(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| # | ID DDP | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Data | Instansi Produsen Data | Definisi | Satuan | Catatan kebutuhan dukungan Data Daerah | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Tidak ada data yang ditemukan. | ||||||||||||||
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 07.05.0161 |
|
| Peta Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) | - Merupakan layer yang menandakan ruang dimana suatu rencana usahadan/atau kegiatan untuk jenis dokumen lingkungan Addendum Andal (AnalisisDampak Lingkungan Hidup) dan RKL (Rencana Pengelolaan... | - | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | GEOSPASIAL | - | BELUM DAPAT DITENTUKAN | Lingkungan Hidup | |||
| 07.05.0162 |
|
| Peta Wilayah Ekoregion Darat minimal skala 1:250.000 | Merupakan layer ekoregion darat tingkat nasional yang merupakan bataswilayah dari beberapa satuan ekoregion yang disusun melalui pendekatanbentang alam dilakukan dengan proses generalisasi parameter... | - | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:250.000 | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 07.05.0163 |
|
| Peta Wilayah Ekoregion Laut minimal skala 1:500.000 | Merupakan layer ekoregion laut tingkat nasional yang membagi wilayah lautIndonesia ke dalam beberapa wilayah yang disusun melalui pendekatanparameter morfologi dasar laut, oseanografi, keanekaragaman... | - | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:500.000 | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 07.04.0032 |
|
| Peta Wilayah Kelola Masyarakat Hukum Adat skala 1:50.000 | IG Wilayah Kelola MHA merupakan informasi geospasial yang berisikan tentang area wilayah kelola suatu komunitas MHA, serta jenis kearifan lokal. Pembagian wilayah di dalamnya berdasarkan kategori... | Komunitas Masyarakat Hukum Adat | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | GEOSPASIAL | S032009 | Terbuka | 1:50.000 | TAHUNAN | Kelautan | |
| 07.04.0033 |
|
| Peta Wilayah Kerja dan Pengoperasian Pelabuhan Perikanan (WKOPP) skala 1:50.000 | Wilayah Kerja dan Pengoperasian Pelabuhan Perikanan yang selanjutnya disebut WKOPP adalah suatu tempat yang merupakan bagian daratan dan perairan yang menjadi wilayah kerja dan pengoperasian... | Pelabuhan Perikanan | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:50.000 | TAHUNAN | Kelautan | ||
| 10.03.0062 |
|
| Peta Wilayah Kerja dan Wilayah Penugasan Panas Bumi Indonesia skala 1:50.000 | Wilayah dengan batas-batas koordinat tertentu digunakan untuk pengusahaan panas bumi untuk pemanfaatan tidak langsung baik yang telah ada Badan Usaha melalui Izin Panas Bumi maupun belum ada Badan... | - | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:50.000 | TAHUNAN | Kewilayahan | ||
| 03.03.0061 |
|
| Peta Wilayah Kerja Kantor Pencarian Pertolongan | Merupakan subwilayah Pencarian dan Pertolongan atau dapat disebut sebagai wilayah tanggung jawab Kantor Pencarian dan Pertolongan untuk penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan. | Lembar | BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN | Prioritas | GEOSPASIAL | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | ||
| 10.03.0063 |
|
| Peta Wilayah Kerja Migas skala 1:50.000 | Daerah tertentu di dalam Wilayah Hukum Pertambangan Indonesia untuk pelaksanaan Eksplorasi dan Eksploitasi | - | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:50.000 | TAHUNAN | Kewilayahan | ||
| 10.03.0064 |
|
| Peta Wilayah Kerja Statistik skala 1:10.000 | Peta kerja yang terdiri dari wilkerstat provinsi, wilkerstat kabupaten/kota, wilkerstat kecamatan, desa/kelurahan, wilkerstat blok sensus (BS), dan wilkerstat satuan lingkungan setempat (SLS) yang... | peta | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 0.048611111111111 | TAHUNAN | Kewilayahan | ||
| 03.03.0062 |
|
| Peta Wilayah Pencarian dan Pertolongan Indonesia | Merupakan wilayah Pencarian dan Pertolongan Indonesia yang ditentukan untuk penyelenggaraan Operasi Pencarian dan Pertolongan. | Lembar | BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN | Prioritas | GEOSPASIAL | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | ||
| 02.06.0021 |
|
| Peta Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRl) skala 1:250.000 | Peta Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, yang selanjutnya disingkat WPPNRI, merupakan wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, konservasi,... | WPPNRI | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:250.000 | BELUM DAPAT DITENTUKAN | Perikanan | ||
