Data Prioritas Jangka Menengah 2025-2029

(atribut data lengkap dapat diperoleh dengan menekan tombol export)

#ID DDPSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis DataInstansi Produsen DataDefinisiSatuanCatatan kebutuhan dukungan Data Daerah20252026202720282029
         
Tidak ada data yang ditemukan.
 
Id DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataDefinisiSatuanInstansi Produsen DataJenis PengajuanJenis DataStandar DataKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranCatatan kebutuhan dukungan data daerahTag Rad
    
01.02.0005
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase gagasan, prakarsa, atau rekomendasi Indonesia yang diterima dalam pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri regional dan/atau multilateral
Jumlah gagasan, prakarsa, dan rekomendasi yang disampaikanJumlah keseluruhan gagasan, prakarsa, atau rekomendasi yang diajukan oleh Indonesia dalam kerja sama ASEAN dan multilateral dalam periode tertentu.rekomendasiKEMENTERIAN LUAR NEGERIPrioritasSTATISTIK-InternasionalTAHUNANUrusan Luar Negeri
01.02.0006
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase gagasan, prakarsa, atau rekomendasi Indonesia yang diterima dalam pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri regional dan/atau multilateral
Jumlah gagasan, prakarsa, dan rekomendasi yang diterimaJumlah gagasan, prakarsa, atau rekomendasi yang disampaikan oleh Indonesia dan berhasil dicatat, dicantumkan, atau disepakati dalam dokumen resmi pertemuan forum ASEAN dan multilateralrekomendasiKEMENTERIAN LUAR NEGERIPrioritasSTATISTIK-InternasionalTAHUNANUrusan Luar Negeri
02.11.003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah geopark yang telah direkomendasikan dan/atau ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark
Jumlah geopark yang telah direkomendasikan dan/atau ditetapkan menjadi UNESCO Global GeoparkJumlah geopark yang telah direkomendasikan dan/atau ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark digunakan untuk mengukur jumlah taman bumi (geopark) di Indonesia yang telah mendapatkan rekomendasi atau...unitKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPariwisata
06.01.0042
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase guru dan tenaga kependidikan yang profesional pada madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan pendidikan keagamaan
Jumlah GTK Profesional (ΣGTKProfesional)Jumlah guru dan tenaga kependidikan yang telah memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV serta memiliki sertifikat pendidik.individu (guru dan tenaga kependidikan)KEMENTERIAN AGAMAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPendidikan
06.01.0043
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase guru agama yang memiliki sertifikat pendidik
Jumlah guru agama yang memiliki sertifikat pendidikJumlah guru agama yang telah memperoleh sertifikat pendidik sesuai dengan ketentuan perundang-undanganOrangKEMENTERIAN AGAMAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPendidikan
06.01.0044
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional pada satuan pendidikan formal dan nonformal
Jumlah guru dan tenaga kependidikanTotal guru dan tenaga kependidikan yang bekerja pada satuan pendidikan formal dan nonformal.​OrangKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK10310060TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPendidikan
06.01.0045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional pada satuan pendidikan formal dan nonformal
Jumlah guru dan tenaga kependidikan yang memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV dan sertifikat pendidikDefinisi: Jumlah guru dan tenaga kependidikan yang memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV dan sertifikat pendidik.​OrangKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK10310060TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANPendidikan
06.01.0046
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase pemenuhan kebutuhan guru pendidikan agama pada satuan pendidikan
Jumlah Guru Pendidikan Agama yang DibutuhkanJumlah ideal guru pendidikan agama yang diperlukan berdasarkan analisis kebutuhan, yang mempertimbangkan jumlah siswa, jumlah kelas/rombongan belajar, dan alokasi jam pelajaran agama per minggu.OrangKEMENTERIAN AGAMAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota; Tingkat PendidikanTAHUNANPendidikan
