Data Prioritas Jangka Menengah 2025-2029

(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)

#ID DDPSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis DataInstansi Produsen DataDefinisiSatuanCatatan kebutuhan dukungan Data Daerah20252026202720282029
         
Tidak ada data yang ditemukan.
 
Id DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataDefinisiSatuanInstansi Produsen DataJenis PengajuanJenis DataStandar DataKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranCatatan kebutuhan dukungan data daerahTag Rad
    
02.10.0058
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah yang memiliki Standardisasi (SNI) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah usaha menengah/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah usaha menengah/Pelaku Usaha yang memiliki Standardisasi (SNI) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0057
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah yang Menerapkan Digitalisasi dan Jumlah UMKMPersentase usaha menengah yang menerapkan Digitalisasi merupakan perbandingan jumlah usaha menengah yang menggunakan atau memanfaatkan Digitalisasi dalam rantai usaha/bisnis terhadap seluruh unit...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0056
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah yang Menerapkan Teknologi Produksi dan Jumlah UMKMPersentase usaha menengah yang menerapkan Teknologi merupakan perbandingan jumlah usaha menengah yang menerapkan dari sisi menggunakan atau memanfaatkan teknologi produksi dalam rantai usaha/bisnis...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/KotaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0055
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Menengah yang Terjalin Kemitraan dan Jumlah UMKMPersentase kemitraan usaha menengah adalah indikator penting dalam menilai seberapa sukses usaha menengah dalam menjalin hubungan dengan pihak lain, baik itu perusahaan besar, lembaga keuangan,...unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0054
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha MikroProporsi jumlah usaha mikro merupakan perbandingan jumlah unit usaha mikro terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang sama. Skala usaha mikro didasarkan pada PP No. 7 tahun 2021Unit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota per Skala UsahaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0053
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah usaha mikro berdasarkan lapangan usaha (KBLI dan/atau sektoral)Jumlah usaha mikro berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dan/atau sektoralUnit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0052
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro dengan Usaha Berbadan Hukum, Jumlah pelaku usaha yang Memiliki Catatan Pembukuan Lengkap, dan Jumlah UsahaProporsi usaha mikro dengan usaha berbadan hukum atau memiliki catatan pembukuan lengkap merupakan nilai yang menunjukkan proporsi pelaku usaha (berusaha sendiri, dibantu buruh tidak tetap/pekerja...Unit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0051
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang memiliki Sertifikasi (Halal) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah usaha mikro/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah usaha mikro/Pelaku Usaha yang memiliki Sertifikasi (Halal) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0050
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang Memiliki Sertifikasi Mutu ProdukPersentase jumlah UMKM/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah UMKM/Pelaku Usaha yang memiliki Sertifikasi Mutu Produk terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0049
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang memiliki Standardisasi (SNI) dan Jumlah UMKMPersentase jumlah usaha mikro/Pelaku Usaha merupakan perbandingan jumlah usaha mikro/Pelaku Usaha yang memiliki Standardisasi (SNI) terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang samaUnit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalSEMESTERANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0048
