanan Siber Nasional merupakan indikator yang mengukur seberapa siap dan tangguh suatu negara dalam mengatasi ancaman, serangan, dan gangguan di ruang siber, serta... | Indeks | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Informasi | TERSEDIA | ||
| 197421 | 03,01,006 |
|
| Indeks Ketahanan Air Nasional | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Dewan Sumber Daya Air | Keterpenuhan kebutuhan air yang layak dan berkelanjutan untuk kehidupan dan pembangunan serta terkelolanya risiko yang berkaitan dengan air melalui 5 dimensi pengelolaan sumber daya air (1. Dimensi... | Indeks | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | TERSEDIA | ||
| 197422 | 06,04,002 |
|
| Indeks Ketahanan Diri Remaja | Prioritas | STATISTIK | Indikator | BADAN NARKOTIKA NASIONAL | Direktorat Informasi dan Edukasi | Pengukuran terhadap kemampuan individu dalam menghadapi dorongan, keinginan atau pengaruh untuk menyalahgunakan narkoba. | skor indeks | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA | ||
| 197423 | 07,02,002 |
|
| Indeks Ketahanan Energi | Prioritas | STATISTIK | Indikator | Direktorat Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Setjen DEN | Ketahanan energi nasional adalah suatu kondisi ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap... | Indeks | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | TERSEDIA |
Showing 261-270 of 4,134 items.