06.01.0047
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase pemenuhan kebutuhan guru pendidikan agama pada satuan pendidikan
Jumlah Guru Pendidikan Agama yang TersediaJumlah guru pendidikan agama yang saat ini ada dan aktif mengajar di satuan pendidikan tersebut.OrangKEMENTERIAN AGAMAPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota; Tingkat PendidikanTAHUNANPendidikan
06.01.0048
    • SDGs
  1. Persentase Guru yang Memenuhi Kualifikasi Sesuai Standar Nasional
Jumlah guru per jenjang pendidikanJumlah guru pada jenjang (i) TK, (ii) SD, (iii) SMP, (iv) SMA/SMK, dan (v) PLBOrangKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK10310060TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000153 - Persentase guru yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional menurut jenjang pendidikan.Pendidikan
06.01.0049
    • SDGs
  1. Persentase Guru yang Memenuhi Kualifikasi Sesuai Standar Nasional
Jumlah guru per jenjang pendidikan yang memiliki kualifikasi akademik minimal S1/D4Persentase guru pada jenjang (i) TK/RA/BA, (ii) SD/ sederajat, (iii) SMP/sederajat, (iv) SMA/SMK/sederajat, dan (v) PLB yang memenuhi kualifikasi akademik S1/D4 sesuai dengan standar yang ditetapkan...OrangKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK10310060TerbukaWilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000153 - Persentase guru yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional menurut jenjang pendidikan.Pendidikan
06.01.0050
    • SDGs
  1. Persentase Guru yang Memenuhi Kualifikasi Sesuai Standar Nasional
Jumlah guru per jenjang pendidikan yang memiliki sertifikat pendidikPersentase guru pada jenjang (i) TK/RA/BA, (ii) SD/ sederajat, (iii) SMP/sederajat, (iv) SMA/SMK/sederajat, dan (v) PLB yang memenuhi kualifikasi akademik S1/D4 sesuai dengan standar yang ditetapkan...OrangKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000153 - Persentase guru yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional menurut jenjang pendidikan.Pendidikan
06.01.0051
    • RPJMN 2025-2029
  1. Tingkat kehadiran siswa dan santri yang mendapatkan makan bergizi gratis
Jumlah hari kehadiran siswa/santri dalam pemberian makanan bergiziJumlah total hari kehadiran semua siswa dan santri selama program makan bergizi gratis berlangsung.hariBADAN GIZI NASIONALPrioritasSTATISTIK-TabelTAHUNANPendidikan
06.01.0052
    • RPJMN 2025-2029
  1. Tingkat kehadiran siswa dan santri yang mendapatkan makan bergizi gratis
Jumlah hari pemberian makanan bergizi yang dijadwalkan untuk seluruh siswa/santriJumlah total hari yang dijadwalkan untuk pemberian makanan bergizi gratis kepada seluruh siswa dan santri.hariBADAN GIZI NASIONALPrioritasSTATISTIK-TabelTAHUNANPendidikan
02.10.0121
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah hasil penjualan tahunan (omzet) UMKMPertumbuhan ini melihat tingkat perkembangan hasil penjualan tahunan Omzet Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 pada Pasal 35 yaitu Usaha Mikro mencakup Modal Usaha paling banyak...RupiahKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/KotaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0120
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah hasil penjualan tahunan (omzet) Usaha KecilPertumbuhan ini melihat tingkat perkembangan hasil penjualan tahunan Omzet Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 pada Pasal 35 yaitu Usaha Kecil mencakup Modal Usaha Rp 1-5 Miliar...RupiahKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/KotaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0119
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah hasil penjualan tahunan (omzet) Usaha MenengahPertumbuhan ini melihat tingkat perkembangan hasil penjualan tahunan Omzet Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 pada Pasal 35 yaitu Usaha Menengah mencakup modal usaha Rp 5-10...RupiahKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/KotaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
02.10.0118
    • Draf Renstra KemenUMKM 2025-2029
  1. -