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang Menerapkan Digitalisasi dan Jumlah UMKMPersentase usaha mikro yang menerapkan Digitalisasi merupakan perbandingan jumlah usaha mikro yang menggunakan atau memanfaatkan Digitalisasi dalam rantai usaha/bisnis terhadap seluruh unit usaha...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0047
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang Menerapkan Teknologi Produksi dan Jumlah UMKMPersentase usaha mikro yang menerapkan Teknologi merupakan perbandingan jumlah usaha mikro yang menerapkan dari sisi menggunakan atau memanfaatkan teknologi produksi dalam rantai usaha/bisnis...Unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/KotaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0046
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro yang Terjalin Kemitraan dan Jumlah UMKMPersentase kemitraan usaha mikro adalah indikator penting dalam menilai seberapa sukses usaha mikro dalam menjalin hubungan dengan pihak lain, baik itu perusahaan besar, lembaga keuangan, pemerintah,...unit usahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0024
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan MenengahProporsi jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan perbandingan jumlah unit usaha mikro, kecil, dan menengah terhadap seluruh unit usaha pada tahun yang sama. Skala usaha mikro, kecil, dan...Unit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota per Skala UsahaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0041
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat sebagai vendor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)Definisi : Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terlibat secara aktif sebagai supplier/vendor yang melakukan transaksi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rumus : Dihitung dari...Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)BADAN GIZI NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/KotaBULANANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0045
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah berdasarkan lapangan usaha (KBLI dan/atau sektoral)Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dan/atau sektoralUnit UsahaKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional dan ProvinsiTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
07.05.050
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah usaha/kegiatan/izin pengelolaan SDA dan lingkungan yang diawasi ketaatannya
Jumlah usaha/kegiatan/izin pengelolaan SDA dan lingkungan yang diawasi ketaatannyamenunjukkan jumlah izin yang diawasi dari total izin yang diterbitkanusaha/ kegiatan/ izinKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANLingkungan Hidup
02.03.027
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah varietas unggul tanaman dan hewan untuk pangan yang dilepas
Jumlah varietas unggul tanaman dan hewan untuk pangan yang dilepasVarietas unggul adalah varietas yang dikembangkan oleh peneliti dan sudah dilepas ke masyarakat melalui penetepan Keputusan Menteri Pertanian atau pejabat yang diberi kewenangan untuk itu. Varietas...varietas, galurKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPertanian
09.06.0102
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Verifikasi Laporan dan Pengaduan MasyarakatMengacu pada KUHAP Pasal 1 butir nomor 24 : Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seorang karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah...LaporanKOMISI PEMBERANTASAN KORUPSIPrioritasSTATISTIK-WilayahBULANANAparatur Negara
07.02.009
