(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| # | ID DDP | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Data | Instansi Produsen Data | Definisi | Satuan | Catatan kebutuhan dukungan Data Daerah | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Tidak ada data yang ditemukan. | ||||||||||||||
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 04.03.0014 |
|
| Jumlah Anggota DPR RI Perempuan | Jumlah anggota perempuan yang sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada periode tertentu. | Orang | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pemberdayaan Perempuan | ||
| 01.01.0002 |
|
| Jumlah Anggota Komcad yang Lulus dengan Nilai Baik | Jumlah anggota Komcad yang telah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh predikat nilai "Baik". Reff: https://www.kemhan.go.id/pothan/wp-content/uploads/2024/01/LAPORAN-KERJA-POTHAN-2022_opt.pdf | Orang | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Pertahanan | |||
| 02.09.0008 |
|
| Jumlah Anggota Koperasi | Jumlah Anggota Koperasi adalah total anggota koperasi yang berasal dari koperasi berstatus aktif yang melaporkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara mandiri melalui Online Data System (ODS)... | orang | KEMENTERIAN KOPERASI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah : Kab/Kota; Provinsi, Jenis Kelamin | TAHUNAN | Koperasi | ||
| 10.04.0029 |
|
| Jumlah Anggota Perpustakaan | Mengukur jumlah anggota terdaftar di perpustakaan | orang | PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000410 - Indeks pembangunan literasi masyarakat 000860 - Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat | Dukung Lainnya | ||
| 06.02.0006 |
|
| Jumlah angkatan kerja | Jumlah individu yang termasuk dalam kategori angkatan kerja, yaitu mereka yang bekerja atau aktif mencari pekerjaan, dalam suatu wilayah pada periode tertentu | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 10210015 | Terbuka | Nasional | TAHUNAN | Ketenagakerjaan | |
| 06.02.0007 |
|
| Jumlah angkatan kerja lulusan pendidikan menengah vokasi setahun terakhir | Total lulusan pendidikan menengah vokasi dalam satu tahun terakhir yang telah memasuki angkatan kerja, termasuk yang bekerja, berwirausaha, melanjutkan pendidikan, atau sedang mencari pekerjaan. | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Ketenagakerjaan | ||
| 06.02.0008 |
|
| Jumlah Angkatan Kerja Pemuda | Pemuda berusia 16–30 tahun yang termasuk dalam angkatan kerja, yaitu mereka yang bekerja atau aktif mencari pekerjaan | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 001037 - Rasio Wirausaha Pemuda | Ketenagakerjaan | |
| 06.02.0009 |
|
| Jumlah Angkatan Kerja Perempuan | Jumlah penduduk perempuan usia 15 tahun ke atas yang bekerja, memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja, atau sedang mencari pekerjaan (pengangguran) | Orang | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 16.Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan (%) Indikator SIPD: 000033 - Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan | Ketenagakerjaan | |
| 03.03.0002 |
|
| Jumlah Angkutan Barang Perintis yang Dilayani | Jumlah layanan angkutan yang diselenggarakan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terlayani atau kurang terlayani oleh angkutan barang reguler, guna mendukung distribusi barang ke wilayah... | ton | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | ||
| 03.03.051 |
|
| Jumlah Angkutan Barang Transportasi Udara pada Bandara Primer/Utama | Indikator yang mengukur jumlah angkutan barang pada transportasi udara pada bandar udara primer / utama | juta ton | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | ||
| 03.03.0003 |
|
| Jumlah Angkutan Peti Kemas non Komersial yang Dilayani | Jumlah layanan angkutan peti kemas yang diselenggarakan untuk mendukung distribusi barang bantuan atau kebutuhan tertentu yang tidak bersifat komersial | ton | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | ||
| 03.03.0004 |
|
| Jumlah Angkutan Udara Perintis Penumpang | Jumlah penerbangan yang membawa penumpang pada angkutan udara perintis, yaitu kegiatan angkutan udara niaga dalam negeri yang melayani jaringan dan rute penerbangan untuk menghubungkan daerah... | penerbangan | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | K00141 | Terbuka | Bandar Udara; Nasional | TAHUNAN | Transportasi | |
| 05.01.0127 |
|
| Jumlah aparat penegak hukum yang mengikuti diklat pemulihan aset | Banyaknya penyidik, penuntut umum, dan hakim yang mengikuti pendidikan dan pelatihan pemulihan aset | Orang | PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Lembaga Penegak Hukum | TAHUNAN | Hukum | ||
| 02.11.0048 |
|
