(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)
| # | ID DDP | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Data | Instansi Produsen Data | Definisi | Satuan | Catatan kebutuhan dukungan Data Daerah | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Tidak ada data yang ditemukan. | ||||||||||||||
| Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Definisi | Satuan | Instansi Produsen Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Standar Data | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Catatan kebutuhan dukungan data daerah | Tag Rad |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 02.02.013 |
|
| Kontribusi ekspor produk berteknologi menengah dan tinggi Indonesia terhadap total ekspor produk Indonesia | Industri berteknologi menengah dan tinggi adalah industri- industri dengan klasifikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) 2020 sebagai berikut: Kode Deskripsi 20 Industri bahan kimia... | persen | KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000220 - Kontribusi ekspor produk industri berteknologi tinggi. | Perdagangan | |
| 02.02.046 |
|
| Kontribusi Ekspor Produk Industri Berteknologi Tinggi | Total ekspor suatu negara yang dihasilkan oleh industri yang menggunakan teknologi maju dan inovasi dalam proses produksi, industri berteknologi tinggi | persen | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Industri | ||
| 02.01.019 |
|
| Kontribusi Jasa Industri Terhadap PDB Nasional | Kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) yang bersumber dari sektor Jasa Industri meliputi: 1. Jasa instalasi dan commissioning peralatan industri 2. Jasa konsultasi manajemen industri 3. Jasa... | persen | KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN | Prioritas | STATISTIK | PDB | Terbuka | Nasional | TAHUNAN | Industri | |
| 02.01.021 |
|
| Kontribusi PDB Industri Pengolahan berdasarkan PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) | Persentase nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh lapangan usaha industri pengolahan terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstran (ADHK). | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional dan Provinsi | TAHUNAN | Keuangan | ||
| 02.01.020 |
|
| Kontribusi PDB Industri Pengolahan terhadap PDB Atas Dasar Harga Berlaku | Persentase nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh lapangan usaha industri pengolahan terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB). | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator Utama Pembangunan - 11. Rasio PDRB Industri Pengolahan (%) | Industri | |
| 02.02.0081 |
|
| Kontribusi Perdagangan Besar dan Eceran Terhadap Produk Domestik Bruto Nasional | Kontribusi Perdagangan Besar dan Eceran Terhadap Produk Domestik Bruto Nasional | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TRIWULANAN | Perdagangan | ||
| 02.08.005 |
|
| Kontribusi Realisasi Investasi Luar Jawa | Nilai kontribusi investasi luar jawa merupakan persentase nilai investasi luar jawa yang terdiri Pulau Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusra, Sulawesi, Maluku, dan Papua dibandingkan nilai total... | persen | KEMENTERIAN INVESTASI DAN HILIRISASI/BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Investasi | ||
| 09.03.028 |
|
| Kontribusi sektor informasi dan komunikasi terhadap PDB | Persentase nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TRIWULANAN | Program: 02.14 Ekonomi Digital. Kegiatan: 02.14.00 Penguatan Faktor Pendukung Ekonomi Digital Lokasi Prioritas: Provinsi Maluku Kegiatan ini bertujuan mempercepat pengembangan ekonomi digital guna meningkatkan kontribusinya terhadap PDB. Fokus diarahkan pada transformasi digital sektor bisnis, peningkatan keberhasilan startup, serta kesiapan industri menuju Industri 4.0. | Informasi | |
| 09.03.029 |
|