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Volume Penyaluran BBM BersubsidiJumlah Volume Penyaluran BBM Bersubsidi mengukur total jumlah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang telah disalurkan kepada masyarakat atau sektor tertentu dalam satu periode tertentu. BBM...juta kiloliterKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TAHUNANProgram: 02.11-Swasembada Energi. Kegiatan: 02.11.02-Perluasan Akses dan Jangkauan Pelayanan Energi Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Barat. Deskripsi: Indeks ketahanan energi masih 6,64, menandakan perlunya perbaikan sisi penyediaan dan permintaan. Akses masyarakat ke gas bumi masih terbatas: untuk memasak, 86,91% rumah tangga memakai gas/Elpiji, namun penetrasi jaringan gas (jargas) <5% dari total rumah tangga. Harga energi tinggi di wilayah 3T turut menahan pertumbuhan ekonomi. Arah intervensi menekankan peningkatan akses ke gas bumi, BBM, dan listrik, serta keterjangkauan layanan energi; sekaligus mendukung swasembada energi melalui implementasi pembangkit listrik energi terbarukan (khususnya di Kalimantan Barat) dan perluasan infrastruktur jargas di Jawa Timur dan wilayah lain.Energi
07.02.010
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Volume Penyaluran BBM Non Subsidi
Jumlah Volume Penyaluran BBM Non SubsidiJumlah volume BBM nonsubsidi yang disediakanjuta kiloliterKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TerbatasNasionalTAHUNANProgram: 02.11-Swasembada Energi. Kegiatan: 02.11.02-Perluasan Akses dan Jangkauan Pelayanan Energi Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi); Provinsi Jawa Timur; Provinsi Kalimantan Barat. Deskripsi: Indeks ketahanan energi masih 6,64, menandakan perlunya perbaikan sisi penyediaan dan permintaan. Akses masyarakat ke gas bumi masih terbatas: untuk memasak, 86,91% rumah tangga memakai gas/Elpiji, namun penetrasi jaringan gas (jargas) <5% dari total rumah tangga. Harga energi tinggi di wilayah 3T turut menahan pertumbuhan ekonomi. Arah intervensi menekankan peningkatan akses ke gas bumi, BBM, dan listrik, serta keterjangkauan layanan energi; sekaligus mendukung swasembada energi melalui implementasi pembangkit listrik energi terbarukan (khususnya di Kalimantan Barat) dan perluasan infrastruktur jargas di Jawa Timur dan wilayah lain.Energi
02.09.0005
    • RPJMN 2025-2029
  1. Proporsi Volume Usaha Koperasi Sektor Produksi terhadap Total Volume Usaha Koperasi
Jumlah Volume Usaha KoperasiTotal nilai seluruh usaha koperasi dari semua sektor (konsumsi, jasa, simpan pinjam, dan produksi), mencakup nilai penjualan, penerimaan jasa, serta pembiayaan yang dilakukan koperasi dalam satu...rupiahKEMENTERIAN KOPERASIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; SektorTAHUNANProgram: 03.03-Peningkatan Produktivitas UMKM dan Koperasi. Kegiatan: 03.03.01-Pengembangan Koperasi Sektor Produksi Lokasi Prioritas: Provinsi Sulawesi Utara; Provinsi Jawa Timur. Deskripsi: Kontribusi koperasi terhadap perekonomian masih rendah (VUK koperasi ≈1,07% PDB nasional pada 2021), dan didominasi koperasi simpan pinjam (≈69%), sementara sektor produksi—pertanian & perikanan (≈9%) dan industri pengolahan (≈0,6%)—masih kecil. Arah program menekankan penguatan koperasi sektor produksi melalui pengembangan usaha dan hilirisasi untuk menaikkan nilai tambah, akselerasi volume usaha, peningkatan kapasitas SDM dan kualitas tata kelola/regulasi, serta penguatan kelembagaan. Dampak yang dituju: kontribusi ekonomi dan penciptaan kerja meningkat, serta kesejahteraan anggota koperasi membaik. Indikator SIPD: 000872 - Proporsi Volume Usaha Koperasi Sektor ProduksiKoperasi
02.09.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Proporsi Volume Usaha Koperasi Sektor Produksi terhadap Total Volume Usaha Koperasi