| Jumlah Aset RRI | total nilai aset yang dimiliki dan dikelola oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) | Rp | LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Informasi | ||
| 09.01.0039 |
|
| Jumlah ASN 2023-2025 | Jumlah ASN | Orang | BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Dalam Negeri | ||
| 09.06.0012 |
|
| Jumlah ASN Es. 4/JF pada Ibu Kota Nusantara | Jumlah ASN Eselon 4 dan Jabatan Fungsional yang dipindahkan pada tahun sebelumnya | Orang | KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI | Prioritas | STATISTIK | - | Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Aparatur Negara | ||
| 09.06.0013 |
|
| Jumlah ASN non JF/Es. 4 pada Ibu Kota Nusantara | Jumlah ASN di luar Jabatan Fungsional dan Eselon 4 yang dipindahkan pada tahun sebelumnya | Orang | KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI | Prioritas | STATISTIK | - | Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Aparatur Negara | ||
| 09.06.0014 |
|
| Jumlah ASN yang Memenuhi Standar Kompetensi Digital | Jumlah ASN yang telah mencapai atau melampaui standar kompetensi digital berdasarkan penilaian terhadap empat pilar literasi digital | Orang | KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI | Prioritas | STATISTIK | - | Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Aparatur Negara | ||
| 09.03.0010 |
|
| Jumlah Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat Berdasarkan Bidang Permasalahan | Data yang mencatat total banyaknya aspirasi atau pengaduan masyarakat yang diterima DPR RI, dikelompokkan menurut kategori atau bidang permasalahan tertentu dalam periode waktu tertentu. Data ini... | Aduan | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Informasi | ||
| 09.03.0011 |
|
| Jumlah Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat yang Masuk ke DPR RI | Data yang mencatat total banyaknya penyampaian aspirasi atau pengaduan yang diterima DPR RI dari masyarakat dalam periode waktu tertentu, baik melalui saluran fisik maupun digital. | Aduan | DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Informasi | ||
| 10.04.0002 |
|
| Jumlah Aspirasi Masyarakat dan Daerah di DPD RI | Banyaknya aspirasi masyarakat yang dihimpun oleh bapak dan ibu anggota dewan dalam masa reses. | aspirasi | DEWAN PERWAKILAN DAERAH | Prioritas | STATISTIK | - | Alat Kelengkapan; Bidang Tugas | TRIWULANAN | Dukung Lainnya | ||
| 09.03.016 |
|
| Jumlah Badan Publik yang berkualifikasi Informatif | Konsep dan Definisi:Badan publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh... | badan publik | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | 25010016 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000326 - Jumlah Badan Publik yang berkualifikasi Informatif | Informasi |
| 02.10.0040 |
|
| Jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terlibat sebagai vendor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) | Definisi : Jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terlibat secara aktif sebagai penyedia/vendor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan kontrak atau kemitraan. Rumus : Dihitung dari... | Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) | BADAN GIZI NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/Kota | BULANAN | Usaha Kecil Dan Menengah | ||
| 04.01.0019 |
|
| Jumlah balita 12-59 bulan | Jumlah anak berusia antara 12 hingga 59 bulan (1 hingga kurang dari 5 tahun). | anak | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 04.01.0020 |
|
| Jumlah balita 12-59 bulan yang dipantau | Jumlah balita usia 12–59 bulan yang mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara rutin, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, minimal 8 kali dalam setahun. Perpustakaan Pusat... | anak | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 09.03.0012 |
|
| Jumlah balita yang sudah memperoleh vaksin program nasional | data yang mencatat total anak usia 0–59 bulan (balita) yang telah menerima imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal program vaksinasi nasional—termasuk BCG, DPT‑HB‑Hib, polio, campak–rubela,... | Balita | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/Kota | TAHUNAN | Informasi | ||
| 03.03.010 |
|
| Jumlah Bandar Udara (Bandara) | Bandara atau bandar udara merupakan kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun... | bandara | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | 24410017 | Terbuka | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000206 - Jumlah bandara | Transportasi |
| 03.03.0005 |
|
| Jumlah Bandar Udara yang Dibangun | Jumlah bandara yang telah selesai dibangun dan siap untuk dioperasikan dalam periode tertentu | bandara | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000206 - Jumlah bandara | Transportasi | |
| 03.03.0006 |
|