| Kualitas Siaran Televisi yang Memenuhi Standar Berlaku | Pengukuran indikator Kualitas Siaran Televisi yang Memenuhi Standar Berlaku mencakup aspek kualitas siaran sehingga bisa menjadi bahan evaluasi bagi KPI dan lembaga penyiaran untuk memperbaiki mutu... | skala 1-5 | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Program: 01.02-Penguatan Komunikasi Publik dan Media. Kegiatan: 01.02.01-Penguatan Pers dan Media Massa yang Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri (BEJO'S) Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi), Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kepulauan Riau. Deskripsi: Kepercayaan publik terhadap objektivitas media menurun (LSI 2023: 66%), diperparah oleh konglomerasi kepemilikan media yang mengancam keragaman dan independensi, serta maraknya intimidasi terhadap insan pers yang tercermin pada turunnya indeks kemerdekaan pers (2023: 71,57; 2024: 69,36). Disrupsi digital menekan media konvensional: penetrasi TV turun (~86%), radio 13%, koran/majalah 8%, sementara online ~70% dan media sosial 62%; banyak media cetak tutup, pergeseran belanja iklan dominan ke media sosial (~80%) melemahkan pendapatan media arus utama. Kualitas konten juga jadi sorotan dengan 813 pengaduan (97,66% selesai), mencakup pelanggaran P3-SPS dan Kode Etik (minim verifikasi/uji informasi). Sasaran program: memulihkan kepercayaan dan kemerdekaan pers serta membangun ekosistem media yang berintegritas, bertanggung jawab, edukatif, jujur, objektif, dan sehat secara industri. | Informasi | |
| 02.07.0001 |
|
| Laba Bersih (Net Profit) BUMN | Merupakan keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi semua biaya, termasuk biaya operasional, beban bunga, penyusutan, pajak, dan biaya lainnya | rupiah | BADAN PENGATURAN BADAN USAHA MILIK NEGARA | Prioritas | STATISTIK | - | Perusahaan BUMN | TAHUNAN | Badan Usaha Milik Negara | ||
| 03.06.0012 |
|
| Lahan Baku Sawah | Lahan Baku Sawah yang selanjutnya disingkat LBS adalah lahan sawah yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agraria/ pertanahan dan tata ruang. (Permenko Nomor... | hektar | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, kabupaten/Kota | LIMA TAHUNAN | Pertanahan | ||
| 02.11.013 |
|
| Laju Pertumbuhan Kontribusi Pariwisata Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) | Laju Pertumbuhan Kontribusi Pariwisata (Tourism Direct Gross Domestic Product atau TDGDP) tahun t terhadap TDGDP tahun t-1 | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000194 - Proporsi kontribusi pariwisata terhadap PDB 000610 - Rasio PDB Pariwisata | Pariwisata | |
| 02.01.024 |
|
| Laju pertumbuhan PDB Ekonomi Kreatif | Laju Pertumbuhan PDB Ekonomi Kreatif adalah pertambahan nilai pendapatan ekonomi kreatif dalam kurun waktu satu tahun. Perhitungan menggunakan PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Ekonomi Kreatif,... | persen | KEMENTERIAN EKONOMI KREATIF | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Industri | ||
| 03.07.0030 |
|
| Laju Pertumbuhan Penduduk | Angka yang menunjukkan persentase pertambahan jumlah penduduk per tahun dalam jangka waktu tertentu | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 10110030 | Terbuka | Nasional | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000239 - Rasio laju perluasan lahan terbangun terhadap laju pertumbuhan penduduk | Kependudukan |
| 09.02.026 |
|
| Laju Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) per Kapita | PDB per kapita menunjukkan peningkatan sejalan dengan perbandingan kenaikan nilai produk domestik bruto (PDB) dan jumlah penduduk. PDB per kapita diperoleh dengan cara membagi PDB atas harga dasar... | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 22010009 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000181 - Laju pertumbuhan PDB per kapita | Keuangan |
| 09.02.027 |
|
| Laju Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) per Tenaga Kerja | Laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja adalah rata- rata laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja dalam periode waktu tertentu. | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | 22010010 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000183 - Laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja/Tingkat pertumbuhan PDB riil per orang bekerja per tahun | Keuangan |
| 09.02.028 |
|
| Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) | Suatu indikator ekonomi makro yang digunakan untuk melihat perubahan produktivitas berdasarkan pada perkembangan volume produksi barang ataupun jasa. Pengukurannya menggunakan data Produk Domestik... | persen | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Keuangan | ||
| 09.02.0109 |