Jumlah hasil penjualan tahunan (omzet) Usaha MikroPertumbuhan ini melihat tingkat perkembangan hasil penjualan tahunan Omzet Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 pada Pasal 35 yaitu Usaha Mikro mencakup Modal Usaha paling banyak...RupiahKEMENTERIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAHPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/KotaTAHUNANUsaha Kecil Dan Menengah
10.04.0003
    • Persesjen 15/2023
    • Persesjen 28/2022
  1. -
Jumlah Himpunan Keputusan DPD RIBanyaknya produk hukum yang berupa peraturan perundang- undangan atau produk hukum selain peraturan perundang-undangan yang meliputi namun tidak terbatas pada putusan pengadilan, yurisprudensi,...DokumenDEWAN PERWAKILAN DAERAHPrioritasSTATISTIK10810014Terbuka[10820004] Jenis Dokumen Hukum;TAHUNANDukung Lainnya
06.03.003
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Hub iptekin di K/L yang mengampu bidang prioritas yang dibentuk
Jumlah Hub iptekin di K/L yang mengampu bidang prioritas yang dibentukJumlah hub iptek dan inovasi (Iptekin) di kementerian/lembaga (K/L) yang mengampu bidang prioritas yang dibentuk adalah jumlah pusat atau platform kolaboratif yang didirikan dalam kementerian/lembaga...lembagaBADAN RISET DAN INOVASI NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah: NasionalTAHUNANProgram: 04.08-Peningkatan Kontribusi Iptek dan Inovasi dalam Pembangunan Nasional. Kegiatan: 04.08.02-Peningkatan fungsi intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi, Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur) dan Provinsi Jawa Barat. Deskripsi: Indonesia memiliki potensi suplai dan pemanfaatan iptek yang sangat besar, dengan sekitar 320 ribu dosen, 8 ribu peneliti/perekayasa, dan 9 juta mahasiswa yang menghasilkan 4–5 juta penelitian per tahun. Di sisi pemanfaat, terdapat sekitar 275 juta penduduk, 38 provinsi, 416 kabupaten, 98 kota, dan 65 juta pelaku usaha yang menjadi pengguna potensial iptek. Besarnya potensi supply dan demand ini memerlukan orkestrasi nasional agar penghasil dan pemanfaat iptek dapat dipertemukan secara optimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat, pemerintah, dan industri. Penguatan fungsi intermediasi dalam pemanfaatan iptek dan inovasi (iptekin) menjadi kunci, mulai dari pengelolaan hasil riset, pemetaan kebutuhan, mempertemukan inovasi dengan pengguna, hingga komersialisasi oleh industri. Peningkatan peran intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi diharapkan mendorong akselerasi hilirisasi riset dan peningkatan anggaran IPTEKIN nasional menuju komersialisasi.Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
06.03.004
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Hub tematik yang dikembangkan di BRIN
Jumlah Hub tematik yang dikembangkan di BRINHub tematik adalah suatu platform atau pusat kolaborasi yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan, sumber daya, dan pengetahuan di sekitar tema tertentu yang memiliki fokus...lembagaBADAN RISET DAN INOVASI NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah: NasionalTAHUNANProgram: 04.08-Peningkatan Kontribusi Iptek dan Inovasi dalam Pembangunan Nasional. Kegiatan: 04.08.02-Peningkatan fungsi intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi Lokasi Prioritas: Seluruh Provinsi, Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur) dan Provinsi Jawa Barat. Deskripsi: Indonesia memiliki potensi suplai dan pemanfaatan iptek yang sangat besar, dengan sekitar 320 ribu dosen, 8 ribu peneliti/perekayasa, dan 9 juta mahasiswa yang menghasilkan 4–5 juta penelitian per tahun. Di sisi pemanfaat, terdapat sekitar 275 juta penduduk, 38 provinsi, 416 kabupaten, 98 kota, dan 65 juta pelaku usaha yang menjadi pengguna potensial iptek. Besarnya potensi supply dan demand ini memerlukan orkestrasi nasional agar penghasil dan pemanfaat iptek dapat dipertemukan secara optimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat, pemerintah, dan industri. Penguatan fungsi intermediasi dalam pemanfaatan iptek dan inovasi (iptekin) menjadi kunci, mulai dari pengelolaan hasil riset, pemetaan kebutuhan, mempertemukan inovasi dengan pengguna, hingga komersialisasi oleh industri. Peningkatan peran intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi diharapkan mendorong akselerasi hilirisasi riset dan peningkatan anggaran IPTEKIN nasional menuju komersialisasi.Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