| 02.06.0022 |
|
| Peta Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia Perairan Darat (WPPNRI PD) skala 1:250.000 | IGT Peta Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia Perairan Darat (WPPNRI PD) skala 1:250.000 | Provinsi | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:250.000 | BELUM DAPAT DITENTUKAN | Perikanan | ||
| 01.01.0039 |
|
| Peta Wilayah Pertahanan Negara skala 1:1.000.000 | Gambaran atau representasi unsur-unsur tematik yang mengindikasikan lokasi wilayah pertahanan untuk kepentingan pertahanan negara pada skala 1:1.000.000. Sumber: Buku Pedoman Spesifikasi IG Wilayah... | koordinat | KEMENTERIAN PERTAHANAN | Prioritas | GEOSPASIAL | S012001 | Terbatas | 1:1.000.000 | TAHUNAN | Pertahanan | |
| 02.01.0034 |
|
| Peta Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri skala 1:50.000 | Peta Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri skala 1:50.000 | peta | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:50.000 | BELUM DAPAT DITENTUKAN | Industri | ||
| 10.03.0065 |
|
| Peta Wilayah Waktu Indonesia Skala 1:5.000.000 tingkat Nasional | Peta Wilayah Waktu Indonesia memuat informasi tentang batas zona waktu sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 41 Tahun 1987 tentang Pembagian Wilayah Republik Indonesia menjadi 3 (tiga)... | GMT | BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA | Prioritas | GEOSPASIAL | S075010 | Terbuka | 1:5.000.000 | TAHUNAN | Kewilayahan | |
| 07.03.0061 |
|
| Peta Zona Benih Tanaman Hutan skala 1:250.000 | Merupakan layer Zonasi Benih dengan tipe Polygon. Zona Benih Tanaman Hutan digunakan sebagai acuan dalam pemilihan jenis dan sumber benih yang tepat sesuai dengan kondisi tapak penanaman. | - | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:250.000 | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.05.0164 |
|
| Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah skala 1:50.000 | Suatu zona yang mempunyai kesamaan kerentanan relatif (relative susceptibility) untuk terjadi gerakan tanah. Penentuan zona kerentanan gerakan tanah ini berdasarkan parameter, yaitu besarnya... | - | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:50.000 | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 03.06.0041 |
|
| Peta Zona Nilai Tanah skala 1:25.000/1:10.000/ 1:2.500 | Area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama dari sekumpulan bidang tanah di dalamnya, mempunyai perbedaan nilai antara satu dengan yang lainnya berdasarkan analisis perbandingan harga pasar... | Skala | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:25.000;1:10.000;1:2.500 | TAHUNAN | - | Pertanahan | |
| 07.04.0035 |
|
| Peta Zonasi Kawasan Konservasi Perairan skala 1:50.000 | Zonasi Kawasan Konservasi adalah batas-batas fungsional di Kawasan Konservasi yang ditetapkan sesuai dengan potensi sumber daya hayati, non-hayati, dan sosial budaya beserta daya dukung lingkungan.... | lokasi | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | GEOSPASIAL | S032001 | Terbuka | 1:50.000 | TAHUNAN | Kelautan | |
| 07.03.0062 |
|
| Peta Zonasi Taman Nasional skala 1:50.000 | Merupakan layer zona pengelolaan atau zonasi taman nasional. Taman Nasional atau disebut TN adalah Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang... | 1:50.000 | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | GEOSPASIAL | - | 1:50.000 | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.03.0063 |
|
| PNBP dari Hasil Hutan Bukan Kayu (P_HHBK) | Pendapatan negara dari hasil hutan bukan kayu, misalnya rotan, gaharu, madu hutan. | rupiah | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.03.0064 |
|
| PNBP dari Pemanfaatan Jasa Lingkungan Berbasis Ekowisata (P_ekowisata) | Pendapatan negara dari pemanfaatan jasa lingkungan berbasis ekowisata, seperti tiket masuk kawasan konservasi. | rupiah | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.03.0065 |
|
| PNBP dari Perizinan Pemanfaatan Satwa Liar dan Tumbuhan (P_izin satwa) | Pendapatan negara dari perizinan pemanfaatan satwa liar dan tumbuhan yang diperoleh melalui mekanisme legal, seperti perizinan perdagangan satwa legal atau peredaran hasil hutan bukan kayu. | miliar rupiah | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | WIlayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.02.027 |
|
| Porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam Bauran Energi Primer | Energi Baru dan Terbarukan (EBT) adalah energi yang berasal dari sumber energi terbarukan antara lain berasal dari panas bumi, angin, bioenergi, sinar matahari, aliran dan terjunan air, serta gerakan... | persen | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | Belum Tersedia | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 18b.Porsi EBT dalam Bauran Energi Primer (%) Indikator SIPD: 000035 - Porsi EBT dalam Bauran Energi Primer 000179 - Bauran Energi Terbarukan 000633 - Porsi EBT dalam Bauran Energi | Energi |
| 03.01.0041 |
|
| Potensi air baku bendungan seluruhnya | Kapasitas maksimum air baku yang dapat disediakan oleh bendungan berdasarkan perencanaan dan desain teknisnya | liter per detik | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai Pusat | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 07.05.0165 |
|
| Potensi Kehilangan PDB pada Empat Sektor Prioritas Akibat Bahaya Iklim (Baseline) | Estimasi nilai kerugian ekonomi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) pada sektor tertentu yang diperkirakan terjadi akibat dampak perubahan iklim jika tidak ada tindakan adaptasi atau mitigasi yang... | rupiah | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 10.03.0067 |
|
| Prediksi Pasang Surut | Perkiraan tinggi muka air laut pada posisi dan waktu tertentu yang dihasilkan dari model pasang surut. | 60 menit | BADAN INFORMASI GEOSPASIAL | Prioritas | GEOSPASIAL | - | titik | BELUM DAPAT DITENTUKAN | Kewilayahan | ||
| 07.05.0167 |
|
| Presentase Akurasi Keberhasilan Modifikasi Cuaca | Persentase akurasi keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca adalah merupakan nilai rata-rata persentase keberhasilan dari setiap misi pelaksanaan operasi modifikasi cuaca yang telah terlaksana untuk... | persen | BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 04.01.175 |
|
| Prevalensi Anemia pada Ibu Hamil Berumur 15— 49 Tahun | Anemia adalah suatu kondisi yang menunjukkan jumlah sel darah merah atau kapasitas sel darah merah membawa oksigen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Ibu hamil anemia adalah ibu hamil... | persen | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | 10410158 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional; Klasifikasi Wilayah: Perdesaan, Perkotaan; Umur/Usia; Tingkat Pendidikan; Status Pekerjaan | TAHUNAN | "Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi. Indikator SIPD: 000091 - Prevalensi anemia pada ibu hamil usia 15-49 tahun." | Kesehatan |
| 02.03.060 |
|
| Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan/ Prevalence of Undernourishment | (Prevalence of Undernourishment/PoU) adalah proporsi penduduk di suatu wilayah yang mengkonsumsi pangan lebih rendah dari standar kecukupan energi untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif, yang... | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 10410159 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota; Klasifikasi Wilayah: Perdesaan, Perkotaan; Umur/Usia; Status Disabilitas; Kelompok Pengeluaran; Jenis Kelamin Kepala Keluarga | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 43b.Prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan (Prevalence of Undernourishment) (%) Indikator SIPD: 000068 - Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan (Prevalence of Undernourishment) | Sosial |
| 04.01.177 |
|
| Prevalensi Obesitas pada Penduduk Berumur 18 Tahun ke Atas | Prevalensi obesitas pada penduduk umur ≥18 tahun hasil pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥27 pada wilayah dan periode waktu tertentu | persen | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | 10410160 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000828 - Prevalensi Obesitas lebih dari 18 tahun 000117 - Prevalensi obesitas pada penduduk umur ?18 tahun. | Kesehatan |
| 02.03.061 |
|
| Prevalensi Penduduk dengan Kerawanan Pangan Sedang atau Berat | Indikator ini mengukur persentase individu di pada suatu populasi secara nasional yang memiliki pengalaman atau mengalami tingkat kerawanan pangan sedang atau parah, setidaknya sekali dalam 12 bulan... | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 10510016 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, dan Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000088 - Prevalensi penduduk dengan kerawanan pangan sedang atau berat, berdasarkan pada Skala Pengalaman Kerawanan Pangan. | Sosial |
