(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| # | ID DDP | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Data | Instansi Produsen Data | Definisi | Satuan | Catatan kebutuhan dukungan Data Daerah | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 951 | 06.01.0084 |
|
| Jumlah peserta didik madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan pendidikan keagamaan yang telah mencapai standar kompetensi minimum AKM (minimal level cakap) pada aspek numerasi | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Definisi: Jumlah peserta didik yang mencapai kategori 'Cakap' atau lebih tinggi dalam literasi membaca dan numerasi. | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 952 | 04.01.0079 |
|
| Jumlah peserta didik perempuan usia kelas 5 SD atau sederajat | STATISTIK | KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH | Total jumlah anak perempuan yang terdaftar di kelas 5 SD atau tingkat pendidikan sederajat dalam periode yang sama | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 953 | 06.01.0085 |
|
| Jumlah Peserta Didik yang Menyelesaikan Pendidikan Setara Formal | STATISTIK | KEMENTERIAN AGAMA | Jumlah peserta didik yang telah menyelesaikan program pendidikan kesetaraan di pesantren atau lembaga pendidikan keagamaan lainnya, setara dengan jenjang pendidikan formal tertentu (misalnya, Paket A... | Orang | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 954 | 09.04.005 |
|
| Jumlah Peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Bidang Jurnalistik dan Pers | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Pengukuran indikator dilakukan untuk mengetahui jumlah peserta yang mengikuti dan menyelesaikan pelatihan peningkatan kapasitas SDM bidang jurnalistik dan pers. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatka... | Orang | Program: 01.02-Penguatan Komunikasi Publik dan Media. Kegiatan: 01.02.01-Penguatan Pers dan Media Massa yang Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri (BEJO'S) Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi), Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kepulauan Riau. Deskripsi: Kepercayaan publik terhadap objektivitas media menurun (LSI 2023: 66%), diperparah oleh konglomerasi kepemilikan media yang mengancam keragaman dan independensi, serta maraknya intimidasi terhadap insan pers yang tercermin pada turunnya indeks kemerdekaan pers (2023: 71,57; 2024: 69,36). Disrupsi digital menekan media konvensional: penetrasi TV turun (~86%), radio 13%, koran/majalah 8%, sementara online ~70% dan media sosial 62%; banyak media cetak tutup, pergeseran belanja iklan dominan ke media sosial (~80%) melemahkan pendapatan media arus utama. Kualitas konten juga jadi sorotan dengan 813 pengaduan (97,66% selesai), mencakup pelanggaran P3-SPS dan Kode Etik (minim verifikasi/uji informasi). Sasaran program: memulihkan kepercayaan dan kemerdekaan pers serta membangun ekosistem media yang berintegritas, bertanggung jawab, edukatif, jujur, objektif, dan sehat secara industri. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 955 | 09.04.006 |
|
| Jumlah Peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Bidang Kominfo yang Bertalenta Digital | STATISTIK | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Pengukuran indikator dilakukan untuk mengetahui jumlah peserta yang mengikuti dan menyelesaikan pelatihan peningkatan kapasitas SDM bidang Komdigi yang bertalenta digital dalam program Digital talent... | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 956 | 05.01.0047 |
|
| Jumlah Peserta Peningkatan Pemahaman Masyarakat terhadap Pancasila, Konstitusi dan Mahkamah Konstitusi | STATISTIK | MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA | Banyaknya orang yang terdaftar dalam kegiatan Peningkatan Pemahaman Masyarakat terhadap Pancasila, Konstitusi dan Mahkamah Konstitusi | Orang | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 957 | 06.02.018 |
|
| Jumlah Peserta yang mengikuti Pelatihan Vokasi yang Mendukung Pekerjaan Hijau (Green Jobs) | STATISTIK | KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN | Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja Hijau adalah Proses Mengembangkan Kemampuan yang Dibutuhkan untuk Melakukan Pekerjaan Hijau melalui Upskilling dan Reskilling Tenaga Kerja. | Orang | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 958 | 04.01.0080 |
|
| Jumlah petugas penjamah makanan yang mendapatkan pelatihan sesuai standar | STATISTIK | BADAN GIZI NASIONAL | Definisi: Jumlah individu yang terlibat langsung dalam penanganan makanan dan telah mengikuti pelatihan yang memenuhi standar higiene dan sanitasi pangan. Satuan: Orang Instansi Penghasil: Lembaga p... | Orang | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 959 | 05.02.0013 |
|
| Jumlah populasi jiwa terpapar yang berada di kawasan berisiko bencana tinggi | STATISTIK | BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA | Jumlah total individu yang tinggal atau beraktivitas di area yang telah diidentifikasi memiliki risiko tinggi terhadap bencana. | Orang | Ya | Tidak | Tidak | Tidak | Tidak | |
| 960 | 04.01.055 |
|
| Jumlah Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) yang terbentuk di tempat kerja informal | STATISTIK | KEMENTERIAN KESEHATAN | Jumlah Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) yang terbentuk di tempat kerja informal | pos | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 961 | 02.02.0010 |
|
| Jumlah Preferential Trade Agreement (PTA) yang Disepakati | STATISTIK | KEMENTERIAN PERDAGANGAN | PTA adalah perjanjian antara dua atau lebih negara yang memberikan hak istimewa masuk untuk produk tertentu dengan mengurangi tarif pada sejumlah garis tarif yang disepakati. | kesepakatan | Indikator SIPD: 000339 - Jumlah PTA/FTA/CEPA yang disepakati | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 962 | 02.02.0011 |
|
| Jumlah Produk ber-SNI | STATISTIK | BADAN STANDARDISASI NASIONAL | Jumlah jenis produk yang telah memenuhi dan memperoleh sertifikat produk penggunaan tanda SNI dan/atau sertifikat SNI. | unit produk | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 963 | 06.03.012 |
|
| Jumlah produk hasil iptek dan inovasi yang dimanfaatkan oleh Pemerintah dan Masyarakat | STATISTIK | BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL | Hasil riset dan inovasi pada bidang- bidang prioritas yang dimanfaatkan masyarakat, UMKM, pemerintah, produk hasil pemikiran, penelitian, pengembangan, pengkajian, dan/atau penerapan yang mengandung u... | produk | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 964 | 02.01.008 |
