Data Prioritas Jangka Menengah 2025-2029

(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)

#ID DDPSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis DataInstansi Produsen DataDefinisiSatuanCatatan kebutuhan dukungan Data Daerah20252026202720282029
         
Tidak ada data yang ditemukan.
 
Id DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataDefinisiSatuanInstansi Produsen DataJenis PengajuanJenis DataStandar DataKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranCatatan kebutuhan dukungan data daerahTag Rad
    
03.06.0004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase penyelesaian kasus pertanahanan
Jumlah kasus pertanahan selesai dari tahun 2024 s.d. tahun berjalanTotal kasus pertanahan yang telah diselesaikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri ATR/BPN No. 21 Tahun 2020, yaitu:​ - Kriteria Satu (K1): Penyelesaian bersifat final,...kasusKEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPertanahan
04.01.0209
    • RPJMN 2025-2029
  1. Angka Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis
Jumlah kasus TBC sembuhJumlah kasus TBC sembuh untuk menentukan angka keberhasilan pengobatan (TB Succes Rate)OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Nasional, Provinsi, & Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatan
04.01.0058
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Pasien TBC yang memulai Pengobatan (Enrollment TBC)
Jumlah Kasus TBC yang Ditemukan dan DilaporkanJumlah semua kasus terkonfirmasi TBC yang ditemukan yang dilaporkan diantara Perkiraan jumlah semua kasus TBC (estimasi insiden) di wilayah tertentuOrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNAN"Program: 04.13-Pengendalian Penyakit dan Pembudayaan Hidup Sehat. Kegiatan: 04.13.01-Penuntasan TBC Lokasi Prioritas: Cakupan nasional di seluruh provinsi dengan fokus pada 359 kabupaten/kota di 38 provinsi. Penekanan wilayah mencakup: Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Kab. Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Tana Tidung, Kota Tarakan), Maluku Utara, Papua*, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Jawa Barat. Deskripsi: Fokus penuntasan TBC di Indonesia bebannya sangat tinggi (disebut tertinggi kedua di dunia)—melalui tiga pilar intervensi: pencegahan TBC, penemuan kasus secara masif/dini, dan pengobatan sampai tuntas. Pendekatan ini menargetkan peningkatan cakupan deteksi, memperkuat sistem layanan dan tata laksana pengobatan berkesinambungan, serta memastikan kepatuhan terapi hingga sembuh, sehingga menurunkan transmisi, angka kesakitan, dan kematian akibat TBC secara nasional maupun di provinsi prioritas."Kesehatan
05.02.0008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Clearance Rate Tindak Pidana
Jumlah Kasus Tindak Pidana yang DiselesaikanKasus yang telah mencapai putusan akhir atau penyelesaian, baik melalui proses peradilan atau alternatif penyelesaian lainnya.kasusKEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIAPrioritasSTATISTIK-Seluruh Jajaran Polda, Polres, dan PolsekTAHUNANKeamanan
05.02.0009
    • RPJMN 2025-2029
  1. Clearance Rate Tindak Pidana
Jumlah Kasus Tindak Pidana yang MasukTotal kasus tindak pidana yang dilaporkan atau terdaftar dalam periode waktu tertentukasusKEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIAPrioritasSTATISTIK-Seluruh Jajaran Polda, Polres, dan PolsekTAHUNANKeamanan
08.02.006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kawasan Pemajuan Kebudayaan yang Dikembangkan
Jumlah Kawasan Pemajuan Kebudayaan yang DikembangkanKawasan pemajuan kebudayaan merupakan model pembangunan berbasis sumber daya budaya dan kearifan lokal yang berorientasi kepada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat sebagai penghuni ruang dan...kawasanKEMENTERIAN KEBUDAYAANPrioritasSTATISTIK-TAHUNANKebudayaan
03.05.012
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP) dengan status Berdaya Saing
Jumlah Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP) dengan status Berdaya SaingKawasan Perdesaan Prioritas (KPP) adalah kawasan perdesaan yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai prioritas untuk dikembangkan dalam RPJMN 2025 - 2029 sebagai pusat-pusat pertumbuhan baru dan...kawasanKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALPrioritasSTATISTIK-kawasanTAHUNANPembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal
01.02.014
    • SDGs
  1. Jumlah Keanggotaan Indonesia dalam Forum dan Organisasi Internasional
Jumlah Keanggotaan Indonesia dalam Organisasi InternasionalJumlah keanggotaan dalam organisasi internasional Keanggotaan Indonesia pada organisasi internasional bertujuan untuk meningkatkan: a) peran dan kinerja Indonesia di forum internasional; b) hubungan...Organisasi InternasionalKEMENTERIAN LUAR NEGERIPrioritasSTATISTIK25010019TerbukaJenis Lembaga/Organisasi InternasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000233 - Jumlah keanggotaan dan kontribusi dalam forum dan organisasi internasionalUrusan Luar Negeri
10.01.001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kebijakan Pemerintah Digital yang ditetapkan
Jumlah Kebijakan Pemerintah Digital yang ditetapkanJumlah kebijakan, regulasi atau peraturan yang disahkan oleh pemerintah terkait dengan pemerintah digital, yang mencakup tata kelola, arsitektur, dan evaluasi pemerintah digital.kebijakanKEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASIPrioritasSTATISTIK-Judul Kebijakan, TahunTAHUNANAparatur Negara
04.02.005
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kebijakan peningkatan kualitas program dan manfaat Jaminan Sosial secara inklusif
Jumlah kebijakan peningkatan kualitas program dan manfaat Jaminan Sosial secara inklusifKebijakan pelaksanaan jaminan sosial oleh Dewan Jaminan Sosial (DJSN) di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) untuk mendukung penguatan program dan manfaat Jaminan...rekomendasi kebijakanKEMENTERIAN KOORDINATOR PEMBERDAYAAN MASYARAKATPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANSosial
06.01.0310
    • Draft Renstra Kemdiktisaintek 2025-2029
  1. -
Jumlah kebijakan sains dan teknologi yang telah disahkanJumlah kebijakan sains dan teknologi yang telah disahkanDokumenKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPendidikan
07.05.032
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kebijakan yang dikeluarkan untuk mendukung Nilai Ekonomi Karbon
Jumlah kebijakan yang dikeluarkan untuk mendukung Nilai Ekonomi KarbonJumlah Kebijakan yang Dikeluarkan untuk Mendukung Nilai Ekonomi Karbon (NEK)" berfungsi untuk mengukur komitmen suatu negara atau daerah dalam mengimplementasikan ekonomi karbon melalui instrumen...kebijakanKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANLingkungan Hidup
10.01.002
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Jumlah Kebijakan yang Diskriminatif
Jumlah Kebijakan yang DiskriminatifMenurut Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada pembedaan...kebijakanKOMNAS PEREMPUANPrioritasSTATISTIK10810017TerbatasWilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota; Jenis KebijakanTAHUNANIndikator SIPD: 000230 - Jumlah kebijakan yang diskriminatif dalam 12 bulan lalu berdasarkan pelarangan diskriminasi menurut hukum HAM InternasionalHak Asasi Manusia
07.05.0025
    • RPJMN 2025-2029
  1. Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah (IKPS)
Jumlah Kebijakan yang mendukung pengelolaan sampahKeberadaan dan implementasi kebijakan atau peraturan daerah yang mendukung pengelolaan sampah, seperti rencana strategis daerah (Jakstrada) dan kebijakan pengurangan sampah plastikskor penilaian kualitatif berdasarkan keberadaan dan efektivitas kebijakanKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000676 - Indeks Kinerja Pengelolaan SampahLingkungan Hidup
06.02.006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kebijakan yang Spesifik Mendukung Pekerjaan Hijau/Green Jobs
Jumlah Kebijakan yang Spesifik Mendukung Pekerjaan Hijau/Green JobsKebijakan yang mendukung pekerjaan hijau adalah rangkaian konsep/naskah/pedoman/kegiatan yang dilakukan oleh instansi pemerintah atau institusi terkait yang berfungsi sebagai acuan untuk...DokumenKEMENTERIAN KETENAGAKERJAANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANKetenagakerjaan
04.01.0265
    • RPJMN 2025-2029
  1. Kepadatan dan distribusi tenaga kesehatan
Jumlah Kebutuhan Tenaga Kesehatan di setiap Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan (Rutan dan Lapas) di seluruh wilayah IndonesiaJumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan oleh masing- masing Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara optimal, yang dihitung berdasarkan standar kebutuhan...OrangKEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATANPrioritasSTATISTIK-Nasional, Provinsi (Kanwil), UPTTAHUNANKesehatan