| 04.01.178 |
|
| Prevalensi remaja putri anemia | Cakupan anak perempuan kelas 7 (SMP atau sederajat) dan kelas 10 (SMA dan sederajat) yang memiliki kadar hemoglobin | persen | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 04.01.180 |
|
| Prevalensi Tengkes/ Stunting pada Balita | Stunting (pendek/sangat pendek) adalah kondisi kurang gizi kronis yang diukur berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dibandingkan dengan menggunakan standar WHO tahun 2005. Data tinggi... | persen | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | 10410162 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota; Klasifikasi Wilayah: Perdesaan, Perkotaan; Jenis Kelamin; Umur/Usia; Tingkat Pendidikan; Status Pekerjaan; Kelompok Pengeluaran | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 2b.Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita (%) Indikator SIPD: 000011 - Prevalensi Stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita 000817 - Prevalensi Stunting (pendek dan sangat pendek) | Kesehatan |
| 04.01.181 |
|
| Prevalensi Wasting pada Balita | Wasting (kurus) adalah kondisi kurang gizi akut yang diukur berdasarkan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dibandingkan dengan menggunakan standar WHO 2005 digunakan pada balita. Berikut... | persen | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | 10410164 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota; Klasifikasi Wilayah: Perdesaan, Perkotaan; Jenis Kelamin; Umur/Usia; Tingkat Pendidikan; Status Pekerjaan; Kelompok Pengeluaran | TAHUNAN | Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat. Indikator SIPD: 000089 - Prevalensi wasting (berat badan/tinggi badan) anak pada usia kurang dari 5 tahun, berdasarkan tipe. | Kesehatan |
| 02.11.020 |
|
| Prioritisasi destinasi pariwisata prioritas berbasis bahari dan danau | Banyaknya destinasi Pariwisata Prioritas berbasis bahari dan danau yang diintervensi meliputi Bali, Kepulauan Riau, Lombok-Gili Tramena, Labuan Bajo, Manado- Likupang, Wakatobi, Raja Ampat, Bangka... | - | KEMENTERIAN PARIWISATA | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Pariwisata | |||
| 09.02.0037 |
|
| Produk Domestik Bruto (PDB) atas Dasar Harga Konstan | Nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri, disesuaikan dengan inflasi, sehingga mencerminkan nilai riil produksi nasional.? | miliar rupiah | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000039 - Ekspor Barang dan Jasa | Keuangan | |
| 09.02.0038 |
|
| Produk Domestik Bruto (PDB) atas Dasar Harga Konstan tahun berjalan dan tahun sebelumnya | Jumlah seluruh nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun menurut harga yang konstan | miliar rupiah | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000542 - Pertumbuhan Ekonomi | Keuangan | |
| 09.02.0040 |
|
| Produk Domestik Bruto (PDB) Nominal | Total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi dalam suatu negara pada harga pasar saat ini (tanpa penyesuaian inflasi) | rupiah | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000330 - Rasio penerimaan pajak terhadap PDB. | Keuangan | |
| 09.02.051 |
|
| Produk Domestik Bruto (PDB) per Kapita | PDB per kapita menunjukkan peningkatan sejalan dengan perbandingan kenaikan nilai PDB dan jumlah penduduk. | ribu rupiah | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 22010016 | Terbuka | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000182 - PDB per kapita | Keuangan |
| 09.02.0041 |
|
| Produk Domestik Bruto Sektor Industri (PDB SI) | Nilai total output barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor industri dalam satu tahun | miliar rupiah | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000216 - Intensitas emisi sektor industri. | Keuangan | |
| 09.02.052 |
|
| Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) | Kontribusi PDRB adalah share PDRB wilayah terhadap PDB Nasional. | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 32010044 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000006 - Kontribusi PDRB Provinsi | Keuangan |
| 09.02.0042 |
|
| Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten/Kota anggota Wilayah Metropolitan | Jumlah nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh seluruh sektor ekonomi di setiap kabupaten/kota yang termasuk dalam suatu wilayah metropolitan, dihitung berdasarkan harga pasar. | miliar rupiah | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 23a.Proporsi kontribusi PDRB wilayah metropolitan terhadap nasional (%) | Keuangan | |
