Data Prioritas Jangka Menengah 2025-2029

(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)

#ID DDPSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis DataInstansi Produsen DataDefinisiSatuanCatatan kebutuhan dukungan Data Daerah20252026202720282029
         
Tidak ada data yang ditemukan.
 
Id DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataDefinisiSatuanInstansi Produsen DataJenis PengajuanJenis DataStandar DataKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranCatatan kebutuhan dukungan data daerahTag Rad
    
09.01.0052
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Pemenuhan Pelatihan Kompetensi APIPDa 2025Pelatihan Kompetensi yang telah dilakukan-KEMENTERIAN DALAM NEGERIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANDalam Negeri
02.10.0004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Bagi Hasil BUMDes terhadap PADes
Pemeringkatan BUMDesSkore Pemeringkatan BUMDesskorKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALPrioritasSTATISTIK-Per BUMDes per tahunTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
03.04.0015
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Pemukiman Kumuh Kota yang DitanganiPermukiman Kumuh adalah Permukiman yang tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta Sarana dan Prasarana yang tidak memenuhi...unit per tahunKEMENTERIAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPerumahan
07.03.0008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Luas kawasan hutan yang diamankan
Penanganan Hasil Hutan IlegalTindakan yang diambil terhadap hasil hutan yang diperoleh secara ilegal, termasuk penyitaan dan penindakan hukumVolume kayu dalam meter kubik (m³)KEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKehutanan
07.03.0009
    • RPJMN 2025-2029
  1. Nilai PNBP dari hasil pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar berkelanjutan
Pendapatan dari Produk Berbasis Pemanfaatan Satwa Liar yang Legal (P_penjualan produk konservasi)Pendapatan dari produk berbasis pemanfaatan satwa liar yang legal, seperti hasil penangkaran.rupiahKEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKehutanan
09.02.0024
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Pendapatan Nasional Bruto (PNB)/Gross National Income (GNI) per Kapita
Pendapatan Faktor Neto dari Luar Negeri (NFIA)Selisih antara pendapatan yang diterima oleh penduduk negara tersebut dari luar negeri dan pendapatan yang dibayarkan kepada non-residen di dalam negeri, termasuk remitansi dan pendapatan investasimiliar rupiahBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANKeuangan
03.02.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Peningkatan Pendapatan Perkapita Masyarakat di 45 Kawasan Transmigrasi
Pendapatan Masyarakat di 45 Kawasan Transmigrasi Tahun berlangsung dan Tahun sebelumnyaDefinisi: Total pendapatan bruto masyarakat di kawasan transmigrasi pada tahun tertentu, dapat mencakup pendapatan dari sektor pertanian, perdagangan, jasa, dan lainnyarupiahKEMENTERIAN TRANSMIGRASIPrioritasSTATISTIK-tabelTAHUNANTransmigrasi
09.02.032
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Pendapatan Nasional Bruto (PNB)/Gross National Income (GNI) per Kapita
Pendapatan Nasional Bruto (PNB)/Gross National Income (GNI) per KapitaGNI per kapita adalah total pendapatan yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun, termasuk pendapatan dari produksi dalam negeri dan pendapatan dari luar negeri (seperti remitansi atau...dollar usdBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANKeuangan
06.02.0050
    • SDGs
  1. Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan pembagian kelompok umur berdasarkan International Conference of Labour Statisticians
Penduduk umur 12-14 tahun yang bekerja lebih dari 14 jam per mingguJumlah penduduk berusia 12–14 tahun yang bekerja lebih dari 14 jam per minggu, termasuk dalam kategori pekerja anak.OrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000191 - Persentase dan jumlah anak usia 5-17 yang bekerja, dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan pembagian kelompok umur berdasarkan International Conference of Labour StatisticiansKetenagakerjaan