| Jumlah Bandar Udara yang Dioperasikan | Jumlah bandara yang aktif beroperasi dan melayani penerbangan komersial maupun non-komersial dalam periode tertentu | bandara | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000206 - Jumlah bandara | Transportasi | |
| 03.03.011 |
|
| Jumlah Bandara Primer/Utama yang ditingkatkan Kapasitasnya | Indikator yang menyatakan jumlah bandara primer/utama yang ditingkatkan kapasitasnya | bandara | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | ||
| 03.03.0007 |
|
| Jumlah Bandara yang Diaudit dan Memenuhi Tingkat Kepatuhan Berdasarkan Penilaian Risiko | Jumlah bandara yang telah menjalani audit keamanan dan memenuhi standar kepatuhan sesuai dengan penilaian risiko yang ditetapkan | bandara | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | ||
| 02.03.0002 |
|
| Jumlah Bantuan Hand Sprayer | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen hand sprayer | Unit | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Pertanian | |
| 02.03.0003 |
|
| Jumlah Bantuan Pompa Air | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen pompa air | Unit | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Pertanian | |
| 02.03.0004 |
|
| Jumlah Bantuan Rice Transplanter | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen rice transplanter | Unit | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Pertanian | |
| 02.03.0005 |
|
| Jumlah Bantuan Traktor Roda 2 | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen traktor roda 2 | Unit | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Pertanian | |
| 02.03.0006 |
|
| Jumlah Bantuan Traktor Roda 4 | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen traktor roda 4 | Unit | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Pertanian | |
| 02.03.0007 |
|
| Jumlah Bantuan Traktor Roda Crawler | Jumlah penyaluran bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian prapanen traktor roda crawler | Unit | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD : 000419 - Produktivitas pertanian per hektar per tahun | Pertanian | |
| 03.03.020 |
|
| Jumlah Barang yang Diangkut Moda Transportasi Umum | Jumlah barang yang diangkut dibagi berdasarkan moda transportasi: kereta api, pesawat, dan kapal. | ton | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000208 - Jumlah penumpang dan barang berdasarkan moda transportasi | Transportasi | |
| 07.05.0018 |
|
| Jumlah Baseline Merkuri yang Telah Ditetapkan | Jumlah awal penggunaan merkuri yang dijadikan acuan untuk pengurangan dan penghapusan di masa mendatang | ton | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000254 - Persentase pengurangan dan penghapusan merkuri dari baseline 50 ton penggunaan merkuri | Lingkungan Hidup | |
| 04.01.0021 |
|
| Jumlah bayi lahir < 37 minggu | Jumlah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 04.01.0022 |
|
| Jumlah bayi lahir hidup | Jumlah total bayi yang lahir hidup dalam periode dan wilayah yang sama. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 04.01.0023 |
|
| Jumlah bayi usia 0–28 hari yang menerima pelayanan neonatal esensial lengkap sesuai standar | Bayi yang mendapatkan minimal tiga kunjungan pelayanan kesehatan sesuai jadwal yang ditetapkan. | Jumlah | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi. Indikator SIPD: 000465 - Persentase bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir" | Kesehatan | |
| 04.01.0024 |
|
| Jumlah bayi usia 0–5 bulan yang di-recall | Total bayi dalam kelompok usia tersebut yang menjadi responden dalam survei dan ditanyakan tentang pemberian ASI dalam 24 jam terakhir | individu | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 04.01.0025 |
|
| Jumlah bayi usia 0–5 bulan yang menerima ASI eksklusif dalam 24 jam terakhir | Bayi yang hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain dalam 24 jam terakhir | individu | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 04.01.0026 |
|
| Jumlah bayi usia 6 bulan | Total jumlah bayi yang berusia tepat 6 bulan dalam suatu wilayah atau periode tertentu. | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 04.01.0027 |
|
| Jumlah bayi usia 6 bulan mendapatkan ASI Eksklusif | jumlah bayi berusia kurang dari 6 bulan yang menerima Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif, yaitu hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain, kecuali obat dan vitamin, sejak lahir... | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. | Kesehatan | |
| 04.01.0028 |
|
| Jumlah Bayi yang Bertahan Hidup (Surviving Infant) | Jumlah bayi yang lahir hidup dan masih hidup hingga usia satu tahun dalam periode yang sama | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi." | Kesehatan | |
| 04.01.0029 |
|