|
| Laporan Keuangan atas Anggaran dan Realisasi Anggaran setiap Pemerintah Daerah (Laporan Keuangan Audited) | Perbandingan antara anggaran yang direncanakan (pagu) dan realisasi belanja/penerimaan selama satu tahun anggaran | Rupiah | KEMENTERIAN DALAM NEGERI | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Keuangan | ||
| 07.05.053 |
|
| Layanan KLHS dan instrumen lingkungan hidup yang terintegrasi dalam kebijakan, rencana dan program | Jumlah atau persentase kebijakan, rencana, dan program (KRP) pembangunan yang telah mengintegrasikan KLHS dan instrumen lingkungan hidup lainnya. KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis,... | layanan | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | ||
| 09.04.0007 |
|
| Layanan Pengaduan Masyarakat Terhadap Konten Siaran TV dan Radio | Jumlah pengaduan masyarakat terhadap konten siaran TV dan Radio yang ditindaklanjuti | Jumlah Aduan yang ditindaklanjuti | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | tabel | TAHUNAN | Komunikasi | ||
| 04.01.0149 |
|
| Layanan Unggulan Data Rumah Sakit | Kumpulan data layanan unggulan Rumah Sakit | - | KEMENTERIAN KESEHATAN | Prioritas | STATISTIK | - | Kota Batam dan Kepulauan Riau | TAHUNAN | Kesehatan | ||
| 09.04.0008 |
|
| Lembaga penyiaran TV dan Radio yang diawasi KPI Pusat | Lembaga penyiaran TV dan radio yang diawasi oleh KPI terdiri dari 41 lembaga penyiaran TV digital, 5 Lembaga penyiaran berlangganan, dan 15 Radio Berjaringan | lembaga | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | tabel | TAHUNAN | Komunikasi | ||
| 02.11.0013 |
|
| Lifting minyak dan gas bumi | Jumlah minyak mentah dan gas alam siap jual yang telah berhasil diproduksi dan disalurkan (dilifting) oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) kepada pembeli, baik untuk pasar domestik maupun... | Barel | KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Energi | ||
| 02.09.0056 |
|
| Lokasi Koperasi Berbasis Koordinat Geografis | Sebaran Peta lokasi koperasi berdasarkan koordinat geografis berupa lintang (latitude) dan bujur (longitude) | 1 IGT | KEMENTERIAN KOPERASI | Prioritas | GEOSPASIAL | - | Nasional | TAHUNAN | Koperasi | ||
| 10.03.001 |
|
| Luas area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara dan sekitarnya yang terbangun | Area terbangun adalah area yang mulai dimanfaatkan sesuai dengan peruntukan ruangnya. Pada Kawasan Budi Daya area terbangunan adalah pembangunan bangunan gedung (seperti gedung kantor, gedung pusat... | hektar | OTORITA IBUKOTA NUSANTARA | Prioritas | STATISTIK | - | Tabulasi | TAHUNAN | Kewilayahan | ||
| 03.01.0019 |
|
| Luas area layanan irigasi | Total luas lahan pertanian yang menerima layanan irigasi dari jaringan yang dikelola | hektar | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 02.04.0003 |
|
| Luas Areal Perkebunan Kelapa | Total luas areal yang digunakan untuk menanam komoditas kelapa | hektar | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | "Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.06-Pengembangan Hilirisasi Kelapa Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi; 30 Provinsi; Provinsi Sulawesi Utara; Sulawesi Tengah; Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Selatan; Provinsi Riau (Kab. Indragiri Hilir); Provinsi Aceh (Kab. Simeulue, Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Besar, Kab. Pidie, Kab. Bireuen, Kab. Aceh Utara); klaster kabupaten di Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kab. Kaur, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Tengah); Kabupaten Kebumen; klaster kabupaten di Maluku Utara (Kab. Halmahera Barat, Kab. Halmahera Utara, Kab. Halmahera Selatan, Kab. Kepulauan Sula); klaster kabupaten di Kalimantan Timur (Kab. Kutai Kartanegara, Kab. Kutai Barat); Kab. Bintan; klaster kabupaten/kota di Sumatera Barat (Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kota Pariaman); Kab. Tabanan; klaster kabupaten di Sulawesi Barat (Kab. Majene, Kab. Mamuju, Kab. Polewali Mandar, Kab. Mamasa); dan Kab. Tasikmalaya. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis kelapa, serta mendukung pengembangan kawasan perkebunan. Fokus utamanya adalah untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan utilisasi industri kelapa. Keseluruhan upaya ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri kelapa secara nasional." | Perkebunan | |