Jumlah Volume Usaha Koperasi Sektor ProduksiNilai kegiatan usaha koperasi produksi yang mencakup total pendapatan dari penjualan barang/jasa produksi, penyaluran hasil produksi, atau layanan usaha produksi lainnya dalam satu tahun buku.rupiahKEMENTERIAN KOPERASIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; SektorTAHUNANProgram: 03.03-Peningkatan Produktivitas UMKM dan Koperasi. Kegiatan: 03.03.01-Pengembangan Koperasi Sektor Produksi Lokasi Prioritas: Provinsi Sulawesi Utara; Provinsi Jawa Timur. Deskripsi: Kontribusi koperasi terhadap perekonomian masih rendah (VUK koperasi ≈1,07% PDB nasional pada 2021), dan didominasi koperasi simpan pinjam (≈69%), sementara sektor produksi—pertanian & perikanan (≈9%) dan industri pengolahan (≈0,6%)—masih kecil. Arah program menekankan penguatan koperasi sektor produksi melalui pengembangan usaha dan hilirisasi untuk menaikkan nilai tambah, akselerasi volume usaha, peningkatan kapasitas SDM dan kualitas tata kelola/regulasi, serta penguatan kelembagaan. Dampak yang dituju: kontribusi ekonomi dan penciptaan kerja meningkat, serta kesejahteraan anggota koperasi membaik. Indikator SIPD: 000872 - Proporsi Volume Usaha Koperasi Sektor ProduksiKoperasi
08.02.009
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah warisan budaya Indonesia yang diusulkan sebagai warisan budaya dunia
Jumlah warisan budaya Indonesia yang diusulkan sebagai warisan budaya duniaCagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda nasional yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia dan tercantum pada daftar World Heritage dan Intangible Cultural HeritageunitKEMENTERIAN KEBUDAYAANPrioritasSTATISTIK-TAHUNANKebudayaan
08.02.010
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah adat yang dikembangkan dalam pemajuan kebudayaan
Jumlah wilayah adat yang dikembangkan dalam pemajuan kebudayaanMerupakan jumlah wilayah adat yang telah dikembangkan dalam pemajuan kebudayaan melalui pemanfaatan ruang kultural (melalui festival budaya spiritual dan festival ritus di masyarakat adat) serta...wilayahKEMENTERIAN KEBUDAYAANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKebudayaan
05.01.0155
    • DP 2023
  1. -
Jumlah wilayah kerja instansi penegak hukum yang mengimplementasikan SPPT TIBanyaknya wilayah kerja yang mengimplementasikan Sistem Pertukaran data perkara pidana secara elektronik antar lembaga penegak hukum.wilayahKEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATANPrioritasSTATISTIK10810037TerbukaWilayahTAHUNANHukum
01.01.0031
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Realisasi Rencana Luas Wilayah Perairan Indonesia (Pedalaman, Kepulauan, Teritorial, ZEE, dan Landas Kontinen) yang Diperbarui melalui Surta Hidrografi dan Oseanografi
Jumlah Wilayah Perairan Indonesia yang Telah DisurveiTotal luas wilayah perairan Indonesia—meliputi perairan pedalaman, kepulauan, teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dan landas kontinen—yang telah diperbarui datanya melalui survei hidrografi...kilometer persegi (km²)KEMENTERIAN PERTAHANANPrioritasSTATISTIK-TAHUNANPertahanan
03.01.037
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah sungai dengan pengembangan sistem informasi sumber daya air
Jumlah wilayah sungai dengan pengembangan sistem informasi sumber daya airJumlah wilayah sungai yang memiliki dan mengembangkan sistem yang dirancang untuk mendeteksi, memantau, dan memberikan peringatan dini mengenai potensi banjir, sistem hidrologi, sisdawilayahKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-TAHUNANPekerjaan Umum
03.01.0014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah sungai dengan pengembangan sistem informasi sumber daya air
Jumlah Wilayah Sungai dengan Sistem HidrologiWilayah sungai yang telah mengembangkan sistem untuk memantau parameter hidrologi seperti debit air, curah hujan, dan kualitas air.wilayahKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-wilayah NasionalTAHUNANPekerjaan Umum
03.01.0015
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah sungai dengan pengembangan sistem informasi sumber daya air
Jumlah Wilayah Sungai dengan Sistem Informasi Sumber Daya Air (SISDA)Wilayah sungai yang telah memiliki sistem informasi untuk mengelola data dan informasi terkait sumber daya air.wilayahKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah SungaiTAHUNANPekerjaan Umum
03.01.0016
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah sungai dengan pengembangan sistem informasi sumber daya air