04.01.065
    • RPJMN 2025-2029
  1. Pengeluaran Kesehatan Total per kapita
Pengeluaran Kesehatan Total per kapitaPengeluaran yang digunakan untuk kesehatan dari seluruh sumber pendanaan dibandingkan dengan jumlah populasi pada periode waktu tertentu.juta rupiah per kapitaKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANKesehatan
09.02.035
    • RPJMN 2025-2029
  1. Pengeluaran per kapita laki-laki dan perempuan
Pengeluaran per Kapita yang Disesuaikan menurut Jenis KelaminDaya beli adalah kemampuan masyarakat dalam membelanjakan uangnya dalam bentuk barang maupun jasa. Pengeluaran per kapita disesuaikan ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya...ribu rupiahBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPemberdayaan Perempuan
09.02.0025
    • SDGs
  1. Pengeluaran untuk layanan pokok (pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial) sebagai persentase dari total belanja pemerintah
Pengeluaran untuk KesehatanJumlah dana yang dikeluarkan pemerintah untuk sektor kesehatan, termasuk biaya operasional rumah sakit dan puskesmas, serta program kesehatan masyarakatrupiahKEMENTERIAN KEUANGANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000086 - Pengeluaran untuk layanan pokok (pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial) sebagai persentase dari total belanja pemerintah.Keuangan
09.02.0026
    • SDGs
  1. Pengeluaran untuk layanan pokok (pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial) sebagai persentase dari total belanja pemerintah
Pengeluaran untuk PendidikanJumlah dana yang dikeluarkan pemerintah untuk sektor pendidikan, termasuk gaji tenaga pendidik dan belanja operasional pendidikanrupiahKEMENTERIAN KEUANGANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000086 - Pengeluaran untuk layanan pokok (pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial) sebagai persentase dari total belanja pemerintah.Keuangan
09.02.0027
    • SDGs
  1. Pengeluaran untuk layanan pokok (pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial) sebagai persentase dari total belanja pemerintah
Pengeluaran untuk Perlindungan SosialJumlah dana yang dikeluarkan pemerintah untuk program perlindungan sosial, seperti bantuan sosial, jaminan kesehatan, dan program kesejahteraan lainnyarupiahKEMENTERIAN KEUANGANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000086 - Pengeluaran untuk layanan pokok (pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial) sebagai persentase dari total belanja pemerintah.Keuangan
03.04.0019
    • RPJMN 2025-2029
    • SKB MenPKP/MenPU/Mendagri 2024
  1. -
Penghapusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan BangunanData yang memuat informasi pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang meliputi: Nama Provinsi, Nama Kabupaten/Kota, Nama Kecamatan, Nama...-KEMENTERIAN DALAM NEGERIPrioritasSTATISTIK-Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/KelurahanHARIANFormat data pernah disampaikan dalam Surat Sekretaris Jenderal kepada Sekretaris Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota tentang Penyampaian Format Data terkait Pelaksanaan Program Pembangunan Tiga Juta RumahPerumahan
07.03.023
    • RPJMN 2025-2029
  1. Penguatan kapasitas pengelola kawasan hutan di tingkat tapak (KPH, KUPS dan PBPH)
Penguatan kapasitas pengelola kawasan hutan di tingkat tapak (KPH, KUPS dan PBPH)Meningkatnya kapasitas pengelola kawasan hutan di tingkat tapakunitKEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKehutanan
02.03.035
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peningkatan Luas Panen Hortikultura Kawasan Sentra Produksi Pangan
Peningkatan Luas Panen Hortikultura Kawasan Sentra Produksi PanganPertambahan luasan tanaman sub-sektor hortikultura yang siap dipanen habis atau yang biasanya dipanen lebih dari sekali dan pada periode pelaporan tertentu dibandingkan periode sebelumnya yang...hektareKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-KSPP: Sumatera UtaraTAHUNANPertanian
02.03.036