04.01.0037
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase ibu hamil kurang energi kronis (KEK)
Jumlah ibu hamil dengan IMT pra-hamil atau trimester I di bawah 18,5 kg/m²Indeks Massa Tubuh (IMT)individuKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.Kesehatan
04.01.0038
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase ibu hamil kurang energi kronis (KEK)
Jumlah ibu hamil dengan LILA kurang dari 23,5 cmlingkar lengan atas (LILA)individuKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANProgram: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.02-Pencegahan dan penurunan stunting Lokasi Prioritas: Seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi (cakupan nasional); serta penegasan pada: Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Barat, dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, fokus spesifik di Provinsi Bengkulu pada Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, dan Kota Bengkulu. Deskripsi: Program menitikberatkan pemenuhan intervensi gizi-kesehatan berbasis siklus hidup sesuai kebutuhan kelompok sasaran (ibu hamil, baduta, balita, remaja, calon pengantin, keluarga, dan masyarakat). Arah kebijakan meliputi penguatan deteksi dini masalah gizi sebelum stunting (mis. ibu hamil KEK; balita dengan BB tidak naik/kurang; gizi kurang/buruk) disertai tata laksana dan pendampingan; peningkatan kualitas layanan dan edukasi; serta konvergensi melalui perbaikan tata kelola: analisis situasi berbasis kewilayahan, perencanaan–penganggaran kontekstual, integrasi sistem/kebijakan/sumber daya, dan penguatan Monev sebagai umpan balik. Sasaran akhirnya menurunkan prevalensi stunting (indikatif 18,8% pada 2025 menjadi 14,2% pada 2029), mencegah kematian dini, dan meningkatkan harapan hidup sehat.Kesehatan
04.01.0269
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase ibu hamil kurang energi kronis (KEK)
Jumlah ibu hamil diukur IMT/LILAJumlah ibu hamil diukur IMT/LILAOrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Nasional, Provinsi, & Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatan
04.01.0268
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase ibu hamil kurang energi kronis (KEK)
Jumlah ibu hamil teridentifikasi KEKJumlah ibu hamil teridentifikasi KEKOrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Nasional, Provinsi, & Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatan
04.01.0039
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase antenatal care (ANC) 6 kali (K6)
Jumlah ibu hamil yang memperoleh pelayanan antenatal minimal 6 kali sesuai standar dalam satu tahunJumlah ibu hamil yang telah melakukan kunjungan antenatal minimal enam kali dengan distribusi kunjungan sesuai standar selama periode satu tahun.​OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNAN"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi."Kesehatan
04.01.0040
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan bergizi
Jumlah ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan bergizi gratis sesuai standarJumlah ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan bergizi gratis sesuai standar adalah jumlah ibu hamil yang menerima bantuan pangan bergizi dari pemerintah yang disalurkan melalui program seperti...hariBADAN GIZI NASIONALPrioritasSTATISTIK-TabelTAHUNANProgram: 04.12-Pemberian Makan Gratis untuk Pemenuhan Gizi. Kegiatan: 04.12.01-Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Lokasi Prioritas: Jawa Barat Deskripsi: Program pemberian Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama 16 tahun pertama perkembangan anak, mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengembangan SDM berkualitas dengan sasaran peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (target 100%, 2029) Kesehatan
04.01.0041
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Ibu Hamil yang Mendapatkan Pelayanan Antenatal sesuai Standar
Jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standarIbu hamil yang menerima semua 12 tindakan standar selama masa kehamilanpersenKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNAN"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi. Indikator SIPD: 000463 - Persentase ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan ibu hamil"Kesehatan
04.01.0042
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase ibu menyusui yang mendapatkan bantuan makanan bergizi
Jumlah Ibu Menyusui yang Mendapatkan Bantuan Makanan BergiziJumlah ibu menyusui yang menerima bantuan makanan bergizi dari program pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG)individuBADAN GIZI NASIONALPrioritasSTATISTIK-TabelTAHUNANProgram: 04.12-Pemberian Makan Gratis untuk Pemenuhan Gizi. Kegiatan: 04.12.01-Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Lokasi Prioritas: Jawa Barat Deskripsi: Program pemberian Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama 16 tahun pertama perkembangan anak, mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengembangan SDM berkualitas dengan sasaran peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (target 100%, 2029) Kesehatan
04.01.0043
    • RPJMN 2025-2029
  1. Cakupan Kunjungan Nifas (KF) lengkap sesuai standar
Jumlah Ibu Nifas SasaranJumlah total ibu nifas yang menjadi target pelayanan dalam periode tertentu.OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNAN"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi."Kesehatan
04.01.0044
    • RPJMN 2025-2029
  1. Cakupan Kunjungan Nifas (KF) lengkap sesuai standar
Jumlah Ibu Nifas yang Mendapatkan Pelayanan Nifas Lengkap Sesuai StandarJumlah ibu nifas yang menerima semua kunjungan nifas sesuai jadwal dan standar pelayanan.OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNAN"Program: 04.11-Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Kegiatan: 04.11.01-Penurunan kematian ibu dan anak Lokasi Prioritas: 514 kabupaten/kota secara nasional dengan prioritas pada provinsi dengan jumlah dan angka kematian ibu dan bayi tertinggi: Sumatera Utara, Kalbar/Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Selain itu: Provinsi Maluku Utara; Provinsi Papua; Provinsi Papua Barat; Provinsi Papua Barat Daya*; Provinsi Papua Selatan*; Provinsi Papua Tengah*; Sulawesi Tenggara; Sumatera Selatan; Jawa Barat; serta cakupan “Seluruh Provinsi” dan “Nasional/Seluruh Kab/Kota”. Deskripsi: Fokus peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan AKI/AKB, khususnya di daerah prioritas dengan beban tertinggi (termasuk beberapa provinsi di Tanah Papua, yang dilaporkan mencapai sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir). Intervensi diarahkan pada penguatan layanan sesuai standar di fasilitas kesehatan—persalinan di fasyankes, deteksi dini, ANC, layanan persalinan, KF, KN, layanan kegawatdaruratan, ketersediaan/pelayanan darah, tatalaksana balita sakit, dan imunisasi—serta penguatan aspek promotif-preventif dan tata kelola agar layanan terintegrasi, bermutu, dan berdampak nyata pada penurunan kematian ibu dan bayi."Kesehatan
07.01.0017
    • UU 2/2025
  1. -
Jumlah Impor BatubaraBanyaknya batubara yang didatangkan atau dibeli dari negara lain di luar IndonesiaTonKEMENTERIAN PERDAGANGANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANPertambangan
07.02.0095
    • UU 30/2009
  1. -
Jumlah Impor ListrikJumlah listrik yang didatangkan atau dibeli dari negara lain di luar IndonesiaGWhKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANEnergi
07.02.0094
    • UU 22/2001
  1. -
Jumlah Impor LPGBanyaknya produk migas yang didatangkan atau dibeli dari negara lain di luar Indonesia TonKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANDiperlukan data per provinsiEnergi
07.02.0093
    • UU 22/2001
  1. -
Jumlah Impor Minyak MentahBanyaknya minyak mentah yang didatangkan atau dibeli dari negara lain di luar IndonesiaRibu BarelKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANEnergi
07.02.0092
    • UU 22/2001
  1. -
Jumlah Impor Produk KilangJumlah produk yang diimpor atau dibeli dari luar negeri yang merupakan produk dari proses pengolahan minyak mentah di kilang oleh badan usaha Pemegang izin usaha Pengolahan Minyak dan gas BumiRibu KLKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANMembEnergi
04.01.0045
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Diabetes dalam Pengendalian