| Jumlah Bayi yang Mendapat Imunisasi Dasar Lengkap | Jumlah bayi usia 0–11 bulan yang telah menerima semua vaksin dasar sesuai jadwal, yaitu: 1 dosis Hepatitis B 1 dosis BCG 4 dosis Polio tetes (bOPV) 1 dosis Polio suntik (IPV) 3 dosis DPT-HB-Hib... | Orang | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi." | Kesehatan | |
| 03.01.007 |
|
| Jumlah bendungan yang direhabilitasi | Jumlah bendungan yang dikembalikan fungsi dan manfaatnya termasuk peningkatan pola operasi dan keamanan bendungan, penggantian instrumentasi, dan dam upgrading | Unit | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 03.01.008 |
|
| Jumlah bendungan yang selesai dibangun | Banyaknya infrastruktur bendungan yang selesai dibangun dalam periode 2025-2029 | Unit | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pekerjaan Umum |
Showing 401-450 of 3,346 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 183421 | 04.01.022 |
|
| Cakupan Skrining Kesehatan Jiwa | Prioritas | STATISTIK | Indikator | Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat | KEMENTERIAN KESEHATAN | Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan | Persentase penduduk usia ≥ 7 tahun yang mendapatkan skrining kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, faskes swasta) atau di fasilitas pelayanan diluar sektor... | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA | |
| 183422 | 07.05.0003 |
|
| Capaian Emisi Limbah | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan, dan Verifikasi | Emisi GRK aktual dari sektor limbah pada tahun tertentu setelah penerapan aksi mitigasi, berdasarkan hasil inventarisasi | million tonnes of carbon dioxide equivalent | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | TERSEDIA | ||
| 183423 | 04.01.0272 |
|
| Capaian Hasil Pengobatan Tuberkulosis Resistan Obat | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KESEHATAN | Data mengenai capaian hasil pengobatan tuberkulosis resistan obat yang memuat informasi: Jumlah pasien tuberkulosis resistan obat yang dinyatakan sembuh, Jumlah pasien tuberkulosis resistan obat... | Orang, persen | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | BULANAN | Kesehatan | TERSEDIA | |||
| 183424 | 04.01.0271 |
|
| Capaian Hasil Pengobatan Tuberkulosis Sensitif Obat | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KESEHATAN | Data mengenai capaian hasil pengobatan Tuberkulosis (TBC) Sensitif Obat yang memuat informasi: Jumlah kasus tuberkulosis sensitif obat, Jumlah pasien tuberkulosis sensitif obat yang dinyatakan... | Orang | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | BULANAN | Kesehatan | TERSEDIA | |||
| 183425 |
|
| Capaian Mutu Minimal Layanan Dasar | Non Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Sekretariat Ditjen Bina Pembangunan Daerah | Indeks untuk Mengukur kualitas layanan dasar yang diberikan kepada masyarakat, berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan | persen | - | Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Dalam Negeri | TERSEDIA | |||
| 183426 |
|
| Capaian Penerima Layanan Dasar | Non Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Sekretariat Ditjen Bina Pembangunan Daerah | Indeks untuk Mengukur proporsi masyarakat yang menerima layanan dasar sesuai dengan standar yang ditetapkan | - | - | Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Dalam Negeri | TERSEDIA | |||
| 183427 | 07.05.0004 |
|
| Capaian Pengelolaan Sampah | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Direktorat Penanganan Sampah | Hasil yang dicapai dalam pengelolaan sampah, seperti volume sampah yang berhasil dikurangi, didaur ulang, atau ditangani dengan baik | tonase sampah yang dikelola dan persentase pengurangan sampah | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | TERSEDIA | ||
| 183428 | 09.01.0058 |
|
| Capaian SPM Pelayanan Publik | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah | Capaian SPM Pelayanan Publik | Persen | - | Provinsi, Kab/Kota | TAHUNAN | Dalam Negeri | TERSEDIA | ||
| 183429 | 09.01.0057 |
|
| Capaian Standar Pelayanan Minimal Pemda 2022-2025 | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah | ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang wajib disediakan oleh pemerintah (pusat maupun daerah) kepada setiap warga negara secara minimal. | Persen | - | Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Dalam Negeri | TERSEDIA | ||
| 183430 | 04.01.0270 |
|
| Capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KESEHATAN | Data mengenai capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) yang memuat informasi: Jumlah kontak serumah yang mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada triwulan I-IV, perkiraan jumlah kontak... | Orang, persen | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | BULANAN | Kesehatan | TERSEDIA |
Showing 81-90 of 4,146 items.