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peningkatan Luas Panen Jagung Kawasan Sentra Produksi Pangan
Peningkatan Luas Panen Jagung Kawasan Sentra Produksi PanganPertambahan luasan komoditas jagung yang siap dipanen habis atau yang biasanya dipanen lebih dari sekali dan pada periode pelaporan tertentu dibandingkan periode sebelumnya yang termasuk dalam...hektarKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-KSPP: Nusa Tenggara Timur, PapuaTAHUNANPertanian
02.03.037
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peningkatan Luas Panen Padi Kawasan Sentra Produksi Pangan
Peningkatan Luas Panen Padi Kawasan Sentra Produksi PanganPertambahan luasan komoditas padi yang siap dipanen habis atau yang biasanya dipanen lebih dari sekali dan pada periode pelaporan tertentu dibandingkan periode sebelumnya yang termasuk dalam Kawasan...hektarKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-KSPP: Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, PapuaTAHUNANProgram: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.01-Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung Pangan Kalimantan Tengah Lokasi Prioritas: Provinsi Kalimantan Tengah - Kabupaten Kapuas - Kabupaten Pulang Pisau Indikasi keberlanjutan dari Food Estate Kalimantan Tengah untuk mendukung ketersediaan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan cadangan pangan nasional melalui pengelolaan lahan terdegradasi melalui upaya konservasi dan restorasi dengan penanaman tanaman pangan di Luar Pulau Jawa.Pertanian
02.03.038
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peningkatan Produksi Beras Kawasan Sentra Produksi Pangan
Peningkatan Produksi Beras Kawasan Sentra Produksi PanganPeningkatan total volume beras yang dihasilkan dalam periode tertentu di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). KSPP merupakan pengembangan tata kelola sistem sentra produksi pangan terpadu sesuai...tonKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-KSPP: Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, PapuaTAHUNANProgram: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.03-Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung Pangan Sumatera Selatan Lokasi Prioritas: Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Oku Timur Urgensi KSPP diantaranya adalah memastikan ketersediaan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan cadangan pangan nasional; pemanfaatkan lahan sub-optimal yang berada di luar Pulau Jawa; pengelolaan lahan terdegradasi melalui upaya konservasi dan restorasi dengan penanaman tanaman pangan; dan indikasi keberlanjutan dari Food Estate Sumatera SelatanPertanian
02.03.039
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peningkatan Produksi Hortikultura Kawasan Sentra Produksi Pangan
Peningkatan Produksi Hortikultura Kawasan Sentra Produksi PanganPeningkatan total volume tanaman sub-sektor hortikultura yang dihasilkan dalam periode tertentu di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). KSPP merupakan pengembangan tata kelola sistem sentra...tonKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-KSPP: Sumatera UtaraTAHUNANPertanian
02.03.040
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peningkatan Produksi Jagung Kawasan Sentra Produksi Pangan
Peningkatan Produksi Jagung Kawasan Sentra Produksi PanganPeningkatan total volume jagung yang dihasilkan dalam periode tertentu di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). KSPP merupakan pengembangan tata kelola sistem sentra produksi pangan terpadu sesuai...tonKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-KSPP: Nusa Tenggara Timur, PapuaTAHUNANPertanian
09.03.035
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peningkatan tenaga kerja sektor TIK
Peningkatan tenaga kerja sektor TIKjumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang bertambah selama periode waktu tertentu. Indikator ini mencerminkan perkembangan kontribusi sektor TIK...persenBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-TAHUNANProgram: 02.14 Ekonomi Digital. Kegiatan: 02.14.00 Penguatan Faktor Pendukung Ekonomi Digital Lokasi Prioritas: Provinsi Maluku Kegiatan ini bertujuan mempercepat pengembangan ekonomi digital guna meningkatkan kontribusinya terhadap PDB. Fokus diarahkan pada transformasi digital sektor bisnis, peningkatan keberhasilan startup, serta kesiapan industri menuju Industri 4.0. Informasi