|
| Jumlah produk industri berbasis SDA yang diolah yang berdaya saing | STATISTIK | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Merupakan jumlah produk industri berbasis SDA yang diolah yang memiliki keunggulan komparatif. Produk industry yang berbasis SDA diklasifikasikan berdasarkan level HS 6 Digit dan kalasifikasi Lall). | produk (kumulaitif) | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 965 | 02.03.0024 |
|
| Jumlah Produk Peternakan Memenuhi Persyaratan Mutu | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah produk peternakan siap edar yang telah diuji dan memenuhi standar mutu. Reff: https://ditjenpkh.pertanian.go.id/storage/photos/shares/konten/File/LapKinerjaPKH_2024.pdf? | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 966 | 07.05.039 |
|
| Jumlah produk ramah lingkungan yang teregister dan masuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Jumlah produk ramah lingkungan yang teregister adalah jumlah produk barang/jasa publik yang melalui pengadaan barang/jasa publik ramah lingkungan yang teregister (green public procurement, GPP) untuk... | Unit | Indikator SIPD: 000261 - Jumlah produk ramah lingkungan yang teregister dan masuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 967 | 08.01.007 |
|
| Jumlah Produk Tersertifikasi Halal | STATISTIK | BADAN PENYELENGGARA JAMINAN PRODUK HALAL | Jumlah Sertifikasi Halal menunjukkan capaian jumlah produk yang berhasil mendapatkan sertifikat halal pada suatu tahun tertentu. Produk adalah barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman... | produk | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 968 | 07.05.040 |
|
| Jumlah produk yang bersertifikasi ramah lingkungan | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | (1) Indikator ini merupakan jumlah dari produk yang telah disertifikasi ramah lingkungan. (2) Produk/Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Hidup adalah barang dan jasa, termasuk teknologi yang telah mener... | produk | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 969 | 07.05.041 |
|
| Jumlah produk yang dikembangkan melalui bioprospeksi | STATISTIK | KEMENTERIAN KEHUTANAN | indikator ini merujuk pada jumlah produk yang berhasil dikembangkan melalui proses bioprospeksi, seperti obat-obatan, agrokimia, atau material sains. Bioprospeksi adalah kegiatan eksplorasi, ekstraks... | produk | Program: 02.16-Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Ekosistem, Spesies, dan Genetik. Kegiatan: 02.16.05-Peningkatan Bioprospeksi, Bioteknologi, Keamanan Hayati, serta Akses dan Pembagian Keuntungan Sumber Daya Genetik Lokasi Prioritas: Provinsi Jawa Timur. Deskripsi: Indonesia menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati darat–laut yang sangat tinggi, namun baru sekitar 3% yang dimanfaatkan. Pemanfaatan berbasis bioprospecting dan bioekonomi berpotensi mendorong ekonomi hijau dan melahirkan pusat pertumbuhan baru. Nilai ekonomi Sumber Daya Genetik diperkirakan ~USD 19,4 miliar (≈1,90% PDB), sementara potensi ekonomi maritim dapat mencapai ~USD 1.338 miliar per tahun. Arah program di Jawa Timur: pengelolaan berkelanjutan dan optimal atas aset hayati, pengembangan riset–inovasi dan hilirisasi, serta tata kelola dan kemitraan yang adil agar manfaat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat meningkat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 970 | 02.01.0015 |
|
| Jumlah Produksi Alat dan Mesin Pertanian | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Jumlah produksi alat dan mesin pertanian per jenis | Unit | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 971 | 02.03.0025 |
|
| Jumlah Produksi Bawang Putih | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah hasil tanaman bawang putih yang diambil hasilnya dalam setahun | ton | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. | Ya | Tidak | Ya | Ya | Ya |
| 972 | 02.03.014 |
|
| Jumlah Produksi Buah dan Sayur | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah hasil tanaman buah dan sayur yang diambil hasilnya dalam setahun | ton | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 973 | 02.04.001 |
|
| Jumlah Produksi Cengkeh | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman cengkeh menurut wujud produksi (hasil) yaitu bunga kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | Indikator SIPD: 000651 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Cengkeh | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 974 | 02.05.002 |
|
| Jumlah Produksi Daging | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya daging hasil pemotongan ternak di suatu wilayah, termasuk bagian yang dapat dimakan (edible portion), misalnya jeroan dan daging variasi, selama waktu tertentu. | Ton | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.10-Pengembangan Pangan Hewani Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi; 37 provinsi termasuk usulan PSN, salah satunya Kalimantan Tengah); Provinsi/Kab/Kota: Kabupaten Blora (Jawa Tengah, usulan PSN); Aceh (Provinsi Aceh; Kab. Aceh Besar); Bali; Bengkulu (Provinsi & seluruh kab/kota: Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu); D.I. Yogyakarta; Jambi; Jawa Barat; Kalimantan Selatan; Kalimantan Utara; Nusa Tenggara Barat (termasuk Kab. Sumba); Riau (termasuk Kab. Bintan); Sulawesi Tengah (termasuk Kab. Poso); Sulawesi Tenggara (Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kab. Buton, Muna, Bombana, Kolaka, Muna Barat); Sulawesi Utara; Sumatera Selatan; Sumatera Utara; Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Mempawah, Kapuas Hulu, Ketapang, Bengkayang, Landak, Melawi, Sekadau, Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Kota Singkawang); Sulawesi Selatan (Kab. Maros, Gowa, Luwu Utara/Seko, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Bone, Pangkajene Kepulauan, Pinrang); Sumatera Barat (Kab. Lima Puluh Kota, Kota Padang Panjang). Deskripsi: Kebutuhan pangan hewani meningkat sementara Indonesia masih bergantung impor untuk daging ruminansia dan susu (produksi domestik baru ~48% daging sapi dan ~21% susu dari kebutuhan), meski ayam dan telur surplus. Arah kebijakan menekankan swasembada pangan hewani berkualitas untuk memperkuat gizi (PPH: pangan hewani berkontribusi 12%) dan menu Makan Bergizi Sehat (PHTC 1), melalui peningkatan populasi dan produksi sapi potong serta sapi perah—antara lain lewat pengadaan minimal 1 juta ekor indukan & bakalan pada 2025–2029—dengan target pada 2029 produksi dalam negeri mencapai 57% (daging sapi) dan 93% (susu). Pendekatan mencakup pengembangan berbasis Lumbung Pangan dan Nexus Pangan–Energi–Air (FEW Nexus), penguatan rantai pasok (pakan, reproduksi, kesehatan hewan, logistik–rantai dingin), serta peningkatan nilai tambah agar pasokan protein hewani terjangkau, berkualitas, dan ketergantungan impor menurun. Indikator SIPD: 000652 - Jumlah Produksi Daging (sapi, kerbau, domba, kambing, ayam, itik, babi) | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 975 | 02.03.016 |