09.03.0018
    • SDGs
  1. Persentase kecamatan yang terjangkau infrastruktur jaringan serat optik
Jumlah Kecamatan yang Tersambung Optical Distribution Point (ODP) (JKT)Jumlah kecamatan yang memiliki akses ke jaringan serat optik melalui keberadaan ODP, yang memungkinkan distribusi layanan serat optik ke pelanggan di wilayah tersebut.kecamatanKEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi Kecamatan, Kabupaten/Kota ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000335 - Persentase kecamatan yang terjangkau infrastruktur jaringan serat optik (kumulatif).Informasi
09.03.0019
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Jumlah kecelakaan kerjaBanyaknya kasus kecelakaan yang timbul dari atau sehubungan dengan pekerjaan, yang dihitung berdasarkan klaim yang diterima dan dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.kasusKEMENTERIAN KETENAGAKERJAANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANJika ada kecelakaan kerja yang dilaporkan ke dinas provinsi dan korbannya bukan peserta BPJS Ketenagakerjaan.Informasi
05.02.0062
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Kecelakaan Lalu LintasBanyaknya kejadian kecelakaan yang tercatat secara resmi oleh Kepolisian atau instansi berwenang lainnya, yang terjadi di ruang lalu lintas jalan dan mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, dan/atau...Jumlah kejadianKEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaBULANANKeamanan
03.03.0285
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Kecelakaan Transportasi yang Diinvestigasi oleh Komite Nasional Kecelakaan TransportasiBanyaknya kejadian yang dialami masing masing moda transportasi (Lalu Lintas Angkutan Jalan, Pelayaran, Penerbangan, Perkeretaapian) yang diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi.kejadianKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK24410025Terbuka[32010026] Wilayah; [24420045] Moda Transportasi;TAHUNANTransportasi
05.01.0149
    • DP 2024
  1. -
Jumlah Kegiatan Audit Kepatuhan dan Audit Khusus terhadap pihak pelapor yang dilaksanakan oleh PPATKBanyaknya keseluruhan kegiatan pemeriksaan terhadap pihak pelapor (PJK, PBJ, dan Profesi) atas kepatuhan dalam memenuhi ketentuan prinsip mengenali pengguna jasa (PMPJ), kewajiban pelaporan, dan/atau...KegiatanPUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGANPrioritasSTATISTIK-Jenis pihak pelaporBULANANHukum
01.01.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Pemenuhan Harwat Alutsista
Jumlah Kegiatan Harwat Alutsista yang DirencanakanJumlah kegiatan pemeliharaan dan perawatan alutsista yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam periode tertentu. Reff: https://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/266kegiatanKEMENTERIAN PERTAHANANPrioritasSTATISTIK-TAHUNANPertahanan
01.01.0008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Pemenuhan Harwat Alutsista
Jumlah Kegiatan Harwat Alutsista yang TerlaksanaJumlah kegiatan pemeliharaan dan perawatan alutsista yang telah berhasil dilaksanakan dalam periode tertentu. Reff: https://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/266kegiatanKEMENTERIAN PERTAHANANPrioritasSTATISTIK-TAHUNANPertahanan
03.02.0003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Dukungan Kegiatan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Masyarakat/Badan Usaha yang Dilaksanakan di 45 Kawasan Transmigrasi
Jumlah kegiatan kolaboratif lintas sektor dan lintas pelaku yang terlaksana di 45 kawasan transmigrasiJumlah kegiatan yang berhasil dilaksanakan di kawasan transmigrasi melalui kerja sama berbagai pemangku kepentingan (kementerian, lembaga, pemerintah daerah, masyarakat, dan badan usaha).kegiatanKEMENTERIAN TRANSMIGRASIPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANRealisasi Kegiatan di Kawasan TransmigrasiTransmigrasi
07.04.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Volume penanggulangan sampah dari aktivitas masyarakat di pesisir dan laut