Jumlah Wilayah Sungai dengan Sistem Peringatan Dini BanjirWilayah sungai yang telah mengembangkan sistem untuk mendeteksi dan memberikan peringatan dini mengenai potensi banjir.wilayahKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah SungaiTAHUNANPekerjaan Umum
03.01.038
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah wilayah sungai kewenangan pusat dengan neraca air tidak dalam kondisi kritis/defisit
Jumlah wilayah sungai kewenangan pusat dengan neraca air tidak dalam kondisi kritis/defisitJumlah wilayah sungai dengan neraca air tidak dalam kondisi kritis, dengan memastikan penggunaan dan pasokan air yang berkelanjutanwilayahKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Nasional, Wilayah SungaiTAHUNANPekerjaan Umum
02.10.0044
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Wirausaha yang Melakukan Inovasi dan Jumlah Wirausaha dengan status pekerjaan 1, 2, dan 3Persentase Wirausaha pada UMB ini mengukur jumlah UMB yang melakukan Inovasi Inovasi sendiri didefinisikan sebagai produk atau proses baru atau peningkatan produk/proses yang berbeda secara...OrangKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0043
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Wirausaha yang Mendapatkan Pembiayaan dan Jumlah Wirausaha dengan status pekerjaan 1, 2, dan 3Persentase Wirausaha yang mendapatkan pembiayaan ini upaya mempermudah, memperluas jangkauan, dan kesempatan mendapatkan akses sumber pendanaan yang disebut inklusi keuanganOrangKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0042
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah Wirausaha yang terhubung dalam Ekosistem Kewirausahaan dan Jumlah Wirausaha dengan status pekerjaan 1, 2, dan 3Ekosistem bisnis mencakup lingkungan di mana pengusaha/wirausaha/orang yang berusaha dapat bertumbuh, berkembang, dan bersaing secara sehat melalui dukungan kebijakan yang baik, infrastruktur yang...OrangKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
03.01.0017
    • RPJMN 2025-2029
  1. Rasio kapasitas air baku bersumber dari bendungan terhadap potensinya
Kapasitas air baku yang telah dimanfaatkan dari bendungan potensinyaJumlah air baku yang saat ini diambil dan digunakan dari bendungan untuk berbagai kebutuhan, seperti air minum, irigasi, atau industripersenKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai PusatTAHUNANPekerjaan Umum
07.02.011
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Gardu Distribusi
Kapasitas Gardu DistribusiGardu distribusi adalah infrastruktur untuk menyalurkan tenaga listrik ke pelanggan dengan mengubah tegangan.megavolt ampereKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TerbukaNasionalTAHUNANProgram: 03.02-Peningkatan Konektivitas Digital dan Transisi Energi Listrik. Kegiatan: 03.02.04-Pembangunan Infrastruktur Jaringan Ketenagalistrikan dan Digitalisasinya Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Seluruh Wilayah Indonesia), dengan penajaman di Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Provinsi Kalimantan Barat. Deskripsi: Arah program adalah pemerataan listrik berkualitas melalui pembangunan dan penguatan jaringan transmisi–interkoneksi dalam/antar pulau (super grid), perluasan jaringan distribusi hingga perdesaan dan wilayah terisolasi, serta digitalisasi infrastruktur ketenagalistrikan. Hal ini menjawab ketidakmerataan kualitas/kuantitas pasokan dan sistem yang masih terpisah, sembari mendorong efisiensi penyediaan tenaga listrik dan integrasi energi terbarukan (khususnya di Kalimantan Barat) serta transisi listrik rendah karbon (Kalimantan Selatan). Sasaran utama: meningkatnya kapasitas dan keandalan jaringan untuk mengurangi ketimpangan wilayah dan menopang pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan.Energi
07.02.012
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Gardu Induk