|
| Jumlah Produksi Florikultura | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah hasil komoditas florikultura menurut wujud produksi dalam setahun | tangkai, pohon, rumpun, kg | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 976 | 02.01.0016 |
|
| Jumlah Produksi Garam dari Perusahaan Garam | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Jumlah garam industri yang dihasilkan oleh perusahaan garam industri, baik milik pemerintah maupun swasta, yang mengelola produksi garam dalam skala industri | ton | "Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), namun tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan. Indikator SIPD: 000548 - Produksi Garam" | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 977 | 07.04.0010 |
|
| Jumlah Produksi Garam Rakyat | STATISTIK | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Jumlah garam yang dihasilkan oleh petambak garam tradisional atau masyarakat yang mengelola tambak garam secara mandiri | ton | "Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), namun tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan. Indikator SIPD: 000548 - Produksi Garam" | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 978 | 07.04.0011 |
|
| Jumlah Produksi Garam Tambak Garam | STATISTIK | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Jumlah total garam yang dihasilkan oleh petani garam rakyat dalam periode tertentu. | ton | "Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), namun tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan." | Tidak | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 979 | 07.03.006 |
|
| Jumlah Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (Buah-buahan, Umbi-umbian, Jagung, Sagu, Tebu, Singkong) | STATISTIK | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Total volume produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang mencakup komoditas seperti buah-buahan, umbi-umbian, jagung, sagu, tebu, dan singkong yang diperoleh dari kawasan hutan dalam periode tertentu.... | ton | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 980 | 02.03.017 |
|
| Jumlah Produksi Jagung | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Jumlah Produksi Jagung mengacu pada total volume jagung yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu di wilayah tertentu. Produksi jagung ini biasanya diukur dalam bentuk jagung pipilan kering dengan... | juta ton | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. Indikator SIPD: 000639 - Jumlah Produksi Jagung | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 981 | 02.04.002 |
|
| Jumlah Produksi Kakao | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman kakao menurut wujud produksi (hasil) yaitu biji kakao kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | Indikator SIPD: 000647 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Kakao | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 982 | 02.04.003 |
|
| Jumlah Produksi Karet | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman Karet menurut wujud produksi (hasil) yaitu karet kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | Indikator SIPD: 000648 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Karet | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 983 | 02.03.018 |
|
| Jumlah Produksi Kedelai | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil tanaman kedelai menurut wujud biji kering yang dihasilkan oleh petani atau kelompok tani dalam periode tahunan | ton | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. Indikator SIPD: 000641 - Jumlah Produksi Kedelai | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 984 | 02.04.004 |
|
| Jumlah Produksi Kelapa | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman kelapa menurut wujud produksi (hasil) yaitu kopra yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | "Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.06-Pengembangan Hilirisasi Kelapa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; 30 Provinsi; Provinsi Sulawesi Utara; Sulawesi Tengah; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Riau (Kab. Indragiri Hilir); Provinsi Aceh (Kab. Simeulue, Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Besar, Kab. Pidie, Kab. Bireuen, Kab. Aceh Utara); klaster kabupaten di Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kab. Kaur, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Tengah); Kabupaten Kebumen; klaster kabupaten di Maluku Utara (Kab. Halmahera Barat, Kab. Halmahera Utara, Kab. Halmahera Selatan, Kab. Kepulauan Sula); klaster kabupaten di Kalimantan Timur (Kab. Kutai Kartanegara, Kab. Kutai Barat); Kab. Bintan; klaster kabupaten/kota di Sumatera Barat (Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kota Pariaman); Kab. Tabanan; klaster kabupaten di Sulawesi Barat (Kab. Majene, Kab. Mamuju, Kab. Polewali Mandar, Kab. Mamasa); dan Kab. Tasikmalaya. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis kelapa, serta mendukung pengembangan kawasan perkebunan. Fokus utamanya adalah untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan utilisasi industri kelapa. Keseluruhan upaya ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri kelapa secara nasional. Indikator SIPD: 000646 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Kelapa" | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 985 | 02.04.005 |
|
| Jumlah Produksi Kelapa Sawit | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman kelapa sawit menurut wujud produksi (hasil) yaitu CPO dan PKO yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 986 | 02.04.006 |