03.03.035
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peningkatan Volume Angkutan Laut
Peningkatan Volume Angkutan Lautpeningkatan barang yang dibongkar dan dimuat pada seluruh pelabuhan Indonesia baik domestik maupun internasional. peningkatan volume angkutan laut dihitung berdasarkan total bongkar muat barang pada...persenBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANTransportasi
07.01.0011
    • PermenESDM 14/2022
  1. -
Penjualan BriketPenjualan bahan bakar briket kepada pengguna akhir atau pihak lain dalam suatu periode tertentu.TonKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANDibutuhkan data per provinsiPertambangan
07.02.0072
    • UU 22/2001
  1. -
Penjualan Gas KotaPenjualan gas bumi yang disalurkan melalui jaringan gas kota kepada pelanggan rumah tangga dan komersial nonindustri dalam suatu periode tertentu.Ribu MMBTUKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANDiperlukan data per ProvinsiEnergi
07.05.055
    • RPJMN 2025-2029
  1. Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada sektor industri yang menjadi prioritas dekarbonisasi
Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada sektor industri yang menjadi prioritas dekarbonisasiproses mengurangi emisi GRK, terutama karbon dioksida, dari pembakaran bahan bakar fosil dan upaya dekarbonisasi industri dari komponen energi dapat dilakukan melalui empat cara, yaitu: penggantian...million tonnes of carbon dioxide equivalentKEMENTERIAN PERINDUSTRIANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANLingkungan Hidup
07.05.056
    • SDGs
  1. Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sektor industri
Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sektor industriSelisih antara emisi GRK yang dihasilkan antara emisi baseline dengan emisi aktual di sektor Industri saja.-KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANLingkungan Hidup
07.05.0052
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Persentase Perubahan Emisi Gas Rumah Kaca
Penurunan Emisi GRK pada Tahun berjalanSelisih antara emisi GRK pada tahun dasar (baseline) dengan emisi GRK aktual pada tahun ttonKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANIndikator Utama Pembangunan - 45.  Persentase Penurunan Emisi GRK (%)Lingkungan Hidup
07.05.0053
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK)
Penurunan emisi GRK total sektoral tahun t (PEt)Selisih antara emisi GRK yang dihasilkan pada skenario Business as Usual (BAU) dan emisi aktual yang dihasilkan pada tingkat masing-masing sektor pada tahun t. Data dikumpulkan pada aplikasi AKSARA.ton co2-eq)KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000008 - Penurunan intensitas emisi GRKLingkungan Hidup
07.02.021
    • RPJMN 2025-2029
  1. Penurunan Emisi Pembangkitan Listrik
Penurunan Emisi Pembangkitan ListrikPenurunan Emisi Pembangkitan Listrik (Juta Ton CO2) berasal dari aksi mitigasi yang berada di bawah kewenangan Ditjen Ketenagalistrikan dan menggunakan data penghitungan tahun N-1 (lagging 1 tahun),...million tonnes of carbon dioxide equivalentKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANEnergi
03.06.008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Penurunan indeks gini ketimpangan pemilikan tanah untuk petani/nelayan
Penurunan indeks gini ketimpangan pemilikan tanah untuk petani/nelayanPenghitungan untuk mengukur ketimpangan pemilikan tanah pada rumah tangga petani/nelayan penerima redistribusi tanahIndeksKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPertanahan
07.02.022
    • RPJMN 2025-2029
  1. Penurunan Intensitas Energi Final