Jumlah individu dengan diabetes yang diperiksa kadar gula darahnyaJumlah individu dengan diabetes yang telah menjalani pemeriksaan kadar gula darah (HbA1c, gula darah preprandial, atau gula darah 2PP) pada kunjungan klinis terakhir.​OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesehatan
04.01.0046
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase Diabetes dalam Pengendalian
Jumlah individu dengan diabetes yang mencapai kontrol glikemik sesuai targetJumlah individu dengan diabetes yang pada kunjungan klinis terakhir memiliki nilai HbA1c < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80–130 mg/dL atau gula darah 2 jam postprandial (2PP) kapiler < 180...OrangKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: Nasional, ProvinsiTAHUNANKesehatan
09.04.0001
    • SDGs
  1. Persentase Penduduk yang Menguasai Telepon Genggam
Jumlah Individu yang Menguasai/Memiliki Telepon Genggam (JITG)Jumlah individu yang memiliki telepon genggam, termasuk smartphone, yang digunakan untuk komunikasi jarak jauh melalui jaringan seluler atau nirkabel.OrangBADAN PUSAT STATISTIKPrioritasSTATISTIK-Nasional, ProvinsiTAHUNANIndikator SIPD: 000165 - Proporsi individu yang menguasai/memiliki telepon genggam.Komunikasi
07.05.023
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah industri dan atau pelabuhan yang membuang air limbah ke laut yang memenuhi baku mutu air limbah
Jumlah industri dan atau pelabuhan yang membuang air limbah ke laut yang memenuhi baku mutu air limbahMengukur jumlah industri dan/atau pelabuhan yang membuang air limbah ke laut dengan kualitas yang sesuai atau lebih baik dari baku mutu air limbah yang ditetapkan oleh pemerintah. Baku mutu air...industri/ usahaKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-WILAYAH ADMINISTRASI NASIONALTAHUNANLingkungan Hidup
02.01.003
    • SDGs
  1. Jumlah industri kecil dan menengah (IKM) yang melakukan kemitraan dengan industri besar, sedang, dan sektor ekonomi lainnya
Jumlah industri kecil dan menengah (IKM) yang melakukan kemitraan dengan industri besar, sedang, dan sektor ekonomi lainnyaIndustri Kecil dan Menengah (IKM) adalah industri mikro, kecil, dan menengah. Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang melakukan kemitraan dengan industri besar, sedang, dan sektor ekonomi lainnya...industriKEMENTERIAN PERINDUSTRIANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANIndustri
07.05.024
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah industri yang memenuhi baku mutu emisi udara
Jumlah industri yang memenuhi baku mutu emisi udaraMengukur jumlah industri yang emisi udaranya memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Baku mutu emisi adalah batas maksimum zat pencemar udara yang diperbolehkan dilepaskan dari...industriKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANLingkungan Hidup
07.05.025
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah industri yang memenuhi kriteria pengendalian kerusakan ekosistem gambut
Jumlah industri yang memenuhi kriteria pengendalian kerusakan ekosistem gambutJumlah industri yang memenuhi kreiteria pengendalian kerusakan ekosistem gambutindustriKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANProgram: 02.17-Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang. Kegiatan: 02.17.05-Peningkatan Kualitas Ekosistem Gambut Lokasi Prioritas: Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Provinsi Kalimantan Selatan. Deskripsi: Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air, kualitas udara, kualitas air laut, dan kualitas lahan. Selain itu, program ini juga berfokus pada peningkatan ketaatan terhadap hukum lingkungan hidup dan kehutanan guna memelihara kelangsungan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup.Lingkungan Hidup
07.05.026
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah industri yang memenuhi kriteria pengendalian kerusakan lahan (KLH)
Jumlah industri yang memenuhi kriteria pengendalian kerusakan lahan (KLH)Mengukur jumlah industri, khususnya di sektor pertambangan, yang telah menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lahan untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan lahan akibat kegiatan...industriKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi NasionalTAHUNANLingkungan Hidup