|
| Jumlah Produksi Kopi | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman kopi menurut wujud produksi (hasil) yaitu biji kopi kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | Indikator SIPD: 000645 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Kopi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 987 | 02.04.007 |
|
| Jumlah Produksi Lada | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman lada menurut wujud produksi (hasil) yaitu biji lada kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | Indikator SIPD: 000649 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Lada | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 988 | 02.03.019 |
|
| Jumlah Produksi Padi | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Jumlah Produksi Padi adalah total volume padi yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu di suatu wilayah. Produksi padi biasanya dinyatakan dalam bentuk gabah kering giling (GKG) | juta ton | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. Indikator SIPD: 000640 - Jumlah Produksi Padi | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 989 | 02.04.008 |
|
| Jumlah Produksi Pala | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman pala menurut wujud produksi (hasil) yaitu biji pala kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | Indikator SIPD: 000650 - Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Jenis Pala | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 990 | 02.01.0017 |
|
| Jumlah Produksi Pupuk dan Pestisida di Indonesia | STATISTIK | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Jumlah produksi pupuk dan pestisida di Indonesia | ton | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 991 | 02.03.0026 |
|
| Jumlah Produksi Sagu (Tepung) | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman sagu menurut wujud produksi (hasil) yaitu tepung sagu yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | Ton | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 992 | 02.05.003 |
|
| Jumlah Produksi Susu | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya susu yang diproduksi oleh ternak, termasuk yang diberikan kepada anak ternak, rusak, diperdagangkan, dikonsumsi, dan diberikan kepada orang lain. | Ton | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.10-Pengembangan Pangan Hewani Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi; 37 provinsi termasuk usulan PSN, salah satunya Kalimantan Tengah); Provinsi/Kab/Kota: Kabupaten Blora (Jawa Tengah, usulan PSN); Aceh (Provinsi Aceh; Kab. Aceh Besar); Bali; Bengkulu (Provinsi & seluruh kab/kota: Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu); D.I. Yogyakarta; Jambi; Jawa Barat; Kalimantan Selatan; Kalimantan Utara; Nusa Tenggara Barat (termasuk Kab. Sumba); Riau (termasuk Kab. Bintan); Sulawesi Tengah (termasuk Kab. Poso); Sulawesi Tenggara (Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kab. Buton, Muna, Bombana, Kolaka, Muna Barat); Sulawesi Utara; Sumatera Selatan; Sumatera Utara; Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Mempawah, Kapuas Hulu, Ketapang, Bengkayang, Landak, Melawi, Sekadau, Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Kota Singkawang); Sulawesi Selatan (Kab. Maros, Gowa, Luwu Utara/Seko, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Bone, Pangkajene Kepulauan, Pinrang); Sumatera Barat (Kab. Lima Puluh Kota, Kota Padang Panjang). Deskripsi: Kebutuhan pangan hewani meningkat sementara Indonesia masih bergantung impor untuk daging ruminansia dan susu (produksi domestik baru ~48% daging sapi dan ~21% susu dari kebutuhan), meski ayam dan telur surplus. Arah kebijakan menekankan swasembada pangan hewani berkualitas untuk memperkuat gizi (PPH: pangan hewani berkontribusi 12%) dan menu Makan Bergizi Sehat (PHTC 1), melalui peningkatan populasi dan produksi sapi potong serta sapi perah—antara lain lewat pengadaan minimal 1 juta ekor indukan & bakalan pada 2025–2029—dengan target pada 2029 produksi dalam negeri mencapai 57% (daging sapi) dan 93% (susu). Pendekatan mencakup pengembangan berbasis Lumbung Pangan dan Nexus Pangan–Energi–Air (FEW Nexus), penguatan rantai pasok (pakan, reproduksi, kesehatan hewan, logistik–rantai dingin), serta peningkatan nilai tambah agar pasokan protein hewani terjangkau, berkualitas, dan ketergantungan impor menurun. Indikator SIPD: 000653 - Jumlah Produksi Susu | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 993 | 02.03.022 |
|
| Jumlah Produksi Tanaman Obat | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Jumlah hasil dari setiap tanaman biofarmaka (obat) menurut bentuk produksi yang diambil selama satu tahun | kilogram | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 994 | 02.04.010 |
|
| Jumlah Produksi Tebu | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman tebu menurut wujud produksi (hasil) yaitu gula kristal putih yang diambil hasilnya dari luas panen pada tahun laporan | ton | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 995 | 02.04.011 |
|
| Jumlah Produksi Teh | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman teh menurut wujud produksi (hasil) yaitu daun teh kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 996 | 02.05.004 |
|
| Jumlah Produksi Telur Unggas | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya telur yang dihasilkan oleh unggas, termasuk yang ditetaskan, rusak, diperdagangkan, dikonsumsi, dan diberikan kepada orang lain. | Ton | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.10-Pengembangan Pangan Hewani Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi; 37 provinsi termasuk usulan PSN, salah satunya Kalimantan Tengah); Provinsi/Kab/Kota: Kabupaten Blora (Jawa Tengah, usulan PSN); Aceh (Provinsi Aceh; Kab. Aceh Besar); Bali; Bengkulu (Provinsi & seluruh kab/kota: Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu); D.I. Yogyakarta; Jambi; Jawa Barat; Kalimantan Selatan; Kalimantan Utara; Nusa Tenggara Barat (termasuk Kab. Sumba); Riau (termasuk Kab. Bintan); Sulawesi Tengah (termasuk Kab. Poso); Sulawesi Tenggara (Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kab. Buton, Muna, Bombana, Kolaka, Muna Barat); Sulawesi Utara; Sumatera Selatan; Sumatera Utara; Kalimantan Barat (Kab. Sambas, Sanggau, Sintang, Mempawah, Kapuas Hulu, Ketapang, Bengkayang, Landak, Melawi, Sekadau, Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Kota