| 02.11.0053 |
|
| Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) | Nilai tambah bruto atas barang dan jasa penyediaan akomodasi dan makan minum yang diproduksi di suatu wilayah (provinsi/kabupaten/kota), di mana barang dan jasa dihitung menggunakan harga tahun... | miliar rupiah | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Pariwisata | |||
| 02.11.0054 |
|
| Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Atas Dasar Harga Berlaku (ADHK) | Nilai tambah bruto atas barang dan jasa penyediaan akomodasi dan makan minum yang diproduksi di suatu wilayah (provinsi/kabupaten/kota), di mana barang dan jasa dihitung menggunakan harga tahun... | miliar rupiah | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Pariwisata | |||
| 07.02.0064 |
|
| Produksi Biodiesel | Jumlah biodiesel yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak nabati atau lemak hewani menjadi biodiesel dalam suatu periode tertentu. | Ribu KL | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Diperlukan data per Provinsi | Energi | |
| 07.01.0006 |
|
| Produksi LNG | Jumlah LNG yang dihasilkan dari proses pencairan gas bumi di fasilitas LNG dalam suatu periode tertentu. | Ribu MMBTU | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Diperlukan data per Provinsi | Energi | |
| 07.02.0063 |
|
| Produksi Uap Panas Bumi | Jumlah uap panas bumi yang dihasilkan dari sumur produksi dan dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pembangkitan listrik panas bumi dalam suatu periode tertentu. | Ribu Ton Uap | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Dibutu | Energi | |
| 02.03.0045 |
|
| Produktivitas Jagung | Rata-rata hasil panen per hektar untuk Jagung | ton/ha | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.11-Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota), dengan penajaman di: Prov. Kalimantan Timur; Prov. Jawa Timur; Prov. Kalimantan Selatan; Prov. Sumatera Selatan; Prov. Sumatera Utara; Prov. Aceh (Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang); Prov. Bengkulu (Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Bengkulu Tengah); Prov. Sumatera Barat; Sulawesi Tengah; Sulawesi Tenggara (Bombana, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe); Sulawesi Selatan (Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Sidenreng Rappang, Pinrang); Riau (Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti). Deskripsi: Ketersediaan pangan masih didominasi padi-padian; beras fluktuatif dan saat defisit dilakukan impor (429 ribu ton, 2023). Potensi pangan lokal besar namun belum optimal: produksi aneka umbi naik 0,63% (2019–2023) dengan kenaikan produktivitas rata-rata 1,33% (Kementan, 2024). Konsumsi sayur-buah masih rendah (PPH 2023: 5,5% dari ideal 6,0%) dan biaya pola makan sehat tinggi (>25% UMP DKI, 2017). Arah intervensi: pengembangan komoditas non-beras (aneka umbi, sayur, buah, jagung, sorgum) melalui on-farm/off-farm dan perhutanan berbasis masyarakat; penguatan lumbung pangan lokal sesuai agroekologi; serta bauran kebijakan untuk menurunkan harga/biaya pangan bergizi agar akses, diversifikasi konsumsi, dan ketahanan pangan meningkat. Indikator SIPD: 000639 - Jumlah Produksi Jagung | Pertanian | |
| 02.04.016 |
|
| Produktivitas Kelapa | Produktivitas kelapa dihitung berdasarkan jumlah produksi per luas tanaman menghasilkan | kilogram per hektare | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | "Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.06-Pengembangan Hilirisasi Kelapa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; 30 Provinsi; Provinsi Sulawesi Utara; Sulawesi Tengah; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Riau (Kab. Indragiri Hilir); Provinsi Aceh (Kab. Simeulue, Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Besar, Kab. Pidie, Kab. Bireuen, Kab. Aceh Utara); klaster kabupaten di Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kab. Kaur, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Tengah); Kabupaten Kebumen; klaster kabupaten di Maluku Utara (Kab. Halmahera Barat, Kab. Halmahera Utara, Kab. Halmahera Selatan, Kab. Kepulauan Sula); klaster kabupaten di Kalimantan Timur (Kab. Kutai Kartanegara, Kab. Kutai Barat); Kab. Bintan; klaster kabupaten/kota di Sumatera Barat (Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kota Pariaman); Kab. Tabanan; klaster kabupaten di Sulawesi Barat (Kab. Majene, Kab. Mamuju, Kab. Polewali Mandar, Kab. Mamasa); dan Kab. Tasikmalaya. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis kelapa, serta mendukung pengembangan kawasan perkebunan. Fokus utamanya adalah untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan utilisasi industri kelapa. Keseluruhan upaya ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri kelapa secara nasional." | Perkebunan |