Penurunan Intensitas Energi FinalPenurunan jumlah konsumsi energi final per unit produk domestik brutosetara barel minyak per miliar rupiahKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANProgram: 02.11-Swasembada Energi. Kegiatan: 02.11.03-Penguatan Implementasi Transisi Energi Berkeadilan Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Kabupaten Nunukan; Provinsi Maluku (Kota Ambon*, Kab. Seram Bagian Barat*, Kab. Seram Bagian Timur*, Kab. Kepulauan Aru*); Klaster Kalimantan Barat: Kab. Sambas, Kab. Sanggau, Kab. Sintang, Kab. Kapuas Hulu, Kab. Bengkayang, Kota Pontianak. Deskripsi: Emisi GRK Indonesia meningkat tajam (1990–2015: ~320 → 937 juta ton) dan diperkirakan mencapai 1.600–1.700 juta ton CO₂ pada 2030, sementara indeks ketahanan energi masih 6,64. Penurunan produksi migas mendorong impor migas naik ~8% per tahun (5 tahun terakhir), dengan serapan energi didominasi industri (43%), transportasi (38%), rumah tangga & komersial (17%). Arah intervensi: percepatan transisi/ diversifikasi menuju energi bersih dan swasembada energi melalui peningkatan pemanfaatan EBT (listrik terbarukan, biofuel), efisiensi energi (penurunan intensitas energi final), elektrifikasi sisi permintaan, serta penerapan CCUS di industri—berorientasi pada konsolidasi emisi sektor energi hingga ~129 juta ton CO₂ pada 2060.Energi
07.05.0166
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Penurunan Potensi Kerugian Ekonomi akibat perubahan iklim terhadap PDB (%) pada empat sektor prioritas (kelautan dan pesisir, air, pertanian dan kesehatan)
Penurunan Potensi Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim terhadap PDB pada Empat Sektor Prioritas (Kelautan dan Pesisir, Air, Pertanian, dan Kesehatan)Estimasi nilai ekonomi dari potensi kerugian yang mungkin terjadi pada sektor kelautan dan pesisir, air, pertanian, dan kesehatan akibat dampak perubahan iklim, seperti penurunan produksi pertanian,...rupiahKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANLingkungan Hidup
06.02.0051
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase penyandang disabilitas bekerja di sektor formal
Penyandang Disabilitas yang Bekerja di Sektor Formal (Jumlah PD yang bekerja di sektor formal)Penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal dengan status pekerjaan yang diatur oleh peraturan perundang-undangan, yaitu: Status pekerjaan 3: Buruh tetap atau buruh yang dibayar secara...OrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndikator Utama Pembangunan - 10.Persentase penyandang disabilitas bekerja di sektor formal (%), diusulkan untuk menggunakan proksi: Indikator SIPD: 000023 - Persentase Penyandang Disabilitas Bekerja di Sektor FormalKetenagakerjaan
02.11.0008
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Penyerapan Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana DesaPersentase realisasi penggunaan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Desa (DD) oleh pemerintah daerah, dibandingkan dengan...PersenKEMENTERIAN DALAM NEGERIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKeuangan
02.01.025
    • RPJMN 2025-2029
  1. Penyerapan Tenaga Kerja Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT)
Penyerapan Tenaga Kerja Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT)Agregat tenaga kerja seluruh perusahaan yang bergerak di subsektor industri tekstil (KBLI 13) dan industri pakaian jadi (KBLI 14)OrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.16-Pengembangan Industri Tekstil dan Produk Tekstil Lokasi Prioritas: Kota Semarang dan Seluruh Provinsi. Deskripsi: -Ketenagakerjaan
07.02.0071
    • UU 22/2001
  1. -
Penyusutan Volume Supply & Demand GasJumlah pengurangan volume gas bumi akibat proses pengolahan, pemisahan komponen, atau perubahan kondisi tekanan dan temperatur dalam suatu periode tertentuMMSCFKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANDiperlukan data per ProvinsiEnergi
07.05.058
    • SDGs
  1. Peran aktif dalam mengikuti kesepakatan multilateral internasional tentang bahan kimia dan limbah berbahaya
Peran aktif dalam mengikuti kesepakatan multilateral internasional tentang bahan kimia dan limbah berbahayaBahan Kimia dan Limbah Berbahaya adalah bahan yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan...persenKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000253 - Peran aktif dalam mengikuti kesepakatan multilateral internasional tentang bahan kimia dan limbah berbahaya.Lingkungan Hidup