Singkawang); Sulawesi Selatan (Kab. Maros, Gowa, Luwu Utara/Seko, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Bone, Pangkajene Kepulauan, Pinrang); Sumatera Barat (Kab. Lima Puluh Kota, Kota Padang Panjang). Deskripsi: Kebutuhan pangan hewani meningkat sementara Indonesia masih bergantung impor untuk daging ruminansia dan susu (produksi domestik baru ~48% daging sapi dan ~21% susu dari kebutuhan), meski ayam dan telur surplus. Arah kebijakan menekankan swasembada pangan hewani berkualitas untuk memperkuat gizi (PPH: pangan hewani berkontribusi 12%) dan menu Makan Bergizi Sehat (PHTC 1), melalui peningkatan populasi dan produksi sapi potong serta sapi perah—antara lain lewat pengadaan minimal 1 juta ekor indukan & bakalan pada 2025–2029—dengan target pada 2029 produksi dalam negeri mencapai 57% (daging sapi) dan 93% (susu). Pendekatan mencakup pengembangan berbasis Lumbung Pangan dan Nexus Pangan–Energi–Air (FEW Nexus), penguatan rantai pasok (pakan, reproduksi, kesehatan hewan, logistik–rantai dingin), serta peningkatan nilai tambah agar pasokan protein hewani terjangkau, berkualitas, dan ketergantungan impor menurun. Indikator SIPD: 000654 - Jumlah Produksi Telur | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 997 | 02.04.0001 |
|
| Jumlah produksi ubi | STATISTIK | BADAN PUSAT STATISTIK | Total jumlah ubi kayu yang dihasilkan dari perkebunan rakyat dalam periode tertentu | ton | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 998 | 02.03.024 |
|
| Jumlah Produksi Ubi Kayu | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil tanaman ubi kayu menurut wujud umbi basah yang dihasilkan oleh petani atau kelompok tani dalam periode tahunan | ton | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| 999 | 02.04.012 |
|
| Jumlah Produksi Vanili | STATISTIK | KEMENTERIAN PERTANIAN | Banyaknya hasil dari setiap tanaman vanili menurut wujud produksi (hasil) yaitu polong kering yang diambil hasilnya dari luas tanaman menghasilkan pada tahun laporan | ton | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya | |
| 1000 | 07.05.0036 |
|
| Jumlah program Sosialisasi dan Edukasi untuk mendukung pengelolaan sampah | STATISTIK | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Upaya penyuluhan dan pendidikan kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah, termasuk program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) | jumlah program atau kegiatan sosialisasi dan tingkat partisipasi masyarakat | Indikator SIPD: 000676 - Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
Showing 951-1,000 of 2,950 items.
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 02.10.0106 |
|
| Jumlah PDB Usaha Mikro dan Jumlah PDB Nasional harga berlaku | PDB adalah pengukuran keuangan terluas dari total aktivitas nilai tambah ekonomi suatu negara dan mencakup total barang dan jasa yang dikonsumsi oleh pengeluaran swasta, belanja pemerintah,... | Rupiah | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0105 |
|
| Jumlah PDB Usaha Mikro dan Jumlah PDB Nasional harga konstan | PDB adalah pengukuran keuangan terluas dari total aktivitas nilai tambah ekonomi suatu negara dan mencakup total barang dan jasa yang dikonsumsi oleh pengeluaran swasta, belanja pemerintah,... | Rupiah | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 09.03.0025 |
|
| Jumlah pegawai ASN di Pemerintah Pusat dan Daerah berdasarkan golongan | Data ini menunjukkan jumlah dan perubahan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, diklasifikasikan berdasarkan golongan kepangkatan. | Orang | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Informasi | ||
| 09.03.0026 |
|
| jumlah pegawai PNS dan PPPK di Pemerintah Pusat dan Daerah berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan, usia dan masa kerja | Data ini memetakan jumlah PNS dan PPPK—yang bekerja di instansi Pemerintah Pusat dan Daerah | Orang | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Informasi | ||
| 09.03.0027 |
|
| jumlah pegawai PNS di Pemerintah Pusat dan Daerah berdasarkan jabatan struktural | Data ini menguraikan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menduduki jabatan struktural (eselon) dan jabatan fungsional/admistratif | Orang | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Informasi | ||
| 09.03.0028 |
|
| jumlah pegawai PPPK di Pemerintah Pusat dan Daerah berdasarkan golongan | Data ini mencakup jumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)—yang bukan ASN PNS— di lingkungan pemerintahan pusat dan daerah, diklasifikasi berdasarkan golongan kepangkatan... | Orang | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Informasi | ||
| 09.01.0041 |
|
| Jumlah Pejabat Pengawas Urusan Pemerintahan di Daerah pada Inspektorat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota | Jumlah Pejabat Pengawas Urusan Pemerintahan di Daerah yang ada pada Inspektorat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. | Orang | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Kementerian Dalam Negeri, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Dalam Negeri | ||
| 04.03.0059 |
|
| Jumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Berdasarkan Jenis Kelamin, dan Pemerintahan Pusat dan Daerah | Jumlah pejabat tinggi madya dan pratama berdasarkan jenis kelamin Pemerintahan Pusat: Kementerian/lembaga Pemerintahan Daerah: Provinsi/Kabupaten/Kota | Orang | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional/Provinsi/Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pemberdayaan Perempuan | ||
| 04.03.0060 |
|
| Jumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Berdasarkan Jenis Kelamin, dan Pemerintahan Pusat dan Daerah | Jumlah dan persentase pejabat pratama berdasarkan jenis kelamin Pemerintahan Pusat: Kementerian/lembaga Pemerintahan Daerah: Provinsi/Kabupaten/Kota | Orang | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional/Provinsi/Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pemberdayaan Perempuan | ||
| 06.02.0015 |
|
| Jumlah pekerja lulusan pendidikan menengah atau pendidikan tinggi yang bekerja di bidang keahlian menengah atau tinggi (Numerator) | Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang telah menyelesaikan pendidikan menengah (SMA/SMK/MAK) atau pendidikan tinggi (Diploma I/II/III, Diploma IV, S1, S2, S3) dan bekerja di bidang yang... | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 7.Persentase pekerja lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang bekerja di bidang keahlian menengah tinggi (%) Indikator SIPD: 000021 - Persentase Pekerja Lulusan Pendidikan Menengah dan Tinggi yang Bekerja di Bidang Keahlian Menengah Tinggi | Ketenagakerjaan | |