Showing 2,901-2,950 of 3,346 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 183921 | 05.01.0216 |
|
| Jumlah berkas perkara yang disetujui untuk dihentikan penuntutannya oleh Jaksa melalui diversi (P-26 (Anak) | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA | Jampidum | Perkara yang disetujui untuk diselesaikan melalui Diversi | Jumlah Perkara | - | Nasional | TAHUNAN | Hukum | TERSEDIA | ||
| 183922 | 05.01.0215 |
|
| Jumlah berkas perkara yang disetujui untuk diselesaikan oleh Jaksa melalui RJ | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA | Jampidum | Perkara yang disetujui untuk diselesaikan melalui Restorative Justice | Jumlah Perkara | - | Nasional | TAHUNAN | Hukum | TERSEDIA | ||
| 183923 | 05.01.0214 |
|
| Jumlah berkas perkara yang diusulkan untuk dihentikan penuntutannya oleh Jaksa melalui diversi (P-26 (Anak) | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA | Jampidum | Perkara yang diusulkan untuk diselesaikan melalui Diversi | Jumlah Perkara | - | Nasional | TAHUNAN | Hukum | TERSEDIA | ||
| 183924 | 05.01.0213 |
|
| Jumlah berkas perkara yang diusulkan untuk diselesaikan oleh Jaksa melalui RJ | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA | Jampidum | Perkara yang diusulkan untuk diselesaikan melalui Restorative Justice | Jumlah Perkara | - | Nasional | TAHUNAN | Hukum | TERSEDIA | ||
| 183925 | 03.03.027 |
|
| Jumlah Bongkar Muat Pada Pelabuhan Utama Petikemas | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Direktorat Kepelabuhanan | Jumlah suatu muatan yang dimuat dan dibongkar dari dermaga, tongkang, truk ke dalam palka atau geladak kapal. Menggunakan derek dan katrol kapal maupun darat, barang dipindahkan dari dan ke atas... | ribu ton | - | Wilayah Kerja PT. Pelindo; Nasional | TAHUNAN | Transportasi | TERSEDIA | ||
| 183926 | 06.03.002 |
|
| Jumlah BRIDA/ BAPERIDA yang beroperasi optimal | Prioritas | STATISTIK | Indikator | BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL | Sekretariat Deputi Riset dan Inovasi Daerah | BRIDA/BAPPERIDA adalah lembaga perangkat daerah yang bertugas untuk melaksanakan penelitian, pengembangan, dan inovasi di tingkat daerah (definisi sesuai Perpres No.78/2021 pasal 66-68, Permendagri... | lembaga | - | Wilayah: Nasional | TAHUNAN | Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi | TERSEDIA | ||
| 183927 | 09.02.0002 |
|
| Jumlah BUMD Air Minum dengan Tarif Full Cost Recovery (FCR) | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah | Jumlah BUMD Air Minum yang telah menetapkan tarif yang sepenuhnya menutupi biaya operasional dan investasi. | Total | - | Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Keuangan | TERSEDIA | ||
| 183928 | 07.05.016 |
|
| Jumlah BUMD Air Minum yang mengelola Layanan Air Limbah Domestik | Prioritas | STATISTIK | Indikator | Direktorat Perumahan dan Infrastruktur Kawasan Permukiman | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Jumlah BUMD Air Minum/PDAM yang mengelola Layanan Air Limbah Domestik (layanan sistem terpusat dan setempat) | badan usaha | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | TERSEDIA | ||
| 183929 | 02.11.0009 |
|
| Jumlah cadangan minyak dan gas bumi | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi | Estimasi volume sumber daya minyak bumi dan gas alam yang secara teknis dan ekonomis dapat dieksploitasi atau diekstraksi dari suatu wilayah atau lapangan energi, berdasarkan teknologi dan harga... | MMSTB | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | TERSEDIA | ||
| 183930 | 04.01.0030 |
|
| Jumlah Calon Pengantin yang Disaring | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN KESEHATAN | Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga | Jumlah individu yang menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah sesuai standar, termasuk pemeriksaan status gizi, hemoglobin, tekanan darah, dan riwayat penyakit. | individu | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Kesehatan | TERSEDIA |
Showing 581-590 of 4,146 items.