Jumlah kegiatan partisipatif masyarakat dalam pengumpulan sampahJumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam upaya pengumpulan sampah di wilayah pesisir dan lautkegiatanKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANProgram: 02.18-Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir. Kegiatan: 02.18.02-Peningkatan Pengumpulan dan Pengolahan Sampah serta Pemrosesan Residu di TPA/LUR​ Lokasi Prioritas: Nasional (seluruh provinsi/kabupaten/kota), dengan penajaman pada: wilayah metropolitan & kota besar (mis. WM Surabaya), Kota Tarakan & Kab. Nunukan, Prov. Sulawesi Utara, Prov. Maluku Utara*, Papua*, Papua Barat*, NTT, Jambi, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Kab. Sintang, serta klaster Kepulauan Riau (Kab. Karimun, Kab. Lingga, Kota Batam, Kab. Natuna, Kota Tanjung Pinang) dan Kab. Deli Serdang (serta Tapanuli Tengah, Nias Selatan, Batu Bara—perlu proposal). Kategori sasaran: kab/kota dengan TPA darurat/kapasitas kritis, delineasi DAS prioritas, memiliki ekosistem pengolahan (ISWM/SWMSUD), dan amanat Perpres 35/2018. Deskripsi: Reformasi pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu–hilir diarahkan untuk meminimalkan residu ke TPA/LUR (sanitary landfill) melalui optimalisasi TPS/TPS3R/TPST, pembinaan teknis pengumpulan, dan perbaikan tata kelola–pembiayaan. Urgensinya: timbulan 2023 ~68–70 juta ton/tahun; pengumpulan baru ~35%, terolah ~15%; ~65% bocor ke lingkungan; TPA diproyeksi penuh 2028; 35 TPA terbakar (2024); dan masih ada pencemaran lindi serta open dumping ~40%. Kelembagaan lemah (399 kab/kota belum pisah regulator–operator, alokasi APBD ~0,5%, retribusi 40–45%) membuat kinerja hulu–hilir rendah. Sasaran program: menurunkan residu ke TPA/LUR, meningkatkan operasi fasilitas pengolahan, serta memperkuat regulasi, pendanaan, dan monitoring agar kinerja persampahan naik dan dampak lingkungan–kesehatan turun.Kelautan
01.02.0007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Kehadiran dalam Forum-Forum Internasional terkait Keamanan Laut
Jumlah kehadiran Bakamla RI dalam forum-forum internasional yang tercantum dalam Jaknas KKPHJumlah kehadiran Bakamla dalam forum internasional Jaknas KKPHkegiatanBADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIAPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANUrusan Luar Negeri
04.02.0056
    • PerBNPP 3/2020
  1. -
Jumlah Kejadian Bencana Alam di IndonesiaJumlah kejadian bencana alam menurut jenisnya, yaitu: banjir, gempa bumi, tanah longsor, tsunami, dan angin (cuaca ekstrem) Note: banyaknya/jumlah bencana alam yang disajikan menurut jenisnya dan...kaliBADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANSosial
04.01.052
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan
Jumlah Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan panganJumlah kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengonsumsi Pangan, dan berdasarkan analisis epidemiologi, Pangan tersebut...kejadianKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesehatan
06.03.007
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kekayaan Intelektual (KI) per 100 Periset
Jumlah Kekayaan Intelektual (KI) per 100 Periset;a. Kekayaan Intelektual (KI) adalah kreasi dan inovasi hasil olah pikir manusia (dapat berupa karya-karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni, dan sastra) yang memiliki nilai ekonomi dan...OrangBADAN RISET DAN INOVASI NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah: NasionalTAHUNANIlmu Pengetahuan Dan Teknologi
06.03.0063
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Kekayaan Intelektual yang Didaftarkan oleh Universitas/KampusJumlah permohonan dan/atau pendaftaran kekayaan intelektual (paten, hak cipta, desain industri, merek, dan bentuk KI lainnya) yang diajukan oleh universitas/perguruan tinggi negeri dan swasta di...JumlahKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIlmu Pengetahuan Dan Teknologi
06.03.0062
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Kekayaan Intelektual yang Telah DikomersialisasikanJumlah paten, merek, desain industri, atau hak cipta yang telah dimanfaatkan secara komersial melalui lisensi atau kerja sama usaha dengan industri JumlahKEMENTERIAN HUKUMPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIlmu Pengetahuan Dan Teknologi
02.06.001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kelembagaan Ekonomi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang terfasilitasi
Jumlah Kelembagaan Ekonomi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang terfasilitasiJumlah kelembagaan ekonomi yang terdiri dari kelompok atau organisasi nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam yang mendapatkan fasilitasi dari pemerintah atau instansi terkait. Fasilitasi ini...lembagaKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANPerikanan
02.03.0010
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kelembagaan Ekonomi Petani yang terfasilitasi
Jumlah Kelembagaan Ekonomi PetaniJumlah Kelembagaan Ekonomi Petani yang mendapatkan fasilitasi kegiatan penumbuhan dan pengembangan dari pemerintah atau instansi terkait. Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) adalah lembaga yang dibentuk...lembagaKEMENTERIAN PERTANIANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANPertanian
02.06.0001
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kelembagaan Ekonomi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang terfasilitasi
Jumlah Kelembagaan Nelayan TerfasilitasiJumlah kelompok atau organisasi nelayan yang menerima fasilitasi dari pemerintah atau instansi terkait. Reff: https://jdih.kkp.go.id/bahanrapat/bahanrapat_04012021191836.pdf?lembagaKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPerikanan
02.06.0002
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kelembagaan Ekonomi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang terfasilitasi
Jumlah Kelembagaan Pembudidaya Ikan TerfasilitasiJumlah kelompok atau organisasi pembudidaya ikan yang menerima fasilitasi dari pemerintah atau instansi terkait. Reff: https://jdih.kkp.go.id/bahanrapat/bahanrapat_04012021191836.pdf?lembagaKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPerikanan
07.04.0008
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kelembagaan Ekonomi Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang terfasilitasi
Jumlah Kelembagaan Petambak Garam TerfasilitasiJumlah kelompok atau organisasi petambak garam yang menerima fasilitasi dari pemerintah atau instansi terkait. Reff: https://jdih.kkp.go.id/bahanrapat/bahanrapat_04012021191836.pdf?lembagaKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANKelautan
07.05.033
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah kelompok masyarakat yang dibina dalam upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati
Jumlah kelompok masyarakat yang dibina dalam upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayatiJumlah kelompok masyarakat yang mendapatkan pembinaan atau pendampingan dari pemerintah atau instansi terkait dalam rangka konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati. Pembinaan ini mencakup...kelompok masyarakatKEMENTERIAN KEHUTANANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKehutanan
04.02.006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah keluarga miskin penerima perlindungan sosial yang tergraduasi dari kemiskinan
Jumlah keluarga miskin penerima perlindungan sosial yang tergraduasi dari kemiskinanIndikator ini mengukur jumlah keluarga miskin yang menerima perlindungan sosial dan berhasil keluar dari kategori miskin berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga terkait...keluargaKEMENTERIAN SOSIALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANIndikator SIPD: 000545 - Jumlah Keluarga Miskin Penerima Perlindungan Sosial yang Tergraduasi dari KemiskinanSosial
03.07.0007
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Angka Kematian Balita (AKBa)/Under-Five Mortality Rate (U5MR)
Jumlah kematian anak usia 0-4 tahun (0-59 bulan)Jumlah anak yang meninggal pada rentang usia 0 hingga 59 bulan dalam periode tertentu.?OrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000104 - (a) Angka Kematian Balita (AKBa); (b) Angka Kematian Bayi (AKB) per 1.000 kelahiran hidup. 000816 - Angka Kematian BalitaKependudukan
03.07.0008
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Angka Kematian Bayi (AKB)/Infant Mortality Rate (IMR)
Jumlah kematian bayi usiaJumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia satu tahun dalam periode waktu tertentuOrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNAN"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi. Indikator SIPD: 000104 - (a) Angka Kematian Balita (AKBa); (b) Angka Kematian Bayi (AKB) per 1.000 kelahiran hidup."Kependudukan
04.01.0059
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Angka Kematian Neonatal
Jumlah kematian bayi usia kurang dari 28 hari (JKJumlah bayi yang meninggal dalam 28 hari pertama kehidupan pada periode tertentu.​OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNAN"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi."Kesehatan