| 06.02.0016 |
|
| Jumlah Pekerja Migran Indonesia yang bekerja pada pemberi kerja berbadan hukum | Pekerja Migran Indonesia adalah setiap warga negara Indonesia yang akan, sedang, atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia (Pasal 1 ayat (2) Undang-undang... | layanan | KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Internasional | BULANAN | Ketenagakerjaan | ||
| 06.02.0017 |
|
| Jumlah Pekerja Migran Indonesia yang ditempatkan | Jumlah keseluruhan PMI yang ditempatkan di luar negeri dalam periode tertentu | layanan | KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Internasional | BULANAN | Ketenagakerjaan | ||
| 06.02.014 |
|
| Jumlah Pekerja pada Sektor Ekonomi Kreatif | Banyaknya orang yang bekerja di sektor ekonomi kreatif. | orang | KEMENTERIAN EKONOMI KREATIF | Prioritas | STATISTIK | 23010087 | Terbatas | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000813 - Jumlah Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif | Ketenagakerjaan |
| 06.02.0018 |
|
| Jumlah Pekerja Radiasi | Setiap orang yang bekerja dengan Sumber Radiasi Pengion dan diperkirakan dapat menerima dosis tahunan melebihi Nilai Batas Dosis untuk anggota masyarakat serta menerima upah atau imbalan dalam bentuk... | Pekerja | BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR | Prioritas | STATISTIK | - | Jenis Keahlian | TAHUNAN | Ketenagakerjaan | ||
| 06.02.0019 |
|
| Jumlah Pekerja/Buruh pada Perusahaan yang memiliki PP/ PKB dan Memiliki Lembaga Kerja Sama Bipartit per Tahun Anggaran | Jumlah pekerja/buruh yang bekerja di perusahaan yang memiliki Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan memiliki Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKB) | Orang | KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000596 - Jumlah pekerja pada perusahaan yang menerapkan perlindungan hak-hak pekerja dan dialog sosial | Ketenagakerjaan | |
| 06.02.0020 |
|
| Jumlah Pekerja/Buruh pada Perusahaan yang memiliki PP/ PKB dan Menjadi Peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan per Tahun Anggaran | Jumlah pekerja/buruh yang bekerja di perusahaan yang memiliki Peraturan Perusahaan (PP)/ Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan menjadi peserta program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JSTK) per tahun... | Orang | KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000596 - Jumlah pekerja pada perusahaan yang menerapkan perlindungan hak-hak pekerja dan dialog sosial | Ketenagakerjaan | |
| 06.02.0021 |
|
| Jumlah Pekerja/Buruh pada Perusahaan yang memiliki PP/ PKB dan Struktur Skala Upah per Tahun Anggaran | Jumlah pekerja/buruh yang bekerja di perusahaan yang memiliki Peraturan Perusahaan (PP) / Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan menerapkan Struktur dan Skala Upah (SSU) | Orang | KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000596 - Jumlah pekerja pada perusahaan yang menerapkan perlindungan hak-hak pekerja dan dialog sosial | Ketenagakerjaan | |
| 06.02.013 |
|
| Jumlah Pekerja/Buruh pada Perusahaan yang Menerapkan Perlindungan Hak-hak Pekerja dan Dialog Sosial | Penerapan perlindungan hak-hak pekerja/buruh dan dialog sosial di perusahaan diwujudkan melalui penyusunan peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, penyusunan struktur dan skala upah, atau... | Orang | KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; | TRIWULANAN | Indikator SIPD: 000596 - Jumlah pekerja pada perusahaan yang menerapkan perlindungan hak-hak pekerja dan dialog sosial | Ketenagakerjaan | |
| 03.03.014 |
|
| Jumlah Pelabuhan Penyeberangan | Pelabuhan merupakan tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat... | pelabuhan | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000207 - Jumlah pelabuhan penyeberangan | Transportasi | |
| 03.03.015 |
|
| Jumlah Pelabuhan Utama yang Memenuhi Standar | jumlah pelabuhan utama yang telah memenuhi standar pelayanan dan operasional sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Standar tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk fasilitas dan... | pelabuhan | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | ||
| 02.10.0104 |
|
| Jumlah Pelaku Usaha dengan Usaha Berbadan Hukum, Jumlah pelaku usaha yang Memiliki Catatan Pembukuan Lengkap, dan Jumlah Usaha | Proporsi pelaku usaha dengan usaha berbadan hukum atau memiliki catatan pembukuan lengkap merupakan nilai yang menunjukkan proporsi pelaku usaha (berusaha sendiri, dibantu buruh tidak tetap/pekerja... | Orang | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0103 |
|
| Jumlah pelaku usaha dibantu buruh tetap yang dibayar dan usahanya terdaftar pada sistem perizinan dan jumlah angkatan kerja | Rasio kewirausahaan merupakan perbandingan jumlah orang yang berusaha dibantu tenaga kerja tetap yang dibayar dan usahanya terdaftar pada sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik... | Orang | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0102 |
|
| Jumlah pelaku usaha dibantu buruh tetap yang dibayar dan usahanya terdaftar pada sistem perizinan dan jumlah pelaku usaha dibantu buruh | Rasio Pelaku Usaha Dibantu Buruh Tetap terhadap Pelaku Usaha Dibantu Buruh mengukur seberapa besar pelaku usaha dari populasi angkatan kerja yang sudah berkembang dan mampu membayar pekerja untuk... | Orang | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0101 |
|
| Jumlah pelaku usaha kecil berdasarkan jenis kelamin | Jumlah pelaku usaha kecil yang diklasifikasikan menurut jenis kelamin berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) | Orang | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0100 |
|
| Jumlah pelaku usaha menengah berdasarkan jenis kelamin | Jumlah pelaku usaha menengah yang diklasifikasikan menurut jenis kelamin berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) | Orang | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0099 |
|
| Jumlah pelaku usaha mikro berdasarkan jenis kelamin | Jumlah pelaku usaha mikro yang diklasifikasikan menurut jenis kelamin berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) | Orang | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0098 |