07.05.027
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah industri yang memenuhi kualitas air limbah sesuai baku mutu
Jumlah industri yang memenuhi kualitas air limbah sesuai baku mutuBaku Mutu Air Limbah adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar dan/atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam Air Limbah yang akan dibuang atau dilepas ke dalam media air dan...industriKEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUPPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANProgram: 02.17-Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang. Kegiatan: 02.17.01-Peningkatan pengelolaan kualitas air sungai dan danau Lokasi Prioritas: DAS Serayu; DAS Bengawan Solo; Provinsi Banten (DAS Cisadane); Provinsi Jawa Timur; Kabupaten Asahan; klaster Sulawesi Tengah (Kab. Morowali, Morowali Utara, Poso, Sigi, Banggai, Parigi Moutong); Seluruh Provinsi (untuk RO non-infrastruktur pengendalian pencemaran air dan penguatan pengelolaan kualitas air sungai/danau); Nasional (lintas provinsi karena mencakup 15 DAS prioritas). Deskripsi: Dari 15 DAS prioritas lintas kab/kota dan provinsi, terdapat 1.673 titik pantau kualitas air: 13 tercemar berat, 90 tercemar sedang, dan 1.203 tercemar ringan. Sebanyak 12 dari 15 DAS telah melampaui alokasi beban pencemar dan membutuhkan penurunan beban antara 875,46 kg/hari hingga 303.552 kg/hari. Intervensi difokuskan pada pengurangan beban pencemar dari sumber domestik, industri, peternakan, dan pertanian; peningkatan ketersediaan data kualitas air sungai/danau; perbaikan kualitas air permukaan; penguatan sarana–prasarana pengujian; serta pengendalian pencemaran air di sektor industri untuk memulihkan mutu air pada DAS prioritas.Lingkungan Hidup
04.01.027
    • RPJMN 2025-2029
    • SDGs
  1. Jumlah infeksi baru HIV per 1.000 penduduk tidak terinfeksi
Jumlah infeksi baru HIV per 1.000 penduduk tidak terinfeksiHuman Immunodeficiency Virus yang selanjutnya disingkat HIV adalah Virus yang menyebabkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Acquired Immuno Deficiency Syndrome yang selanjutnya disingkat...kasus perseratus ribu pendudukKEMENTERIAN KESEHATANPrioritasSTATISTIK-Wilayah Administrasi: NasionalTAHUNANIndikator SIPD: 000106 - Jumlah infeksi baru HIV per 1.000 penduduk tidak terinfeksi.Kesehatan
06.02.0010
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Kebijakan yang Spesifik Mendukung Pekerjaan Hijau/Green Jobs
Jumlah informasi jabatan hijau yang disusunInformasi jabatan adalah catatan atas sekumpulan fakta atau deskripsi (data jabatan hijau) berupa tulisan yang merepresentasikan keadaan sebenarnya atau menunjukkan kondisi atau...DokumenKEMENTERIAN KETENAGAKERJAANPrioritasSTATISTIK-NasionalTAHUNANKetenagakerjaan
06.03.005
    • RPJMN 2025-2029
  1. Jumlah Infrastruktur Iptek Strategis yang Dibangun
Jumlah Infrastruktur Iptek Strategis yang Dibanguna. Infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dibangun mengacu pada jumlah fasilitas fisik yang secara strategis dibangun dan dikembangkan (termasuk infrastruktur dan fasilitas yang...infrastrukturBADAN RISET DAN INOVASI NASIONALPrioritasSTATISTIK-Wilayah: NasionalTAHUNANIlmu Pengetahuan Dan Teknologi
03.03.0009
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase pemenuhan infrastruktur pencarian dan pertolongan
Jumlah Infrastruktur Pencarian dan Pertolongan sesuai Standar Minimum KebutuhanTotal infrastruktur pencarian dan pertolongan (sarana darat, sarana laut, sarana udara, peralatan sar, prasarana sar, peralatan komunikasi sar, dan teknologi informasi sar) sesuai standar minimum...UnitBADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGANPrioritasSTATISTIK-Satuan KerjaTAHUNANTransportasi
03.03.0010
    • RPJMN 2025-2029
  1. Persentase pemenuhan infrastruktur pencarian dan pertolongan
Jumlah Infrastruktur Pencarian dan Pertolongan yang DimilikiTotal infrastruktur pencarian dan pertolongan (sarana darat, sarana laut, sarana udara, peralatan sar, prasarana sar, peralatan komunikasi sar, dan teknologi informasi sar) yang dimilikiUnitBADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGANPrioritasSTATISTIK-Satuan KerjaTAHUNANTransportasi
Showing 551-600 of 3,346 items.