| 07.03.012 |
|
| Luas Areal Preservasi yang dikembangkan | Indikator ini merujuk pada luas wilayah yang ditetapkan dan dikelola sebagai areal preservasi, yaitu area di luar kawasan konservasi resmi seperti Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian... | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 02.04.0004 |
|
| Luas areal tanaman sagu | Total luas areal yang digunakan untuk menanam komoditas sagu | hektar | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota (Untuk perkebunan rakyat) | TAHUNAN | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Perkebunan | |
| 03.01.049 |
|
| Luas Daerah Irigasi | Area sawah atau lahan pertanian yang menerima pasokan air melalui sistem irigasi yang dikelola | hektar | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | 24110049 | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | |
| 07.03.0005 |
|
| Luas Kawasan Hutan | Tingkat atau kecepatan berkurangnya luas hutan dalam suatu periode waktu tertentu | - | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | 1:50.000 | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.03.0006 |
|
| Luas Kawasan Hutan Konservasi | Area hutan yang ditetapkan untuk tujuan konservasi, termasuk taman nasional, suaka margasatwa, dan kawasan lindung lainnya | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.03.013 |
|
| Luas kawasan hutan konservasi yang dipersiapkan untuk implementasi nilai ekonomi karbon | Jumlah luas kawasan yang dipersiapkan untuk implementasi nilai ekonomi karbon | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.03.014 |
|
| Luas kawasan hutan yang diamankan | Mengetahui luas kawasan hutan yang diamankan melalui jumlah kasus pengamanan kawasan hutan dan penanganan hasil hutan illegal yang ditindaklanjuti | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 07.04.007 |
|
| Luas Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil | Kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil meliputi kawasan konservasi perairan dan taman nasional laut. Kawasan konservasi perairan adalah kawasan perairan yang... | juta hektare | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000279 - Jumlah luas kawasan konservasi perairan Laut 001060 - Luasan Kawasan Konservasi | Kelautan | |
| 07.04.008 |
|
| Luas Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil yang Efektif Dikelola | Indikator untuk mengukur total luas kawasan konservasi yang dikelola secara berkelanjutan untuk mencapai tujuan tujuan pengelolaan kawasan konservasi | juta hektare | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Data diperoleh dari Provinsi | Kelautan | |
| 07.04.0013 |
|
| luas kawasan konservasi perairan | Total luas area perairan yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi berdasarkan keputusan resmi pemerintah. Total luas area yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi di perairan, wilayah... | hektar | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | data diperoleh dari Provinsi | Kelautan | |
| 03.01.050 |
|
| Luas kawasan yang terlindungi dari risiko daya rusak air | area atau wilayah yang telah dilindungi atau dikelola dengan cara tertentu untuk mengurangi atau menghindari kerusakan yang disebabkan oleh daya rusak air, seperti erosi, banjir, atau sedimentasi... | hektar | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Pesisir Utara Jawa | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 02.03.031 |
|
| Luas Lahan Baku Sawah yang dicetak | Lahan baku sawah yang dicetak pada tahun tersebut melalui program cetak sawah. Lahan baku sawah merupakan lahan sawah yang secara periodik ditanami padi atau diselingi tanaman lain | hektare | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.07-Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung Pangan Lainnya Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi, mencakup Provinsi Jambi, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Aceh, Provinsi NTT, Provinsi Gorontalo; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kab. Bengkulu Utara, Kab. Kaur, Kab. Seluma, Kab. Mukomuko, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu); kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kab. Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Bandung, Kab. Sumedang, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Kuningan, Kab. Majalengka, Kab. Bandung Barat, Kab. Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta klaster kabupaten spesifik termasuk Kab. Halmahera Utara, Kab. Halmahera Timur, Kab. Manokwari, Kab. Manokwari Selatan, Kab. Nduga, Kab. Jayawijaya, Kab. Bone, Kab. Wajo, Kab. Sidrap, Kab. Pinrang, Kab. Buru, Kab. Maluku Tengah, dan Kab. Maluku Tenggara. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan nasional dalam menghadapi ancaman ketidakstabilan pasokan pangan global. Latar belakang utamanya adalah terjadinya penurunan Lahan Baku Sawah (88.000 Ha), penurunan Indeks Pertanaman (4,6 poin), dan penurunan produksi beras (623.000 ton) dalam empat tahun terakhir, yang mengancam ketahanan pangan. Target program ini adalah menghasilkan tambahan produksi setara 10 juta ton beras (20 juta ton GKG) melalui tambahan luas panen 4 juta hektare. Upaya ini akan dicapai melalui pendekatan intensifikasi dan ekstensifikasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan fokus utama pada komoditas padi di tahun 2025 (selain jagung, kedelai, singkong, dll.). Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Petani (Poktan, Gapoktan, P3A, Lembaga Pertanian lainnya) serta BUMN Pangan. | Pertanian | ||
| 09.03.0049 |
|
| Luas lahan perkebunan komoditas strategis (kelapa sawit, tembakau, karet, kopi, teh, dan tebu) | Data yang mencatat luas areal yang dibudidayakan tiap komoditas di Indonesia, diukur dalam hektar, dan di-breakdown berdasarkan wilayah administratif | hektar | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Provinsi | TAHUNAN | Informasi | ||
| 02.03.0031 |
|
| Luas Lahan Sawah yang Ditetapkan sebagai LP2B (LL_LP2B) | Luas lahan pertanian pangan (utama tanaman pangan) yang telah ditetapkan secara resmi sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dalam rencana tata ruang atau dokumen kebijakan daerah | hektar | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi:Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pertanian | ||
| 02.03.032 |
|
| Luas lahan sawah yang ditingkatkan indeks pertanaman | Luas lahan sawah dengan Indeks Pertanaman (IP) kurang dari atau sama dengan 100 yang ditingkatkan menjadi IP 200 | ribu hektare | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | TAHUNAN | Program: 02.10-Swasembada Pangan. Kegiatan: 02.10.07-Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung Pangan Lainnya Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi, mencakup Provinsi Jambi, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Aceh, Provinsi NTT, Provinsi Gorontalo; seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kab. Bengkulu Utara, Kab. Kaur, Kab. Seluma, Kab. Mukomuko, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu); kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat (Kab. Bogor, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kab. Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Bandung, Kab. Sumedang, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Kuningan, Kab. Majalengka, Kab. Bandung Barat, Kab. Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar); serta klaster kabupaten spesifik termasuk Kab. Halmahera Utara, Kab. Halmahera Timur, Kab. Manokwari, Kab. Manokwari Selatan, Kab. Nduga, Kab. Jayawijaya, Kab. Bone, Kab. Wajo, Kab. Sidrap, Kab. Pinrang, Kab. Buru, Kab. Maluku Tengah, dan Kab. Maluku Tenggara. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan nasional dalam menghadapi ancaman ketidakstabilan pasokan pangan global. Latar belakang utamanya adalah terjadinya penurunan Lahan Baku Sawah (88.000 Ha), penurunan Indeks Pertanaman (4,6 poin), dan penurunan produksi beras (623.000 ton) dalam empat tahun terakhir, yang mengancam ketahanan pangan. Target program ini adalah menghasilkan tambahan produksi setara 10 juta ton beras (20 juta ton GKG) melalui tambahan luas panen 4 juta hektare. Upaya ini akan dicapai melalui pendekatan intensifikasi dan ekstensifikasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan fokus utama pada komoditas padi di tahun 2025 (selain jagung, kedelai, singkong, dll.). Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Petani (Poktan, Gapoktan, P3A, Lembaga Pertanian lainnya) serta BUMN Pangan. | Pertanian | ||