03.01.0027
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Pembangunan Gedung/Perkantoran
Perencanaan Pembangunan Gedung Tahun BerkenaanJumlah atau target pembangunan gedung atau perkantoran yang direncanakan oleh OIKN untuk dibangun pada tahun tertentuUnitOTORITA IBUKOTA NUSANTARAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Ibu Kota NusantaraTAHUNANPekerjaan Umum
06.05.025
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peringkat pada ASEAN Para Games
Peringkat pada ASEAN Para GamesCapaian kontingen Indonesia dalam klasemen akhir ajangperingkatKEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalDUA TAHUNANOlahraga
06.05.026
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peringkat pada Asian Games
Peringkat pada Asian GamesCapaian kontingen Indonesia dalam klasemen akhir ajang pada ajang Asian GamesperingkatKEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGAPrioritasSTATISTIK-EMPAT TAHUNANOlahraga
06.05.027
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peringkat pada Asian Para Games
Peringkat pada Asian Para GamesCapaian kontingen Indonesia dalam klasemen akhir ajang Asian Para GamesperingkatKEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGAPrioritasSTATISTIK-EMPAT TAHUNANOlahraga
06.05.031
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peringkat pada Youth Olympic Games
Peringkat pada Youth Olympic GamesCapaian kontingen Indonesia dalam klasemen akhir ajang Youth Olympic GamesperingkatKEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGAPrioritasSTATISTIK-EMPAT TAHUNANOlahraga
02.07.001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Peringkat Risiko Komposit BUMN Minimal 3
Peringkat Risiko Komposit BUMN Minimal 3Perhitungan penentuan peringkat komposit Risiko BUMN didasarkan pada dua variabel penilaian yaitu (i) penilaian terhadap kualitas penerapan Manajemen Risiko, dan (ii) penilaian terhadap pencapaian...persenBADAN PENGATURAN BADAN USAHA MILIK NEGARAPrioritasSTATISTIK-Perusahan BUMNTAHUNANBadan Usaha Milik Negara
02.11.0014
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Perkembangan cost recovery yang harus dibayarkan pemerintahdata yang menunjukkan perubahan nilai biaya operasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) yang diklaim oleh kontraktor kontrak kerja sama (PSC) dan harus diganti (reimbursed) oleh pemerintah dalam...RpKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPertambangan
09.03.0054
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Perkembangan dan jumlah pegawai ASN di Pemerintah Pusat dan Daerah berdasarkan jabatan fungsionalbanyaknya aparatur sipil negara yang menduduki jabatan fungsional—yang menekankan keahlian profesional atau teknis, dibanding jabatan struktural atau pelaksana—di instansi pemerintahan pusat dan...OrangBADAN KEPEGAWAIAN NEGARAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANInformasi
02.11.0015
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Perkembangan daya serap tenaga kerja di sektor migasjumlah tenaga kerja—terutama Tenaga Kerja Indonesia (TKI)—yang terserap dalam berbagai kegiatan di sektor migas hulu (eksplorasi, pengembangan, produksi), sepanjang waktu tertentuPekerjaKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPertambangan
02.11.0016
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Perkembangan gross split migasdata yang menggambarkan dinamika penerapan skema kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) dengan sistem gross split pada kegiatan hulu minyak dan gas bumi, yang mencakup kebijakan,...PersenKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPertambangan
03.03.0287
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Perkembangan Jumlah kecelakaan lalu lintasperubahan jumlah seluruh kejadian kecelakaan lalu lintas—baik ringan, berat, maupun fatal—sepanjang waktu tertentu (biasanya tahunan atau bulanan) di suatu wilayahkecelakaanKEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANTransportasi
Showing 2,051-2,100 of 3,346 items.