Kapasitas Gardu IndukGardu induk merupakan bagian dalam pembangunan infrastruktur penyediaan tenaga listrik di Indonesia. Gardu induk adalah infrastruktur untuk mengatur aliran listrik dari pembangkit menuju konsumen...megavolt ampereKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TerbukaNasionalTAHUNANProgram: 03.02-Peningkatan Konektivitas Digital dan Transisi Energi Listrik. Kegiatan: 03.02.04-Pembangunan Infrastruktur Jaringan Ketenagalistrikan dan Digitalisasinya Lokasi Prioritas: Nasional (Seluruh Provinsi/Seluruh Wilayah Indonesia), dengan penajaman di Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Provinsi Kalimantan Barat. Deskripsi: Arah program adalah pemerataan listrik berkualitas melalui pembangunan dan penguatan jaringan transmisi–interkoneksi dalam/antar pulau (super grid), perluasan jaringan distribusi hingga perdesaan dan wilayah terisolasi, serta digitalisasi infrastruktur ketenagalistrikan. Hal ini menjawab ketidakmerataan kualitas/kuantitas pasokan dan sistem yang masih terpisah, sembari mendorong efisiensi penyediaan tenaga listrik dan integrasi energi terbarukan (khususnya di Kalimantan Barat) serta transisi listrik rendah karbon (Kalimantan Selatan). Sasaran utama: meningkatnya kapasitas dan keandalan jaringan untuk mengurangi ketimpangan wilayah dan menopang pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan.Energi
03.01.039
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terbangun
Kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terbangunJumlah SR yang dapat dilayani oleh seluruh IPAL Skala Perkotaan, Permukiman, dan Kawasan Tertentu secara nasional. Dapat diestimasikan dari kapasitas volumen pengolahan yang dikonversi menggunakan...KKKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANProgram: 02.12-Swasembada Air. Kegiatan: 02.12.06-Penyediaan dan Pengawasan Sanitasi Aman, Berkelanjutan, dan Berketahanan Iklim Berbasis CWIS Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi & kabupaten/kota) dengan prioritisasi: wilayah metropolitan & ibu kota provinsi; wilayah DAS dan kawasan pesisir prioritas; serta challenging area (rawan air, pesisir, dll), sambil mempertimbangkan Readiness Criteria (RC) dan kinerja daerah. Contoh fokus yang disebut: Prov. Jawa Timur (38 kab/kota), Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jambi, Riau (Rokan Hulu/Rokan Hilir), klaster Gorontalo (Pohuwato, Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo, Gorontalo Utara, Kota Gorontalo), Kab. Tana Tidung, Kab. Luwu & Pangkajene Kepulauan, Kota Pariaman, serta Kab. Klungkung–Gianyar–Karangasem. Deskripsi: Cakupan dan pemanfaatan sanitasi aman masih rendah: hanya ±10,21% rumah tangga yang terlayani; dari 514 kab/kota baru ~60% memiliki fasilitas pengolahan air limbah domestik dengan utilisasi hanya 20–30%. Sekitar 80% konsumsi air rumah tangga menjadi air limbah berpatogen (mis. E. coli) yang berkontribusi pada 73% kasus diare; dampak berulang memicu malnutrisi dan stunting (prevalensi 2023: 21,5%) serta menaikkan beban biaya pengolahan air dan kerugian ekonomi (>2% PDB/tahun). Intervensi diarahkan untuk meningkatkan cakupan, keberfungsian, dan kualitas infrastruktur SPALD/IPLT (termasuk pendekatan CWIS), memperluas akses air minum & sanitasi aman, dan mengurangi pencemaran—guna mendukung SDG 6 serta pemenuhan hak dasar atas air dan sanitasi.Pekerjaan Umum
07.05.0049
    • RPJMN 2025-2029
  1. Cakupan Ketersediaan Sarana Prasarana Dasar Kawasan Ibu Kota Nusantara
Kapasitas IPAL TerbangunKapasitas dari instalasi pengolahan air limbah yang telah dibangunkubikOTORITA IBUKOTA NUSANTARAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Ibu Kota NusantaraTAHUNANLingkungan Hidup
07.02.0027
    • UU 22/2001
  1. -
Kapasitas Kilang Terpasangjumlah maksimum minyak mentah (dalam barel per hari) yang bisa diolah oleh sebuah kilang minyak dalam satu hariJuta Barel Uap per HariKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANMembutuhkan data detail tiap provinsiEnergi
07.02.013
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Pembangkit Listrik