IDId DdpSumber ReferensiIndikatorNama DataJenis PengajuanJenis DataIndikator VariabelStandar DataMitra Sektor BappenasInstansi Produsen DataUnit Kerja Produsen DataDefinisiSatuanKlasifikasi Data Sesuai ResikoKlasifikasi PenyajianJadwal PemutakhiranTag RadStatus Persetujuan
    
18345109.02.0108
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Data APBDesPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERIDIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESAData perencanaan keuangan tahunan pemerintah desa yang berisi rincian rencana pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa untuk satu tahun anggaran, berfungsi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan desa...rupiah-NasionalTAHUNANKeuanganTERSEDIA
18345209.06.0118
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Data ASN meliputi Jumlah ASN, Jenis Jabatan, Pendidikan, dan Sebaran WilayahPrioritasSTATISTIKVariabelBADAN KEPEGAWAIAN NEGARADirektorat Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi ASNData agregat kepegawaian ASN pusat dan daerah Orang-Nasional, ProvinsiSEMESTERANAparatur NegaraTERSEDIA
18345307.02.0047
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Data bauran energi nasionalPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALSekretariat JenderalKomposisi persentase penggunaan sumber energi dalam total konsumsi atau kapasitas energi nasional dalam satu periode tertentu.Persen-NasionalTAHUNANEnergiTERSEDIA
18345403.05.0026
    • RPJPN 2025-2045
  1. -
Data Bumdes/BumdesmaPrioritasSTATISTIKVariabelDirektorat Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan TransmigrasiKEMENTERIAN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALDirektorat Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah TertinggalData sebaran Bumdes/Bumdesma di Indonesia berdasarkan Provinsi/Kab/Kotainstansi-Nasional, SektorTAHUNANUsaha Kecil Dan MenengahTERSEDIA
18345503.07.0064
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Data Demografi KependudukanPrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN DALAM NEGERIDINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPILData Demografi Kependudukan adalah berupa jumlah penduduk jenis kelamin umur pendidikan pendapatan pekerjaan Jumlah-Kota Batam dan Kepulauan RiauTAHUNANKependudukanTERSEDIA
18345607.02.0111
    • Renstra DPR RI 2025-2029
  1. -
Data elektrifikasi (teraliri listrik selama 24 jam penuh)PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERALDirektorat Jenderal KetenagalistrikanMetrik yang menunjukkan jumlah atau persentase rumah tangga, desa, atau area tertentu yang memiliki akses ke pasokan listrik kontinual tanpa pemadaman signifikan, selama 24 jam per hari dalam kurun...persentase-NasionalTAHUNANEnergiTERSEDIA
183457
    • Permenkes 66/2014
  1. -
Data Fasyankes yang Mampu TatalaksanaNon PrioritasSTATISTIKIndikatorKEMENTERIAN KESEHATANData Rumah sakit dan puskesmas di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki tenaga SDM dan mampu melakukan tata laksana penanganan kasus kekerasanpuskesmas-Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/KotaTAHUNANKesehatanTERSEDIA
18345802.02.0077
    • RKP 2025
  1. -
Data izin NPB dan Nomor Registrasi Keamanan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup (K3L)PrioritasSTATISTIKVariabelKEMENTERIAN PERDAGANGANDIREKTORAT STANDARDISASI DAN PENGENDALIAN MUTUNomor Pendaftaran Barang (NPB) - Sebagai instrumen ketertelusuran mutu (syarat edar barang) - NPB wajib dicantumkan pada barang dan/atau kemasan serta dokumen pemberitahuan pabean impor barang...Perizinan-BULANANPerdaganganTERSEDIA
18345909.06.0117
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
⁠Data JFT Analis HAM setiap K/L/PDPrioritasSTATISTIKVariabelBADAN KEPEGAWAIAN NEGARADirektorat Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi ASNJumlah JFT Analis HAM yang ada di setiap daerah Jumlah-Nasional, ProvinsiTAHUNANAparatur NegaraTERSEDIA
18346009.06.0107
    • RPJMN 2025-2029
  1. -
Data Jumlah ASN Tingkat Kabupaten/Kota Berdasarkan Jabatan FungsionalPrioritasSTATISTIKVariabelDirektorat Pemerintahan, Keuangan Daerah, dan Transfer ke DaerahBADAN KEPEGAWAIAN NEGARADiperlukan adanya rincian data jabatan fungsional di Daerah yang dibutuhkan untuk penentuan arah kebijakan pengembangan SDM Daerah yang lebih tepat dan berkesesuaian dengan jabatan fungsional yang...Orang-Kabupaten/KotaSEMESTERANAparatur NegaraTERSEDIA
Showing 111-120 of 4,146 items.