04.03.0016
    • RPJPN 2025-2045
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Angka Kematian Ibu (AKI)/Maternal Mortality Ratio (MMR)
Jumlah kematian ibu terkait kehamilan, persalinan, dan masa nifasJumlah perempuan yang meninggal akibat komplikasi selama kehamilan, persalinan, atau dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan), tidak termasuk kematian akibat kecelakaan atau insiden yang tidak...OrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndikator Utama Pembangunan - 2a.Angka Kematian Ibu (per 100.000 kelahiran hidup) Indikator SIPD: 000010 - Angka Kematian Ibu (AKI)Pemberdayaan Perempuan
04.02.069.001
    • RKP 2026
  1. Persentase Kementerian/Lembaga yang melaksanakan perencanaan berbasis bukti melalui SEPAKAT (Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu)
Jumlah Kementerian/Lembaga yang melaksanakan perencanaan berbasis bukti melalui SEPAKAT (Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu)Jumlah Kementerian/Lembaga yang melaksanakan perencanaan berbasis bukti melalui SEPAKAT (Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu)InstansiKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPerencanaan Pembangunan Nasional
04.02.0005
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase K/L yang sistem datanya terhubung dengan sistem Regsosek
Jumlah Kementerian/Lembaga yang mendapatkan peningkatan kapasitas perencanaan berbasis bukti melalui SEPAKAT (Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu)Persentase Kementerian/Lembaga yang telah mendapatkan pelatihan/bimbingan teknis mengenai perencanaan berbasis bukti melalui SEPAKATInstansiKEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANSosial
09.06.0018
    • RPJMN 2025-2029
  1. Tingkat Penerapan Tata Kelola Pengadaan
Jumlah Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang Memiliki Sumber Daya Manusia Pengadaan Barang/Jasa yang KompetenBanyaknya Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang telah memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia Pengadaan Barang/Jasa yang kompeten sesuai standar teknis pengadaan barang/jasa.Kementerian/Lembaga/Pemerintah DaerahLEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANAparatur Negara
09.06.0019
    • RPJMN 2025-2029
  1. Tingkat Penerapan Tata Kelola Pengadaan
Jumlah Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang Memiliki Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa yang Mencapai Maturitas Minimal Level 3Banyaknya Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang memiliki Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa dengan tingkat kematangan (maturitas) minimal Level 3 (Proaktif).Unit Kerja Pengadaan Barang/JasaLEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANAparatur Negara
03.03.0013
    • RPJMN 2025-2029
  1. Penurunan rasio fatalitas kecelakaan jalan
Jumlah Kendaraan Bermotor Terdaftar Uji TipeKendaraan Bermotor yang telah memiliki Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), yaitu sertifikat sebagai bukti bahwa setiap Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan, Kereta Tempelan, yang dibuat dan/ atau...UnitKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK24420004TerbukaJenis Kendaraan; NasionalTAHUNANTransportasi
03.03.052
    • RPJMN 2025-2029
  1. Volume Angkutan Penyeberangan
Jumlah Kendaraan yang Diangkut oleh Angkutan Penyeberangan Pada Lintas Penyeberangan Komersial dan Lintas Penyeberangan PerintisIndikator yang menunjukkan jumlah kendaraan yang diangkut oleh angkutan penyeberangan pada lintas komersial dan nonkomersial tiap tahunnya.juta kendaraanKEMENTERIAN PERHUBUNGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANTransportasi
03.05.0052
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Jumlah Kepala Desa Berdasarkan Jenis Kelamin dan Kabupaten/KotaJumlah kepala desa berdasarkan jenis kelamin dan kabupaten/kotaOrangKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALPrioritasSTATISTIK-jenis kelamin dan kabupaten/kotaTAHUNANPembangunan Kawasan Atau Daerah Tertinggal
04.03.0017
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Perempuan Kepala Desa
Jumlah Kepala Desa Perempuan (JPDPerempuan)Jumlah individu perempuan yang menjabat sebagai kepala desa dalam suatu wilayah dan periode tertentu.OrangKEMENTERIAN DALAM NEGERIPrioritasSTATISTIK-Kabupaten/KotaTAHUNANPemberdayaan Perempuan
Showing 701-750 of 3,346 items.