| 07.04.0014 |
|
| Luas Lahan Tambak Garam | Total luas lahan yang digunakan untuk produksi garam oleh petani garam rakyat. | hektar | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | "Program: 02.22-Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. Kegiatan: 02.22.04-Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat; Provinsi NTT; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur (termasuk Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Pasuruan, Kab. Tuban, Kab. Lamongan); Sulawesi Selatan (termasuk Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab. Pangkajene Kepulauan); Gorontalo; Bali; D.I. Yogyakarta; Sulawesi Tengah; Aceh; dan Kalimantan Timur. Deskripsi: Konsumsi garam nasional terus meningkat (mencapai 4,5 juta ton pada 2022), namun tidak diimbangi dengan produksi nasional (2,9 juta ton pada 2022). Hal ini menyebabkan pemenuhan konsumsi garam nasional masih dilakukan melalui impor, meskipun Indonesia memiliki garis pantai 108.000 km. Padahal, Perpres Nomor 126 Tahun 2022 mengamanatkan agar kebutuhan garam nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri paling lambat tahun 2024 (dengan pengecualian). Oleh karena itu, program ini bertujuan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing industri garam dan produk olahan hasil laut. Hal ini memerlukan investasi pada industri hilirisasi garam, terutama (i) soda kaustik, (ii) sodium karbonat (soda ash), (iii) sodium sulfat, serta vacuum salt untuk sektor kesehatan." | Kelautan | |
| 02.03.0032 |
|
| Luas Layanan Irigasi di Wilayah | Luas tambahan area pertanian (baik padi maupun non-padi) yang mendapatkan layanan irigasi setelah pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah tersebut | hektar | KEMENTERIAN PERTANIAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000930 - Persentase Luas Layanan Irigasi Multikomoditas | Pertanian | |
| 07.03.016 |
|
| Luas pemulihan ekosistem di KSA, KPA dan TB | total luas lahan dalam KSA, KPA, dan TB yang telah mengalami kegiatan pemulihan ekosistem. Pemulihan ekosistem mencakup upaya mengembalikan fungsi dan struktur ekosistem yang terganggu atau... | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Kehutanan | ||
| 09.03.0050 |
|
| Luas Permukiman yang Dijangkau Mobile Broadband (LPMB) | Luas wilayah permukiman yang telah memiliki cakupan sinyal mobile broadband (minimal 4G) | kilometer persegi (km²) | KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000221 - Proporsi penduduk yang terlayani mobile broadband. | Informasi | |
| 07.03.0007 |
|
| Luas Rekalkulasi Penutupan Lahan di Indonesia | Luas lahan yang ditutupi oleh vegetasi hutan, baik di dalam kawasan hutan yang ditetapkan oleh pemerintah maupun di luar kawasan tersebut | hektar | KEMENTERIAN KEHUTANAN | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | TAHUNAN | Indikator SIPD: 000285 - Proporsi kawasan hutan terhadap total luas lahan | Kehutanan | |
| 03.01.0020 |
|
| Luas Sawah Beririgasi Fungsional | Bagian dari luas potensial yang telah dilayani dengan jaringan irigasi tersier sehingga jaringan irigasi yang sudah ada berfungsi untuk mengairi lahan sawah dalam wilayah pelayanannya | hektar | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Pekerjaan Umum | ||
| 03.06.0047 |
|
| Luas Tanah Hak Guna Bangunan | Total luasan bidang-bidang tanah yang telah diberikan dan didaftarkan dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) | hektar | KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL | Prioritas | STATISTIK | - | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | TAHUNAN | Pertanahan | ||
| 02.03.0033 |
|
| Luas tanaman (ubi) menghasilkan | Luas lahan perkebunan rakyat yang tanaman ubi kayunya telah mencapai tahap produksi dan menghasilkan panen dalam periode tertentu | Ha | BADAN PUSAT STATISTIK | Prioritas | STATISTIK | - | Nasional | TAHUNAN | Program: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.08-Pengembangan Hilirisasi Sagu dan Singkong Lokasi Prioritas: Provinsi Nusa Tenggara Barat Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri pengolahan berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut | Pertanian |
Showing 1,801-1,850 of 3,346 items.