Kapasitas Pembangkit ListrikKapasitas pembangkit listrik (GW) adalah jumlah total kapasitas terpasang dari pembangkit listrik, yang diukur dalam gigawatt (GW). Kapasitas terpasang ini mencerminkan kemampuan maksimum pembangkit...gigawattKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANEnergi
07.02.0077
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas BumiBesaran daya maksimum yang dapat dihasilkan oleh pembangkit listrik panas bumi berdasarkan kemampuan terpasang dan kondisi operasi dalam suatu periode tertentu.MWKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-ProvinsiTAHUNANDiperlukan data per Provinsi dan PLTPEnergi
03.01.040
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas prasarana air baku yang dibangun
Kapasitas prasarana air baku yang dibangunTambahan debit air yang dapat diolah dan atau dimanfaatkan untuk keperluan domestik, perkotaan, industri, dan lain-lain yang bersumber dari mata air, air tanah, air permukaan, air hujan, atau sumber...meter kubik per detikKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai PusatTAHUNANIndikator SIPD: 000574 - Kapasitas layanan prasarana air baku yang dibangunPekerjaan Umum
03.01.041
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas prasarana air baku yang direhabilitasi
Kapasitas prasarana air baku yang direhabilitasidebit air yang dapat diolah dan atau dimanfaatkan untuk keperluan domestik, perkotaan, industri, dan lain-lain yang bersumber dari mata air, air tanah, air permukaan, air hujan, atau sumber air...meter kubik per detikKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Wilayah Sungai PusatTAHUNANPekerjaan Umum
03.01.042
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas prasarana pengendali lahar dan sedimen
Kapasitas prasarana pengendali lahar dan sedimenkemampuan infrastruktur atau sistem yang dirancang untuk mengendalikan atau mengatur aliran lahar (material vulkanik yang panas dan cair) serta sedimen (partikel tanah, batu, atau material lain yang...meter kubik (m³)KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPekerjaan Umum
07.02.0076
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Kapasitas Produksi BiofuelKemampuan maksimum fasilitas produksi biofuel untuk menghasilkan biofuel sesuai spesifikasi teknis dalam suatu periode tertentu.KLKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-ProvinsiTAHUNAN-Energi
02.01.014
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Produksi Industri Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan Batubara
Kapasitas Produksi Industri Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan BatubaraKemampuan Industri Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan Batubara untuk dapat menghasilkan output atau memprodusi produk Kimia Dasar Berbasis Minyak, Gas, dan Batubara dalam periode tertentu. Yang...ribu tonKEMENTERIAN PERINDUSTRIANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndustri
02.01.015
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Produksi Industri Olahan Bauksit
Kapasitas Produksi Industri Olahan BauksitHasil produksi maksimum yang dapat dicapai perusahaan untuk memproduksi produk olahan bauksit (Smelter Grade Alumina, Ingot, Aluminium Rod, Aluminium Slab, Aluminium Plate, Aluminium Sheet/Strip,...juta ton per tahunKEMENTERIAN PERINDUSTRIANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndustri
02.01.016
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kapasitas Produksi Industri Olahan Nikel
Kapasitas Produksi Industri Olahan NikelHasil produksi maksimum yang dapat dicapai perusahaan untuk memproduksi produk olahan nikel (NPI/FENI/Ni Matte/MHP/Ni Sulfat/Ni Cobalt, Stainless Steel Slab, Stainless HRC/CRC, Stainless Steel...juta ton per tahunKEMENTERIAN PERINDUSTRIANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANProgram: 05.01-Pengembangan Hilirisasi Industri berbasis SDA Unggulan, Industri Padat Karya Terampil, Padat Teknologi Inovasi, serta Berorientasi Ekspor. Kegiatan: 05.01.01-Pengembangan Hilirisasi Nikel Lokasi Prioritas: Sulawesi Tengah Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambahIndustri
Showing 1,701-1,750 of 3,346 items.