|
| Jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berdasarkan jenis kelamin | Jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang diklasifikasikan menurut jenis kelamin berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) | Orang | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.02.006 |
|
| Jumlah pelaku usaha yang melakukan ekspor | Merupakan jumlah pelaku usaha yang melakukan ekspor yang tercatat dalam sistem Bea Cukai. | pelaku usaha (kumulatif) | KEMENTERIAN KEUANGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | ||
| 07.04.0009 |
|
| Jumlah Pelaku Usaha yang Patuh (KPU) | Jumlah pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan yang telah memenuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk perizinan, pelaporan, dan standar operasional. Pelaku... | Orang | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Kelautan | ||
| 02.10.0097 |
|
| Jumlah pelaku usaha/pengusaha/wirausaha | Pertumbuhan ini melihat tingkat perkembangan wirausaha dari tahun berjalan dibandingkan tahun sebelumnya | Orang | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 02.10.0096 |
|
| Jumlah pelaku usaha/pengusaha/wirausaha berdasarkan lapangan usaha (KBLI dan/atau sektoral) | Jumlah pelaku usaha/pengusaha/wirausaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dan/atau sektoral | Orang | KEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 07.02.0089 |
|
| Jumlah Pelanggan Gas Bumi | Jumlah pelanggan yang terdaftar dan aktif menerima penyaluran gas bumi melalui jaringan gas kota dalam suatu periode tertentu | customer | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | ||
| 07.02.003 |
|
| Jumlah Pelanggan Listrik | Jumlah masyarakat yang berlangganan listrik | ribu orang | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Terbuka | Per Golongan Tarif | TAHUNAN | Program: 02.11-Swasembada Energi. Kegiatan: 02.11.02-Perluasan Akses dan Jangkauan Pelayanan Energi Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Barat. Deskripsi: Indeks ketahanan energi masih 6,64, menandakan perlunya perbaikan sisi penyediaan dan permintaan. Akses masyarakat ke gas bumi masih terbatas: untuk memasak, 86,91% rumah tangga memakai gas/Elpiji, namun penetrasi jaringan gas (jargas) <5% dari total rumah tangga. Harga energi tinggi di wilayah 3T turut menahan pertumbuhan ekonomi. Arah intervensi menekankan peningkatan akses ke gas bumi, BBM, dan listrik, serta keterjangkauan layanan energi; sekaligus mendukung swasembada energi melalui implementasi pembangkit listrik energi terbarukan (khususnya di Kalimantan Barat) dan perluasan infrastruktur jargas di Jawa Timur dan wilayah lain. | Energi |
| 09.03.060 |
|
| Jumlah pelanggan terlayani jaringan internet akses pita lebar (fixed broadband) | Konsep dan Definisi:Pitalebar (broadband) adalah teknik transmisi berkapasitas tinggi menggunakan berbagai frekuensi, yang memungkinkan sejumlah besar pesan dikomunikasikan secara bersamaan. Akses... | unit (jumlah pelanggan) | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000334 - Persentase pelanggan terlayani jaringan internet akses tetap pitalebar (fixed broadband) terhadap total rumahTangga. | Informasi | |
| 03.03.0021 |
|
| Jumlah Pelanggaran Daya Angkut dan Dimensi Kendaraan Angkutan Barang pada Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor | Total Pelanggaran Daya Angkut dan Dimensi Kendaraan Angkutan Barang pada Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor, sesuai batas yang ditetapkan oleh peraturan (Permenhub No. 60/2019, PP... | Pelanggaran | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | ||
| 01.01.0013 |
|
| Jumlah Pelanggaran terhadap Kedaulatan, Keutuhan dan Keselamatan Bangsa pada tahun berjalan dan tahun sebelumnya | Total insiden pelanggaran yang terjadi pada tahun berjalan dan dalam periode tahun sebelumnya yang mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Reff:... | kasus | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Pertahanan | |||
| 06.05.011 |
|
| Jumlah pelatih cabang olahraga olimpiade dan paralimpiade bersertifikat internasional | Jumlah pelatih yang terlibat dalam cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade yang telah memperoleh sertifikasi kepelatihan dari badan atau organisasi olahraga internasional yang diakui. Sertifikasi... | Orang | KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Cabang Olahraga | TAHUNAN | Olahraga | ||
| 06.02.0022 |
|
| Jumlah Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia oleh Non-Pemerintah | Pekerja migran Indonesia yang ditempatkan oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memiliki izin resmi dari KP2MI melalui Surat Izin Penempatan Pekerja Migran Indonesia... | layanan | KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Internasional | BULANAN | Ketenagakerjaan | ||
| 06.02.0023 |
|
| Jumlah Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia oleh Pemerintah | Pekerja migran yang ditempatkan melalui perjanjian kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan pemerintah negara tujuan yang berbadan hukum. | layanan | KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Internasional | BULANAN | Indikator SIPD: 000235 - Jumlah fasilitasi pelayanan penempatan TKLN berdasarkan okupasi | Ketenagakerjaan | |
| 06.02.0024 |
|
| Jumlah Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia secara Mandiri | Pekerja migran Indonesia perseorangan yang bekerja di luar negeri tanpa melalui pelaksana penempatan. | layanan | KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Internasional | BULANAN | Ketenagakerjaan | ||
| 06.02.0025 |
|
| Jumlah Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS) | Pekerja migran indonesia yang ditempatkan oleh perusahaan untuk kepentingan perusahaan sendiri. | layanan | KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI | Prioritas | STATISTIK | - | Jabatan | BULANAN | Indikator SIPD: 000235 - Jumlah fasilitasi pelayanan penempatan TKLN berdasarkan okupasi | Ketenagakerjaan | |
| 02.03.0012 |
|
| Jumlah pelepasan media pembawa karantina hewan | Jumlah pelepasan media pembawa (hewan dan produk hewan) | jumlah unit media pembawa | BADAN KARANTINA INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah : Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pertanian | ||
| 02.05.0010 |
|