IDId DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis PengajuanJenis DataIndikator VariabelStandar DataMitra Sektor BappenasInstansi Produsen DataUnit Kerja Produsen DataDefinisiSatuanKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranTag RadStatus Persetujuan
    
18348103.02.0012
    • Permen Transmigrasi 8/2025
  1. -
Data Penilaian Kinerja Perkembangan Kawasan Transmigrasi Prioritas KementerianPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN TRANSMIGRASIDirektorat Pengembangan Kawasan TransmigrasiDaftar Kawasan yang berdaya saing, berkembang dan mandiri.Kawasan-Kawasan TransmigrasiTAHUNANTransmigrasiTERSEDIA
18348205.03.0015
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Data perda/perkada berperspektif HAMPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN HUKUMDirektorat Jenderal Peraturan Perundang-undanganJumlah peraturan yang berperspektif HAM Jumlah-NasionalTAHUNANHak Asasi ManusiaTERSEDIA
18348309.03.0003
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Data preservasi jalanPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMDirektorat Preservasiserangkaian kegiatan pemeliharaan jalan yang meliputi pencegahan, perawatan, dan perbaikan—baik korektif, preventif, rehabilitasi, maupun rekonstruksi—dengan tujuan mempertahankan agar jalan...Jumlah-TAHUNANInformasiTERSEDIA
18348404.01.0004
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Data Provinsi yang tidak memiliki Fasilitas Kesehatan sesuai standarPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN KESEHATANPusat Data dan Teknologi Informasidata yang mencatat daerah provinsi yang belum memiliki sarana pelayanan kesehatan minimal sesuai acuan standar nasionalJumlah-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kab/KotaTAHUNANKesehatanTERSEDIA
183485
    • UU 36/2014
  1. -
Data Psikolog yang Terdaftar sebagai Nakes di DaerahNon PrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN KESEHATANDirektorat Pendayagunaan SDM Kesehatan KesehatanData psikolog yang terdaftar di UPTD, fasyankes, ataupun lembaga lainnya yang terdaftar sebagai tenaga kesehatan dibawah kementerian kesehatanOrang-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatanTERSEDIA
18348602.08.0001
    • RKP 2025
  1. Persentase peningkatan investasi
Data Realisasi Investasi di KPBPB SabangPrioritasSTATISTIKVariabelBADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS SABANG (BPKS)Unit PTSP BPKSData Terkait Realisasi Investasi yang ada di KPBPB Sabangrupiah-Data InvestasiTAHUNANInvestasiTERSEDIA
18348703.03.0001
    • RKP 2025
  1. Jumlah penumpang dan barang berdasarkan moda transportasi
Data Realisasi Penerimaan Pajak (Endorsement)PrioritasSTATISTIKVariabelBADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS SABANG (BPKS)Unit Manajemen Pelabuhan BPKSData Berupa Jumlah Kunjungan Kapal Pesiar yang Berlabuh di SabangStatistik-Jumlah KunjunganSEMESTERANTransportasiTERSEDIA
18348809.02.0107
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Data Rekapitulasi BLUDPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERIDIREKTORAT JENDERAL BINA KEUANGAN DAERAHData sebaran BLUD di Indonesia berdasarkan klasifikasi sektor, Provinsi/Kab/Kota, Status, Tipe/Kelas, Narahubung--NasionalTAHUNANKeuanganTERSEDIA
18348909.02.0106
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Data Rekapitulasi BUMDPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERIDIREKTORAT JENDERAL BINA KEUANGAN DAERAHData sebaran BUMD di Indonesia berdasarkan klasifikasi sektor, Provinsi/Kab/Kota, Narahubung--NasionalTAHUNANKeuanganTERSEDIA
18349009.05.0036
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Data Rekapitulasi PTNBHPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGIDirektorat Jenderal Pendidikan TinggiData sebaran PTNBH di Indonesia berdasarkan klasifikasi , Provinsi/Kab/Kota, Status, Tipe/Kelas, Narahubunginstansi-Nasional, Provinsi/Kab/KotaTAHUNANPerencanaan Pembangunan NasionalTERSEDIA
Showing 141-150 of 4,146 items.