IDId DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis PengajuanJenis DataIndikator VariabelStandar DataMitra Sektor BappenasInstansi Produsen DataUnit Kerja Produsen DataDefinisiSatuanKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranTag RadStatus Persetujuan
    
18368104.03.003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA)
Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA)PrioritasSTATISTIKIndikator33210003KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAKBIRO DATA DAN INFORMASIAngka yang menggambarkan pencapaian pembangunan pemenuhan hak anak atas hak sipil dan kebebasan, hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, serta hak...-TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPemberdayaan PerempuanTERSEDIA
18368206.01.009
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pemerataan Guru
Indeks Pemerataan GuruPrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHDirektorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan GuruIndeks Pemerataan Guru (IPG) adalah indeks yang mengukur pemerataan beban kerja guru antarsekolah negeri pada satu daerah. Beban kerja guru dihitung berdasarkan Permendikbud 15/2018 tentang Pemenuhan...Tanpa Satuan-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPendidikanTERSEDIA
18368309.06.050
    • RKP 2026
  1. Indeks Pemerintah Digital
Indeks Pemerintah DigitalPrioritasSTATISTIKIndikatorDeputi Bidang Ekonomi dan Transformasi DigitalKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIDeputi Transformasi Digital PemerintahTransformasi pemerintahan yang memanfaatkan teknologi digital secara menyeluruh untuk meningkatkan kinerja, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan...Nilai-Instansi Pemerintah: K/L, Provinsi, Kabupaten/KotaDUA TAHUNANIlmu Pengetahuan Dan TeknologiTERSEDIA
18368409.01.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Provinsi dengan Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) berkategori Tuntas Paripurna
Indeks Pencapaian Mutu Minimal Layanan DasarPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERIDirektorat Jenderal Bina Pembangunan DaerahMengukur rata-rata pencapaian mutu minimal layanan dasar dalam bentuk barang, jasa, dan sumber daya manusia sesuai standar teknisTotal-ProvinsiTAHUNANDalam NegeriTERSEDIA
18368509.01.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Provinsi dengan Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) berkategori Tuntas Paripurna
Indeks Pencapaian Penerima Layanan DasarPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERIDirektorat Jenderal Bina Pembangunan DaerahMengukur persentase penerima layanan dasar yang memenuhi indikator dan target yang ditetapkanTotal-ProvinsiTAHUNANDalam NegeriTERSEDIA
18368604.01.026
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)
Indeks Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)PrioritasSTATISTIKIndikatorBADAN NARKOTIKA NASIONALPusat Penelitian, Data, dan InformasiIndeks P4GN merupakan indikator pengukuran yang berbasis pada data kinerja untuk menggambarkan efektivitas intervensi program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di...skor indeks-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatanTERSEDIA
18368705.01.008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Penegakan Hukum
Indeks Penegakan HukumPrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN HUKUMPusat Pemantauan, Peninjauan, dan Pembangunan Hukum Nasional - Badan Pembinaan Hukum NasionalIndeks Penegakan Hukum dalam IPH adalah indeks yang mengukur penerapan peraturan perundang-undangan dan pelaksanaan putusan hakimIndeks-NasionalTAHUNANHukumTERSEDIA
18368809.06.007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)PrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN DALAM NEGERISekretariat Ditjen Bina Pembangunan DaerahIndeks pencapaian SPM (IP) SPM adalah nilai capaian SPM yang diperoleh melalui penghitungan rata–rata persentase indeks pencapaian mutu minimal layanan dasar dikalikan bobot mutu dengan persentase...Poin-ProvinsiTAHUNANDalam NegeriTERSEDIA
18368909.02.078
    • RPJMN 2025-2029
  1. Tingkat Penerapan Tata Kelola Pengadaan
Indeks Penerapan Tata Kelola PengadaanPrioritasSTATISTIKIndikatorLEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHBIRO PERENCANAAN DAN KEUANGANAngka yang mengukur penerapan tata kelola pengadaan secara nasional.--NasionalTAHUNANPerencanaan Pembangunan NasionalTERSEDIA
183690
    • Renstra Mendukbangga
  1. -
Indeks penerimaan Masyarakat terhadap program Bangga KencanaNon PrioritasSTATISTIKIndikatorDirektorat Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan AnakBADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONALDITPERMASmengukur sejauh mana masyarakat menerima, memahami, mendukung dan berpartisipasi (berperan serta) dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana)--Nasional ProvinsiTAHUNANKependudukanTERSEDIA
Showing 341-350 of 4,146 items.