IDId DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis PengajuanJenis DataIndikator VariabelStandar DataMitra Sektor BappenasInstansi Produsen DataUnit Kerja Produsen DataDefinisiSatuanKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranTag RadStatus Persetujuan
    
18375109.07.002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jaminan kebebasan berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat oleh aparat negara
Jaminan kebebasan berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat oleh aparat negaraPrioritasSTATISTIKIndikatorDirektorat Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan DemokrasiKEMENTERIAN KOORDINATOR POLITIK DAN KEAMANANDIREKTORAT STATISTIK KETAHANAN SOSIALKekerasan yang mengancam kebebasan dan kedaulatan warga negara untuk berkumpul, berserikat, berekspresi, dan berpendapat adalah indikator penting dalam pengukuran demokrasi. Ketiadaan kebebasan pada...persen-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesekretariatan NegaraTERSEDIA
18375206.03.0006
    • Perpres 78/2021
  1. Kecepatan internet jaringan pitalebar bergerak (Mobile Broadband)
Jangkauan jaringan 4GPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALDirektorat Pengendalian Infrastruktur DigitalLuas Wilayah Administrasi yang tercakup jaringan 4Gkilometer persegi (km²)-Provinsi, Kabupaten, KotaTAHUNANIlmu Pengetahuan Dan TeknologiTERSEDIA
18375309.03.013
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jangkauan jaringan fiber optik per kecamatan
Jangkauan jaringan fiber optik per kecamatanPrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALDirektorat Pengendalian Infrastruktur DigitalRasio persentase antara jumlah desa/kelurahan yang telah terjangkau Optical Distribution Point (ODP) dibandingkan dengan total jumlah kecamatpersen-Wilayah Administrasi Kecamatan, Kabupaten/Kota ProvinsiTAHUNANInformasiTERSEDIA
18375409.03.014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jangkauan penyiaran radio terestrial per populasi
Jangkauan penyiaran radio terestrial per populasiNon PrioritasSTATISTIKIndikatorDirektorat Infrastruktur, Ekosistem, dan Keamanan DigitalLEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIADirektorat Teknologi Media BaruJumlah penduduk yang dapat menerima sinyal siaran radio terestrial dari sebuah stasiun penyiaran radio pada suatu area tertentu, dengan kualitas sinyal yang memadai untuk didengarkan dengan baik...persen-NasionalTAHUNANKomunikasiTERSEDIA
18375502.05.0012
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jenis dan Jumlah lalu lintas ternak dan non ternak (anjing, kucing, dll)PrioritasSTATISTIKVariabelBADAN KARANTINA INDONESIAJenis dan Jumlah lalu lintas ternak dan non ternak (anjing, kucing, dll)Ekor-Nasional, ProvinsiTAHUNANPeternakanTERSEDIA
18375607.05.0015
    • SDGs
  1. Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Jmlah dokumen Penerapan Ekolabel Kategori A (DPEA)PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPusat Standardisasi Instrumen Lingkungan HidupPenerapan ekolabel pada produk dan jasa yang memenuhi standar lingkungan tertinggi, sesuai dengan regulasi dan ISO 14020.Dokumen-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANLingkungan HidupTERSEDIA
18375707.05.0016
    • SDGs
  1. Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Jmlah dokumen Penerapan Ekolabel Kategori B (DPEB)PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPusat Standardisasi Instrumen Lingkungan HidupPenerapan ekolabel pada produk dan jasa yang memenuhi kriteria lingkungan tingkat menengah, tetapi belum mencapai standar kategori A.Dokumen-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANLingkungan HidupTERSEDIA
18375807.05.0017
    • SDGs
  1. Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Jmlah dokumen Penerapan Ekolabel Kategori n (DPEn)PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPusat Standardisasi Instrumen Lingkungan HidupPenerapan ekolabel pada kategori produk lainnya yang tidak termasuk dalam kategori A dan B.Dokumen-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANLingkungan HidupTERSEDIA
18375903.01.0001
    • SDGs
  1. Proporsi pengambilan air baku bersumber dari air permukaan terhadap ketersediaannya
Jumlah (volume) air baku bersumber dari air permukaan yang dimanfaatkan untuk keperluan domestik (JABPD)PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMDirektorat Air Tanah dan Air Baku, Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan SDAVolume total air yang diambil dari sumber air permukaan (seperti sungai, danau, dan waduk) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air domestik, termasuk air minum, memasak, mandi, mencuci, dan...meter kubik (m³)-Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai PusatTAHUNANPekerjaan UmumTERSEDIA
18376003.01.0002
    • SDGs
  1. Proporsi pengambilan air baku bersumber dari air permukaan terhadap ketersediaannya
Jumlah (volume) air baku bersumber dari air permukaan yang tersedia (JABP)PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMDirektorat Air Tanah dan Air Baku, Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan SDATotal volume air yang tersedia di sumber air permukaan dalam suatu wilayah tertentu, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk domestik, pertanian, industri, dan lainnyapersen-Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai PusatTAHUNANPekerjaan UmumTERSEDIA
Showing 411-420 of 4,146 items.