| ID | Id Ddp | Sumber Referensi | Indikator | Nama Data | Jenis Pengajuan | Jenis Data | Indikator Variabel | Standar Data | Mitra Sektor Bappenas | Instansi Produsen Data | Unit Kerja Produsen Data | Definisi | Satuan | Klasifikasi Data Sesuai Resiko | Klasifikasi Penyajian | Jadwal Pemutakhiran | Tag Rad | Status Persetujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 183701 | 03.03.008 |
|
| Indeks Peningkatan SDM Transportasi | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PERHUBUNGAN | Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan | Pemenuhan Sumber Daya Manusia dalam Bidang Transportasi yang Berkompeten | persen | - | Nasional | TAHUNAN | Transportasi | TERSEDIA | ||
| 183702 | 01.02.023 |
|
| Indeks Penyelesaian Kasus WNI di Luar Negeri | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN LUAR NEGERI | Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia | Merupakan perbandingan antara kasus WNI di luar negeri yang diselesaikan dengan jumlah kasus WNI diterima Persentase penyelesaian kasus WNI di luar negeri di luar negeri, terdiri dari 2 unsur, yaitu:... | persen | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TRIWULANAN | Urusan Luar Negeri | TERSEDIA | ||
| 183703 |
|
| Indeks Penyelesaian Penyidikan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN | Direktorat Penanganan Pelanggaran | Ukuran penyelesaian penyidikan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan | indeks | - | Nasional | TAHUNAN | Kelautan | TERSEDIA | |||
| 183704 |
|
| Indeks Perencanaan Pembangunan Nasional Kementerian pariwisata | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN PARIWISATA | Biro Perencanaan dan Keuangan | Merupakan nilai yang menggambarkan kualitas perencanaan yang telah disusun Kemenpar berbasiskan dampak (outcome) dengan memastikan kebermanfaatan terhadap masyarakat dan pihak terkait, dengan... | - | - | - | TAHUNAN | Pariwisata | TERSEDIA | |||
| 183705 | 07.05.0013 |
|
| Indeks Perilaku Ramah Lingkungan Hidup | Prioritas | STATISTIK | Variabel | KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP | Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor | IPRLH adalah indeks yang mengukur perilaku masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. | nilai indeks tanpa satuan | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Lingkungan Hidup | TERSEDIA | ||
| 183706 | 04.03.004 |
|
| Indeks Perlindungan Anak (IPA) | Prioritas | STATISTIK | Indikator | 33210004 | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | BIRO DATA DAN INFORMASI | Indeks Perlindungan Anak (IPA) adalah indeks komposit yang mengukur capaian pemenuhan hak dan perlindungan anak yang disusun sesuai dengan klaster dalam Konvensi Hak Anak.;Indeks Perlindungan Khusus... | - | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pemberdayaan Perempuan | TERSEDIA | |
| 183707 | 04.03.005 |
|
| Indeks Perlindungan Khusus Anak (IPKA) | Prioritas | STATISTIK | Indikator | 33210005 | KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK | BIRO DATA DAN INFORMASI | Angka yang menggambarkan pencapaian pembangunan perlindungan yang diterima oleh anak dalam situasi dan kondisi tertentu untuk mendapatkan jaminan rasa aman terhadap ancaman yang membahayakan diri dan... | - | Terbuka | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | TAHUNAN | Pemberdayaan Perempuan | TERSEDIA | |
| 183708 | 05.01.009 |
|
| Indeks Perlindungan Saksi dan Korban | Prioritas | STATISTIK | Indikator | LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN | Biro Umum dan Kepegawaian | Indeks Perlindungan Saksi dan Korban (IPSK) adalah nilai capaian penyelenggaraan pelayanan perlindungan saksi dan korban tindak pidana berdasarkan sepuluh dimensi penilaian. | nilai | - | Wilayah Administrasi: Nasional | TAHUNAN | Hukum | TERSEDIA | ||
| 183709 | 02.01.002 |
|
| Indeks Persaingan Usaha | Prioritas | STATISTIK | Indikator | KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA | Direktorat Ekonomi | Indeks Persaingan Usaha merupakan indikator yang menunjukkan tingkat persaingan usaha di berbagai provinsi dan sektor ekonomi di Indonesia. Indikator persaingan usaha yang meningkat menunjukkan... | Nilai Indeks | - | wilayah (nasional dan provinsi) dan sektoral | TAHUNAN | Industri | TERSEDIA | ||
| 183710 |
|
| Indeks Persepsi Korupsi Kemenimipas | Non Prioritas | STATISTIK | Indikator | KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN | Sekretariat Jenderal | Data Hasil Survei Indeks Presepsi Anti Korupsi di satuan kerja | Nilai | - | Satuan Kerja | BULANAN | Kebijakan Pemerintah | TERSEDIA |
Showing 361-370 of 4,146 items.