| Jumlah pelepasan media pembawa karantina hewan dan produk hewan | Jumlah pelepasan media pembawa (hewan dan produk hewan) | jumlah unit media pembawa | BADAN KARANTINA INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Peternakan | ||
| 02.06.0003 |
|
| Jumlah pelepasan media pembawa karantina ikan | Jumlah pelepasan media pembawa (ikan dan produk ikan) | jumlah unit media pembawa | BADAN KARANTINA INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah : Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Perikanan | ||
| 02.06.0053 |
|
| Jumlah pelepasan media pembawa karantina ikan dan produk ikan | Jumlah pelepasan media pembawa (ikan dan produk ikan) | jumlah unit media pembawa | BADAN KARANTINA INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Perikanan | ||
| 02.03.0013 |
|
| Jumlah pelepasan media pembawa karantina tumbuhan | Jumlah pelepasan media pembawa (tumbuhan dan produk tumbuhan) | jumlah unit media pembawa | BADAN KARANTINA INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah : Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pertanian | ||
| 02.03.0123 |
|
| Jumlah pelepasan media pembawa karantina tumbuhan dan produk tumbuhan | Jumlah pelepasan media pembawa (tumbuhan dan produk tumbuhan) | jumlah unit media pembawa | BADAN KARANTINA INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pertanian | ||
| 02.03.0014 |
|
| Jumlah pelepasan media pembawa pangan asal hewan/ikan/tumbuhan | Jumlah pelepasan media pembawa pangan asal hewan, ikan, atau tumbuhan | kilogram | BADAN KARANTINA INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah : Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pertanian | ||
| 04.01.0261 |
|
| Jumlah pelepasan media pembawa pangan asal hewan/ikan/tumbuhan dan produknya | Jumlah kejadian/sertifikat pelepasan yang diterbitkan oleh Badan Karantina Indonesia untuk media pembawa berupa produk hewan, produk ikan, dan/atau produk tumbuhan yang diperuntukkan sebagai pangan,... | kilogram | BADAN KARANTINA INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah : Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 03.01.0008 |
|
| Jumlah Pemakaian Air Baku di Batam | Rasio besarnya pemakaian air baku dan Implant Loss Air Baku dari permukaan terhadap ketersediaannya dihitung dalam bentuk persentase | persen | BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM (BP BATAM) | Prioritas | STATISTIK | - | Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam | SEMESTERAN | Indikator SIPD: 000171 - Proporsi pengambilan air baku bersumber dari air permukaan terhadap ketersediaannya | Pekerjaan Umum |
Showing 951-1,000 of 3,346 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 162802 | 07.02.0103 |
|
| Harga Gas Kota | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Harga jual gas bumi yang disalurkan melalui jaringan gas kota kepada pelanggan rumah tangga dan komersial nonindustri dalam suatu periode tertentu | US$/MMBTU | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | TERSEDIA | ||
| 162803 | 02.02.0096 |
|
| Harga Impor Batubara | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN PERDAGANGAN | Harga pembelian satuan batubara yang diimpor ke Indonesia dalam Dolar Amerika Serikat (USD) pada periode tertentu | USD | - | Nasional | TAHUNAN | Perdagangan | TERSEDIA | |||
| 162804 | 09.03.0090 |
|
| Harga layanan jaringan pitalebar tetap pada kecepatan up to 30Mbps | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | harga layanan jaringan pitalebar tetap pada kecepatan up to 30Mbps | Rupiah | - | TAHUNAN | Informasi | TERSEDIA | ||||
| 162805 | 07.02.0102 |
|
| Harga Listrik per Jenis Pelanggan | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan | Tarif atau harga listrik yang dikenakan kepada pelanggan berdasarkan golongan atau jenis pelanggan tertentu dalam suatu periode tertentu. | US$/BOE | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | TERSEDIA | ||
| 162806 | 07.02.0101 |
|
| Harga Listrik untuk Tranportasi | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan | Tarif atau harga listrik yang dikenakan atas pemanfaatan tenaga listrik pada kegiatan transportasi, seperti pengisian kendaraan listrik dan sarana transportasi berbasis listrik lainnya, dalam suatu... | US$/BOE | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | TERSEDIA | ||
| 162807 | 09.01.0056 |
|
| Hasil EPPD Tahun 2023-2025 | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Direktorat Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah | Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Ini adalah proses penilaian kinerja pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi, yang dilakukan secara berkala untuk mengukur efektivitas dan... | - | - | Provinsi, Kab/Kota | TAHUNAN | Dalam Negeri | TERSEDIA | ||
| 162808 | 09.01.0036 |
|
| Hasil MCP KPK 2024-2025 | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI | MCP KPK adalah Monitoring Center for Prevention yang dikembangkan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk memantau dan mengevaluasi implementasi program pencegahan korupsi di berbagai sektor... | Kategori MCP KPK dibagi menjadi tiga, yaitu: Merah: Nilai capaian di bawah 73%. Kuning: Nilai capaian antara 73% hingga 77,99%. Hijau: Nilai capaian di atas 78% | - | TAHUNAN | Dalam Negeri | TERSEDIA | ||||
| 162809 |
|
| Identifikasi Kebutuhan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi | Non Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN TRANSMIGRASI | Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi | Kompilasi data terkait kebutuhan pemberdayaan masyarakat berdasarkan potensi dan permasalahan di kawasan transmigrasi | kawasan | - | seluruh indonesia | TAHUNAN | Transmigrasi | TERSEDIA | |||
| 162810 | 03.01.0109 |
|
| IKP4 - Pencapaian target jalan nasional yang Berkeselamatan | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan | Persentase panjang jalan nasional yang memenuhi kriteria star rating 3 (%) | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | TERSEDIA | ||
| 162811 | 09.02.087 |
|
| Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Direktorat Ekonomi Syariah dan BUMN | Indeks yang menggambarkan kemudahan, keterjangkauan, dan kedalaman akses keuangan di Kabupaten/Kota, yang dihitung dari data supply dan demand. Indeks terdiri dari 14 indikator yang terbagi dalam 3... | indeks | - | Wilayah Administrasi: Kabupaten/Kota | SEMESTERAN | Keuangan | TERSEDIA |
Showing 191-200 of 4,145 items.
